News, Peristiwa
![]() |
Api berkobar membakar sejumlah bangunan milik warga di kawasan Jalan Kartini Gang Karya (Foto: Istimewa) |
TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam, sekitar pukul 23.50 WITA.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua anak meninggal dunia, satu orang mengalami luka bakar, serta 11 bangunan rumah terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi menerangkan, dua korban meninggal dunia diketahui bernama Ali (7) dan Husin (3), yang merupakan anak dari Hamri Noor, pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian dan evakuasi oleh petugas.
Sementara itu, Hamri Noor mengalami luka bakar pada bagian tubuh saat berupaya menyelamatkan kedua anaknya yang masih berada di dalam rumah ketika api mulai membesar.
Berdasarkan keterangan saksi, Basuki, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah dibangunkan tetangga yang memberitahukan adanya kebakaran di rumah Hamri Noor. Setibanya di lokasi, ia melihat meteran listrik rumah tersebut terbakar dan sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dalam ember.
Pada saat bersamaan, istri Hamri Noor, Maratus Salehah, berteriak meminta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah. Hamri Noor kemudian berupaya mencari anak-anaknya, tetapi tidak berhasil dan akhirnya keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.
Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah rumah di sekitarnya. Sebagian bangunan yang terbakar diketahui terbuat dari material kayu sehingga api dengan cepat menjalar ke permukiman lainnya.
Saksi lainnya, Akhyar, yang merupakan Ketua RT 61 Kelurahan Loa Ipuh, mengaku mengetahui kejadian setelah mendapat informasi dari tetangga. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap rumah Hamri Noor serta beberapa rumah di sekitarnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar bersama relawan berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.35 WITA, Rabu (14/10/2026).
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang masih berada di dalam rumah. Pada pukul 03.28 WITA, Ali dan Husin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sebanyak 11 bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut, meliputi rumah warga, rumah sewaan atau bangsal, serta asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang yang berada di kawasan RT 61 dan RT 26 Kelurahan Loa Ipuh.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di rumah Hamri Noor. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Kutai Kartanegara.
Pihak kepolisian telah mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mendukung proses penanganan dan penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga dengan estimasi kerugian material mencapai Rp3 miliar. (*)
Kodim 0906/KKR, News, Pemerintahan, TMMD

LOA KULU – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Aulia Rahman Basri secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Loa Kulu, Kukar, Selasa (13/10/2026).
Upacara pembukaan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” dan dihadiri sekitar 300 peserta serta tamu undangan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan perusahaan.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Aji Kalbu Pribadi, Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman, serta sejumlah pejabat dan unsur lintas sektor lainnya.
Dalam amanatnya, Bupati Kukar yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0906/KKR, yang terus berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan hingga ke wilayah pedesaan.
“Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kesejahteraan harus dirasakan sampai ke pelosok,” demikian disampaikan Bupati dalam amanatnya.
Salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-130 adalah peningkatan kualitas jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 20 sentimeter menggunakan material agregat lokal. Pembangunan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pertanian serta mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, program TMMD kali ini juga mencakup sejumlah sasaran tambahan, antara lain kegiatan nonfisik, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat dilaksanakan secara terpisah oleh masing-masing instansi. Karena itu, ia berharap kolaborasi yang terbangun melalui TMMD dapat terus berlanjut setelah program selesai.
Kepada para prajurit yang bertugas, Bupati juga berpesan agar membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati kearifan lokal, serta menjaga hubungan kekeluargaan selama menjalankan kegiatan di wilayah sasaran TMMD.
Ia berharap pelaksanaan program tersebut tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kepercayaan, persaudaraan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Ketika TNI, pemerintah, dan rakyat bergerak bersama, pembangunan akan menjadi lebih cepat, lebih kuat, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Upacara pembukaan turut melibatkan berbagai unsur pasukan, di antaranya Kodim 0906/KKR, Yonarmed 22/Kesumawira, Yon Zipur, Yonif 611/Awang Long, Polres Kukar, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pemadam kebakaran, serta pelajar dari SMK Muhammadiyah dan SMA Negeri 1 Loa Kulu.
Komandan upacara dijabat Kapten Inf Sukoco, Danramil Kota Bangun, sedangkan perwira upacara dijabat Kapten Inf M. Yunus, Danramil Muara Muntai.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan rumah tidak layak huni kepada warga penerima manfaat, penyerahan sembako kepada santri Pondok Pesantren Hidayatullah, serta peninjauan sasaran TMMD.
Melalui TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam mendukung percepatan pembangunan, khususnya infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Kukar. (*)
News, Pemerintahan

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri bersama rombongan meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Jalan Jenderal Sudirman, RT 07, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terhadap masyarakat yang mengalami musibah kebakaran.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kukar didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur lintas sektor. Rombongan terlebih dahulu mendatangi tempat penampungan warga terdampak untuk menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan kesehatan.
Selanjutnya, sekitar pukul 10.40 WITA, rombongan menuju kawasan permukiman yang terbakar untuk melihat secara langsung kondisi bangunan serta dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan rasa duka dan belasungkawa kepada warga yang tertimpa musibah. Ia menyebutkan bahwa meskipun tidak terdapat korban jiwa, kebakaran tersebut tetap menimbulkan kerugian material bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kami menyampaikan duka dan belasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Muara Muntai. Walaupun tidak ada korban jiwa, tentu ada harta benda warga yang terdampak,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan komitmen untuk membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan.
Pemkab Kukar, lanjutnya, akan berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk pakaian, sembako, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Ia juga mengajak warga untuk tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah tersebut serta berharap masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Turut hadir sejumlah pejabat serta berbagai unsur dalam kunjungan ini, di antaranya Ketua DPRD Kota Samarinda H. Helmi Abdullah, anggota DPRD Kukar dari daerah pemilihan (dapil) VI, Taupik Ridiannur, Kepala BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji, serta perwakilan perangkat daerah, unsur TNI-Polri, BAZNAS Kukar, Bankaltimtara Cabang Tenggarong, para kepala desa se-Kecamatan Muara Muntai, dan warga terdampak kebakaran.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada masyarakat sekaligus membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran. (*)
