, ,

    Disdikbud kembali mengeluarkan surat edaran perpanjangan kegiatan belajar di rumah hingga 20 Juni
    (Foto: Endi)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memutuskan kegiatan belajar di rumah jenjang PAUD, SD/Ml dan SMP/MTs kembali diperpanjang, terhitung mulai tanggal 2 - 20 Juni 2020.


    Keputusan ini tertuang dalam surat edaran Nomor: B-1601/Disdikbud/DPK-I/065/5/2020 tentang perubahan ketiga atas surat edaran Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: B-1201/Disdikbud/DPK-I/065/4/2020 tentang evaluasi kebijakan pendidikan dalam menyikapi penyebaran wabah virus corona disease 2019 (COVID-19).

    Terkait hal itu, pihak sekolah agar memastikan para orang tua mengawasi putra/putrinya belajar di rumah dan mengikuti proses pembelajaran daring (dalam jaringan) dan atau mengerjakan tugas yamg diberikan pihak sekolah.

    Dalam edaran tersebut juga terdapat beberapa poin terkait mekanisme kelulusan dan kenaikan kelas dalam masa darurat penyebaran COVID-l9, yang dilakukan dengan mengacu pada surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Nomor: D 1016/DISDIKBUD/DPK-1/065/4/2020.

    Kepala Sekolah dan guru pun diminta melaksanakan persiapan pengumuman kelulusan bagi siswa kelas akhir dan kenaikan kelas bagi kelas bawah dengan tetap menjaga komunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua siswa. 

    Sementara tata cara pengumuman kelulusan bagi peserta didik kelas akhir dapat dilakukan dengan cara daring melalui media sosial (WA, FB, Line dan lain-lain), media informasi baik radio maupun televisi, email atau website sekolah, video conference, surat

    Sedangkan kenaikan kelas jenjang SD/MI dan SMP/MTs dapat dilakukan dengan cara menyampaikan inlormasi kenaikan kelas dalam bentuk file Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) semester genap melalui grup WA wali siswa

    Bagi daerah yang tidak ada jaringan internet maka. penyampaian hasil kenaikan kelas dapat dilakukan melalui surat.

    Pembagian dokumen Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) dapat dilakukan pada saat peserta didik sudah masuk sekolah secara normal.

    Pelaksanaan libur Semester Genap bagi satuan pendidikan PAUD/RA, SD/MI. dan SMP/M'Ts berdasarkan kalender pendidikan tahun pelajaran 2019/2020, dimana libur semester genap tanggal 22 Juni sampai dengan 11 Juli 2020.

    "Hari pertama masuk sekolah tahun pelajaran 2020/2021 tanggal l3 Juli 2020," demikian bunyi edaran yang ditandatangani Plt Kadisdikbud Kukar Ikhsanuddin Noor per 29 Mei 2020.

    ,

    Tambahan 10 kasus sembuh per 29 Mei disampaikan Jubir gugus tugas COVID-19 Kukar Martina Yulianti
    (Foto: Endi)

    Angka kesembuhan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengalami penambahan per 29 Mei 2020.


    "Jumlah yang saya umumkan pada hari ini, Alhamdulillah sebanyak 10 kasus sembuh," terang juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar, Martina Yulianti melalui zoom meeting.

    Dikatakannya, hingga hari ini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar sebanyak 46 kasus. 

    "Terdiri dari 7 orang sedang menjalani perawatan dan 39 kasus dinyatakan telah sembuh," rinci Yuli.

    Adapun pasien sembuh kali sebanyak 8 orang dari klaster Gowa, 1 orang klaster Magetan, dan 1 orang lagi pelaku perjalanan dari Balikpapan.

    "Saya ucapkan selamat kepada semua pasien dan keluarga atas kesembuhannya. Tetap lakukan isolasi
    mandiri di rumah selama 14 hari ke depan dan menjadi contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya dalam upaya pencegahan COVID-19 melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat," ucapnya. (end)


    10 Kasus Sembuh Per 29 Mei 2020

    l. KK-4, perempuan 52 tahun,  dari Kecamatan Muara Badak yang merupakan anggota keluarga pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 33 hari.

    2. KK-24, laki-laki 29 tahun, dari Kecamatan Muara Badak, merupakan pelaku perjalanan dari Magetan dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 30 hari.

    3. KK-29, laki-laki 46 tahun, dari Kecamatan Loa Kulu, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 33 hari.

    4. KK-33, laki-laki 47 tahun, dari Kecamatan Loa Janan, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 33 hari.

    5. KK-36, laki-laki 20 tahun, dari Kecamatan Sebulu, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 22 hari.

    6. KK-37, laki-laki 54 tahun, dari Kecamatan Muara Badak, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 25 hari.

    7. KK-41, laki-laki 40 tahun, dari Kecamatan Muara Jawa. merupakan pelaku perjalanan dari Balikpapan dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 19 hari.

    8. KK-42, laki-laki16 tahun, dari Kecamatan Muara Jawa, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 19 hari.

    9. KK-43, laki-laki 50 tahun, Kecamatan Marangkayu, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 30 hari.

    10. KK-44, laki-laki 39 tahun, dari Kecamatan Samboja, merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 17 hari.

    ,

    Jubir gugus tugas COVID-19 Kukar Martina Yulianti berharap TCM bisa tiba dalam waktu dekat
    (Foto: Endi)

    Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menunggu tibanya alat uji sampel swab Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). 

    Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar Martina Yulianti mengatakan, alat tes tersebut saat ini telah berada di Jakarta, sedangkan cartridge yang dipesan dari luar negeri baru tiba pada Rabu (27/05).

    "Kalau mesinnya sudah ada di Jakarta. Per hari ini (kemarin) cartridge-nya sudah datang, kita mendorong dalam minggu-minggu ini bisa dibawa ke Tenggarong, tapi paling lambat minggu depan, karena kita ketahui penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan tidak setiap hari," ujarnya melalui zoom meeting tadi malam.

    Dikatakan Yuli, saat ini terjadi pengurangan jadwal penerbangan hingga awal Januari tahun depan, sehingga pengiriman alat uji swab virus corona itu ke Kukar turut mengalami keterlambatan.

    "Tapi dalam waktu dekat kita sudah bisa running sendiri (uji swab). Alat kita itu sama dengan yang ada di RSUD Kanujoso (Balikpapan), namanya TCM atau Tes Cepat Molekuler, agak berbeda berbeda dengan yang ada di rumah sakit Pertamina (Balikpapan) dan RSUD AW Sjahranie (Samarinda) yang memang real time PCR, dimana memang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing," ucapnya.

    Yuli menyebutkan, selama ini sampel uji swab dikirimkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar ke Dinkes Provinsi Kaltim.

    "Dinas Kesehatan Provinsi yang mendistribusikannya, apakah ke Surabaya, Samarinda atau ke Balikpapan. Namun sejak lebaran kemarin kelihatannya dikirimkan ke Samarinda saja. Beberapa hari lalu kita masih menunggu hasil-hasil dari Surabaya yang memang hasilnya kadang-kadang lama," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID--19 Kukar Martina Yulianti
    (Dok. zoom meeting)

    Pengumuman penambahan 4 kasus sembuh disampaikan oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar, Martina Yulianti, Rabu (27/05) malam ini.


    Dengan demikian, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar sampai hari ini sebanyak 46 kasus yang terdiri dari 17 orang sedang menjalani perawatan dan 29 kasus dinyatakan telah sembuh.

    "Kita berharap 17 orang ini dapat kita dengar kabar negatif dari swab berikutnya, yang jelas kita sudah melakukan swab dan dikirim tinggal menunggu hasil. Mudah-mudahan bisa segera selesai semua kasusnya," ujar Yuli melalui zoom meeting.

    Meski demikian, pihaknya tetap waspada, dimana tenaga medis yang berada di puskesmas-puskesmas terus berupaya melakukan pelacakan kasus terhadap kontak erat dari penderita yang sudah terkonfirmasi positif.

    "Karena kita belum bisa mengatakan bahwa kasus klaster Gowa sudah putus mata rantai. Kita melihat karakteristik yang ada di klaster ini lebih dari 14 hari masih positif dan terdapat penularan-penularan kepada anggota keluarga terdekat," katanya.

    Karenanya akan dilakukan swab terhadap kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

    "Tidak lain tujuannya adalah agar kita tahu dengan pasti bagaimana status kesehatan dari saudara-saudara kita tersebut, apakah memang negatif atau pun positif," tegas Yuli. (end)


    4 Kasus Sembuh Per 27 Mei 2020

    1. KK-6, usia 38 tahun, jenis kelamin laki-laki, dari Kecamatan Tenggarong. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorok negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-6 merupkan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 34 hari.

    2. KK-31, usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki, dari Kecamatan Muara Badak. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorok negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-31 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 24 hari.

    3. KK-34, usia 44 tahun, jenis kelamin laki-laki, dari Kecamatan Muara Badak. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorok negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-34 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 24 hari.

    4. KK-40, usia 58 tahun, jenis kelamin laki-laki, dari Kecamatan Kembang Janggut. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorok negatif selama 2 kali berturut-turut. KK-40 merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 29 hari.

    ,

    Jubir gugus tugas COVID-19 Kukar Martina Yulianti menyebut penerapan new normal tidak bisa gegabah
    (Foto: Endi)

    Skenario "The New Normal" (normal baru) di tengah pandemi COVID-19 yang disiapkan pemerintah pusat telah dibahas oleh pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Hal itu diungkapkan juru bicara (jubir) gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar, Martina Yulianti kepada wartawan, Senin (25/05) malam.

    "Kita sudah dari dua minggu lalu membicarakan skema wacana relaksasi. Itu sudah dibicarakan di tingkat kita dan dalam waktu dekat akan di implementasikan," ujarnya melalu zoom meeting.

    Dokter yang biasa disapa Yuli ini mengatakan, wacana new normal telah dibahas dan didiskusikan dengan Bupati Kukar Edi Damansyah.

    "Tinggal kita melakukan pemantapan-pemantapan karena untuk menjalankan the new normal itu yang penting dikawal adalah bagaimana implentasi dari pada pelaksanaan protokol COVID-19 bisa dijalankan dengan benar," jelasnya.

    Dikatakannya lagi, hal yang paling berat dalam new normal adalah penerapan physical distancing baik di perkantoran, sekolah, atau rumah sakit.

    "Ketika itu diterapkan physical distancing maka akan terjadi penurunan kapasitas apabila tidak diatur dengan sistem pergantian atau sistem shift atau dengan menambah ruang tunggu," kata Yuli.

    Sementara penerapan new normal di sekolah-sekolah bilamana masih menerapkan jadwal pembelajaran seperti sebelum terjadi pandemi, maka phsysical distancing akan sulit dihindari

    "Harus dikurangi separo atau dibuatkan jadwal yang lain. Jadi hal-hal seperti itu yang harus dipikirkan di dalam implementasinya," ucapnya.

    Ditambahkan Yuli, dalam pelaksanaan relaksasi atau persiapan new normal ini perlu komitmen bersama dari seluruh pihak.

    "Karena kita tidak mau terburu-buru dan gegabah melaksanakannya, tetapi di dalam pengawalannya tidak sesuai, sehingga ini akan berbahaya dan berpotensi menimbulkan kasus-kasus yang tdak dapat kita kendalikan," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar Martina Yulianti
    (Foto: Endi)

    Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kutai Kartanegara (Kukar) Martina Yulianti kembali mengumumkan penambahan 1 kasus sembuh, Senin (25/05) malam.

    Sebelumnya pada Minggu (24/05) malam, juga diumumkan 3 kasus sembuh, masing-masing KK-11, laki-laki 54 tahun (Muara Badak), KK-12, laki-laki 41 tahun (Muara Badak) dan KK-35, laki-laki 28 tahun (Tenggarong).

    Pasien sembuh hari ini adalah KK-32, laki-laki 9 tahun, dari Kecamatan Muara Badak. Dinyatakan sembuh setelah terkonfirmasi swab negatif selama 2 kali berturut-turut.

    "KK-32 merupakan anak dari pelaku perjalanan dari Gowa dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 22 hari," jelasnya melalui zoom meeting.

    Saat ini di Kukar tercatat ada sejumlah klaster, yaitu klaster KPU 1 orang (sembuh) dan klaster Bogor 1 orang (sembuh). Sementara 1 orang yang pertama kali dirawat di RSUD AM Parikesit juga berasal dari klaster Bogor, namun tercatat sebagai warga Kutai Timur dan telah sembuh.

    "Kemudian klaster Malang 1 orang (sembuh). Untuk yang perjalanan ke Balikpapan 1 orang tapi belum sembuh, sedangkan untuk klaster atau pelaku perjalanan dari Gowa beserta kontak eratnya jumlahnya 38 dan yang sembuh 21 orang," rincinya.

    Sementara untuk klaster Magetan berjumlah 4 orang dan sembuh 1 orang. Hingga hari ini di Kukar ada 46 kasus terkonfirmasi positif, dimana 21 orang sedang menjalani perawatan dan 25 kasus dinyatakan telah sembuh.

    "Memang masih ada pasien yang menunggu hasil swab dan kita rawat juga, tetapi belum berstatus positif, namun rapid tesnya menunjukkan hasil reaktif, masing-masing 1 orang di rumah sakit dan 1 lagi di Asrama Atlet," kata Yuli.

    Ia berharap, kedepannya akan lebih banyak lagi kabar kesembuhan pasien dari COVID-19 yang saat ini tengah menunggu hasil swab.

    "Ada yang sudah negatif 1 kali dan menunggu hasil kedua, ada juga yang masih menunggu kedua-duanya," demikian jelasnya. (end)

    , , ,

    PHM memulai pengeboran (tajak) sumur eksplorasi PS-1X di lepas pantai Kalimantan Timur
    (Dok. Humas PHM)

    Jakarta, 23 Mei 2020 - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha, memulai pengeboran (tajak) sumur eksplorasi PS-1X di Struktur South Peciko di selatan Lapangan Peciko yang berada di lepas pantai Kalimantan Timur. Kegiatan ini dijalankan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan tetap menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

    Sebuah acara peresmian secara virtual diadakan pada Kamis, 21 Mei 2020 lalu, dihadiri oleh VP Exploration & Optimization Direktorat Hulu Pertamina (Persero), Tri Widyo Kunto, Direktur Utama PHI, Bambang Manumayoso, Dirut PHM Eko Agus Sardjono, jajaran manajemen PHM, dan pekerja yang bertugas di rig pengeboran Hakuryu 14.

    Dalam keterangannya, General Manager PHM, John Anis, mengatakan tajak sumur ini merupakan satu dari dua sumur eksplorasi di WK Mahakam, yang sudah merupakan komitmen pasti PHM untuk dibor. 

    Sumur eksplorasi lainnya akan dibor menembus struktur dalam dari Lapangan Tunu. Upaya ini ditempuh untuk mendapatkan cadangan baru sehingga dapat mempertahankan operasi dan produksi di WK Mahakam secara berkelanjutan. 

    “Pengeboran ini merupakan upaya kami untuk mengekplorasi daerah-daerah di sekitar lapangan produksi secara lateral maupun vertikal, serta keinginan kami untuk bisa melakukan development dengan cepat setelah discovery,” kata John Anis.

    Proyek ini telah dipersiapkan sejak 2018, dimulai dengan berbagai studi bawah permukaan (subsurface) dan development, persetujuan perijinan dari para pemangku kepentingan, 2 kali drill on paper pada awal 2020, dan survei geoteknikal dilaksanakan pada 4 – 11 April 2020. 

    Pengeboran ini dilakukan menggunakan jack up rig Hakuryu 14, satu dari dua jack up rig yang dioperasikan PHM. Target kedalaman mencapai 1.600 meter (primary objective) hingga 2.700 m (secondary objective) dari permukaan air laut. 

    Proyek yang berdurasi antara 70 sampai 90 hari ini diharapkan berhasil menemukan cadangan baru yang ekonomis untuk diproduksi dan menjadi batu lompatan untuk berbagai proyek eskplorasi lain di masa depan. (***)

    ,

    Jubir gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar Martina Yulianti umumkan kasus tambahan
    (Dok. Video Conference)

    Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kutai Kartanegara (Kukar) Martina Yulianti, kembali mengumumkan tambahan 1 kasus terkonfirmasi positif corona, Minggu (24/05) malam ini.


    Dikatakannya, 1 kasus tambahan teridentifikasi sebagai KK-46, jenis kelamin perempuan, berusia 13 bulan dari kecamatan Muara Badak. Riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif (KK-28) yang merupakan pelaku perjalanan dari Gowa tanggal 25 Maret 2020. 

    "Dilakukan rapid test pada tanggal 12 Mei 2020 dengan hasil reaktif. Pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 18 Mei 2020 dengan hasil terkonfirmasi positif," ujar Yuli melalui zoom meeting.

    Diungkapkannya, sama seperti beberapa kasus positif lainnya, bayi 13 bulan ini termasuk dalam kategori OTG (Orang Tanpa Gejala) dan terus di pantau kesehatannya oleh pusat pelayanan kesehatan setempat termasuk sang ibu.

    "Kan orang tua yang merawat ibunya, harus selalu menjaga dirinya, menggunakan masker dan kita pantau secara ketat juga untuk kesehatan dari ibunya," jelas Yuli.

    Yang bersangkutan saat ini diisolasi di Muara Badak, sementara ayahnya (KK-28) menjalani karantina di Asrama Atlet, Tenggarong Seberang.

    "Kondisinya baik-baik saja, jadi kasus-kasus positif di Kukar ini ringan hampir tidak ada gejala," sambungnya.

    Yuli juga mengumumkan tambahan 3 kasus sembuh, yakni 2 pasien pelaku perjalanan dari Gowa asal kecamatan Muara Badak, masing-masing KK-11 usia 54 tahun (laki-laki) dan KK-12 usia 41 tahun (laki-laki), sementara 1 orang lagi yaitu KK-15 usia 28 tahun (laki-laki) asal kecamatan Tenggarong.

    Dengan demikian, sampai hari ini ada 46 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar, dengan rincian 22 orang sedang menjalani perawatan dan 24 kasus dinyatakan telah sembuh. (end)


Top