Kakan Kemenag Kukar H Fahmi saat melantik Penghulu Muda KUA  kecamatan Tenggarong
    Foto: Dok. Kemenag Kukar

    Pelantikan Penghulu Muda dilingkungan Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berlangsung di aula kantor setempat, Selasa (16/10) lalu.

    Taufik Ismail yang sebelumnya menjabat Kepala KUA kecamatan Marangkayu, dilantik dengan jabatan baru sebagai Penghulu Muda pada KUA kecamatan Tenggarong. 

    Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan yang ditandatangani Kakanwil Kemenag Kaltim H Sofiyan Noor dengan Nomor : 438/Kw.16.1.2/10/2018 Tanggal 04 Oktober 2018.

    Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kukar H Fahmi yang memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut mengatakan, mutasi biasa terjadi di setiap instansi dalam rangka penyegaran dan meningkatkan kinerja serta pelayanan dimasyarakat.

    Ia berharap, penghulu muda yang baru dilantik dalam menjalankan tugas benar-benar mengacu pada pedoman atau aturan yang telah ditetapkan dan tidak melakukan penyimpangan.

    "Sebagai penghulu agar menjalankan hukum-hukum munakahat yang berhubungan dengan pernikahan itu sangat perlu dijaga, tidak hanya tanggung jawab kepada sesama manusia saja tetapi dengan Allah juga," kata Fahmi.

    Pelantikan tersebut disaksikan jajaran kantor Kemenag Kukar, diantaranya, Kasubbag Tata Usaha H Nasrun, Kasi Bimas Islam H Mukhtar, Kasi PAI H Anwar, Kasi PD Pontern Asniah,  Penyelenggara Syaraiah Ariyadi F serta Pengawas PAI H Idar Ja'far. (din/k2n)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat serah terima jabatan Kasat Binmas dan Kapolsek Tabang
    Foto: Humas Polres Kukar

    Dua jabatan di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara (Kukar), kembali diserahterimakan dalam upacara yang berlangsung diruang Catur Prasetya, Selasa (16/10) pagi.

    Jabatan Kasat Binmas Polres Kukar yang sebelumnya dijabat AKP Eko Achnanto diserahterimakan kepada AKP M Fakruraji, sedangkan jabatan Kapolsek Tabang dari AKP Yunus Tanjung Padang beralih ke IPTU Mansur.

    Dalam amanatnya, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar menyampaikan, alih tugas dan jabatan dalam lingkungan Organisasi Polri adalah hal yang selalu dilakukan secara terencana.

    "Dengan mempertimbangkan keterpaduan antara kepentingan pembinaan personil dengan kepentingan pembinaan kesatuan," ujarnya

    Pada kesempatan tersebut, atas nama Keluarga Besar Polres Kukar, AKBP Anwar Haidar menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada AKP Eko Achnanto, dan AKP Yunus Tanjung Padang atas pengabdian serta loyalitasnya selama bertugas.

    "Kepada Pejabat baru yang telah mendapatkan kepercayaan dari pimpinan untuk melaksanakan tugas pada Polres Kutai Kartanegara, saya ucapkan selamat datang, segera pelajari dan sesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan," ucap Kapolres. 

    Orang nomor satu di Polres Kukar itu juga meminta agar pejabat baru mengadakan komunikasi dan koordinasi dengan semua unsur, baik internal maupun eksternal untuk mendapatkan informasi serta masukan sehingga dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

    "Dalam waktu singkat diminta kepada pejabat baru segera nenyesuaikan dengan rencana kegiatan Polres Kukar yang cukup padat menyongsong Pileg dan Pilpres 2019, serta penanganan Karhutla yang rawan terjadi di daerah kita ini," pinta Kapolres.

    Serah terima jabatan diruang Catur Prasetya ini disaksikan Wakapolres Kompol Wiwit Adisatria, Para Kabag, Kasat, Perwira, Bintara, Kapolsek dan Ketua Pengurus Cabang Bhayangkari Polres Kukar. (end)

    ,

    Laksmi, Guru SDN 004 saat praktik mengajar dengan pendekatan baru di SDN 003 Tenggarong
    Foto: Dok. Tanoto Foundation


    Jadikan Siswa Lebih Aktif dan Inovatif

    Jika selama ini para guru lebih banyak mengajar menggunakan pendekatan metode klasik ceramah, maka kini ada pendekatan baru yakni MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi).

    Metode MIKIR ini diperkenalkan kepada 194 guru pengajar, kepala sekolah dan pengawas SD/MI di Kutai Kartanegara (Kukar) melalui pelatihan dan praktik, yakni gelombang pertama 13-15 Oktober, dan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 16-18 Oktober 2018.

    Dalam mempraktikkan MIKIR, para guru mengajar serta mengarahkan siswa menjadi lebih aktif, inovatif dan komunikatif dengan cara membuat siswa lebih terlibat melakukan percobaan, pengamatan dan pengolahan informasi, berkolaborasi dalam kelompok untuk memecahkan masalah selama percobaan, dan mempresentasikannya di hadapan siswa yang lain.

    Salah seorang guru SDN 004, Laksmi, merasakan hal yang baru saat praktik mengajar tentang rangkaian listrik.di kelas 6, SDN 003 Tenggarong, Senin, (15/10) kemarin.

    “Selama ini, kami mengajar tanpa banyak perencanaan dan skenario yang baik, dan sering menjadikan siswa hanya sebagai pendengar yang pasif dengan model ceramah. Dengan pendekatan MIKIR, kami lebih mudah menyusun skenario pembelajaran yang membuat siswa menjadi antusias, lebih kreatif dan inovatif,” kata Laksmi.

    Para guru yang berpraktik di beberapa sekolah tersebut berasal dari 16 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terpilih menjadi mitra program PINTAR (Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran) Tanoto Foundation.

    Dalam praktik tersebut, masing-masing sekolah mengirim rata-rata 12 utusan, diharapkan ketika kembali ke sekolah yang bersangkutan bisa menularkan pendekatan tersebut ke guru-guru lainnya.

    Sebelumnya, Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Kukar, Tulus Sutopo saat membuka kegiatan menyatakan kegembiaraannya atas program pelatihan ini. 

    “Sudah sejak 2013 tidak ada pelatihan bagi para guru disini, sehinga metode mengajar guru kurang terupdate. Pelatihan ini sangat sesuai dengan visi misi daerah ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya. 

    Selain praktik langsung, untuk menginternalisasi pendekatan baru ini, para guru tersebut nantinya juga akan didampingi beberapa kali saat mengajar di sekolah. Pendampingan tersebut akan dilakukan oleh tim fasilitator daerah program PINTAR dari Kukar yang sudah terpilih sebelumnya.

    Untuk diketahui, peluncuran program PINTAR dilakukan oleh Kemendikbud pada akhir bulan September yang lalu di Jakarta. Program yang awalnya bernama Pelita Pendidikan ini adalah hasil kerjasama antara Kemendikbud, Kemenristekdikti, Pemerintah Daerah dan Tanoto Foundation.

    Salah satu tujuan program ini adalah menjadikan siswa selama bersekolah tidak hanya memperoleh pengetahuan yang cukup, tapi juga terasah ketrampilan-ketrampilan hidupnya yang dibutuhkan untuk menghadapai tantangan abad 21, yaitu mampu berpikir kritis, mampu bekerjasama dalam lingkungan multikultur, kreatif, inovatif dan komunikatif. (*/end/k2n)

    ,

    Polsek Anggana Peduli, serahkan bantuan sembako kepada korban kebakaran di Handil Terusan
    Foto: Istimewa

    Guna meringakan beban korban kebakaran di desa Handil Terusan, kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), jajaran kepolisian setempat memberikan bantuan sembako, Minggu (14/10).

    Bantuan diserahkan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Anggana IPTU Baharuddin bersama Ketua Ranting Bhayangkari di posko bantuan kebakaran Langgar Asshobirin, RT 02, desa Handil Terusan.


    "Bantuan yang diserahkan berupa mie instant, beras dan telur ayam. Ini wujud kepedulian jajaran Polsek Anggana kepada saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran," ujar IPTU Baharuddin.

    Penyerahan bantuan kepada perwakilan korban kebakaran, disaksikan oleh Kepala Desa Handil Terusan beserta staf, Ketua LPM dan Ketua BPD di desa tersebut.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (12/10) lalu, sebanyak 19 rumah di desa Handil Terusan hangus dilalap api, peristiwa ini mengakibatkan 21 KK atau sebanyak 67 jiwa kehilangan tempat tinggal, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. (end)

    ,

    Penyerahan 2 unit mesin pemipil jagung oleh perwakilan manajemen PHM-SKK Migas di Muara Jawa
    Foto: Endi

    PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyerahkan bantuan 2 unit mesin pemipil jagung kepada kelompok petani, Senin (08/10) lalu, di kelurahan Muara Jawa Pesisir, kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar).

    "Dua unit mesin tersebut kita serahkan kepada teman-teman penerima manfaat CSR," ujar Head Service Human Development and Infrastructure PT PHM, Ranu Wijaya, disela-sela kegiatan press tour yang diikuti sejumlah wartawan Kukar.

    Mesin yang diserahkan secara simbolis oleh perwakilan SKK Migas Kalsul, Ary Bagus, serta Head of Communication Division PT PHM Handri Ramdhani diterima Camat Samboja dan  Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) setempat.

    Selain serah terima bantuan peralatan, PT PHM juga memberikan pelatihan kepada kelompok petani  di daerah ini.

    "Kami bekerjasama dengan pemerintah kecamatan Muara Jawa memfasilitasi pelatihan perkoperasian dan pengelolaan keuangan," kata Ranu.

    Camat Muara Jawa, Syafrudin, menyampaikan apresiasinya kepada PT PHM yang telah membantu kelompok petani di wilayahnya.

    "Untuk kesekian kalinya PHM menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosialnya. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pihak PHM - SKK Migas," ucapnya.

    Syafrudin berharap, Tanggung Jawab Sosial yang ditunjukkan perusahaan akan berdampak kepada meningkatnya produksi kelompok petani jagung di kecamatan Muara Jawa. 

    "Ini sejalan dengan yang dicanangkan oleh Bapak Plt Bupati Kukar melalui revolusi jagung," tandasnya.(end)

    ,

    Plt Bupati melepas truk pengangkut bantuan masyarakat Kukar untuk korban gempa-tsunami di Sulteng
    Foto: Endi

    Truk BPBD dan Dinas Sosial Kukar yang memuat bantuan untuk korban bencana gempa-tsunami di provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (12/10) pukul 09.00 Wita bertolak menuju Balikpapan.

    Bantuan yang diberangkatkan dari halaman kantor Bupati Kukar tersebut akan disampaikan langsung oleh tim relawan dari LAZ DPU Kaltim dan Majelis Al Aydarusiyah ke lokasi bencana di Palu, Sigi serta Donggala menggunakan kapal laut.

    Kepala BPBD Kukar, Marsidik, melaporkan, bantuan yang dikirimkan meliputi beras 945 Kg, gula pasir 2 karung, mie instan 82 kardus, pakaian layak pakai sebanyak 194 karung dan 3 kardus.

    "Kemudian popok bayi 1 karung, teh celup 1 karung, minyak goreng 1 karung, perlengkapan mandi campuran 3 karung, sembako campuran 3 karung, dan susu bayi 2 karung," rincinya.

    Bantuan masyarakat Kukar untuk korban gempa dan tsunami akan dibawa oleh tim relawan ke Sulteng
    Foto: Endi

    Selain itu, pada bantuan tahap pertama ini juga disampaikan donasi hasil penggalangan dana yang diperoleh dari berbagai elemen masyarakat di Kukar dengan total sumbangan sebesar Rp 175 juta.

    Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, menyampaikan apresiasi kepada komunitas yang tergabung dalam Betulungan Social Project Development yang telah memprakarsai dan mengelola kegiatan sosial ini, termasuk pihak-pihak yang telah memberikan dukungan pada tabligh akbar dan malam amal, Senin (08/10) lalu.

    "Semoga bantuan yang diamanahkan masyarakat Kutai Kartanegara dapat disampaikan dengan baik dan dapat memberikan manfaat guna mengurangi beban saudara-saudara kita di Sulawesi tengah yang sedah mengalami musibah," ucapnya.

    Edi berharap, donasi yang terkumpul bisa terkoordinir secara baik dan terfokus bukan hanya untuk bencana namun juga kegiatan sosial lainnya seperti perbaikan sarana ibadah dan pendidikan. (end)

    ,

    Petugas menyemprotkan air di puing kebakaran yang menghanguskan 19 rumah di desa Handil Terusan
    Foto: Istimewa

    Belasan rumah warga yang berada di tepi sungai Mahakam, desa Handil Terusan, kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) hangus terbakar, Jumat (12/10) pukul 13.00 Wita.

    Bangunan yang rata-rata terbuat dari kayu ulin dan berdempetan membuat api menjalar dengan cepat hingga membakar pemukiman penduduk yang ada di RT 1 Handil D, RT 02 dan RT 04 desa Handil Terusan.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Anggana IPTU Baharuddin, mengatakan, peristiwa ini awalnya diketahui oleh warga setempat bernama Gunawan (57) yang melihat  api menjalar dari dapur rumah milik Heni alias Aneng.

    "Saat kejadian, salah seorang anak pemilik rumah tersebut bermaksud untuk masuk memadamkan api akan tetapi ditarik oleh Saksi karena api sudah membesar yang merambat dari bawah menuju ke atap rumah," ujarnya.

    Kemudian Gunawan bersama warga lainnya membantu untuk memadamkan api menggunakan alkon kecil dibantu beberapa orang melalui kapal dari arah sungai," bebernya.

    "Sekitar pukul 13.20 Wita, tiba 1 unit pemadam Fifiboat KCT - 1701 dari PT PHM CPU membantu melakukan pemadaman dari arah sungai dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 Wita," sambung Kapolsek.

    Berdasarkan data yang dihimpun Polsek Anggana, sebanyak 19 bangunan terbakar dan 21 Kepala Keluarga (KK) atau 67 jiwa kehilangan tempat tinggal.

    "Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan sekitar Rp 1,5 milyar. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," tandas IPTU Baharuddin. (end)

    ,

    Pasca ambruk, gedung Magazijn bangunan peninggalan Belanda di Loa Kulu dipasangi garis pembatas
    Foto: Fairuz Z

    Gedung Magazijn yang berada di desa Loa Kulu Kota, kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (11/10) pagi, sekitar pukul 6.30 Wita tiba-tiba ambruk.

    Staf Pelestarian Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Izhariansyah, menyebutkan, Bangunan tua peninggalan Belanda itu rubuh dibagian depan saat hujan tengah mengguyur Loa Kulu dan sekitarnya. 

    "Bangunan ini jaman Belanda dulu adalah gudang logistik, kemudian tidak dipergunakan sampai sekarang. Dugaan sementara rubuh karena faktor usia," terangnya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di lokasi kejadian,

    Namun Izhariansyah mengaku, saat ini Disdikbud masih melakukan koordinasi sembari menunggu arahan selanjutnya. Kini bangunan cagar budaya tersebut telah dipasang garis pembatas.

    Berdasarkan catatan sejarah yang dikutip dari berbagai sumber, pada masa Belanda menjejakkan kakinya di tanah Kutai, gedung Magazijn merupakan gudang milik OBM (Oost Borneo Maatschappij) perusahaan tambang batu bara pertama di Loa Kulu. 

    Kantor Magazijzn yang berada di tepi sungai Mahakam ini memiliki ciri khas bangunan dengan atap seng bergelombang berbentuk kubah, namun sebelum rubuh kondisinya memang tak terawat dan terlihat dalam posisi miring.

    Bahkan dinding bagian atas dan atapnya dililiti akar menjalar yang telah membesar ukurannya dan ditumbuhi semak-semak cukup rapat. (end)


Top