,

    HM Sukhrawardy akan mengawal proses seleksi pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kukar
    Foto: Endi

    Plt Bupati Edi Damansyah meminta Pj Sekda Kukar HM Sukhrawardy S agar selama 3 bulan kedepan mengawal proses seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda yang dimulai pada 15 Oktober 2018 mendatang. 

    Proses seleksi akan dilakukan oleh panitia seleksi berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan para akademisi yang independen serta bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk proses assesment. 

    "Kami berharap proses seleksi untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga paling lambat tanggal 17 Desember 2018 sudah terpilih dan dilantik Sekretaris Daerah definitif," kata Edi Damansyah usai melantik Pj Sekda, Senin (17/09) lalu.


    Edi meminta seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang memenuhi persyaratan untuk dapat mengikuti proses seleksi ini dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan, Pemkab Kukar berkomitmen bahwa kedepan manajemen sumber daya manusia ASN bisa lebih terarah dan terukur.

    "Dimana seleksi dan penempatan Pejabat harus didasarkan pada Kompetensi, Kinerja, dan Politik.  Jangan jadikan proses seleksi ini sebagai beban," ucapnya.

    Proses seleksi, sambungnya, sebagai proses belajar dan evaluasi diri yang diiringi niat. "Bahwa ini semua adalah sebagai sebuah proses pengabdian dan ibadah kita serta memberikan yang terbaik untuk Kutai Kartanegara yang lebih baik," harap Edi. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar memimpin sertijab Kapolsek Kenohan dan Muara Jawa
    Foto: Humas Polres Kukar

    Dua jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di lingkungan Polres Kutai Kartanegara (Kukar) diserahterimakan di ruang Catur Prasetya Mapolres Kukar, Senin (24/09) kemarin.

    Upacara serah terima jabatan atau sertijab ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar disaksikan Wakapolres Kompol Wiwit Adisatria, para Kabag, Kasat, Perwira, Bintara, para Kapolsek serta Ketua dan pengurus Bhayangkari Kukar.

    Jabatan yang diserah terimakan yakni Kapolsek Kenohan yang sebelumnya dipimpin AKP Edy Haruna kini digantikan oleh IPTU M Julaeni dan Kapolsek Muara Jawa dari AKP Triyanto ke AKP Agus Arif Wijayanto.

    "Alih tugas dan jabatan dalam lingkungan Organisasi Polri adalah hal yang selalu dilakukan secara terencana, dengan mempertimbangkan keterpaduan antara kepentingan pembinaan personil dengan kepentingan pembinaan kesatuan," ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat menyampaikan amanatnya.

    Penandatanganan berita acara sertijab Kapolsek Kenohan dan Muara Jawa disaksikan Kapolres Kukar
    Foto: Humas Polres Kukar

    Atas nama keluarga besar Polres Kukar, AKBP Anwar Haidar menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada AKP Triyanto dan AKP Edy Haruna beserta istri atas pengabdian dan loyalitasnya selama bertugas. 

    "Kepada Pejabat baru yang telah mendapatkan kepercayaan dari pimpinan untuk melaksanakan tugas pada Polres Kutai Kartanegara, saya ucapkan selamat datang, segera pelajari dan sesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab yg dipercayakan," pintanya

    Ia juga meminta agar Kapolsek yang baru menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua unsur, baik internal maupun eksternal untuk mendapatkan informasi dan masukan, sehingga dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi wilayah Polres Kukar.

    "Khususnya dalam menghadapi maraknya Karhutla yang terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, serta menyongsong Pileg dan Pilpres 2019," demikian disampaikan Kapolres. (Aba -007/end ).

    ,

    Petugas dari Polsek Muara Kaman menunjukkan lokasi tempat ditemukannya jasad Asri R Moha
    Foto: Dok. Polsek Muara Kaman

    Peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan CR Blok F 31/32 Plasma Kiri perkebunan kelapa Sawit PT Hamparan Sentosa, Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (23/09) kemarin.

    Kejadian yang menimpa Asri R Moha (54), karyawan PT Hamparan Sentosa, bermula pada pukul 06.00 Wita sesaat setelah korban berpamitan dengan sang istri untuk pergi memancing di blok sawit area perkebunan berjarak sekitar 500 meter dari mess tempatnya bekerja.

    "Kemudian pukul 09.00 Wita, saksi atas nama Saudara Hendri pada saat pulang dari rapat di Desa Menamang Kiri melintas di TKP dan melihat korban tergeletak dengan posisi tertelungkup," terang Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan.

    Hendri awalnya mengira korban terjatuh dan sedang pingsan, dan kemudian segera melaporkan ke rekannya bernama Ansar yang tengah berada di mess. Selanjutnya manajeman perusaahaan dan para saksi serta kerabat korban mendatangi TKP, setelah dicek ternyata korban sudah meninggal dunia dengan posisi tertelungkup.

    "Keadaan tubuh korban mengalami luka lecet kulit terkelupas di punggung bagian belakang, tangan bagian belakang dan siku, serta kedua. kaki bagian betis luka lecet kulit terkelupas, telinga mengeluarkan darah dan luka memar diduga benturan dibagian mulut," bebernya.

    Atas peristiwa tersebut, manajeman dan pihak karyawan mengangkat korban ke rumah dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Muara Kaman.

    Kapolsek mengatakan, hasil pengecekan di TKP dan hasil keterangan para saksi dimungkinkan penyebab kematian korban akibat laka lantas atau tabrak lari, dimana terdapat luka lecet terkelupas dibagian belakang tubuh korban dan di lokasi kejadian ditemukan adanya bekas ban kendaraan roda empat.

    "Dari keterangan istri korban, Almarhum menderita gangguan pengelihatan, dimungkinkan pada saat menyebrang jalan untuk mengambil umpan cacing tanah ditepi jalan korban tidak melihat ada kendaraan dari kejauhan yang melintas ke arah korban," jelasnya.

    Diduga pada saat tertabrak, korban terseret beberapa meter dibawah badan mobil, diduga pula pelaku memindahkan tubuh korban dari badan jalan ke tepi jalan lain agar tidak diketahui orang lain dan pelaku kemudian meninggalkan korban, d
    "Dimana sekitar jarak 10 meter dari jasad korban ditemukan bekas ban roda 4 dan barang miliknya berupa umpan yang berada sekitar jarak 10 meter dari jasad korban," ungkap Kapolsek.

    TKP sendiri berada didalam HGU perkebunan kelapa sawit perusahaan di blok F 31/32 PT Hamparan Sentosa yang merupakan jalan tanah rata dengan lebar jalan 6 meter, kondisi jalan lurus atau datar dan berdebu dengan cuaca berkabut di pagi hari. 

    "Dimungkinkan pelaku tabrak lari adalah pengendara yang sering melintas di area TKP, karena jasad korban ditinggalkan di jalan blok buntu di posisi sebelah kiri, agar jasad tidak korban tidak terlihat oleh pengendara lainnya," imbuhnya.

    Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang milik korban berupa 1 alat pancing yang terbuat dari ranting sawit dengan panjang 1,5 meter, serta kotak umpan dari gelas aqua berisi tanah dan cacing.

    "Istri dan keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan visum dan telah membuat surat pernyataan serta bersepakat agar korban dikebumikan di Desa Menamang Kiri," sambung Kapolsek.

    Saat ini petugas Polsek Muara Kaman sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku tabrak lari. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melepas peserta Offroad racing & Adventure Bekepor 2

    Mengusung tajuk Bekepor (Begodak Ke Lompor), event Offroad Racing & Adventure Kejuaraan Daerah Seri II yang diselenggarakan oleh Pengcab Indonesia Offroad Federation (IOF) Kukar dan Keliau 4x4 Kukar, siap dihelat di sirkuit Bendang Raya, 22-23 September 2018.

    Kegiatan yang disupport penuh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar ini, diawali dengan pelepasan peserta Offroader keliling kota Tenggarong dari halaman Mako Polres Kukar, Jumat (21/09) siang.

    "Melalui event ini kedepannya saya berharap kita bisa berkiprah di kancah nasional. Saya berpesan kepada seluruh rekan-rekan offroader jaga sikap dan persaudaraan sehingga dapat menularkan kepada masyarakat yang lain, agar bangsa yang kita cintai ini tegak berdiri dalam bingkai kesatuan dan persatuan," ucap AKBP Anwar Haidar.

    Ia juga meminta agar para offroader bisa menjadi contoh di dalam berlalu lintas. "Karena menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas itu adalah nomor satu," kata Kapolres.

    Sementara itu, Hendra Gunawan selaku Ketua Panitia penyelenggara, mengatakan, event ini dipersiapkan untuk menuju Kejurnas pada bulan Oktober 2018 di Bandung. "Mudah-mudahan kita bisa mencari bibit-bibit para atlit yang akan bisa mewakili Kalimantan Timur untuk bisa bertanding," ungkapnya.

    Hendra menyebutkan, trip Kejurda Seri II akan ditempuh para peserta melalui rute sejauh 80 kilometer dengan waktu dua hari perjalanan. "Tanggal 21 dan 22 itu dilaksanakan kegiatan adventure atau long trip. Kemudian 22 dan 23 dilaksanakan pula kompetisi offroad 4x4," bebernya.

    Untuk rute adventure, lanjut Hendra, akan melewati beberapa kelurahan di wilayah kecamatan Tenggarong. "Yaitu Kelurahan Bukit Biru dan Jahab, finish di hari pertama di Kelurahan Loa Ipuh Darat dan bermalam di di dusun Bensamar," terangnya.

    Kemudian di hari kedua, perjalanan dari Dusun Bensamar dilanjutkan melintasi wilayah perusahaan PT Tanito Harum dan finish di Desa Bendang Raya. "Semoga track yang panitia sajikan akan menyenangkan para offroader," imbuh Hendra.

    Hingga hari pelaksanaan, peserta dari berbagai daerah di Kaltim dipastikan akan berkompetisi dalam event ini. "Ada perwakilan Sangatta, Bontang, Samarinda, Balikpapan, serta tuan rumah Tenggarong," sambungnya lagi.

    Hendra menambahkan, Kejurda Seri II ini tidak menitik beratkan kepada regulasi yang ditetapkan sesungguhnya sebagaimana yang diatur dalam panduan kegiatan adventure.

    "Yang kami harapkan seluruh offroader dapat memicu adrenaline dan fun dalam track yang disajikan. Kami harapkan nanti kekompakan tim, sehingga tidak menghambat proses menuju titik-titik yang telah ditentukan," pintanya. (end)

    ,

    Upacara pelepasan kontingen Popprov Kukar di gedung futsal komplek stadion Aji Imbut
    Foto: Dispora Kukar/Nasir

    Pelepasan kontingen Kutai Kartanegara (Kukar) yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Pelajar (Popprov) Kalimantan Timur (Kaltim) Ke XV, berlangsung di gedung futsal, komplek stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kamis (20/09) pagi.

    Dalam laporannya, Ketua Kontingen Kukar Dedy Wahyudi, menyampaikan, kegiatan Popprov akan berlangsung pada 24-30 September 2018 mendatang di Samarinda.

    "Kukar akan bertanding di 19 cabang olahraga atau cabor dengan mengirimkan 208 atlet dan 41 pelatih/official," ujarnya.

    Adapun cabor yang diikuti atlet Kukar yakni gulat (12), judo (10), pencak silat (20), tinju (7), karate (10), taekwondo (12), dayung (10), tenis meja (6), tenis lapangan (6) dan bulu tangkis (8).

    "Kemudian sepak takraw (9), sepak bola (15), bola volley (22), bola basket (18), atletik (20), panahan (9), tarung drajat (6), angkat besi (4), serta catur (4)," kata Dedy.

    Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Perekonomian dan Pembangunan H Heldiansyah, berharap, kegiatan Popprov dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk membawa pulang gelar juara.

    "Serta menimba pengalaman, wawasan dan mentalitas kompetisi dalam meraih prestasi membawa nama pribadi, keluarga, sekolah dan juga nama Kutai Kartanegara," harapnya.

    Dikatakannya lagi, mendulang prestasi memang menjadi tujuan utama dalam setiap event kejuaraan, namun tetap harus mengedepankan sportifitas dengan mengutamakan kesetiakawanan, kejujuran dan kredibilitas. 

    "Dengan demikian setiap hasil yang nanti kita peroleh baik kemenangan maupun kekalahan kita dapatkan dengan penuh kehormatan," demikian disampaikan Heldiansyah. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar dan Kasat Resnarkoba menunjukkan barang bukti narkoba
    Foto: Endi

    Selama 15 hari, Polres Kukar berhasil mengungkap 39 kasus narkoba dengan 45 orang tersangka, 10 diantaranya hasil tangkapan Satuan Resnarkoba, dengan total barang bukti sebanyak 512,28 gram Shabu-shabu.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar dalam press rilis Operasi Antik Mahakam II 2018 di ruang Tri Bharata Mapolres Kukar, Rabu (19/09) menyebutkan, capaian tersebut melebihi angka yang ditargetkan Polda Kaltim.

    "Target Operasi Antik ini 16 dan Alhamdulillah Polres Kukar melampaui target. Ini cukup fantastis," ujarnya didampingi Kasat Resnarkoba IPTU Romi.

    Meski melampaui target, namun Kapolres mengingatkan jika peredaran narkoba di wilayah Kukar sudah sangat berbahaya.

    "Mudah-mudahan ini akan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk meninggalkan narkoba karena ujung-ujungnya sengsara bagi kita sendiri dan merusak generasi muda bangsa," ucapnya.

    Pada operasi yang digelar sejak 31 Agustus hingga 14 September 2018 lalu, Polres Kukar masuk urutan keempat dalam pengungkapan kasus menonjol.

    "Berdasarkan hasil akhir Operasi Antik Mahakam II 2018 Ditresnarkoba Polda Kaltim dan jajaran, Polres Kukar berada di urutan keempat setelah Polresta Samarinda dan Polres Balikpapan," bebernya.

    Dari banyaknya kasus narkoba yang terungkap dengan pelaku dari beragam profesi, Kapolres meminta masyarakat Kukar untuk bersama memerangi dan menjauhi barang terlarang tersebut. 

    "Karena hanya akan merusak dan saya yakin tidak ada manfaatnya sama sekali," imbuhnya.

    Saat ditanya jaringan pengedar narkoba antar pulau, Kapolres mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan. 

    "Namun antar daerah ada, dari Tenggarong, Samarinda dan daerah sekitarnya," ungkapnya.

    Terkait penangkapan bandar narkoba bernama Ruslan, Kasat Resnarkoba IPTU Romi, menjelaskan, saat ini pihaknya terus menggali keterangan tersangka yang diamankan bersama 389,14 gram Shabu-shabu.


    "Merupakan jaringan dari LP, cuma dia (Ruslan, Red) masih tertutup dan siapa orang dari LP tersebut. Kita masih terkendala mengungkap jaringan itu, katanya hanya dititipi, tapi itu alasan klasik saja," katanya.

    Yang lebih miris, sambung IPTU Romi, seorang guru olahraga berstatus PNS di Kota Bangun juga tertangkap dalam Operasi Antik Mahakam II. 

    "Beliau ternyata sudah 5 tahun menggunakan narkoba. Kami tangkap dengan barang bukti 50 gram Shabu," demikian terangnya. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat memeriksa pasukan Operasi Mantap Brata Mahakam 2018
    Foto: Endi

    Kepolisian Republik Indonesia menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata 2018 di seluruh wilayah tanah air terhitung sejak 20 September 2018 sampai dengan 21 Oktober 2019 atau selama 397 hari, dalam rangka pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

    Hal itu disampaikan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Mahakam 2018 yang diikuti personil Polres Kukar, Kodim 0906/Tenggarong, Armed Jembayan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD dan Senkom, Rabu (19/09) pagi tadi.

    "Apel gelar pasukan ini diselenggarakan di seluruh jajaran dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan. Dengan demikian Pemilu 2019 akan dapat terselenggara dengan aman, lancar dan damai," ujarnya.

    Operasi ini diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif. "Yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi-fungsi kepolisian dalam bentuk satuan tugas tingkat pusat, daerah dan tingkat Polres," sambungnya.

    Usai menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan peserta apel, Kapolres menyampaikan jika Operasi Mantap Brata di Kukar yang melibatkan 1.200 personil gabungan, merupakan wujud kesiapsiagaan unsur Polri-TNI, Kejaksaan, KPU dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi Pemilu 2019 yang tahapannya sudah dimulai.

    "Operasi ini melibatkan seluruh stake holder yang ada, karena pengamanan pemilu ini bukan hanya tanggung jawab Polri saja tapi tanggung jawab kita semua," tegasnya.

    Kapolres Kukar menyematkan pita kepada perwakilan peserta Apel Operasi Mantap Brata Mahakam 2018
    Foto: Endi

    Kapolres juga menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan dapat memecah anak bangsa terutama Hoax yang disebarkan melalui media sosial.

    "Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, siapapun nanti pemimpinnya jangan sampai kita terprovokasi dengan isu-isu negatif, black campaign atau apa saja bentuknya yang bisa memcah belah bangsa, yang perlu kita jaga adalah menjaga keutuhan NKRI," pintanya.

    Sementara itu anggota KPU Kukar Divisi Hukum, Saidi, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian dan unsur lainnya yang terlibat dalam pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

    "Tentu apresiasi yang sangat besar pula kepada Kepolisian yang telah memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Kukar terutama dalam apel gelar pasukan ini yang tentunya akan berdampak positif terhadap partisipasi pemilih di 2019," cetusnya.

    Ditambahkan Saidi, saat ini tahapan pemilu sudah sampai pada penetapan daftar calon tetap atau DCT yang akan ditetapkan pada 20 September 2018, dilanjutkan dengan laporan awal dana kampanye oleh partai politik tanggal 22 September serta tahapan kampaye 23 September 2018.

    Dalam kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Kasmin, mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan jaksa-jaksa penegakan hukum yang akan dipimpin Kasi Pidum untuk antisipasi penyelesaian pelanggaran-pelanggaran tindak pidana pemilu.

    "Kita sudah secara solid bekerjasama antara Bawaslu, Kepolisian sebagai penyidik dan kami sebagai penegakan hukum. Kami juga berpartisipasi aktif menindaklanjuti daerah rawan pelanggaran yang telah dipetakan oleh bagian intel," tandasnya. (end)

    ,

    Pj Sekda HM Sukshrawardy bersama Tim FCPF Thailand yang akan melakukan studi visit di Kukar
    Foto: Endi

    Dalam rangka studi visit and change knowladge on REDD+ implementation di Indonesia, Tim FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) Thailand, melakukan pertemuan di ruang eksekutif kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (18/09).

    Kedatangan pimpinan delegasi pemerintah Thailand beserta rombongan yang didampingi Kepala SubDIT REDD+, Direktorat Mitigasi Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, serta Ketua Tim REDD+ Kalimantan Timur (Kaltim), disambut langsung oleh Pj Sekda Kukar HM Sukhrawardy S.

    Kepala SubDit REDD+,Direktorat Mitigasi, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Novia Widyaningtyas, mengatakan, kedatangan delegasi Thailand terkait dipilihnya Kaltim khususnya Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, sebagai lokasi pilot project REDD+ dibawah program FCPF.

    "Kegiatan ini disupport oleh suatu kegiatan kerjasama yang disebut Forest Carbon Partnership Facility Program yang mitranya adalah World Bank bekerjasama dengan Badan Litbang Kehutanan," bebernya. 

    Ditilik dari sejarahnya, Indonesia dan Thailand sudah bersahabat cukup lama dibawah Asean khususnya untuk isu kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.

    "Studi visit and knowledge ini fokus pada kegiatan REDD+ implementation. Jadi bagaimana rekan-rekan di Katim terlebih di Kukar melakukan upaya-upaya yang mengarah pada penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan," kata Novia.

    Ia mengatakan, dalam studi visit ini ada 16 orang dari Thailand yang berlatar belakang level teknis atau bertugas di lapangan. "Jadi akan pas sekali mereka ke Muara Siran untuk bertukar pikiran tentang bagaimana pengelolaan sumber daya hutan," ucapnya.

    Selain ingin melihat praktek dalam pengelolaan hutan, Tim PCPF Thailand juga akan melihat sisi sosial dan budaya serta mengeksplore lebih lanjut Desa Muara Siran dan sekitarnya.

    "Mereka nanti akan membaur dengan masyarakat setempat supaya lebih mendalami bagaimana pengelolaan sumber daya alam khususnya hutan oleh komunitas atau masyarakat secara lestari," ungkap Novia lagi.

    Sementara itu, Pj Sekda HM Sukhrawardy S, menyambut baik kegiatan kunjungan lapangan ini dalam rangka pertukaran pengetahuan tentang pelaksanaan REDD+ khususnya di Muara Siran, yang merupakan bagian dari kawasan konservasi lahan gambut sebagaimana ditetapkan oleh Pemkab Kukar pada tahun 2013 lalu.

    "Penetapan kawasan konservasi ini merupakan komitmen pemerintah kabupaten terhadap perubahan iklim, yakni turut berupaya melakukan penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan, pelestarian dan perlindungan lahan gambut. Selain itu, kebijakan ini terkait pula dengan upaya pemantauan dan pengendalian lahan gambut serta upaya pengembalian ekosistem dan keanekaragaman hayatinya," ujarnya.

    Dilanjutkannya, sebagai salah satu lokus kawasan konservasi gambut, Pemerintah Desa Muara Siran telah mengambil langkah-langkah terkait dengan pelestarian dan pengelolaan lahan gambut dengan pendampingan dari Tim REDD+ maupun para aktivis lingkungan lainnya.

    "Diantaranya melalui perencanaan tata ruang desa yang menyokong kebijakan kawasan konservasi gambut serta pendirian BUMDES selaku pengelola kekayaan sumber daya alam Muara Siran yang sejalan dengan kebijakan konservasinya," kata Sukhrawardy. (end)


Top