,

    Kakanwil Kemenkumham Kaltim, Sofyan (tengah) memberikan arahan ke Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto (kiri) dan Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumkan Kaltim, Sri Yuwono (kanan)
    (Foto: Istimewa)

    Untuk Investigasi, Tim Pemeriksa Internal Dibentuk

    Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Sofyan, menegaskan komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong dalam menegakkan hukum dan memberantas peredaran narkoba.

    Ini disampaikannya saat sidak ke Lapas Kelas IIA Tenggarong pada Kamis (21/01) dini hari tadi. Dikatakannya, komitmen tersebut ditindaklanjuti dengan cara membantu pihak kepolisian dalam mengungkap peredaran narkoba.

    “Kami sangat berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba. Jadi kalau pihak kepolisian ingin mengungkapkan jadi memang kewajiban kami untuk membantu,” ucap Sofyan.

    Turut mendampingi dalam sidak tersebut yakni Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim Sri Yuwono, Kabid Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, Keamanan Kanwil Kemenkumham Kaltim Didik Heru Sukoco, serta Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Agus Dwirijanto.

    Sepekan lalu tepatnya Jumat (15/01) jajaran Sat Reskoba Polresta Samarinda berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu seberat 3 Kg yang dikendalikan salah satu warga binaan bernama Nardi dari dalam Lapas Tenggarong. Nardi diketahui merupaka tahanan titipan dari pengadilan dan kini diamankan bersama Supriadi alias Adi dan Andi Ona alias Ona yang sebelumnya telah lebih dulu diamankan.

    Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim Sri Yuwono mengatakan, pihak Lapas Tenggarong mempersilahkan dan memfasilitasi pihak kepolisian menemui Nardi untuk dipertemukan dengan pelaku yang berhasil mereka tangkap yakni Adi dan Ona.

    “Pada Sabtu pagi sekitar pukul 2 dini hari, pihak kepolisian (Sat Reskoba Polresta Samarinda, Red.) ke sini (Lapas Tenggarong, Red.) ingin bertemu dengan tahanan itu. Kita layani dan ditemukan antara orang yang ditangkap dengan tahanan (Nardi, Red.) tersebut,” bebernya.

    Ketika hendak dibawa petugas kepolisian, pihak Lapas Tenggarong tidak memperkenankan lantaran yang bersangkutan merupakan tahanan titipan dari pengadilan.

    “Karena masih tahanan kita tidak punya hak mengeluarkan, harus seizin dari pihak penahan, yaitu pengadilan,” sambung Sri Yuwono yang dibenarkan Kalapas IIA Tenggarong Agus Dwirijanto.

    Pihak Sat Reskoba Polresta Samarinda akhirnya kembali ke Lapas Tenggarong pada Senin (18/01) dengan membawa surat penetapan untuk membawa Nardi.

    “Hari Senin siang ke sini kembali sudah membawa surat penetapan,” ungkapnya. “Atas sinergitas antara pengadilan, lapas dan kepolisian, akhirnya tahanan yang bersangkutan dibon oleh Sat Reskoba Polresta Samarinda sampai sekarang”.

    Usai permasalahan tersebut, pihak Lapas Tenggarong melakukan razia kamar mapenaling atau masa pengenalan lingkungan, Rabu (20/1) malam, pukul 23.00 Wita, yang saat itu dihadiri Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, Sofyan beserta rombongan.

    Dari razia itu pihak Lapas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang, diantaranya 8 buah ponsel, 1 buah power bank, 4 buah charger dan 4 buah handset. Seluruh temuan tersebut langsung dimusnahkan petugas.

    “Ini wujud nyata komitmen kami dari pemasyarakatan, untuk turut melakukan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di Lapas Tenggarong,” tegas Sri Yuwono.

    Bukan hanya itu, Kanwil Kemenkumham Kaltim membentuk tim pemeriksaan internal yang bertugas melakukan investigasi untuk mencari apakah ada keterlibatan oknum Lapas dalam kasus diatas.

    “Kita sangat mendukung pengungkapan ini. Kalaupun ada oknum-oknum di dalam (Lapas, Red.) itu, nanti kita bentuk tim pemeriksaan untuk melakukan investigasi. Kalau ada ditemukan maka akan kita berikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya. 

    Secara terpisah, Kasat Reskoba Polresta Samarinda Kompol Andhika Darma Sena menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lapas Tenggarong, yang menurutnya telah membatu pihaknya untuk mengungkapkan jaringan peredaran narkoba tersebut.

    “Kami ucapkan terima kasih atas sinergitasnya yang sangat baik dalam memfasilitasi pengungkapan kasus ini,” ujarnya. (*)

    , , ,

    Kampung Tangguh Polres Kukar di Desa Sumber Sari terpilih sebagai juara I tingkat Polda Kaltim
    (Foto: Endi)

    Desa Sumber Sari, kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih sebagai Juara I dalam lomba Kampung Tangguh tingkat Polda Kaltim.

    "Pengumuman resminya memang belum diterima tapi Kukar yang mewakili Kaltim dari ratusan Polsek di 10 kabupaten/kota di Kaltim," kata Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting kepada wartawan, Selasa (19/01/2020) sore.

    Ia berharap dukungan seluruh masyarakat agar Kampung Tangguh Polres Kukar di Desa Sumber Sari juga terpilih di tingkat nasional.

    "Insya Allah dan minta dukungan masyarakat supaya secara nasional kita juga masuk peringkat," harap Kapolres.

    Sebelumnya pada 11 Januari 2021 Tim penilai yang dipimpin Wadir Binmas Polda Kaltim AKBP Roy Satya Putra melakukan peninjauan Kampung Tangguh Etam Desa Sumber Sari.


    Tim penilai meninjau pos siskamling yang dijadikan pos check poin sekaligus tempat observasi pendatang yang memasuki gapura desa Sumber Sari. Kemudian menuju sektor pangan lahan pertanian dimana didalamnya terdapat kebun sayur mayur dan kolam pembesaran ikan air tawar.

    Turut dinilai Sekretariat Kampung Tangguh Etam yang didalamnya juga berdiri dapur umum posko COVID-19, posko kesehatan, rumah isolasi, serta lumbung pangan. 

    Untuk diketahui, mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan membantu mengatasi dampak sosial yang ditimbulkan, Polres Kukar membentuk Kampung Tangguh Etam, program ini memiliki rperan penting dalam menekan penyebaran wabah corona.

    Selama pandemi COVID-19 ini pula, kampung tangguh akan menjadi proyek percontohan kedepannya bagi desa-desa lain yang belum dicanangkan menjadi kampung tangguh Pembentukan kampung tangguh sendiri merupakan perintah Kapolri yang telah dimulai pada bulan Juli 2020 dan kini telah banyak berdiri di seluruh Indonesia. (end)

    , ,

    Kapolres Kukar ungkap kasus penganiayaan di Muara Kaman yang mengakibatkan 1 orang tewas
    (Foto: Endi) 

    Beberapa waktu lalu terjadi penganiayaan yang mengakibatkan 1 orang tewas di dusun Sumber Agung, desa Muara Kaman Ilir, kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar).

    Kasus yang terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit, Blok D/E 42/43 Divisi Lestari PT Teguh JayaPrima Abadi (TJA) diungkapkan Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sopian melalui press conference, Selasa (19/01/2021).

    Kronologi kejadian bermula pada 11 Januari 2021 lalu, awalnya AA (21) melalui pesan whatsapp berjanji bertemu seorang perempuan berinisial AL dibelakang Mess PT TJA.

    Sekitar pukul 22.00 Wita, AA menerima pesan whatsapp dari Hafis Azhar (korban) agar meninggalkan mess yang ditempati Al namun ditolaknya, korban pun mengancam akan memukul dan mengeroyok jika tak segera pergi.

    AA lantas menghubungi SB (39) untuk meminta bantuan dan setelah itu keduanya bertemu korban di TKP untuk menyelesaikan permasalahan. Sempat terjadi cekcok mulut hingga terjadi penganiayaan, SB memukul korban dan tersangka AA melakukan penusukan menggunakan senjata tajam jenis badik.

    Anggota Polsek Muara Kaman yang menerima informasi pengeroyokan menuju TKP dan mendapati korban tergeletak di tengah jalan dan segera dibawa ke RSUD Dayaku Raja di kecamatan Kota Bangun. Namun akibat pendarahan luka tusuk di bagian punggung belakang sebelah kiri atas, korban menghembuskan nafas terakhirnya dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.00 Wita.

    Bersama anggota Reskrim Polres Kukar, petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga keduanya ditemukan setelah menyerahkan diri melalui adik kandung SB yang berada di salah satu kamp perusahaan di Muara Kaman.

    "Kedua pelaku ini merupakan orang tua dan anak. Kita lakukan penangkapan setelah dua hari pencarian, setelah kita interogasi, mereka mengaku lari ke hutan di wilayah Muara Kaman," kata Kapolres.

    Ditegaskannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 170 Ayat (2) Ke 3e KUHP Subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP dan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara.

    Sementara Kasat Reskrim AKP Herman Sopian mengatakan, saat kejadian ada sekitar 7 orang di TKP, 2 orang merupakan pelaku dan 5 lainnya sebagai saksi. Kasus ini sendiri dipicu permasalahan cinta segitiga.

    "Berdasarkan hasil gelar perkara memang tidak ada petunjuk dan barang bukti yang memang bisa melibatkan yang lain, sementara untuk pelaku yang kita jadikan tersangka hanya dua sesuai dengan petunjuk dan barang bukti di lapangan," bebernya.

    Terkait kasus tersebut, ia menghimbau masyarakat agar tak main hakim sendiri dalam menyelesaikan permasalahan sebagaimana yang terjadi dalam kasus ini.

    "Artinya diselesaikan secara baik-baik jangan main hakim sendiri, kalau memang ada pidananya silahkan dilaporkan ke pihak yang berwajib. Tapi jadikan ini pembelajaran karena kadang-kadang hal sepele akan menjadi hal yang besar apabila tidak diantisipasi," ucap Kasat.

    Hingga kini polisi masih mencari barang bukti badik yang dibuang pelaku AA didalam sungai usai melakukan penusukan terhadap korban.

    "Salah satu barang bukti yang digunakan untuk melakukan penusukan itu dibuang ke salah satu sungai di sekitaran TKP dan patah gagangnya. Masih kita coba cari, informasinya juga sungainya cukup dalam," tandasnya. (end)

    ,

    Pemkab Kukar buka donasi peduli gempa Sulbar dan banjir Kalsel melalui rekening Bank Kaltimtara
    (Foto: Endi)

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengeluarkan surat edaran tentang himbauan pengumpulan sumbangan dalam rangka peduli gempa Sulawesi Barat (Sulbar) dan bencana banjir Kalimantan Selatan (Kalsel).

    "Kami pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara menetapkan untuk mengkoordinir warga masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin memberikan bantuan donasi atau sumbangan berkaitan dengan bencana di Kalimantan Selatan maupun di Sulawesi Barat," ujar Edi saat menggelar press conference, Senin (18/01/2021).

    Dalam surat edaran Nomor: B-62/Dinsos/065.11/01/2021, Pemkab Kukar menghimbau warga, organisasi masyarakat, lembaga, dunia usaha dan pihak-pihak lain yang berencana untuk memberikan bantuan sumbangan agar dapat menyalurkan bantuannya melalui Dinas Sosial Kukar.

    "Tadi sudah  disepakati bantuan donasi ini kita beri nama Kukar Betulungan dan sudah kita buka rekening di Bank Kaltimtara Cabang Tenggarong," katanya.

    Pemkab Kukar membuka donasi melalui Bank Kaltimtara dengan nomor rekening 0044556677 atas nama Kukar Betulungan dan dibuka sejak tanggal 18 Januari hingga 4 Februari 2021.

    "Ini kita lakukan supaya donasi terkelola dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan. Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih karena dalam perjalanannya sampai hari ini sudah ada komponen-komponen yang bergerak melakukan penghimpunan dana untuk bantuan bencana ini, baik organisasi masyarakat maupun perorangan," cetus Edi. 

    Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 menghantam kabupaten Majene dan kabupaten Mamuju di Provinsi Sulbar pada 15 Januari lalu, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia serta sejumlah bangunan hancur dan luluh lantak.

    Sementara di Kalsel ada 10 kabupaten/kota terdampak banjir yang terjadi pada 12 - 13 Januari. Tercatat 112.709 jiwa terdampak dan mengungsi serta 27.111 rumah terendam banjir. (end) 

    , , ,

    Bupati Kukar Edi Damansyah menggelar press conference evaluasi penanganan COVID-19
    (Foto: Endi)

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Forkopimda, Sekda dan sejumlah Kepala OPD yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menyampaikan evaluasi penanganan COVID-19,  Senin (18/01/2021) pagi.

    Melalui press conference yang digelar di teras kantor Bupati Kukar, Edi menyampaikan jika kasus terkonfirmasi positif di kabupaten ini hingga mendekati setahun pandemi terus mengalami kenaikan.

    "Sampai hari ini data terkonfirmasi positif COVID-19 di kabupaten Kutai Kartanegara trendnya masih meningkat. Secara fluktuatif hingga saat ini terkonfirmasi positif 5.814 orang, dengan rincian sembuh 4.843 orang, dirawat 859 orang, dan meninggal dunia 112 orang," rincinya.

    Dari sebaran kasus di 193 desa, 44 kelurahan yang ada di 18 kecamatan Se-Kukar, ada 22 desa hingga sekarang masih berstatus zona merah.

    "Ada 2 kecamatan dari awal hingga saat ini masih zona merah dan menjadi perhatian kita yaitu Anggana dan Loa Janan. Dari data menunjukkan klasternya memang dari aktifitas eksploitasi sumber daya alam di 2 kecamatan ini tinggi dan memang ada beberapa karyawan yang berada di luar Kutai Kartanegara," ujarnya.

    Ia pun menghimbau kepada perusahaan baik migas, pertambangan batu bara maupun perkebunan kelapa sawit agar memperhatikan penanganan COVID-19 di lokal area operasi perusahaan.

    Selain itu juga disampikan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dimana menurutnya selama ini pelaksanaannya telah berjalan dengan baik namun perlu ditingkatkan lagi dan dirumuskan secara bersama-sama khususnya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, peribadatan di rumah-rumah ibadah. 

    "Tetapi harus kita ingatkan kembali bahwa protokol kesehatan memang masih perlu diterapkan di rumah-rumah ibadah. Untuk itu dalam waktu dekat kami akan merumuskan kembali dan bersilaturahim dengan para pemangku kepentingan, para tokoh agama, Dewan Masjid, Dewan Gereja, dan rumah ibadah lainnya," kata Edi.

    Tim Gugus Tugas berharap tokoh dan pemuka agama maupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengingatkan warga agar tetap mematuhi himbauan pemerintah terkait protokol kesehatan COVID-19.

    Edi menambahkan, pemerintah daerah juga akan kembali berkoordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan terutama kalangan dunia usaha atau perusahaan di Kukar.

    "Nanti secara khusus kita ingin bagaimana mengoptimalkan kondisi-kondisi tertentu di area masing-masing sebagaimana saya sampaikan ada data menunjukkan bahwa kontribusi klasternya juga berasal dari area kerja perkantoran dan rumah tangga, ini yang memang akan menjadi fokus perhatian kita dari data yang kami lakukan evaluasi hari ini," tandasnya. (end)

    , , ,

    Vaksinasi COVID-19 perdana jenis Sinovac kepada 10 orang tokoh di Kutai Kartanegara 
    (Foto: Humas RSAMP / Candra)

    Setelah dua hari lalu 7.040 dosis vaksin COVID-19 tiba di Kutai Kartanegara (Kukar), hari ini vaksinasi tahap pertama digelar di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang, Kamis (14/01/2020).

    Vaksinasi perdana yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (Nakes) ini juga diberikan kepada 10 tokoh di Kukar yakni Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti, Kepala Kejari Kukar Darmo Wijoyo, Wakil Ketua MUI Kukar Irianto, Kapolres Kukar AKBP irwan Masulin Ginting.

    Kemudian Plt Asisten II Sekkab Kukar Wiyono, tokoh anak muda berpengaruh atau influencer Akbar Haka, lalu mewakili pendeta di Kukar David Oktavianus Subagio Hardjawinata, Ramsyah dari PPNI Kukar, Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling, dan Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi.

    Ada beberapa tahapan harus dilalui peserta, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, hingga skrining berupa pertanyaan yang menyangkut riwayat kesehatan. Setelah di vaksin, peserta diharuskan menjalani observasi dengan pengawasan tenaga medis selama 30 menit.

    Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti yang menjadi orang pertama penerima vaksin Sinovac menyatakan jika dirinya tidak merasakan sakit saat vaksin disuntikkan bahkan setelahnya tak ada gejala apapun.

    "Jadi tidak perlu khawatir dengan vaksin COVID-19 karena saya telah membuktikannya dan saya meminta kepada seluruh tenaga kesehatan dan penunjang kesehatan yang ada di Kutai Kartanegara agar menyukseskan vaksinasi COVID-19. Jangan takut vaksin ini aman dan halal, kita juga harus mengajak masyarakat agar tidak takut dengan vaksin ini agar terwujud kekebalan kelompok dan pandemi segera berakhir," ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Plt Direktur RSUD AM Parikesit ini.

    Namun ada 3 orang diantaranya harus ditunda diberikan vaksin karena faktor kesehatan menyangkut belum stabilnya kadar gula darah yaitu Kejari Kukar Darmo Wijoyo dan Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi, sementara Ramsyah dari PPNI Kukar tekanan darahnya tidak dalam kondisi normal.

    "Kita memberikan apresiasi meskipun hari ini tidak jadi di vaksin tetapi tetap menunjukkan semangatnya siap untuk di vaksin. Sama juga dengan Bapak Bupati yang hari ini tidak jadi mengikuti vaksin karena kondisi kesehatan beliau belum memungkinkan. Tentu kalau kondisi sudah membaik maka beliau akan bisa di vaksin," kata Yuli.

    Press Conference Wakil Bupati Kukar bersama 10 tokoh yang mendapat vaksin perdana
    (Foto: Humas RSAMP / Candra)

    Pada tahap pertama ini dosis vaksin yang diberikan sebanyak 0,5 ml. Peserta yang sudah diberikan vaksin juga diberikan surat keterangan. Selanjutnya 14 hari berikutnya akan kembali dilaksanakan pemberian vaksin tahap kedua. 

    "Kita menunggu arahan dari pusat, tentu setelah semuanya selesai untuk tenaga kesehatan, berikutnya untuk masyarakat umum. Walaupun sudah di vaksin kita tetap menerapkan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, karena yang di vaksin ini tidak serentak secara bersama-sama," tambah Yuli.

    Sementara itu Wakil Bupati Kukar Chairil Anwar yang menyaksikan secara langsung kegiatan ini menyampaikan jika dirinya tidak mengikuti vaksin lantaran faktor usia sebagaimana persyaratan pemberian vaksin. Ditegaskannya jika vaksin Sinovac yang telah melalui uji laboratorium BPOM serta dinyatakan halal oleh MUI.merupakan salah satu ikhtiar untuk memutus mata rantai COVID-19. 

    "Vaksin pertama ini yang saya ketahui hanya diperuntukkan bagi mereka yang berumur 18 sampai 59 tahun. Kalau saya sudah 62 tahun lebih, nanti ada gilirannya. Untuk vaksin ada 4 yang akan datang, selain dari cina, ada dari Amerika, dari Inggris dan kemudian Jerman.," ucapnya. 

    Chairil mengajak seluruh masyarakat berdoa agar pendemi COVID-19 segera berakhir. Kembali ditegaskannya jika vaksinasi ini adalah ikhtiar pemerintah dalam memutus penyebaran wabah yang melanda berbagai negara di belahan dunia. 

    "Ini adalah salah satu ikhtiar dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menjaga kesehatan rakyatnya dan mudah-mudahan ikhtiar ini mendapat ridho dari Allah SWT," demikian disampaikannya. (end)

    , , , ,

    Kampung Tangguh Etam di Desa Sumber Sari dikunjungi tim penilai dari Polda Kaltim
    (Foto: Endi)

    Kampung Tangguh Etam di desa Sumber Sari, kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) ditinjau tim penilai dari Polda Kaltim, Senin (11/01/2021) pagi.

    Rombongan yang dipimpin Wadir Binmas Polda Kaltim AKBP Roy Satya Putra disambut langsung oleh Wakapolres Kukar Kompol Erick Budi Santoso didampingi sejumlah Kabag dan Kasat.

    Tim penilai meninjau pos siskamling yang dijadikan pos check poin sekaligus tempat observasi pendatang yang memasuki gapura desa Sumber Sari. Kemudian menuju sektor pangan lahan pertanian dimana didalamnya terdapat kebun sayur mayur dan kolam pembesaran ikan air tawar.

    Rombongan selanjutnya mendatangi Sekretariat Kampung Tangguh Etam di Kantor Desa Sumber Sari. Ditempat ini terdapat dapur umum posko COVID-19, posko kesehatan, rumah isolasi, serta lumbung pangan.

    AKBP Roy Satya Putra selaku Ketua tim penilai kampung tangguh, mengatakan, pembentukan kampung tangguh sebagaimana perintah Kapolri telah dimulai pada bulan Juli 2020 lalu dan kini telah banyak berdiri di seluruh Indonesia.

    "Sehingga dilakukan penilaian mana kampung tanggung yang patut menjadi contoh bagi kampung tangguh lainnya. Kita berharap kampung tangguh yang diajukan dari provinsi Kalimantan Timur untuk dilombakan di pusat keterwakilannya salah satunya mudah-mudahan dari Kukar," ucapnya.

    Sementara untuk indikator penilaian diantaranya meliputi aspek sosial ekonomi, aspek ketahanan pangan, aspek keamanan, aspek informasi hingga aspek kesehatan. 

    "Selama pandemi COVID-19 ini, kampung tangguh akan menjadi proyek percontohan kedepannya bagi desa-desa lain yang belum dicanangkan menjadi kampung tangguh," kata Roy.

    Sementara itu Kepala Desa Sumber Sari Sutikno menyebutkan, meski masuk zona hijau dan tidak ada warganya yang terpapar, namun desa Sumber Sari telah menyiapkan berbagai langkah penanganan COVID-19.

    "Dengan kerja keras semua pihak termasuk tenaga kesehatan, perangkat desa, Ketua RT, Kepala Dusun, dan seluruh stake holder yang ada di desa Sumber Sari semuanya memberikan support bagaimana kita tetap bertahan di masa pandemi COVID-19, Alhamdulillah semua warga kita sampai sekarang tetap sehat," ujarnya.

    Kepada tim penilai, Sutikno mengungkapkan jika desa Sumber Sari dengan penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani merupakan salah satu lumbung pangan di Kukar.

    "Di masa pandemi COVID-19 tahun kemarin kita sempat membantu suplai beras ke pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 25 ton. Kemudian untuk tanaman hortikultura kita juga menyuplai untuk pasar Tenggarong, Loa Kulu dan Loa Janan," tandasnya. (end)

    , ,

    LS diamankan setelah anggota Polsek Sebulu mendapati 1 poket besar sabu yang dibawanya
    (Foto: Polsek Sebulu)

    Jajaran Polsek Sebulu mengamankan seorang pemuda berinisial LS (24) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

    Awalnya pada Rabu (06/01/2021) sekira jam 10.15 Wita, anggota Polsek Sebulu mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang akan melakukan transaksi narkotika di Jalan Jendral M Yusuf, RT 08, Desa Sebulu Modern.

    "Mendapatkan informasi tersebut, anggota melakukan penyelidikan dan mencurigai seseorang yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion Warna Hitam tanpa plat nomor polisi, saat diamankan didapati 1 poket besar narkotika jenis sabu," terang Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting melalui Kapolsek Sebulu AKP Agus Kurniadi.

    Sabu tersebut di bungkus pelaku dalam teh kotak yang di letakan di antara kedua paha di atas tangki motor. 

    "Pada saat diinterogasi yang bersangkutan mengakui bahwa barang narkotika jenis sabu adalah miliknya, kemudian pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Sebulu untuk di proses lebih lanjut," kata Kapolsek.

    Selain 1 poket besar sabu dengan berat kotor 100.78 gram, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 unit handphone, serta sepeda motor yang dikendarai pelaku saat membawa narkotika.

    "Pelaku diancam Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," tandasnya. (end)


Top