,

    Lomba begerakan sahur yang digelar IRMA KH M Sadjid pada Ramadhan 1438 H tahun lalu
    Foto: Istimewa

    Sukses dua kali berturut-turut menggarap lomba Begerakan Sahur, Ikatan Remaja Masjid (IRMA) KH M Sadjid, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, akan kembali menggelar lomba serupa.

    "Begerakan Sahur kali ini bertemakan 'Semalam Ramekan Kampong Etam' dan akan digelar pada 18 Ramadhan atau tanggal 03 Juni 2018," ujar Ketua IRMA KH M Sadjid, Fahroni Hidayat.

    Nantinya lomba dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah ini, akan dilaksanakan mulai pukul 02.00 Wita sampai selesai dihalaman parkir Masjid KH M Sadjid. 

    "Untuk biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu per regu sudah termasuk konsumsi sahur. Pendaftaran terakhir kami tutup tanggal 31 Mei 2018," kata Fahroni.

    Setiap peserta wajib mengisi formulir dan melampirkan foto copy KTP atau Kartu Pelajar dengan anggota regu berjumlah minimal 5 orang dan maksimal 10 orang. Namun panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 15 regu.

    "Alat musik yang digunakan alat musik tradisional atau bebas non elektrik dan drum band. Sedangkan musik atau lagu yang dibawakan harus bertemakan Islam atau lagu daerah Kutai. Pakaian setiap regu bebas rapi dan menutup aurat serta memakai peci" sebutnya.

    Sedangkan untuk penentuan nomor urut dan technical meeting, kata Fahroni, dilaksanakan pada tanggal 01 Juni 2018. 

    "Panitia telah menyiapkan piala bergilir Ketua Yayasan Masjid, piala tetap, piagam dan uang jutaan rupiah," jelasnya

    Untuk informasi lebih lanjut, sambung Fahroni, bisa menghubungi kontak person panitia yakni Adi di nomor 085250652560 dan Ikhsan 081351762650. (end)

    ,

    Ar (tengah) diamankan petugas, diapit Kapolsek Muara Muntai AKP Salamun beserta anggotanya
    Foto: Istimewa

    Muara Muntai - Ar (40) warga Muara Muntai Ulu, RT 11, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanagera (Kukar), terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib..

    Berawal saat seorang warga  desa Pulau Harapan bernama Haji Basnan (58) pada Jumat (18/05) malam, melapor ke petugas Polsek Muara Muntai jika sapi milik kelompok ternaknya hendak dicuri seseorang.

    "Kemudian anggota sebanyak 4 orang bersama-sama dengan pelapor berangkat menuju lokasi dengan menggunakan perahu ces, saat di perjalanan anggota melihat satu buah kapal Fery melintas diperairan dan terlihat mengangkut sapi," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Muara Muntai AKP Salamun.

    Petugas, lanjutnya, lantas menghentikan kapal fery tradisional tersebut dan menanyakan identitas juru mudi yang kemudian mengaku bernama Darwin (34) warga Desa Rebaq Rinding.

    "Saat ditanya sapi milik siapa dan akan dibawa kemana, ia (Darwin, Red) menjelaskan bahwa hanya diminta mengangkut sapi oleh Saudara Ar, kemudian anggota membawa kapal Fery yang mengangkut sapi tersebut ke Polsek," kata Salamun.

    Petugas selanjutnya menjemput Ar di kediamannya dan membawanya ke Polsek, setelah dilakukan interogasi terkait sapi yang dibawa Darwin, diakuinya bahwa sapi tersebut bukanlah miliknya.

    "Saudara Ar mengambil sapi tersebut karena kesal dengan Haji Basnan, ia mengaku pernah dibohongi terkait bisnis sapi, makanya ia melakukan perbuatan itu," jelas Salamun lagi.

    Saat ini barang bukti berupa satu ekor ternak sapi dan 1 unit kapal kayu Fery bermesin Yamaha 10 PK warna biru telah diamankan polisi. 

    "Pelaku diancam Pasal 363 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana," demikian tegas Salamun. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar meminta agar masyarakat melapor jika melihat aksi balapan liar
    Foto: Endi

    Seakan menjadi tradisi, sejumlah anak muda di Tenggarong kerap melakukan aksi balap liar saat bulan Ramadhan tiba, aksi ini pun membuat warga masyarakat mengeluh dan merasa terganggu.

    Dari pantauan di lapangan, balapan liar biasanya berlangsung tengah malam hingga dini hari, sedangkan lokasi balapan sekitar kawasan Akhmad Mukhsin, Wolter Monginsidi dan Jalan Pesut.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat ditemui mengatakan, pada Ramadhan 2018 ini, pihaknya telah membentuk pos-pos Pam dan meminta agar masyarakat melapor kepada pihak kepolisian jika melihat kegiatan membahayakan itu.

    "Agar masyarakat dapat menginformasikan apabila ada balapan liar," ujar Kapolres kepada para awak media baru-baru ini.

    Disamping giat patroli, pihaknya menghimbau agar masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak melakukan balapan liar, karena selain bisa mencelakakan diri pengendaranya, juga membahayakan keselamatan warga lainnya.

    "Karena akan menimbulkan gangguan keamanan dan kecelakaan, juga akan menimbulkan reaksi dari masyarakat yang merasa terganggu dengan balapan liar," tegas AKBP Anwar Haidar. (end)

    , ,

    Galimin korban tabrak lari di Km 49 Samboja harus dirawat akibat mengalami cidera kepala barat
    Foto: Istimewa

    Seorang pejalan kaki bernama Galimin (54) menjadi korban tabrak lari di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda tepatnya di Km 49, RT 14, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (19/05).

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Lantas AKP Ramadhanil, mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, peristiwa yang terjadi sekira pukul 09.00 Wita itu berawal saat korban menyeberang jalan dari luar badan jalan sebelah kiri arah Balikpapan.

    "Saat menyeberang jalan, di waktu bersamaan datang dari arah Balikpapan menuju Samarinda sebuah mobil yang belum di ketahui identitasnya melaju dengan kecepatan tinggi, karena jarak antara pejalan kaki dan kendaraan tersebut sudah sangat dekat maka terjadilah kecelakaan lalu lintas," terangnya.

    Bukannya berhenti dan menolong korban, kata Kasat, pengemudi mobil justru meninggalkan tempat kejadian dan melarikan diri ke arah Samarinda, sementara korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

    "Korban mengalami cidera kepala berat sehingga di rujuk ke RSUD Samboja. Dari identitasnya korban berprofesi sebagai petani, berasal dari Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur," beber Ramadhanil. 

    Lokasi kejadian sendiri, sambungnya, berada di jalan lurus garis marka putus-putus, terdapat rambu-rambu peringatan hati-hati kurangi kecepatan dan merupakan kawasan pemukiman penduduk.

    "Petugas masih melakukan penyelidikan terhadap identitas mobil dan pengemudi yang melarikan diri usai menabrak korban," demikian jelas Ramadhanil. (end)

    Silaturahmi lintas agama, Kemenag Kukar kutuk aksi terorisme dan tegaskan Islam ajarkan perdamaian
    Foto: Endi

    Indonesia menjadi salah satu kiblat negara-negara luar, terutama dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

    Hal itu disampaikan perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Kartanegara (Kukar), H Nasrun, dalam silaturahmi lintas agama bersama aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda yang digelar Kodim 0906/Tenggarong, Rabu (16/05) kemarin. 

    "Di Indonesia ini sudah teruji dengan keberagaman, itulah mengapa kita bisa bersatu. Maka pilar-pilar yang dikenal dengan PBNU harus kita tanamkan kepada anak-anak kita," ujarnya,

    PBNU, kata Nasrun, merupakan kepanjangan dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Nasionalisme, dan Undang-Undang Dasar 1945. "Maka jangan pernah memaksakan kepada orang lain agar memiliki keyakinan yang sama," ujarnya.

    Jika dikaitkan dengan aksi terorisme di Surabaya dan Riau, lanjutnya, maka terorisme bisa dimaknai sebagai bentuk teror kepada siapa saja, tidak peduli siapa pelakunya.

    "Maka kita seharusnya bersepakat untuk bersama-sama mengutuk perilaku teror. Karena teror itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak peduli agama apa," tegas Nasrun.

    Menurutnya, para pelaku teror yang telah menimbulkan keresahan didalam masyarakat, dicuci otaknya dengan doktrin tertentu sehingga anti keberagaman

    "Dapat kita tegaskan bahwa Indonesia itu Islamnya moderat, bahkan kalau menurut Said Agil disebut Islam Nusantara, karena kata beliau kita belum bisa membedakan mana ajaran Islam, mana budaya arab," ucapnya.

    Sepertinya halnya memakai jubah, sambung Nasrun, itu merupakan budaya arab, namun menutup aurat merupakan ajaran Islam. 

    "Maka Kementerian Agama memandang menghadapi bahwa orang-orang yang sudah dicuci dengan radikalisme ini (teroris,red), maka harus dilakukan langkah-langkah yang namanya deradikalisme," tegasnya.

    Karenanya, pelaku teror tidak hanya cukup dengan ditangkap atau dihukum, namun harus dirangkul kembali agar kembali kepada marwah yang sesungguhnya.

    "Karena Islam Rahmatan Lil Alamin, agama yang damai, Rasulullah saja kepada umat Islam senantiasa mengajarkan perdamaian, tidak boleh menyakiti orang lain," tutur Nasrun.

    Oleh sebab itu dirinya juga meminta agar terorisme tidak di identikkan dengan Islam dan tidak terjadi ketakutan berlebihan dengan melakukan tindakan persekusi.

    "Misal karena terorisnya berjenggot, maka semua yang berjenggot ditahan. Terorisnya berjilbab lalu semua yang berjilbab ditahan, itu namanya mengeneralisir. Ini adalah masalah akidah, masalah pemahaman," tegas Nasrun. (end)

    , ,

    Tim Satgas Pangan Terpadu sidak harga kebutuhan pangan di pasar Mangkurawang Tenggarong
    Foto: Istimewa

    Jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H, Tim Terpadu Satgas Pangan Polres Kukar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga sembako di wilayah kota Tenggarong, Selasa (15/05) pagi.

    Turut serta dalam tim yang beranggotakan anggota Unit Eksus dan Bagian Unit Ekonomi Sat Intelkam Polres Kukar, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Ekonomi Pemkab Kukar.

    "Tim Satgas melakukan sidak ke pasar Mangkurawang, Pangkalan Elpiji Depot Yuli Kelurahan Baru serta toko sembako di kawasan Jalan Maduningrat," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasubbag Humas AKP Urip Widodo.

    Adapun hasil pengecekan harga sembako yang dipimpin Kanit Eksus IPTU Darwis Yusuf di beberapa pasar dan toko antara lain, beras Bengawan Rp 12 ribu per kg, Raja Lele per 5 kg Rp 71 ribu dimana harga sebelumnya Rp 72 ribu.

    Sedangkan Beras Raja Lele per 10 kg Rp 128 ribu dan beras Rapak Eks Lokal IR.64 persen per kg Rp 11 ribu. Sementara harga gula merk Gulaku Rp 14 per kg dan gula dalam negeri (Putih) RF Rp 12 per kg," rinci Urip.

    Sementara harga minyak goreng merek Special Botol per 1 liter Rp15 ribu, Bimoli Special Botol per 2 liter Rp 27 ribu, lalu minyak goreng tanpa merk (curah) Rp 11 ribu per 1 liter dan ukuran 620 ml seharga Rp 7 ribu.

    "Untuk harga daging sapi murni Rp 125 ribu, daging ayam boiler Rp 36 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 35 ribu, dan daging ayam Kampung per ekor (1 kg) Rp 42 ribu sampai Rp 45 ribu," bebernya.

    Kebutuhan pangan lainnya, lanjut Urip, seperti telur ayam boiler per butir Rp 1.600 dibanding harga sebelumnya Rp 1.700, dan telur ayam kampung Rp 2 ribu per butir.

    "Kemudian harga cabe merah besar Rp 45 ribu, sebelumnya Rp 50 ribu, cabe keriting Rp 35 per kg, cabe biasa/tiung Rp 30 ribu turun dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kg dan cabe rawit Rp 100 ribu," tambahnya.

    Dari pantauan Satgas Pangan, sambung Urip, beberapa komoditi yang disebutkannya memang mengalami penurunan, termasuk bawang merah harga sebelumnya Rp 34 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg dan bawang putih yang sebelumnya Rp 25 ribu turun menjadi Rp 20 ribu per kg.

    "Sementara untuk tabung gas LPG ukuran 3 kg per tanggal 9 Mei 2018, harga di tingkat pengecer Rp 24 ribu," ucapnya.

    Dalam Sidak tersebut, Tim Satgas Pangan juga memantau harga susu, jagung, garam, tepung terigu, kacang kedelai, mie instant,  ikan asin, kacang, ketela, minyak tanah, sayur mayur, ikan dan buah-buahan. (end)

    Kakan Kemenag Kukar H Fahmi saat menggelar pertemuan jelang penetapan 1 Ramadhan 1439 H
    Foto: Endi

    Pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam sidang Isbat yang digelar Selasa (15/05) petang di Jakarta, menyatakan, awal puasa 1 Ramadhan 1439 H, jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018 besok. 

    Penetapan ini berdasarkan laporan hasil pengamatan di 95 titik yang tersebar di seluruh tanah air, dimana hilal tidak terlihat hingga Maghrib. 

    "Posisi hilal di Indonesia masih dibawah ufuk, yaitu berkisar antara minus 1 derajat 36 menit sampai dengan 0 derajat 2 menit," ujar Menteri Agama Lukman Hakim seperti dikutip dalam siaran persnya.

    Dengan telah ditetapkannya awal Ramadhan, Menteri Agama berharap kualitas puasa umat muslim di negeri ini semakin meningkat.

    "Tidah hanya ibadah mahdhah, tetapi juga ibadah sosial, sehingga keberadaan kita lebih memberikan manfaat, lebih memberikan kemaslahatan bagi lingkungan masing-masing," ucapnya

    Sementara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Kartanegara (Kukar), sore kemarin, juga menggelar pertemuan bersama tokoh dan pimpinan ormas Islam di daerah ini. 

    “Kita kan mengikuti pengumuman Menteri Agama, tetapi karena posisi hilal masih dibawah ufuk, malah minus tadi, maka bulan Sya’ban akan digenapkan 30 hari,” terang Kepala Kantor Kemenag Kukar, H Fahmi. 

    Kepada wartawan Fahmi mengungkapkan, jika penentuan awal Ramadhan di Indonesia menggunakan dua cara yakni metode Hisab dan Rukyatul Hilal. 

    “Wujudul Hilal itu artinya kalau bukan dibawah ufuk maka besoknya puasa. Sedangkan pemerintah kita memakai keduanya, di hisab, juga melihat bulan dengan menggunakan mata telanjang ataupun alat,” sebutnya. 

    Dalam pertemuan itu, hadir Ketua MUI Kukar H Aminuddin Edy, Kepala Badan Pengelola Masjid Agung Sultan Sulaiman H Djuremie, Perwakilan BAZ Kukar, PC NU Roisul Anam, serta Pengurus Ponpes Karya Pembangunan (PPKP) Ribathul Khail, KH Abdul Ghoni. 

    Sebelumnya, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal 17 Mei 2018 sebagai awal Ramadhan 1439 H. (end) 

    ,


    Ribuan botol miras hasil operasi Polres Kukar dimusnahkan, terdapat pula ratusan liter miras tradisional
    Foto: Endi

    Sebanyak 2.349 botol minuman keras (Miras) dari berbagai merk dan narkotika jenis Shabu-shabu dimusnahkan di halaman belakang Mako Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (14/05) pagi.

    Miras tersebut merupakan hasil giat operasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, diantaranya terdapat 486 botol alkohol murni 70 persen, 200 liter miras Cap Tikus dan tuak 632 liter. 

    Sedangkan Shabu merupakan barang bukti dari dua tersangka, dengan rincian 4 poket besar dan 1 poket kecil dengan berat kotor 178,34 gram, serta 2 poket besar ditambah 1 poket kecil berat kotor 71,60 gram.

    "Barang bukti ini merupakan giat Polres Kukar yang melibatkan Polsek-polsek hasil operasi yang dilaksanakan dalam satu bulan terakhir," ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Wakapolres Kompol Andre Anas.

    Terkait peredaran miras yang kian mengkhawatirkan, ia mengungkapkan, dampak minuman beralkohol ini bisa membuat oknum masyarakat yang mengkonsumsinya berprilaku menjurus ke tindak pidana.

    "Bisa dia berkelahi, mencuri, memperkosa, merampas dan tindakan-tindakan yang bersifat penyakit masyarakat (Pekat) lainnya setelah mengkonsumsi miras," sebut Kompol Andre Anas.

    Ketua DPRD Kukar Salehuddin turut serta memusnahkan narkoba jenis Shabu-shabu di Mapolres Kukar
    Foto: Endi

    Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kukar agar segera melapor ke petugas kepolisian apabila menemukan peminum, penjual atau pun pihak yang memproduksi miras.

    "Kalau ada masyarakat yang melihat tolong diinformasikan kepada level paling bawah seperti Bhabinkamtibmas hingga Kapolsek, atau pun kami di Polres," imbaunya.

    Sementara itu mewakili Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, Asisten Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra H Chairil Anwar, mengapresiasi jajaran Polres Kukar dalam memberantas peredaran miras serta narkoba yang kini telah menyentuh kalangan pelajar sekolah dasar.

    "Mudah-mudahan kedepan kondisi keuangan kita mumpuni, kita akan support BNK (Badan Narkotika Kabupaten) untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan edukasi kepada anak-anak didik kita," ucapnya.

    Chairil pun meminta agar masyarakat dan pihak terkait mewaspadai peredaran narkoba, apalagi disinyalir pengedar barang haram ini melakukan transaksi ke daerah pelosok di kecamatan hulu Mahakam.

    "Ini yang harus kita waspadai. Kami jajaran pemerintah kabupaten akan dukung terus pemberantasan narkoba, apa pun namanya, siapa pun yang ada dibelakangnya," tegas Chairil.

    Selain jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar, pemusnahan ini juga dihadiri Dandim 0906/Tenggarong Letkol Czi Bayu Kurniawan, Ketua DPRD Kukar Salehuddin S Sos S fil, serta Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kukar Budiman. (end)


Top