,

    Pasangan suami isteri spesialis congkel rumah kosong berhasil dibekuk Tim Alligator Polres Kukar
    Foto: Istimewa

    Beraksi Saat Pemilik Rumah Sholat Tarawih

    Tenggarong - Disaat umat muslim berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan, pasangan suami istri (Pasutri) Rudianto (32) dan Macca (16) justru beraksi melakukan pencurian.

    Aksi yang terjadi di wilayah hukum Polres Kukar ini terungkap setelah adanya laporan terkait maraknya pencurian rumah kosong saat ibadah sholat tarawih berlangsung.

    Berdasarkan hasil lidik dan keterangan dari saksi - saksi di beberapa tempat kejadan perkara (TKP), Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar, Jumat (25/05), sekira pukul 01.00 Wita akhirnya mengamankan Rudianto dan Macca di kediamannya Jalan AM Alimuddin Gang Rukun,RT 20,  Kelurahan Melayu, Tenggarong.

    "Tim berhasil mengamankan sepasang suami isteri ini di rumahnya yang diduga kerap beraksi dengan cara melakukan pencurian rumah kosong saat korbannya melaksanakan sholat tarawih," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa, Sabtu (26/05).

    Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku yang berasal dari Sulawesi Selatan ini mempunyai peran masing-masing. "Saat suami masuk kedalam rumah untuk melakukan pencurian, sang istri melakukan pengawasan di sekitar TKP," bebernya.

    Selama Ramadhan, keduanya sudah beraksi melakukan pencurian di lima TKP. Parahnya lagi, saat dilakukan penggerebekan oleh Tim Alligator, pasutri ini tengah mengkonsumsi narkoba jenis Shabu.

    "Saat diamankan, kedua pelaku masih dalam kondisi teler akibat pengaruh narkotika, sehingga ketika diinterogasi belum maksimal keterangannya. Bersama keduanya didapati 1 poket shabu, 2 buah korek gas, 1 buah bong dan 1 buah pipet berisi shabu" ujar Damus.

    Dari tangan Rudianto dan Macca, tim Alligator mengamankan barang bukti berupa 12 belas handphone berbagai merk, 1 buah kamera merk Nikon dan 5 buah jam tangan dari merk berbeda serta uang tunai sebanyak Rp 699 ribu.

    "Pasutri ini dalam beraksi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam dengan nomor Polisi KT 6673 UU. Modusnya dengan mencongkel pintu depan atau belakang rumah korbannya," sebut Damus lagi.

    Sedangkan alat yang digunakan untuk beraksi yakni 1 buah linggis merk IKS dan 1 obeng minus. "Barang bukti masih terus dikembangkan dan diperkirakan akan bertambah," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Seekor Pesut Mahakam dalam kondisi membusuk ditemukan warga di dusun Ulaq Nanga, desa Bakungan
    Foto: Innal Rahman

    Seekor Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) ditemukan mati dan membusuk di sungai Mahakam kawasan Dusun Ulaq Nanga, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (25/04) kemarin.

    Saat dihubungi, Innal Rahman dari Komunitas Save Pesut Mahakam mengatakan, penemuan awalnya diketahui oleh warga setempat.

    "Pukul 14.40 Wita dapat info dari peneliti Pesut Mahakam Danielle Kreb, ada Ibu Fatimah menemukan Pesut Mahakam yang sudah mati. Ini merupakan individu yang sama dimana sebelumnya dikabarkan mati di Desa Beloro, Kecamatan Sebulu, beberapa hari lalu," ujarnya.

    Innal yang kemudian menuju lokasi mendapat informasi jika awalnya putera Fatimah bernama Arfan Triwardana mengira hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar itu adalah mayat manusia.

    "Pesut Mahakam tersebut lalu ditarik ke pinggir sungai dan diikat kemudian dilaporkan ke yayasan Rasi serta diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," ujarnya.

    Sementara itu peneliti pesut Mahakam, Dr Danielle Kreb, dari yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) memperkirakan pesut ini sudah mati sekitar 5 hari lalu dan terbawa arus sungai.

    "Bangkai pesut itu sudah diamankan warga dengan cara mengikatnya sementara waktu agar tidak terseret arus. Tim satwa bersama BKSDA dan dokter hewan sedang menanganinya," sebutnya.

    Namun Danielle enggan mengambil kesimpulan penyebab kematiannya. "Banyak kemungkinan, bisa terjerat rengge (sejenis jala nelayan) atau lainnya. Tapi itu dokter hewan yang lebih tahu," ucapnya.

    Untuk diketahui, populasi Pesut Mahakam kini berada dalam kondisi kritis di bawah 100 ekor individu dengan perkiraan 84 ekor yang tersisa dan masuk kategori terancam punah oleh lembaga IUCN atau International Union for Conservation of Nature. (end)

    ,

    Kobaran api melahap dan menghanguskan tiga rumah warga di Kelurahan Handil Baru Darat, Samboja
    Foto: Akhmad Ardani

    Peristiwa kebakaran terjadi di kawasan pemukiman penduduk RT 12, Kelurahan Handil Baru Darat, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (25/05) dini hari. 

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Samboja IPTU Ridho dalam keterangannya menyebutkan, musibah kebakaran ini terjadi sekira pukul 02.15 Wita.

    Akibatnya, tiga rumah yang dihuni H Muhdi (65), Hamsiah (45) dan Muhsinin (34), hangus terbakar dilahap si jago merah.

    "Kejadian bermula ketika saksi sekaligus korban melihat api dari salah satu rumah sudah membesar yang diperkirakan dari korsleting arus listrik, selanjutnya saksi memanggil warga setempat untuk memadamkan api tersebut," terang IPTU Ridho.

    Untuk memadamkan api, 1 unit mobil pemadam milik PMK Kecamatan Muara Jawa diterjunkan ke lokasi kejadian, dibantu PMK Samboja 1 unit dan PMK pertamina Hulu Mahakam Sanipah 1 unit. 

    "Pemadaman juga dibantu warga sekitar Handil Baru dan Handil Baru Darat dengan menggunakan mesin Alkon," sebutnya.

    Dikatakan IPTU Ridho, upaya pemadaman berlangsung kurang lebih dua jam, sekitar pukul 04.20 Wita api berhasil dipadamkan. Namun kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

    "Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 450 juta. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran ini," bebernya.

    Dugaan sementara, api berasal dari arus pendek listrik dari salah satu rumah milik saksi korban yang terbakar. (end)

    ,

    Rektor Unikarta Erwinsyah buka kesempatan berkarir bagi dosen tetap di tiga program studi baru
    Foto: Endi

    Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) akan membuka program studi baru Teknologi Hasil Pertanian, Teknik atau Rekayasa Lingkungan, dan Ilmu Komputer atau Informatika/Teknik atau Rekayasa Komputer.

    Terkait hal itu, Rektor Unikarta Erwinsyah dalam surat Nomor 109/R-KP/V/2018 tanggal 10 Mei 2018, memberi kesempatan berkarir untuk dosen tetap di tiga program studi tersebut.

    Adapun persyaratan yang harus dipenuhi yakni WNI, sehat jasmani dan rohani, berusia tidak lebih dari 50 tahun, pendidikan minimal S2, tidak berstatus sebagai pegawai tetap pada instansi lain (PNS atau Non PNS) dengan IPK S1 tidak dibawah 2,75 dan S2 atau S3 IPK 3,00.

    "Untuk pendidikan S1 dan S2 linear dengan bidangnya yaitu pendidikan S1 dan S2 bidang Teknologi Hasil Pertanian, pendidikan S1 dan S2 bidang Teknik atau Rekayasa Lingkungan, serta pendidikan S1 dan S2 bidang Ilmu Komputer atau Informatika/Teknik atau Rekayasa Komputer," ujar Erwinsyah.

    Sementara untuk pendaftaran, dapat dilakukan secara langsung di kampus Unikarta, Jalan Gunung Kombeng, Tenggarong.

    "Atau dikirim via pos atau via email info@unikarta.ac.id. Berkas paling lambat tanggal 10 Juni 2018 cap pos," sambungnya.

    Ditambahkan Erwinsyah, berkas harus dilengkapi dengan foto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar, foto copy KTP, surat lamaran yang ditulis tangan atau dengan komputer yang ditujukan kepada Rektor Unikarta, foto copy ijazah serta transkrip S1 dan S2 yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

    "Lampirkan pula daftar riwayat hidup dan sertifikat pendukung untuk bidang yang diperlukan," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Suasana berbuka dan makan bersama diatas hamparan daun pisang di rumah jabatan Kapolres Kukar
    Foto: Humas Polres Kukar/Eko

    Ada yang berbeda saat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Anwar Haidar menggelar buka puasa bersama di rumah jabatannya pada hari ke-5 Ramadhan, Senin (21/05) sore.

    Usai berbuka dan menunaikan sholat maghrib berjamaah yang dipimpin HM Alie Sauty dari MUI Kukar, Kapolres mengajak jajaran Pejabat Utama (PJU) serta sejumlah awak media menyantap makanan yang dihamparkan diatas daun pisang.

    Berbagai menu seperti ikan bakar, cumi-cumi asam manis, udang goreng tepung, ayam ingkung dan berbagai sayuran dihidangkan untuk disantap secara bersama-sama.

    "Berbuka puasa dengan lesehan sembari makan diatas hamparan daun pisang ini lebih nikmat dan mendekatkan kebersamaan kita," ujar pria yang sebelumnya menjabat Kapolsek Metro Penjaringan itu.

    Tahun ini memang menjadi Ramadhan pertama bagi AKBP Anwar Haidar menjalankan tugas di Kukar, beberapa kegiatan dilakukannya seperti safari Ramadhan ke Polsek-polsek, tarawih keliling dan membagikan takjil ke pengguna jalan.

    "Saya mengajak masyarakat untuk meningkatkan tali silaturahmi. Mudah-mudahan di bulan Ramadhan 1439 Hijriyah ini kita dapat mempererat persatuan dan kesatuan," harapnya. (end)

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar membagikan takjil kepada salah satu warga Tenggarong
    Foto: Endi

    Memasuki hari ke-6 Ramadhan 1439 H, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) membagikan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan depan pelabuhan Pulau Kumala tepatnya di Jalan KH Akhmad Mukhsin, Tenggarong, Selasa (22/05) sore.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Wakapolres Kompol Andre Anas, para Kabag dan Kasat, serta Pengurus Bhayangkari terlihat membagikan takjil buka puasa kepada sejumlah warga.

    "Kegiatan bagi-bagi takjil ini adalah dalam rangka hari Bhayangkara yang ke-72. Semoga di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kita diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT," ujar AKBP Anwar Haidar.

    Dikatakannya, selain di kota Tenggarong, pembagian takjil juga serentak dilaksanakan oleh Polsek-polsek yang ada di wilayah hukumnya.

    "Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kami bisa mendekatan diri dengan masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kutai Kartanegara," ucapnya.

    Wakapolres Kukar Kompol Andre Anas turut membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas
    Foto: Humas Polres Kukar

    Selain membagikan takjil, kata Kapolres, dirinya bersama PJU Polres Kukar juga melaksanakan safari Ramadhan ke Polsek-polsek serta sholat tarawih keliling.

    "Kami melaksanakan tarawih keliling di Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu dan Loa Janan. Lima hari kedepan kita ke daerah hulu," sebutnya.

    Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan silaturahmi, persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa. 

    "Mudah-mudahan di bulan Ramadhan 1439 Hijriyah ini kita dapat mempererat persatuan dan kesatuan agar tidak ada lagi radikalisme. Kita semua bersatu walaupun berbeda agama dan suku," cetusnya.

    Ditambahkan Kapolres, pada peringatan hari Bhayangkara ini, Polres Kukar juga menggelar berbagai lomba seperti membaca Al-Qur'an, adzan, dakwah, kaligrafi dan memukul bedug.

    "Juga ada lomba melukis dan mewarnai, serta beberapa lomba yang nanti dilaksanakan setelah bulan Ramadhan mendatang," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Lomba begerakan sahur yang digelar IRMA KH M Sadjid pada Ramadhan 1438 H tahun lalu
    Foto: Istimewa

    Sukses dua kali berturut-turut menggarap lomba Begerakan Sahur, Ikatan Remaja Masjid (IRMA) KH M Sadjid, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, akan kembali menggelar lomba serupa.

    "Begerakan Sahur kali ini bertemakan 'Semalam Ramekan Kampong Etam' dan akan digelar pada 18 Ramadhan atau tanggal 03 Juni 2018," ujar Ketua IRMA KH M Sadjid, Fahroni Hidayat.

    Nantinya lomba dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah ini, akan dilaksanakan mulai pukul 02.00 Wita sampai selesai dihalaman parkir Masjid KH M Sadjid. 

    "Untuk biaya pendaftaran sebesar Rp 150 ribu per regu sudah termasuk konsumsi sahur. Pendaftaran terakhir kami tutup tanggal 31 Mei 2018," kata Fahroni.

    Setiap peserta wajib mengisi formulir dan melampirkan foto copy KTP atau Kartu Pelajar dengan anggota regu berjumlah minimal 5 orang dan maksimal 10 orang. Namun panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 15 regu.

    "Alat musik yang digunakan alat musik tradisional atau bebas non elektrik dan drum band. Sedangkan musik atau lagu yang dibawakan harus bertemakan Islam atau lagu daerah Kutai. Pakaian setiap regu bebas rapi dan menutup aurat serta memakai peci" sebutnya.

    Sedangkan untuk penentuan nomor urut dan technical meeting, kata Fahroni, dilaksanakan pada tanggal 01 Juni 2018. 

    "Panitia telah menyiapkan piala bergilir Ketua Yayasan Masjid, piala tetap, piagam dan uang jutaan rupiah," jelasnya

    Untuk informasi lebih lanjut, sambung Fahroni, bisa menghubungi kontak person panitia yakni Adi di nomor 085250652560 dan Ikhsan 081351762650. (end)

    ,

    Ar (tengah) diamankan petugas, diapit Kapolsek Muara Muntai AKP Salamun beserta anggotanya
    Foto: Istimewa

    Muara Muntai - Ar (40) warga Muara Muntai Ulu, RT 11, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanagera (Kukar), terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib..

    Berawal saat seorang warga  desa Pulau Harapan bernama Haji Basnan (58) pada Jumat (18/05) malam, melapor ke petugas Polsek Muara Muntai jika sapi milik kelompok ternaknya hendak dicuri seseorang.

    "Kemudian anggota sebanyak 4 orang bersama-sama dengan pelapor berangkat menuju lokasi dengan menggunakan perahu ces, saat di perjalanan anggota melihat satu buah kapal Fery melintas diperairan dan terlihat mengangkut sapi," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Muara Muntai AKP Salamun.

    Petugas, lanjutnya, lantas menghentikan kapal fery tradisional tersebut dan menanyakan identitas juru mudi yang kemudian mengaku bernama Darwin (34) warga Desa Rebaq Rinding.

    "Saat ditanya sapi milik siapa dan akan dibawa kemana, ia (Darwin, Red) menjelaskan bahwa hanya diminta mengangkut sapi oleh Saudara Ar, kemudian anggota membawa kapal Fery yang mengangkut sapi tersebut ke Polsek," kata Salamun.

    Petugas selanjutnya menjemput Ar di kediamannya dan membawanya ke Polsek, setelah dilakukan interogasi terkait sapi yang dibawa Darwin, diakuinya bahwa sapi tersebut bukanlah miliknya.

    "Saudara Ar mengambil sapi tersebut karena kesal dengan Haji Basnan, ia mengaku pernah dibohongi terkait bisnis sapi, makanya ia melakukan perbuatan itu," jelas Salamun lagi.

    Saat ini barang bukti berupa satu ekor ternak sapi dan 1 unit kapal kayu Fery bermesin Yamaha 10 PK warna biru telah diamankan polisi. 

    "Pelaku diancam Pasal 363 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana," demikian tegas Salamun. (end)


Top