,

    Kapolres Kukar  yang baru AKBP Anwar Haidar (kiri) dan AKBP Fadillah Zulkarnaen (kanan)
    Foto: Humas Polres Kukar

    Setelah kurang lebih 19 bulan memimpin Polres Kutai Kartanegara (Kukar), posisi AKBP Fadillah Zulkarnaen kini resmi digantikan oleh AKBP Anwar Haidar.

    Dalam upacara Farewell Parade Kapolres Kukar, Minggu (10/12) kemarin, AKBP Fadillah Zulkarnaen menyampaikan beberapa hal kepada seluruh jajaran yang selama ini dipimpinnya.

    "Banyak suka duka yang saya alami bersama rekan-rekan yang tentunya semua tidak terlepas dari kerjasama kita. Saya tidak mungkin dipercaya pimpinan untuk menjadi Kapolres di Sumenep kalau tidak karena bantuan dan kerjasama dari seluruh personil Polres Kutai Kartanegara ini," kata Zulkarnaen

    Selama memimpin, lanjutnya, banyak permasalahan, cobaan dan tantangan di Kukar yang cukup pelik. "Tapi dengan kebersamaan, Alhamdulillah semuanya bisa kita hadapi dan kita atasi," ucapnya.

    Atas nama pribadi dan keluarga, Fadillah Zulkarnaen juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Polres Kukar serta berpesan agar seluruh personil senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan dalam menjalankan tugas.

    "Jaga selalu kesehatan dan jangan pernah berhenti untuk selalu berbuat kebaikan. Jadilah orang yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain," cetusnya.

    Dalam kesempatan itu juga, Fadillah Zulkarnaen meminta agar seluruh satuan mendukung Kapolres yang baru.

    "Beliau tentunya punya inovasi-inovasi baru yang akan diterapkan di Kukar ini. Anggap beliau itu seperti saya juga, dukung penuh jangan pilih-pilih, jangan banding-bandingkan, siapa pun pimpinannya harus kita dukung," tegasnya.

    Sementara AKBP Anwar Haidar yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara, mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan.

    "Saya di sini mendoakan Bapak (AKBP Fadillah Zulkarnaen, Red) ditempat yang baru semakin sukses, serta menyesuaikan kegiatan di Polres Sumenep," harapnya.

    Dihadapan seluruh jajaran personil Polres Kukar, Anwar Haidar juga memohon dukungan atas tugas dan amanah yang akan di embannya.

    "Saya juga mohon dukungan dan juga kerjasama rekan-rekan selama saya menjabat disini, karena apa artinya saya jika tidak ada rekan-rekan, dukungan serta kerjasama yang baik," ujar Anwar Haidar.

    Usai upacara Farewell Parade, AKBP Anwar Haidar mengikuti prosesi Pedang Pora, dimana AKBP Fadillah Zulkarnaen untuk terakhir kalinya menyalami satu persatu personil Polres Kukar sebagai tanda perpisahan. (end)

    ,

    Peserta kelas menulis cahaya dari berbagai sekolah yang ada di kota Tenggarong
    Foto: Istimewa

    Rumah Budaya Kutai (RBK) menggandeng Forum Lingkar Pena (FLP) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam kerjasama literasi. Kerjasama tersebut berupa kelas menulis yang diperuntukkan kepada siswa sekolah menengah. 

    Program yang diberi nama Kelas Menulis Cahaya (Cipta dan Hasilkan Karya) ini diresmikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Hifsi G Fahrannas, di Sekretariat RBK, Sabtu (09/12) kemarin.

    Peresmian Kelas Menulis Cahaya juga dihadiri oleh Ketua Gerakan Literasi Kutai Erwan Riyadi dan Pengurus IGI Kukar Suparno.

    Hifsi G Fahrannas dalam sambutannya mengungkapkan, Disdikbud Kukar mengapresiasi kegiatan ini secara penuh. 

    “Komunitas-komunitas seperti inilah yang menggerakkan kegiatan literasi di Kutai Kartanegara yang mana selaras dengan program literasi yang ada di Disdikbud dan selayaknya patut kita dukung,” ujarnya.

    Sementara itu Ketua FLP Kutai Kartanegara Novian Andri mengatakan, kegiatan kelas menulis ini adalah program yang akan mengangkat kebudayaan lokal melalui literasi. 

    “Kelas Menulis Cahaya yang sudah diresmikan memiliki tujuan untuk mengangkat kebudayaan lokal melalui literasi. Peserta antusias karena mereka memiliki wadah untuk berekspresi melalui literasi dan nantinya hasil karya mereka akan dibukukan” katanya.

    Kelas Menulis Cahaya memiliki target dalam tiga bulan akan menerbitkan buku perdana. Buku-buku tersebut nantinya akan disebarkan ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah ini sebagai wujud nyata adanya gerakan literasi Kukar yang produktif.

    Peserta Kelas Menulis Cahaya sendiri berasal dari SMA IT Nurul Ilmi, SMA YPK Tenggarong, SMKN 1 Tenggarong, SMK Farmasi dan SMP IT Nurul ‘Ilmi. 

    Untuk jumlah peserta saat ini sebanyak 50 orang yang nantinya akan dibagi kedalam kelas-kelas menulis seperti kelas artikel, kelas cerita pendek dan kelas puisi. (*)

    ,

    Hari juang Kartika ke-72 tahun 2017, Koramil 0906-07 Sebulu lakukan kegiatan penanaman pohon
    Foto: Istimewa

    Koramil 0906-07 Sebulu, Jumat (08/12) pagi, menggelar kegiatan penghijauan dengan menanam pohon di desa Manunggal Daya tepatnya di area lapangan bola kecamatan Sebulu.

    Giat penanaman pohon ini hasil kerjasama dengan pemerintah kecamatan Sebulu yang melibatkan jajaran kecamatan, Koramil, Polsek, UPT Dinas, para Kades, siswa-siswi SD, SMP, SMK, serta masyarakat setempat.

    Adapun pohon yang ditanam yakni jenis Trembesi 250 batang, buah-buahan 180 batang, Akasia dan karet 220 batang.

    Menurut Komandan Distrik Militer (Danramil) 0906-07 Sebulu, Kapten Inf Suwito, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan hari juang Kartika ke-72 tahun 2017.

    "Mengajak semua elemen masyarakat menghijaukan Kecamatan Sebulu dengan menanam pohon sebagai upaya melestarikan lingkungan tetap hijau dan asri," ujarnya.

    Kapten Suwito mengatakan, penanaman pohon ini kelak akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak cucu, sekaligus memberikan contoh agar selalu cinta lingkungan bersih dan hijau terutama untuk mencegah erosi di sepanjang sungai Mahakam Sebulu.

    "Inilah yang diharapkan, moment hari juang Kartika ini kita jadikan sebagai pembelajaran pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, salah satunya memberikan contoh yang baik kepada para generasi muda agar kreatif dan menjaga lingkungan sekitar tetap terjaga dengan baik," katanya.

    Dalam keterangan singkatnya, Camat Sebulu Mochfizar menyambut baik gagasan Koramil 0906-07 di desa Manunggal Daya ini.

    "Selamat hari juang Kartika ke-72, semoga momen ini dapat kita jadikan sebagai pelajaran mengenang para pejuang dengan kegiatan positif menanam pohon sebagai langkah menjaga dan melindungi keasrian alam Sebulu," ucapnya. (*/ir/end)

    ,

    Ir pelaku pencurian HP yang beraksi di wilayah hukum Polsek Tenggarong Seberang dibekuk polisi
    Foto: Istimewa

    Pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan Ir alias Iw (37) dibekuk polisi di Desa Bangun Rejo, RT 16, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, Selasa (05/12) lalu, sekitar pukul 03.00 Wita.

    Pelaku yang tinggal di Jalan Belibis, Gang 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda ini juga terancam hukuman atas kepemilikan senjata tajam (Sajam) jenis badik.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Supriyadi menerangkan,  selama ini pelaku telah melakukan aksi pencurian di beberapa tempat.

    "Pelaku telah beraksi di 9 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polsek Tenggarong Seberang, dimana aksi tersebut dilakukan mulai bulan September sampai Desember 2017," bebernya.

    Supriyadi mengatakan, kasus ini terungkap setelah korban bernama Ananda Adi Putra Ragil (21) warga Desa Bangun Rejo, RT 16, melapor ke petugas jika Handphone (HP) miliknya raib di kediamannya.

    "Berawal pelaku melakukan aksinya dengan mengendarai sepeda motor, kemudian cara pelaku adalah masuk ke dalam rumah korban dimana pintu tidak terkunci lalu masuk dan mengambil 1 buah HP merk Samsung Star Plus warna Putih yang berada diruang tamu," ungkapnya. 

    Setelah berhasil menggasak HP korban, pelaku kemudian berencana melakukan aksinya lagi di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang.

    "Namun pelaku terlebih dahulu berhasil diamankan oleh anggota kami dibantu warga dan selanjutnya diamankan ke kantor Polsek Tenggarong Seberang,"ujar Supriyadi.

    Dilanjutkannya, sebelumnya Polsek Tenggarong Seberang sering menerima laporan tentang pencurian HP.

    "Dengan kejadian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang IPDA Hadi Winarno bersama jajarannya sering melakukan patroli sehingga dapat menangkap pelaku," ungkapnya.

    Dari pengakuan Ir, kata Supriyadi, beberapa TKP yang menjadi sasaran pelaku adalah rumah warga dan mess perusahaan tambang batu bara. 

    "Pelaku sengaja menjadikan target mess perusahaan karena diketahui karyawan tambang pada saat tidur atau istirahat lelap, sehingga kecil kemungkinan untuk ketahuan dalam melakukan aksi pencurian," jelasnya.

    Modus pelaku sendiri yakni menggunakan pakaian atau baju lengan panjang warna biru dengan scothlite warna silver sehingga menyerupai karyawan perusahaan dengan tujuan untuk memuluskan aksinya. 

    Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Tenggarong Seberang bersama sejumlah barang bukti yaitu, 9 unit ponsel dari berbagai merk, 1 buah flash disk merk Kingston warna hitam berisi rekaman CCTV, dan 3 buah kartu ATM.

    "Turut diamankan 1 buah helm merk GM warna biru, 1 buah tas merk polo water warna hitam, 1 lembar baju lengan panjang warna biru, serta 1 lembar baju lengan panjang warna orange," rinci Supriyadi.

    Bersama pelaku pula, petugas menyita 1 bilah senjata tajam jenis badik panjang sekitar 22 cm dengan gagang dan sarung terbuat dari kayu, dan mengamankan 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mx King KT 2773 VZ warna merah kombinasi hitam.

    "Pelaku melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP Jo pasal 63 KUHP," tegas Supriyadi. (end)

    ,

    Aparat kepolisian dari Polres Kukar menciduk dua perempuan yang diduga memiliki narkotika jenis sabu
    Foto: Istimewa

    SB (40) seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Senin (04/12) pukul 22.00 Wita diciduk polisi lantaran diduga memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

    Tertangkapnya SB bermula saat anggota Satuan Intelkam Polres Kukar meringkus NA (39). Wanita yang berdomisili di Kelurahan Loa Tebu ini ditengarai tengah melakukan transaksi narkoba di Jalan Ahmad Dahlan depan SMKN 1 Tenggarong sekira pukul 21.30 Wita.

    "Saat dihampiri unit Intelkam Polres Kukar, NA sempat membuang sesuatu, petugas lantas meminta ia mengambil kembali benda yang dibuangnya tersebut," terang Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Paur Subbag Humas IPTU Aha Badulu. 

    Setelah dibuka, ternyata tisue yang dibuang berisikan narkotika jenis sabu, ketika ditanya NA mengaku mendapatkan sabu tersebut dari SB.

    "Petugas kemudian melakukan pengembangan dan bergerak hingga akhirnya berhasil meringkus SB yang tengah berada di Jalan Aji Imbut samping Warkoba Kelurahan Baru," kata Aha.

    Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti milik tersangka NA yakni 2 poket sabu, 1 HP Samsung warna putih dan 1 buah kertas tisu pembungkus sabu

    "Sementara dari tangan SB diamankan 1 poket sabu, 5 plastik klip kosong, 1 buah HP Advan warna hitam putih, 1 buah HP Samsung lipat warna hitam, uang sebesar Rp 60 ribu, 2 struk Bank untuk membungkus sabu, serta 1 buah brosur untuk membungkus plastik klip," beber Aha.

    Ditambahkan Aha, kedua tersangka telah dibawa ke Mapolres Kukar untuk diproses hukum lebih lanjut. (end)

    ,

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin memberikan kuliah umum dihadapan ratusa mahasiswa Unikarta
    Foto: R Hidayat

    Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Safaruddin menyampaikan kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) dari berbagai fakultas, Senin (04/12) pagi.

    Kapolda didampingi Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen, Sekda Kukar H Marli, Plt Rektor Unikarta Erwinsyah, Wakil Ketua DPRD Kukar Guntur, serta sejumlah dosen Unikarta.

    Dalam kuliah umum yang mengangkat tema "Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Wilayah Provinsi Kalimantan Timur" itu, Safaruddin menyampaikan kemungkinan kerawanan-kerawanan yang akan terjadi kedepan.

    "Mahasiswa kan juga memegang peranan penting bersama-sama dengan aparat keamanan TNI-Polri untuk menjaga keamanan di Kalimantan Timur," ujarnya.

    Dikatakannya, peran mahasiswa diperlukan dalam menjaga situasi kamtibmas, terlebih jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 mendatang. Ia pun berharap agar para mahasiswa menjadi generasi muda yang kuat serta mempunyai kemauan keras.

    "Punya pengetahuan, kompetensi dan punya moralitas yang bagus kedepan untuk membangun negara ini," tegasnya.

    Secara khusus, Safaruddin memberikan apresiasinya kepada para mahasiswa Unikarta dalam mengikuti materi kuliah umum yang disampaikannya.

    "Cukup bagus antusiasnya, responnya cukup bagus. Mudah-mudahan secara rutin kita bisa berkomunikasi, bersilaturrahmi dengan mahasiswa di Unikarta ini," ucapnya.

    Diakuinya, kuliah umum di Tenggarong bukanlah kali pertama disampaikannya, namun merupakan yang kedua kalinya, termasuk sejumlah kampus di Kaltim.

    "Unmul juga sudah pernah, Balikpapan, dan di beberapa universitas yang ada di Kalimantan Timur," tutup Safaruddin. (end)

    ,

    Petugas unit Laka Lantas Polsek Anggana menunjukkan sepeda motor Honda Beat yang terlibat kecelakaan
    Foto: Dok. Unit Laka Lantas Polsek Anggana

    Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Poros Kutai Lama, RT 08, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (04/12) sekira pukul 08.00 Wita.

    Kecelakaan ini terjadi antara pengendara sepeda motor Suzuki Shogun warna hitam-merah plat dasar hitam dengan nomor polisi KT 3821 CP bernama Risna (38), dengan Muhammad Subhan Dika (16) pengendara sepeda motor Honda Beat warna putih plat dasar warna hitam nomor polisi KT 6395 BV.

    "Semula sepeda motor yang dikendarai oleh Saudara Muhammad Subhan Dika melaju dari arah Desa Handil terusan menuju ke desa Kutai Lama dengan kecepatan tinggi," terang Kapolsek Anggana IPTU Suwarsono. 

    Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), dari arah berlawanan melintas sepeda motor dengan kecepatan sedang yang dikendarai Risna, warga Jalan Poros Kutai Lama, RT 08, Desa Kutai Lama.

    "Namun pada saat jalan menikung ke kiri, kendaraan yang dikendarai Saudara Muhammad Subhan Dika melambung ke sebelah kanan jalannya. Karena jarak masing-masing kendaraan sudah dekat, maka terjadilah kecelakaan tersebut," ujar Suwarsono.

    Akibatnya, Risna yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) itu mengalami luka patah tangan sebelah kanan, patah di bagian leher dan pinggang. 

    "Namun korban meninggal dunia dalam perjalanan pada saat dibawa menuju ke RSUD AW Sjahranie Samarinda," jelasnya lagi.

    Sementara Muhammad Subhan Dika mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan. Dari hasil olah TKP, lanjut Suwarsono, penyebab kecelakaan 100 persen diakibatkan oleh faktor manusia.

    "Kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor Honda Beat yang tidak memperhatikan kecepatan kendaraan, dan pada saat jalan menikung ke kiri kendaraan tersebut melambung ke sebelah kanan jalan," bebernya.

    Lokasi kejadian sendiri merupakan jalan cor, tidak terdapat garis marka, dan bukan kawasan pemukiman penduduk. Saat peristiwa terjadi keadaan cuaca cerah, arus lalu lintas sepi, namun tidak terdapat rambu rambu lalu lintas.

    "Pasca kejadian, petugas telah mengambil langkah-langkah dengan memasang spanduk himbauan daerah rawan laka, serta melaksanakan patroli di daerah rawan laka," demikian jelas Suwarsono. (end)

    ,

    Ruang kelas tak mencukupi, pelaksanaan UAS UT Kudungga gunakan gedung SMP Negeri 3 Tenggarong
    Foto: R Hidayat

    Sebanyak lebih dari 1.000 mahasiswa universitas terbuka (UT) Kudungga mengikuti ujian akhir semester (UAS) yang berlangsung selama dua hari yakni 2 - 3 Desember 2017, di gedung SMP Negeri 3 Tenggarong.

    Sebagian besar mahasiswa peserta UAS berprofesi sebagai guru PAUD dan SD yang berasal dari berbagai kecamatan di Kukar.

    UT Kudungga sendiri harus meminjam gedung milik sekolah lain agar bisa menyelenggarakan UAS, mengingat sampai saat ini belum memiliki ruang kelas yang cukup untuk menampung para mahasiswanya.

    Wakil Ketua DPRD Kukar, Supriyadi pun mengapresiasi keberadaan dan peran universitas terbuka (UT) yang hingga kini turut serta membantu pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas tenaga pendidik.

    “Kita mengapresiasi keberadaan universitas terbuka yang sudah turut membantu masyarakat Kukar dalam memajukan SDM,” ujarnya usai memantau pelaksanaan UAS UT Kudungga, Sabtu (02/12) pagi.

    Selaku perwakilan dari DPRD Kukar, dirinya bersama sama pemerintah kabupaten akan bekerja agar keberadaan UT ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

    “Kami ingin keberadaan UT ini bisa lebih maksimal, dengan adanya pembangunan gedung milik sendiri dan sarana penunjang lainnya. Tentunya perlu dukungan dari pihak pemerintah pusat dan provinsi” ucapnya.

    Supriyadi berencana akan berkoordinasi dengan pihak pengelola UT untuk mengadakan kuliah umum dengan menghadirkan berbagai narasumber yang berkompeten, sehingga bisa meningkatkan kualitas pengetahuan para mahasiswa. (rhi/end)


Top