12 Perguruan Silat Latihan Bersama di Kawasan CFD Tenggarong

Sekitar 300 pesilat dari 12 perguruan melakukan latihan bersama di kawasan CFD Tenggarong
Foto: Istimewa

12 perguruan beladiri pencak silat berkumpul di kawasan Car Free Day (CFD) Tenggarong. Sekitar 300 pesilat melakukan silaturahmi dan berlatih bersama di lapangan Basket Jalan KH Akhmad Muksin, Minggu (16/09) pagi.

Silaturahmi yang digagas pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ranting Tenggarong ini, mengusung tema Melalui Pencak Silat Kita Bangun Karakter Generasi Muda Kukar yang Tangguh, Melalui Olahraga Pencak Silat Lestarikan Budaya Leluhur Sebagai Jati Diri Bangsa.

"Dari 12 perguruan pencak silat yang hadir, masing-masing mengirimkan lebih dari 30 orang pesilat, paling banyak dari PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate)," terang Ketua IPSI Ranting Tenggarong, Titik Lestari.

Latihan bersama ini, lanjutnya, memang didominasi generasi muda terutama dari kalangan pelajar. Apalagi pencak silat telah masuk dalam ekstra kulikuler di sejumlah sekolah.

"Dari 39 sekolah di Kecamatan Tenggarong, ada sekitar 15 sekolah sudah masuk pencak silat dari semua perguruan," sebut Titik.

Senada dengan Titik, Sekretaris IPSI Kukar, Mahmudin, menyebutkan, salah satu perguruan silat yakni Tapak Suci juga membuka kegiatan ekskul, diantaranya di SDN 004 Mangkurawang, SDN 11 Selendereng, SD Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah Tenggarong serta di beberapa unit lainnya.

"Kita saat ini ada di 8 kecamatan se-Kukar dan sudah memiliki pimpinan cabang perguruan," ujarnya.

Menurut Ketua IPSI Kukar, Siswo Cahyono, moment CFD dimanfaatkan untuk menunjukkan kepada masyarakat jika pencak silat yang merupakan seni beladiri tradisional asli nusantara terus berkembang. 

"Masing-masing perguruan itu punya basis massa tapi selama ini agak sedikit vakum, mungkin karena kurang pembinaan, juga momentum dan ajang yang kurang tepat," katanya.

Melalui silaturahmi ini pula, Siswo ingin menunjukkan jika perguruan pencak silat tetap akur tanpa tawuran. 

"Khusus di Kutai Kartanegara seluruh pesilat akur, semua perguruan berbaur, ini menunjukkan persaudaran antara kita semua," ucapnya.

Momentum ini sekaligus untuk memotivasi seluruh pesilat dimana pada ajang Asia Games 2018 lalu, cabang olahraga pencak silat menyumbangkan 14 medali emas. 

"Asian Games menjadi modal kita untuk terus memperlihatkan eksistensi pencak silat di tengah masyarakat khususnya di Kukar," sambung Siswo. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top