, ,

    Kapolres Kukar dan Plt Bupati Kukar usai penandatanganan kesepakatan bersama di ruang serbaguna
    Foto: Dok. Polres Kukar

    Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Anwar Haidar dan Plt Bupati Edi Damansyah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang penyelenggaraan serta pelatihan calon anggota Polri bagi putra putri daerah, Senin (14/01/2019).

    Bertempat di ruang serba guna kantor Bupati Kukar, penandatanganan kesepakatan bersama tersebut disaksikan pejabat utama Polres Kukar beserta jajaran, OPD terkait di lingkungan pemkab Kukar dan para pelajar dari berbagai SMA di Tenggarong.

    Menurut Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, kerjasama dimaksud bertujuan untuk meratakan perekrutan serta penjaringan di daerah guna memberikan kesempatan kepada putra-putri Kukar untuk menjadi anggota Polri. “Pembinaan dan pelatihan ini diberikan kepada putra-putri Kukar lulusan SMA Se-derajat yang berprestasi, kemudian diseleksi menjadi anggota Polri,” ujarnya.

    Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi dengan Polda Kalimantan Timur (Kaltim). “Program pembinaan dan pelatihan bagi calon anggota Polri dari putra-putri Daerah ini, untuk mencari generasi muda yang tangguh, profesional, memiliki mental dan fisik yang kuat,” kata Kapolres.

    Setiap warga, sambungnya, baik miskin maupun kaya mempunyai peluang yang sama untuk menjadi calon anggota Polri. Kapolres pun menegaskan jika program ini tidak di pungut biaya apapun. “Tidak perlu risau lagi dengan adanya isu membayar dalam seleksi, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, jika memiliki kemampuan pasti akan lolos seleksi jadi anggota Polri,” ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Kukar Edi Damansyah mengharapkan agar kegiatan ini dapat di sosialisasikan dengan baik di 18 kecamatan terutama di sekolah-sekolah dan pada para orang tua murid, sehingga lebih banyak lagi putra-putri daerah Kukar yang menjadi anggota Polri. “Kita menyambut baik dengan digelarnya penandatanganan kesepakatan bersama ini, tentang penyelenggaraan serta pelatihan calon anggota Polri bagi putra-putri Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” tuturnya. (*)

    , ,

    Bupati Kutim Ismunandar dan Plt Bupati Kukar Edi Damansyah saat dialog di Muara Bengkal
    Foto: Taufik

    Untuk memecah keterisoliran daerah perbatasan antara Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar), percepatan pembangunan infrasturktur di kedua kabupaten tersebut akan segera ditindak lanjuti.

    Hal itu terungkap dalam dialog pembangunan masyarakat Muara Bengkal dan sekitarnya dengan Bupati Kutim Ismunandar - Plt Bupati Kukar Edi Damansyah di gedung PNPM, kecamatan Muara Bengkal, Kutim, Sabtu (12/01/2019) lalu.

    "Ini suatu kesepakatan yang sangat baik terutama bagaimana memecahkan keterisolasian masyarakat, baik di Kutai Kartanegara maupun di Kutai Timur. Jadi nanti 3 bulan kita evaluasi kerja tim dan kita undang stakeholder yang terlibat," ujar Bupati Kutim Ismunandar.

    Selain percepatan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan antara Kutim dan Kukar, dalam dialog bertemakan Membangun Odah Etam tersebut juga dibahas prioritas kebutuhan dasar masyarakat.

    "Yang pasti apa yang sudah kita lakukan untuk memperbaiki jalan disini sudah melibatkan stake holder, ini kan kita tinggal kita saja bagaimana mendorong mereka," kata Ismunandar.

    Menurut Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, kedua wilayah perbatasan merupakan lintas kabupaten, ia pun meminta perhatian dari pemerintah provinsi Kalimantan Timur.

    "Saya akan terus berdiskusi dengan Bupati Kutai Timur bagaimana kelanjutannya. Langkah pertamanya harus ada audiensi dengan Gubernur Kaltim dengan melibatkan Kukar dan Kutim, baik pemerintah kabupaten, organisasi maupun komponen masyarakatnya. Mudah-mudahan bisa konkrit," harapnya.

    Edi berharap. kekuatan seluruh stake holder fokus berkontribusi menuntaskan persoalan infrastruktur diperbatasan kecamatan Muara Kaman (Kukar) dan Muara Bengkal (Kutim).

    "Masyarakat Muara Kaman ini tidak bisa menikmati kualitas infrastruktur yang sesuai standar selama 20 tahun," ucapnya.

    Dalam pertemuan tersebut dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama yang melibatkan 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Perhubungan,  Dinas Pendidikan ,  Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas PU, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), (end)

    , ,

    Penandatangan kontrak kerjasama  penyediaan jasa pendukung logistik lepas pantai di kantor pusat PHM
    Foto: Dok. Humas PT PHM

    Jasa Dukungan Pengeboran Lepas Pantai

    PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja Mahakam, membangun sinergi dengan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang berkonsorsium dengan PT Peteka Karya Samudera (PTS), melalui kerjasama penyediaan jasa pendukung logistik lepas pantai dalam sebuah acara penandatanganan kontrak, bertempat di kantor pusat PHM di Jakarta, Jumat (11 Januari 2019).

    Para penandatangan kontrak kerjasama ini adalah General Manager PHM, John Anis, Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Giri Santoso dan Direktur Utama PT Petaka Karya Samudera, Yulius Sinaga. T. dengan disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan dan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi, dan Direktur Development and Production PT Pertamina Hulu Indonesia atau PHI (selaku induk perusahaan dari PHM), Eko Agus Sardjono. Acara ini juga dihadiri antara lain oleh jajaran manajemen PT Pertamina (Persero), PHI, PTK dan PTS dan para undangan lainnya.

    General Manager PHM John Anis mengatakan dalam sambutannya bahwa kerjasama ini selain untuk mendukung kegiatan operasi pengeboran lepas pantai PHM di WK Mahakam, juga perwujudan sinergi oleh berbagai anak perusahaan PT Pertamina, yang dalam hal ini adalah konsorsium PTK dan PTS. Selain itu, tambahnya, Kontrak kerjasama ini dapat mengurangi total biaya kepemilikan (total cost ownership) dari dukungan logistik pengeboran lepas pantai, sehingga dapat menghasilkan operasi dengan biaya yang lebih efisien.

    “Kerjasama ini juga momen penting untuk membuka berbagai bentuk sinergi dengan anak usaha PHI lainnya seperti PT Pertamina Hulu Sanga Sanga dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur di bidang dukungan logistik,” demikian John Anis.

    Sinergi yang diatur dalam kontrak tersebut mencakup pengadaan Offshore Drilling Support Base bagi PHM oleh konsorsium PTK-PTS yang meliputi penyediaan dukungan logistik untuk kegiatan pengeboran lepas pantai termasuk untuk transportasi, handling, lifting, pergudangan dan penyimpanan berbagai perlengkapan dan material (termasuk milik perusahaan-perusahaan mitra kerja PHM). 

    Untuk itu konsorsium PTK-PTS akan menyediakan: tubular yard area, transit area, jetty, pergudangan dan perkantoran, fasilitas pengelolaan lingkungan (AMDAL, IPAL dll), peralatan heavy lifting dan berbagai jasa pendukung lainnya (akomodasi personil, klinik, pengamanan, pemeliharaan dll). Sedangkan nilai kontrak kerjasama ini adalah Rp 109,6 miliar dan berlaku selama 20 bulan.

    Sebagaimana diketahui lapangan-lapangan dan berbagai fasilitas produksi di WK Mahakam sebagian besar berada di lepas pantai mau pun rawa-rawa di Delta Mahakam, sehingga harus mengoperasikan kapal-kapal pendukung operasi dalam jumlah besar, termasuk rig-rig pengeboran lepas pantai dan rawa (jack up rig dan swamp barge rig). Pada 2018 PHM melakukan lifting sebanyak 15,7 juta barel likuid (minyak dan kondensat) serta 65 standard cargo LNG (45 persen tujuan ekspor, dan 55 persen tujuan domestik). PHM juga memasok 65 persen gas pipa untuk Kalimantan Timur yang mencapai 275 MMscfd. (***)

    ,

    Kebakaran di RT 17 Kelurahan Bukit Biru, menyisakan puing-puing rumah dan kepulan asap
    Foto: Istimewa

    Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Margatama RT 17, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (12/01/2019) sekira pukul 09.00 Wita.

    "Kebakaran ini mengakibatkan dua rumah milik warga yang terbuat dari kayu terbakar," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi

    Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi, api awalnya muncul dari bagian belakang rumah milik Samsul Anam (47). "Pemilik rumah saat kejadian tengah bekerja dan meninggalkannya dalam keadaan kosong," bebernya.

    Akibatnya, api pun menghanguskan rumah Samsul Anam dan hanya menyisakan puing-puing, bahkan api sempat menyambar bagian dapur tetangganya yakni Mustri (71). 

    "Untuk memadamkan api dua unit mobil pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar diterjunkan ke lokasi kejadian," kata Triyadi.

    Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. "Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 85 juta," ujarnya.

    , ,

    Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi dan jajaran menyambangi salah purnawiran Polri yang tengah sakit
    Foto: Endi

    Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh jajaran Polsek Tenggarong, salah satunya diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dengan menyambangi warga di wilayah hukumnya, Jumat (11/01/2019) pagi tadi.

    Suasana haru pun terasa saat kunjungan ke kediaman Amrullah (63) salah satu purnawirawan Polri yang pernah mengabdi di Polsek Tenggarong di Jalan Ruan, kelurahan Timbau. 

    "Kita bersama anggota Polsek ada sedikit rezeki yang dikumpulkan, kemudian kita bagikan dalam bentuk sembako kepada beberapa orang yang memerlukan, salah satunya mantan anggota Polri yang sudah purnawirawan dan tengah sakit," ujar Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi.

    Bantuan sembako juga diberikan kepada Ibu Fatimah yang rumahnya pernah rubuh dtimpa angin kencang
    Foto: Endi

    Selanjutnya Kapolsek Tenggarong dan jajarannya bergerak menuju rumah Fatimah warga Jalan Arsapati 3, RT 36, kelurahan Loa Ipuh. "Kita menyerahkan bantuan kepada Ibu Fatimah yang rumahnya pernah rubuh ditimpa angin kencang," tuturnya.

    Terakhir, Kapolsek menyambangi rumah Mustri (72), seorang janda tua di RT 17, Kelurahan Bukit Biru. "Beliau ini matanya sudah tidak bisa melihat dengan normal dan tinggal bersama salah satu anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa," jelas Triyadi.

    Selaku Kapolsek, Triyadi berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban sekaligus membangkitkan semangat warga yang hidupnya dalam keterbatasan. "Tujuan kami menjalin silaturahmi antara Polri dengan masyarakat sehingga menyentuh yang paling bawah," cetusnya.

    Ibu Mustri yang berusia 72 tahun di kelurahan Bukit Biru juga disambangi Kapolsek Tenggarong dan anggota
    Foto: Endi

    Ditambahkan Triyadi, anggota Polri merupakan sahabat masyarakat, sehingga hubungan silaturahmi harus terus dijaga. "Apalagi mendekati pelaksanaan Pemilu 2019, kalau sudah banyak yang kita kenal, Insya Allah jika ada masalah-masalah kecil bisa kita selesaikan dan bisa tercapai tujuan yakni masyarakat damai tentram dan aman," imbuhnya.

    Dalam kegiatan sosial tersebut turut serta Wakapolsek Tenggarong IPTU Ketut Kartika, Kanit Binmas IPDA M Imron, Aiptu Heri Susilo dan Bripka Siti Marfungatu (Anggota), Bhabinkamtibmas kelurahan Timbau Aiptu Domo Bin Juni, serta Bhabinkamtibmas kelurahan Bukit Biru Aiptu Harsana. (end)

    ,

    Kasat Reskrim Polres Kukar menunjukkan barang bukti, nampak LF mengenakan baju tahanan
    Foto: Endi

    Lakukan tindakan pemerasan, seorang perempuan berinisial LF (27) ditangkap Tim Alligator Satuan Reskrim Polres Kukar disebuah rumah kontrakan Jalan AM Sangaji, Gang 4, RT 016, kelurahan Baru, kecamatan Tenggarong.

    Penangkapan tersebut berawal dari laporan SD (36) pada Jumat (04/01/2019) lalu kepada polisi, warga Kelurahan Mangkurawang yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku diperas dengan ancaman video dirinya tanpa busana akan disebarkan.

    "Pelaku dan korban memang saling kenal, video tanpa busana itu direkam sendiri oleh yang bersangkutan untuk konsumsi pribadinya. Saat berkunjung ke rumah korban, pelaku sempat meminjam hp korban dan sempat melihat video tersebut yang kemudian ditransfer ke hp pelaku," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa. Kamis (10/01/2019).

    LF lantas mengancam melalui whatsapp menggunakan nomor tidak dikenal, lalu memberitahukan bahwa ia mempunyai video SD dalam keadaan tanpa busana dan sempat dikirim lalu dihapus kembali.

    "Korban awalnya diminta mengirimkan uang Rp 5 juta. Supaya tidak dikenali, pelaku meminta ditransfer melalui rekening rekannya yang ada di Jakarta, dengan ancaman jika uang yang diminta tidak dikirim maka video korban akan disebar," ujar Damus.

    Karena ketakutan dan setiap hari diancam, SD lantas mentransfer uang sebanyak Rp 1,5 juta kepada LF. "Saat korban akan mentransfer kedua kalinya, Tim Alligator melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku," bebernya.

    Dari pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 2 unit handphone, print out percakapan whatsapp dari pelaku, uang senilai Rp 1,5 juta serta 1 buah kartu ATM.

    "Video milik korban belum sempat disebarkan pelaku. Motif pelaku sendiri melakukan pemerasan karena terdesak kebutuhan ekonomi dan harus menghidupi anaknya, lantaran pelaku telah bercerai dari suaminya," kata Damus.

    Terungkap pula jika mantan suami LF adalah adik dari mantan suami SD. Ia pun diancam pasal berlapis yakni Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 KUHP.

    "Kami dari Polres Kukar menghimbau terhadap masyarakat agar berhati-hati dalam mengguinakan medsos yang sekarang ini tidak bisa dibendung. Kita harap sebijak mungkin menggunakan medsos" tandasnya. (end)

    ,

    Mbah Simpen (kiri) berusia renta dan hidup sebatang kara di sebuah rumah berukuran keil tak layak huni
    Foto: Endi

    Tak melulu menindak pelaku kejahatan, jajaran Polsek Tenggarong Seberang juga punya kepedulian sosial, seperti dalam kegiatan yang mengusung tema "Dari Kita Untuk Mereka" pada Kamis (10/01/2019) pagi tadi, 18 warga tidak mampu diberikan bantuan sembako.

    Salah satu penerima bantuan hasil iuran anggota Polsek tersebut adalah Mbah Simpen, warga RT 06, desa Bangun Rejo, kecamatan Tenggarong Seberang. Perempuan tua renta yang mengaku berusia 130 tahun ini hidupnya sebatang kara di sebuah rumah berukuran kecil tak layak huni.

    "Kita akan merencanakan bedah rumah dengan menggandeng teman-teman dari wartawan yang telah mendaftarkan diri dan berpartisipasi untuk membantu," kata Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Abdul Rauf didampingi Pj Kades Bangun Rejo Ahmad Yunus.

    Mbah Simpen sendiri tengah dalam keadaan sakit hingga tak mampu lagi berjalan dan hanya bisa duduk sambil sesekali menggerakkan tubuhnya. Kondisinya telah mengetuk hati salah satu warga untuk memberikan bantuan biaya perawatan.

    "Ada salah satu donatur di wilayah Tenggarong Seberang ini bersedia membiayai tenaga perawat atau medis untuk merawat Mbah Simpen selama 1 tahun. Untuk pelaksanaanya masih menunggu koordinasi dengan Pj kades, yang jelas dalam waktu dekat ini, mengingat kondisi kesehatan Mbah Simpen makin hari makin menurun," ujar Kapolsek.

    Pj Kades Bangun Rejo Ahmad Yunus, mengatakan, Mbah Simpen memang tidak tinggal bersama keluarganya, untuk makan sehari-hari terkadang dibantu oleh tetangganya, termasuk dari Posyandu setempat.

    "Kita ada 4 Posyandu lansia (lanjut usia), dari situlah anggaran desa kita masukkan, anggaran untuk tambahan makanan bergizi yang diberikan seminggu sekali. Sedangkan bantuan lainnya yang mengelola cucunya karena yang bersangkutan tidak bisa lagi beraktifitas," jelasnya. (end)

    ,

    SA dan SH nekat membuang bayinya sendiri di Tenggarong Seberang, keduanya kini menjadi tersangka
    Foto: Endi

    Kerja keras jajaran kepolisian mengungkap pelaku pembuang bayi laki-laki tanpa identitas di kawasan RT 03, desa Loa Lepu, kecamatan Tenggarong Seberang yang ditemukan pada Minggu (06/01/2019) lalu, membuahkan hasil.


    Hanya berselang sehari setelah peristiwa tersebut, pelaku yang tak lain orang tua bayi yakni SA (20) dan SH (20) berhasil diamankan anggota Polsek Tenggarong Seberang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Winarno, Senin (07/01/2019) pukul 15.00 Wita, di Samarinda.

    "Berdasarkan alat bukti yang cukup, maka keduanya kita tetapkan sebagai tersangka. Pengakuan dari pada kedua tersangka ini bahwa benar bayi tanpa identitas yang ditemukan pada Minggu sore adalah hasil dari pada hubungan kedua tersangka," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Abdul Rauf saat menggelar press rilis, Rabu (09/01/2019).

    Dikatakannya, kedua pasangan kekasih itu tercatat sebagai warga Kutai Barat serta berstatus mahasiswa di Samarinda. SA mengaku melakukan hubungan layaknya suami isteri hingga akhirnya SH yang telah mengambil cuti kuliah itu berbadan dua. Keduanya lalu menetap bersama di sebuah rumah kost sampai usia kehamilan menginjak 9 bulan.

    "SH melakukan persalinan normal dibantu bidan pada Sabtu 5 Januari di sebuah klinik di Samarinda pukul 19.30 Wita. Kemudian pada pukul 22.00 Wita dirujuk ke salah satu rumah sakit dengan alasan pendarahan," kata Kapolsek.

    Ia mengungkapkan, motif SA dan SH nekat membuang bayinya sehari setelah dilahirkan lantaran hubungan tanpa nikah itu tidak direstui, terlebih keduanya belum mempunyai pekerjaan tetap sehingga khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan bayinya. Keduanya juga tidak ingin mengecewakan kedua orang tua masing-masing.

    "Keduanya sepakat memutuskan untuk menaruh bayi ditempat yang lebih aman. Akhirnya dengan menggunakan kendaraan roda dua sambil membawa bayi, kedua tersangka menuju ke arah Bontang namun tidak mempunyai tempat yang tepat hingga tibalah di TKP Loa Lepu Tenggarong Seberang dengan harapan akan diambil orang lain," beber Kapolsek.

    Dikatakannya lagi, kondisi bayi sejak ditemukan hingga kini dalam keadaan normal. Bidan maupun dokter di rumah sakit AM Parikesit yang merawatnya juga menyatakan sehat. Polsek Tenggarong Seberang pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Dinas Sosial Kukar terkait penanganan bayi yang belum sempat diberi nama itu.

    "Perbuatan kedua tersangka diancam Pasal 305 KUHP jo 55 KUHP dan atau Pasal B jo Pasal 77 B Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Dasar atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," tegas Kapolsek. (end)


Top