, , ,


    Muara Pantuan, Kalimantan Timur – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menerapkan sebuah inovasi pengelolaan lingkungan yang memanfaatkan sampah organik dari area operasinya untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di Pulau Nubi, Desa Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sampah organik, berupa sisa makanan dari kafetaria perusahaan di lapangan operasi South Processing Unit (SPU), dimanfaatkan menjadi pakan ternak bebek milik warga sekitar. Metode tersebut tidak hanya mengurangi timbunan sampah organik, namun sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui usaha ekonomi lokal yang berkelanjutan.

    Inovasi pengelolaan sampah organik ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian Fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) SPU terhadap peluang pemanfaatan sampah sisa makanan pekerja di kafetaria sebagai pakan ternak. Sejalan dengan hasil kajian tersebut, pada Juni 2025 masyarakat Desa Pantuan melalui Ketua RT, H.Taher, mengajukan permohonan dukungan kepada PHM untuk memperoleh bantuan pakan ternak yang berasal dari sisa makanan di kafetaria dalam rencana budidaya bebek petelur dan bebek pedaging di wilayahnya. Mereka mengawali budidaya pembibitan 300 bebek pada September 2025. Ketika bibit pertama mulai memasuki usia produktif, yakni sekitar lima bulan, ia menambah 300 ekor bibit bebek petelur pada Februari 2026. Dengan bertambahnya populasi bebek, kebutuhan terhadap pakan pun meningkat. Sehingga sejak April hingga Juni 2026, seluruh sampah organik sisa makanan di kafetaria pekerja SPU berhasil dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

    Pada 11 Juli 2026 lalu, General Manager PHM Setyo Sapto Edi berkesempatan mengunjungi lokasi peternakan bebek ini dan berdialog dengan warga Desa Pantuan dalam rangkaian kegiatan Management Walk Through (MWT). Setyo mengatakan, inovasi pengelolaan sampah organik dari sisa makanan pekerja sebagai pakan ternak merupakan wujud nyata komitmen PHM untuk mengintegrasikan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam kegiatan operasi hulu migas perusahaan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

    "Kami berharap kolaborasi PHM dan masyarakat dapat terus berkembang dan menginspirasi lahirnya berbagai inovasi lain yang akan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Sejalan dengan semangat ESG, kami akan terus mendorong program-program yang menciptakan nilai bersama atau creating shared value bagi seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Lapangan SPU Teddy Indrawan menjelaskan, sebelum program ini dilakukan, sampah sisa makanan dari kafetaria pekerja SPU setiap hari diangkut menuju lokasi fasilitas pengelolaan limbah yang berjarak sekitar 30 kilometer. “Melalui program ini, sisa makanan yang sebelumnya dikelola sebagai limbah kini dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, inisiatif ini juga mengurangi kebutuhan pengangkutan limbah dan menurunkan potensi risiko keselamatan dalam operasional. Program ini memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah,” pungkas Teddy.

    Pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah organik ini berhasil mendukung pertumbuhan usaha budidaya bebek yang dikelola H. Taher bersama masyarakat. Sejak Februari 2026, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 60 hingga 90 butir telur bebek setiap hari. Bahkan, pada beberapa kesempatan produksinya menembus lebih dari 100 butir per hari. Ke depan, H. Taher bersama masyarakat setempat berencana mengembangkan usahanya untuk memperluas manfaat dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Muara Pantuan yang berkelanjutan.

    Head of Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto menegaskan bahwa melalui inisiatif ini, PHM berhasil menunjukkan bukti bahwa pengelolaan lingkungan di operasi hulu migas perusahaan dapat berjalan selaras dengan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, program yang semula berfokus pada pengurangan sampah organik sisa makanan pekerja di lingkungan perusahaan, kini berkembang menjadi sebuah contoh penerapan ekonomi sirkular yang mampu menciptakan manfaat bagi berbagai pihak, mulai dari berkurangnya limbah, efisiensi biaya operasional perusahaan, hingga meningkatnya peluang usaha dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi yang dapat menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (*)

    , ,

    Bupati Kukar mendengarkan penjelasan Manajer PT Nararya terkait ketersediaan gas LPG 
    (Dok. Fairuz)

    KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan monitoring ketersediaan gas LPG subsidi 3 kilogram di salah satu agen milik PT Nararya yang berlokasi di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Pada Selasa (23/12/2025).

    Kegiatan pemantauan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar

    Monitoring dilakukan sebagai lanjutan dari pemantauan stabilitas bahan pangan dan kebutuhan pokok di pasar. Kali ini, Pemkab Kukar memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

    Dari hasil pemantauan di lapangan, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa pasokan LPG 3 kilogram di agen tersebut berjalan normal dan tidak ditemukan kendala berarti. Distribusi dinilai lancar, dengan suplai yang relatif stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

    Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat adanya potensi lonjakan kebutuhan selama periode libur panjang Natal dan Tahun Baru. Pemkab Kukar berharap tidak terjadi kekosongan pasokan, sehingga ketersediaan LPG 3 kilogram di tengah masyarakat dapat terjaga dengan baik.

    Dengan pemantauan ini, Pemerintah Kabupaten Kukar mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena ketersediaan LPG 3 kilogram dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali. (Fai)

    , ,

    Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wabup Rendi Solihin pantau harga Bapok jelang Nataru
    (Dok. Fairuz)

    KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan monitoring kebutuhan bahan pokok (Bapok) di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Pasar ini merupakan pasar sentral yang menjadi barometer ketersediaan dan harga pangan di wilayah Kukar pada Selasa (23/12/2025).

    Kegiatan pemantauan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.

    Dari hasil pemantauan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, (Nataru) terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan relatif stabil. Sementara dari sisi pasokan, ketersediaan bahan pokok dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di Tenggarong dan wilayah Kutai Kartanegara secara umum.

    Bupati Aulia Rahman Basri menyebutkan, Pasar Mangkurawang menjadi gambaran kondisi suplai pangan di Kukar. Beberapa komoditas kunci memang mengalami kenaikan harga, terutama yang pasokannya masih bergantung dari luar daerah. Sebaliknya, komoditas yang tersedia dari produksi lokal cenderung memiliki harga yang lebih stabil.

    Hal ini mendorong Pemkab Kukar untuk terus memperkuat penyediaan bahan pokok berbasis potensi lokal, sesuai dengan kondisi alam yang dimiliki daerah. Salah satunya terlihat pada komoditas telur, di mana telur produksi lokal memiliki harga yang lebih stabil dan kualitas yang lebih baik dibandingkan produk dari luar daerah.

    Secara keseluruhan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Mangkurawang relatif aman dan stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi belanja berlebihan atau panik buying, karena stok pangan di Kutai Kartanegara dipastikan cukup dan terkendali. (Fai)

    , , ,


    Marangkayu, Kalimantan Timur – Sinergi dan kolaborasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dengan kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil mengubah desa tersebut menjadi kawasan edukasi dan wisata (eduwisata). Melalui Program Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru, atau disingkat Kapak Prabu, kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dengan hadirnya budidaya kopi liberika dan lingkungan pun tetap terjaga melalui konservasi satwa luwak yang mampu meningkatkan nilai ekonomi kopi.

    Sejak pengembangan sebagai lokasi eduwisata, jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Desa Prangat Baru terus meningkat. Dari 591 wisatawan yang datang pada tahun 2022, naik menjadi 1.763 wisatawan pada tahun 2023 lalu.

    Ketua Kelompok Tani Kapak Prabu, Rindoni, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk meneliti pengaruh peningkatan intensitas kunjungan tamu ke Program Kapak Prabu terhadap keberadaan habitat satwa luwak liar di wilayah ini. ”Perencanaan kegiatan monitoring satwa luwak liar harus dilakukan secara terpadu,” tutur Rindoni.

    Program Kapak Prabu berawal ketika PHKT, selaku pengelola fasilitas hulu migas Terminal Santan, memberikan bantuan berupa pupuk kompos hasil biogreening kepada kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru pada tahun 2020. Kolaborasi tersebut berlanjut hingga berhasil melakukan pengembangan budi daya Kopi Liberika dan Kopi Luwak satu-satunya di Kalimantan Timur.

    “Seiring berjalannya waktu, potensi Kapak Prabu ini tumbuh menjadi kampung ekowisata yang ditandai dengan terbentuknya empat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Prangat Baru dengan total 152 penerima manfaat,” ungkap Rindoni.

    Setelah hampir lima tahun pendampingan dari PHKT, Program Kapak Prabu ini dinilai siap untuk menuju tahap mandiri secara keseluruhan. Rindoni menjelaskan, pihaknya membuka kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, tidak hanya dengan PHKT. “Keterlibatan pemerintah juga penting, di mana pemerintah harus ada kontribusi untuk petani dengan memberikan gagasan yang dapat diaplikasikan dengan jelas. Selain itu, kalangan akademisi juga dapat membantu membina menjadikan petani yang serius agar hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.

    Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut Rindoni, memberikan kesempatan kepada produk kopi luwak untuk berkembang sebagai oleh-oleh kopi khas Kalimantan Timur. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan strategi branding dan pemasaran produk kopi yang melibatkan entitas seperti asosiasi hotel di Kalimantan Timur.

    Menurut Rindoni, masyarakat merasakan banyak manfaat dari Program Kapak Prabu. Dari sisi ekonomi, dimana pendapatan setiap anggota per bulan sebesar Rp3.285.294,- di tahun 2022, meningkat menjadi Rp4.788.323,- per bulan di tahun 2023. Penjualan kopi liberika pun memberikan omzet sekitar Rp72 juta per tahun, penghematan modal produksi Rp83 ribu per bulan dari penggunaan panel surya, dan sertifikat PIRT & Halal. Produk Kopi Luwak Liberika memiliki empat diferensiasi produk kopi, yaitu Liberika honey, Luwak Liar Process, Wine, dan Natural Process.

    Ke depan, Rindoni berencana membangun sistem pengolahan kopi komunal terpadu dengan mengadopsi pencatatan dari bank sampah. Sistem ini bertujuan menjaga kualitas mutu biji kopi liberika yang dihasilkan, yaitu dengan sistem pengolahan cherry dan green bean satu tempat di rumah kopi kampung kopi luwak Desa Prangat Baru. Anggota kelompok petani kopi di sana kini sudah memiliki kemampuan untuk menjadi trainer bagi para petani dari desa lain yang memiliki potensi dan tantangan serupa.

    Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan meyakini bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah operasi Perusahaan akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis Perusahaan. “Oleh karena itu, kami mendukung pengembangan kemandirian masyarakat melalui program-program CSR yang inovatif dan berkelanjutan,” jelas Dony.

    Menurutnya, kolaborasi dengan selurh pemangku kepentingan serta pemanfaatan potensi lokal sebagai solusi atas persoalan yang dihadai masyarakat menjadi kunci keberhasilan program CSR perusahaan, seperti pada Program Kapak Prabu ini dimana perusahaan berhasil mewujudkan kampung eduwisata dan ekologi melalui pendampingan dan pengembangan.

    Tidak hanya tentang produk kopi, Dony pun menambahkan bahwa Program Kapak Prabu menerapkan teknologi ramah lingkungan, konservasi satwa, hingga wisata berbasis pendidikan bagi masyarakat untuk melestarikan lingkungan. “Dengan pengembangan menjadi kawasan eduwisata, paradigma masyarakat terhadap luwak juga berubah. Kini masyarakat percaya bahwa luwak harus dilindungi kelestariannya karena menghasilkan hubungan yang mutual sekaligus nilai ekonomi tinggi dari biji kopi yang dimakannya,“ tutup Dony. (*)

    , , ,

    Ngopi Bareng Busu Edi Damansyah bersama sejumlah pelaku UMKM di Taman Titik Nol Tenggarong
    Foto: Istimewa

    Digelar di Taman Titik Nol, Jalan Pangeran Diponegoro, Tenggarong, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama masyarakat melakukan dikusi terkait kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (13/8/2024) malam.

    Dalam acara yang bertajuk Ngopi Bareng Busu Edi Damansyah ini, Bupati didampingi beberapa tokoh inspiratif, diantaranya Founder Selalu Teh, Adi Darmawan, serta sejumlah konten kreator di Kukar.

    Warga Kukar yang antusias menghadiri diskusi ini turut menyampaikan keluh kesah berkenaan dengan UMKM. Bupati pun mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan masukan dalam rangka pengembangan UMKM di Kukar

    “Atas masukan yang diberikan saya ucapkan terima kasih, ini sangat berarti bagi kami sebagai acuan pembangunan lebih baik lagi,” ujarnya.

    Dijelaskan dia, dalam diskusi ini masyarakat menyampaikan berbagai masukan termasuk keluh kesah persoalan pengembangan pertanian, pariwisata, serta ekonomi kreatif.

    Menurutnya, beberapa hal itu tentunya sangat berkaitan dengan tupoksi yang dibebankan ke dinas terkait seperti Dinas Koperasi-UKM, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Dinas Pariwisata.

    “Banyak sekali tadi yang saya catat, apa yang disampaikan masyarakat akan saya teruskan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” ucap Edi.

    Dalam diskusi ini pula, Adi Darmawan selaku Founder Selalu Teh dan Ayam Setia, menyampaikan jika masyarakat Kukar patut bersyukur lantaran memiliki Pemerintah yang mendukung UMKM.

    “Alhamdulillahnya pemerintah kita mengeluarkan kebijakan yang sangat pro dengan UMKM,” tuturnya.

    Adi menyebut, salah satu program pemerintah yang menguntungkan para pelaku usaha adalah Kredit Kukar Idaman dengan bunga 0 persen, dimana melalui program ini para pelaku usaha akan mendapatkan sokongan dana tidak perlu khawatir dengan angsuran yang harus dibayarkan.

    "Mudah-mudahan masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kualitas usaha mereka, sehingga perekonomian Kukar bisa lebih maju lagi," tandasnya (*/frz)

    , , ,

    Kadisperindag Kukar (kanan) serta Staf Ahli Bupati (kiri) promosikan produk lokal pelaku UMKM
    (Foto: Prokom Kukar/Zul)

    Tenggarong - Promosi Penggunaan Produk Dalam Negeri “Bena & Beli Produk Kutai Kartanegara Inovatif Daya Saing Mandiri” dan Sosialisasi e-Katalog Lokal kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digelar Minggu (17/12/2023) pagi tadi.

    Acara yang diselenggarakan Pemkab Kukar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini digelar di parkiran Creative Park, Tenggarong, bersamaan dengan acara mingguan Car Free Day (CFD).

    Kepala Disperindag Kukar Arfan Boma yang hadir bersama jajarannya serta para pelaku UMKM mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu bersaing dengan produk luar lainnya.

    "Kita sudah melihat dan meneliti bahwa produk lokal kita, misalnya makanan itu nilai gizi dan kualitasnya mampu bersaing dengan produk luar, demikian juga produk lainnya," ucapnya.

    Pemkab Kukar melalui stakeholder terkait kata Boma, akan mengupayakan produk lokal untuk masuk ke pasar elektronik agar bisa diakses siapapun dan dimanapun.

    Dalam sambutan tertulis Bupati Edi Damansyah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Pemerintahan dan Kesra Didi Ramyadi disampaikan, Kukar merupakan daerah yang memiliki segenap potensi sumber daya alam yang melimpah, pertambangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, jasa dan perdagangan telah berkembang dengan baik di Kutai Kartanegara. 

    Namun demikian lanjutnya, di satu sisi masih terdapat penduduk miskin, hal ini menjadi konsen pemerintah daerah untuk terus mendorong pergerakan ekonomi Kukar yang positif dan berkelanjutan, dan salah satu sektor yang diharapkan terus berkembang menjadi penyangga perekonomian daerah adalah pada kelompok UMKM.

    Hal ini dikarenakan sektor UMKM merupakan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan krisis, khususnya dampak perekonomian global. Dibalik keunggulan UMKM tersebut terdapat beberapa kendala yang saat ini masih menghambat perkembangan UMKM, yakni pada akses permodalan dan pemasaran.

    Untuk itu Pemkab Kukar hadir melalui Program Dedikasi Kukar Idaman, dari aspek permodalan, telah di luncurkan program Kredit Kukar Idaman, yang ditujukan untuk mengatasi masalah permodalan pelaku UMKM dengan persyaratan yang sangat ringan dan tidak membebani masyarakat.

    Selanjutnya dari aspek pemasaran, Pemkab Kukar meluncurkan program yang mendorong kepada seluruh masyarakat untuk dapat peduli dan memprioritaskan produk local untuk dapat di beli dan dikonsumsi, selanjutnya untuk memperluas pangsa pasar UMKM Kukar ditingkatkan standard kualitas produk agar dapat masuk ke pasar electronik melalui e-market, sehingga akses pemasaran akan lebih luas.

    "Upaya yang dilakukan Pemerintah secara konkrit adalah mengintegrasikan pemanfaatan aplikasi e-catalog sebagai media pelaku UMKM, untuk dapat menangkap peluang pasar pada proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara tertib dan kompetitif," ujarnya.

    Atas dasar tersebut, melalui kegiatan ini Pemkab Kukar membuktikan bahwa komitmen dan konsistensi kebijakan pemerintah tetap terjaga dan berjalan dengan baik, hal ini penting, mengingat tak ada satupun program pemerintah yang dijalankan dapat berhasil dan berdaya guna tanpa adanya dukungan yang optimal dari seluruh stakeholders.

    "Maka mari kita perkuat sinergisitas dan kolaborasi yang efektif untuk menciptakan suatu hubungan yang saling menguntungkan secara harmoni, hingga pada akhirnya benar-benar tercipta kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan," pinta Didi. (*/mmbse)

    , , ,

    Masyarakat pra sejahrtera menerima bantuan paket sembako dalam operasi pasar di Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Operasi pasar atau pasar murah dalam rangka pengendalian inflasi daerah dan peringatan hari pangan sedunia 2022 dipusatkan di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (07/11/2022).

    Hadir bersama masing-masing jajaran yakni Gubernur Kaltim Isran Noor dan Bupati Kukar Edi Damansyah, unsur Forkopimda Kukar, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Pangan Nasional RI, Ketua Satgas Pangan Polda Kaltim, serta sejumlah undangan.

    Turut hadir secara virtual dalam acara tersebut Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota Se-Kaltim. Operasi pasar ini juga digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi Kaltim 

    Bupati Kukar Edi Damansyah dalam keterangannya kepada awak media mengungkapkan, kegiatan pasar murah ini bersifat temporer dan situasional.

    "Yang berkaitan dengan operasi pasar itu bentuk pemerintah memastikan bahwa dari ketersediaannya ada, daya beli masyarakat juga terjangkau, makanya pasar murah namanya. Tapi sekali lagi ini temporer dan situasional," bebernya.

    Ia mengatakan, harapan besar dari operasi pasar yang bertepatan dengan hari pangan sedunia ini adalah untuk membangun komitmen dan kerja bersama, sehingga program pangan bisa berjalan dengan baik.

    "Tadi sudah saya sampaikan di kabupaten Kutai Kartanegara program pangan ini menjadi hal yang paling utama, makanya ada program berkaitan dengan optimalisasi kawasan-kawasan pertanian dalam arti luas, itu tidak lain maksudnya adalah kita memberikan jaminan jangka panjangnya, sehingga kekuatan pangan ini bisa berbasis produksi lokal," ujar Edi.

    Sementara itu Gubernur Kaltim Isran Noor menyebutkan jika pasar murah merupakan salah satu cara dalam pengendalian inflasi. Dia pun meminta pemerintah kabupaten/kota untuk memantau kondisi atau suplay kebutuhan pokok di wilayah masing-masing.

    "Supaya memonitor kondisi dan suplay kebutuhan barang, terutama komoditi-komoditi yang dapat mempengaruhi inflasi," pintanya.

    Orang nomor satu di Kaltim ini mengatakan, inflasi tetap diperlukan asalkan terkendali. Menurutnya secara nasional inflasi di Kaltim cukup bagus.

    "Jadi secara nasional kita berkelas lah, bukan kelasnya tinggi tapi inflasinya terkendali. Kita rata-rata antara 4,5 sampai 5,2 range-nya, masih bagus," tandas Isran. 

    Dalam kegiatan operasi pasar ini turut diserahkan alokasi Bantuan Langsung Tunai UMKM untuk 11.810 UMKM Se-Kukar dengan total nilai bantuan sebesar Rp 7,86 milyar, serta penyerahan alokasi Bantuan Langsung Tunai kepada 50 pelaku peternakan dan penyerahan sertifikat Prima 3 kepada petani.

    Selain itu juga diserahkan bantuan 50 paket sembako kepada masyarakat pra sejahtera yang diserahkan  secara simbolis kepada perwakilan penerima oleh Gubernur Kaltim Isran Noor dan Bupati Kukar Edi Damansyah. (mmbse)

⬆
Top