, ,


    Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan dan kesehatan melalui penyelenggaraan Program SHU Ecovation Day: Lensa Energi. Program yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya deteksi dini gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi proses belajar. Melalui program ini, PHM melibatkan anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasi perusahaan di kawasan Delta Mahakam, yaitu Kelurahan Muara Kembang dan Desa Kutai Lama pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2026.

    Kegiatan yang berlokasi di Balai Pertemuan Kelurahan Muara Kembang melibatkan 87 peserta yang terdiri atas Lurah beserta jajaran Kelurahan Muara Kembang, tim Optik Jakarta, para guru, serta 66 siswa kelas VI dari SDN 002 Muara Jawa, SDN 009 Muara Jawa, dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Istiqomah. Sementara itu di Desa Kutai Lama, program ini dilaksanakan di SDN 010 Anggana, yang diikuti siswa kelas VI sejumlah 52 peserta didik. Rangkaian pemeriksaan mata didukung oleh seluruh tenaga pendidik sekolah dan tim Optik Jakarta.

    Program ini mendapat sambutan antusias dari para siswa, guru, maupun pemerintah setempat. Kehadiran layanan pemeriksaan mata di lingkungan sekolah diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak usia dini. Setiap peserta menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh yang meliputi registrasi, tes buta warna, pemeriksaan objektif (refraksi), serta pemeriksaan subjektif melalui pembacaan huruf dan angka untuk mengetahui tingkat ketajaman penglihatan serta kebutuhan koreksi menggunakan kacamata.

    Pada kesempatan ini, Kepala SDN 010 Anggana, Sunarsih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, selama proses pembelajaran para guru telah mengidentifikasi sejumlah siswa yang diduga mengalami gangguan penglihatan. “Dengan keterbatasan ekonomi keluarga menyebabkan sebagian besar siswa belum pernah menjalani pemeriksaan mata maupun memperoleh kacamata yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadi kami sangat terbantu sekali dengan adanya program ini, tutur Sunarsih.

    Apresiasi turut disampaikan Lurah Muara Kembang, Mukosim, atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah kelurahan dan PHM dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami mengapresiasi komitmen PT Pertamina Hulu Mahakam yang terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan mata bagi anak-anak merupakan investasi penting bagi masa depan mereka karena penglihatan yang baik akan mendukung proses belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah kami,” ucap Mukosim.

    Pada kesempatan berbeda, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa pelibatan dan pengembangan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen dan strategi untuk mendukung keberlanjutan operasi perusahaan. "PHM percaya bahwa keberhasilan operasi perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah kerja. Melalui Program CID SHU Ecovation Day: Lensa Energi, kami berharap dapat membantu anak-anak memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata sehingga mereka dapat belajar dengan lebih optimal. Program ini merupakan wujud komitmen kami dalam menciptakan nilai bersama serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutupnya. (*)

    , ,

    Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berikan bantuan perlengkapan sekolah gratis kepada siswa baru
    (Foto: Fairuz)

    TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai membagikan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa baru jenjang PAUD, SD, dan SMP. Program tersebut merupakan bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik dalam mendukung akses pendidikan masyarakat.

    Pembagian perlengkapan sekolah gratis tersebut berlangsung di SMPN 3 Tenggarong, Senin (10/8/2026) lalu. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kewajiban sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan anak-anak di Kukar.

    "Pembagian hari ini merupakan salah satu program dedikasi dari Kukar Idaman Terbaik, yaitu pembagian perlengkapan sekolah gratis bagi seluruh anak-anak di jenjang PAUD, SD, dan SMP," ujar Aulia.

    Menurutnya, perlengkapan yang diberikan tidak sebatas seragam sekolah. Karena itu, Pemkab Kukar memilih menggunakan istilah perlengkapan sekolah gratis untuk menggambarkan cakupan bantuan yang diterima para siswa.

    Jumlahnya mencapai lebih dari 30 ribu paket dan diperuntukkan bagi seluruh siswa baru pada jenjang PAUD, SD, dan SMP di wilayah Kabupaten Kukar.

    Isi paket tersebut mencakup berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, sepatu, kaos kaki, baju, celana, topi, tas, hingga buku.

    "Kami tidak menyebutnya hanya sebagai seragam sekolah gratis, tetapi perlengkapan sekolah gratis. Sebab, isi paket yang diberikan bukan hanya seragam, melainkan juga sepatu, kaos kaki, baju, celana, topi, tas, hingga buku," jelasnya.

    Aulia berharap bantuan tersebut dapat memastikan anak-anak di Kukar memiliki perlengkapan yang memadai saat memulai proses pendidikan.

    Selain membantu memenuhi kebutuhan sekolah, program tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar yang sama bagi seluruh siswa, tanpa membedakan kondisi maupun wilayah tempat tinggal mereka.

    "Kami berharap melalui pembagian perlengkapan sekolah gratis ini, seluruh anak-anak kita memiliki semangat dan spirit yang sama ketika memulai pendidikan," katanya.

    Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Dengan adanya program tersebut, Pemkab Kukar berharap para siswa dapat memulai tahun pendidikan dengan lebih siap, sekaligus mengurangi kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah di daerah. (*)

    ,

    Bupati Aulia bentuk tim terpadu hadapi dampak kemarau guna menjaga aktifitas pertanian di Kukar
    (Foto: Fairuz) 

    TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak menghadapi dampak kemarau yang mulai menyebabkan kekeringan di sejumlah kawasan pertanian, khususnya wilayah yang masih mengandalkan sistem pengairan tadah hujan.

    Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar telah membentuk tim terpadu untuk menangani persoalan tersebut. Tim melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan.

    "Tim ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan, dengan melibatkan BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan," ujar Aulia Rahman Basri.

    Menurutnya, tim saat ini tengah mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan pengairan di areal persawahan yang terdampak kekeringan.

    Pemkab Kukar telah mengidentifikasi sekitar 10 kecamatan yang menjadi kawasan lumbung pangan dan turut terdampak kondisi kemarau.

    "Utamanya adalah kawasan pertanian yang sistem pengairannya masih mengandalkan tadah hujan. Karena itu, kami sedang berupaya mencari sumber-sumber air terdekat agar kebutuhan pengairan sawah dapat terpenuhi dengan baik," jelasnya.

    Untuk memastikan kondisi terkini di lapangan, Pemkab Kukar akan menggelar koordinasi bersama jajaran kecamatan, desa, penyuluh pertanian dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP).

    "Besok pagi pukul 08.00 WITA, kami akan melaksanakan Zoom Meeting bersama seluruh camat, kepala desa, para penyuluh pertanian, serta teman-teman dari BRMP untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan," katanya.

    Setelah koordinasi tersebut, tim terpadu dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada Rabu untuk memantau kondisi persawahan sekaligus mencari solusi yang paling tepat bagi petani terdampak.

    Selain melakukan pemetaan sumber air, Pemkab Kukar juga tengah mengupayakan pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengoptimalkan bantuan pompa air bagi petani, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan.

    Aulia menjelaskan, kebutuhan kapasitas pompa akan disesuaikan dengan luas areal persawahan yang terdampak.

    "Berdasarkan hasil identifikasi sementara, apabila luas areal persawahan yang terdampak berada di bawah 20 hektare, pompa berukuran 3 inci diperkirakan masih dapat digunakan secara optimal. Namun, apabila luasnya sudah lebih dari 20 hektare, maka dibutuhkan pompa dengan kapasitas yang lebih besar," terangnya.

    Pemkab Kukar, lanjut Aulia, akan berupaya mempercepat penyediaan pompa-pompa tersebut agar persoalan pengairan dapat segera ditangani.

    Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat sekaligus mencegah dampak kekeringan meluas dan mengganggu produksi pangan di Kukar.

    "Pompa-pompa tersebut akan kami upayakan untuk segera disediakan agar persoalan pengairan dapat ditangani secepat mungkin dan aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan," pungkasnya. (*)


Top