,


    NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat komitmennya untuk menempatkan warga lokal sebagai prioritas utama dalam ekosistem pembangunan. Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian upaya kolaboratif guna mendongkrak kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing.

    Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyelenggaraan kegiatan Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bersama Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (10/06/2026). Agenda strategis ini diinisiasi oleh Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

    Program ini ditujukan bagi para pengusaha UMKM di wilayah IKN dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) guna memperkuat literasi finansial, mendorong inklusi keuangan, sekaligus memperluas akses pembiayaan ke lembaga perbankan.

    Melalui Akademi SIAPIK 2026, para peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Selain materi tata kelola keuangan sederhana, para pelaku usaha juga dibekali pemahaman mengenai kebanksentralan, ekonomi syariah, digitalisasi sistem pembayaran, hingga pelindungan konsumen.

    Tidak berhenti pada edukasi teori, kegiatan ini juga memfasilitasi sesi business matching. Lewat forum ini, para pengusaha UMKM dipertemukan langsung dengan sejumlah lembaga jasa keuangan dan perbankan untuk membuka peluang akses permodalan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan usaha mereka.

    Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia melalui SKB KOPERBI IKN yang secara konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pengusaha UMKM di wilayah IKN dan sekitarnya.

    “Kami mengapresiasi Bank Indonesia, OJK, serta seluruh pihak yang terus bersinergi dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui program seperti Akademi SIAPIK. Inisiatif ini sangat penting karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang akan menjadi aktor utama yang akan tumbuh bersama perkembangan Nusantara,” ujar Alimuddin melalui keterangan tertulis, pada Rabu, (10/06/2026).

    Menurut Alimuddin, pembangunan IKN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, termasuk melalui penguatan pelaku usaha agar mampu menangkap berbagai peluang ekonomi yang terus berkembang.

    “Kami ingin para pelaku UMKM lokal percaya diri dan terus meningkatkan kapasitas usahanya. Kehadiran IKN membuka ruang yang sangat besar untuk berkembang, baik dari sisi pasar, kemitraan, maupun akses pembiayaan. Manfaatkan kesempatan ini dengan terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat tata kelola usaha. Otorita IKN akan terus mendukung upaya pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi Nusantara,” tambahnya.

    Alimuddin juga menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi antarpelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi lokal di Nusantara. Menurutnya, setiap pelaku usaha perlu saling bersinergi dan mengambil peran dalam rantai nilai ekonomi yang saling mendukung.

    “Kami juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan sesama pelaku usaha. Bisa jadi produk yang dihasilkan oleh satu UMKM menjadi bahan baku atau bahan pendukung bagi UMKM lainnya untuk menghasilkan produk baru. Karena itu, UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Ekosistem usaha yang kuat dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi antarpelaku usaha dalam rantai ekonomi yang saling menguatkan. UMKM lokal akan semakin tangguh, berkembang bersama, dan mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tumbuh di Nusantara,” ujar Alimuddin.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengatakan bahwa tema kegiatan ini, ENERGI (Edukasi dan siNERGI), mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.

    “Edukasi dan sinergi menjadi dua hal yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin kuat, semakin maju, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di kawasan IKN,” ujarnya.

    Menurut Pandu, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena jumlahnya yang besar, kemampuannya menyerap tenaga kerja, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan dalam berbagai periode krisis, sektor UMKM terbukti menjadi salah satu penopang utama perekonomian.

    Karena itu, Bank Indonesia bersama Otorita IKN, OJK, pemerintah daerah, dan perbankan terus mendorong peningkatan kapabilitas UMKM melalui program pendampingan, pelatihan, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan usaha.

    “UMKM yang memiliki potensi berkembang akan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya. Mulai dari peningkatan kapasitas, bantuan teknis, akses pasar, hingga dukungan pembiayaan. Harapannya, pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih cepat dan berdaya saing,” katanya.

    Dalam kegiatan AKSI 2026, peserta memperoleh edukasi mengenai penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), pengelolaan keuangan sederhana, literasi dan inklusi keuangan, kebanksentralan, ekonomi syariah, sistem pembayaran, serta pelindungan konsumen.

    Selain itu, peserta juga difasilitasi dalam kegiatan business matching pembiayaan yang mempertemukan UMKM dengan berbagai lembaga jasa keuangan dan perbankan, termasuk BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, Bank Kaltimtara dan sejumlah bank lainnya yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN.

    Pandu menjelaskan bahwa pencatatan keuangan yang baik menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat berkembang dan memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.

    “Selama ini masih banyak pelaku usaha yang melakukan pencatatan secara manual. Melalui SIAPIK, UMKM dapat mencatat biaya, pemasukan, keuntungan, dan perkembangan usaha secara lebih terstruktur. Catatan keuangan yang baik juga akan membantu ketika mengajukan pembiayaan ke perbankan,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa peserta yang menunjukkan perkembangan dan potensi usaha akan memiliki kesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan, termasuk fasilitasi akses pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan pameran seperti Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) hingga Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

    Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Salah satunya Reni Sayu, pelaku usaha Keripik Pisang asal Kabupaten Penajam Paser Utara.

    Menurut Reni, pelatihan SIAPIK membantu pelaku usaha beralih dari pencatatan keuangan manual menuju sistem digital yang lebih tertata.

    “Selama ini pencatatan keuangan saya masih manual dan kadang ada transaksi yang tidak tercatat. Bahkan modal usaha terkadang tercampur dengan kebutuhan pribadi. Melalui kegiatan ini kami belajar bagaimana mengelola keuangan usaha secara lebih baik dan modern menggunakan aplikasi digital,” ujarnya.

    Reni menilai kehadiran IKN membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk di kawasan tersebut.

    “Peluangnya sangat besar. IKN sekarang menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat dan banyak pendatang baru yang datang ke sini. Kalau UMKM bisa masuk dan berjualan di kawasan ini, peluang berkembangnya juga semakin besar,” katanya.

    Ia berharap program pendampingan dan akses pembiayaan bagi UMKM dapat terus berlanjut sehingga pelaku usaha memperoleh pembinaan yang berkesinambungan hingga mampu tumbuh mandiri secara finansial.

    Melalui AKSI 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM, Otorita IKN bersama Bank Indonesia dan OJK berharap semakin banyak UMKM yang mampu mengelola usahanya secara profesional, memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, serta memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan Nusantara.

    Pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan infrastruktur dan pusat pemerintahan baru, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang kuat melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi lokal.

    Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    , ,


    NUSANTARA – Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam ajang Half Marathon Run perdana yang diselenggarakan oleh SwissĂ´tel Nusantara by Accor bersama Otorita Ibu Kota Nusantara pada Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menegaskan hadirnya ruang publik yang semakin hidup di IKN serta memperlihatkan kesiapan infrastruktur Nusantara.

    Ajang yang menghadirkan kategori 5K, 10K, dan 21K ( half marathon ) ini diikuti sekitar 1.500 peserta. Para pelari melintasi sejumlah kawasan strategis di KIPP IKN, mulai dari Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, RS Kemenkes, Hunian ASN 1, RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, Training Center PSSI, Istana Negara, hingga kawasan Kementerian Sekretariat Negara sebelum kembali finish di Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

    Acara turut dimeriahkan oleh penampilan grup musik The Soulful dan dipandu oleh Melanie Putria, Puteri Indonesia 2022. Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah seperti Kalimantan dan Jawa, serta dari luar negeri seperti Jepang dan Malaysia.

    Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, memberikan semangat kepada seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai.

    “Semoga Bapak/Ibu semua dapat menikmati Ibu Kota Nusantara dan juga kita berlari dengan aman, kita utamakan keselamatan. Ayo kita lari!,” ujar Agung.

    Sementara itu, General Manager SwissĂ´tel Nusantara, Chrestian Pesik, menilai IKN memiliki potensi besar menjadi destinasi sport tourism di masa depan.

    “Kami ingin Ibu Kota Nusantara ini lebih banyak dikenal orang. Jalur pelari steril dan sangat bersih. Pemerintah sangat support acara ini. Kami sangat terkesan dengan ini. Ke depan harapannya nomor lari yang kita lakukan lebih jauh lagi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa mengadakan full marathon pertama di Ibu Kota Nusantara,” ucap Pesik.

    Melanie Putria juga mengungkapkan kekagumannya setelah melihat langsung perkembangan IKN.

    “Ini kali pertama aku hadir di IKN dan menyaksikan langsung betapa indahnya dan betapa majunya perkembangan IKN. Rasanya bangga banget dan beyond happy. Bisa melihat langsung ke sini itu next level yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.

    Salah satu pelari half marathon asal Balikpapan, Aulia Muhammad, mengaku menikmati pengalaman berlari di kawasan Nusantara.

    “Alhamdulillah cuacanya mendukung. Treknya enak dan bagus. Antusiasme pelari juga bagus, ketika start juga on-time . Tidak terasa lari di sini tiba-tiba sudah 20 kilo,” kata Aulia.

    Penyelenggaraan Half Marathon Run perdana ini sekaligus menandai semakin terbukanya akses jalan baru di kawasan KIPP 1B dan 1C yang mendukung konektivitas kawasan inti pemerintahan. Infrastruktur yang terus berkembang di IKN diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang aktif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat citra Nusantara sebagai kota masa depan yang sehat dan layak huni.

    Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    , ,


    NUSANTARA — Dalam rangka memulihkan ekosistem hutan di kawasan Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Satuan Tugas Penanggulangan Aktivitas Ilegal, Universitas Mulawarman, serta berbagai pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Soeharto KM 65.

    Kegiatan ini tidak sekadar menanam pohon, tetapi menjadi langkah nyata untuk memulihkan kawasan yang mengalami degradasi akibat aktivitas ilegal perambahan hutan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Selasa (28/04/2026), aksi penanaman ini difokuskan pada area yang telah terbuka untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan hujan tropis Kalimantan.

    Sebanyak 100 bibit pohon ditanam dalam kegiatan ini, yang terdiri dari jenis gaharu, balangeran, nyatoh, meranti, dan nyamplung. Bibit tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Mulawarman dan Otorita IKN guna memperkuat fungsi ekosistem hutan, termasuk mendorong potensi pengembangan energi baru terbarukan.

    Kegiatan penanaman ini turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Universitas Mulawarman, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, unsur TNI dan Polri, satuan kewilayahan di tingkat kecamatan dan desa, Kejaksaan, dan UPTD Tahura Bukit Soeharto.

    Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menegaskan bahwa kegiatan ini menandai komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan. Aktivitas ilegal yang terjadi selama ini bersifat masif dan memerlukan pengawasan bersama.

    “Kita sudah melakukan upaya-upaya persuasif untuk menghentikan kegiatan ini (aktivitas ilegal), karena lokasi ini penting sebagai lokasi untuk membangun hutan tropis Kalimantan melalui pendekatan saintifik. Kalau ada patroli, kegiatan ini (aktivitas ilegal) berhenti, tapi kalau tidak ternyata kegiatan tersebut masih berlangsung. Karena itu, kegiatan hari ini (penanaman pohon) untuk menunjukkan bahwa semua pihak ini berkomitmen bahwa Tahura ini harus dijaga, tanpa mengesampingkan bahwa proses hukum bagi pihak-pihak yang memang terbukti melakukan itu akan terus berjalan,” ulasnya.

    Sementara itu, Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembap Universitas Mulawarman yang mewakili Rektor Universitas Mulawarman, Ibrahim, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis yang memiliki nilai ekologis tinggi, salah satunya mampu menyimpan 70 persen dari vegetasi.

    Ibrahim juga menyoroti tantangan dalam upaya rehabilitasi kawasan yang telah mengalami kerusakan. Dalam keterangannya, upaya rehabilitasi hutan hujan tropis di Tahura Soeharto tidaklah sederhana, terutama pada kawasan yang telah terbuka dalam waktu lama. Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga pengamanan dan keberlanjutan kawasan.

    Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kawasan hutan sebagai fondasi utama pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota hutan yang berkelanjutan.

    Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    , ,


    NUSANTARA — Sejak pagi, langkah kaki anak-anak perempuan mewarnai Lapangan Sepak Bola PSSI Training Center Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (21/04/2026). Sebanyak 140 siswi dari jenjang SD hingga SMP di wilayah delineasi IKN mengikuti AFC Women’s Football Day 2026, merasakan langsung pengalaman bermain sepak bola di lapangan.

    Kegiatan ini merupakan inisiatif Asian Football Confederation (AFC) yang digelar bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Otorita IKN dalam menghadirkan olahraga sepak bola sejak usia dini. Bertepatan dengan Hari Kartini, kegiatan ini membuka ruang bagi anak-anak perempuan untuk berani mengambil peran dalam dunia olahraga, sekaligus membangun kepercayaan diri sejak usia dini.

    Legenda sepak bola Indonesia sekaligus Direktur Teknik PSSI Provinsi Kalimantan Timur, Jacksen F. Thiago, ikut hadir dalam kegiatan ini, yang menyampaikan pentingnya menciptakan ruang yang inklusif bagi anak-anak perempuan dalam sepak bola.

    “Hari ini kita menggelar sebuah event yang berhubungan dengan Hari Kartini. Bagaimana kita menciptakan sebuah environment untuk putri kita di usia tersebut (kelompok U-12) agar bisa enthusiast menjadi bagian dari dunia sepak bola,” ujarnya.

    Semarak kegiatan ini juga dirasakan oleh para pendamping peserta. Salah satu guru asal SD 011 Samboja Barat, Masriah, yang turut mendampingi sejumlah siswinya, menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

    “Saya baru pertama ke sini (PSSI Training Center IKN), fasilitasnya cukup baik. Dari kegiatan ini, tentu semoga kegiatan ini tidak terputus dan dapat berlanjut ke depannya,” ulas Bu Masriah.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang secara langsung membuka kick off festival grassroots AFC Women’s Football Day 2026. Dalam sambutannya, Basuki menegaskan pentingnya pengembangan sepak bola, termasuk bagi perempuan.

    “Sebelumnya sepak bola putri hanya untuk lucu-lucu, sekarang kita dapat berpartisipasi untuk kompetisi. Di Kalimantan Timur, saya menyampaikan akan mendukung pengembangan sepak bola untuk kemajuan di wilayah ini. Saya sudah bilang ke Pak Jacksen F. Thiago untuk membuat kalender event di Kalimantan Timur. Kita harus olahraga, bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk prestasi,” tegas Basuki.

    Dalam motivasinya, Basuki juga memberikan salah satu contoh atlet perempuan Indonesia yang telah berprestasi di tingkat internasional, seperti Megawati, sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berlatih.

    Di lapangan yang sama, semangat Kartini hari ini tidak hanya dikenang, tetapi juga diperjuangkan. Hal ini juga tercermin dalam pesan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN yang juga berperan sebagai Ketua Askab PSSI Penajam Paser Utara serta Exco Asprov PSSI Kaltim, Alimuddin.

    “Kita bersama-sama merayakan AFC Women’s Football Day sekaligus hari kartini yang mengajarkan kita kesetaraan. Kita juga didukung oleh para pelatih, bukan hanya pria, tetapi termasuk lima pelatih wanita. Ini merupakan komitmen PSSI dalam mendorong kemajuan sepak bola wanita sesuai dengan nilai-nilai, salah satunya dari ibu kita, RA Kartini,” tutupnya setelah mewakili Sekjen PSSI tersebut.

    Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    , , ,


    NUSANTARA - Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028 resmi dilantik di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (18/4/2026). Pelantikan yang digelar di Ruang Multifunction Hall Kemenko 4 IKN ini menjadi momentum penguatan kolaborasi dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak di Kalimantan Timur, khususnya di kawasan IKN.

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyambut baik pelantikan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas.

    Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam sambutannya mewakili Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kepengurusan baru POGI Kaltim diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, terutama dalam menghadirkan standar layanan kesehatan ibu dan anak kelas dunia di Nusantara.

    Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan reproduksi di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Menurut dia, peran tenaga medis menjadi krusial untuk memastikan setiap lapisan masyarakat memperoleh layanan dengan kualitas yang setara.

    Selain itu, Alimuddin mendorong penguatan inovasi dan edukasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa peluang kerja sama antara Otorita IKN dan organisasi profesi terbuka luas.

    “Pintu kerja sama antara Otorita IKN dengan organisasi profesi seperti POGI terbuka lebar. Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah awal untuk berkolaborasi lebih erat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Alimuddin.

    Ketua POGI Cabang Kalimantan Timur yang baru, dr. Noviana Indarti, Sp.O.G., Subsp. Obginsos, M.H., M.M., FISQua, menyampaikan apresiasi atas dukungan Otorita IKN dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat membawa POGI Kaltim memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Dukungan semua pihak sangat kami harapkan agar POGI Kaltim tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga menjadi berkat bagi masyarakat di Kalimantan Timur,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G., Subsp. F.E.R., MPH., FRANZCOG (Hons)., FICRM, menegaskan pentingnya kolaborasi tanpa sekat dalam mendukung pembangunan sistem kesehatan di IKN.

    Menurut dia, konsep pembangunan IKN yang terintegrasi membuka peluang kolaborasi lintas kementerian dan lembaga tanpa batasan administratif, sehingga dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan.

    Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi profesi dalam mendukung pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara dan Kalimantan Timur secara luas.

    Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    ,


    NUSANTARA – Suasana Ramadan mulai terasa di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur memadati Masjid Negara IKN untuk melaksanakan Tarawih perdana 1 Ramadan 1447 H pada Rabu (18/02/2026), menandai hidupnya ruang ibadah yang menyatukan masyarakat di Nusantara.

    Kehadiran jamaah dari beragam latar belakang menunjukkan Masjid Negara mulai menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang kebersamaan, tempat masyarakat menyambut bulan suci.

    Tarawih pertama ini menjadi momentum penting dalam membangun kehidupan spiritual di Nusantara. Selain ibadah berjamaah, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang mengajak umat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus.

    Dalam ceramahnya, Ustad Irfan Rosady, Dai Kementerian Agama Kalimantan Timur, mengingatkan pentingnya memperbaiki niat dalam menjalani kehidupan dan ibadah.

    “Perbaikilah niat kita. Karena bila salah kita dalam menjalankan kehidupan dan beribadah, maka bersiaplah kita terjerumus dalam lembah penghinaan, maka dari itu kita mantapkan dan luruskan niat dalam menjalankan Ramadhan,” ujarnya.

    Salah satu jamaah yang hadir, Shakira, yang merupakan warga Sepaku, mengaku merasakan kenyamanan beribadah di Masjid Negara.

    “Saya sangat antusias beribadah di Masjid Negara. Saya tidak menyangka masjid negara semegah ini,” ucap Shakira. 

    Tarawih perdana ini tidak hanya menjadi awal rangkaian ibadah Ramadan, tetapi juga memperkuat peran Masjid Negara sebagai titik temu spiritual dan sosial bagi masyarakat yang kini mulai menata kehidupan di ibu kota masa depan Indonesia. 

    Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    ,


    NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kerja sama dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia dalam penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

    Pelatihan berlangsung intensif selama dua hari dan diikuti oleh lebih dari 20 petani kopi lokal yang berasal dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknis petani terhadap pengelolaan kopi secara menyeluruh, sekaligus mendorong penerapan standar mutu dalam rantai produksi kopi lokal.

    Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk kopi berkualitas tinggi dan berdaya saing. “Penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, khususnya dalam proses pascapanen, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Setia Lenggono.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menyampaikan bahwa BI mendukung ketahanan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM salah satunya adalah potensi kopi liberika di wilayah IKN.

    Pelatihan dimentori langsung oleh Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang, seorang petani kopi sekaligus pengajar asal Jombang, Jawa Timur. Dalam sesi teori dan praktik, peserta dibekali contoh best practice mulai dari proses panen, sortasi, fermentasi, produksi, hingga pemasaran. Fokus utama pelatihan diarahkan pada peningkatan standardisasi kualitas, mengingat proses pascapanen yang tepat sangat krusial untuk menjaga konsistensi rasa dan aroma kopi. Kesalahan kecil dalam tahapan ini dapat menurunkan kualitas bahkan merusak potensi genetik biji kopi terbaik.

    Edi Kuncoro menekankan pentingnya disiplin dalam setiap tahapan pengolahan kopi. “Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar dan konsisten, petani bisa menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang stabil dan layak masuk kategori specialty grade , yang tentu memiliki nilai jual jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

    Salah satu peserta, Bagio, petani kopi asal Desa Tengin Baru, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran praktis dari pelatihan ini.

    “Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas supaya rasa kopinya konsisten. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN mendorong terbangunnya ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga IKN. Peningkatan kapasitas petani diharapkan mampu memperkuat kualitas produk lokal, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.

    Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara


Top