,

    Sungguh bejat perbuatan Abd (46), ia tega menyetubuhi anak tirinya sebut saja Bunga (14) yang masih dibawah umur hingga puluhan kali. Abd pun diamankan pada Kamis (19/04) pukul 20.00 Wita.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Janan AKP MD Djauhari, mengungkapkan, perbuatan pelaku dilakukan pertama kali saat masih tinggal di RT 009, Desa Bloro, Kecamatan Sebulu.

    "Pelaku pertama kali menyetubuhi korban pada bulan Februari 2017, namun pelaku tidak ingat hari dan tanggalnya. Kejadian pada malam hari sekitar pukul 24.00 wita. Pada saat itu istrinya Saudari EWN (30) dalam keadaan hamil besar dan korban tidur dalam 1 kasur, posisi pelaku berada di tengah sedangkan korban berada di sebelah kiri," terangnya.

    Sebelum menyetubuhi korban, Abd terlebih dahulu memeluk dan mencium pipi korban. "Kemudian pelaku berkata kepada korban "Mau Ndak". Karena korban diam, selanjutnya pelaku menyetubuhi korban dengan posisi pelaku diatas dan baju korban diangkat di dada," beber Djauhari.


    Beberapa hari kemudian, lanjutnya, Abd kembali mengajak Bunga bersetubuh tetapi ditolak. "Akibat penolakan tersebut pelaku memukul korban dengan rotan, sehingga korban mengikuti kemauan pelaku dan selama tinggal di Bloro, pelaku menyetubuhi korban sekitar 10 kali," ungkapnya.

    Kemudian, sambung Djauhari, sekitar bulan September 2017, Abd beserta keluarganya pindah ke RT 23, Gang Sejahtera, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, dan tinggal di rumah Saudara iparnya.

    "Dari bulan September 2017 sampai bulan Januari 2018, pelaku menyetubuhi korban sekitar 20 kali. Dan dari sekitar 20 kali persetubuhan tersebut pelaku ada sekali melakukan kekerasan terhadap korban dengan menggunakan tangan kosong karena korban tidak mau melayani keinginan pelaku," jelasnya.

    Sementara dari hasil pemeriksaan USG dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang memeriksa korba, Bunga kini diketahui tengah mengandung 2 bulan akibat perbuatan bejat ayah tirinya.

    "Tersangka beserta barang bukti hasil USG korban telah diamankan. Perbuatannya diancam Pasal 76d Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak," tegas Djauhari (end).

    ,

    Tim Petir Polsek Loa Kulu mengamankan Yt yang diduga mengedarkan Shabu dan obat terlarang
    Foto: Istimewa

    Gabungan Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Loa Kulu (Tim Petir) menyita 290 butir obat terlarang jenis double L dari seorang pemuda berinisial Yt (27), Kamis (19/04) pukul 21.00 Wita.

    Selain obat keras, polisi juga menemukan 1 set bong alat isap, 1 buah korek api warna kuning, 1 poket kecil Shabu dan 1 buah HP Samsung lipat warna putih.

    "Pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa sering terjadinya transaksi narkotika di seputaran Jalan Jenderal Ahmad Yani, RT 4 Desa Loa Kulu Kota," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Kulu AKP Ade Hariri.

    Setelah dilakukan penyelidikan, Tim Petir berhasil mengamankan Yt yang diduga sebagai pengedar narkotika, petugas pun langsung melakukan penggeledahan di kediamannya.

    "Diatas lemari pelaku ditemukan obat-obatan terlarang jenis double L dan sabu 1 poket serta alat hisapnya," bebernya.

    Selanjutnya, Yt yang berstatus sebagai karyawan swasta ini beserta barang bukti dibawa ke Mako Polsek Loa Kulu untuk di proses lebih lanjut.

    "Pelaku diduga melanggar Pasal 114 jo Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan," tegas Kapolsek.

    Plt Bupati Edi Damansyah apresiasi FKUB yang telah melakukan pembinaan umat di Kukar
    Foto: Endi

    Plt Bupati Edi Damansyah menyampaikan apresiasinya kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah melakukan pembinaan umat di daerah ini.

    Hal itu disampaikannya usai membuka dialog lintas agama bertemakan Dialog Membingkai Kerukunan NKRI di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Rabu (18/04) lalu.

    "Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih, agenda dialog Forum Kerukunan Umat Beragama di Kukar selalu dilakukan dengan baik," ujarnya.

    Dengan adanya dialog ini, kata Edi, kondisi Kukar terutama kehidupan sosial bermasyarakat, toleransi dan kerukunan umat beragama bisa terjaga.

    "Sangat penting forum dialog ini untuk terus kita mendapatkan masukan-masukan dari tokoh-tokoh agama," ucapnya.

    Selaku Kepala Daerah, Edi juga mengingatkan resentensi yang berkaitan dengan pembangunan rumah ibadah agar tidak terjadi salah paham di masyarakat, karena kebebasan memeluk agama dijamin oleh Undang-undang.

    "Pemerintah memberikan jaminan tetapi ada persyaratannya, itu disampaikan melalui pimpinan tokoh agama. Jangan sampai ada persepsi bahwa pemerintah tidak menjamin terhadap hak-hak masyarakat," tegasnya.

    Dialog lintas agama yang dihadiri anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kukar
    Foto: Endi

    Ditempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kukar H Fahmi, menyampaikan, dialog tersebut bertujuan untuk menghasilkan beberapa kesepakatan.

    "Nanti kita buat rekomendasi yang dtujukan kepada Pemkab dan kepolisian, apa yang disuarakan kawan-kawan lintas agama, tokoh-tokoh agama itu bisa diakomodir," harapnya.

    Fahmi yang juga menjadi nara sumber menambahkan, dialog lintas agama ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, meski dengan dana yang terbatas.

    "Idealnya setiap bulan tokoh-tokoh agama itu harus ketemu di FKUB, dalam rangka untuk menganalisa keadaan yang ada di Kukar ini lalu memberikan masukan-masukan kepada pemerintah," bebernya.

    Selaku Kakan Kemenag, Fahmi  berharap pertemuan ini semakin memperkokoh kerukunan umat beragama.

    "Masing-masing agama punya caranya masing-masing, dengan pendekatan agama ini kita mengharapkan Indonesia khususnya Kukar semakin damai," harapnya. 

    Selain Kakan Kemenag, turut menjadi nara sumber, Ketua DPRD Salehuddin, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, Kabid Ideologi dan Wasbang Kesbangpol Kukar Zulkipli, Ketua MUI H Aminuddin Edy dan unsur FKUB yang diwakili H Murtaji Ilyas. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melihat langsung tempat penyulingan tuak menjadi miras Cap Tikus
    Foto: Istimewa

    Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar mengamankan OR (39) pemilik tempat penyulingan tuak di kawasan Bukit Sion, Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Rabu (18/04) siang.

    "Berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa di daerah Bukit Sion Jahab ada orang yang di duga melakukan kegiatan penyulingan tuak, dimana dari hasil penyulingan itu menghasilkan alkohol jenis Cap Tikus," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa.

    Selama satu minggu, Tim Alligator melakukan pengintaian dan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, benar saja, setelah dilakukan penggerebekan ditemukan barang bukti berupa miras jenis Cap Tikus siap jual sekitar 100 Liter.

    "Adapun rincian kemasan yaitu 1 jerigen penuh ukuran sekitar 30 liter, 2 jerigen penuh ukuran sekitar 40 liter, 2 jerigen penuh ukuran sekitar 10 liter dan 16 botol air minum kemasan ukuran sekitar 20 liter," beber Kapolres.

    Di TKP tersebut, juga ditemukan jerigen kosong dengan berbagai kapasitas seperti 2 jerigen ukuran 20 liter, 12 jerigen ukuran 30 liter, 4 ember bekas cat tembok ukuran 20 Kg, 1 drum plastik ukuran 200 liter, serta 49 botol air minum kemasan kosong.

    "Kemudian corong untuk mengisi botol sebanyak 1 biji, 1 ember kecil warna hitam, ember bekas cat yang di pasang kran utk pengemasan, galon plastik ukuran 30 liter dengan kran, pipa paralon ukuran setengah inci panjang sekitar 10 meter, 1 drum besi bekas oli untuk memasak bahan dasar dan pipa besi ukuran 2 inci panjang sekitar 10 meter untuk penguapan," rinci AKBP Anwar Haidar.

    Sementara itu Kasat Reskrim AKP Damus Asa yang memimpin langsung operasi ini mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, OR mengaku sudah setengah tahun beroperasi mengoplos tuak.

    "Produksi tergantung barang baku tuak, sekali naik (Manjat pohon aren) bisa dapat 200 liter dan kemudian disimpan di drum, setelah itu disuling jadi 35 liter," kata Damus.

    Dari pengakuan OR pula, tuak yang sudah dioplos menjadi miras Cap Tikus itu tidak hanya dibeli oleh warga sekitar, namun juga ada pembeli yang datang dari kota Tenggarong. 

    "Untuk harga ukuran 600 ml  botol aqua kecil dijual 50 ribu," ungkapnya.

    Pasca penggerebekan, Tim Alligator langsung mengamankan rumah produksi dan rumah tempat penimbunan atau penyimpanan tuak milik OR.

    "Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke Polres Kukar untuk penyidikan lebih lanjut," demikian jelas Damus. (end)

    , ,

    Plt Bupati Kukar Edi Damansyah mengamati salah satu produk UMKM yang dijual di Indomaret
    Foto: Endi

    Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut baik Grand Opening Indomaret dan launching program Inovasi Dagang Kemitraan (IDAMAN) di kawasan Jalan Stadion Tenggarong, Rabu (18/04) kemarin. 

    “Saya menyambut baik diselenggarakannya acara ini sebagai sebuah bentuk terobosan inovatif melalui jalinan kemitraan dagang antara UMKM binaan perusahaan program CSR dengan Indomaret sebagai salah satu pelaku usaha besar di tanah air,” ujar Plt Bupati Kukar, Edi Damansyah. 

    Dikatakannya, program IDAMAN yang digagas pemkab Kukar melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP, bekerjasama dengan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Forum TJSP dan Indomaret, dengan mengusung konsep Triple Helix. 

    “Yaitu konsep sinergi dan penyatuan tiga pihak yakni pemerintah daerah, akademisi dan pengusaha. Diharapkan dapat meningkatkan akses pemasaran dan kualitas produk UMKM di Kutai Kartanegara,” ucapnya. 

    Saat ini, kata Edi, UMKM di Kukar berkembang pesat, tahun 2016 ada sejumlah 35.623 UMKM, kemudian tahun 2017 tumbuh menjadi 38.215 UMKM. Perkembangan ini lebih pesat bukan di pusat ibukota kabupaten tetapi justru di kecamatan-kecamatan melalui program CSR perusahaan sekitar. 

    “Dengan sentuhan teknologi dan penyediaan pangsa pasar yang lebih baik seperti di Muara Badak, Samboja, Loa Kulu, Tenggarong Seberang dan Muara Kaman melalui event festival dan ekspo UMKM,” bebernya.

    Plt Bupati Kukar Edi Damansyah mendengarkan penjelasan dari perwakilan Indomaret Samarinda
    Foto: Endi

    Sementara itu perwakilan Indomaret Samarinda, Sukamto, mengatakan, dengan adanya kerjasama ini, produk-produk UMKM kini sudah bisa di jual di Indomaret seluruh Kalimantan Timur. 

    “Kita sudah ada kerjasama dengan UMKM lain selain di Kutai Kartanegara, ada yang di Balikpapan dan Samarinda,” sebutnya. 

    Bahkan pada bulan Mei mendatang, sambungnya, Indomaret akan melaksanakan seminar dan pelatihan serta pemberian bantuan bagi pelaku UMKM di Kukar. 

    Ditempat yang sama, Rektor Unikarta Erwinsyah, meminta Indomaret juga bisa menampung dan menjual produk buatan mahasiswa. 

    “Akan ada kebanggaan produk lokal apalagi produk mahasiswa masuk di Indomaret,” tuturnya. 

    Dilanjutkannya, program IDAMAN sangat inovatif, sehingga kerjasama ini mampu menjadi pilar yang akan memperkokoh pembangunan di Kukar. 

    “Mudah-mudahan ide kreatif ini secara kontinyu terus berlanjut, terutama kami di perguruan tinggi selalu membuka peluang, kalau mau membuka Indomaret di tempat kami silahkan saja,” imbuhnya. 

    Dalam kesempatan itu, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kukar yang diwakili Fahmi Sa’ban berharap, pelaku UMKM di kabupaten ini terus berkembang.

    “Kami Forum TJSP bersedia untuk membantu usaha-usaha di tingkat bawah hingga bisa bersaing di pasar modern yang saat ini sedang kita hadapi,” tukasnya. 

    Melalui program IDAMAN, Forum TJSP optimis kegiatan ekonomi di Kukar akan meningkat terlebih produk UMKM sudah bisa dijual di pasar modern seperti Indomaret.

    "Kepada Indomaret, Indomarco, tumbuhlah dan berkembang menjadi besar tanpa harus mematikan usaha lokal dan pelaku-pelaku usaha tradisional," pinta Fahmi. (end)

    , ,

    Plt Bupati Kukar menyaksikan langsung operasi celah bibir dan langit-langit di RSUD Dayaku Raja
    Foto: R.Hidayat

    Kegiatan kerja sosial operasi celah bibir dan langit-langit gratis Se-Kalimantan Timur, digelar di RSUD Dayaku Raja, Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (14/04) lalu.

    Direktur RSUD Dayaku Raja, Dr Aulia Rahman Basri, mengatakan, operasi yang diikuti 25 penderita celah bibir dan langit-langit ini dimaksudkan untuk membantu sesama.

    "Kalau warga yang ikut dalam kegiatan ini yaitu dari sekitar Kutai Kartanegara, ada juga yang dari Berau, Sangatta, Kutai Barat, dan dari daerah lain di Kalimantan Timur," terangnya.

    Meskipun RSUD Dayaku Raja masih tipe C, namun Aulia berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut untuk meringankan beban masyarakat khususnya dari kalangan tidak mampu.

    "Kami hanya bisa menyelenggarakan layanan dasar, penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, kandungan, radiologi serta anastesi dan patologi klinik," ungkapnya.

    Oleh karenanya, kata Aulia, operasi seperti celah bibir dan langit-langit harus dilakukan oleh dokter ahli dan rumah sakit yang melaksanakannya minimal tipe B. 

    "Jadi untuk rumah sakit Kelas C bukan proporsinya untuk melaksanakan ini," cetusnya.

    RSUD Dayaku Raja, lanjut Aulia, sebelumnya juga pernah menyelenggarakan bakti sosial berupa sunatan massal yang diikuti 850 orang anak-anak serta operasi untuk 30 orang penderita katarak dan fisioterapi.

    "Mudah-mudahan di tahun yang akan datang kita bisa melaksanakan operasi-operasi lainnya seperti telinga, kita bisa melakukan pemeriksaan dan alat bantu dengar atau di bidang fisioterapi, misalnya kita bisa memberi alat bantu bagi orang yang sudah di amputasi," ujarnya.

    Aulia pun bersyukur, kegiatan sosial yang didukung oleh Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI) ini, turut mendapat support dari sejumlah sponsor.

    "Sehingga pembiayaan bisa dikatakan kita hanya menyediakan fasilitas saja. Kami dapat infonya mereka (FKG UI, Red) punya program tiap tahun mengadakan operasi bibir sumbing di beberapa titik," jelasnya.

    Ditambahkan Aulia, selain operasi celah bibir dan langit-langit, kerja sosial ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti donor darah dan ada pula pemimpin melayani staf.

    "Kegiatan ini bagian dari rangkaian ulang tahun rumah sakit Dayaku Raja yang ke-5 sejak berdiri pada 13 Maret 2013," ucapnya.

    Ditempat yang sama, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah usai membuka acara ini menyampaikan apresiasinya kepada tim FKG UI yang berjumlah 31 orang dan juga konsulat bedah mulut dari Jepang.

    "Kita sampaikan terima kasih, karena memang operasi celah bibir dan langit-langit ini kalau perawatan secara umum memerlukan biaya yang tinggi," sebutnya.  

    Pemkab Kukar, sambung Edi, menyampaikan penghargaan atas dukungan berbagai pihak, salah satunya kepada PT Prima Jaya Mandiri yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit melalui program CSR.

    "Semoga nanti kerja sosial ini bisa terus kita lakukan dengan baik, karena kita di Kutai Kartanegara ada forum kemanusiaan," tuturnya.

    Edi pun menyampaikan jika para dokter dan paramedis di Kukar sudah berkomitmen melaksanakan 5 hari kerja kedinasan dan 2 hari untuk kerja sosial kemasyarakatan.

    "Mudah-mudahan ini bagian dari rangkaian awal bagaimana kita bersama bisa memberikan manfaat secara khusus kepada masyarakat Kutai Kartanegara," harap Edi.

    Selain Plt Bupati, juga hadir Ketua DPRD Kukar Salehuddin, Kabag Kesra HM Arsyad, Kepala Dinas Kesehatan drg Koentijo Wibdarminto, serta unsur Muspika Kecamatan Kota Bangun. (end)

    , , ,

    Plt Bupati Edi Damansyah yang juga Ketua KTNA Kukar saat panen semangka di kecamatan Samboja
    Foto: Hendro

    Plt Bupati Edi Damansyah mengapresiasi pengelola kawasan agri bisnis terpadu di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Lau Kawar, kelurahan Sungai Merdeka, Km 36, kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).

    Usai panen semangka di  area kebun inti P4S , Edi yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, meyakini jika kawasan seluas 45 hektar itu memungkinkan untuk dijadikan Role Model.

    "Panen ini menunjukkan kerja keras dengan baik, tentunya sudah ada hitungan-hitungan yang pastinya untung, saya berharap setelah panen ini lanjutkan tanam kembali, jangan berhenti," ujarnya, Sabtu (14/04) lalu.

    Disampaikannya, jika dilihat dari statistik, saat ini basis pertanian di Kukar sangat besar memberikan kontribusi, apalagi semangka bisa menjadi komoditi yang menjanjikan.

    "Harapan Kutai Kartanegara kedepannya itu adalah sektor pertanian dan pariwisata, bukan migas, batu bara dan bahan galian, karena barang ini akan habis tidak bisa diperbaharui," tegasnya. 

    Edi pun mengharapkan dukungan anggota KTNA, PPL, dan semua pihak termasuk dunia usaha untuk bersinergi serta mengambil peran pengembangan pertanian dalam arti luas.

    "Kita berharap teman-teman KTNA yang beraktivitas langsung selaku petani jangan lemah semangat apalagi merendah diri, kadang masih terbangun mindset bahwa petani itu adalah bukan profesi istimewa, padahal profesi petani itu mulia," tuturnya. 

    Untuk merubah mindset dimaksud, petani harus terus diberikan pembinaan, edukasi dan bimbingan, terlebih pemerintah sangat luas memberikan ruang dan perhatian.

    "Salah satunya bagaimana dukungan Kementerian Pertanian berkaitan kebijakan ketahanan pangan, ada bibit, pupuk, Alsintan (Alat dan mesin pertanian) serta dukungan permodalan," bebernya.

    Edi pun menghimbau petani untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah melalui perbankan dengan bunga sangat rendah, sehingga tidak bergantung dari para tengkulak.

    "Karena keterikatan dengan tengkulak itu sudah lama dan harus dihentikan, tengkulak selain memainkan harga, juga memainkan waktu produksi dan panen," ungkapnya.

    Selaku perwakilan pemerintah dan KTNA, Edi berharap agar petani tidak memanfaatkan cara instan untuk mendapatkan modal usaha.

    "Karena selama ini petani kita yang tidak mau bersusah payah, tidak mau repot-repot. Padahal KUR itu Rp 25 juta ke bawah tanpa agunan tapi tetap ada administrasi. Saya berharap KTNA terus mensosialisasikan ini kepada masyarakat petani Kutai Kartanegara," ucapnya. (end)

    , ,

    Ketua APJI dan Plt Bupati Kukar saat panen perdana demfarm uji 10 varietas jagung di desa Batu-Batu
    Foto: Endi

    Pasca panen perdana pada Kamis (12/04) lalu, Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) membeberkan alasan dipilihnya desa Batu-Batu, kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai Demfarm uji 10 varietas jagung.

    "Kenapa Kutai Kartanegara, karena Pak Plt Bupatinya sangat welcome, lahannya luas. Ya kami dari APJI di Jakarta mencoba apa sih yang tidak bisa dilakukan disana (Desa Batu-Batu, Red), lalu kita cari lahan yang sangat ekstrim dulu," ujar Ketua APJI Nasional Sholahudin.

    Lahan ekstrim dengan tanah berpasir ini, kata Sholahudin, justru menjadi tantangan tersendiri untuk menguji tanaman jagung dari varietas NK-7328, BISI-18, NK-6172, NK-212, NK-959, DK-77, DK-771, ADV-78, Tondano-T2 dan HI-Cron Petro.

    "Kalau ekstrim ini sudah bisa mewujudkan jagung apalagi yang lahan bagus, dan ternyata disini pH nya tinggi, basah sekali yakni 9, padahal secara teknis untuk tanaman jagung kita kebutuhannya disini 5 sampai 6 saja, jadi perlu beberapa perlakuan khusus," jelasnya.

    Tantangan lainnya, tanah berpasir yang diberi pupuk sewaktu-waktu bisa larut ketika hujan turun. Namun kondisi ini bisa diatasi seperti halnya saat APJI melakukan pengujian di Bangka Belitung.

    "Kami sudah menanam di lahan eks tambang timah, dimana sudah tercuci tanahnya diambil timahnya, Alhamdulillah disitu juga berhasil," beber Sholahudin.

    Ia pun berharap ada kebijakan dari Pemkab Kukar agar menyerukan kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong untuk ditanami jagung.

    "Kami hanya butuh kebijakan saja, karena pada dasarnya kalau kita sudah bisa membuktikan dengan jagung ini, maka petani yang punya 10 hektar dan produksinya 7 ton sudah untung 10 juta," sebutnya.

    Bahkan menurut Sholahudin, jika satu keluarga petani punya 10 hektar maka pendapatan per empat bulan bisa mencapai Rp 100 juta.

    "Itu petani dengan sendirinya akan ikut menanam jagung, kita perlu kebijakan saja, seruan khusus kepada masyarakat bahwa lahan-lahan kosong yang saat ini belum terpakai segera untuk dibuka," pintanya.

    Tanaman jagung, sambung Sholahudin, bisa menjadi alternatif sumber ekonomi masyarakat, apalagi pemerintah telah menetapkan HPP (Harga Pokok Pembelian) dengan harga terendah jagung nasional yaitu Rp 3.150.

    "Kalimantan Timur kita harapkan tidak lagi tidak lagi menyumbang nasional, tetapi kita bisa ekspor ke negara Malaysia karena lebih dekat, dimana Malaysia itu satu tahun butuh 3 juta ton. Insya Allah kalau disini sudah ada seribu ton saja, pasarnya lebih dekat ke Malaysia dari pada ke Surabaya," jelasnya.

    Senada dengan Sholahudin, Plt Bupati Edi Damansyah yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, meminta dukungan dari kelompok-kelompok petani untuk terus bergerak mengembangkan tanaman jagung. 

    "Melalui revolusi jagung, pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara hanya mengintegrasikan seluruh stake holder agar kita fokus dulu kepada jagung, kenapa jagung, karena 90 atau 100 hari sudah panen, pemeliharaannya tidak perlu spesifik dan pasarnya jelas," bebernya.

    Pemkab lanjutnya, ingin tanaman jagung terus dikembangkan di Kukar, sekaligus merupakan langkah kongkrit bersama para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

    "Dan terutama untuk mengentaskan kemiskinan di Kutai Kartanegara, salah satunya dari sektor pertanian kita mengembangkan komoditi jagung," kata Edi. (end)


Top