, ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar menyematkan tanda jabatan dalam upacara sertijab jajarannya
    Foto: Humas Polres Kukar

    Pergantian jabatan Kasat Sabhara dan tiga Kapolsek di jajaran Polres Kukar dilaksanakan dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) di ruang Catur Prasetya, Rabu (20/02/2019).

    Kasat Sabhara yang sebelumnya dijabat AKP Bitab Riyani kini digantikan oleh AKP Suyono. Sedangkan Kapolsek Loa Janan dari AKP MD Djauhari diserahterimakan kepada AKP Andika Dharmasena.

    Kemudian jabatan Kapolsek Muara Jawa dari AKP Agus Arif Wijayanto diserahkan ke AKP Pormelli Hasugian, serta Kapolsek Anggana dari IPTU Baharuddin kepada AKP Tri Satria Firdaus.

    Dalam amanatnya, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, menyampaikan, sertijab tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kapolda Kaltim. 

    "Hal ini merupakan dinamika organisasi, sesuai dengan tuntutan tugas dan perkembangan situasi. Di sisi lain juga memiliki kepentingan dalam pembinaan karir pejabat yang bersangkutan serta pembinaan personrl Polri pada umumnya," ujarnya.

    Kepada pejabat sebelumnya, Kapolres menyampaikan apresiasi atas pengabdian dalam melaksanakan tugas sehingga dapat membawa nama organisasi Polres Kukar ke arah yang lebih baik.

    Upacara serah terima jabatan Kasat Sabhara dan tiga Kapolsek di jajaran Polres Kukar
    Foto: Humas Polres Kukar

    "Saya yakin prestasi dan keberhasilan ini akan selalu menghiasi lembaran karir dimana pun saudara bertugas," ucapnya.

    Sementara kepada pejabat yang baru, Kapolres memberikan kepercayaan penuh dalam mengemban tugas dan menghadapi tantangan kedepan.

    "Saya yakin serta percaya dengan kemampuan kepemimpinan, pengetahuan dan pengalaman tugas yang saudara miliki akan mampu membawa Polres Kutai Kartanegara lebih baik lagi," cetusnya.

    Kepada seluruh jajarannya, Kapolres meminta agar memberikan dukungan dan kerjasama kepada pejabat yang baru. 

    "Mari kita jadikan momentum ini untuk memacu dan meningkatkan semangat, disiplin dan etos kerja, terutama dalam menghadapi gelaran Pemilu tahun 2019 yang saat ini memasuki tahap kampanye, serta H- 55 pelaksanaan pemungutan suara," kata Anwar Haidar.

    Upacara sertijab ini disaksikan langsung oleh Wakapolres Kompol Wiwit Adisatria, para Kabag, Kasat, Perwira, Bintara, seluruh Kapolsek, Ketua dan anggota Pengurus Cabang Bhayangkari Polres Kukar. (end)

    , ,

    Rakor Persiapan Pemilu Satpol PP dan Linmas diikuti Camat dan Kasi Trantib Se-Kutai Kartanegara
    Foto: Endi

    Rapat koordinasi (Rakor) Persiapan Pemilu Satpol PP dan Linmas Se-kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berlangsung di Ballroom Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (19/02/2019).

    Kasat Pol PP Kukar, Fida Hurasani, dalam laporannya, mengatakan, rakor ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi, menambah pengetahuan, pemahaman, dan mensinkronisasikan peraturan pemerintah, peraturan daerah, serta peraturan Bupati.

    "Sehingga menjadikan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Satlinmas lebih baik dalam persiapan pengamanan pemilu Legislatif dan Presiden," ujar Fida dihadapan peserta rakor yang dihadiri seluruh Camat dan Kasi Trantib Se-Kukar.

    Melalui rakor persiapan pemilu ini, diharapkan terwujudnya sinergisitas yang kuat dan berkesinambungan antar pemangku kepentingan pemilu. Mengoptimalkan kesiapsiagaan baik Pemkab, kecamatan dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi pemilu pada 17 April mendatang.

    Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten III Setkab Kukar Heldiansyah, menyampaikan, menjaga ketertiban pemilu dan membuat masyarakat merasa aman di wilayahnya masing-masing serta melakukan deteksi dini potensi gangguan sesuai dengan aturan yang ada adalah tugas utama Satpol PP dan Linmas sebagai aparatur pemerintah. 

    "Oleh karena itu, rapat koordinasi ini menjadi sangat penting untuk mensinergikan berbagai informasi perkembangan pemahaman dan kesamaan pandangan atas berbagai kebijakan bidang perlindungan masyarakat serta implementasinya di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya dalam pengamanan pemilu," tuturnya sesaat sebelum membuka rakor secara resmi.

    Para pemangku kepentingan pun diminta untuk serius bekerjasama dalam mengelola semua potensi yang ada dalam rangka meningkatkan kinerja perlindungan masyarakat di Kukar.

    "Saya berharap agar rakor ini dapat membentuk persamaan visi dan persepsi serta membangun koordinasi dan komitmen stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu agar dapat mengawal pemilu 2019 menjadi pemilu yang aman, damai, demokratis dan dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan," ujar Heldiansyah.

    Rakor yang didisi dengan sesi tanya jawab ini menghadirkan nara sumber yakni Sekda Kukar Sunggono, Kasat Pol PP Provinsi Kaltim Gede Yusa, Komisioner SDM KPU Kukar Misran, dan Kapolres Kukar yang diwakili AKP Panca Gunadi. (end) 

    ,

    Gubernur Kaltim Isran Noor membuka secara resmi Rakor Bappeda Se-Kaltim di kota Tenggarong
    Foto: Endi

    Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Rakor Bappeda) Se-Kalimantan Timur (Kaltim), resmi dibuka Gubernur Kaltim Isran Noor di Tenggarong, Senin (18/02/2019) malam.

    Rakor yang berlangsung dari 18 - 19 Februari 2019 ini mengusung tema "Pengembangan Kompetensi SDM, Pemanfaatan Teknologi dan Infrastruktur Wilayah Yang Mendukung Nilai Tambah Ekonomi".

    Kepada seluruh peserta, Gubernur Kaltim berpesan, agar dalam melakukan kegiatan perencanaan dapat terkoordinasi dengan baik antar wilayah, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

    "Adalah sebuah kenyataan bahwa antara RPJMD provinsi dengan kabupaten/kota itu memang belum terkoordinasi dan tersinkronisasi dengan baik. Bukan hanya itu, secara nasional pun sistem perencanaan kita belum memadai, karena kita masih menyesuaikan dengan sistem pemerintahan," ungkapnya.

    Isran membeberkan, beberapa hal yang menjadi penyebab sistem perencanaan saat ini belum baik dan benar disebabkan masih adanya nuansa kepentingan politik dengan anggota legislatif. 

    "Mestinya kita harus membatasi usulan-usulan ketika sudah mau berakhirnya sistem perencanaan atau pembahasan di dalam anggaran setiap tahun. Tetapi Insya Allah di tahun 2020 itu tidak bakalan terjadi," tegasnya.

    Bahkan Isran kembali menyebutkan, banyak rencana-rencana strategis yang prioritas tidak teranggarkan karena adanya kepentingan lain. 

    "Program itu jadi nomor sekian dan itu dialami semua daerah di seluruh Indonesia. Kita masih mencari bentuk bagaimana sistem penyelenggaraan dalam perencanaan pembangunan ini bisa lebih baik," imbuhnya.

    Bupati Kukar Edi Damansyah dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya kabupaten yang dipimpinnya sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakor Bappeda Se-Kaltim.

    "Harapan kami khususnya dari pemerintah kabupaten, bagaimana nanti melalui koordinasi antar Bappeda khususnya Bappeda Kutai Kartanegara dengan provinsi agar hal-hal yang menjadi prioritas bersama terutama pembangunan kewilayahan dan lintas kabupaten/kota bisa lebih terurai lagi," ucapnya.

    Jajaran pemkab, lanjut Edi, melalui Bappeda Kukar telah berkomitmen untuk melakukan integrasi antar bidang.

    "Jadi bidang tidak jalan lagi sendiri-sendiri tetapi lintas satuan perangkat daerah ini bisa terintegrasi melalui dokumen-dokumen perencanaan. Saya sudah menyampaikan, dimulai dulu dari bidang pertanian dan pariwisata," jelasnya.

    Kepala Bappeda Kukar Wiyono, mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk membahas berbagai isu terkait perencanaan pembangunan daerah Kaltim pada umumnya dan Kabupaten/Kota pada khususnya. 

    "Koordinasi difokuskan pada implementasi berbagai kebijakan pembangunan daerah dalam mewujudkan perencanaan Kalimantan Timur yang terintegrasi, partisipatif dan berkelanjutan," bebernya. 

    Rakor ini juga bertujuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan terkait perencanaan pembangunan daerah dan menemukan solusinya.

    "Selain itu juga dalam rangka menjalin koordinasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi perencanaan pembangunan daerah," kata Wiyono. (end)

    , ,

    Skuad Mitra Kukar saat mengikuti laga Piala Presiden 2018 lalu di Stadion Aji Imbut
    Foto: Endi

    Turnamen Piala Presiden 2019 akan diikuti 20 klub dan digelar pada 2 Maret - 12 April mendatang. Pihak penyelenggara pun telah melakukan pengundian grup yang terbagi dalam 5 kota tuan rumah.

    Dari 20 peserta, satu diantaranya adalah tim Mitra Kukar FC yang menempati grup B. Penghuni grup ini akan berlaga di kota Bekasi.

    "Mitra Kukar satu grup dengan Bhayangkara FC selaku tuan rumah, kemudian Semen Padang dan Bali United," terang Media Officer Mita Kukar FC, M Agri Winata, Minggu (17/02/2019) malam.


    Sebelumnya Agri memastikan tim kebanggaan warga Kukar itu akan mengikuti turnamen Piala Presiden 2019 pasca tersingkir di babak 32 besar Liga Indonesia.

    "Tim Mitra Kukar rencananya akan memulai latihan pada 20 Februari mendatang sebagai persiapan menghadapi turnamen pra musim Piala Presiden," ucapnya.

    Agri menyebutkan, latihan akan diikuti sejumlah pemain lama, sedikitnya 8 pemain baru yang telah berpengalaman di kompetisi Liga 1. 

    Sebagai informasi, 20 klub yang terdaftar di turnamen Piala Presiden 2019 terdiri dari 18 klub Liga 1 2019 dan 2 klub Liga 2 yakni Mitra Kukar dan Persita Tangerang. (end)


    Pembagian grup Piala Presiden 2019:

    Grup A (Bandung): Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Perseru Serui, PS TIRA-Persikabo

    Grup B (Bekasi): Bhayangkara FC, Semen Padang, Bali United, Mitra Kukar

    Grup C (Magelang): PSIS Semarang, PSM Makassar, Persipura Jayapura, Kalteng Putra

    Grup D (Sleman): PSS Sleman, Persija Jakarta, Madura United, Borneo FC

    Grup E (Malang): Arema FC, Persela Lamongan, Persita Tangerang, Barito Putera

    , ,

    Akbar Haka manajer Rock In Borneo yang juga vokalis Kapital grup musik cadas asal Tenggarong
    Foto: Dok.kutaikartanegaranews.com/Endi

    Tak terdengar di tahun 2018, pesta musik keras terbesar di Kalimantan Rock In Borneo (RIB) kerap dipertanyakan kemunculannya. Apalagi event tersebut selalu menampilkan headliner asal mancanegara.

    "Banyak teman-teman bertanya Rock In Borneo. Jadi setiap hari kami hampir bosan menjawab, baik di email, sosial media maupun di WA yang masuk," kelakar Manajer RIB, Akbar Haka baru-baru ini.

    Pria yang juga vokalis band beraliran cadas Kapital ini pun tidak menyangka jika event yang sebelumnya dikenal dengan Kukar Rock In Fest itu begitu membekas di hati penggemarnya.

    "Diakhir tahun kemarin ada beberapa sponsor yang mau masuk dan mengambil full. Namun kita merasa tahun 2018 skip dulu," ungkapnya.

    Akbar pun membeberkan beberapa alasan perihal vakumnya perhelatan RIB yang pada 2017 lalu telah memasuki tahun keenam.

    "Kita memiliki beberapa pertimbangan bahwa kita pengen menghargai Ibu Rita (mantan Bupati Kukar) selaku eksekutif produser yang awal. Biarlah kita rehat dulu setahun, karena beliau terkena musibah, lagi ada masalah," ungkapnya.

    Meski demikian, manajemen Distorsi Rockaholic Company selaku penyelenggara RIB kembali mendapatkan tawaran pihak sponsor untuk kembali menggelar event tersebut.

    "Beberapa sponsor masuk lagi ingin mengambil Rock In Borneo, tapi kotanya dipindah. Kami belum berkenan untuk memindahkan kota dan ingin tetap di Tenggarong," jelas Akbar.

    Namun ia memberikan sinyal jika gelaran RIB akan kembali dihelat beberapa bulan mendaatang.

    "Target Insya Allah tahun ini akan kami kerjakan di bulan Agustus. Itu rencananya," kata Akbar. (end)

    , ,

    Skuad Mitra Kukar saat mengikuti turnamen Piala Presiden pada tahun 2018 lalu
    Foto: Dok. kutaikartanegaranews.com/Endi

    Mitra Kukar FC akan ikut ambil bagian dalam turnamen Piala Presiden 2019. Kepastian itu disampaikan Media Officer Mitra Kukar FC, M Agri Winata.

    "Sebagai persiapan menghadapi turnamen pra musim Piala Presiden, tim Mitra Kukar rencananya akan memulai latihan pada 20 Februari mendatang," ujar Agri.

    Tim berjuluk Naga Mekes itu akan melakukan latihan perdana skuad musim 2019 di stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

    "Latihan akan diikuti sejumlah pemain lama, sedikitnya 8 pemain baru yang telah berpengalaman di kompetisi Liga 1," bebernya.

    Meski demikian, siapa saja nama-nama yang akan diturunkan, pihak manajemen belum bersedia membeberkannya.

    "Ini jadi kejutan buat suporter, nama-namanya masih rahasia," kata Agri yang dikenal akrab dengan awak media.

    Sedikit catatan, Mitra Kukar pernah berlaga di Piala Presiden 2017, namun harus kandas di babak perempat final. Sementara pada Piala Presiden 2018, Mitra Kukar tumbang dibabak delapan besar. 

    Namun Mitra Kukar pernah mengukir sejarah persepakbolaan tanah air dan berhasil mewujudkan impian masyarakat Kukar setelah menjadi jawara di ajang piala Jenderal Sudirman Cup 2016 lalu. (end)

    , ,

    Peresmian WTP desa Margahayu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Edi Damansyah
    Foto: Protokol dan Komunikasi Publik Kukar

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meresmikan Water Treatment Plant (WTP) di halaman kantor desa Margahayu, kecamatan Loa Kulu, Jumat (15/02/2019) siang tadi.

    WTP ini merupakan program corporate social responsibility atau CSR PT Multi Harapan Utama (MHU) serta penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun 2018 dan ABP Desa Margahayu tahun anggaran 2018.

    Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Edi Damansyah disaksikan  Pimpinan Management PT MHU Aris Subgyo, unsur Muspika Loa Kulu, pimpinan OPD terkait dan anggota DPRD Kukar.

    "Kepada masyarakat saya berharap bantuan yang telah diberikan oleh CSR dari PT MHU dan ABP desa Margahayu ini dapat dikelola dengan baik. Jangan sampai terjadi rebutan air dengan sesama warga. Oleh karena itu peran organisasi pengelola dan pemakai air (OPPA) harus lebih dioptimalkan dan harus dapat memberikan keadilan dalam distribusi air kepada masyarakat," ujar Edi saat menyampaikan sambutannya.

    Edi yang baru dilantik sebagai Bupati Kukar definitif oleh Gibernur Kaltim Isran Noor pada Kamis (14/02/2019) kemarin, menyampaikan apresiasi kepada PT MHU yang telah memberikan bantuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan air melalui program CSR di desa Margahayu.

    "Bantuan ini tentunya semakin meringankan kami pemkab Kukar beserta masyarakat desa Margahayu dalam upaya memenuhi kebutuhan air. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian PT MHU kepada masyarakat," ucapnya.

    Diungkapkan Edi, selama ini wilayah desa Margahayu sering mengalami pemenuhan kebutuhan air, terutama ketika memasuki musim kemarau, bahkan pemerintah desa setempat telah melakukan berbagai upaya. Dengan adanya program CSR tersebut, ia berharap dapat ditingkatkan dan dikembangkan di masa-masa mendatang.

    "Semoga apa yang dilakukan oleh PT MHU ini dapat menjadi contoh bagi yang lain dalam mewujudkan kepudulian kepada masyarakat," cetusnya. (end)

    ,

    Edi Damansyah resmi dilantik sebagai Bupati Kukar oleh Gubernur Kaltim Isran Noor di Samarinda
    Foto: Rahman

    Setelah mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Edi Damansyah resmi dilantik sebagai Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) definitif, Kamis (14/02/2019) di Pendopo Lamin Etam, Samarinda.

    Edi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, disaksikan para pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar.

    "Selama 18 bulan saya Pelaksana tugas Bupati Kutai Kartanegara. Jadi kerjaan sudah sesuai rencana strategis pemerintah kabupaten dan sudah kita kerjakan," ujar Edi kepada wartawan usai pelantikan.

    Ditanya soal nama Wakil Bupati, ia mengungkapkan, sesuai arahan Gubernur Kaltim, prosesnya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 

    "Mudah-mudahan nanti bisa berjalan dengan baik. Kami memohon dukungan semua pihak, bahwa tugas-tugas yang harus saya selesaikan masih banyak," ucapnya.

    Edi pun kembali menegaskan, jika nama yang nantinya akan disodorkan sebagai Wakil Bupati harus  sesuai mekanisme.

    "Pada saatnya nanti ada prosesnya. Saya taat kaidah dan akan masuk kepada koridor aturan perundang-undangan yang berlaku," cetusnya.

    Mengacu pada proses terpilihnya dirinya pada tahun 2015 mendampingi Bupati Kukar kala itu Rita Widyasari, Edi menyatakan akan menyerahkan kembali nama pendampingnya kepada masyarakat.

    "Kami dari jalur independen, tentunya ini harus saya kembalikan dulu kepada rakyat Kutai Kartanegara," imbuhnya.

    Ditanya tentang komunikasi dengan Rita Widyasari yang kini tengah menjalani proses hukum, Edi mengaku jika beberapa waktu lalu, putri mendiang Syaukani HR itu menitipkan pesan kepadanya.

    "Beliau hanya pesan ke saya, laksanakan tugas dengan baik. Karena Kutai Kartanegara pemerintahannya harus berjalan, layanan masyarakatnya berjalan. Karena memang visi misi kami bagaimana mewujudkan Kutai Kartanegara yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan," ungkapnya. (end)


Top