,

    Pasca api dipadamkan, warga sekitar kawasan Sungai Mariam berkumpul di lokasi kejadian kebakaran
    Foto: Istimewa

    Kebakaran di desa Sungai Mariam RT 13 dan 14, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) pada Minggu (15/07) dini hari kemarin, mengakibatkan sejumlah warga kehilangan rumah serta harta benda.

    Diberitakan sebelumnya kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat penduduk di bantaran sungai Mahakam ini menyebabkan 15 unit rumah hangus terbakar, sementara 6 lainnya terbakar dibagian dinding.

    Namun dari data terakhir dilapangan, diketahui ada 35 unit bangunan termasuk rumah kontrakan 15 pintu hangus terbakar, lainnya mengalami kerusakan sebagian. 

    "Sedangkan 41 kepala keluarga atau 138 jiwa yang terdiri dari 65 laki-laki, 73 perempuan dan 16 balita harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di masjid setempat," ujar Kapolsek Anggana IPTU Baharuddin.

    Meski tidak ada korban jiwa, kata Kapolsek, namun  kerugian materil ditaksir mencapai hingga Rp 5 Milyar, terlebih salah satu bangunan yang terbakar merupakan gudang tempat usaha kepiting dan udang.

    "Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api diperkirakan berasal dari lantai dua rumah milik salah satu warga bernama Hj Tora. Diduga kejadian ini akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik," ucap IPTU Baharuddin.

    Peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 02.00 Wita. Warga sekitar yang mengetahui kejadian terpaksa melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya, namun api dengan cepat menyambar rumah warga yang rata-rata terbuat dari kayu.

    "Selain BPBD Kecamatan Anggana, pemadaman juga dibantu unit PMK dari kota Samarinda, Balakar, relawan, serta warga. Api baru dapat dipadamkan sekitar dua 2,5 jam kemudian dan pendinginan dilakukan hingga pukul 04.50 Wita," jelasnya.

    IPTU Baharuddin sendiri didampingi Pengurus Bhayangkari Anggana pada Senin (16/07) pukul 09.00 Wita tadi pagi, menyerahkan bantuan sembako ke Posko Kebakaran di Masjid Siroju Tholibin yang diterima oleh Kepala Desa Sungai Mariam. (end)

    ,

    Api berkobar dan membakar rumah warga RT 13 dan 14 di Jalan Sungai Mariam Ulu, Anggana
    Foto: Istimewa

    Belasan bangunan rumah yang berada di tepi sungai Mahakam, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) hangus terbakar dilahap jago merah, Minggu (15/07) dini hari, sekira pukul 02.00 Wita.

    "Peristiwa kebakaran terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk Jalan Sungai Mariam Ulu, RT 13 dan RT 14," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Anggana IPTU Baharudin.

    Dikatakannya, kebakaran saat warga tengah tertidur itu menyebabkan 15 bangunan termasuk rumah kontrakan hangus dilahap api, sedangkan 6 bangunan lainnya terbakar dibagian dinding.

    "Menurut keterangan para saksi yang melihat kejadian ini, pada pukul 02.00 Wita rumah milik warga bernama Hj Tora dan rumah Saudara H Aspul sudah terbakar," ujar Kapolsek.

    Melihat api sudah membesar, warga pun berusaha memadamkan dengan memakai peralatan seadanya. Sesaat kemudian, personil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kecamatan Anggana tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

    Pasca api dipadamkan, warga sekitar kawasan Sungai Mariam berkumpul di lokasi kejadian kebakaran
    Foto: Istimewa

    "Akan tetapi api sudah menghanguskan beberapa rumah warga yang mayoritas terbuat dari kayu ulin. Berdasarkan keterangan para saksi, pada saat itu pertama kali angin bertiup kencang ke arah timur dan kemudian berbalik ke arah barat, sehingga api menjalar ke rumah warga yang berjajar di pinggir perairan sungai Mahakam," kata Kapolsek. 

    Selain unit pemadam dari BPBD dan Balakar Kecamatan Anggana, pemadaman juga dibantu PMK PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Tofina PMK yang juga merupakan unit pemadam milik PT PHM.

    "Pemadaman turut dibantu unit pemadam dari Samarinda, yakni Balakar Sungai Dama, Balakar PMK PM Nor, PMK Raja Parfum, PKKA Sungai Kapih, unit Balakar Danau City, Balakar Sambutan dan PMK MIM Rescue, serta sejumlah relawan," beber IPTU Baharudin.

    Kobaran api sendiri baru dapat dipadamkan 2,5 jam kemudian atau sekitar pukul 04.30 Wita setelah petugas pemadam berjibaku menaklukkan si jago merah.

    "Tidak ada korban jiwa, namun akibat musibah kebakaran ini warga harus kehilangan tempat tinggal dan menderita kerugian materil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 milyar," bebernya.

    Kapolsek menyebutkan, api diperkirakan berasal dari lantai dua rumah milik Hj Tora, sehingga mengakibatkan kebakaran. "Diduga kejadian ini akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik," demikian jelas Kapolsek. (end)

    ,

    Dok.Anugerah Pesona Indonesia

    Setelah Erau dinobatkan sebagai Juara I Festival Budaya Terpopuler 2016 dan Pulau Kumala Juara II Tujuan Wisata Baru Terpopuler 2017, Kutai Kartanegara (Kukar) kembali masuk dalam daftar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.

    "Di tahun 2018 ini, ada 2 kategori yang masuk dari Kukar yakni Tenun Ulap Doyo untuk kategori Cinderamata Terpopuler dan facebook Visiting Kutai Kartanegara sebagai Promosi Digital Terpopuler," terang Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni, Jumat (13/07).

    Kepada media ini Sri mengatakan, voting sudah dibuka sejak 1 Juni lalu dan akan ditutup pada bulan Oktober 2018 mendatang. "Mohon dukungan seluruh masyarakat untuk voting dua kategori tersebut," ucapnya. 

    Caranya, lanjut Sri, dengan mengirimkan sms, ketik API 7I kirim ke 99386 untuk dukungan Tenun Ulap Doyo atau dengan mengunjungi tautan kategori Cinderamata Terpopuler.

    "Dan ketik API 13I kirim ke 99386 untuk dukungan FB visitingkukar atau klik link kategori Promosi Digital Terpopuler," sebutnya.

    Untuk diketahui, API merupakan ajang pariwisata terpopuler Indonesia yang diadakan setiap tahun dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata RI. Kegiatannya dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada Obyek dan Tujuan Wisata Terpopuler di Indonesia.

    Ajang apresiasi pilihan masyarakat (people choice) ini secara langsung mengajak dan melibatkan peran serta seluruh elemen masyarakat daerah dari Kabupaten, Kota, hingga di Provinsi untuk bekerja bersama-sama memberikan apresiasi, serta menjadikan pariwisata daerahnya menjadi yang terbaik dan terpopuler.

    Kegiatan yang bertujuan mengangkat potensi pariwisata mulai dari perkotaan hingga pelosok daerah di Indonesia ini, akan terus dikembangkan lebih baik dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara serta mancanegara. (end)

    ,

    108 penari massal akan tampil dalam perhelatan pembukaan Erau Adat Kutai 2018 di Tenggarong
    Foto: Endi

    Opening Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2018 yang akan dihelat pada Minggu (22/07) pekan depan, dipastikan akan kembali menampilkan tarian massal.

    Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar), Sri Wahyuni, tari massal kembali ditampilkan setelah pihaknya mendapat kepastian dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. 

    "Anggaran kita sangat minim, Alhamdulillah khusus tarian massal di support penuh dari Kemenpar sebagai bagian dari kunjungan untuk anggota Wonderful Event, karena EIFAF satu diantara 100 Wonder Event yang ditetapkan Kemenpar," bebernya.

    Seluruh pembiayaan latihan, properti, kostum dan lainnya, kata Sri, akan dibiayai oleh Kemenpar. "Kemenpar melalui E.O (Event Organizer) bekerjasama dengan Yayasan Gubang," terangnya.

    Sementara itu, koreografer tari massal Hariyansa Kundjung, usai memberikan pengarahan kepada para penari di lapangan Stadion Rondong Demang, Kamis (12/07) sore, menjelaskan, ia bersama timnya hanya memiliki waktu dua minggu untuk mempersiapkan para penari.

    "Proses rekrutmen sudah dimulai sejak Senin (09/07) lalu, dan dua hari ini kita sudah mulai proses latihan," ujarnya.

    Sejumlah penari massal dibawah arahan koreografer nampak berlatih di stadion Rondong Demang
    Foto: Endi

    Ketua Yayasan Gubang yang akrab disapa Ancah ini mengungkapkan, tim pelatih tari berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan sisa waktu yang tersisa. "Karena waktunya tinggal dua minggu lagi, maka untuk latihan kita mulai dari jam 4 sore, kemudian istirahat dan dilanjutkan lagi jam 7 sampai 9 malam," ujarnya.

    Seluruh penari, sambung Ancah, berjumlah sebanyak 108 orang dengan 20 orang pemusik daerah. "Untuk penari direkrut dari beberapa sekolah di Tenggarong, ada dari SMAN 1, SMAN 2, MAN, MTs, dan SMK 3 Tenggarong Seberang," sebut Ancah.

    Dikatakannya, para penari tersebut merupakan pelajar yang selama ini mengikuti bimbingan Ekstra Kulikuler (Ekskul) binaan Yayasan Gubang. "Konsep tari sendiri, kita mengangkat kekuatan tradisi yang merupakan warisan leluhur dan warisan budaya. Kami mengangkat konsep Melayu pesisir Kutai dan pedalaman," jelasnya.

    Meski waktu latihan cukup singkat, Ancah mengaku para penari bisa cepat beradaptasi dengan arahan yang diberikan. "Kalau berbicara konsep tari, mereka cepat menyesuaikan gerakan-gerakan, cuma yang kami kewalahan adalah properti yang harus secepatnya dipersiapkan," ungkapnya.

    Khusus tari massal yang berdurasi selama 18 menit, sambung Ancah, tidak akan menggunakan live musik sebagaimana Erau tahun-tahun sebelumnya. "Pemusik tetap dari Olah Gubang, tetapi untuk mempersingkat waktu, tari massal diiringi musik rekaman," sebutnya.

    Ditambahkan Ancah, gladi bersih tari massal akan digelar tanggal 20 Juli. "Tetapi tanggal 21 Juli atau sehari sebelum pembukaan Erau kita tetap melakukan latihan untuk mematangkan persiapan," ucapnya. (end)

    ,

    Barang bukti sepeda motor Yamaha Mio yang digasak PP seorang remaja pelaku curanmor di Tenggarong
    Foto: Istimewa

    Anggota Unit Reskrim Polsek Tenggarong mengamankan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) pada Rabu (11/07), sekira pukul 01.00 Wita.

    Kasus ini terungkap setelah Wawan (24) warga Jalan Danau Semayang, Gang 6, RT 13, Kelurahan Melayu, kehilangan sepeda motor miliknya jenis Yamaha Mio dengan nomor Polisi KT 6273 OB.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi, mengatakan, dari kejadian tersebut, anggotanya meringkus PP (17) yang masih berusia dibawah umur.

    "Pencurian sepeda motor dilakukan oleh tersangka dengan cara dituntun atau didorong keluar gang 6 menuju Jalan Danau Semayang," beber Triyadi. 

    Pada saat posisi di depan gang, lanjutnya, pelaku yang tengah mendorong motor korban kepergok warga, sehingga langsung diamankan. "Kemudian tersangka digelandang bersama barang bukti ke Mapolsek Tenggarong," sebutnya.

    Pelaku yang badannya dipenuhi tato itu, kata Triyadi, tercatat sebagai warga Dusun Sidomulyo, RT 014, Kelurahan Bukit Biru. Akibat tindak curanmor yang dilakukannya, korbannya menderita kerugian materiil sekitar Rp 5 juta. 

    "Karena pelaku masih dibawah umur, maka diserahkan ke orang tuanya. Namun tetap diproses dan dilakukan upaya penyelesaian terhadap anak yang berhadapan dengan hukum atau diversi," tandasnya. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat memimpin upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-72
    Foto: Endi

    Peringatan Hari Bhayangkara diharapkan dapat menjadi momentum refleksi diri guna meningkatkan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Polri, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, pada upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-72 di halaman Mako Polres Kukar, Rabu (11/07) pagi tadi.

    "Dengan refleksi dini, Polri bisa melihat lagi bukan hanya keberhasilan yang telah dicapai, namun juga menyadari kelemahan dan kekurangan selama ini," ucapnya dihadapan peserta upacara.

    Kelemahan dan kekurangan itu, sambung Kapolres, harus dapat dilihat sebagai tantangan untuk memperbaiki diri serta melakukan perubahan yang positif .

    "Serta untuk terus melakukan upaya reformasi institusi Polri secara menyeluruh, dan saya yakin bahwa refomasi Polri secara menyeluruh dan konsisten adalah kunci dalam menghadapi masa depan," tuturnya.

    Usai memimpin upacara, AKBP Anwar Haidar dihadapan sejumlah wartawan yang menemuinya, menegaskan, seluruh anggotanya telah ia instruksikan agar profesional dalam menjalankan tugas.

    Kapolres Kukar juga menyematkan penghargaan Bintang Bhayangkara Naraya kepada KBO Sat Sabhara
    Foto: Endi

    "Apalagi pada bulan Juli ini tunjangan kinerja Polri akan naik 70 persen. Seiring dengan kenaikan tersebut, anggota Polri agar lebih profesional, tentunya untuk meningkatkan kepercayaan publik," ujarnya.

    Dikatakan Kapolres, meski kondisi geografis wilayah Kukar sangat luas, namun ia menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

    "Karena kita anggota Polri, mau tidak mau harus melaksanakan tugas dan penuh tanggung jawab, agar Polri semakin dicintai dan dipercayai oleh masyarakat," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan apresiasinya atas hasil pandangan survey terhadap empat layanan publik di instusinya yakni pelayanan SKCK, SIM, SPKT dan layanan Reskrim.

    "Mudah-mudahan dengan hasil survey ini bisa menjadi cerminan bagi kita,. Yang pertama harus kita lakukan adalah mempertahankan agar layanan publik ini benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat," cetusnya.

    Selain mempertahankan, layanan publik tersebut harus dapat ditingkatkan agar dapat melayani masyarakat dengan baik, tulus dan ikhlas. "Mudah-mudahan hasil survey ini menjadi motivasi dan semangat anggota kita," kata Kapolres.

    Dalam upacara yang dihadiri unsur FKPD ini, juga dilaksanakan penyematan penghargaan Bintang Bhayangkara Naraya kepada KBO Sat Sabhara IPTU Puji Santoso dan penyerahan hadiah perlombaan dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-72 di lingkungan Polres Kukar. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat melantik IPTU Darwis Yusuf sebagai Kapolsek Loa Kulu
    Foto: Humas Polres Kukar

    IPTU Darwis Yusuf resmi menjabat sebagai PS Kapolsek Loa Kulu menggantikan AKP Ade Harri Sistriawan yang tengah mendapat tugas belajar mengikuti pendidikan Strata Dua (S2).

    Upacara pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar di ruang Catur Prasetya Mapolres Kukar, Senin (09/07) pukul 07.00 Wita.

    Prosesi diawali dengan pengambilan sumpah yang dipandu oleh Kapolres Kukar dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pakta Integritas Jabatan sebagai Kapolsek. 

    "Pelantikan ini sesuai Surat Keputusan (Skep) Kapolda Kaltim tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan Polda Kaltim," ujar Kapolres saat menyampaikan sambutannya.

    Dikatakannya, Serah Terima Jabatan ( Sertijab ) di lingkungan Polri adalah suatu hal yang biasa terjadi dan sering dilakukan dengan tujuan selain promosi "Jabatan juga untuk jenjang peningkatan Karier dan Kepangkatan," tukasnya.

    Kapolres Kukar pun menyampaikan ucapan selamat kepada IPTU Darwis selaku Pejabat Kapolsek Loa Kulu dan meminta agar segera menyesuaikan dengan lingkungan setempat serta membuat terobosan baru.

    "Adakan pendekatan kepada para tokoh yang berpengaruh. Lakukan penggalangan agar tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Loa Kulu khususnya dan Polres Kukar pada umumnya," ucapnya.

    Turut hadir dalam upacara ini Wakapolres Kukar Kompol Wiwit Adisatria, para Kabag, Kasat, Kapolsek, Perwira, anggota Polres Kukar, Ketua Cabang dan anggota Pengurus Bhayangkari Kukar.  (Aba - 007/end ).

    ,

    Sejumlah pelajar melakukan aksi simpatik peduli percepatan pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong
    Foto: Endi

    Aksi simpatik peduli percepatan pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan KH Ahmad Muksin, Minggu (08/07) pagi.

    Aksi dilakukan dengan cara mengajak warga masyarakat untuk membubuhkan tanda tangan diatas kain berwarna putih sepanjang 20 meter sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan gedung sekolah yang telah mangkrak selama 3 tahun.

    Sejumlah pelajar sekolah itu terlihat membentangkan spanduk, diantaranya bertuliskan #Save SMPN 1 TGR. Sedangkan beberapa guru dan alumni aktif mengajak warga untuk memberikan dukungan.

    "Kita menggalang dukungan dari masyarakat, harapannya agar gedung SMP Negeri 1 cepat dirampungkan," ujar Koordinator Aksi, Mahendra.

    Warga masyarakat turut membubuhkan tanda tangan dalam aksi simpatik peduli SMPN 1 Tenggarong
    Foto: Endi

    Dikatakannya, sejak sekolah tersebut dibongkar sampai dengan dilakukan penanaman tiang pancang, aktivitas pembangunan gedung kemudian terhenti hingga sekarang.

    "Harapan kita melakukan aksi untuk mendapat dukungan baik dari masyarakat maupun pemerintah agar menaruh perhatian khusus sehingga gedung ini segera berdiri," tutur pemuda yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Alumni SMPN 1 Tenggarong ini.

    Selain aksi simpatik, sambung Mahendra, para alumni juga membuka rekening donasi yang dibuka untuk umum.

    "Alhamdulillah antusias dari masyarakat maupun rekan-rekan alumni cukup baik. Tinggal kita mengawal proses dari pemerintah sendiri sampai sejauh mana mereka menaruh perhatiannya," ucapnya. 

    Sebagaimana diketahui, pada 27 Juli 2015 gedung SMPN 1 yang berada di Jalan KH Dewantara dibongkar secara total. Sementara untuk kegiatan belajar mengajar menumpang di gedung SMKN 2 Tenggarong. (end)


Top