,


    TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tahun 2026 di halaman parkir Gedung PBSI Kutai Kartanegara, Jalan Tenis Lapangan, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (10/10/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.30 WITA tersebut dihadiri sekitar 250 orang, terdiri dari peserta, panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sejumlah pejabat dan undangan.

    Hadir dalam kegiatan itu anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, AB, S.E., M.Si; Ketua DPD GAMKI Kalimantan Timur, Daniel A. Sitohang, S.T., M.Ling; Ketua DPC GAMKI Kukar, James Manaek Pasaribu, S.PdK; serta Ketua KPU Kukar, Muhammad Rahman, dan Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo.

    Turut hadir perwakilan Korem 091/ASN, Mayor CKA Agung Widhi, beserta jajaran panitia GAMKI Kukar, para pendeta, tokoh agama, dan undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa PORSENI GAMKI sejalan dengan visi dan misi Kukar Idaman Terbaik, khususnya program Kukar Sehat dan Kukar Berbudaya. Menurutnya, olahraga dan seni merupakan dua pilar pembangunan manusia yang saling melengkapi.

    “Olahraga dan seni adalah dua pilar pembangunan manusia yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kutai Kartanegara. Menurutnya, kehidupan masyarakat Kukar yang harmonis, dengan rumah ibadah berbagai agama berdampingan, menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan di tengah keberagaman.

    “Kukar adalah rumah bagi kita bersama. Masjid berdampingan dengan gereja dan kita hidup rukun sebagai umat beragama dengan toleransi yang tinggi. PORSENI GAMKI hari ini menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan kita,” katanya.

    Bupati pun mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, mempererat persaudaraan, serta mendorong generasi muda agar terus berprestasi.

    Sementara itu, Ketua DPC GAMKI Kukar, James Manaek Pasaribu, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia menyebut PORSENI GAMKI 2026 sebagai bentuk kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah.

    Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kukar, khususnya Dispora Kukar, atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. James juga mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan para pendeta dan tokoh agama yang terus memberikan doa dan nasihat kepada jajaran GAMKI.

    Kepada seluruh peserta dan tamu undangan, ia mengajak semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif serta terus mendukung program Kukar Idaman.

    Ketua DPD GAMKI Kalimantan Timur, Daniel A. Sitohang, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi GAMKI dengan pemerintah daerah penting untuk menjaga keberlangsungan program pembinaan generasi muda, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

    Daniel berharap PORSENI GAMKI dapat menjadi agenda tahunan sehingga anggota dan pengurus GAMKI memiliki ruang untuk terus bertemu, mempererat hubungan, dan mengembangkan kegiatan bersama.

    Dalam kesempatan yang sama, anggota DPD RI, Yulianus Henock Sumual, mengapresiasi semangat toleransi antarumat beragama yang terlihat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Sebagai pembina GAMKI, ia mengaku bangga melihat dukungan dan kebersamaan masyarakat lintas agama dalam menyukseskan turnamen tersebut. Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, saling mendukung, dan tetap menjaga persatuan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

    Yulianus berharap seluruh rangkaian PORSENI GAMKI 2026 dapat berlangsung lancar hingga selesai.

    Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. Mewakili pemerintah daerah, ia mengapresiasi inisiatif GAMKI dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga dan seni sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memperoleh dukungan lebih maksimal pada tahun mendatang. Menurutnya, pembinaan olahraga perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi kepemudaan, masyarakat, hingga para atlet.

    Aji Ali juga menyampaikan bahwa Kukar memiliki sejumlah fasilitas olahraga, termasuk gedung olahraga dalam ruangan, kolam renang, dan lapangan sepak bola, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan olahraga dan peningkatan prestasi atlet.

    Ia mengajak para peserta untuk terus berlatih dan tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih prestasi dalam kompetisi kali ini. Menurutnya, kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi masih terbuka melalui berbagai ajang berikutnya.

    Selain pembinaan olahraga di tingkat daerah, Aji Ali menyebut Pemkab Kukar juga mempersiapkan keikutsertaan dalam sejumlah agenda olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 8–21 November 2026.

    Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, sekaligus mendukung pencapaian prestasi olahraga Kukar.

    Rangkaian pembukaan PORSENI GAMKI 2026 diawali dengan persiapan jalan santai, dilanjutkan sambutan Bupati Kukar, jalan santai bersama, dan kegiatan zumba. Acara kemudian diteruskan dengan pembukaan oleh panitia, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kukar, dan Mars GAMKI, mengheningkan cipta, pembacaan pembukaan AD/ART GAMKI, serta doa pembukaan.

    Melalui kegiatan ini, GAMKI diharapkan dapat terus berperan aktif dalam pembinaan generasi muda, memperkuat hubungan antarkomunitas, serta membangun semangat sportivitas dan toleransi di Kukar. (*)

    ,

    Kebakaran di kawasan Muara Muntai Ulu hanguskan sejumlah bangunan
    (Foto: Istimewa)

    MUARA MUNTAI – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (9/10/2026) dini hari. Sedikitnya delapan bangunan yang terdiri atas rumah, toko, dan kantor Bank BPD Kaltimtara hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

    Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 00.00 WITA itu. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

    Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah toko (ruko) milik H. Idis yang sehari-hari digunakan untuk berjualan pakaian dan kosmetik. Saat kejadian, pemilik ruko tersebut berada di rumah.

    Saksi melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang semakin membesar. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut sulit dilakukan sehingga warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan relawan setempat.

    Tim pemadam kebakaran bersama relawan tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WITA. Proses pemadaman melibatkan relawan Desa Muara Muntai Ulu, Damkar, relawan kecamatan, serta relawan dari sejumlah desa lainnya, yakni Muara Muntai Ilir, Pulau Harapan, Rebaq Rinding, Kayu Batu, dan Batuq.

    Petugas gabungan juga mendapat dukungan dari unsur Koramil Muara Muntai, Polsek Muara Muntai, Dinas Perhubungan, dan pihak Kecamatan Muara Muntai.

    Kobaran api dengan cepat menjalar karena kondisi cuaca panas dan angin kencang. Selain itu, lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat penduduk dengan mayoritas bangunan berbahan kayu, sehingga api sulit dikendalikan.

    Setelah sekitar dua setengah jam dilakukan upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.35 WITA.

    Delapan pemilik bangunan yang tercatat terdampak langsung dalam peristiwa tersebut yakni H. Idis, H. Alui alias Mencik, Fahmi, Madi, H. Juhri, Ibu Rok, Baidah, serta kantor Bank BPD Kaltimtara. Sementara itu, Kuryadi dan Midol turut tercatat sebagai warga yang terdampak kebakaran.

    Penyebab Masih Diselidiki

    Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik yang berasal dari ruko milik H. Idis. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

    Polsek Muara Muntai dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Petugas juga telah melakukan pendataan, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti berupa puing-puing bangunan yang terbakar.

    Data kerugian dan jumlah warga terdampak masih berpotensi berubah karena pendataan serta pengumpulan keterangan dari para korban belum sepenuhnya selesai.

    Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat mengingat kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat dengan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, sehingga api berpotensi merambat dengan cepat ke bangunan di sekitarnya. (*)

    ,


    Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mempercepat proses pemulihan atau recovery bagi warga yang terdampak kebakaran di kawasan Jalan Alimuddin, Tenggarong. Langkah tersebut dilakukan dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus menyiapkan upaya penanganan jangka menengah dan panjang.

    Bupati Kukar Aulia Rahman Basri didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kukar Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri memantau langsung posko bantuan kebakaran, dapur umum, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak, Kamis (8/10/2026).Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya Pemkab Kukar memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat pascakebakaran.

    Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sejak awal kejadian telah bergerak membantu masyarakat, mulai dari personel pemadam kebakaran, BPBD, pemerintah kecamatan dan kelurahan, relawan, hingga masyarakat yang turut memberikan bantuan.

    “Alhamdulillah, respons bantuan dari masyarakat sangat luar biasa. Kita berharap proses recovery pascakebakaran ini bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Aulia.Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan kebutuhan fisik, tetapi juga memastikan aktivitas sehari-hari warga terdampak tetap dapat berjalan. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan pangan, perlengkapan sekolah, serta peralatan untuk menunjang pekerjaan.

    Dalam pemantauan tersebut, sejumlah warga menyampaikan kebutuhan yang masih diperlukan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah peralatan memasak.

    Pemkab Kukar kemudian berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui pemerintah kecamatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bantuan perlengkapan memasak disalurkan agar warga dapat mengolah bahan makanan yang telah tersedia.

    “Kalau bahan baku makanan banyak, tetapi peralatan memasaknya tidak ada, tentu bahan makanan tersebut tidak bisa diolah dengan baik. Karena itu, bantuan kita sesuaikan dengan kebutuhan warga,” jelasnya.Selain bantuan untuk korban, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan dapur umum yang dikelola bersama BPBD, Damkar dan para relawan. Dapur umum tersebut berperan menyediakan makanan bagi warga terdampak, relawan maupun personel yang terlibat dalam proses penanganan pascakebakaran.

    Peristiwa kebakaran tersebut juga menjadi bahan evaluasi Pemkab Kukar, khususnya terkait ketersediaan sumber air dan akses kendaraan pemadam kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

    Aulia mengatakan, kebutuhan air menjadi salah satu perhatian penting dalam penanganan kebakaran. Karena itu, Pemkab Kukar akan memperkuat sistem penyediaan air di kawasan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dan sulit dijangkau kendaraan pemadam.

    Ia juga menegaskan bahwa dukungan melalui dana RT pada tahun mendatang tetap menjadi bagian dari upaya penguatan lingkungan masyarakat.“Kita akan melihat kebutuhan masing-masing RT. Tidak semuanya sama. Kalau bisa ditangani melalui dana RT, kita akan optimalkan pembiayaan tersebut untuk mengatasi persoalan seperti ketersediaan air dan kebutuhan penanganan kebencanaan di lingkungan,” ungkapnya.

    Selain persoalan air, akses jalan juga menjadi perhatian. Kondisi permukiman yang padat dan terbatasnya akses kendaraan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

    Berdasarkan evaluasi bersama jajaran Damkar, proses pemadaman yang dalam kondisi normal umumnya dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, pada kejadian tersebut membutuhkan waktu hingga sekitar dua jam.

    “Kalau akses jalannya tidak ada atau sulit dilalui, kendaraan pemadam kebakaran juga kesulitan masuk. Ini yang membuat proses penanganan tidak bisa berjalan optimal,” katanya.

    Perhatikan Kondisi Psikis 75 Kepala Keluarga
    Selain pemulihan fisik, Bupati juga meminta jajaran pemerintah kelurahan memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis warga yang terdampak.

    Sebanyak 75 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kebakaran tersebut. Pemkab Kukar meminta agar seluruh warga terdampak tetap dipantau dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.Menurut Aulia, pemulihan pascakebakaran tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas atau memenuhi kebutuhan material. Pemerintah bersama komunitas dan masyarakat juga perlu memastikan kondisi sosial dan psikologis warga tetap terpantau.

    “Kita tidak hanya melakukan recovery dari perspektif fisik, tetapi juga harus melihat kondisi psikis masyarakat. Dari 75 kepala keluarga yang terdampak, harus kita pastikan semuanya dapat terkelola dengan baik,” tegasnya.

    Ia menilai penanganan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah. Komunitas dan masyarakat sekitar diharapkan ikut saling memantau dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak.

    Pemkab Kukar menyiapkan proses pemulihan dalam beberapa tahapan. Dalam jangka pendek, pemerintah memastikan kebutuhan sehari-hari warga tetap terpenuhi sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu secara berkepanjangan.
    Kebutuhan pendidikan, pekerjaan, makanan dan kebutuhan dasar lainnya menjadi perhatian utama dalam tahap awal pemulihan.

    Untuk jangka menengah dan panjang, Pemkab Kukar akan melakukan penanganan sesuai kewenangan pemerintah daerah, termasuk melakukan penataan kawasan dan memperkuat mitigasi kebakaran.

    “Jangka pendek kita memastikan aktivitas sehari-hari warga tidak terganggu. Untuk jangka menengah dan panjang, kita berusaha melakukan recovery sesuai kewenangan pemerintah daerah, termasuk menata kawasan agar apabila terjadi kejadian serupa di kemudian hari, penanganannya dapat dilakukan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

    Pemkab Kukar berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat, relawan, dunia usaha dan berbagai pihak dapat mempercepat pemulihan warga terdampak sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.(Prokom06).

    Sumber: kukarpaper.com

⬆
Top