,

    Arak-arakan Lipan dan Baong Putih pada pembukaan acara adat Cerau Kampong Mulawarman 2018
    Foto: Istimewa

    Pembukaan acara adat Cerau Kampong Mulawarman berlangsung di pentas abadi, desa Muara Kaman Ilir, kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (17/02).

    Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kukar Sri Wahyuni ini, dihadiri Nyonya Edi Damansyah (Ibu Plt Bupati Kukar), Nyonya H Marli (Ibu Sekda Kukar), dan perwakilan BPCB Provinsi Kaltim.

    Hadir perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Pangeran Haryo Kusumo (APHK) Poeger, sejumlah anggota DPRD Kukar, Camat Muara Kaman Surya Agus, Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan, serta Danramil Muara Kaman Kapten Inf Ali Ahmad.

    Acara ini juga dihadiri para Kepala adat di Kukar, pakar Arkeologi Jakarta, Kepala Desa Se-Muara Kaman, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama.

    Acara ada Cerau dilaksanakan dalam rangka pagelaran pesta adat seni budaya Kerajaan Kutai Mulawarman, dan merupakan tradisi budaya suku Kutai Muara Kaman.

    "Kecamatan Muara Kaman memiliki nilai sejarah yang wajib diperhatikan oleh pemerintah, ada 2 agenda erau tahun ini yaitu Erau Muara Kaman dan Erau Benua Lawas Desa Sabintulung, perlu adanya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infastruktur sehingga ikon wisata yang ada bisa maju dan berkembang," ujar Camat Muara Kaman Surya Agus. 

    Melalui festival seni budaya Muara Kaman, sambungnya, dapat menyatukan persatuan dan kesatuan. Sehingga generasi penerus mengetahui sejarah Muara Kaman dan sejarah Kutai.

    "Nilai-nilai sejarah perlu kita angkat sebagai perekat kita semua, perlu pengamanan terhada areal situs Lesung Batu yang mulai ditempati sebagai pemukiman warga, hal tersebut adalah tanggung jawab pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara," kata Agus.

    "Potensi wisata Muara Kaman sangat potensial menjadi ikon wisata besar, mari tunjukkan prilaku dan adat istiadat yang baik terhadap siapapun," sambungnya.

    Ditempat yang sama, perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyampaikan, bahwa pihak kesultanan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Cerau dan berharap masuk dalam agenda rutin pemerintah kecamatan.

    "Erau hanya ada 2, yakni di Desa Sabintulung (Benua Lawas) Kecamatan Muara Kaman dan Kutai Kartanegara. Semoga potensi wisata Muara Kaman dapat menjadi ikon wisata Kabupaten Kutai Kartanegara dan Provinsi Kaltim," ujar  H Adji Pangeran Haryo Kusumo Poeger.

    Sementara Plt Bupati Edi Damansyah dalam sambutan yang dibacakan oleh Kadis Pariwisata Sri Wahyuni, mengatakan, tradisi adat istiadat Kutai Muara Kaman dapat dilestarikan dalam festival Cerau dan menjadi salah satu ikon sejarah di Kukar.

    "Semoga melalui festival Cerau mampu mengangkat wisata lokal dan menumbuhkan perekenomian masyarakat lokal," ucap Sri.

    Pelaksanaan acara adat Cerau sendiri bertujuan untuk mendukung program pemerintah di bidang pariwisata dan budaya, sehingga mampu mengangkat seni tradisional yang merupakan asli budaya lokal kecamatan Muara Kaman.

    Rangkaian pembukaan antara lain persembahan tari selamat datang dari sanggar Tari Lentera Tenggarong, pembacaan doa oleh Ketua MUI setempat dan sambutan Ketua Adat Kecamatan Muara Kaman selaku Ketua Panitia Cerau serta pembacaan tarsul.

    Acara adat Cerau juga ditandai dengan acara sakral atau ritual arak-arakan Lipan dan Baong Putih, tepong tawar, serta penyalaan damar ketepot.

    Selain itu juga ditampilkan tari persembahan putri benua lawas dari SMA Negeri 1 Muara dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Bazar dari perwakilan Desa Se-Kecamatan Muara Kaman. 

    Kesenian Cerau budaya yang berlangsung hingga 23 Februari 2018 ini akan menampilkan sejumlah agenda, diantaranya prosesi ritual adat, pentas seni, lomba tradisional, literasi, jelajah situs dan gelar wicara. (end)

    ,

    Letkol Inf Jansen P Nainggolan dan Letkol Czi Bayu Kurniawan didampingi Kasdim Mayor Inf A Inkiriwang
    Foto: R Hidayat

    Setelah bertugas selama kurang lebih 11 bulan sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0906/Tenggarong, Letkol Inf Jansen P Nainggolan menyerahkan tongkat komando kepada Letkol Czi Bayu Kurniawan. 

    Pergeseran pimpinan di tingkat Kodim dalam wilayah Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) ini sebelumnya telah diserahterimakan dalam sebuah upacara di Hall Makorem, Samarinda.

    Selanjutnya upacara pelepasan dilakukan di markas Kodim 0906/Tenggarong, Jumat (16/02) pagi , dan  malam harinya dilaksanakan acara pisah sambut di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara (Kukar).

    Letkol Inf Jansen P. Nainggolan saat ditemui sejumlah awak media mengatakan, selama menjalankan tugas sebagai Dandim 0906/Tenggarong, dirinya mengakui jika Kukar merupakan kabupaten yang luar biasa.

    "Masyarakatnya baik-baik, kemudian masyarakatnya berfikiran maju, berfikiran modern, sangat bekerjasama dengan kami selama saya memimpin Kodim ini," pujinya.

    Dengan beralihnya kepemimpinan Kodim 0906/Tenggarong, pria yang akan dipromosikan sebagai Wakil Asisten Teritorial Kasdam/VI Mulawarman ini optimis jika Letkol Czi Bayu Kurniawan bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

    "Saya yakin beliau juga akan lebih baik dan lebih mampu untuk memimpin Kodim Tenggarong ini, melaksanakan tugas-tugasnya membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya," ujarnya.

    Dirinya juga meyakini jika Dandim yang baru akan bisa memimpin Kodim 0906/Tenggarong dan akan sangat mampu melakukan kerjasama yang baik dengan instansi kepolisian dan lainnya, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas pokoknya.

    "Saya berpesan kepada Pak Bayu untuk bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat, lebih dekat lagi dengan pemerintahan. Sehingga kehadiran Kodim Tenggarong bisa lebih terasa manfaatnya dan bisa ikut bisa mensejahterakan rakyat," harap Jansen.

    Sementara Letkol Czi Bayu Kurniawan yang pernah bertugas sebagai Danyonzipur-10 Kostrad dan Kepala Staf Pribadi Pangkostrad (Kaspri Pangkostrad) Pasuruan, Jawa Timur, mengaku siap menjalankan tugas di wilayah geografis Kukar yang dikenal cukup luas.

    "Tentunya kan semua pimpinan itu pengennya maju, nggak ada pengen mundur. Langkah saya pasti jelas, internal akan saya lihat dulu orientasi, kemudian dalam waktu tertentu saya akan orientasi keluar juga, saya akan manfaatkan semua potensi," ucapnya singkat. (end)

    ,

    Petugas kepolisian dari Polsek Sebulu saat berada di lokasi kebakaran di RT 19 Desa Sanggulan
    Foto: Dok. Polsek Sebulu

    Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Raya Kota Bangun, KM 21, RT 19, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (15/02) malam.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasubbag Humas AKP Urip Widodo, menerangkan,  musibah kebakaran terjadi sekira pukul 19.30 Wita.

    "Saat saksi bernama Zaenudin (52) sedang berada didalam rumah, tiba-tiba terdengar suara teriakan orang dari luar rumah, ada kebakaran-ada kebakaran," ucapnya menirukan keterangan saksi.

    Zaenudin kemudian keluar rumah dan melihat kobaran api yang posisinya berada dibagian belakang atau dapur rumah milik H Jaelani. Ia pun berteriak meminta tolong dan bersamaan dengan itu seorang warga bernama Lusi (32) melintas.

    "Kemudian saksi bersama warga sekitar bersama-sama memadamkan api dengan alat sekedarnya, akan tetapi dikarenakan rumah tersebut bahan bangunannya terbuat dari kayu, sehingga api cepat membesar dan susah dipadamkan," beber Urip. 

    Sekira pukul 21.00 Wita, lanjutnya, 1 unit mobil pemadam kebakaran milik perusahaan IHM  tiba dilokasi kebakaran, dan pada pukul 24.30 Wita api dapat dipadamkan.

    "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil diperkirakan mencapai 250 Rp juta," ujarnya.

    Urip mengatakan, kejadian ini mengakibatkan bangunan rumah milik H Jaelani (52), Roby (41), dan Saiful Anwar (40) pemilik rumah walet yang baru dibangun terbakar.

    "Rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah milik Saudara Jaelani yang pada saat itu penghuninya diluar halaman semua, sedangkan di dapur dalam keadaan kosong," ungkapnya.

    Penyebab sementara kebakaran, dimungkinkan api berasal dari korsleting mesin genset yang masih dalam keadaan menyala. 

    "Petugas telah mendatangi TKP dan mendata saksi serta membuat laporan polisi." demikian jelas Urip. (end)

    , ,

    Plt Bupati Edi Damansyah (tengah) usai meresmikan gedung baru perpustakaan umum di Tenggarong
    Foto: Endi

    Dilengkapi Dengan Perpustakaan Digital

    Plt Bupati Kukar Edi Damansyah meresmikan gedung baru perpustakaan umum yang terletak di Jalan Danau Semayang dan Taman Pintar di kawasan Jalan Ahmad Yani, Tenggarong, Rabu (14/02) pagi.

    Edi berharap, dengan adanya gedung baru perpustakaan umum, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menciptakan masyarakat lebih terdidik, terpelajar, mampu mengikuti peristiwa dan perkembangan teknologi di era sekarang ini.

    "Peresmian gedung perpustakaan dan taman pintar serta launching perpustakaan digital menjadi momentum penting bagi kita semua dalam upaya mendukung program pemerintah dalam penuntasan wajib belajar 9 tahun," kata Edi didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Aji Hasanudin.

    "Kemudian penuntasan buta aksara, mengembangkan minat baca masyarakat dan membantu membuka cakrawala masyarakat khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara," sambungnya.

    Diharapkannya, fungsi perpustakaan sebagai tempat penyimpanan, tempat pendidikan, dapat memperkuat fungsi kultural serta sebagai tempat rekreasi menjadi perhatian penting bagi instansi terkait.

    "Pembangunan gedung perpustakaan baru yang berdekatan dengan taman pintar, dimaksudkan agar dapat memberikan layanan yang cepat, tepat dan teliti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita," ujarnya.

    "Sehingga minat baca semakin meningkat apalagi kondisi sekarang ini semua serba digital dan dapat dengan mudah diakses melalui handphone," ucapnya lagi.

    Penandatangan MoU antara Bank Indonesia dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar
    Foto: Endi

    Dengan demikian, perpustakaan diharapkan dapat dikelola sesuai kondisi sekarang ini dan dapat dijadikan sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian, tempat budaya serta tempat rekreasi bagi masyarakat.

    Terkait potensi taman pintar yang sudah ada dan akan segera difungsikan, diharapkan Edi benar-benar dapat menjadi kawasan wisata yang dijadikan tempat untuk belajar, sebagai tempat aktivitas menyenangkan bagi anak-anak serta masyarakat umum.

    "Sehingga taman pintar menjadi sesungguhnya taman bermain serta belajar bagi peningkatan pendidikan anak usia dini," imbuhnya.

    Edi meminta pemanfaatan gedung perpustakaan, taman pintar, perpustakaan digital oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar ini dapat diimbangi oleh SDM yang memadai serta metode pengelolaan yang lebih responsif dan inovatif terhadap kebutuhan nyata sekarang ini.

    Dalam peresmian ini juga dilakukan penandatanganan MoU dengan Bank Indonesia (BI) dan Fisipol Unikarta, pelepasan bibit ikan, serta penanaman pohon di area Taman Pintar disaksikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kaltim HM Aswin.

    Hadir para Kepala OPD, Asisten dan Staf Ahli Bupati Kukar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, serta sejumlah undangan. (end)

    , ,

    10 Partai politik yang ada di Kukar bacakan deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA
    Foto: Endi

    Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (14/02).

    Deklarasi ini dihadiri perwakilan 10 partai politik (Parpol) yakni Partai Golkar, Nasdem, PAN, Gerindra, PKS, PDIP, Hanura, PKB, Demokrat dan PPP.

    Ketua Panwaslu Kukar Muhammad Rahman dalam sambutannya mengatakan, partai-partai politik tersebut menyatakan komitmennya untuk menolak dan melawan politik uang serta politisasi SARA dalam penyelenggaraan pemilihan Gubernur - Wakil Gubernur Kaltim tahun 2018.

    "Komitmen bersama ini menjadi kunci bagi kita semua untuk secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan SARA dalam kampanye," ujarnya.

    Dikatakan Rahman, politik uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada di Kukar yang berkualitas dan berintegritas. Semua elemen bangsa terutama yang terlibat dalam kepemiluan harus menyatakan perlawanannya pada politik uang.

    "Praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sedangkan politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di Kutai Kartanegara," cetusnya.

    Sebagai pengawas pemilu, lanjutnya, Panwaslu Kukar berkomitmen dan bertanggung jawab untuk memastikan integritas Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 khususnya di Kukar.

    "Hal ini diwujudkan dengan mengajak semua pihak untuk terlibat, aspek penyelenggaraan, kontestasi dan partisipasi adalah bagian penting dimana semua pihak terlibat berkontribusi terhadap tinggi rendahnya kualitas Pilkada termasuk partai politik dalam kegiatan deklarasi ini," kata Rahman.

    Ditambahkannya, praktik politik bagi-bagi uang maupun barang seperti sembako hingga pembangunan sarana publik merupakan contoh kasus maraknya pelanggaran pemilu terkait poltik uang.

    "Melalui deklarasi yang dibacakan bersama, para perwakilan partai politik menyatakan komitmennya untuk mengawal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim khususnya di Kutai Kartanegara dari politik uang dan politisasi SARA, sebab kedua praktik itu merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat," sebut Rahman.

    Sementara Plt Bupati Kukar, Edi Damansyah berharap, deklarasi ini merupakan komitmen bersama yang menjadi kunci dalam rangka menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional serta penggunaan isu-isu SARA.

    "Kepada seluruh kontestan dan peserta Pilkada, mari mengajak pemilih menentukan pilhan yang cerdas berdasarkan visi, misi, dan program kerja, bukan karena politik uang dan SARA," pintanya.

    Selaku pelaksana tugas Bupati Kukar, ia meminta agar tidak ada tindakan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan, atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat menggaggu jalannya seluruh tahapan Pilkada.

    "Kita semua menyadari bahwa penggunaan politik uang dan kampanye dengan eksploitasi isu SARA adalah bentuk kejahatan yang terbukti bukan hanya menodai demokrasi, tetapi mengancam Pancasila dan NKRI," ucap Edi.

    Dirinya juga tidak ingin proses demokrasi melalui Pilkada justru menyisakan noda hitam bahwa perebutan kekuasaan politik dengan menghalalkan segala cara yang merusak demokrasi dan menggerogoti pilar-pilar NKRI.

    "Oleh sebab itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya mengajak seluruh elementasi yang ada untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan demokrasi yang sehat tanpa poltiik uang dan eksploitasi isu SARA," tegasnya.

    Edi pun meminta untuk menghindari penyebaran berita-berita Hoax, fitnah, serta ujaran kebencian melalui internet dan media sosial.

    "Mari berlaku bijak dan arif menggunakan teknologi internet sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan perdamaian, bukan fasilitas untuk menjalankan kejahatan dan merancang permusuhan," tandasnya.

    Acara ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi oleh masing-masing Parpol pengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, disaksikan Plt Bupati Edi Damansyah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta Ketua KPU Kukar. (end)

    ,

    Program JMS, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kukar, Herya Sakti Saad bersama pelajar MAN 2 Kukar
    Foto: Istimewa

    Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kutai Kartanegara (Kukar) Samuri, mengapresiasi adanya program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang di sosialisasikan pada Senin (12/02) kemarin.

    Menurut Samuri, program JMS dapat memberikan pemahaman hukum sejak dini dan akan membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum terutama di kalangan pelajar.

    "Insya Allah dengan memahami dan mentaati hukum, anak bangsa ini akan menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan serta bisa diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan," ujarnya.

    Sementara Kepala Seksi Intelijen Kejari Kukar, Herya Sakti Saad yang juga merupakan Ketua Tim Jaksa Masuk Sekolah, mengatakan, kegiatan JMS merupakan wujud nyata atas diterbitkannya Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015.

    "Keputusan tersebut tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah atau JMS Kejaksaan Republik Indonesia, sebagai upaya mendukung Agenda Nawa Cita Ke-8 pemerintah Indonesia yakni Melakukan Revolusi Karakter Bangsa," ucapnya.

    Dikatakan Herya, materi hukum yang disampaikan meliputi pengenalan lembaga kejaksaan RI sebagai salah satu institusi penegak hukum, serta pemaparan tupoksi dan kewenangan Jaksa dalam peradilan.

    "Kemudian sosialisasi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan contoh kasus-kasus narkotika yang menarik perhatian masyarakat, kenakalan remaja dan lain-lain," bebernya.

    Kegiatan JMS yang mengusung tema "Kenali Hukum, Jauhi Hukumannya" ini bertujuan untuk mengenalkan produk hukum seperti undang-undang serta mengenal keakraban lembaga kejaksaan dan tupoksinya di kalangan siswa-siswi khususnya pelajar MAN 2 Kukar.

    "Disamping fungsi penegakan hukum, Kejari Kukar juga melakukan fungsi preventif yakni mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum diantaranya potensi pelanggaran terhadap Undang-undang transaksi elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik," jelas Herya.

    Ditambahkannya, JMS merupakan program pemerintah pusat yang dicanangkan di seluruh wilayah Indonesia dan akan diterapkan secara intensif. (*)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kabag Ops dan Kasat Reskrim menunjukkan barang bukti
    Foto: Endi

    Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggulung kawanan pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan pencurian rumah kosong.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan, Senin (12/02) mengatakan, salah satu pelaku berinisial MA (27) warga Kelurahan Maluhu, merupakan seorang residivis yang baru saja bebas dari Lapas pada bulan Januari lalu.

    "Sedangkan satu orang lainnya yang berhasil diamankan yakni Abd (25) warga Jalan Gunung Pegat," ujarnya didampingi Kabag Ops Kompol Andin Wisnu dan Kasat Reskrim AKP Damus Asa.

    Polisi pun mengamankan barang bukti berupa 11 unit sepeda gunung dari beberapa merk, 1 pucuk senjata api beserta dengan amunisi kaliber 7,62, 1 unit sepeda motor Honda Win warna hitam KT 4811 C,  1 unit Honda Mega Pro warna hitam KT 4098 OU, 1 unit Yamaha Jupiter MX merah KT 5168 UL dan Supra hitam KT 4782 CR.

    "Kemudian 1 unit sepeda motor Honda Win (Tidak lengkap), 1 unit Kawasaki Kaze (Tidak lengkap), 4 unit mesin motor dari berbagai merk, 3 rangka sepeda motor dari berbagai merk, 25 buah velg dan ban sepeda motor dari berbagai merk, 4 buah knalpot, 10 buah kap dan 4 buah shock depan sepeda motor," bebernya.

    Barang bukti lainnya yaitu 5 set kabel body dan 3 buah jok sepeda motor berbagai merk, kabel listrik kurang lebih 15 meter, 1 unit mesin rumput merk Maxtron, 1 unit mesin genset merk Yamaha warna biru, 1 unit kompresor merk Robin, 1 unit kompresor merk Krisbow, 1 unit mesin pompa air, 2 unit HT, 1 unit PS 2, serta 2 unit Handycam.

    "Unit Opsnal juga mengamankan 2 unit kamera digital, 1 unit Infocus merk Acer, 1 unit CPU, 1 unit Grinder, 1 unit bor, 38 buah unit handphone berbagai merk, 3 senapan angin berbagai merk, 9 bilah badik dan golok, 4 lembar STNK serta 1 buah BPKB," rinci Anwar Haidar.

    Kapolres kukar menunjukkan barang bukti sepeda motor hingga sepeda gunung hasil kejahatan para pelaku
    Foto: Endi

    Dalam aksinya, sambung Kapolres, para pelaku menggunakan alat yakni 3 buah kunci T, 1 buah tang pemotong, 3 kaleng cat semprot, 2 buah alat cungkil.

    "Pelaku diancam Pasal 363 KUHP atau Pasal 480 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup," tegasnya

    Sementara Kasat Reskrim AKP Damus Asa mengatakan, penangkapan pelaku berawal saat Unit Opsnal menerima laporan warga tentang adanya orang yang mencurigakan di sekitar Jalan Patin Kuning pada  Jumat 09 Februari 2018 sekira pukul 01.00 Wita.

    "Selanjutnya anggota piket Reskrim bersama unit opsnal mendatangi TKP dan menemukan pelaku MA telah melakukan pencurian sepeda gunung bersama dengan seorang temannya berinisial A yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO, Red)," sebut Damus.

    Setelah mengamankan tersangka dan barang bukti, tim melakukan pengembangan serta penggeledahan di rumah para pelaku dan di temukan puluhan barang bukti lain yang diduga hasil kejahatan kawanan ini.

    "Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Kukar. Selain melakukan penyidikan, petugas juga tengah menginventarisir barang bukti untuk mencari pemiliknya," jelas pria yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Berau ini.

    Ia juga menghimbau masyarakat yang merasa menjadi korban pencurian dari pelaku yang beraksi di wilayah Tenggarong, Tenggarong Seberang hingga Loa Kulu ini agar segera melapor ke Mapolres Kukar. 

    "Kalau ada masyarakat merasa kehilangan yang belum sempat lapor, silahkan cek apakah ada barang mereka disini. Kami sambil juga mendata dari Polsek-polsek," demikian kata Damus. (end)

    ,

    Kegiatan penyuluhan dan pembinaan kesehatan pada pondok pesantren di aula kantor Kemenag Kukar
    Foto: Istimewa

    Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kutai Kartanegara (Kukar) H Fahmi, meminta agar pondok pesantren (Pontren) melakukan pembinaan kesehatan bagi santri-santrinya.

    Hal ini disampaikannya saat membuka penyelenggaraan Penyuluhan dan Pembinaan Kesehatan Pada Pondok Pesantren se-Kabupaten Kukar yang dilaksanakan oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Jum'at (09/02) di aula kantor Kemenag.

    Fahmi pun mengapresiasi kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dalam memberikan penyuluhan dan Pembinaan pada Pondok Pesantren.

    "Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak beda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum, bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok yang mereka tempati," ujarnya.

    Karena itu dituntut peran aktif dari pesantren agar bekerjasama dengan pihak kesehatan untuk melakukan pembinaan kesehatan bagi santri-santri yang ada.

    "Sehingga terwujudnya pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi para santri dan pondok pesantren serta masyarakat dilingkungannya," kata Fahmi.

    Ditambahkannya, penyakit kulit juga sangat rentan terjadi pada para santri. "Maka dengan kegiatan ini, semoga bisa mengurangi terjangkitnya penyakit kulit dikarenakan sudah mendapatkan informasi cara pencegahannya," harap Fahmi.

    Sebagai narasumber, hadir M Ali Qamaruzzaman selaku Kasi Surveilans, Imunisasi dan PKLBH, serta Hj Syukriah sebagai Koordinator imunisasi dari Dinkes Kukar.

    Selain bekerjasama dengan Dinkes Kukar, pihak kantor Kemenag juga menggandeng BRI Cabang Tenggarong dalam penyelenggaraan penyuluhan tersebut. (as/din/k2n)


Top