Tampilkan postingan dengan label Migas. Tampilkan semua postingan
Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan diraihnya Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk kategori Tata Kelola dan Kepatuhan Terbaik - Perusahaan. Penghargaan ini diberikan kepada PHM atas penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), melalui penguatan pengendalian internal, tindak lanjut audit secara berkala, serta kepatuhan dalam proses pengadaan dan pembayaran.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, kepada Manager SCM & Asset Management PHM, Dhanang Resnamurti, dalam malam penganugerahan Penghargaan Subroto 2026 yang digelar di The Westin Hotel Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. Penghargaan Subroto merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian ESDM yang diberikan kepada para pemangku kepentingan yang menunjukkan kinerja dan kontribusi dalam memajukan sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017, penghargaan ini dinamai berdasarkan Prof. Subroto, yang menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada periode 1978–1988, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam pengembangan sektor energi dan pertambangan nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan Penghargaan Energi Subroto bukan sekadar tradisi apresiasi tahunan, melainkan penghormatan atas dedikasi Prof. Subroto yang meletakkan fondasi pembangunan sektor energi dan pertambangan nasional. Ia mengingatkan, tata kelola sumber daya energi tidak semata mengejar nilai ekonomi dan produksi, tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.
General Manager PHM, Muzwir Wiratama, menyambut baik atas penghargaan yang diterima oleh PHM tersebut sebagai bentuk pengakuan pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, terhadap kinerja PHM dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan mematuhi peraturan perundang-undangan. “Penilaian mencakup penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran, serta penguatan sistem pengawasan dan pengendalian untuk mencegah terjadinya pelanggaran,” jelasnya.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen seluruh pekerja dalam menjaga integritas dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat budaya integritas dan kepatuhan di seluruh lini organisasi. “Di PHM, penerapan tata kelola yang baik bukan sekadar pemenuhan terhadap ketentuan, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan, menjaga keberlanjutan operasi, dan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Wira, sapaan akrab Muzwir Wiratama, menjelaskan bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG ini menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dari upaya PHM untuk memastikan keberlanjutan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan patuh terhadap seluruh ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam proses pengadaan dan pembayaran. “Kepatuhan dalam proses pengadaan dan pembayaran menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi, profesionalisme, serta integritas dalam hubungan bisnis dengan mitra kerja,” pungkasnya.
Penganugerahan Penghargaan Subroto menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang diperingati setiap 28 September. Melalui berbagai kategori penghargaan, Kementerian ESDM memberikan apresiasi kepada badan usaha, pemerintah daerah, dan individu yang berkontribusi dalam pengembangan sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk dalam aspek keunggulan operasional, keberlanjutan, inovasi, serta tata kelola dan kepatuhan. Penghargaan ini sekaligus mendorong peningkatan kinerja, integritas, dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan sektor energi nasional. (*)
Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus mendukung perluasan akses pasar produk unggulan UMKM binaan melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026, yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada 14-18 Oktober 2026. Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur (Disperindagkop dan UKM Kaltim), PHM memfasilitasi dua kelompok mitra binaan untuk mempromosikan produk unggulannya, sekaligus membuka peluang kemitraan bisnis dengan pembeli dan pelaku dagang dari dalam maupun luar negeri.
PHM menjadi satu-satunya perusahaan migas di Kalimantan Timur yang mengikuti ajang TEI 2026. Adapun dua kelompok mitra binaan PHM yang berpartisipasi pada TEI 2026 ini adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam dari Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan produk unggulannya yaitu lidi nipah dan media tanam nipah, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Prima dari Desa Salo Palai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang mengembangkan produk arang kayu halaban. Kedua kelompok tersebut memiliki pengalaman memasok komoditas untuk pasar ekspor, dengan produk lidi nipah yang telah diekspor ke India dan arang kayu halaban yang pernah dipasarkan ke Kanada.
Produk arang kayu halaban, lidi nipah, dan media tanam nipah yang ditampilkan di booth PHM juga menarik perhatian pengunjung sejak hari pertama pameran. Minat datang dari kalangan buyer, trader, dan peneliti nasional dari berbagai daerah, antara lain Jakarta, Medan, Yogyakarta, Sumatera Barat, Lampung, dan Palembang, serta pengunjung internasional dari Amerika Serikat, Serbia, Nigeria, India, dan Pakistan. Respons awal ini menjadi peluang bagi mitra binaan untuk memperkenalkan komoditas unggulan mereka kepada jaringan pasar yang lebih luas.
Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, menjelaskan bahwa dukungan PHM bagi UMKM binaan pada TEI 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan dari program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) perusahaan melalui upaya pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas usaha lokal, dan pembukaan peluang ekonomi yang lebih luas. ”Kami melihat bahwa beberapa kelompok mitra binaan telah memiliki produk-produk yang berpotensi untuk komoditi ekspor. Untuk itu, perlu diberikan akses promosi skala nasional dan internasional, seperti ajang TEI 2026 ini, untuk memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan mitra binaannya,” jelasnya.
Menurutnya, partisipasi pada TEI 2026 ini diharapkan dapat mendorong kedua UMKM untuk terus menghasilkan produk berkualitas sekaligus mengembangkan akses pasar yang lebih luas. “Melalui ajang TEI 2026 ini, kami berharap KTH Sinar Nilam dan BUMDes Karya Prima dapat memperkenalkan produk mereka, memperluas jejaring bisnis, menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta meningkatkan kapasitas dalam memasarkan produknya secara mandiri,” ujar Achmad. Selama ini, kedua kelompok masih memasarkan produknya melalui agen eksportir atau trader.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, Ali Wardana menyambut baik dan mengapresiasi keterlibatan PHM yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang promosi perdagangan berskala internasional tersebut. “Kami menyambut baik partisipasi PHM. Kami mengetahui bahwa PHM telah banyak memberikan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM di sekitar wilayah operasinya,” ujarnya.
Menurut Ali, pembinaan oleh PHM tersebut telah mampu menghasilkan produk UMKM dengan kualitas dan penampilan yang baik. “Tahap selanjutnya adalah hilirisasi dan pemasaran produk UMKM, dan TEI merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk berkolaborasi sebagai satu kesatuan Kalimantan Timur dalam memperluas akses pasar UMKM, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ali Wardana.
Pada hari pertama pameran, produk arang kayu halaban dari BUMDes Karya Prima telah mengikuti kegiatan business matching. Sementara itu, KTH Sinar Nilam dijadwalkan mengikuti business counseling bersama dua perwakilan perdagangan luar negeri, yakni Atase Perdagangan di New Delhi, India, dan Atase Perdagangan di Ankara, Turki. Rangkaian kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kedua kelompok untuk memperoleh wawasan mengenai kebutuhan pasar, membangun koneksi bisnis, serta menjajaki potensi kerja sama dengan calon mitra perdagangan.
Di hari kedua, Paviliun Kalimantan Timur mendapatkan kunjungan kehormatan dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si. Pada kesempatan tersebut, PHM berkesempatan memperkenalkan produk unggulan UMKM mitra binaannya, yakni lidi nipah dan media tanam nipah dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam serta arang kayu halaban dari BUMDes Karya Prima. Pengenalan produk ini menjadi bagian dari upaya PHM untuk mempromosikan potensi komoditas unggulan daerah.
Tidak hanya itu, pada hari yang sama, Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Aji Seno, M.Si, didampingi oleh Kepala Disperindagkop & UKM Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, pun berkesempatan untuk mengunjungi Paviliun Kalimantan Timur. Pada kesempatan tersebut, Seno mengapresiasi keterlibatan PHM dalam mendukung pengembangan UMKM di Provinsi Kalimantan Timur. “Saya sangat mengapresiasi dukungan dari Perusahaan terhadap pengembangan UMKM khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi UMKM yang mempunyai kesempatan mengikuti event-event seperti ini untuk penjajakan dan penjaringan bisnis skala internasional. Harapannya, semakin banyak UMKM Kaltim yang naik kelas dan menjadi eksportir,” ujar Seno.
Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang internasional berorientasi business-to-business (B2B) yang bertujuan mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli dan investor global, memfasilitasi transaksi perdagangan dan investasi, serta mendorong peningkatan daya saing produk nasional. Keikutsertaan PHM dalam TEI 2026 juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan kinerja ekspor nonmigas dan non-batu bara melalui penguatan promosi serta perluasan pasar bagi produk unggulan daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu UMKM binaan meningkatkan daya saing, memperkuat rantai pemasaran, dan mengembangkan peluang usaha yang berkelanjutan. (*)
Migas, News, Pendidikan, Pertamina Hulu Mahakam

Balikpapan – Program CSR PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Sekolah Negeri Terapung, mendukung keberhasilan Nurul Fitriana, seorang Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 06 Anggana, Desa Sepatin, mendapatkan kesempatan mengikuti program pengembangan profesional guru di Amerika Serikat. Nurul Fitriana terpilih sebagai penerima Fulbright Distinguished Awards in Teaching Program for International Teachers (Fulbright DAI) 2025. Cerita mengenai Nurul Fitriana ini disampaikan PHM pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi di Samarinda pada Rabu (09/09/2026).
Program Fulbright DAI memberikan kesempatan kepada Nurul untuk mengikuti program pengembangan profesional selama enam bulan atau satu semester di Indiana University of Pensylvania, Amerika Serikat pada Bulan Agustus 2025. Nurul mengetahui Program Fulbright DAI dari akun sosial media AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Kesempatan tersebut menjadi pengalaman untuk memperluas wawasan dan kompetensi dalam bidang pendidikan.
Dalam kegiatan UKW tersebut, Head Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, menceritakan keberhasilan Nurul Fitriana sebagai salah satu guru binaan Program CSR Sekolah Negeri Terapung yang berkesempatan memperluas akses jejaring profesi guru dan membawa pengalaman di luar negeri untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat pesisir di Kecamatan Anggana. “Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan dukungan kami terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi guru dan siswa di wilayah pesisir Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” ujarnya.
Menurut Achmad, PHM terus berupaya untuk menjalankan program CSR di bidang pendidikan agar dapat memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat pesisir di Kecamatan Anggana. Wilayah Desa Muara Pantuan, Sepatin, dan Tani Baru di Kecamatan Anggana dalam menghadapi tantangan geografis. “Di wilayah ini, guru dan siswa harus menggunakan perahu kecil tradisional atau ketinting untuk menuju sekolah. Keterbatasan sarana pembelajaran dan tenaga pengajar juga menjadi tantangan bagi sekolah di wilayah pesisir Delta Mahakam tersebut,” jelasnya.
Program Sekolah Negeri Terapung dikembangkan tidak hanya sebagai program dukungan sarana pendidikan, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem pembelajaran. Kegiatannya mencakup pendampingan Guru Penggerak dan komunitas belajar, beasiswa, program Sarjana Pesisir, pelatihan guru dan siswa, serta PHM Mengajar. “Salah satu hasilnya terlihat dari penguatan kapasitas para guru.
“Pada periode 2024–2025, sebanyak 39 guru mengikuti peningkatan kapasitas melalui 27 pelatihan. Pada periode yang sama, empat lulusan program Sarjana Pesisir kembali ke wilayah asalnya untuk berkontribusi di desa,” ungkapnya..
Pada periode yang sama, program CSR ini meraih 241 penghargaan yang terdiri atas 217 penghargaan siswa dan 24 penghargaan guru, mulai dari tingkat kecamatan hingga internasional.
Sementara itu, General Manager PHM Muzwir Wiratama mengatakan, melalui Program Sekolah Negeri Terapung, PHM berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya memberikan dukungan sarana dan akses, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan siswa. “Capaian Ibu Nurul Fitriana melalui Fulbright DAI menjadi salah satu contoh bahwa ketika guru mendapatkan ruang untuk berkembang, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi dapat kembali memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat,” ujar Wira, panggilan karib General Manager PHM.
Menurut Wira, dukungan PHM tidak berhenti pada peningkatan kapasitas akademik. PHM juga mendukung pengembangan lingkungan sekolah, infrastruktur pendidikan, kesehatan, pelestarian budaya, serta pemanfaatan energi terbarukan. Pada aspek lingkungan dan infrastuktur, Sekolah Negeri Terapung mendukung pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 6,7 kWp di dua sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada generator diesel. Program tersebut diproyeksikan menurunkan emisi sebesar 7,638 ton CO₂ per tahun dan mengurangi penggunaan bahan bakar sekitar 3.600 liter per tahun.
Pendekatan Program Sekolah Negeri Terapung dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan secara lebih menyeluruh, mulai dari akses, kualitas pembelajaran, kapasitas tenaga pengajar hingga lingkungan pendukung pendidikan. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, kami ingin dukungan yang diberikan dapat membangun kapasitas dan membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan siswa untuk berkembang, termasuk menghasilkan prestasi yang dapat membawa nama wilayah pesisir hingga tingkat yang lebih luas,” pungkasnya. (*)
Migas, News, Peristiwa, Pertamina Hulu Mahakam

Muara Pantuan – Tim patroli keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelamatkan enam awak kapal masyarakat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (1/9/2026) lalu. Kapal masyarakat tersebut mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Muara Pantuan menuju Pulau Nubi, Kecamatan Anggana. Kondisi angin dan gelombang yang buruk menyebabkan kapal terhempas, kemasukan air, dan akhirnya tenggelam di sekitar area sumur migas yang dikelola PHM.
Kejadian tenggelamnya kapal masyarakat ini pertama kali diketahui oleh awak kapal TB Paramount Fortune yang melintas di perairan dangkal Delta Mahakam sekitar pukul 17.45 WITA. Mereka melihat kapal masyarakat yang tenggelam sekitar 3,2 kilometer dari daratan. Enam awak kapal terlihat melambaikan tangan sebagai tanda meminta pertolongan. Mendapat informasi tersebut, tim patroli keamanan PHM dari Fasilitas South Processing Unit (SPU) segera bergerak menggunakan armada ST Ruhen 28 menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 18.20 WITA, seluruh enam awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Setelah dievakuasi, keenam awak kapal mendapatkan tempat untuk beristirahat dan penanganan lebih lanjut. PHM juga mendampingi mereka untuk memastikan kondisi masing-masing warga dalam keadaan baik, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait kebutuhan dan proses kepulangan mereka agar dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga.
General Manager PHM Muzwir Wiratama mengapresiasi respons cepat dari tim patroli PHM dan bersyukur bahwa seluruh awak kapal bisa diselamatkan dalam kondisi yang baik. “Bagi kami, melihat enam saudara kita berhasil diselamatkan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya merupakan kebahagiaan tersendiri. Sebagai warga masyarakat yang baik, PHM senantiasa berupaya untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, terlebih lagi pada saat kondisi darurat seperti ini,” ujar Wira, panggilan akrab General Manager PHM.
Menurutnya tindakan cepat demi keselamatan dan kemanusiaan itu merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menempatkan prioritas tertinggi terhadap keamanan dan keselamatan manusia, fasilitas, dan lingkungan. “Kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang selamat, andal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Terkait kejadian ini, PHM akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keenam awak kapal tersebut mendapatkan pendampingan hingga proses kepulangan berjalan dengan baik. “Keselamatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di sekitar wilayah operasi, kami akan berupaya memberikan respons terbaik sesuai kemampuan dan prosedur yang kami miliki,” pungkasnya. (*)
Migas, News, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mencatatkan hasil positif uji produksi migas dua sumur baru, SEM-206 dan SEM-207, pada proyek pengembangan lapangan migas di Struktur Semberah, Wilayah Kerja Sanga-Sanga, Kalimantan Timur. Kedua sumur baru berhasil memproduksi gas dan kondensat di atas target awal yang ditetapkan. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dari PHSS untuk terus mendukung keberlanjutan produksi migas perusahaan yang penting bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasional.
Sumur SEM-206 menyelesaikan tahapan uji produksi dengan mencatat produksi awal dua kali lebih tinggi dari target, yakni sebesar 5,3 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd) dan 706 barel kondensat per hari (bcpd). Sementara Sumur SEM-207 menghasilkan gas sebesar 3,11 mmscfd dan kondensat sebesar 103 bcpd, empat kali lebih tinggi dari target awal. Kedua sumur tersebut mengalir secara natural melalui mekanisme open flow. Sumur SEM-206 didukung tiga lapisan reservoir dengan kondisi tekanan yang baik, sedangkan SEM-207 didukung satu lapisan reservoir dengan tekanan yang juga mendukung aliran produksi.
General Manager Zona 9 PHSS, Dadang Soewargono, mengatakan keberhasilan pengeboran dua sumur pengembangan tersebut memperkuat komitmen Perusahaan untuk terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas yang sudah mature, termasuk melalui penerapan teknologi dan inovasi. “Selaras dengan visi perusahaan, kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi alamiah, dan mempertahankan tingkat produksi migas lapangan-lapangan yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” ujar Dadang.
Menurut Dadang, pengembangan lapangan migas mature membutuhkan strategi yang tepat karena setiap sumur memiliki karakteristik dan tantangan teknis yang berbeda. Karena itu, PHSS melakukan evaluasi teknis dan pengelolaan risiko secara menyeluruh dan mendalam sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pengeboran dan uji produksi. “Pada pengeboran sumur SEM-206, kami menerapkan strategi pengeboran, antara lain melalui penggunaan peralatan komplesi dan kepala sumur dengan pressure rating tinggi serta penerapan teknologi Casing While Drilling (CWD) untuk mendukung stabilitas lubang sumur dan efektivitas operasi. Sejalan strategi tersebut, sumur SEM-206 dibor lebih ke arah timur dari struktur eksisting,” jelasnya.
Perbedaan kondisi reservoir dan tantangan di lapangan menyebabkan waktu penyelesaian yang tidak sama. Pengeboran hingga uji produksi pada Sumur SEM-206 selesai dalam 45 hari, sedangkan SEM-207 hanya membutuhkan 13 hari saja. “Alhamdulillah, pengerjaan kedua sumur mencatatkan kinerja keselamatan yang baik dengan masing-masing 75.600 dan 27.216 jam kerja selamat (safe man-hours) hingga tahap uji produksi,” imbuhnya.
Dadang pun memaparkan efisiensi biaya dalam pengeboran kedua sumur dengan realisasi biaya tercatat lebih rendah dibandingkan anggaran. “Keberhasilan pengeboran, efisiensi biaya, dan kinerja keselamatan yang unggul menunjukkan bahwa tantangan di lapangan mature dapat dijawab melalui perencanaan yang matang, inovasi, teknologi, dan eksekusi yang disiplin. Kami terus mencari cara untuk mengembangkan potensi yang ada secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi,” pungkasnya. (*)
Karhutla, Migas, News

Kalimantan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Kalimantan. Langkah-langkah yang ditempuh Perusahaan di antaranya pengerahan tim pemadam, peralatan pemadaman, pemantauan, edukasi masyarakat, serta koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Upaya pencegahan dan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan keselamatan pekerja, masyarakat, fasilitas operasi, dan lingkungan. Di lapangan, tim Perusahaan juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memadamkan titik-titik api di sekitar wilayah operasi yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Menanggapi karhutla di Kalimantan, Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng menyampaikan empati dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak. “Upaya dan prioritas perusahaan dalam menghadapi karhutla ini semata-mata untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, fasilitas, masyarakat, dan lingkungan,’’ jelasnya.
Pada Kamis (20/8/2026) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Tim Emergency Intervention Team (EIT) South Processing Station (SPS) bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) Samboja berhasil memadamkan titik api yang berada sekitar 100 meter di sebelah barat fasilitas operasi Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam.
Penanganan karhutla juga dilakukan anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama relawan dan Dinas Kehutanan pada Jumat (21/8/2026) di wilayah Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berada di sekitar area migas Nilam Field. Tim menggunakan fire truck advancer dan vacuum truck berkapasitas 15 ribu hingga 24 ribu liter air untuk mengendalikan rambatan api di wilayah terdampak.
Sementara itu, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu turut melakukan pemadaman titik api di Jalan Lingkar Bunyu, Kalimantan Utara, yang berjarak sekitar 14,1 kilometer dari area operasi Perusahaan. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi Tim Fire PEP Bunyu dan Tim Damkar Kalimantan Utara.
Selain langkah pemadaman, Muharram menjelaskan bahwa Grup PHI juga memperkuat langkah pencegahan melalui Tim Community Based Security PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dengan melakukan sosialisasi dan pelibatan masyarakat mengenai bahaya karhutla di Kelurahan Lawe-Lawe, yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Terminal Lawe-Lawe, pada 19–23 Agustus 2026.
Langkah preventif juga dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Tarakan melalui sosialisasi bahaya karhutla kepada relawan penanganan bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara dan BPBD Kota Tarakan di Kecamatan Tarakan Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengungkapkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. “Tantangannya tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga pencegahan dan pengendalian agar api tidak kembali meluas. Cuaca panas, dengan suhu yang mencapai 34 – 36 derajat celcius pada siang hari, meningkatkan risiko kekeringan vegetasi dan rambatan api terutama di kawasan bergambut,” jelasnya.
Menurut Dony, kondisi ini menjadi tantangan bagi personel di lapangan karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pembasahan dan pendinginan belum tuntas.
Ia menambahkan bahwa Grup PHI terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dalam setiap langkah penanganan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. “Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus bekerja di lapangan. Mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan,” kata Dony.
PHI meyakini kolaborasi yang erat dengan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi hulu migas di Kalimantan. “Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Perusahaan untuk terus mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi demi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya. (*)
Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan dan kesehatan melalui penyelenggaraan Program SHU Ecovation Day: Lensa Energi. Program yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata bagi siswa sekolah dasar sebagai upaya deteksi dini gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi proses belajar. Melalui program ini, PHM melibatkan anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasi perusahaan di kawasan Delta Mahakam, yaitu Kelurahan Muara Kembang dan Desa Kutai Lama pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlokasi di Balai Pertemuan Kelurahan Muara Kembang melibatkan 87 peserta yang terdiri atas Lurah beserta jajaran Kelurahan Muara Kembang, tim Optik Jakarta, para guru, serta 66 siswa kelas VI dari SDN 002 Muara Jawa, SDN 009 Muara Jawa, dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Istiqomah. Sementara itu di Desa Kutai Lama, program ini dilaksanakan di SDN 010 Anggana, yang diikuti siswa kelas VI sejumlah 52 peserta didik. Rangkaian pemeriksaan mata didukung oleh seluruh tenaga pendidik sekolah dan tim Optik Jakarta.
Program ini mendapat sambutan antusias dari para siswa, guru, maupun pemerintah setempat. Kehadiran layanan pemeriksaan mata di lingkungan sekolah diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak usia dini. Setiap peserta menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh yang meliputi registrasi, tes buta warna, pemeriksaan objektif (refraksi), serta pemeriksaan subjektif melalui pembacaan huruf dan angka untuk mengetahui tingkat ketajaman penglihatan serta kebutuhan koreksi menggunakan kacamata.
Pada kesempatan ini, Kepala SDN 010 Anggana, Sunarsih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, selama proses pembelajaran para guru telah mengidentifikasi sejumlah siswa yang diduga mengalami gangguan penglihatan. “Dengan keterbatasan ekonomi keluarga menyebabkan sebagian besar siswa belum pernah menjalani pemeriksaan mata maupun memperoleh kacamata yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadi kami sangat terbantu sekali dengan adanya program ini, tutur Sunarsih.
Apresiasi turut disampaikan Lurah Muara Kembang, Mukosim, atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah kelurahan dan PHM dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami mengapresiasi komitmen PT Pertamina Hulu Mahakam yang terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan mata bagi anak-anak merupakan investasi penting bagi masa depan mereka karena penglihatan yang baik akan mendukung proses belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah kami,” ucap Mukosim.
Pada kesempatan berbeda, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa pelibatan dan pengembangan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen dan strategi untuk mendukung keberlanjutan operasi perusahaan. "PHM percaya bahwa keberhasilan operasi perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah kerja. Melalui Program CID SHU Ecovation Day: Lensa Energi, kami berharap dapat membantu anak-anak memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata sehingga mereka dapat belajar dengan lebih optimal. Program ini merupakan wujud komitmen kami dalam menciptakan nilai bersama serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutupnya. (*)