, ,

    PT PHM mulai uji coba pemancangan pipa pengeboran buatan produsen nasional di lapangan tunu
    (Foto: Humas PHM)

    PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dengan dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Subholding Upstream Regional Kalimantan dan SKK Migas, memulai pelaksanakan uji coba pemancangan pipa pengeboran buatan produsen dalam negeri di Lapangan Tunu yang berada di rawa-rawa Delta Mahakam, 14 September 2021 lalu.

    Dalam uji coba ini, material pipa ukuran 20 inchi tersebut akan digunakan sebagai pipa konduktor (pipa yang pertama kali ditanam di tanah), dimana pemasangannya dilakukan dengan cara menumbuknya dengan menggunakan diesel hammer hingga kedalaman 100-120 m.

    Tahap pengujian pipa ini merupakan bagian dari inisiatif PHM untuk memberdayakan industri lokal dengan semangat peningkatan kapasitas nasional di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. PHM terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan operasi Drilling dan Well Intervention, yang sangat membutuhkan tingkat keselamatan yang tinggi.

    Penggunaan material pipa pengeboran buatan dalam negeri ini merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya PHM sukses mengembangkan berbagai aksesoris sumur buatan dalam negeri melalui kolaborasi dan pembinaan dengan beberapa produsen nasional yang saat ini sudah beralih ke tahap implementasi industrialisasi. 

    Tantangan terbesar dalam inisiatif ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan spesifikasi teknis material yang tinggi dan sangat ketat. Kesesuaian spesifikasi teknis menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan dan integritas sumur selama bertahun-tahun masa produksinya.

    Setelah melalui tahapan pembinaan, produksi manufakturing pipa ERW (Electric Resistance Welding), dan quality control yang ketat sepanjang tahun, di bulan September 2021 ini salah satu uji produksi pipa produsen nasional telah sampai ke tahap uji pemancangan di lapangan. WK Mahakam, metode pemancangan harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati, karena selain untuk mencapai fungsi utamanya, melalui metode khusus pipa diarahkan agar tidak menabrak (anti collision) pipa-pipa dari sumur-sumur lain (jumlahnya ribuan) yang sudah dibor sejak pengembangan WK Mahakam pada tahun 1974. Metode ini disebut PERTACERDIK (Pertamina CP Driving Kit) dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

    Proses perdana pengujian lapangan ini disaksikan oleh Manajemen PHM selaku operator WK Mahakam, SKK Migas, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang baru saja berganti nama menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangkaian kunjungan yang meliputi tinjauan pekerjaan persiapan pipa konduktor di area Tamapole dan operasi pemancangan di sumur lapangan Tunu.

    General Manager PHM, Agus Amperianto, menyampaikan bahwa PHM akan terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi migas untuk mendukung capaian produksi migas nasional 1 Juta BOPD di 2030, terutama dalam kegiatan project, maintenance dan operasional pengeboran. “Kami akan terus mempertahankan kinerja capaian komitmen TKDN yang sudah sangat baik saat ini agar menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Tujuannya satu, yaitu Mahakam Bangkit untuk Indonesia Maju!” kata Agus.

    Dia juga mengungkapkan rangkaian pembinaan dan pengujian pipa produksi dalam negeri di WK Mahakam adalah sebagai bukti peran aktif dan positif sektor hulu migas bagi kemajuan perekonomian nasional.

    Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, menyampaikan, SKK Migas telah menetapkan rencana dan strategi dalam target transformasi Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 di tahun 2030, yakni selain meningkatkan produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas, yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan efek berganda (multiplier effect) industri hulu migas.

    “SKK Migas memberikan kesempatan kepada penyedia barang dan jasa dengan technical assistance dari BPPT untuk mengembangkan pipa konduktor. Secara prototype, pipa konduktor ini sudah dapat dilakukan uji coba, tinggal ke depan akan dibahas untuk sisi komersialnya,” ungkap Erwin.

    SKK Migas terus mendukung dan memberikan arahan kepada KKKS dan penyedia barang dan jasa nasional yang ingin maju dan berkembang. “Komitmen dari PHM dalam menggunakan produk pipa dalam negeri adalah bentuk nyata kiprah sektor hulu migas untuk memajukan industri nasional agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menciptakan kemanfaatan ekonomi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” lanjut Erwin.

    Lebih lanjut Erwin menjelaskan, untuk terus mendukung hal tersebut, SKK Migas bersama KKKS akan mengadakan acara Forum Kapasitas Nasional 2021 pada Oktober 2021 mendatang. Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi para penyedia barang dan jasa nasional untuk meningkatkan kolaborasi dengan industri migas. “Forum ini diharapkan dapat mendorong transformasi aktif mereka untuk mengimplementasikan program-program peningkatan kapasitas nasional,” harapnya. (*)

    ,

    Bupati Edi Damansyah lantik 9 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di kawasan CBD Tenggarong
    (Foto: Revangga)


    Gerbong mutasi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin kembali bergerak untuk kedua kalinya, Senin (13/09/2021) pukul 16.00 Wita.

    Baca JugaGerbong Mutasi Edi-Rendi Mulai Bergulir, 217 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik

    Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini berlangsung di Bundaran CBD Tenggarong. Ada 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Kukar yang dirotasi.

    Bupati Kukar Edi Damansyah kembali menegaskan, pergantian pejabat merupakan hal yang lumrah dalam organisasi pemerintahan Ia pun meminta agar rotasi jabatan tidak disikapi secara berlebihan.

    "Selain dari kebutuhan organisasi, ini juga bagian dari pengembangan karir, jadi tidak usah dibawa kemana-mana. Ini penting saya sampaikan, karena saat ini kita dituntut untuk bekerja," ucapnya.

    Dia bersama Wakil Bupati Rendi Solihin telah bersepakat jika dalam menata manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) berpedoman pada kaidah-kaidah, peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

    "Kami bersepakat bagaimana akan membangun sistem kompetisi yang harus terbangun dengan baik di pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara. Saya bersama Wakil Bupati telah diberikan amanah oleh masyarakat, Pejabat Tinggi Pratama juga diberikan amanah oleh masyarakat tetapi bedanya melalui kami, jangan sia-siakan amanah dan jangan rusak kepercayaan ini," pinta Edi.

    Ia menyebutkan, pelatikan yang berlangsung di kawasan CBD Tenggarong, merupakan sebuah pesan jika pemerintah daerah dihadapkan dengan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

    "Kami bersama Wakil Bupati dalam tatanan kebijakan bersama DPRD sudah bekerja menetapkan kebijakan-kebijakan pembangunan, tetapi kita selalu lemah dalam tahapan eksekusinya, ini yang harus diperbaiki kedepan," cetusnya. (end)


    Daftar Mutasi 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Kukar

    1. Muhammad Yamin, ST, MT - Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM
    2. Ir Dadang S Supriyatman - Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan
    3. Ir Didi Ramyadi, MM - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
    4. Ir Ahyani Fadianur Diani, MM - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 
    5. Ir Wicaksono Subagio, MP - Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga
    6. Ir H Bahteramsyah MM - Kepala Dinas Ketahanan Pangan
    7. Dapif Hariyanto, S Sos, MSi - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian
    8. Ir H Ahmad Hardi Dwi Putra - Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
    9. H Hamli, SE - Kepala Dinas Sosial

    , ,

    Polisi temukan ratusan butir obat keras jenis Double L dari rumah seorang warga di Lebak Cilong
    (Foto: Polsek Muara Muntai)

    Anggota Polsek Muara Muntai membekuk seorang pria berinisial AD alias ND (41) yang diduga sebagai pelaku peredaran obat keras, Kamis (09/09/2021).

    Awalnya seorang pria dengan gerak gerik mencurigakan tengah melintas di Jalan poros Samarinda - Melak tepatnya di depan rumah Bbabinkamtibmas Desa Muara Leka, RT 004, Kecamatan Muara Muntai. Petugas yang melihatnya kemudian menghentikan pria tersebut.

    "Setelah itu anggota melakukan penggeledahan badan dan menemukan obat keras jenis LL di dalam tas pinggang sebanyak 10 bungkus plastik yang berjumlah sebanyak 60 butir," terang Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama melalui Kapolsek Muara Muntai IPTU Basuki, Jumat (10/09/2021).

    Saat ditanya dari mana ia membeli obat keras yang ditemukan petugas, pria berisial PT ini mengaku mendapatkan dari AD. Petugas pun langsung begerak mengecek kebenaran dari keterangan tersebut dengan mendatangi rumah orang tua AD di desa Lebak Cilong, kecamatan Muara Wis.

    "Lalu anggota bertemu saudara AD di rumah orang tuanya, kemudian langsung melakukan penggeledahan dan menemukan 29 bungkus plastik yang jumlahnya sebanyak 174 butir dan 20 bungkus plastik sebanyak 60 butir obat keras jenis LL," rincinya.

    Petugas mendapati ratusan obat keras tersebut di dalam dompet kecil warna pink yang tersimpan di dalam rumah tepat di samping pintu depan. Saat barang bukti ini ditunjukkan kepada AD, ia pun membenarkan dan mengakuinya.

    "Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Muara Muntai guna dilakukan proses hukum," kata Basuki.

    AD sendiri disangkakan Pasal 197 Ayat (1) Jo Pasal 196 Ayat (1) Jo Pasal 98ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. (end)

    ,

    Pemadaman 1 unit rumah yang terbakar jelang tengah malam di Jalan Bougenville, Tenggarong
    (Foto: Polsek Tenggarong)

    Peristiwa kebakaran terjadi jelang tengah malam di kota Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kejadian ini dilaporkan pada Rabu (08/09/2021) sekira pukul 23.30 Wita.

    Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama melalui Kapolsek Tenggarong IPTU Nursan menyebutkan, musibah kebakaran terjadi di Jalan Bougenville, Nomor 84, RT 08, Kelurahan Sukarame.

    "Peristiwa ini mengakibatkan 1 unit bangunan rumah terbakar. Bangunan tersebut milik Saudari Satoni (48)," terangnya.

    Sumber api pertama kali diketahui berasal dari bagian dapur rumah. Awalnya Muhammad Alif (20) mendengar suara percikan dari bagian belakang rumah atau dibagian dapur pada saat sedang bermain HP.

    "Saksi kemudian mengecek ke belakang bagian dapur dan melihat ada asap dan berusaha memadamkan dengan menyiram menggunakan air," ujar Nursan.

    Namun karena api tidak bisa dipadamkan, Alif kemudian lari ke dalam kamar dan membangunkan penghuni rumah lainnya yakni Noni Ludiratiwi (20) dan selanjutnya keluar dari dalam rumah.

    "Api dapat dipadamkan dengan bantuan 2 unit mobil PMK Kukar, Tim Balakar, serta dibantu warga sekitar," sambungnya.

    Nursan mengatakan, kebakaran tersebut diduga akibat konsleting listrik. Sementara kerugian materil ditaksir kurang lebih 100 juta. (end)

    , ,

    Kapolres Kukar didampingi Kasat Rerskrim menunjukkan barang bukti kasus pembakaran rumah
    (Foto: Endi)

    Warga kota Tenggarong beberapa waktu lalu sempat dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Gunung Belah, Gang Tanjung 1, RT 74, Kelurahan Loa Ipuh. Belakangan diketahui ternyata ada unsur lain dibalik kejadian ini.

    Sebagaimana disampaikan Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama melalui press conference, Rabu (08/09/2021) kemarin, pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil pemeriksaan polisi terhadap RD seorang perempuan berusian 37 tahun yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran tersebut.

    Ia menjelaskan, awalnya pada Selasa (24/08/2021), RD terlibat cekcok mulut dengan suaminya MA lantaran tersangka menggunakan sepeda motor milik sang suami, suaminya lantas mengeluarkan kata-kata kasar hingga ingin menghabisinya.

    Usai cekcok, MA pergi menggunakan sepeda motor, saat itulah RD meminjam korek api kepada AR yang tinggal satu rumah bersama tersangka. Ia pun mencoba membangkar satu sepeda motor lagi milik suaminya yang terparkir dipinggir jalan dalam keadaan rusak namun dihalangi AR.

    "Selanjutnya tersangka pergi ke warung untuk membeli 1 buah korek api gas yang tidak jauh dari rumahnya. Tersangka kembali ke rumah untuk membakar sebuah bantal yang berada di dalam kamarnya," terang Arwin.

    Setelah terbakar, RD keluar rumah dan mengunci pintu kamarnya menggunakan gembok. Ia pun berdiri sambil memandangi rumah yang mulai mengeluarkan asap. Kejadian ini mengakibatkan dua rumah tetangganya ikut terbakar.

    "Atas kejadian tersebut, Team Alligator Sat Reskrim Polres Kukar melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi dari korban dan saksi-saksi bahwa pelaku pembakaran adalah Saudari RD alias AT," bebernya.

    Kemudian pada Minggu (29/08/2021) sekitar pukul 20.00 Wita, Team Alligator mendapatkan informasi jika tersangka berada di dalam bus dengan tujuan Banjarmasin, posisi bus saat itu berada di fery penyeberangan Penajam.

    Team Alligator yang dipimpin IPDA RM Sagi Janitra segera meluncur ke lokasi serta melakukan koordinasi dengan Polres dan Polsek yang kemungkinan akan dilewati bus dimaksud.

    "Bus yang ditumpangi pelaku lewat Polsek Long Kali dan berhasil dihentikan oleh personel Polsek tersebut, saat bus diberhentikan dan diperiksa, benar saja pelaku berada didalamnya. Selanjutnya personel Polsek Long Kali mengamankan pelaku," sambung Arwin.

    Tersangka kini berada di dalam tahanan Mako Polres Kukar, petugas juga telah mengamankan sejumlah baramg bukti. Ia dikenakan Pasal 187 KUHP atau Pasal 188 KUHP dengan ancaman kurungan 12 sampai 15 tahun penjara. (end)

    , ,

    Kapolres Kukar (tengah) ungkap kasus cekcok tanah di Samboja yang menewaskan seorang wanita
    (Foto: Endi)

    Perselisihan hingga berujung maut terjadi di Gunung Panjang, RT 003, Kelurahan Amborawang Laut, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) pada akhir Agustus lalu.

    Pemicunya bermula karena selisih paham atau sengketa terkait batas tanah antara AD (41) dengan korban AK (52). Masing-masing dari keduanya mengaku kepemilikannya.

    Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama kepada awak media didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sopian, Rabu (08/09/2021) siang.

    Awalnya pada Selasa (31/08/2021) lalu, korban bersama suaminya berangkat dari Balikpapan menuju lokasi tanah miliknya di Kelurahan Amborawang Laut. Ketika tiba sekitar pukul 13.30 Wita, korban turun dari mobil tanpa diikuti suaminya dan mendatangi salah satu saksi yang pada saat itu sedang bekerja membuat kapling tanah. 

    "Kemudian saksi menyampaikan bahwa lokasi tanah milik korban tersebut sudah ada terpasang patok baru," terang Kapolres.

    Selang beberapa saat secara tiba-tiba pelaku dengan membawa sebilah parang mendatangi korban, sempat terjadi cekcok atau adu mulut antara keduanya.

    "Kemudian pelaku mencabut parang dan mengayunkan parang tersebut sebanyak 3 kali ke arah korban dan mengenai kepala sebelah kanan bagian bawah dan tangan korban di bagian siku hingga putus, kemudian pelaku melarikan diri" bebernya.

    Suami korban yang melihat kejadian tersebut bersama saksi kemudian berupaya menolong dan membawa korban ke RSUD Kanudjoso, Balikpapan. Sekira pukul 17.23 Wita, korban yang masih dalam penanganan akhirnya meninggal dunia.

    "Atas kejadian tersebut, Tim gabungan Polsek Samboja dan Team Alligator Sat Reskrim Polres Kukar melakukan profiling terhadap pelaku dan interogasi kepada keluarga pelaku dan warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP)," kata Kapolres.

    Kemudian diperoleh informasi jika pelaku lari ke arah hutan belakang rumah kakak kandungnya. Selanjutnya dilakukan pengejaran dan penyisiran di kebun karet dan pondok-pondok yang diperkirakan sebagai tempat persembunyian pelaku, tim gabungan pun melibatkan warga sebagai penunjuk jalan.

    "Setelah 4 hari pencarian dan penyisiran, tim gabungan memperoleh info dari warga bahwa pelaku bersembunyi di salah satu pondok kebun karet milik warga," ungkapnya.

    Berbekal informasi warga, tim gabungan menuju pondok tersebut, dan pada Sabtu (04/09/2021) sekira pukul 09.00 Wita, pelaku berhasil diamankan tim gabungan tanpa perlawanan.

    "Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Samboja untuk proses lebih lanjut," sambung Kapolres.

    Barang bukti yang diamankan yakni sebilah parang lengkap dengan sarungnya, baju pelaku, serta baju korban.

    "Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 7 tahun," tandasnya. (end)

    ,

    Pelantikan pejabat Administrator dan Pengawas di ruang serba guna kantor Bupati Kutai Kartanegara
    (Foto: Istimewa)


    Pasca 6 bulan dilantik pada 26 Februari 2021 lalu, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin mulai menggulirkan mutasi gelombang pertama, Senin (06/09/2021) sore.

    Baca JugaEnggan Terburu-buru, Edi Damansyah Ingin Penempatan Pejabat Bisa Perkuat Visi Misi Kepala Daerah

    Bertempat di ruang serba guna kantor Bupati Kukar, Edi memimpin pelantikan serta pengambilan sumpah pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemkab Kukar secara langsung dan virtual dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

    Hadir Sekda Kukar Sunggono selaku Ketua Tim Penilai Kinerja (TPK), para Asisten dan Staf Ahli. Didampingi Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Edi mengatakan jika mutasi pejabat merupakan tuntutan organisasi pemerintah.

    "Mutasi, rotasi, promosi, itu adalah hal lumrah dan harus dilakukan dalam suatu organisasi. Jadi menyikapi hal ini (mutasi, red) tidak usah berlebihan, tidak usah menduga macam-macam," ujarnya.

    Dia bersama Wakil Bupati Rendi Solihin telah bersepakat untuk menata birokrasi dan manajemen ASN sesuai koridor aturan main, dengan harapan akan menumbuhkan semangat kompetisi di lingkungan Pemkab Kukar. Ia pun meminta agar tidak ada anggapan atau aspek lain dalam mutasi ini apalagi dikaitkan dengan Pilkada.

    "Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada DPRD Kutai Kartanegara, karena di beberapa kesempatan rapat paripurna, pandangan beberapa Fraksi memberikan sorotan yang sangat besar terhadap bagaimana pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara menata ASN, beberapa Fraksi menyarankan agar ASN ini merata di setiap kecamatan dan kelurahan," kata Edi.

    Terhitung sejak digulirkannya mutasi hari ini, Pemkab Kukar akan mulai menata dan mendistribusikan ASN ke tingkat kecamatan serta kelurahan, hal tersebut didasarkan pada masih kurangnya pejabat struktural maupun fungsional pada tingkatan tersebut.

    "Kalau dalam penetapan kalian ditugaskan di kecamatan, kelurahan, jangan ada pemikiran bahwa kami membuang kalian, ini hanya bagian dari kita untuk menata, karena bagaimana layanan kepada masyarakat itu akan berkualitas dan baik, salah satu faktornyanya adalah bagaimana SDM ASN berada secara merata," tegasnya.

    Ada 217 pejabat yang dilantik, dia pun meminta seluruh pejabat Administrator maupun Pengawas yang telah diambil sumpahnya agar bekerja dengan sungguh-sungguh disertai itikad dan niat baik. 

    "Saya ingin saudara-saudara yang sudah ditempatkan lakukan perubahan di unit kerja-masing-masing. Lakukan perbaikan, karena tuntutan saat ini sangat cepat akan perubahan. Pejabat Administrator dan Pengawas saya berharap agar mampu mengembangkan kompetensinya secara mandiri, karena pemerintah kabupaten sangat terbatas untuk menyelenggarakan Diklat (Pendidikan dan pelatihan)," cetus Edi.

    , ,

    Warga Mueng yang akan mengikuti vaksinasi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan
    (Foto: Arian)

    Meski tinggal di desa terpencil dan bermukim diatas danau, warga Desa Muara Enggelam (Mueng), Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), antusias mengikuti vaksinasi massal dosis pertama COVID-19, Kamis (02/09/2021).

    Vaksinasi massal dimulai sejak pukul 10.30 hingga 16.00 Wita. Vaksinasi berlangsung di gedung pasar RT 003, Desa Muara Enggelam.

    Tenaga kesehatan Puskesmas Pembantu (Pusban) Muara Enggelam, Ramsyah, menyebutkan, vaksin dosis pertama yang diberikan yakni jenis AztraZeneca.

    "Yang datang memenuhi undangan 144 orang," ujar pria yang juga Direktur BumDes Bersinar Desaku saat dihubungi media ini.

    Namun ada sekitar19 orang warga Mueng yang harus tertunda mendapatkan vaksin, rata-rata mengalami hipertensi di angka 180/100 mmHg.

    "Sampai hari ini warga Mueng yang sudah di vaksin mencapai kurang lebih 107 orang." bebernya.

    Salah satu warga Desa Muara Enggelam diberikan suntikan vaksin dosis pertama jenis AztraZeneca
    (Foto: Ramsyah)

    Ia mengatakan, sasaran vaksinasi massal ini mulai dari usia 18 tahun ke atas, sedangkan tim vaksinator merupakan tenaga kesehatan dari Puskesmas Muara Wis.

    "Rata-rata usia produktif yang hadir. Alhamdulillah antusias warga cukup baik," sambung Ramsyah yang telah mendedikasikan dirinya untuk Desa Muara Enggelam.

    Setelah observasi, warga yang akan meninggalkan lokasi vaksin diingatkan jika akan diupayakan vaksin kedua setelah menerima dosis pertama.

    "Insya Allah kami akan bekerjasama lagi dengan Tim Satgas COVID-19 Desa Mueng untuk mendatangkan lagi tim vaksin COVID-19 Puskesmas Muara Wis ke Mueng dengan memfasilitasi transportasi dan makan minum melalui dana desa 8 persen," sambungnya.

    Dia pun berharap agar warga yang belum di vaksin timbul kesadaran, sebab vaksinasi merupakan salah satu upaya perlindungan agar terbentuk Herd Immunity atau kekebalan kelompok.

    "Apabila melalui vaksin baik dosis pertama dan kedua, yang apabila ingin capaian 80 persen warga harus di vaksin, maka warga Mueng kurang lebih 400 jiwa lagi harus di vaksin," cetus Ramsyah. (end)


Top