,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar dan Kasat Resnarkoba menunjukkan barang bukti narkoba
    Foto: Endi

    Selama 15 hari, Polres Kukar berhasil mengungkap 39 kasus narkoba dengan 45 orang tersangka, 10 diantaranya hasil tangkapan Satuan Resnarkoba, dengan total barang bukti sebanyak 512,28 gram Shabu-shabu.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar dalam press rilis Operasi Antik Mahakam II 2018 di ruang Tri Bharata Mapolres Kukar, Rabu (19/09) menyebutkan, capaian tersebut melebihi angka yang ditargetkan Polda Kaltim.

    "Target Operasi Antik ini 16 dan Alhamdulillah Polres Kukar melampaui target. Ini cukup fantastis," ujarnya didampingi Kasat Resnarkoba IPTU Romi.

    Meski melampaui target, namun Kapolres mengingatkan jika peredaran narkoba di wilayah Kukar sudah sangat berbahaya.

    "Mudah-mudahan ini akan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk meninggalkan narkoba karena ujung-ujungnya sengsara bagi kita sendiri dan merusak generasi muda bangsa," ucapnya.

    Pada operasi yang digelar sejak 31 Agustus hingga 14 September 2018 lalu, Polres Kukar masuk urutan keempat dalam pengungkapan kasus menonjol.

    "Berdasarkan hasil akhir Operasi Antik Mahakam II 2018 Ditresnarkoba Polda Kaltim dan jajaran, Polres Kukar berada di urutan keempat setelah Polresta Samarinda dan Polres Balikpapan," bebernya.

    Dari banyaknya kasus narkoba yang terungkap dengan pelaku dari beragam profesi, Kapolres meminta masyarakat Kukar untuk bersama memerangi dan menjauhi barang terlarang tersebut. 

    "Karena hanya akan merusak dan saya yakin tidak ada manfaatnya sama sekali," imbuhnya.

    Saat ditanya jaringan pengedar narkoba antar pulau, Kapolres mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan. 

    "Namun antar daerah ada, dari Tenggarong, Samarinda dan daerah sekitarnya," ungkapnya.

    Terkait penangkapan bandar narkoba bernama Ruslan, Kasat Resnarkoba IPTU Romi, menjelaskan, saat ini pihaknya terus menggali keterangan tersangka yang diamankan bersama 389,14 gram Shabu-shabu.


    "Merupakan jaringan dari LP, cuma dia (Ruslan, Red) masih tertutup dan siapa orang dari LP tersebut. Kita masih terkendala mengungkap jaringan itu, katanya hanya dititipi, tapi itu alasan klasik saja," katanya.

    Yang lebih miris, sambung IPTU Romi, seorang guru olahraga berstatus PNS di Kota Bangun juga tertangkap dalam Operasi Antik Mahakam II. 

    "Beliau ternyata sudah 5 tahun menggunakan narkoba. Kami tangkap dengan barang bukti 50 gram Shabu," demikian terangnya. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat memeriksa pasukan Operasi Mantap Brata Mahakam 2018
    Foto: Endi

    Kepolisian Republik Indonesia menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata 2018 di seluruh wilayah tanah air terhitung sejak 20 September 2018 sampai dengan 21 Oktober 2019 atau selama 397 hari, dalam rangka pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

    Hal itu disampaikan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Mahakam 2018 yang diikuti personil Polres Kukar, Kodim 0906/Tenggarong, Armed Jembayan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD dan Senkom, Rabu (19/09) pagi tadi.

    "Apel gelar pasukan ini diselenggarakan di seluruh jajaran dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan. Dengan demikian Pemilu 2019 akan dapat terselenggara dengan aman, lancar dan damai," ujarnya.

    Operasi ini diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif. "Yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi-fungsi kepolisian dalam bentuk satuan tugas tingkat pusat, daerah dan tingkat Polres," sambungnya.

    Usai menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan peserta apel, Kapolres menyampaikan jika Operasi Mantap Brata di Kukar yang melibatkan 1.200 personil gabungan, merupakan wujud kesiapsiagaan unsur Polri-TNI, Kejaksaan, KPU dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi Pemilu 2019 yang tahapannya sudah dimulai.

    "Operasi ini melibatkan seluruh stake holder yang ada, karena pengamanan pemilu ini bukan hanya tanggung jawab Polri saja tapi tanggung jawab kita semua," tegasnya.

    Kapolres Kukar menyematkan pita kepada perwakilan peserta Apel Operasi Mantap Brata Mahakam 2018
    Foto: Endi

    Kapolres juga menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan dapat memecah anak bangsa terutama Hoax yang disebarkan melalui media sosial.

    "Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, siapapun nanti pemimpinnya jangan sampai kita terprovokasi dengan isu-isu negatif, black campaign atau apa saja bentuknya yang bisa memcah belah bangsa, yang perlu kita jaga adalah menjaga keutuhan NKRI," pintanya.

    Sementara itu anggota KPU Kukar Divisi Hukum, Saidi, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian dan unsur lainnya yang terlibat dalam pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

    "Tentu apresiasi yang sangat besar pula kepada Kepolisian yang telah memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Kukar terutama dalam apel gelar pasukan ini yang tentunya akan berdampak positif terhadap partisipasi pemilih di 2019," cetusnya.

    Ditambahkan Saidi, saat ini tahapan pemilu sudah sampai pada penetapan daftar calon tetap atau DCT yang akan ditetapkan pada 20 September 2018, dilanjutkan dengan laporan awal dana kampanye oleh partai politik tanggal 22 September serta tahapan kampaye 23 September 2018.

    Dalam kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Kasmin, mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan jaksa-jaksa penegakan hukum yang akan dipimpin Kasi Pidum untuk antisipasi penyelesaian pelanggaran-pelanggaran tindak pidana pemilu.

    "Kita sudah secara solid bekerjasama antara Bawaslu, Kepolisian sebagai penyidik dan kami sebagai penegakan hukum. Kami juga berpartisipasi aktif menindaklanjuti daerah rawan pelanggaran yang telah dipetakan oleh bagian intel," tandasnya. (end)

    ,

    Pj Sekda HM Sukshrawardy bersama Tim FCPF Thailand yang akan melakukan studi visit di Kukar
    Foto: Endi

    Dalam rangka studi visit and change knowladge on REDD+ implementation di Indonesia, Tim FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) Thailand, melakukan pertemuan di ruang eksekutif kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (18/09).

    Kedatangan pimpinan delegasi pemerintah Thailand beserta rombongan yang didampingi Kepala SubDIT REDD+, Direktorat Mitigasi Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, serta Ketua Tim REDD+ Kalimantan Timur (Kaltim), disambut langsung oleh Pj Sekda Kukar HM Sukhrawardy S.

    Kepala SubDit REDD+,Direktorat Mitigasi, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Novia Widyaningtyas, mengatakan, kedatangan delegasi Thailand terkait dipilihnya Kaltim khususnya Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, sebagai lokasi pilot project REDD+ dibawah program FCPF.

    "Kegiatan ini disupport oleh suatu kegiatan kerjasama yang disebut Forest Carbon Partnership Facility Program yang mitranya adalah World Bank bekerjasama dengan Badan Litbang Kehutanan," bebernya. 

    Ditilik dari sejarahnya, Indonesia dan Thailand sudah bersahabat cukup lama dibawah Asean khususnya untuk isu kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.

    "Studi visit and knowledge ini fokus pada kegiatan REDD+ implementation. Jadi bagaimana rekan-rekan di Katim terlebih di Kukar melakukan upaya-upaya yang mengarah pada penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan," kata Novia.

    Ia mengatakan, dalam studi visit ini ada 16 orang dari Thailand yang berlatar belakang level teknis atau bertugas di lapangan. "Jadi akan pas sekali mereka ke Muara Siran untuk bertukar pikiran tentang bagaimana pengelolaan sumber daya hutan," ucapnya.

    Selain ingin melihat praktek dalam pengelolaan hutan, Tim PCPF Thailand juga akan melihat sisi sosial dan budaya serta mengeksplore lebih lanjut Desa Muara Siran dan sekitarnya.

    "Mereka nanti akan membaur dengan masyarakat setempat supaya lebih mendalami bagaimana pengelolaan sumber daya alam khususnya hutan oleh komunitas atau masyarakat secara lestari," ungkap Novia lagi.

    Sementara itu, Pj Sekda HM Sukhrawardy S, menyambut baik kegiatan kunjungan lapangan ini dalam rangka pertukaran pengetahuan tentang pelaksanaan REDD+ khususnya di Muara Siran, yang merupakan bagian dari kawasan konservasi lahan gambut sebagaimana ditetapkan oleh Pemkab Kukar pada tahun 2013 lalu.

    "Penetapan kawasan konservasi ini merupakan komitmen pemerintah kabupaten terhadap perubahan iklim, yakni turut berupaya melakukan penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan, pelestarian dan perlindungan lahan gambut. Selain itu, kebijakan ini terkait pula dengan upaya pemantauan dan pengendalian lahan gambut serta upaya pengembalian ekosistem dan keanekaragaman hayatinya," ujarnya.

    Dilanjutkannya, sebagai salah satu lokus kawasan konservasi gambut, Pemerintah Desa Muara Siran telah mengambil langkah-langkah terkait dengan pelestarian dan pengelolaan lahan gambut dengan pendampingan dari Tim REDD+ maupun para aktivis lingkungan lainnya.

    "Diantaranya melalui perencanaan tata ruang desa yang menyokong kebijakan kawasan konservasi gambut serta pendirian BUMDES selaku pengelola kekayaan sumber daya alam Muara Siran yang sejalan dengan kebijakan konservasinya," kata Sukhrawardy. (end)

    , ,

    Peserta Turnamen Futsal Sekda Kukar Cup 2018 mendengarkan sambutan Staf Ahli Bupati H Heldiansyah
    Foto: Endi

    Sebanyak 12 tim mengikuti Turnamen Futsal Sekda Kukar Cup 2018 yang berlangsung di lapangan Futsal Caesar, Jalan Arwana, Tenggarong, Selasa (18/09).

    Turnamen yang berlangsung dari tanggal 18-19 September 2018, bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahmi antar Bagian di lingkungan Sekretariat Kabupaten Kukar.

    "Turnamen ini merupakan ide Sekda Kukar Almarhum Bapak H Marli. Waktu itu beliau berkeinginan sebelum purna tugas 2019 mendatang ingin mengumpulkan seluruh bagian yang berada di bawah beliau untuk bersilaturahmi dalam kegiatan non formal yaitu futsal," ujar Ketua Panitia Hendra Wardana.

    Ia menyebutkan, peserta dalam turnamen futsal ini yakni PNS dan THL seluruh Bagian Setkab Kukar. Namun pada kompetisi ini Bagian Pembangunan dan Bagian Hukum belum bisa berpartisipasi.

    "Dimana untuk menutupi 12 peserta, Bagian Keuangan mengikutkan 2 tim dan 1 tim lagi kita ambil dari Satpol PP," bebernya.

    Hendra melanjutkan, untuk pertandingan dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi yang dibagi 4 pool dan disetiap pertandingan dipimpin oleh wasit dari PSSI Kukar.

    "Turnamen ini akan memperebutkan Piala Sekda Kukar yang diberikan kepada Juara pertama sampai juara keempat. Nantinya kepada pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak akan kita berikan reward," ucapnya.

    Staf Ahli Bupati Kukar H Heldiansyah, sesaat sebelum membuka secara resmi turnamen tersebut, menyampaikan, maraknya sarana dan olahraga futsal diharapkan akan mendukung salah satu program pemerintah yaitu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. 

    "Karena dengan terciptanya masyarakat yang berolahraga, maka akan menghasilkan masyarakat yang sehat sehingga dapat lebih produktif dalam mendukung pembangunan," cetusnya.

    Melalui olahraga futsal pula, dapat menjadi salah satu fasilitas yang dapat meminimalisir kegiatan-kegiatan negatif di berbagai kalangan. 

    "Karena dengan futsal dapat menyalurkan hobi dan energi mereka yang begitu besar serta menggunakan waktu luang mereka dengan berolahraga." kata Heldiansyah. (end)

    ,

    Plt Bupati Edi Damansyah melantik HM Sukhrawardi S sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kukar
    Foto: Istimewa

    HM Sukhrawardy S resmi ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang sebelumnya dijabat mendiang H Marli.

    Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pj Sekda ini dipimpin langsung oleh Plt Bupati Edi Damansyah, Senin (17/09) di ruang eksekutif kantor Bupati Kukar.

    "Sejak meninggalnya Bapak Ir H Marli pada tanggal 7 September 2018 yang lalu, dimana jabatan terakhir Beliau selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, maka telah terjadi kekosongan jabatan," ujar Edi Damansyah dalam sambutannya.

    Berdasarkan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah sebagaimana Pasal 1 dan Pasal 4, selama 7 hari yang lalu, Plh Sekda dilaksanakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra H Chairil Anwar.

    "Dari proses administrasi sebagaimana persyaratan dan ketentuan tersebut, maka telah keluar rekomendasi penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dari Gubernur Kalimantan Timur sebagai wakil Pemerintah Pusat," beber Edi.

    HM Sukhrawardy S yang menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, telah ditunjuk sebagai Pj Sekda Kukar melalui surat Gubernur Kalimantan Timur Nomor: 821.2/III.2-3832/TUUA/BKD /2018 Tanggal 10 September 2018.

    "Untuk selanjutnya Penjabat Sekretaris Daerah, dalam masa tugas selama 3 bulan kedepan, disamping melaksanakan tugas-tugas selaku Sekretaris Daerah, juga memiliki tugas mengawal proses seleksi yang akan dilakukan guna pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan dimulai pada 15 Oktober 2018," sambungnya.

    Proses seleksi akan dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) berasal dari Pemprov Kaltim dan para akademisi yang independen serta bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk proses assesment. 

    "Kami berharap proses seleksi untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga paling lambat tanggal 17 Desember 2018 sudah terpilih dan dilantik Sekretaris Daerah definitif," kata Edi.

    Prosesi pelantikan Pj Sekda ini dihadiri para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Kabag di lingkungan Pemkab Kukar serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. (end)

    ,

    Sekitar 300 pesilat dari 12 perguruan melakukan latihan bersama di kawasan CFD Tenggarong
    Foto: Istimewa

    12 perguruan beladiri pencak silat berkumpul di kawasan Car Free Day (CFD) Tenggarong. Sekitar 300 pesilat melakukan silaturahmi dan berlatih bersama di lapangan Basket Jalan KH Akhmad Muksin, Minggu (16/09) pagi.

    Silaturahmi yang digagas pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ranting Tenggarong ini, mengusung tema Melalui Pencak Silat Kita Bangun Karakter Generasi Muda Kukar yang Tangguh, Melalui Olahraga Pencak Silat Lestarikan Budaya Leluhur Sebagai Jati Diri Bangsa.

    "Dari 12 perguruan pencak silat yang hadir, masing-masing mengirimkan lebih dari 30 orang pesilat, paling banyak dari PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate)," terang Ketua IPSI Ranting Tenggarong, Titik Lestari.

    Latihan bersama ini, lanjutnya, memang didominasi generasi muda terutama dari kalangan pelajar. Apalagi pencak silat telah masuk dalam ekstra kulikuler di sejumlah sekolah.

    "Dari 39 sekolah di Kecamatan Tenggarong, ada sekitar 15 sekolah sudah masuk pencak silat dari semua perguruan," sebut Titik.

    Senada dengan Titik, Sekretaris IPSI Kukar, Mahmudin, menyebutkan, salah satu perguruan silat yakni Tapak Suci juga membuka kegiatan ekskul, diantaranya di SDN 004 Mangkurawang, SDN 11 Selendereng, SD Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah Tenggarong serta di beberapa unit lainnya.

    "Kita saat ini ada di 8 kecamatan se-Kukar dan sudah memiliki pimpinan cabang perguruan," ujarnya.

    Menurut Ketua IPSI Kukar, Siswo Cahyono, moment CFD dimanfaatkan untuk menunjukkan kepada masyarakat jika pencak silat yang merupakan seni beladiri tradisional asli nusantara terus berkembang. 

    "Masing-masing perguruan itu punya basis massa tapi selama ini agak sedikit vakum, mungkin karena kurang pembinaan, juga momentum dan ajang yang kurang tepat," katanya.

    Melalui silaturahmi ini pula, Siswo ingin menunjukkan jika perguruan pencak silat tetap akur tanpa tawuran. 

    "Khusus di Kutai Kartanegara seluruh pesilat akur, semua perguruan berbaur, ini menunjukkan persaudaran antara kita semua," ucapnya.

    Momentum ini sekaligus untuk memotivasi seluruh pesilat dimana pada ajang Asia Games 2018 lalu, cabang olahraga pencak silat menyumbangkan 14 medali emas. 

    "Asian Games menjadi modal kita untuk terus memperlihatkan eksistensi pencak silat di tengah masyarakat khususnya di Kukar," sambung Siswo. (end)

    Plt Bupati Edi Damansyah saat mendatangi lokasi ambruknya 2 rumah di tepi Mahakam, Dusun Margasari
    Foto: Endi

    Plt Bupati Edi Damansyah mendatangi lokasi ambruknya dua rumah warga di tepi sungai Mahakam Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Dusun Margasari RT 04, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (15/09) kemarin.

    Didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Publik Setkab Kukar, Dafip Haryanto, Kepala BPBD Marsidik, Camat Loa Kulu Adriansyah beserta unsur Muspika, Plt Bupati memantau kondisi rumah serta berbincang dengan Ketua RT setempat.

    “Tadi kita melihat langsung 2 Kepala Keluarga yang terkena musibah, sebetulnya ini tidak longsor tetapi terkena abrasi karena terkena DAS (Daerah Aliran Sungai),” katanya.

    Edi mengatakan, kedatangannya sekaligus untuk bersilaturahmi dengan korban dan warga sekitar serta menyampaikan bantuan yang disalurkan oleh BPBPD Kukar.

    “Dalam kesempatan ini saya menyampaikan himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepada kedua Kepala Keluarga yang terkena musbah ini kita doakan diberikan kekuatan, ketabahan menerima cobaan, secara beban phsikologis kita memahami dan ikut merasakan,” ucapnya.

    Plt Bupati menyerahkan bantuan kebutuhan dasar pangan kepada korban yang disalurkan BPBD Kukar
    Foto: Endi

    Edi juga mendengarkan masukan warga yang menginginkan kendaraan alat berat tidak melintas di Dusun Margasari karena mengkhawatirkan ada dampak dari getaran yang ditimbulkan terhadap tempat tinggal mereka.

    “Kita tampung dulu, tetapi karena ruas jalan ini memang ruas jalan negara dan provinsi, jadi banyak pihak yang terlibat. Mungkin memang perlu pengaturan, nanti lewat internal kabupaten,” ujarnya.

    Sementara itu Kepala BPBD Kukar Marsidik menyebutkan, 2 KK yang menjadi korban diberikan bantuan kebutuhan dasar bahan makanan serta peralatan dapur. ”Bantuan ini sesuai SOP bilamana terjadi bencana,” rincinya.

    Untuk bantuan sosial lanjut Marsidik, pihaknya juga akan mengecek ulang dan mengupayakan rehab rekonstruksi pasca kejadian pada Jumat (14/09) lalu.

    “Bilamana dana itu tersedia, maka secara prosedural akan dibantu sesuai anggaran disesuaikan dengan kebutuhan. Tentunya melalui verifikasi, kita hanya verifikator dan menyampaikan kepada bagian Kesra dan yang menyalurkan adalah BPKAD,” bebernya.

    Masidik menambahkan, pasca menerima laporan ambruknya dua rumah warga di Dusun Margasari, BPBD langsung menurunkan anggotanya ke TKP dengan dibantu relawan, warga dan tim rescue lainnya. (end)

    ,

    Kondisi bagian belakang dua rumah di Dusun Margasari, Desa Jembayan yang ambruk ke dasar sungai
    Foto: Endi

    Diduga mengalami pergeseran tanah, dua rumah di Jalan Poros Tenggarong–Samarinda, Dusun Margasari RT 04, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) ambruk ke dasar sungai Mahakam. 

    Kedua bangunan tersebut masing-masing ditempati oleh 2 Kepala Keluarga yakni Iriasyah dan Cuun Haradian. Meski demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (14/09) sekira pukul 18.30 Wita. 

    Kondisi rumah milik Iriansyah dan Cuun Haradian memang tak seluruhnya roboh, hanya pada bagian belakang atau dapurnya yang ambruk ke dasar sungai dan menyisakan ruangan bagian depan. 

    “Seminggu yang lalu memang sudah ada tanda-tanda tanah retak, jadi semua barang seperti pakaian sudah kami keluarkan, kecuali kompor gas sama tabung LPG, “ kata Iriansyah. 

    Saat kejadian, ia sempat diminta Masidah istrinya untuk tidak pergi menunaikan sholat maghrib di masjid. 

    “Karena memang kami sudah merasakan ada getaran didalam rumah, istri khawatir kalau saya tidak ada dirumah tanahnya tiba-tiba longsor,” ujarnya. 

    Sementara Masidah mengaku, saat kejadian ia berusaha menyelamatkan Mimin Aminah istri Cuun Haradian yang tengah sendirian didalam rumah, sementara suaminya tengah sholat di masjid. 

    “Waktu itu saya liat pintu depan terkunci, tapi yang disamping terbuka, saya lihat Mimin (istri Haradian) lagi berdoa, langsung saya tarik keluar,” ucapnya. 

    Haradian maupun Iriansyah kini terpaksa memboyong keluarga mereka mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena khawatir kejadian serupa terulang lagi. 

    Sementara Ketua RT 04, Sukri Rimpung, berharap, kejadian ini segera mendapat perhatian Pemkab Kukar, apalagi menurutnya kendaraan dengan tonase beban berat kerap melintas di jalan poros Dusun Margasari hingga getarannya terasa di rumah-rumah warga. 

    “Saya berharap pemerintah bisa mengatur lintasan kendaraan alat-alat berat, kalau dulu lewatnya tengah malam, sekarang pagi saja sudah lewat sini,” pintanya. 

    Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga dibantu Balakarcana Desa Jembayan berusaha mengangkat puing-puing rumah seperti atap dan kayu dari dasar sungai. (end)


Top