IKN, News

IKN, News, Olahraga

NUSANTARA – Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam ajang Half Marathon Run perdana yang diselenggarakan oleh SwissĂ´tel Nusantara by Accor bersama Otorita Ibu Kota Nusantara pada Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menegaskan hadirnya ruang publik yang semakin hidup di IKN serta memperlihatkan kesiapan infrastruktur Nusantara.
Ajang yang menghadirkan kategori 5K, 10K, dan 21K ( half marathon ) ini diikuti sekitar 1.500 peserta. Para pelari melintasi sejumlah kawasan strategis di KIPP IKN, mulai dari Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, RS Kemenkes, Hunian ASN 1, RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, Training Center PSSI, Istana Negara, hingga kawasan Kementerian Sekretariat Negara sebelum kembali finish di Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Acara turut dimeriahkan oleh penampilan grup musik The Soulful dan dipandu oleh Melanie Putria, Puteri Indonesia 2022. Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah seperti Kalimantan dan Jawa, serta dari luar negeri seperti Jepang dan Malaysia.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, memberikan semangat kepada seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai.
“Semoga Bapak/Ibu semua dapat menikmati Ibu Kota Nusantara dan juga kita berlari dengan aman, kita utamakan keselamatan. Ayo kita lari!,” ujar Agung.
Sementara itu, General Manager SwissĂ´tel Nusantara, Chrestian Pesik, menilai IKN memiliki potensi besar menjadi destinasi sport tourism di masa depan.
“Kami ingin Ibu Kota Nusantara ini lebih banyak dikenal orang. Jalur pelari steril dan sangat bersih. Pemerintah sangat support acara ini. Kami sangat terkesan dengan ini. Ke depan harapannya nomor lari yang kita lakukan lebih jauh lagi, mudah-mudahan tahun depan kita bisa mengadakan full marathon pertama di Ibu Kota Nusantara,” ucap Pesik.
Melanie Putria juga mengungkapkan kekagumannya setelah melihat langsung perkembangan IKN.
“Ini kali pertama aku hadir di IKN dan menyaksikan langsung betapa indahnya dan betapa majunya perkembangan IKN. Rasanya bangga banget dan beyond happy. Bisa melihat langsung ke sini itu next level yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Salah satu pelari half marathon asal Balikpapan, Aulia Muhammad, mengaku menikmati pengalaman berlari di kawasan Nusantara.
“Alhamdulillah cuacanya mendukung. Treknya enak dan bagus. Antusiasme pelari juga bagus, ketika start juga on-time . Tidak terasa lari di sini tiba-tiba sudah 20 kilo,” kata Aulia.
Penyelenggaraan Half Marathon Run perdana ini sekaligus menandai semakin terbukanya akses jalan baru di kawasan KIPP 1B dan 1C yang mendukung konektivitas kawasan inti pemerintahan. Infrastruktur yang terus berkembang di IKN diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang aktif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat citra Nusantara sebagai kota masa depan yang sehat dan layak huni.
Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
IKN, Lingkungan Hidup, News

IKN, News, Olahraga

IKN, Kaltim, Kesehatan, News

IKN, News

NUSANTARA – Suasana Ramadan mulai terasa di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur memadati Masjid Negara IKN untuk melaksanakan Tarawih perdana 1 Ramadan 1447 H pada Rabu (18/02/2026), menandai hidupnya ruang ibadah yang menyatukan masyarakat di Nusantara.
Kehadiran jamaah dari beragam latar belakang menunjukkan Masjid Negara mulai menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang kebersamaan, tempat masyarakat menyambut bulan suci.
Tarawih pertama ini menjadi momentum penting dalam membangun kehidupan spiritual di Nusantara. Selain ibadah berjamaah, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang mengajak umat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus.
Dalam ceramahnya, Ustad Irfan Rosady, Dai Kementerian Agama Kalimantan Timur, mengingatkan pentingnya memperbaiki niat dalam menjalani kehidupan dan ibadah.
“Perbaikilah niat kita. Karena bila salah kita dalam menjalankan kehidupan dan beribadah, maka bersiaplah kita terjerumus dalam lembah penghinaan, maka dari itu kita mantapkan dan luruskan niat dalam menjalankan Ramadhan,” ujarnya.
Salah satu jamaah yang hadir, Shakira, yang merupakan warga Sepaku, mengaku merasakan kenyamanan beribadah di Masjid Negara.
“Saya sangat antusias beribadah di Masjid Negara. Saya tidak menyangka masjid negara semegah ini,” ucap Shakira.
Tarawih perdana ini tidak hanya menjadi awal rangkaian ibadah Ramadan, tetapi juga memperkuat peran Masjid Negara sebagai titik temu spiritual dan sosial bagi masyarakat yang kini mulai menata kehidupan di ibu kota masa depan Indonesia.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
IKN, News

NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kerja sama dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia dalam penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.
Pelatihan berlangsung intensif selama dua hari dan diikuti oleh lebih dari 20 petani kopi lokal yang berasal dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknis petani terhadap pengelolaan kopi secara menyeluruh, sekaligus mendorong penerapan standar mutu dalam rantai produksi kopi lokal.
Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk kopi berkualitas tinggi dan berdaya saing. “Penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, khususnya dalam proses pascapanen, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Setia Lenggono.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menyampaikan bahwa BI mendukung ketahanan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM salah satunya adalah potensi kopi liberika di wilayah IKN.
Pelatihan dimentori langsung oleh Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang, seorang petani kopi sekaligus pengajar asal Jombang, Jawa Timur. Dalam sesi teori dan praktik, peserta dibekali contoh best practice mulai dari proses panen, sortasi, fermentasi, produksi, hingga pemasaran. Fokus utama pelatihan diarahkan pada peningkatan standardisasi kualitas, mengingat proses pascapanen yang tepat sangat krusial untuk menjaga konsistensi rasa dan aroma kopi. Kesalahan kecil dalam tahapan ini dapat menurunkan kualitas bahkan merusak potensi genetik biji kopi terbaik.
Edi Kuncoro menekankan pentingnya disiplin dalam setiap tahapan pengolahan kopi. “Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar dan konsisten, petani bisa menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang stabil dan layak masuk kategori specialty grade , yang tentu memiliki nilai jual jauh lebih tinggi,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Bagio, petani kopi asal Desa Tengin Baru, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran praktis dari pelatihan ini.
“Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas supaya rasa kopinya konsisten. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN mendorong terbangunnya ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga IKN. Peningkatan kapasitas petani diharapkan mampu memperkuat kualitas produk lokal, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

