,

    Gerbang desa Muara Enggelam masuk dalam daftar 10 pemenang Festival Gapura Cinta Negeri
    (Foto: Fairuz)

    Masyarakat desa Muara Enggelam, kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) patut berbangga, pasalnya gerbang desa di kampung terapung ini dinobatkan sebagai salah satu pemenang Festival Gapura Cinta Negeri 2019 garapan Kemendagri RI. 


    Ada 7 kabupaten dan 3 kota yang masuk dalam daftar 10 pemenang kategori umum, yakni Sriyanta (Kabupaten Boyolali), Eko Siswanto (Kota Semarang), Moh Nurrohman (Kabupaten Rembang), Roni Sintiu (Kabupaten Batu), Otniel Kayani (Kabupaten Kepulauan Yapen).

    Kemudian Dede Rahmat (Kabupaten Bandung Barat), Arief Rahman (Kota Banjarmasin), Ramsyah (Desa Muara Enggelam / Kabupaten Kutai Kartanegara), Mahgodie Idris (Kota Palembang) dan Riyadi (Kabupaten Magelang).

    10 gapura pemenang kategori umum dan 3 gapura pemenang kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi, akan diundang untuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

    Festival dalam rangka perayaan HUT RI ke-74 ini, memperebutkan 1 piala bergilir Presiden RI untuk gapura terbaik dari kategori umum dan uang senilai 250 juta rupiah. Kemudian 1 piala untuk gapura favorit pilihan netizen dan uang senilai 100 juta rupiah.

    Berikutnya 3 piala untuk gapura pemenang dari kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi, dan uang senilai 50 juta rupiah per pemenang, serta 10 piala untuk gapura pemenang dari kategori umum dan uang senilai 50 juta rupiah per pemenang.

    Untuk diketahui, sejak pendaftaran dibuka pada 17 Juli-17 Agustus lalu, total ada 1. 793 gapura terdaftar dalam Festival Gapura Cinta Negeri, terdiri dari 1.456 gapura berdasarkan kategori umum dan 337 kategori lembaga/instansi. (gcn/end)

    ,

    Kenshi dari 28 kabupaten/kota se-Indonesia siap bertanding dalam Kejurnas Kempo 2019 di Kukar
    (Foto: Endi)

    Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo memperebutkan Piala Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dibuka pada Jumat (23/08) malam, di gedung beladiri komplek stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. 

    Seremoni pembukaan diawali dengan pelantikan pengurus Pengprov Perkemi Kalimantan Timur, persembahan History Colosal Shorinji Kempo dari para kenshi, serta pengucapan janji/sumpah atlet dan juri. 

    Ketua Panitia Pelaksana Dedi Wahyudi menyebutkan, peserta berasal dari 28 kabupaten/kota Se- Indonesia, dengan jumlah sebanyak 441 orang. Kukar sendiri mengutus 82 orang atlit atau terbanyak dari kabupaten/kota lainnya “Hasil kejuaraan ini diharapkan muncul bibit-bibit atlit baru dan persiapan Perkemi dalam keikutsertaan mensukseskan PON 2020 di Papua,” ujarnya.  

    Ketua Perkemi Kukar Ahmad Zulfiansyah menyampaikan, kejurnas ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kukar dan bertujuan untuk meregenerasikan atlit Shorinji Kempo terutama bibit-bibit junior. “Kita laksanakan dari tingkat, SD, SMP, SMA/SMK. Ini kita prioritaskan untuk mencari bibit yang unggul,” tuturnya. 

    Kejurnas ini juga untuk menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat serta disiplin, sehingga menjadi atlit dengan mental juara. “Kami mohon untuk memberikan support kepada anak-anak kita (kenshi) supaya bisa menjadi atlit yang kita banggakan,” kata Zulfiansyah. 

    Sekda Kukar Sunggono mengharapkan, kejuaraan ini akan lebih meningkatkan semangat masyarakat untuk menekuni beladiri dan terus melahirkan bibit-bibit baru atlet berprestasi Indonesia. “Kita berharap atlet-atlet Indonesia termasuk didalamnya atlet kempo, dapat terus mendulang prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di mata Internasional,” tandasnya.

    Kejurnas Kempo di Kukar berlangsung dari tanggal 22-25 Agustus 2019. Mempertandingkan nomor tanding Randori (perkalian batas terbatas dengan teknik Kempo) dan Embu (kerapian teknik, gerak, dan kekompakan) dengan kelompok junior dan senior.  (end) 

    ,

    Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman didampingi anggota saat menggelar press rilis curanmor
    (Foto: Dok. Polsek Muara Jawa)

    Dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Kukar berhasil diringkus polisi, Rabu (21/08) lalu. Masing-masing bernama Kamiruddin (40) alias Kami, dan M Nurdin (34) alias Nurdin. 

    Kedua pelaku ini telah menggasak 12 unit sepeda motor berbagai merk di 5 TKP. "Di Muara Jawa 3 unit, Samboja 3 unit, Sanga-Sanga 1 unit, Anggana 2 unit, dan Samarinda Seberang 3 unit,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman, saat menggelar press rilis, Jumat (23/08).

    Untuk memuluskan aksinya, kedua tersangka menggunakan tang untuk memotong kabel sepeda motor korbannya. “Selain itu, 1 unit kendaraan roda empat dijadikan sarana dalam melakukan aksi kejahatan tersangka,” bebernya. 

    Kasus ini terungkap setelah jajaran Reskrim Polsek Muara Jawa mengamankan Kamiruddin di kelurahan Muara Jawa Ulu yang dicurigai sebagai pelaku curanmor. “Setelah diinterogasi, Saudara Kamiruddin menunjukkan 1 unit sepeda motor yang tidak ada platnya dan diakui adalah sepeda motor yang dicuri Saudara Nurdin,” sambung Anton. 

    12 unit sepeda motor berbagai merek hasil kejahatan kedua pelaku diamankan di Polsek Muara Jawa
    (Foto: Dok. Polsek Muara Jawa)

    Nurdin sendiri ditangkap di kecamatan Sambutan, Samarinda, oleh tim gabungan Polsek Muara Jawa, Samboja yang dibackup Polsek Anggana. “Atas pengakuan pelaku, anggota kembali mengamankan 9 unit sepeda motor beserta 1 unit mesin kompresor,” jelasnya. 

    Hasil pemeriksaan selanjutnya, kata Anton, polisi kembali mendapati barang bukti sepeda motor yang dicuri Nurdin, yakni 1 unit berada di Tamapole dan 1 unit di Senipah. “Tersangka merupakan residivis curanmor di beberapa tempat, diantaranya TKP Kukar, Balikpapan dan Samarinda,” ungkapnya. 

    Anton menegaskan, rata-rata sepeda motor yang dicuri telah dilepas nomor polisinya. Perbuatan kedua tersangka pun dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e Jo Pasal 64 KUHP. “Dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun,” demikian ditegaskannya. (end) 

    , ,

    Berbagai persiapan jelang pembukaan FKT 2, termasuk menghiasi sepanjang jalan menuju lokasi acara
    (Foto: Dok. Panitia FKT)

    Sukses menggelar Festival Kampung Telihan (FKT) tahun lalu, festival serupa kembali dihelat kedua kalinya pada 24 – 26 Agustus 2019 mendatang, di desa Muara Muntai Ulu, kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Ketua Panitia FKT 2 Wahyudin Noor, mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dua hari jelang acara pembukaan. "Untuk persiapan Insya Allah sudah sekitar 80 persen," ujarnya saat dihubungi media ini.

    Festival di kampung yang dikenal memiliki jembatan kayu ulin terpanjang ini akan dibuka Sabtu lusa, di awali dengan pawai sepeda hias. "Kemudian ada senam zumba dengan dengan instruktur senam Angga Yellow dari Kota Raja Tenggarong," beber Wahyudin.

    Sedangkan pembukaan festival berlangsung malam harinya di lapangan bola Sri Muntai atau lapangan Satria, desa Muara Muntai Ulu. "Pembukaan akan ada tampilan siswa-siswi Muara Muntai dalam tari kolosal, dan dimeriahkan tampilan talent dari beberapa komunitas seni yang ada di Kukar," sambungnya.

    Dikatakan Wahyudin, partisipasi pendukung acara untuk memeriahkan festival tersebut meningkat dibanding tahun lalu, termasuk peserta bazaar UMKM. "Partisipasi para pelaku UMKM juga melonjak memeriahkan festival ini," tuturnya.

    Dalam festival yang dimotori pemuda setempat, panitia penyelenggara juga mengadakan pemeriksaan layanan kesehatan bekerjasama dengan UPT Puskemas Muara Muntai. "Nanti akan ada pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga Muara Muntai," ucapnya.

    Sederet acara lainnya seperti makan beseprah, olahraga tradisional, pentas seni, hingga wisata jalan-jalan ke Tanjung Batuq, dipastikan menambah kemeriahan event tahunan ini. "Panitia juga menggelar workshop education, serta festival burung bekicau yang akan dihadiri peserta dari sejumlah daerah," demikian jelas Wahyudin. (end)

    ,

    Sat Resnarkoba Polres Kukar mengungkap peredaran sabu dengan berat lebih dari setengah kilogram
    (Foto: Endi)

    Satuan Resnarkoba Polres Kukar berhasil menangkap pelaku peredaran narkotika dengan barang bukti mencapai lebih dari setengah kilogram sabu-sabu, Senin (19/08) lalu.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Resnarkoba IPTU Romi melalui KBO IPDA Darnuji menyebutkan, sabu tersebut diamankan dari ED alias Ys (34) di sebuah rumah di Jalan Aji Imbut, Kelurahan Baru, Tenggarong, sekira pukul 00.30 Wita. 

    “Saat digerebek dan dilakukan penggeledahan didalam lemari pelaku, ditemukan 7 poket kristal diduga sabu-sabu dengan berat 615,5 gram bruto bersama 3 buah sendok takar, 1 buah timbangan digital, 1 bendel plastik clip, 2 buah korek api gas dan 1 unit HP,” bebernya. 

    Dari hasil interograsi, ED mengaku barang haram itu bernilai sekitar Rp 600 juta yang disinyalir berasal dari bandar besar di Samarinda. Ia mendapat upah dari setiap hasil penjualan sekitar Rp 1 juta.

    “Pelaku ini memang tidak memiliki pekerjaan tetap dan menggeluti bisnis narkoba sejak dua tahun belakangan,” kata Darnuji. 

    Sebelumnya, anggota Resnarkoba yang dipimpin Kasat Resnarkoba IPTU Romi, juga mengamankan dua orang pemuda bernama Rw (23) dan Zn (22) di Jalan Awang Long, kelurahan Sukarame. 

    Saat digeledah, kedua pelaku yang tinggal di mess pencucian motor ini tak bisa mengelak, lantaran ditemukan 1 poket shabu yang disimpan dalam karung beras dan 2 poket lagi didalam tumpukan ban mobil. 

    “Shabu sejumlah tiga poket itu seberat 5,40 gram bruto, rencananya akan dikirim ke Kutai Barat. Kemudian barang bukti lain yakni 1 buah timbangan digital, 1 buah korek api, 1 buah bong atau alat hisap dan 2 unit HP,” rincinya. 

    Darnuji menegaskan, untuk tersangka ED dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. 

    “Sedangkan tersangka Rw dan Zn dikenakan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara,” ucapnya. (end)

    ,

    Charles Yohanes Aling (dua dari kiri) kini resmi menjabat sebagai Dandim 0906/Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Kodim 0906/Tenggarong kini di komandoi Letkol Inf Charles Yohannes Alling. Pria yang sebelumnya berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu resmi menggantikan Letkol Czi Bayu Kurniawan.

    Serah terima jabatan (sertijab) Komandan Kodim (Dandim) ini telah dilaksanakan di Markas Korem 091/Aji Suryanata Kesuma, Selasa (20/08) pagi, di Samarinda

    Sedangkan malam harinya berlangsung acara pisah sambut di Pendopo Bupati Kukar. Charles Alling mengharapkan dukungan semua pihak dalam melaksanakan tugasnya selaku Dandim yang baru.

    "Kita adalah tim work dan partner kerja. Kita harus tetap solid, menatap masa depan dan tantangan secara bersama-sama," ujarnya dihadapan Bupati Kukar Edi Damansyah yang didampingi Sekda Sunggono.

    Dalam acara yang dihadiri keluarga besar Kodim 0906/Tenggarong itu,  Charles Alling mengatakan, torehan kepemimpinan Dandim sebelumnya akan menjadi platform yang sangat baik, sehingga akan ia kembangkan serta tindaklanjuti.

    "Tentu agar Kodim kita ini lebih maju, lebih profesional, dekat dengan rakyat dan senantiasa sama-sama membangun negeri lebih baik lagi," ujar perwira menengah TNI-AD itu.

    Charles Alling sendiri terlahir di Surabaya-Jawa Timur pada 19 Mei 1980. Mengawali karir di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 2001. Beberapa kursus dasar perwira infanteri dan pendidikan komando pernah ditempuhnya.

    Tahun 2015, ia mengikuti pendidikan Sesko Australia melalui program beasiswa Presiden Indonesia dengan program tambahan pendidikan S2 di Australian National University (ANU). Pasca pendidikan tersebut, Charles Alling kembali berdinas di Kopassus dengan jabatan sebagai Pabandya Lat sops Kopassus selama 7 bulan

    Pada 26 Oktober 2016 dirinya dipromosikan sebagai Komandan Bataliyon 32 Grup-3 Kopassus. Kemudian pada 4 September 2018 ditunjuk menjadi Dansat Intel Kopassus. (end)

    Berita TerkaitLetkol Inf Jansen P Nainggolan Serahkan Tongkat Komando Dandim 0906/Tenggarong Kepada Letkol Czi Bayu Kurniawan

    ,

    Kalapas IIB Tenggarong menunjukkan hasil kerajinan warga binaaannya kepada Bupati Kukar
    (Foto: Endi)

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapreasiasi hasil kerajinan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tenggarong.

    "Kalau bicara Lapas Tenggarong sudah luar biasa, warga binaan difasilitasi sehingga sudah bisa memproduksi beberapa kerajinan, pasarnya pun sudah diluar Kalimantan," ujarnya usai upacara pemberian remisi, Jumat (16/08) lalu.

    Edi mengatakan, hal itu menunjukkan komitmen pemerintah khususnya jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), sehingga warga binaan di Lapas bisa produktif.

    Sementara itu Kalapas IIB Tenggarong Didik Heru Sukoco, mengatakan, pihaknya terus berupaya membangun dan mendorong kreativitas warga binaannya.

    "Pemasarannya juga sudah lumayan, meja lipat saya sudah hampir tiga ratus kita produksi dan dipasarkan," bebernya.

    Meski tidak signifikan, namun hasil penjualan bisa digulirkan untuk modal produksi selanjutnya. Diharapkan para narapidana yang telah memiliki ketrampilan bisa mengajarkan kepada warga binaan lainnya setelah bebas.

    "Minimal kita bisa membawa teman-teman mereka untuk diajari lagi. Jadi ada pelatihan-pelatihannya," kata Didik.

    Ia menyebutkan, hingga kini penjualan hasil kerajinan warga binaannya telah menembus sejumlah kota besar.

    "Ada ke Jakarta, Bandung, Surabaya. Pesanan paling banyak meja lipat, karena bahannya dari kayu ulin yang kalau di Jawa mungkin sudah tidak ada. Harganya mulai Rp 1,2 juta," sambung Didik.

    Didik pun merasa bangga hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Tenggarong mendapat apresiasi dari masyarakat.

    "Mudah-mudahan setelah keluar (bebas) dia (narapidana) sudah punya keahlian, karena untuk bahan kayu di Tenggarong atau Kalimantan Timur ini memungkinkan," ucapnya.

    Selain meja lipat, warga binaan di Lapas ini juga memproduksi kursi dan meja dari bahan drum bekas, ada pula meja rias, miniatur perahu dan lainnya. (end)

    ,

    Ribuan peserta pawai termasuk pelajar SD memeriahkan rangkaian HUT RI ke-74 di Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Cuaca panas di Tenggarong tak menghalangi antusiasme ribuan peserta pawai merah putih pada rangkaian kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74, Minggu (18/08).

    Peserta pawai berkumpul sejak pukul 06.00 Wita, terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, Umum, OPD, TNI - Polri, hingga mobil hias. Panita menyebutkan ada sekitar 4 ribu peserta yang berpartisipasi.

    Iring-iringan peserta pawai disaksikan masyarakat yang memadati sepanjang Jalan Wolter Monginsidi, KH Akhmad Mukhsin, Sudirman, bundaran Aji Imbut, Jembatan Bongkok, hingga sekitar panggung kehormatan di Jalan Diponegoro atau depan Museum Mulawarman.

    Setiap peserta unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan, disaksikan Bupati Kukar Edi Damansyah yang didampingi Sekda Kukar Sunggono beserta jajaran, bersama unsur Forkopimda.

    Berbagai atraksi ditampilkan, ada peragaan busana hasil daur ulang sampah, penampilan Pocil, Paskas, marching band, tari tradisional, tausiyah, habsy, senam, flash mob, hingga beladiri. Pakaian peserta pawai juga menampilkan ragam nusantara serta kostum unik kreatif.

    Warga menyerbu gunungan hasil bumi dari kendaraan hias peserta pawai merah putih di Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Tak kalah meriah tatkala rombongan kendaraan hias yang membawa hasil bumi dan dibentuk dalam gunungan, dalam hitungan menit ludes diserbu warga, bahkan ikan sungai yang dibagikan secara gratis tak luput jadi rebutan.

    Kemeriahan pawai yang berakhir pada pukul 13.30 Wita ini pun mendapat apresiasi Bupati Kukar Edi Damansyah. "Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas partisipasi warga masyarakat dalam rangkaian peringatan HUT RI yang ke 74," ujarnya.

    Ia juga mengapreasiasi beberapa OPD yang menyampaikan capaian kinerja dalam pawai tersebut berkaitan dengan layanan publik. "Tentunya ini bagian dari informasi yang disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.

    Dikatakan Edi, pawai merah putih telah berjalan lancar dan sukses serta mendapat animo luar biasa. "Semoga ini bisa terus kita lakukan dan ditingkatkan terutama yang berkaitan dengan peran serta masyarakat yakni semangat kebersamaan gotong royong, Betulungan Etam Bisa," tandasnya. (end)


Top