,

    Bupati Kukar Edi Damansyah membuka secara resmi grand final kejuaraan pencak silat Bupati Cup III
    (Foto: Endi)

    Grand final kejuaraan pencak silat Bupati Cup III tahun 2019 tingkat kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dibuka hari ini, Kamis (27/06), di gedung beladiri stadion Rondong, Tenggarong. 

    Berlangsung hingga 30 Juni mendatang, kejuaraan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan komitmen pemkab Kukar melalui pembinaan yang dilakukan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kukar di 18 kecamatan. 

    “Ini tidak terlepas dari upaya pembinaan dan bagian dari memberikan apresiasi tidak hanya kepada pengurus IPSI tapi juga lebih khusus kepada para atlit, sehingga bisa memotivasi untuk berlatih dengan baik,” ujar Bupati Kukar Edi Damansyah sesaat setelah membuka pertandingan. 

    Edi pun meminta pengurus IPSI Kukar menerapkan manajemen kongkrit yakni latihan dan menyelenggarakan pertandingan. 

    “Mudah-mudahan ini bagian dari pola pergeseran pembinaan kita, karena salah satu kunci keberhasilan itu adalah pembinaannya,” katanya. 

    Ketua Umum IPSI Kukar Siswo Cahyono, menyebutkan, kejuaraan dipertandingkan full class dan merupakan hasil filterisasi masing-masing zona, yakni zona 1 (Tenggarong), zona 2 (Pesisir), serta zona 3 (Hulu). 

    “Itu sudah mewakili 18 kecamatan, dan yang hadir disini adalah atlet-atlet yang kemarin lolos seleksi di masing-masing zona untuk dihadapkan pada grand final,” jelasnya. 

    Ia mengharapkan, hasil kejuaraan ini kedepannya bisa menggali atlit-atlit yang berpotensi di masing-masing kecamatan. 

    “Harapan kita kedepan tidak ada lagi yang merasa dianak tirikan, semua punya kesempatan yang sama untuk berprestasi,” ucapnya. 

    Terkait pembinaan sebagaimana yang diharapkan Bupati Kukar, Siswo menyebutkan saat ini sudah ada terbentuk 15 IPSI di tingkat kecamatan. 

    “Kedepan akan terbentuk di 18 kecamatan. Dari IPSI di tingkat kecamatan itulah nanti yang melakukan pembinaan sampai tingkat bawah di masing-masing desa,” cetusnya. (end)

    , ,

    Pembentukan dan pengukuhan 6 kecamatan di Kukar sebagai Tim Pengawasan Orang Asing (PORA)
    (Foto: Istimewa)

    Pembentukan dan pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) tingkat kecamatan berlangsung di pendopo Wakil Bupati Kukar, Rabu (26/05/2019).

    Ada 6 kecamatan di Kukar yang dikukuhkan sebagai Tim PORA Kukar, yakni kecamatan Sebulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Loa Kulu dan Muara Kaman.

    Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kaltim Soenaryono menyebutkan, pengukuhan tersebut untuk memastikan agar keberadaan dan kegiatan orang asing tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

    "Sehingga dapat tercipta kondisi yang aman tertib dan tetap mengedepankan kedaulatan negara," ucapnya melalui sambutan yang dibacakan Kabid Perizinan dan Informasi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kaltim, Kimas.

    Lanjutnya, keberhasilan melaksanakan tugas pengawasan memerlukan dukungan dari berbagai instansi untuk bekerja bersama-sama dalam rangka penegakan hukum.

    "Sebagaimana diamanatkan dalam pasal 69 undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian serta aturan-aturan pelaksana, mulai dari peraturan pemerintah dan peraturan menteri," ujar Kimas.

    Pembentukan Tim PORA ini terkait dengan adanya investasi di Kukar, dimana beberapa perusahaan besar utamanya dengan teknologi cukup tinggi yang menyerap tenaga kerja asing.

    "Kami sudah coba beberapa kali koordinasi, namun perlu kami sampaikan bahwa dengan adanya Undang-undang 23 tahun 2014 dan 2018 tersebut, kewenangan pengawasan itu sudah dilimpahkan kepada pusat dan provinsi, sehingga kabupaten hanya melakukan pembinaan," bebernya. 

    Pembinaan itu sambung Kimas, bagaimana keberadaan orang asing secara berkala menyampaikan laporan data-data dan tata tertib administrasi sesuai dengan aturan. (end)

    ,

    Upaya pencarian ER oleh personil Polsek Loa Janan, BPBD, Tim SAR dan relawan
    (Foto: Istimewa)

    Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial ER (30) dilaporkan tenggelam di perairan sungai Mahakam kawasan desa Loa Duri Ulu, RT 4, kecamatan Loa Janan, Kukar, Rabu 26/05/2019) sekira pukul 06.00 Wita.

    Berdasarkan keterangan saksi-saksi kepada petugas kepolisian, korban yang merupakan warga desa Loa Duri Ulu itu awalnya sedang duduk di pinggir sungai dan terlihat gelisah sambil menelpon.

    "Tidak lama kemudian korban menaruh HP dan sandal kemudian turun ke sungai Mahakam," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Janan AKP Andika Dharma Sena.

    Setelah itu, lanjutnya, saksi mendengar teriakan nahkoda kapal yang lewat jika ada sesorang tengah tenggelam.

    "Kemudian saksi lari ke pinggir sungai namun korban sudah tidak tertolong, diduga korban bunuh diri" ujar Andika.

    Upaya pencarian terus dilakukan oleh Tim BPBD, SAR dan relawan. "Sampai dengan saat ini korban belum diketemukan," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Truk box Hino terguling usai terlibat laka lantas dengan sebuah bus di KM 30 desa Batuah, Loa Janan
    (Foto: Istimewa)

    Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, KM 30, RT 32, desa Batuah, kecamatan Loa Janan, Kukar, Selasa (25/06/2019) sekira pukul 11.30 Wita.

    "Kecelakaan melibatkan kendaraan truk box Hino Nomor Polisi KT 8149 NF dengan bus PO Samarinda Lestarri Nopol KT 7996 AK," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Lantas AKP Ramadhanil.

    Truk box Hino tersebut dikemudikan Maharani (31) warga Jalan Slamet Riyadi, Samarinda. Sedangkan bus PO Lestari dikemudikan Adi Saputra (35) yang tercatat sebagai warga Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

    "Awal mula kejadian, mobil Hino datang dari arah Samarinda menuju Balikpapan dengan kecepatan tinggi," ujarnya.

    Sesampainya di lokasi kejadian, Maharani bermaksud mendahului mobil yang tidak diketahui identitasnya yang berada di depannya, 

    "Bersamaan dengan itu dari arah Balikpapan menuju Samarinda datang bus PO Samarinda Lestari, karena jarak terlalu dekat sehingga terjadi laka lantas," beber Ramadhanil.

    Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materil akibat kecelakaan ini mencapai Rp 200 juta.

    "Kondisi badan jalan di TKP sendiri agak menikung ke kanan, dengan garis marka lurus tidak terputus," katanya.

    Kedua kendaraan mengalami kerusakan, bagian depan bus PO Samarinda Lestari ringsek dan kaca pecah, hal yang sama juga terjadi pada truk box Hino hingga posisinya terguling ke kanan. (end)

    , ,

    Kadis Pariwsata Kukar Sri Wahyuni serta pelaku ekonomi kreatif saat seleksi peemilihan Ka Ta kreatif
    Foto: Istimewa

    10 kabupaten/kota kreatif tahun 2019 telah diumumkan oleh Badan Ekonomi Krreatif Indonesia, salah satunya Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (20/06/2019) kemarin.

    Pengumuman tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2019 Tentang Kabupaten/kota kreatif Indonesia tahun 2019.

    Dikutif dari laman resmi Bekraf, Kukar berada di urutan ketiga setelah kabupaten Majalengka dan kota Malang melalui sub sektor unggulan seni pertunjukan, dengan penyebutan ekosistem ekonomi kreatif terbaik untuk kabupaten di luar pulau Jawa.

    Selanjutnya ada kota Palembang, kabupaten Rembang, kota Surakarta, kota Semarang, kabupaten Gianyar, kota Denpasar dan kota Balikpapan.

    Penilaian terhadap 10 nominasi Kabupaten/Kota Kreatif yang telah melakukan ujipetik penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) pada tahun 2016 - 2018, dilakukan pada Selasa (18/06) oleh Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Fisik - Deputi Infrastruktur Bekraf.

    Para Kepala Daerah, Perwakilan OPD, dan aktor-aktor kreatif melakukan paparan di hadapan juri mengenai ekosistem subsektor ekonomi kreatif di kabupaten/kota dan komitmen jangka pendek hingga jangka panjang. 

    Penjurian dilakukan oleh Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik, Deputi Infrastruktur, Hari Sungkari, Tim KaTa Kreatif, Tim PMK3I, Asesor PMK3I, dan juri tamu yang terdiri dari pakar, praktisi, dan akademisi berbagai bidang keahlian dan subsektor ekonomi kreatif.

    Untuk diketahui, sejak tahun 2016, PMK3I merupakan salah satu program unggulan Bekraf. Program ini bertujuan untuk melakukan pemetaan ekosistem, potensi, best practice, dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/kota. 

    Kegiatan PMK3I dilakukan secara bottom up dimana pemerintah kabupaten/kota-lah yang mengajukan untuk dilakukan verifikasi oleh Bekraf. 

    Kegiatan PMK3I ini sendiri terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yang masing-masingnya perlu dijalani oleh kabupaten/kota.

    Tahapan dimulai dari pengisian borang/formulir oleh keempat aktor/pelaku ekonomi kreatif yaitu Akademisi, Pebisnis, Komunitas, dan Pemerintah atau yang biasa disingkat dengan ABCG, uji petik lapangan, penandatanganan berita acara uji petik hingga monitoring kegiatan.

    Hingga saat ini, PMK3I telah berhasil menarik perhatian sebanyak lebih dari 300 kabupaten/kota dan lebih dari 5 ribu aktor kreatif yang telah mengisi borang pada situs www.kotakreatif.id

    Tercatat 55 kabupaten/kota telah dilakukan uji petik PMK3I dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. (*/zulf)

    ,

    Upaya pembersihan eceng gondok atau kumpai di sekitar jembatan tiga kawasan sungai Tenggarong
    Foto: Satpol PP Kukar

    Debit air mulai meningkat di sungai Tenggarong, mengakibatkan eceng gondok atau yang biasa disebut kumpai terbawa arus dan menumpuk disekitar jembatan tiga/jembatan kayu antara Jalan Kartini - Panjaitan.

    Beberapa sampah juga ikut terbawa arus bersama tumpukan eceng gondok, dikhawatirkan akan menghalangi arus air menuju sungai Mahakam.

    Menindaklanjuti hal ini, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Kamis (20/06/2019), untuk melakukan upaya pembersihan.

    "Kita khawatir tumpukan eceng gondok akan menghambat arus air keluar ke sungai Mahakam," terang Kasat Pol PP Kukar Fida Hurasani kepada media ini.

    Dikatakannya, upaya pembersihan menerjunkan 15 orang anggota Praja Rescue serta dari Dinas Perkim dibantu dua unit peralatan perahu karet yang dipinjamkan BNPB Balikpapan.

    "Ini antisipasi meningkatnya ketinggian air di kawasan sungai Tenggarong, Biasanya nanti eceng gondok ini terbawa lagi hingga ke sungai sekitar pemukiman eks tanjong, tapi kita juga akan turun kesana," ujarnya lagi.

    Lebih lanjut Fida mengatakan, pihaknya juga telah memantau peningkatan debit air di sejumlah titik, salah satunya di KM 14 Kelurahan Jahab dan melaporkan langsung kepada Bupati serta Sekda Kukar

    "Beliau meminta untuk siaga dengan tim yang ada serta berkoordinasi dengan rekan-rekan yang lain. Mudah-mudahan bisa kita antisipasi sedini mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ucapnya. (end)

    ,

    HS diapit Kapolsek Loa Kulu IPTU Dharwies Yusuf didampingi Kanit Reskrim AIPTU Makmur Jaya
    Foto: Endi

    Diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap gadis dibawah umur, seorang pemuda berinisial HS (24) diciduk Unit Reskrim Polsek Loa Kulu.

    Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Kulu IPTU Dharwies Yusuf, didampingi Kanit Reskrim AIPTU Makmur Jaya, Kamis (20/06/2019).

    Dikatakannya, peristiwa terjadi pada Minggu (16/05/2019) lalu, bermula ketika korban sebut saja Mawar (16) pulang ke rumah kakeknya di desa Teluk Dalam, kecamatan Tenggarong Seberang, usai menghadiri undangan pernikahan bersama keluarganya.

    Setelah itu ia dijemput menggunakan sepeda motor dan dibawa ke rumah pelaku di Jalan Eks Projakal, RT 01, Desa Jongkang, kecamatan Loa Kulu.

    "Korban dibawa masuk kedalam kamar, kemudian dicium bibirnya dan diraba bagian payudaranya. Setelah itu tersangka membuka pakaian korban dan memasukkan jarinya kedalam kemaluan korban, namun korban mengatakan lagi dapat (haid, red)," beber Dharwies.

    Mawar yang sebelumnya pamit menjenguk ibunya membuat pihak keluarga khawatir lantaran tak kunjung pulang dan setelahnya didapati sedang berduaan di kamar pelaku.

    "Besoknya korban mengeluh merasa kesakitan di kemaluannya, kemudian ditanya oleh keluarganya dan diminta jujur apa yang telah dilakukan tersangka," ungkapnya.

    Mawar lantas menceritakan kejadian yang menimpanya, pihak keluarga pun tidak terima dan melaporkan perbuatan HS ke pihak kepolisian.

    "Hari pertama saat dibawa untuk membuat laporan di Polsek, korban sempat pingsan, mungkin karena trauma dengan kejadian ini. Besoknya baru kita bawa ke rumah sakit untuk di visum," kata Dharwies lagi.

    Dari pemeriksaan petugas, korban masih duduk di bangku SMP di salah satu sekolah di Tenggarong dan baru dua hari kenal HS yang telah beristri itu melalui media sosial.

    "Motifnya mungkin karena pelaku dengan istrinya lagi ada masalah. Antara keluarga pelaku dengan keluarga korban memang ada hubungan," sebutnya.

    Dharwies menegaskan, perbuatan HS dikenakan pasal sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang perlindungan anak. "Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Sekda Kukar Sunggono instruksikan seluruh ASN membaca kitab suci di awal jam kerja (Foto: Endi)

    Menindaklanjuti Peraturan Bupati Kukar Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Gerakan Etam Mengaji (GEMA), Sekda Kukar Sunggono mengeluarkan surat instruksi pada 10 Juni 2019 lalu.

    Surat dengan Nomor: 400/338/SOS.I/VI/2019 berisikan instruksi Tentang Budaya Membaca Al-Qur'an Bagi Umat Muslim dan Al-Kitab Bagi Non Muslim.

    Instruksi Sekda ini ditujukan kepada para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah, para Kepala Bagian dan Sub Bagian, seluruh Pejabat Fungsional Umum, dan seluruh THL.

    Dikutip dalam surat tersebut, instruksi ini merupakan upaya meningkatkan budaya membaca Al-Qur'an bagi yang muslim dan kitab lain bagi yang non muslim bagi ASN dan seluruh pegawai di lingkungan Setkab Kukar.

    Ada 4 poin dalam instruksi itu yakni pertama, sebelum melalui aktivitas pekerjaan diawali dengan membaca Al-Qur'an bagi yang muslim dan Al-Kitab bagi yang non muslim dengan durasi waktu minimal 30 menit dimulai pukul 07.30-08.00 Wita, yang dilakukan di tempat/meja kerja masing-masing.

    Kedua, di tempat/meja kerja masing-masing ASN hendaknya tersedia Al-Qur'an bagi yang muslim dan Al-Kitab bagi yang non muslim.

    Ketiga, kegiatan budaya membaca Al-Qur'an dan Al-Kitab menjadi bagian dari kinerja yang dimasukkan ke dalam Laporan Kerja Harian (LKH)

    Keempat, Sekda meminta seluruh Kepala Bagian agar mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ini dan melaporkan hasilnya kepada Sekretaris Daerah melalui para Asisten setiap awal bulan berikutnya. (*)


Top