,

    Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti saat press conference di media center COVID-19
    (Foto: Endi)

    Per 3 April 2020, jumlah sebaran COVID-19 di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami perubahan. Data meliputi pasien positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    Baca JugaKasus Positif Corona Kukar Merujuk Domisili, PDP dan ODP Ada Kenaikan

    Dari update data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar pukul 11.00 Wita, terdapat tambahan PDP baru, yaitu kecamatan Loa Janan 1 orang dan Muara Jawa 1 orang. Sedangkan di Kota Bangun turun menjadi 2 orang.

    Sementara PDP di kecamatan Muara Kaman masih 2 orang, Sebulu 1 orang, Tenggarong 4 orang, Marangkayu 2 orang, dan Samboja 2 orang. Total ada 17 ODP, 14 orang diantaranya masih menjalani isolasi dan 3 orang lagi telah selesai menjalani isolasi.

    ODP mengalami peningkatan di 8 kecamatan, Anggana naik menjadi 16 orang, Muara Badak 53 orang, Loa Janan 34 orang, Tenggarong 100 orang, Tenggarong Seberang 34 orang, Sebulu 38 orang, Muara Wis 8 orang dan Kembang Janggut 7 orang.

    Penurunan terjadi di 3 kecamatan, Samboja  18 orang, Muara Jawa 3 orang, serta Marangkayu 19 orang. Namun di 7 kecamatan tidak terjadi kenaikan ataupun penurunan, Sanga-Sanga masih 10 orang, Loa Kulu 15 orang dan Muara Kaman 8 orang, Kota Bangun 13 orang, Muara Muntai 8 orang, Kenohan 3 orang serta Tabang 9 orang.

    Dengan demikian ODP seluruhnya berjumlah 396 ODP, 348 orang tengah menjalani isolasi, 48 orang diantaranya telah selesai diisolasi.

    Untuk diketahui, pasien positif pertama COVID-19 yang diisolasi di RSUD AM Parikesit, merupakan warga Kutim.

    Sebelumnya Kepala Dinkes Kukar dr Martina Yulianti menyampaikan, pasien kedua dan ketiga positif corona adalah warga Kukar, sehingga data disesuaikan dengan domisili pasien. (end)

    Baca JugaKasus Positif Corona Ketiga di Kukar, Pasien Berasal dari Cluster Bogor

    ,

    Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh kantor Kementerian Agama Kutai Kartanegara, H Saifullah
    (Foto: Endi)

    Ditengah wabah corona, pelayanan setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) bagi calon jemaah haji (Calhaj) Kutai Kartanegara (Kukar) tetap dilakukan.

    Meski demikian, jumlah calon jemaah yang akan melunasi BPIH dibatasi per harinya. Pihak bank pun memberlakukan social distancing atau menjaga jarak sosial.

    "Memang yang menyetor tidak banyak, hanya sekitar 2 orang setiap harinya, karena memang dibatasi 5 orang per hari. Apalagi pelunasan bisa melalui mobile banking dan internet banking. Pelunasan juga diperpanjang sampai 30 April," ujar Rara salah satu karyawan BRI Syariah.

    Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar H Saifullah, mengatakan, setoran BPIH juga melalui BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri.

    "Alhamdulillah sampai saat ini jalannya pelunasan tetap berlangsung, walau situasi dan kondisinya ditengah adanya penanganan virus corona," ujarnya kepada media ini, Kamis (02/04).

    Berdasarkan data rekapitulasi jemaah berhak lunas tahap I musim haji 1441 H/2020 M, total berjumlah 476 orang, dengan rincian BRI Syariah sebanyak 168 orang, BNI Syariah 40 orang, dan Bank Syariah Mandiri 268 orang.

    "Hingga sekarang jumlah calon jemaah yang sudah melakukan pelunasan di BRI Syariah sebanyak 121 orang (72,02 persen) dan belum lunas 47 orang," kata Saifullah.

    Sedangkan di BNI Syariah, 23 calon jemaah telah melakukan pelunasan (57,50 persen) dan belum lunas 17 orang.

    "Untuk Bank Syariah Mandiri, 188 calon jemaah telah melunasi BPIH (70,15 persen), sisanya 80 orang belum lunas," rincinya.

    Sejak Maret hingga awal April ini, dari 476 jemaah berhak lunas, 332 orang diantaranya telah melakukan pelunasan (69,75 persen) dan tersisa 144 orang yang belum melunasi setoran BPIH.

    Terkait adanya permintaan Arab Saudi agar calon jemaah haji di seluruh dunia termasuk Indonesia menunda keberangkatan tahun ini, Saifullah belum bisa berkomentar banyak.

    "Ya sifat kita di Kemenag kabupaten/kota tetap melakukan sistem pelayanan administrasi, termasuk di dalam memberikan informasi pelunasan biaya perhajian dan yang terkait lainnya," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Data sebaran COVID-19 yang di update Dinkes Kutai Kartanegara 2 April 2020
    (Grafis: kutaikartanegaranews.com)

    Angka sebaran kasus COVID-19 di Kutai Kartanegara (Kukar) per 2 April 2020 terdata 2 kasus positif corona, meski pada Rabu (01/04) malam, pemerintah daerah mengumumkan kasus positif ketiga.

    Baca JugaKasus Positif Corona Ketiga di Kukar, Pasien Berasal dari Cluster Bogor

    Jika merujuk pada domisili, pasien positif pertama merupakan warga Kutai Timur, sedangkan pasien positif kedua dan ketiga merupakan warga Kukar. Dengan demikian hanya ada dua kasus, namun pasien positif pertama tersebut menjalani isolasi di Kukar.

    Dari data update data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar hari ini, ada 17 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni Kembang Janggut 1 orang, Kota Bangun 4 orang, Muara Kaman 2 orang, Marangkayu 2 orang, Sebulu 1 orang, Tenggarong Seberang 1 orang, Tenggarong 4 orang, dan Samboja 2 orang.

    Dari 17 PDP tersebut, 14 orang diantaranya masih menjalani isolasi dan 3 orang lagi telah selesai menjalani isolasi.

    Sedangkan angka Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada kenaikan di 11 kecamatan, masing-masing Muara Jawa 4 orang, Marangkayu 20 orang, Muara Badak 51 orang, Tenggarong ada 98 orang, Loa Kulu 15 orang dan Loa Janan 31 orang.

    Menyusul Tenggarong Seberang 33 orang, Sebulu 37 orang, Muara Wis 7 orang, Muara Muntai 8 orang, serta Tabang 9 orang.

    Sementara di 7 kecamatan tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan angka ODP, yaitu Samboja  18 orang, Sanga-Sanga 10 orang, Anggana 14 orang, Muara Kaman 8 orang, Kota Bangun 13 orang, Kenohan 3 orang dan Kembang Janggut 6 orang.

    Total di 18 kecamatan ada 384 ODP, dimana 348 diantaranya masih menjalani isolasi, sementara 36 orang telah selesai diisolasi. (end)

    Baca Juga353 ODP di Kukar, 31 Diantaranya Selesai Isolasi, Kadinkes: Jalankan Physical Distancing

    ,

    Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Kartanegara Samudi
    (Foto: Endi)

    Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar mengeluarkan surat himbauan tentang pelaksanaan amaliyah Nisfu Sya'ban dalam situsi wabah virus corona.

    Himbauan Nomor B.1114/KK.16.1.2/BA.00/4/2020 yang ditandatangani Kepala Kemenag Kukar Samudi, ditujukan kepada pengurus masjid Se-Kukar, pengurus Ormas Islam dan seluruh masyarakat.

    Disebutkan, himbauan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020, Maklumat Kapolri No.Mak/2/III/2020, Fatwa MUI No.14 Tahun 2020, Surat Edaran Gubernur Kaltim No.450/ 1858/Kesra/ 2020 dan SK Bupati Kukar No. 186/SK-BUP/HK/2020.

    Kemudian himbauan MUI Provinsi Kaltim Nomor 036/D-P/XX/III/ 2020, serta hasil musyawarah pejabat Kemenag Kukar, Kabag Kesra, MUI, Ormas Islam dan pengurus Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, hari ini Kamis (02/04).

    "Menghimbau kepada warga masyarakat muslim di Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan melaksanakan Amaliyah Nisfu Sya'ban Tahun 1441 H, agar melaksanakan amaliyah tersebut di rumah masing masing," bunyi himbauan tersebut.

    Semua pihak diminta mematuhi dan mendukung upaya ini dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman akan bahaya penyebaran Virus Corona demi kemaslahatan bersama. 

    Malam Nisfu Sya'ban akan jatuh pada 8 April 2020. Mengingat wabah corona, maka amaliyah pada malam tersebur seperti sholat berjamaah dan membaca surah Yaasin bersama-sama di masjid-masjid atau mushola diimbau dilaksanakan di rumah. (end)

    , , ,

    Bupati Kukar menyampaikan sejumlah langkah-langkah strategis penanganan wabah COVID-19
    (Foto: Endi)

    Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan wabah COVID-19 pasca penetapan siaga darurat bencana yang dimulai 19 Maret 2020 lalu.

    Salah satunya dengan memberikan pembebasan dan keringanan pembayaran tagihan air bersih melalui PDAM, yang dihitung secara rasional dan proporsional.

    Langkah strategis ini terkait kerentanan penurunan pendapatan masyarakat karena dampak kebijakan isolasi bagi masyarakat yang terdampak langsung maupun dampak social distancing, sehingga mengakibatkan beberapa kegiatan ekonomi masyarakat menjadi terbatas.

    Hal itu disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah saat menggelar press conference di media center penanganan COVID-19 Kukar, Rabu (01/04) siang.

    "Membebaskan pembayaran (gratis) kepada pelanggan Kelompok I dan II kecuali instansi pemerintah, untuk pembayaran pemakaian air pada bulan Maret 2020 yang dibayarkan bulan April tahun 2020, begitupun untuk pemakaian bulan April yang akan dibayarkan bulan Mei tahun 2020," rincinya.

    Sementara untuk pelanggan Kelompok III dan IV tetap melakukan pembayaran untuk pemakaian bulan Maret yang dibayarkan pada bulan April 2020. 

    "Selanjutnya memberikan keringanan pembayaran dengan mensubsidi pada 10 meter kubik pertama untuk pemakaian bulan April yang akan dibayarkan bulan Mei 2020 kecuali instansi pemerintah," kata Edi.

    Berdasarkan klasifikasi pelanggan PDAM Tirta Mahakam, Kelompok I terdiri dari sosial umum, sosial khusus (1), sosial khusus (2) dan rumah tangga (A). Sedangkan Kelompok II, rumah tangga (B), intansi pemerintah, niaga kecil dan industri kecil.

    Sementara untuk Kelompok III terdiri dari rumah tangga (C), rumah tangga (D) dan niaga besar (I). Untuk Kelompok IV terdiri dari niaga besar (II), niaga besar (III), niaga besar (IV), industri besar, khusus pelabuhan dan mobil tangki. (end)

    ,

    Bupati Edi Damansyah mengumumkan kasus postif corona ketiga di Kutai Kartanegara
    (Foto: Endi)

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengumumkan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ketiga, Rabu (01/04) malam ini, di media center COVID-19 Kukar.

    "Jenis kelamin perempuan, usia 37 tahun. Pasien cukup kooperatif mengisolasi diri sejak merasakan keluhan batuk dan sesak nafas," terangnya didampingi Sekda Kukar Sunggono dan Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti.

    Riwayat pasien menghadiri kegiatan di Bogor, sehingga kasus ini merupakan cluster yang sama dengan kasus COVID-19 pertama di Kukar yaitu cluster Bogor. Dengan demikian hingga hari ini sudah terdapat tiga kasus positif COVID-19 di Kukar.

    "Saya informasikan juga, meskipun terdapat tiga kasus COVID-19, namun kasus COVID-19 pertama di Kukar warga Kutai Timur yang sampai saat ini masih dirawat di wisma atlet, Tenggarong Seberang, karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang ketiga. Total warga Kukar yang positif COVID-19 hingga saat ini sebanyak dua orang," kata Edi.


    Saat ini pasien positif ketiga itu sedang diisolasi di wisma atlet, Tenggarong Seberang, dengan pengawasan pihak RSUD AM Parikesit sejak tanggal 25 Maret 2020 dan kondisinya dalam keadaan baik dan stabil.

    "Kembali lagi saya menghimbau kepada masyarakat Kutai Kartanegara untuk tetap melakukan physical distancing (jaga jarak) dan mematuhi prosedur isolasi di rumah sesuai ketentuan," cetusnya.

    Kadinkes Kukar dr Martina Yulianti mengatakan, pasien positif ketiga ini ditempatkan di wisma atlet, Tenggarong Seberang, karena kondisi umumnya baik dan stabil.

    "Yang bersangkutan ini kontak erat dengan penderita positif pertama, jadi bukan merupakan transmisi lokal," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Kadinkes Kukar Martina Yulianti meminta ODP yang telah selesai diisoalsi jalankan physical distancing
    (Foto: Endi)

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) merilis data terbaru angka sebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), di 18 kecamatan, Rabu (01/04) siang.

    Tak ada penambahan pasien positif COVID-19, dua pasien terkonfirmasi yang diisolasi di RSUD AM Parikesit kondisinya membaik. Bahkan tes swab yang dilakukan sebanyak dua kali menunjukkan hasil negatif.

    Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 12 orang, dengam rincian 11 orang menjalani isolasi di sejumlah rumah sakit dan 1 orang telah selesai menjalani isolasi.

    Sedangkan data status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terdapat kenaikan di 14 kecamatan, dimana Tenggarong ada 90 orang, Loa Kulu 13 orang, Loa Janan 26 orang, Anggana 14 orang, Muara Badak 43 orang, Marangkayu 19 orang, Muara Jawa 3 orang dan Samboja  18 orang.

    Selanjutnya Tenggarong Seberang 30 orang, Sebulu 36 orang orang, Muara Kaman 8 orang, Kota Bangun 13 orang, Muara Muntai 7 orang, serta Tabang 8 orang.

    Sementara di kecamatan Muara Wis turun menjadi 6 orang. Sisanya Sanga-Sanga masih 10 orang, Kembang Janggut 6 orang dan Kenohan 3 orang.

    Jika dirincikan, total ODP sebanyak 353 orang, 322 orang menjalani isolasi, dan 31 selesai menjalani isolasi.

    "ODP yang sudah selesai masa isolasi bukan berarti bebas, tapi memang sudah tidak harus menjalankan lagi protokol isolasi mandiri, tapi tetap saja semua menjalankan phsyical distancing," terang Kepala Dinkes (Kadinkes) Kukar dr Martina Yulianti, di media center COVID-19 Kukar.

    Dikatakannya, meski telah selesai menjalani isolasi, ODP tersebut belumlah bisa dikatakan sembuh. Sebab bila seseorang dinyatakan sembuh adalah yang telah terkonfirmasi positif.

    "Kemudian diulang dua kali bertutut-turut (tes) negatif, baru kita mengatakan itu sembuh. Orang Dalam Pemantauan tidak dilakukan pemeriksaan swab dan vcr atau dalam istilah kedokteran memeriksa kadar virusnya," jelas Yuli. (end)

    Baca JugaUpdate Corona Kukar 31 Maret: 2 Positif, 10 PDP, 318 ODP

    ,

    Kendaraan AWC milik Polres Kukar menyemprotkan disinfektan di ruas jalan kota Tenggarong
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    Penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Kartanegara berlangsung, Selasa (31/03) pagi. Sesuai telegram Polri, kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia mulai pukul 10.00 waktu setempat.

    Kegiatan dilaksanakan Polres Kukar bersama pemerintah daerah, unsur Forkompida diantaranya Kodim 0906/Tenggarong, serta melibatkan Pramuka dan Balakar. Penyemprotan dilakukan secara manual dan menggunakan mobil Damkar.

    Dua regu melakukan penyemprotan di wilayah Tenggarong Seberang, yakni regu pertama di Desa Teluk Dalam, meliputi rumah-rumah warga, masjid, mushola, SPBU dan asrama atlet.

    Regu dua melaksanakan penyemprotan di Desa Perjiwa, mulai dari pemukiman warga, masjid, mushola, majelis taklim, gereja, hingga pondok pesantren.

    Sementara Polres Kukar mengerahkan dua unit kendaraan, Armoured Water Cannon (AWC) menyemprotkan disinfektan di kota Tenggarong, mulai dari arah gedung DPRD menuju arah pasar Mangkurawang, Jalan Ahmad Dahlan,, Kenanga, KH Dewantara, Jembatan besi, Ahmad Yani, dan Imam Bonjol.

    Satu unit mobil lainnya melakukan penyemprotan di Perum Mangkurawang, Kelurahan Sukarame, Panji, Melayu, kemudian Jalan Panjaitan, Kartini, Maduningrat, Danau Murung, Mangkuraja, hingga Gunung Belah. Sedangkan penyemprotan secara manual perorangan dibagi 2 titik, yakni Pasar Tangga Arung dan Pasar Mangkurawang.

    Sebelumnya dilaksanakan apel bersama yang dipimpin Bupati Kukar Edi Damansyah. Ia menyampaikan apreasiasi kepada seluruh personel yang telah mengorbankan tenaga untuk misi kemanusiaan.

    "Dengan ini saya apresiasi kepada seluruh panitia dan relawan pada kegiatan penyemprotan disinfektan hari ini yang telah berkorban tenaga waktu dan sumber daya," ucapnya.

    Edi pun mengajak untuk memerangi virus Corona dengan terus menjaga kesehatan, kebersihan dan kebugaran tubuh, dengan tetap menjalankan protokol sosial distancing secara disiplin dan tertib.

    "Terkait penanganan Covid-19, salah satunya adalah dengan menerapkan sosial distancing di kantor-kantor pemerintahan dan terus mendorong agar dapat dipahami dan dijalankan pula dengan baik oleh seluruh masyarakat," ucapnya. (end)


Top