,

    TKP terseretnya balita berusia 1,5 tahun tepat didepan rumahnya di RT 32, Desa Loa Janan Ulu
    (Dok. Polsek Loa Janan)

    MS seorang balita laki-laki berusia 1,5 tahun dilaporkan meninggal dunia, ia diduga terseret arus air parit saat turun hujan deras, Jumat (20/01/2023) siang.

    Peristiwa naas ini terjadi di RT.32, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kapolsek Loa Janan IPTU Aksaruddin Adam mengatakan, kejadian bermula ketika kakak korban membuka pintu depan rumah yang dibawahnya terdapat parit atau selokan.

    "Dengan maksud melihat apakah hujan sudah reda atau tidak, namun saudara korban lupa menutup kembali pintu rumah. Kemudian sekira pukul 14.30 Wita, terdengar ada suara seperti orang terjatuh" terangnya

    Kakak korban lantas melihat ke dalam kamar ibunya untuk melihat adiknya, namun tidak berada di dalam kamar dan selanjutnya mencari ke sudut rumah namun tidak ditemukan juga.

    "Setelah itu datang Saudara Rachmad (Kakek korban) berteriak ada korban di parit atau selokan berjarak kira-kira 200 Meter dari rumah korban," beber Aksaruddin.

    Rachmad kemudian mengangkat tubuh cucunya tersebut dan lantas membawanya ke RSUD I.A Moeis Samarinda.

    "Pada saat sebelum kejadian, hujan sangat deras di TKP (Tempat Kejadian Perkara), sehingga debit air di parit sekitar rumah tinggi dan mengalir deras," jelasnya.

    Aksaruddin menambahkan, polisi telah mendatangi TKP dan memeriksa saksi-saksi serta membuat visum et repertum terhadap korban. (mmbse)

    , , ,



    Balikpapan – Mengawali 2023, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil meningkatkan produksi gas lapangan Sisi Nubi hingga di atas 202 MMscf. Capaian ini merupakan produksi tertinggi selama 4 tahun terakhir, sekaligus tertinggi sejak alih kelola Wilayah Kerja (WK) Mahakam dari operator sebelumnya pada 1 Januari 2018 silam yang mencapai produksi 190 MMscf.

    Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, Chalid Said Salim, menyampaikan tantangan operasional dan bisinis yang dihadapi perusahaan dalam mengelola lapangan lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kerja Mahakam, tentunya semakin sulit dan kompleks.

    “Namun demikian, PHM berhasil membuktikan pengelolaan yang baik dengan peningkatan capaian produksi lapangan Sisi Nubi hingga 2,1 kali lipat dari bulan Januari hingga Desember 2022”, ujar Chalid.

    Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh Perwira dan kolaborasi yang positif dengan semua stakeholder, khususnya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, SKK Migas Pusat dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul), serta PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan.

    “Tercatat sepanjang 2022, PHM berhasil merealisasikan tajak 96 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi”, ujar Chalid.

    Sementara itu, Krisna selaku General Manager Zona 8 Regional 3 Kalimantan menambahkan, bahwa pencapaian yang diraih oleh lapangan Sisi Nubi merupakan imbas positif dari keberhasilan proyek Jumelai, North Sisi, North Nubi (JSN).

    “Hal ini merupakan wujud nyata upaya PHM untuk menahan laju penurunan produksi dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional. Semoga di tahun 2023, pencapaian PHM baik dari produksi dan HSSE dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” imbuh Krisna. (*)

    , ,

    Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim (tengah) Nyoman Gede Wirya saat sidang luar biasa di PN Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Tenggarong - Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur (Kaltim) Nyoman Gede Wirya mengingatkan agar penyelesaian perkara pidana di tingkat Pengadilan Negeri (PN) tidak melebihi dari 5 bulan.

    Ini disampaikannya usai mengambil sumpah dan melantik Ketua PN Tenggarong Kelas 1B Abdullah Mahrus, dan Ketua PN Bontang Kelas II Lely Triantini, di ruang sidang utama PN Tenggarong, Senin (09/01/2023) kemarin.

    "Sesuai SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) Nomor 2 Tahun 2014 bahwa untuk setiap penyelesaian perkara di tingkat PN (Pengadilan Negeri, Red) tidak boleh lebih dari 5 bulan, untuk itu kepada semua lapisan masyarakat disini tolong ikut mengawasi," ucap Nyoman.

    Ia mengatakan, sesuai dengan SEMA tahun 1989, Ketua PN merupakan pimpinan yang dibantu Wakil Ketua PN sebagai koordinator pengawasan, karenanya pria kelahiran Singaraja ini meminta setiap perkara harus sudah diputuskan minimal 2 bulan.

    "Kalau nanti melebihi 5 bulan, karena Mahkamah Agung sudah mengambil sikap, jangan salahkan nanti saudara dipanggil ke PT (Pengadilan Tinggi) dan diperiksa oleh Hakim Pengawas Daerah kenapa penyelesaian perkara itu sampai terlambat," tegas Nyoman.

    Terkait pemutusan perkara agar tidak lebih dari batas waktu, dia meminta agar pimpinan PN mentaati aturan tersebut, sebab jika itu tidak dilaksanakan, maka Pengadilan Tinggi dianggap tidak melakukan pembinaan dan pengawasan.

    "Buat court kalender, karena kita sudah diwajibkan sebelum sidang dimulai membuat court kalender," imbuhnya. (mmbse)

    , ,

    Pengambilan sumpah dan pelantikan Ketua PN Tenggarong Kelas IB dan Ketua PN Bontang Kelas II
    (Foto: Endi)

    Ada yang menarik pada pengambilan sumpah dan pelantikan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong Kelas IB dan Ketua Pengadilan Negeri Bontang Kelas II, Senin (09/01/2023) pagi tadi.

    Dalam acara yang digelar melalui sidang luar biasa di ruang sidang utama PN Tenggarong Kelas IB, Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim Nyoman Gede Wirya yang didampingi dua Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kaltim yakni Surya Yulie Hartanti dan Kurnia Yani Darmono, mengungkapkan hal menarik.

    Pasalnya, kedua pimpinan yang dilantik yakni Ketua PN Tenggarong Kelas 1B Abdullah Mahrus, dan Ketua PN Bontang Kelas II Lely Triantini ternyata pasangan suami istri.

    "Perlu diketahui bahwa ini adalah suami istri, jadi suaminya Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong dan istrinya Ketua Pengadilan Negeri Bontang," ungkap Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim Nyoman Gede Wirya saat menyampaikan sambutannya.

    Nyoman pun mengungkapkan alasan penempatan pasangan suami istri itu di Kaltim meskipun jarak tempuh Tenggarong dan Bontang cukup memakan waktu.

    "Memang supaya berdekatan, nanti kalau jauh-jauh kasihan, apalagi masih memiliki anak kecil-kecil dan perlu bimbingan dan binaan dari pada orang tua," ujarnya.

    Tak terkait dengan hubungan kedua Ketua PN tersebut, ia menegaskan jika di lingkungan Mahkamah Agung untuk menduduki jabatan yang kini diemban oleh Abdullah Mahrus dan Lely Triantini tidaklah mudah.

    "Karena untuk menduduki jabatan harus lulus fit and proper test. Oleh karena itu saya minta kepada saudara yang telah ditunjuk sebagai Ketua PN di Tenggarong dan Bontang harus mampu mempertanggung jawabkan jabatannya kepada pimpinan," tegas Nyoman.

    Ia melanjutkan, keduanya harus bisa berkoordinasi, baik dengan APH (Aparat Penegak Hukum) maupun dengan jajaran pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, selain itu, sebagai pimpinan harus punya kreatifitas dan inovasi.

    "Terutama bagaimana kita mengembangkan inovasi kita untuk memberikan pelayanan yang prima kepada pencari keadilan," ucapnya.

    Kepada Ketua PN Tenggarong dan Bontang, Nyoman berpesan agar dalam penyelesaian perkara di tingkat PN tidak lebih dari 5 bulan, karenanya seluruh lapisan masyarakat diminta bersama-sama mengawasi. 

    Dalam kesempatan itu pula, dirinya menyampaikan kepada seluruh APH yang hadir bahwa terhitung Januari 2023 akan diterapkan e-Berpadu (Elektrronik Berkas Pidana Terpadu).

    "Kita tidak lagi melakukan secara konvensional, semua berkas itu sudah dalam bentuk elektronik. Semuanya bermuara pada perbuatan untuk memberikan pelayanan yang prima," tandas Nyoman.

    Untuk diketahui, Abdullah Mahrus dan Lely Triantini sebelumnya bertugas di provinsi Jawa Timur, ia menjabat Wakil Ketua PN Madiun, sedangkan sang istri merupakan Wakil Ketua PN Ngawi. (mmbse)


    , ,



    Jakarta – Di penghujung tahun 2022, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang merupakan bagian dari Regional 3 Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, dengan dukungan dari SKK Migas berhasil memproduksi gas sebesar 591.2 MMscf, sebuah pencapaian tertinggi untuk produksi gas sepanjang tahun 2022.

    “PHM menutup tahun 2022 dengan capaian produksi gas sebesar 591.2 MMscf. Dengan capaian ini, PHM telah mencapai 107% terhadap RKAP untuk produksi gas dan 106% terhadap RKAP untuk produksi minyak" ungkap Krisna General Manager PHM Zona 8 Regional 3 Kalimantan Subholding Upstream Pertamina.

    Hal ini tentu saja sangat membanggakan karena produksi PHM khususnya untuk gas mengalami peningkatan yang signifikan sejak awal tahun 2022. Hal ini juga merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa karena menandakan kinerja PHM yang terus meningkat setelah hampir 9 tahun mengalami decline secara alami.

    “Keberhasilan peningkatan produksi gas PHM sebagai hasil dari penerapan berbagai inovasi dan teknologi guna meningkatkan recovery rate dari sumur-sumur migas yang ada”, tambahnya.

    Krisna juga menambahkan bahwa pemberian insentif dari Pemerintah Indonesia di awal tahun 2021 telah membuka peluang bagi PHM untuk melanjutkan program kerja pengembangan WK Mahakam secara lebih ekstensif termasuk program eksplorasi sumur baru.

    “Kami berhasil merealisasi sumur tajak pada tahun 2022 yaitu sebanyak 96 development well dan 1 sumur eksplorasi. Hal ini tentu saja wujud nyata upaya PHM untuk menahan laju penurunan produksi dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional” imbuh Krisna.

    Ditambahkan oleh Krisna, keberhasilan yang diraih PHM merupakan hasil kerja keras dari seluruh Perwira PHM dan hasil kolaborasi yang sangat baik dengan semua stakeholder, khususnya Pemerintah baik yang berada di Pusat maupun dengan Daerah, SKK Migas Pusat dan Perwakilan Kalimantan Sulawesi, maupun dengan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan. 

    “Semoga di tahun 2023, pencapaian PHM baik dari produksi dan HSSE dapat mencapai target yang telah ditetapkan”, tutup Krisna.

    Sementara itu, program pengeboran sumur baru di lapangan ini masih berlangsung dan diharapkan akan terus berkontribusi untuk penambahan produksi gas nasional dari Mahakam.

    Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, mengatakan bahwa pencapaian produksi gas tersebut diraih atas upaya optimal yang dilakukan Regional 3 Kalimantan. 

    “Pencapaian produksi gas PHM ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Regional 3 Kalimantan sebagai buah kerja sama semua pihak sejak tahap perencanaan, konstruksi dan start up, pengeboran dan perawatan sumur, serta operasi produksi yang handal,” ujar Chalid. (*)

    ,

    Kepala BPBD Kukar (tengah) dan Lurah Panji tinjau bangunan yang terkena dampak puting beliung
    (Foto: BPBD Kukar)

    Terpaan angin puting beliung menerbangkan sejumlah atap seng di tribun Stadion Rondong Demang, Kelurahan Panji, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (02/01/2023) petang.

    Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Fida Hurasani, meski berskala kecil namun peristiwa tersebut termasuk bencana situasional.

    "Yang jelas ini bencana, tadi kita lihat korban tidak ada, tapi ada kerugian materil karena tertimpa danpak dari pada angin puting beliung yang cukup besar," terangnya.

    Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat adzan maghrib berkumandang, dirinya langsung memerintahkan personel BPBD Kukar menuju TKP.

    "Ini yang jebol atap stadion yang baru direhap dan sengnya masih baru,." kata mantan Kasatpol PP Kukar ini.

    Dampak dari bencana ini, material bangunan stadion berupa atap dan balok yang terbang terbawa angin kencang menimpa dua buah bangunan.

    "Atap yang terbang menimpa 1 unit rumah warga dan 1 gedung PKK di jalan Stadion Timur, RT 12, Kelurahan Panji," ujar Fida.

    Usai kejadian, personel BPBD Kukar bersama relawan dan warga sekitar kemudian mengevakuasi material atap yang berhamburan di sekitar lokasi kejadian.

    "Di jalur dua Tenggarong-Samarinda( Tenggarong Seberang) juga ada pohon tumbang ditengah jalan, jadi tim kita bagi. Ada 3 pos yang kita gunakan hari ini, ada yang ke sini (Stadion, Red), ada yang ke Tenggarong Seberang." bebernya.

    Dari laporan yang diterimanya, selain sejumlah lokasi di Tenggarong dan Tenggarong Seberang,  angin putting beliung juga menerpa wilayah kecamatan Loa Kulu.

    "Tadi sebenarnya saya pribadi sama rekan-rekan memantau di kecamatan Muara Muntai karena luar biasa anginnya, nggak sampai 10 menit angin sudah sampai disini," ungkap Fida.

    Terkait peristiwa diatas, pihaknya siaga dan melakukan antisipasi dengan menyampaikan peringatan dini lantaran cuaca ekstrim diperkirakan akan terjadi hingga awal bulan Februari nanti. 

    "Dan menghimbau kepada masyarakat untuk yang berada di dekat pohon besar dan bangunan yang mudah roboh, baleho-baleho yang tinggi besar, jangan sampai berada disana," imbuhnya. (mmbse)

    , ,

    Sebuah mobil diduga dibakar dibagian depan kap mesin di depan teras bengkel Honda Sofah Motor
    (Foto: Sat Reskrim Polres Kukar)

    Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kutai Kartanegata (Kukar) tengah menyelidiki terbakarnya sebuah mobil jenis Daihatsu Ayla warna merah, Sabtu (31/12/2022) malam, sekira pukul 23.20 Wita.

    Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Made Suryadinata menyebutkan, peristiwa itu terjadi di teras bengkel Honda Ahass 2018 Safah Motor, Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

    Kejadian berawal pada pukul 21.30 Wita, saat itu korban bernama Yeni Nur Rahmah (26) bersama suami dan keluarganya tengah mengadakan acara untuk merayakan malam pergantian tahun di depan Cafe Swara yang berada di seberang jalan teras bengkel tempat ia memarkirkan kendaraannya.

    "Sekitar jam 23.20 Wita, tiba-tiba korban melihat ada api menyala di depan kaca mobil milik korban yang sebelumnya diparkirkan di teras Bengkel Honda Ahass 2018 Safah Motor, kemudian korban bersama suaminya langsung berlari mendatangi mobil tersebut dan ternyata api semakin membesar dan membakar dibagian kap depan mobil," terang Made, Minggu (01/01/2023)

    Selanjutnya suami korban dibantu oleh warga sekitar berusaha untuk memadamkan api tersebut, dan setelah api berhasil dipadamkan, diketahui bahwa akibat dari pembakaran itu kondisi mobil korban mengalami kerusakan karena telah terbakar dibagian kap mesin, bemper depan, kaca depan, wiper dan radiator.

    "Berdasarkan hasil rekaman CCTV yang didapatkan dari pemilik Bengkel Honda Ahass 2018 Safah Motor, diketahui bahwa pelaku yang melakukan pembakaran mobil tersebut berjumlah 1 orang," ungkapnya.

    Diduga cara pelaku melakukan pembakaran tersebut dengan membakar botol plastik yang berisi cairan bahan bakar kemudian dibakar diatas kap mobil.

    "Setelah melakukan pembakaran tersebut, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis matic," beber Made.

    Akibat kejadian pembakaran mobil tersebut, korban menderita kerugian sebesar kurang lebih Rp. 30 juta dan selanjutnya membuat laporan ke Polres Kukar.

    "Selain melakukan pemeriksaan saksi - saksi, turut diamankan barang bukti berupa 1 unit mobil merk Daihatsu Ayla warna Merah Nomor Polisi KT 1566 CG beserta 2 buah potongan botol plastik yang terbakar," demikian dijelaskannya. (mmbse)

    , ,

    Kasi Humas Polres Kukar IPTU Darnuji sampaikan press release akhir tahun 2022 di ruang Tri Brata
    (Foto: Endi)

    Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar press release akhir tahun 2022 di ruang Tri Brata, Jumat (30/12) siang.

    Press release yang dihadiri sejumlah jurnalis dari berbagai media ini dipaparkan Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kasi Humas IPTU Darnuji didampingi anggotanya AIPTU Erdiansyah.

    Ada tiga paparan yang disampaikan, yakni bidang pembinaan, bidang operasional, serta kasus menonjol sepanjang tahun 2022 di wilayah hukum Polres Kukar.

    Darnuji mengatakan, untuk bidang pembinaan meliputi perbandingan jumlah personil Polri dan ASN dimana pada tahun 2021 sebanyak 743 personel dan 2022  menjadi 752 personel. 

    "Perbandingan pemberian penghargaan dan perbandingan penerimaan reward yakni tahun 2021 sebanyak 184 dan tahun 2022 sebanyak 171," rincinya

    Di bidang operasional, perbandingan meliputi gangguan kamtibmas, laka lantas, dan pelanggaran lalu lintas pada tahun 2021 dan 2022. 

    "Adapun perbandingan untuk jenis kejahatan konvensional tahun 2021 (94 %) dan tahun 2022 (96 %) atau naik 44 kasus (20 %),  kejahatan transnasional di tahun 2021 (100 %) dan tahun 2022 (100 %) atau turun 50 kasus (23 %)," beber Darnuji.

    Sementara kasus kerugian negara di tahun 2021 selesai 100 % dan tahun 2022 selesai 94 % atau naik 3 kasus (16 %), dan terakhir jenis kejahatan kontijensi baik di tahun 2021 maupun 2022 nihil. Dengan demikian 4 jenis kejahatan tersebut di tahun 2022 menurun 3 kasus (1 %) dibanding tahun sebelumnya.

    Paparan lainnya, kasus crime total tahun 2021 (225) dan tahun 2022 (175) atau naik 50 (23 %), kasus crime clearence tahun 2021 (225) dan tahun 2022 (175) atau naik 50 (23 %), jumlah tersangka di tahun 2021 (276) dan tahun 2022 (174) atau turun 62 (23 %).

    "Barang bukti hasil kejahatan narkoba sepanjang tahun 2022, untuk sabu-sabu turun 2.751,98 gram (27 %), ganja turun 1.068,93 (100 %), double L turun 2.255 (63 %), inex turun 196 butir (100 %), tembakau sintetis turun 50,52 gram (100 %), ekstasi naik 11 butir (100 %), dan uang Rp 4.285.000 (4 %)," jelasnya.

    Selain itu juga disampaikan operasi kepolisian yang digelar Polres Kukar sepanjang tahun 2022, mulai dari operasi terpusat yang terdiri dari Ops Ketupat Mahakam dan Ops Lilin Mahakam.

    "Kemudian operasi mandiri kewilayahan seperti Ops Bina Mahakam, Ops Keselamatan Mahakam, Ops Pekat Mahakam, Ops Bina Waspada Mahakam, Ops Patuh Mahakam, Ops Antik, Ops Zebra Mahakam, serta Ops Jaran Mahakam," sambung Darnuji.

    Adapun kasus menonjol di tahun 2022 adalah kasus narkoba yang melibatkan ASN dengan barang bukti 0,74 gram sabu (Rilis 23 Maret/TKP Jalan Belida), kasus persetubuhan anak yang terjadi di salah satu Ponpes di Tenggarong (Rilis 27 Maret), penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi (Rilis 2 April).

    "Kemudian balapan liar yang dirilis Sat Lantas pada 04 Arpil 2022 dengan TKP jalan poros Tenggarong-Samarinda dengan barang bukti 16 unit sepeda motor," lanjutnya lagi.

    Kasus menonjol lainnya yaitu tindak pidana pengancaman dan teror dengan TKP sejumlah masjid, langgar, toko, warung makan yang terdapat kotak amal di wilayah Kukar, Samarinda, dan Balikpapan (Rilis 31 Mei).

    Berikutnya pengungkapan tindak pidana kasus pengancaman menggunakan senjata tajam dengan TKP di jalan Belida (Rilis 15 Juni). Lalu kasus pembunuhan dengan kroban ibu dan anak dengan TKP di kecamatan Muara Muntai (Rilis 07 Juni).

    Dilanjutkan Darnuji, kasus menonjol kembali dari tindak pidana penyalahgunaan narkotika, dimana tersangkanya juga dari oknum ASN serta honorer yang diamankan di Jalan AM Alimuddin dengan barang bukti sabu seberat 1,2 gram bruto (Rilis 13 Juli).

    Lalu pada 25 September juga dirilis kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) melibatkan 2 tersangka yang terjadi di area tambang PT Kalimantan Bara Perkasa, desa Purwajaya, kecamatan Loa Janan.

    "Terakhir pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat 48,22 gram bruto, yang mana barang bukti tersebut merupakan jumlah 10 kasus tindak pidana narkotika  beserta 10 orang tersangka yang berhasil diamankan oleh Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kukar selama bulan Juli hingga Agustis 2022," tutup Darnuji. (mmbse)


Top