,

    Pengambilan sumpah jabatan tinggi pratama di ruang serba guna kantor Bupati Kukar beberapa waktu lalu
    Foto: Endi

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), akan mengadakan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama. Ada 5 formasi jabatan yang akan diisi melalui seleksi terbuka. 

    Formasi jabatan tersebut yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. 

    “Kami mengundang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi terbuka,” terang Ketua Panitia seleksi Jabatan Tinggi Pratama Pemkab Kukar, HM Sukhrawardy, Jumat (16/11). 

    Melalui pengumuman Nomor 003/Pansel-JPTP/Kab.Kukar/XI/2018 yang ditandatanganinya, Sukhrawardy menyebutkan, ketentuan umum dan persyaratan administrasi dalam seleksi ini dapat dilihat di Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar. 

    “Jadwal tahapan seleksi yaitu untuk penerimaan berkas dimulai dari 16-30 November 2018 di Sekretariat Pansel BKPSDM Kukar atau diruang CAT,” ujarnya. 

    Kemudian Rabu (05/12), akan diumumkan hasil seleksi administrasi dan rekam jejak, dilanjutkan dengan penulisan makalah pada Senin (10/12) yang dilaksanakan sebanyak 2 gelombang. 

    “Selanjutnya 20-21 Desember 2018 dilaksanakan Assesment di PKP2A, LAN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lalu wawancara akhir pada 26-27 Desember 2018 di gedung BKPSDM Kukar.” Kata Sukhrawardy. (end)

    ,

    Alfian Romadoni menunjukkan bekas bungkus minuman sereal yang didalamnya terdapat kupon berhadiah
    Foto: Endi

    Alih-alih mendapatkan hadiah mobil, Alfian Romadoni (20) justru menjadi korban penipuan dan harus kehilangan uang Rp 32,3 juta.

    Cerita berawal ketika mahasiswa yang tinggal di desa Bukit Raya RT 017, kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) ini membuang sachet bekas minuman sereal yang dibelinya di supermarket, Selasa (13/11) lalu.

    "Saat akan membuang sampah, ada kupon terjatuh, terus saya ambil dan ada tulisan undian berhadiah, kayaknya meyakinkan karena ada pihak pajak, kepolisian dan perusahaannya," tutur Alfian saat melaporkan kejadian yang menimpanya di Polsek Tenggarong Seberang, Rabu (14/11) kemarin.

    Dengan girang pemuda ini lantas menghubungi nomor telpon yang tertera di kupon tersebut. "Sebenarnya mau lapor polisi, tapi karena benar-benar yakin dan lewat telpon itu diyakinkan bahwa saya mendapat hadiah Toyota Alphard," katanya.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Abdul Rauf, mengatakan, korban diminta mengirimkan sejumlah uang pajak hadiah melalui rekening bank.

    "Pada transaksi pertama korban mentransfer uang sebanyak Rp 12,5 juta dan yang kedua 19,8 juta. Namun setelah mentransfer barulah korban merasa ditipu," jelasnya.

    Kasus penipuan dengan modus undian berhadiah memang kerap terjadi, Kapolsek pun mengingatkan agar masyarakat tidak gampang percaya apabila ada pihak-pihak yang menghubungi melalui sms atau telpon, maupun saat menemukan kupon undian yang diselipkan di kemasan makanan atau minuman.

    "Kita cukup melihat jika penyedia hadiah tersebut meminta sejumlah uang sebagai dana awal, maka kita harus curiga, kalau ada yang meminta DP itu sudah pasti penipuan," tandasnya. (end)

    ,

    Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Abdul Rauf menyampaikan pengungkapan kasus eksploitasi anak
    Foto: Endi

    Praktek Prostitusi Berkedok Warung Kopi

    Diduga melakukan eksploitasi secara ekonomi dan seksual terhadap anak dibawah umur, seorang perempuan berinisial WJ (44) diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Abdul Rauf, mengatakan, WJ diketahui memiliki usaha warung kopi di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Desa Bukit Raya RT 16, Kecamatan Tenggarong Seberang dan mempekerjakan RL gadis belia yang masih berusia 15 tahun.

    "Awal mula kejadian pada bulan Oktober 2018 korban bersama Saudari AN ke rumah pelaku di kota Blitar Jawa Timur dengan maksud mencari pekerjaan. Setelah bertemu, pelaku menawarkan korban untuk kerja di Kalimantan Timur yaitu menjual kopi sekalian menemani tamu atau pembeli kopi," terang Abdul Rauf saat menggelar Press Rilis, Rabu (14/11).

    WJ lantas menawarkan korban pekerjaan menjual kopi dengan harga Rp 10 ribu lalu hasilnya dibagi dua dan tawaran tersebut disetujui. Kemudian pada 1 November 2018 korban dibawa dari Surabaya hingga akhirnya tiba di Tenggarong Seberang.

    "Sekitar pukul 14.00 Wita, pelaku dan korban langsung kerja menemani tamu untuk minum kopi dan tidak lama tamu tersebut mengajak masuk kamar untuk berhubungan badan layaknya suami istri. Korban awalnya tidak mengerti, namun pelaku yang berada disebelah menyuruh korban mengiyakan karena akan dikasih uang dan akhirnya korban mau diajak masuk kamar melakukan hubungan badan," bebernya.

    Kapolsek mengungkapkan, pekerjaan tersebut dilakoni korban selama 4 hari. Tiap kali usai melayani tamunya, korban diberi uang Rp 300 ribu dan harus menyetorkan uang Rp 100 ribu kepada WJ sebagai uang sewa kamar. "Dalam sehari korban bisa melayani 3 tamu atau pria hidung belang. Selama disana korban telah melayani 12 tamu," bebernya.

    RL sendiri berhasil kabur pada Senin (05/11) saat diajak membesuk suami WJ yang sedang sakit di RSUD AM Parikesit, kesempatan ini dimanfaatkannya untuk melarikan diri dan meminta pertolongan, sedangkan temannya AN telah lebih dulu kabur.

    "Kami dari Polsek Tenggarong Seberang menerima laporan pada hari Jumat tanggal 9 November, kemudian kami mengamankan Saudari WJ, sedangkan korban telah berada di tempat yang aman dibawah perlindungan Dinas Sosial Kukar," sebut Kapolsek.

    Meski demikian, WJ yang telah membuka usaha selama 4 bulan di kawasan yang dikenal dengan sebutan kopi pangku itu membantah telah melakukan eksploitasi terhadap korban. "Dia yang datang ke saya, katanya sudah biasa panggilan, saya kan juga nanya, dia sudah biasa minum, malah saya larang," dalihnya.

    Petugas pun telah mengamankan barang bukti berupa 1 buah buku catatan bon milik WJ. "Pelaku dijerat Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Perdagangan Orang dan Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," tegas Kapolsek.

    Ditambahkannya, diduga ada indikasi praktek prostitusi dengan modus warung kopi di jalur dua Desa Bukit Raya. Hal itu telah ditindaklanjuti dengan melayangkan surat kepada pemerintah kecamatan Tenggarong Seberang.

    "Sebagaimana di tahun 2017 pernah dilaksanakan penertiban, ternyata kenyataannya saat ini ada aktifitas kembali. Sehingga kita mengharapkan ada upaya bersama pemerintah daerah, karena kalau hanya dari kita Polsek Tenggarong Seberang tidak akan efektif," demikian kata Kapolsek. (end) 

    ,

    Para guru di SDN 027 Tenggarong Seberang gunakan biaya mandiri mengikuti pelatihan metode MIKIR
    Foto: Istimewa

    Strategi pembelajaran memakai pendekatan MIKIR yang dikenalkan Tanoto Foundation rupanya menarik sekolah-sekolah di Kalimantan Timur untuk segera mengadopsinya secara menyeluruh dengan menularkannya ke guru-guru yang belum mendapatkan pelatihan langsung dari Tanoto Foundation. 

    Belum genap sebulan atau pertengahan Oktober setelah dilakukan pelatihan secara terbatas, beberapa sekolah langsung tancap gas secara mandiri menyelenggarakan pelatihan yang sama untuk guru-guru yang belum berkesempatan ikut di pelatihan awal.

    Seperti halnya empat sekolah mitra Tanoto Foundation di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yaitu SDN 03, 07, 08, dan 027 menyelenggarakan pelatihan pembelajaran mengadopsi program PINTAR Tanoto Foundation 12-14 November 2018. 

    Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi 34 guru yang belum dilatih secara langsung dengan skema pembiayaan oleh Tanoto Foundation dan dipusatkan di SDN 027 Tenggarong Seberang.

    “Agar kualitas guru meningkat secara merata, kami berinisiatif untuk segera mengadopsi pelatihan ini ke semua guru di sekolah dengan mandiri memakai biaya BOS Nasional. Pertengahan Oktober yang lalu, yang dilatih dengan pembiayaan dari Tanoto Foundation terbatas hanya untuk rata-rata 12 orang per sekolah, sedangkan guru sisanya belum,” ujar I Dewa Made Oka, Kepala Sekolah SDN 027 Tenggarong Seberang.


    Pelatihan pembelajaran yang dilakukan oleh Tanoto Foundation merupakan pelatihan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran aktif, atau pembelajaran yang berpusat pada siswa dan tidak lagi pada guru. “Paradigma belajarnya berubah. Kalau dulu kegiatan siswa selama belajar lebih banyak to listen atau mendengarkan guru, sekarang lebih banyak to do, atau melakukan sesuatu dan guru didorong memiliki kemampuan fasilitasi yang baik,” ujar Mustajib, Communication Specialist Program PINTAR Tanoto Foundation Kalimantan Timur.

    Bahkan di SDN 007 Muara Jawa lebih cepat lagi dalam mengadopsi program ini. Pada akhir bulan Oktober atau kurang lebih setengah bulan setelah dilatihkan program ini ke sekolah mitra, selama tiga hari (27-29 Oktober), sekolah yang bukan mitra Tanoto Foundation ini, menyelenggarakan pelatihan bagi seluruh guru yang berjumlah 22 orang di sekolah tersebut.

    “Saya segera melakukannya karena saya yakin dengan model pembelajaran ini, guru menjadi lebih termotivasi untuk kreatif dan siswa menjadi lebih cepat menyerap pembelajaran daripada sebelumnya,” ujar Ketut Arta, Kepala Sekolah SDN 007 Muara Jawa yang pernah menjadi juara dua kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi Kalimantan Timur ini. 

    Dikatakannya, pelatihan di SDN 007 sebagian dibiayai secara mandiri oleh para guru peserta sebanyak 75 ribu per orang, sisanya diambilkan dari dan BOS nasional.

    Kembali kata Mustajib, dengan model pembelajaran aktif memakai strategi Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi atau MIKIR, pembelajaran lebih mengarah untuk mengaktifkan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Siswa difasilitasi untuk terlibat melakukan percobaan, bekerjasama dalam tim, melakukan analisis dan membuat laporan yang tersetruktur dan panjang. 

    “Dengan metode ini, ketrampilan lunak atau soft skill seperti kemampuan berkerjasama, kreatif dan berpikir analitis yang sangat dibutuhkan untuk hidup bersaing di masa mendatang, kita asah semenjak dini,” ujarnya.(*)

    ,

    Dari 9 nama, 5 Pimpinan OPD lolos dalam seleksi penulisan makalah seleksi terbuka calon Sekda Kukar
    Foto: Dok. BKPSDM Kukar

    Hasil penilaian penulisan makalah seleksi terbuka jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diumumkan Selasa (13/11).

    Melalui surat nomor 10/Pansel-JPTP-Sekda/XI/2018, 5 nama dinyatakan lulus seleksi penulisan makalah, yakni Bambang Arwanto Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan HM Irfan Pranata Kepala Inspektorat.

    Kemudian Sunggono Kepala Dinas Perhubungan, Totok Heru Subroto Kepala Badan Pendapatan Daerah serta Wiyono Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan.

    Baca Juga: Bursa Calon Sekda Kukar, 9 Nama Lolos Seleksi Administrasi

    "Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi penulisan makalah, wajib mengikuti assesment test pada hari Rabu - Jumat, tanggal 21-23 November 2018," terang Ketua panitia seleksi, Prof DR Iskandar.

    Iskandar menambahkan, assesment test akan dilaksanakan di PKP2A I LAN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. "Pelamar yang tidak mengikuti assesment test dianggap mengundurkan diri." katanya.

    Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, berharap, proses seleksi tersebut dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang ditetapkan. "Sehingga paling lambat tanggal 17 Desember 2018 sudah terpilih dan dilantik Sekretaris Daerah definitif," ucapnya. (end)

    Baca JugaProses Seleksi Pengisian Jabatan Sekda Kukar Dimulai 15 Oktober  

    ,

    Koalisi Rakyat Kukar Bersatu gelar aksi damai di kantor Bupati Kukar tuntut PI Blok Mahakam 50 persen
    Foto: Istimewa

    Tuntutan agar Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat porsi pembagian Participating Interest (PI) Blok Mahakam sebesar 50 persen disuarakan dalam aksi damai Koalisi Rakyat Kukar Bersatu di kantor Bupati Kukar, Senin (12/11).

    Pembagian PI Blok Mahakam yang diputuskan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) sebelumnya Awang Faroek Ishak sebesar 66,5 persen untuk pemerintah provinsi dan 33,5 persen Kukar dianggap tidak berkeadilan. 

    Dalam aksi itu dicetuskan Deklarasi Kongres Rakyat Kukar Menggugat yang menyatakan jika penentuan saham dimaksud cacat hukum dan prosedural sehingga harus dicabut.

    Massa pun meminta kepada Gubernur Kaltim Isran Noor agar mencabut keputusan PI Blok Mahakam sebelumnya dan menetapkan porsi 50 persen diserahkan ke kabupaten Kukar.

    "Apa yang kita tuntut semata-mata memang menjadi hak Kutai Kartanegara. Demokrasi mendukung kita untuk itu. Mari kita berjuang bersama-sama," ujar perwakilan massa M Suria Irfani.

    Terkait tuntutan tersebut, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah usai menemui massa menyebutkan, terjadi penafsiran dan perbedaan persepsi dalam regulasi peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2015 dan beberapa metode data teknis yang dijadikan dasar.

    "Sehingga diskusi dan perdebatannya belum rampung dengan kami dan DPRD Kutai Kartanegara. Harapan kita ada upaya pengkajian dan peninjauan kembali sehingga proporsinya menjadi wajar. Kalau berbicara keadilan, Kutai Kartanegara merasakan ketidak adilan," tegasnya.

    Aksi ini sebelumnya juga digelar di depan gedung DPRD Kukar, massa membentangkan sejumlah kain putih bertuliskan #PI 50% Harga Mati, 50% PI Blok Mahakam Hak Rakyat Kukar, Save PI 50%, Kami Ingin Sejahtera.

    Sejumlah elemen tergabung dalam Koalisi Rakyat Kukar Bersatu yakni KNPI, Sempekat Keroan Kutai, HMI, PMII, IMM, PPI, GP Anshor, Pemuda Muhammadiyah, PPM, IPM, Nasyiatul Aisyah, Hibzul Wathon, PSPP Unikarta dan Komunitas Sahabat Pulau. (end)

    , ,

    Ratusan pelajar SMA/SMK di Tenggarong menghadiri launching Young Digital Marketing Community
    Foto: Endi

    Lebih dari 100 pelajar SMA/SMK di Tenggarong menghadiri launching Young Digital Marketing Community di pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (11/11) pagi. 

    Para pelajar ini mendengarkan pemaparan bagaimana menjadikan akun media sosial sebagai sarana marketing oleh motivator Denny Ang yang merupakan founder success coach Indonesia. 

    “Inilah timing bagi anda untuk membantu orang tua dan sekolah melalui marketing. Bagaimana menulis promosi yang membuat orang tertarik atau yang disebut type writing dengan membuat pembeda dalam pemasaran. Itulah pentingnya belajar Young Digital Marketing Community,” ujarnya. 

    Pendiri Young Digital Marketing Community, Mohammmad Abduh, mengatakan, saat ini hampir seluruh pelajar menggunakan gadget. “Kami ingin mengajarkan basic agar mereka bisa memaksimalkan gadgetnya untuk masa depan, bukan untuk membuat status atau foto-foto. Karena para pelajar ini adalah penentu perkembangan kota Tenggarong,” ucapnya. 

    Abduh menegaskan, lulusan komunitas ini harus punya mental dan mindset postif sehingga tidak dikuasai gadget namun justru sebaliknya. “Oleh karena itu Young Digital Marketing Community akan membawa mereka untuk lebih memaksimalkan potensinya,” imbuhnya. 

    Sementara itu Plt Bupati Kukar Edi Damansyah usai melaunching secara resmi Young Digital Marketing Community, menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini secara langsung memberikan dampak nyata dan edukasi kepada anak-anak. Saya berharap bisa memberikan manfaat, ini awal di Kutai Kartanegara, mudah-mudahan tidak berhenti sampai disini,” harapnya. (end) 

    ,

    Perpustakaan MAN 2 Kukar kini mendapat bantuan fasilitas BI Corner dari Bank Indonesia
    Foto: Istimewa

    Kepala MAN 2 Kutai Kartanegara (Kukar), Samuri, menyambut baik bantuan dari Bank Indonesia (BI) berupa penempatan BI Corner di perpusatakaan sekolahnya. Hal itu sejalan dengan visi misi MAN 2 Kukar untuk menggalakkan literasi, agar masyarakat madrasah semakin gemar membaca. 

    "Di perpustakaan ini kan sudah bisa online, kalau ditambahi BI peralatan seperti itu (BI Corner) kan semakin menarik dan sehingga siswa akan sering berkunjung ke perpustakaan," ujarnya didampingi Kepala Perpustakaan MAN 2 Kukar, Rini Kalsum, Sabtu (10/11).

    Menurut Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI Provinsi Kalimantan Timur, Zulmina Wulandari, adanya fasilitas BI Corner di perpustakaan MAN 2 Kukar merupakan program sosial untuk semakin mengenalkan tugas-tugas dan fungsi BI kepada masyarakat luas.

    "Tujuannya adalah untuk mengenalkan bank sentral kepada masyarakat, karena masyarakat masih sering menanyakan tugas Bank Indonesia itu apa," bebernya.

    Dengan slogan 'Indonesia Cerdas' BI Corner yang dipasang di perpustakaan tersebut berisi buku-buku dan literatur bertema moneter, finansial, perbankan, enterpreuneur dan kisah inspiratif yang berjumlah 753 ekslemplar. 

    Selain itu, juga terdapat fasilitas tambahan seperti sofa, rak buku, komputer dan televisi edukasi. "Kita lihat ada internetnya di sini, teman-teman bisa cek di situ. Terus kebijakan BI juga bisa dilihat di situ," Zulmina.

    Ditambahkannya, BI Corner adalah sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap dunia pendidikan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ekonomi dan peranan BI. Melalui BI Corner diharapkan akan meningkatkan budaya baca dan menulis khususnya di kalangan generasi muda.

    "Dengan mendekatkan BI Corner ini kita harapkan pemahaman masyarakat khususnya siswa tentang Bank Sentral semakin baik. Sesuai target, BI akan membuat 1.000 unit BI Corner di seluruh wilayah Indonesia hingga 2020 mendatang," kata Zulmina. (rz/k2n)


Top