,

    Junaidi warga Sanga-Sanga ditemukan meninggal dunia disamping gedung walet miliknya
    (Foto: Polsek Sanga-Sanga)

    Junaidi (58) warga Jalan Padat Karya, RT 02, Kelurahan Sanga-Sanga Muara, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan meninggal dunia disamping gedung walet miliknya, Selasa (28/01) sore.

    Dalam keterangannya, Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Sanga-Sanga AKP Zainal Arifin menyebutkan, kejadian tersebut diketahui sekira pukul 16.30 Wita.

    "Korban ditemukan di samping gedung walet. Posisinya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan telungkup hanya menggunakan celana pendek dan tidak menggunakan baju," terangnya.

    Awalnya istri korban menelpon sang suami beberapa kali namun tak kunjung diangkat, ia lantas menelpon adik korban bernama Nordiansyah (42) untuk melihat kakaknya yang sedang mengecek gedung walet di Jalan Dr Wahidin, RT 05, Kelurahan Sanga-Sanga Dalam. 

    "Akhirnya Saudara Nordiansyah mendatangi gedung walet milik korban, ketika sampai di tempat tersebut saksi melihat korban sudah meninggal dunia dengan posisi telungkup, melihat kejadian itu saksi memberi tahu istrinya," beber Zainal.

    Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sanga-Sanga, Kemudian dipimpin oleh Kapolsek bersama anggotanya segera ke TKP dan memanggil dokter Puskesmas untuk mengecek korban  serta membuat permintaan Visum Et Revertum mayat.

    "Berdasarkan keterangan keluarga korban yaitu Saudara Nordiansyah, bahwa yang bersangkutan punya riwayat sakit jantung dan baru keluar dari rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan awal oleh dokter tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkapnya.

    Dikatakan Zainal, untuk otopsi pihak keluarga korban masih merundingkan dengan pihak keluarga lainnya, saat ini jenazah korban telah dibawa oleh ke rumah duka. (end)

    ,

    Veteran pejuang Sanga-Sanga Mbah Paiman sampaikan harapan pada peringatan Merah Putih ke-73
    (Foto: Rodi)

    Meski harus duduk di kursi roda, mbah Paiman yang kini berusia 96 tahun terlihat bersemangat meladeni pertanyaan para wartawan yang mendatanginya. 

    Mbah Paiman merupakan salah satu veteran pejuang dalam peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga yang terjadi pada 27 Januari 1947 silam. 

    Didampingi rekan seperjuangannya Sujoko, mbah Paiman menitipkan sejumlah harapan pada Peringatan Perjuangan Merah Putih ke-73 di lapangan Gelora Pantai, Sanga-Sanga.

    "Anak-anak cucu supaya semakin semangat membangun, yang akan datang supaya lebih baik lagi dari pada sekarang ini. Semoga anak-anak cucu bisa melanjutkan cita-cita orang yang dulu (pejuang, red)," ucapnya.

    Mbah Paiman menuturkan, rekan-rekan semasa berjuang membebaskan Sanga-Sanga telah banyak yang mendahuluinya menghadap sang maha kuasa. Ia juga meminta agar generasi muda lebih menghargai para pejuang.

    "Supaya ingat sama orang tua, peduli sama orang tua, perjuangan dulu macam apa, orang dulu itu ikhlas, tidak ada embel-embel apa-apa supaya negara kita merdeka. Kita ini sudah dijajah, jadi jangan sampai dijajah lagi sama bangsa lain," tuturnya.

    Terkait penghargaan dalam bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para veteran, Mbah Paiman mengaku rutin menerima bantuan.

    "Satu bulan sekali mengambil bantuan di kantor pos dari pemerintah pusat dan enam bulan sekali mendapat santunan dari Bupati," bebernya.

    Dikatakannya, bantuan atau santunan yang diterima digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi dirinya hanya hidup berdua dengan sang istri.

    "Saya tinggal di rumah sendiri di Sanga-Sanga, anak saya banyak yang kerja jauh, jadi dirumah cuma orang dua saja sama mbah yang perempuan," katanya.

    Di usia senjanya, Mbah Paiman meminta perusahaan yang beroperasi di sekitar Sanga-Sanga agar tak lupa dengan jasa-jasa pejuang yang mengorbankan jiwa dan raga merebut kemerdekaan.

    "Jadi ingatlah perjuangan di Sanga-Sanga ini, perusahaan ingat-ingatlah supaya dibantu kalau ada kegiatan," tandasnya. (end)

    ,

    Wagub Kaltim Hadi Mulyadi memimpin upacara peringatan Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga ke-73
    (Foto: Rodi)

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi memimpin upacara peringatan peristiwa Perjuangan Merah Putih ke-73, di lapangan Gelora Pantai, kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (27/01) pagi tadi.

    Dihadapan jajaran Pemprov Kaltim, jajaran Pemkab Kukar, unsur Forkopimda, serta para veteran, Hadi menyatakan rasa syukur dan bangga karena Sanga-Sanga menjadi salah satu kota bersejarah.

    "Kota kenangan yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari belenggu penjajahan Belanda yang ketika itu ingin kembali berkuasa di negeri ini terutama menguasai minyak di Sanga-Sanga," tuturnya. 

    Hadi mengatakan, peristiwa heroik itu patut dikenang dengan tinta emas sepanjang masa dan sebagai teladan perjuangan bagi generasi sekarang dan yang akan datang dalam menegakkan negara kesatuan Indonesia.

    "Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga merupakan perjuangan berskala nasional yang sepantasnya menjadi catatan sejarah penting diantara catatan sejarah nasional lainnya di tanah air," ucapnya.

    Dilanjutkannya, sebagai bangsa yang besar, haruslah pandai menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan cara mengenang jejak perjuangan dan menghargainya.

    "Patrotisme perjuangannya juga harus kita tularkan kepada generasi muda saat ini untuk senantiasa cinta tanah air dan siap membela negara," tegas Hadi.

    Ia juga mengajak seluruh peserta upacara dan undangan yang hadir, untuk mendoakan arwah para pahlawan yang gugur dalam peristiwa yang terjadi pada 27 Januari 1947 silam.

    "Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, mengasihi, mengampuni dosa-dosa mereka dan memberikan ganjaran pahala yang setimpal dan mendapatkan tempat yang layak disisiNya," cetusnya.

    Upacara ini juga diisi dengan penampilan operet perjuangan oleh putra putri Sanga-Sanga yang tergabung dalam Teater Merah Putih, serta dilanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Wadah Batuah Sanga-Sanga.

    Sebelumnya pada Minggu (26/01), rangkaian peringatan telah diawali dengan gowes keliling kota Sanga-Sanga, pembukaan pesta rakyat, napak tilas dan pameran pembangunan. Malam harinya dilanjutkan tabligh akbar, serta apel dan renungan suci. (end)

    ,

    Dua kapal nelayan bertabrakan di perairan desa Sepatin, kecamatan Anggana
    (Foto: google map)

    Dua kapal nelayan mengalami kecelakaan (laka) air di muara sungai Mangkubur, perairan desa Sepatin, kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (23/01) kemarin.

    Laka air ini melibatkan dua kapal kayu jenis domping 24 PK warna ungu milik nelayan petani tambak dan kapal warna hijau daun milik nelayan penyambang udang

    Tabrakan kedua kapal nelayan tersebut terjadi sekira pukul 13.30 Wita dan mengakibatkan seorang motoris salah satu kapal bernama Daeng Malla (65) meninggal dunia.

    "Sedangkan korban luka yakni Saudara Rizan (31) karyawan Pertamina berdomisili di Samarinda Seberang," terang Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Anggana IPTU Amiruddin.

    Berdasarkan keterangan dari salah satu saksi yakni Eli (27) putra dari motoris yang meninggal dunia, awalnya ia bersama korban melintasi anak sungai Mangkubur depan mesjid perairan desa Sepatin dengan alur sungai menikung ke kanan.

    "Posisi korban dan saksi di sisi kanan, tiba-tiba dari sisi sebelah kanan sungai arah berlawanan kapal domping milik nelayan penyambang udang yang sebelumnya berada di sisi kiri sungai mengarah lurus ke kapal korban di sisi kanan, sehingga kapal korban terdorong ke pinggir sungai dengan posisi tertumpuk dengan kapal domping udang," bebernya.

    Usai di evakuasi ke rumah sakit Dirgahayu Samarinda, korban dibawa keluarganya ke RSUD AW Sjahranie untuk kepentingan visum dan dimandikan, selanjutnya jenazah akan di bawa ke kampung halaman korban di Makassar.

    "Saat ini barang bukti 2 kapal Domping masih berada di TKP dan sedang dalam pencarian Sat Polair Polres Kukar dan Polsek KP3 Samarinda," demikian jelas Amiruddin. (end)

    , ,

    DTN 439 Polres Kukar bersama pengurus dan anak-anak panti asuhan Ar-Rayyan
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    Peringati anniversary yang ke-5, Polisi Angkatan 439 DTN Polres Kukar melakukan bakti sosial dengan berbagi kepada anak-anak panti asuhan Ar-Rayyan, Jalan KH Ahmad Muksin, Tenggarong, Minggu (19/01) lalu.

    Puluhan personel anggota Polisi angkatan 439 yang bertugas dijajaran Polres Kukar itu memberikan bantuan berupa Sembako seperti beras,minyak goreng,mie instan dan telur yang semuanya merupakan sumbangan dari anggota Polri DTN 439 Polres Kukar.

    Ketua pelaksana kegiatan Briptu Eko Heryanto, mengatakan, acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke 5 angkatan 439 DTN Nusantara.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa peduli antar sesama manusia, meningkatkan rasa syukur atas apa yang sudah kami capai dan meningkatkan solidaritas anggota,” ujarnya.

    Pengurus panti asuhan Ar-Rayyan memimpin pembacaan doa bersana anggota DTN 439
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    Briptu Eko pun menyampaikan terimakasihnya kepada Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho yang telah memberikan dukungan penuh pada kegiatan sosial tersebut.

    Pengurus Panti Asuhan Ar-Rayyan yang menerima bantuan tersebut berterimakasih kepada anggota Polri dari Polres Kukar khususnya angkatan DTN 439 yang telah memberikan bantuan kepada anak-anak panti asuhan Ar-Rayyan.

    “Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan dalam melaksanakan tugas ya bapak dan ibu,” ujar pengurus panti.

    Untuk diketahui DTN 439 Nusantara adalah suatu organisasi/komunitas Alumni Brigadir Polri T.A 2014 Se - Nusantara, yang didalamnya terdapat beberapa SPN dan Pusdik selaku penyelenggara Pendidikan Pembentukan Brigadir Polri saat itu. ***

    ,

    Beberapa driver ojol terlihat melakukan penggalangan dana di sekitar lampu merah Tenggarong
    (Foto: Istimewa)

    Sejumlah driver ojek online (ojol) dari komunitas Gojek Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan aksi sosial pengalangan dana, Senin (20/01) sore.

    Koordinator penggalangan dana Muji Waluyo, mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban warga yang menjadi korban banjir di kota Samarinda.

    "Ada sekitar 30 driver yang mengikuti aksi penggalangan dana di dua lokasi lampu merah sekitar Tenggarong," ujarnya.

    Berbekal kotak kardus, para ojol menyapa warga yang melintasi lampu merah antara penyeberangan Pulau Kumala dan Jalan Imam Bonjol, beberapa pengendara roda dua dan empat terlihat memberikan sumbangan.

    "Ojol lainnya menggalang dana di perempatan lampu merah Jalan Gunung Gandek," kata Muji.

    Meski hanya dilakukan sehari, namun aksi driver ojol ini patut di apresiasi, lantaran masih meluangkan waktunya untuk aksi kemanusiaan. 

    "Dana yang terkumpul Rp. 3.450.000 dan akan disalurkan melalui tim URC Budgos untuk diteruskan kepada yang membutuhkan. Terima kasih kepada warga yang telah menyisihkan rezekinya," ucap Muji lagi.

    Sebelumnya pada Sabtu (18/01) lalu, komunitas driver Grab Bike Tenggarong juga melakukan aksi serupa dengan sumbangan yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 1.380.000 dan telah diserahkan ke posko banjir Samarinda.

    Banjir di kota Samarinda telah terjadi lebih dari sepekan dan merendam 12 kelurahan, Pemkot Samarinda pun menetapkan status Siaga Darurat Banjir. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Andrias SN (tengah) menunjukkan barang bukti narkoba dari 11 tersangka
    (Foto: Endi)

    Satuan Resnarkoba Polres Kukar berhasil mengamankan 11 pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba, satu diantaranya merupakan residivis dalam kasus yang sama. 

    Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho didampingi Kasat Resnarkoba IPTU Romi, saat menggelar press rilis pada Senin (20/01), mengatakan, kasus ini merupakan hasil pengungkapan sejak 1 hingga 17 Januari 2020 atau selama dua pekan. 

    “Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 38,4 gram Shabu-shabu, 6 butir extasi dan uang sejumlah Rp 4.310.000,” ujarnya. 

    Andrias menyebutkan, dengan tertangkapnya para pelaku beserta barang bukti, maka sebanyak 190 jiwa telah terselamatkan dari bahaya narkoba, hal itu diasumsikan jika 1 gram shabu digunakan oleh 5 orang. 

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kutai Kartanegara yang telah memberikan informasi dan tentu saja akan ditindak lanjuti. Kami tidak akan pernah berhenti selama kejahatan narkoba ini masih ada,” ucapnya. 

    11 tersangka tersebut masing-masing berinisial AH, BP, OR, YS, RS, FD, AF, RF, NN (residivis), SR, dan MJ. Para pelaku sebagian besar diamankan di Tenggarong, sedangkan di Loa Janan merupakan pelaku yang bertransaksi menggunakan sistem loket.

    “Saya yakin masih banyak diluar sana terindikasi pengguna maupun pengedar, dan kami tidak akan henti-hentinya melakukan pengungkapan, pemberantasan terhadap peredaran gelap narkoba,” tegas Andrias. 

    Selaku Kapolres Kukar, ia menghimbau seluruh warga masyarakat di wilayah hukumnya agar menjauhi dan ikut berperan memerangi peredaran narkoba yang dimulai dari lingkungan terdekat termasuk keluarga.

    “Dan kepada warga masyarakat yang mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya agar melaporkannya, atau kepada saya langsung di 082276197999, kerahasiaan saksi dijamin,” kata Andrias. (end) 

    ,

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono memberikan cinderamata ke Sultan Kutai HAM Arifin
    (Foto: Endi)

    Sultan Kutai ke XXI H Adji Muhammad (HAM) Arifin menerima kunjungan perdana Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Muktiono beserta rombongan di kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (15/01).

    Pertemuan berlangsung hangat, usai berbincang selama kurang lebih 45 menit, Irjen Pol Muktiono dan Sultan HAM Arifin kemudian saling memberikan cinderamata.

    Dalam kesempatan itu, Kapolda yang didampingi Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memelihara kamtibmas agar Kaltim bisa melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan, sehingga masyarakat merasakan dampak positifnya.

    "Polri akan bersinergi dengan TNI dan semua pihak untuk bahu membahu. Semoga silaturahmi ini terus berjalan dan membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

    Sultan Kutai ke XXI HAM Arifin berbincang bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono
    (Foto: Endi)

    Sultan HAM Arifin menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono untuk bersilaturahmi dengan dirinya beserta kerabat.

    "Kedepannya kita harus menyambung terus silaturahmi ini jangan sampai hilang. Kapolda selain bercerita pengalaman tugasnya juga senang dengan adat dan budaya," tuturnya.

    Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Awang Yacoub Luthman menambahkan, silaturahmi tersebut merupakan tradisi yang luar biasa dan merupakan bentuk kehormatan serta apresiasi kepada Sultan. 

    "Selama ini pihak kesultanan selalu bahu membahu kalau berbicara soal menjaga keamanan, adat istiadat, kemudian menyangkut masalah tanah, sosial, budaya, suku, agama dan ras, kesultanan selalu hadir supaya tidak terjadi konflik berkepanjangan," ujarnya. (end)

    Baca JugaKe Kukar, Ini Rangkaian Kunjungan Kerja Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono


Top