, ,

    Wabup Kukar Rendi Solihin menyerahkan bendera merah putih kepada salah satu pengurus Parpol
    (Dok. Rahman/Prokom Setkab Kukar)

    Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar apel Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Senin (08/08/2022) pagi.

    Apel yang berlangsung di halaman kantor Bupati Kukar ini ditandai dengan penyerahan bendera merah putih oleh Wakil Bupati Rendi Solihin kepada Kepala OPD, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, serta Parpol.

    Rendi mengatakan, Gerakan pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih ini dicanangkan oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama seluruh pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

    "Kegiatan ini dilaksanakan dengan dasar pemikiran bahwa Bendera Merah Putih merupakan identitas, simbol, dan alat pemersatu masyarakat Indonesia, yang selama bulan kemerdekaan akan berkibar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

    Oleh karena itu, Pemkab Kukar sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut dan berharap dukungan penuh seluruh elemen masyarakat agar dapat melakukan hal yang sama.

    "Karena memang gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih ini dilaksanakan dengan menggalang dukungan dan partisipasi serta swadaya masyarakat, baik secara pribadi, kelompok, organisasi kemasyarakatan, unsur pemerintahan, maupun pihak swasta," kata Rendi.

    Ia menegaskan, untuk meraih kemerdekaan bangsa dan negara ini tidaklah mudah, karenanya pengorbanan akan keringat, air mata, harta, darah dan bahkan nyawa, harus senantiasa menjadi pengingat akan perjuangan luar biasa dari seluruh pejuang kemerdekaan di negeri ini.

    "Untuk itu, sungguh menyedihkan jika kita yang berada dalam posisi sebagai penikmat kemerdekaan ini tidak mampu untuk menghargai dan menghormati perjuangan para pahlawan kita, walaupun hanya sekedar untuk mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya masing-masing," ucapnya.

    Rendi pun kembali meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini dengan mengibarkan bendera merah putih di wilayah masing-masing. (mmbse).

    ,

    Jamaah haji dari seluruh dunia memadati kawasan Masjid Nabawi di kota Madinah Al Munawwarah
    (Dok. Jamaah haji Kukar/Wahyu Aulia Wati)

    Kepulangan jamaah haji asal kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang tergabung dalam gelombang dua musim haji 2022 tinggal menghitung hari.

    Informasi ini disampaikan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar H Anwar, Jumat (05/08).

    Ia menyebutkan, untuk jamaah haji Kukar kloter 5 akan diterbangkan dari Arab Saudi menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman pada Senin (08/08) waktu setempat.

    "Sesuai jadwal, kedatangan kloter 5 ke Balikpapan tanggal 9 Agustus, pukul 11.00 Wita. Proses dari bandara sekitar 1 jam untuk menuju ke embarkasi haji," terangnya.

    Nantinya setibanya di embarkasi haji, terlebih dahulu akan dilaksanakan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang diperkirakan memakan waktu sekitar 2 jam.

    "Ditambah serah terima jamaah haji dan pelepasan sekitar 2,5 jam. Perkiraan berangkat dari Balikpapan sekitar jam 2 siang dan sampai di Tenggarong kurang lebih jam 5 sore," kata Anwar.

    Sementara untuk rombongan terakhir jamaah haji Kukar yang tergabung di kloter 7 diterbangkan pada Kamis (11/08) Waktu Arab Saudi, dan mendarat di Balikpapan, Jumat (12/08) pukul 09.45 Wita.

    "Diperkirakan berangkat dari Balikpapan sekitar jam 1 siang dan tiba di Tenggarong sekitar jam 4 sore," sambungnya.

    Namun tidak akan ada penyambutan secara khusus atau acara seremonial bagi jamaah haji Kukar setibanya di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong.

    "Hanya saja nanti ada rekan-rekan dari Kantor Kementerian Agama dan Bagian Kesra Setkab Kukar untuk memilah-milah barang dan menyerahkannya ke jamaah haji," imbuhnya.

    Saat ini seluruh jamaah haji Kukar yang berjumlah 241 orang masih berada di Madinah untuk menyelesaikan sholat arbain atau sholat yang dilaksanakan 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.

    "Sholat arbain itu disana 8 hari, ditambah 1 hari lagi baru seluruh jamaah haji dipulangkan ke daerahnya masing-masing," tutup Anwar. (mmbse)

    Baca JugaHari Ini Jamaah Haji Kukar Wukuf di Arafah Bersama Jamaah Seluruh Dunia

    , ,

    35 anggota Paskibraka tingkat kabupaten Kukar 2022 berfoto bersama Sekda dan jajaran Dispora
    (Foto: Endi)

    Pusdiklat Paskibraka tingkat kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2022 resmi dibuka, Kamis (04/08) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong.

    Pusdiklat yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono ini dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni beserta jajaran.

    "Kita patut bersyukur bahwa anak-anak kita dalam keadaan sehat dan semuanya telah mewakili masing-masing kecamatan," ujar Sunggono.

    Sebagaimana amanat Bupati Kukar Edi Damansyah yang dibacakannya, dia berharap pelajar yang terpilih bisa menjadi teladan dan contoh bagi rekan-rekannya ketika kembali sesuasi melaksanakan tugas sebagai anggota paskibraka.

    "Karena di Pusdiklat ini mereka kan mendapatkan ilmu, pembekalan tentang kapasitas kemampuan pribadi dan nilai kebangsaan. Mudah-mudahan nanti bisa disampaikan kepada teman-temannya setelah dari Pusdiklat ini, sekaligus mereka juga menjadi duta Pancasila," ucapnya.

    Ia pun berharap anggota Paskibraka yang terpilih dapat menjadi pioneer di masing-masing kecamatannya,

    "Mereka sudah terpilih dari yang terbaik, mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh sebagaimana yang pernah dilakukan seniornya dimasa lalu," kata Sunggono

    Sekretaris Dispora Kukar Ramadhan menyebutkan, peserta Pusdiklat Paskibraka tahun ini berjumlah 35 orang dan merupakan pelajar terbaik dari 18 kecamatan Se-Kukar yang lulus seleksi tahun 2022.

    Pusdiklat dilaksanakan selama 16 hari dan melibatkan tim pelatih yang terdiri dari 2 personel Kodim 0906/KKR, 2 personel Polres Kukar, serta 2 anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kukar.

    "Peserta ditempatkan di Mess Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, dengan tempat pelatihan Stadion Aji Imbut dan lapangan upacara kantor Bupati Kukar," bebernya.

    Ramadhan menambahkan, Pusdiklat Paskibraka tersebut turut melibatkan tim kesehatan yakni masing-masing 1 orang dokter dan 3 perawat dari Dinas Kesehatan serta Urkes Polres Kukar. (mmbse)

    ,

    Sekda Kukar saat membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh DP3AK di Hotel Grand Elty
    (Foto: Endi) 

    Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono.

    Ini disampaikannya kepada awak media usai membuka kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan kabupaten/kota, Selasa (02/08/2022) di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.

    Dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kukar (DP3AK) tersebut, dia mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan di Kukar sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan.

    "Ini seperti fenomena gunung es, meskipun yang terlapor dan tertangani hanya 38 (kasus), tapi kami meyakini bahwa kejadian yang sebenarmya lebih dari itu," kata Sunggono.

    Ia menyebut jika penanganan kasus KDRT di Kukar saat ini sebatas laporan yang diterima meski telah terbentuk tim hingga di kecamatan-kecamatan.

    "Tapi rata-rata kan tidak punya kemampuan yang cukup sampai menangani ke seluruh desa, kemudian memastikan tidak ada kekerasan di seluruh wilayahnya. Tapi Alhamdulillah berkat kerjasama dengan banyak pihak, kasus-kasus yang terlaporkan dapat tertangani dengan baik," ucapnya.

    Sunggono pun mengapresiasi DP3AK yang telah menginisiasi upaya peningkatan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan.

    "Saya kira sudah bagus, tinggal memang perlu penguatan dan kolaborasi yang lebih luas, termasuk kerja sama dan komunikasi dengan kabupaten/kota di sekitar kita, karena sebagian kasus ini tidak melulu pelaku dan korbanya itu adalah warga Kukar," tutupnya. (mmbse)

    , ,

    BBPOM Samarinda gelar sosialisasi registrasi izin edar POM bagi para pelaku UMKM di Kukar
    (Foto: Endi)

    Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda menggelar sosialisasi registrasi izin edar POM bagi pelaku usaha UMKM pangan olahan, obat tradisional dan kosmetik di Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (02/08/2022).

    Dalam sosialisasi yang digelar di Ballroom Hotel Grand Fatma Tenggarong ini, BBPOM Samarinda menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar.

    Kepala BBPOM Samarinda Sem Lapik mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM di Kukar.

    "Dalam hal ini Badan POM salah satu misinya adalah mendampingi pelaku UMKM supaya produk mereka legal dan bisa berdaya saing di pasaran," ujarnya.

    Ia melanjutkan, peran DPMPTSP Kukar dalam kegiatan ini sesuai dengan aturan Undang-undang yang menyangkut perijinan terkait Online Single Submission (OSS).

    "Supaya mereka (DPMPTSP) bisa membantu diawal dalam perijinan khususnya membuat Nomor Ijin Berusaha (NIB), baru mereka melakukan registrasi terhadap produknya," kata Sem Lapik.

    Sementara untuk pendampingan kepada pelaku UMKM meliputi pembuatan denah, cara memproduksi olahan pangan maupun kosmetik yang baik sehingga aman dan bisa beredar luas di masyarakat.

    "Bisa menjadi kebanggaan dari Kutai Kartanegara dengan produk-produk yang sudah mempunyai ijin edar, itu tujuan kita," ucapnya.

    Badan POM sendiri memiliki inovasi Si Jebol (Sertifikasi Jemput Bola) bagi pelaku UMKM yang belum memahami tata cara registrasi izin edar produknya.

    "Kita libatkan dinas terkait untuk sama-sama memberikan bimbigan dan kita harapkan suatu saat mereka (UMKM) sudah punya ijin edar semuanya terkait produk yang dihasilkan," imbuh Sem Lapik.

    Dia menambahkan, peserta sosialisasi berjumlah 50 orang, terdiri dari 4 orang pelaku UMKM obat tradisional, kemudian kosmetik 3 orang dan sisanya dari pangan olahan.

    "Badan POM mengharapkan bahwa UMKM yang tersebar diseluruh pelosok nusantara bisa memproduksi produk mereka dengan baik, tentunya dengan bimbingan dari Badan POM," demikian jelasnya. (mmbse)

    ,

    Indriansyah (tengah) ODGJ yang meresahkan pengguna jalan diamankan anggota Polsek Loa Janan
    (Dok. Polsek Loa Janan)

    Anggota Polsek Loa Janan mengamankan seorang pria penderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), Sabtu (30/07/2022) sore.

    Petugas mengamankan ODGJ itu di Jalan Poros Samarinda - Balikpapan, KM 47, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) sekira pukul 16.30 Wita.

    Informasi ini disampaikan Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kapolsek Loa Janan IPTU Aksarudin Adam.

    Ia menyebutkan, ODGJ yang diamankan mengaku bernama Indriansyah (38) dan berasal dari Kalimantan Tengah (Kalteng), namun keberadaan keluarganya tidak diketahui.

    "Selama ini ODGJ tersebut telah meresahkan warga masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor," kata Aksar sapaan akrabnya.

    Warga dibuat resah lantaran ODGJ ini memasang kayu atau ranting ditengah jalan dengan membawa sebilah parang sehingga mengakibatkan kemacetan.

    "Selanjutnya ODGJ tersebut dibawa oleh personil Polsek Loa Janan menuju RSJD Atma Husada Samarinda untuk menjalani perawatan," demikian dijelaskannya. (mmbse)

    ,

    Utusan Kemlu, Sekda Kukar, Wagub Sumbar serta Yayasan Gubang pada penutupan BSBI 2022
    (Foto: Endi)

    Acara puncak sekaligus penutupan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2022 berlangsung secara hybrid (daring dan luring) di gedung serba guna, kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (23/07) siang.

    BSBI yang merupakan program dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah berlangsung dari bulan Mei lalu dan bermitra dengan 6 sanggar seni terpilih di Indonesia, salah satunya Yayasan Gubang (Gubang Art Community) di Kukar.

    Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Teuku Faizasyah mengatakan, banyak tantangan dalam melatih peserta BSBI dengan sistem online, namun terlepas dari hal itu, para peserta bisa menguasai berbagai seni budaya yang diajarkan oleh sanggar-sanggar termasuk sanggar seni di Kukar.

    "Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bahwa sekalipun kita dihadapkan pada pandemi, promosi Indonesia terus berlanjut. Mudah-mudahan dengan berakhirnya pandemi, mereka tergerak untuk datang berkunjung ke berbagai provinsi dimana sanggar-sanggar selama ini memberikan pelatihan," ucapnya.

    Ia pun mengapresiasi jajaran pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan kepada Kemlu sehingga acara puncak penutupan BSBI tahun 2022 dapat dilaksanakan di Kukar.

    "Kemlu tentunya sangat berterima kasih bahwa Tenggarong-Kutai Kartanegara siap untuk menjadi tuan rumah penutupan BSBI," imbuhnya.

    Di tahun 2023 mendatang, program BSBI dilaksanakan tidak lagi secara virtual, namun peserta dari berbagai negara akan belajar langsung di sanggar-sangar seni yang ada di berbagai provinsi.

    "Dan acara puncak BSBI tahun depan akan dilaksanakan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat," tambah Teuku Faizasyah

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemlu kepada Pemkab Kukar.

    "Kita berterima kasih karena salah satu sanggar seni kita yaitu Yayasan Gubang dipercaya sebagai mitra dari Kementerian Luar Negeri yang memberikan pembelajaran seperti apa budaya Indonesia khususnya di Kutai Kartanegara," tuturnya.

    Dia mengaku bangga lantaran pada penutupan BSBI tersebut peserta mancanegara mampu menampilkan seni budaya khas daerah Kukar.

    "Itu menujukkan bahwa dari beberapa seni budaya yang kita miliki diminati pihak lain," tukas Sunggono.

    Pada puncak acara ini, peserta dari berbagai negara menampilkan seni budaya yang telah dipelajari selama 2 bulan, diantaranya hasil pembelajaran di Yayasan Gubang yang merupakan sanggar seni mitra Kemenlu dalam program BSBI sejak tahun 2018.

    "Tahun ini kita mengambil tema seni tradisional melayu, kemudian musiknya juga lagu melayu, handycraft (kerajinan tangan) juga melayu yaitu Seraong. Kalau tahun 2021 temanya Dayak," ujar Ketua Yayasan Gubang Hariansya Kundjung.

    Selama 2 tahun berturut-turut, program BSBI harus dilaksanakan secara virtual lantaran pandemi COVID-19. Peserta yang belajar di Yayasan Gubang berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja perwakilan masing-masing negara.

    "Selama 2 bulan ini kita banyak mengajarkan kepada mereka secara virtual, dan akhirnya pada penutupan ini mereka menampilkan musik dan tari, serta handycraft," jelasnya. (mmbse)

    ,

    Ketua Panitia Piala Merah Putih Kukar Esports 2022 Candra Oktavianto uji coba siaran via youtube
    (Dok. Panitia)

    Gelaran Piala Merah Putih Kukar Esports 2022 akan dihelat pada tanggal 1 hingga 7 Agustus 2022 mendatang.


    Panita penyelenggara Piala Merah Putih Kukar Esports 2022 akan memberikan Golden Ticket road to Final kepada tim terbaik dari Kecamatan.

    Setiap kecamatan melakukan seleksi atlet terbaik game PUBG Mobile dan Mobile Legend yang dimiliki kecamatan tersebut. 

    "Perwakilan kecamatan akan bertanding antar kecamatan Se-Kutai Katanegara," ujar Ketua Panitia Candra Oktavianto, Rabu (20/07) lalu.

    Ia membeberkan, final antar Kecamatan akan dipertandingkan secara daring di masing-masing kecamatan dan disiarkan langsung melalui Kanal Youtube Piala Merah Putih Kukar pada 26 Juli 2022 pukul 20.00 Wita.

    "Satu tim terbaik dari MLBB akan mendapatkan Golden Tiket ke babak semifinal Piala Merah Putih Kukar Esports 2022," katanya.

    Sementara empat tim terbaik dari game PUBGM akan langsung mendapatkan Golden Ticket dan melaju ke babak Grand Final pada 7 Agustus nanti di Gedung Bela Diri, Komplek Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

    "Selain untuk memeriahkan Piala Merah Putih Kukar Esports 2022, seleksi antar kecamatan ini bertujuan untuk menjaring atlet terbaik yang dimiliki oleh setiap kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara," tandas Candra. (*)


Top