SAMBOJA – Ribuan jemaah menghadiri kegiatan Samboja Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam rangka Pesta Laut Pesisir Nusantara di Lapangan Kaltim Park, Jalan Balikpapan–Handil II, Kelurahan Kuala, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (17/10/2026) malam.

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA tersebut diikuti sekitar 2.500 orang. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, selawat, serta ceramah agama.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani beserta sejumlah anggota DPRD Kukar, Kepala Dinas Perhubungan Kukar Ahmad Junaidi, Camat Samboja Damsik, Plt. Camat Samboja Barat Tajjudin, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para kepala desa serta lurah se-Kecamatan Samboja.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama, habaib, tokoh masyarakat, pejabat daerah, anggota DPRD, serta seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

    Rendi juga mengajak masyarakat untuk turut berempati terhadap musibah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Timur, serta kebakaran permukiman di Kecamatan Tenggarong yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan menimbulkan korban jiwa.

    Ia mengajak para jemaah dan pejabat yang hadir untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi secara sukarela guna membantu keluarga korban kebakaran, terutama keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam musibah tersebut.

    Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Samboja Bershalawat tidak hanya menjadi sarana memperkuat keimanan, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

    Rendi berharap doa bersama tersebut menjadi ikhtiar spiritual agar musibah kebakaran di wilayah Kalimantan Timur segera berakhir dan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan.

    Sementara dalam tausiyahnya, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, mengajak seluruh jemaah untuk bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan berkumpul dalam kegiatan selawat tersebut.

    Ia berharap Samboja Bershalawat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Samboja, serta menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

    Habib Syech juga menyampaikan harapan agar kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dapat segera berakhir, disertai turunnya hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan, menyuburkan tanah, serta menumbuhkan kembali pepohonan dan tanaman.

    Selain itu, ia mendoakan masyarakat yang sedang sakit agar diberikan kesembuhan, mereka yang telah meninggal dunia agar memperoleh rahmat Allah SWT, serta seluruh masyarakat agar dilimpahi rezeki dan keberkahan.

    Pesan tersebut disambut dengan suasana khidmat oleh ribuan jemaah yang mengikuti rangkaian selawat hingga malam hari.

    Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Samboja, KH Saifuddin Marzuki, dalam ceramahnya mengajak jemaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dan memperbanyak istighfar agar dosa serta kesalahan diampuni dan doa-doa dikabulkan.

    Ia menyampaikan kisah seorang penjual roti yang senantiasa membaca istighfar dalam setiap aktivitasnya. Kisah yang dikaitkan dengan Imam Ahmad bin Hanbal tersebut, menurutnya, mengandung pelajaran tentang pentingnya istiqamah dalam beristighfar dan meyakini pertolongan Allah SWT.

    Selain itu, ia mengangkat keteladanan Abu Ayyub Al-Ansari dalam menerima dan memuliakan Rasulullah SAW ketika tiba di Madinah. Kisah tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya kerendahan hati, ketulusan, penghormatan kepada tamu, dan akhlak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

    Saifuddin juga menegaskan bahwa Pesta Laut Pesisir Nusantara hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai tradisi atau perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur atas rezeki dan hasil laut yang diberikan Allah SWT.

    Ia mengajak masyarakat, khususnya para nelayan, untuk senantiasa menjaga keimanan, memperbanyak doa, serta memohon keselamatan, keberkahan, dan kelancaran rezeki dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (*)

    ,


    TENGGARONG – Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyalurkan bantuan dana donasi kepada warga terdampak musibah kebakaran di RT 33, kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan AM Alimuddin. Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tenggarong, Jalan Udang, Jumat (16/10/2026).

    Berdasarkan data hingga Kamis (15/10/2026) pukul 22.00 WITA, total donasi yang terkumpul mencapai Rp939.546.000. Dana tersebut dialokasikan untuk membantu warga yang rumahnya terbakar maupun mengalami kerusakan akibat musibah tersebut.

    Kegiatan penyaluran bantuan dihadiri Lurah Melayu Muhammad Hafiz, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kukar Awang M Indrawarman, Kasi Sosial Kelurahan Melayu Rudi Haryanto, serta sejumlah pejabat dan unsur masyarakat setempat.

    Turut hadir Kasi Pembangunan Kelurahan Melayu Taufik Anwar J, Kasi Pemerintahan M Roni Trianto, Babinsa Kelurahan Melayu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Melayu Dedy Hartono, Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Melayu Anton Mukayanto, Ketua RT 33 Supriadi, serta warga terdampak kebakaran.

    Bantuan Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan

    Penyaluran dana donasi dilakukan berdasarkan berita acara kesepakatan antara pihak Kelurahan Melayu yang diwakili lurah dan perwakilan warga yang diwakili Ketua RT 33.

    Dalam kesepakatan tersebut, bantuan dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan kondisi dan jenis bangunan yang terdampak.

    Sebanyak 35 unit rumah pribadi masing-masing memperoleh bantuan Rp24 juta, dengan total alokasi Rp840 juta. Selanjutnya, bantuan untuk 25 pintu bangunan sewaan atau bangsalan ditetapkan sebesar Rp3,7 juta per pintu, dengan total Rp92,5 juta.

    Sementara itu, empat bangunan yang terdampak atau mengalami kerusakan mendapatkan bantuan masing-masing Rp1.761.500, dengan total alokasi Rp7.046.000.

    Dengan demikian, total alokasi dana bantuan yang disepakati mencapai Rp939.546.000, sesuai dengan jumlah donasi kumulatif yang tercatat hingga 15 Oktober 2026.

    Penyaluran Disepakati Bersama Perwakilan Warga

    Kesepakatan penerimaan dana donasi dari Kelurahan Melayu kepada Ketua RT 33 dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Lurah Melayu dan Ketua RT 33, serta disaksikan Ketua LPM Kelurahan Melayu.

    Mekanisme tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan kepada warga terdampak sesuai kategori bangunan dan nominal yang telah disepakati bersama.

    Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan bangunan akibat kebakaran.

    Penyaluran donasi tersebut juga mencerminkan kepedulian dan solidaritas masyarakat terhadap warga yang tertimpa musibah, sekaligus menjadi bentuk dukungan bersama dalam membantu pemulihan kondisi warga terdampak di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (*)

    ,

    Api berkobar membakar sejumlah bangunan milik warga di kawasan Jalan Kartini Gang Karya
    (Foto: Istimewa)

    TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam, sekitar pukul 23.50 WITA.

    Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua anak meninggal dunia, satu orang mengalami luka bakar, serta 11 bangunan rumah terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

    Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi menerangkan, dua korban meninggal dunia diketahui bernama Ali (7) dan Husin (3), yang merupakan anak dari Hamri Noor, pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian dan evakuasi oleh petugas.

    Sementara itu, Hamri Noor mengalami luka bakar pada bagian tubuh saat berupaya menyelamatkan kedua anaknya yang masih berada di dalam rumah ketika api mulai membesar.

    Berdasarkan keterangan saksi, Basuki, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah dibangunkan tetangga yang memberitahukan adanya kebakaran di rumah Hamri Noor. Setibanya di lokasi, ia melihat meteran listrik rumah tersebut terbakar dan sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dalam ember.

    Pada saat bersamaan, istri Hamri Noor, Maratus Salehah, berteriak meminta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah. Hamri Noor kemudian berupaya mencari anak-anaknya, tetapi tidak berhasil dan akhirnya keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.

    Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah rumah di sekitarnya. Sebagian bangunan yang terbakar diketahui terbuat dari material kayu sehingga api dengan cepat menjalar ke permukiman lainnya.

    Saksi lainnya, Akhyar, yang merupakan Ketua RT 61 Kelurahan Loa Ipuh, mengaku mengetahui kejadian setelah mendapat informasi dari tetangga. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap rumah Hamri Noor serta beberapa rumah di sekitarnya.

    Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar bersama relawan berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.35 WITA, Rabu (14/10/2026).

    Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang masih berada di dalam rumah. Pada pukul 03.28 WITA, Ali dan Husin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Sebanyak 11 bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut, meliputi rumah warga, rumah sewaan atau bangsal, serta asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang yang berada di kawasan RT 61 dan RT 26 Kelurahan Loa Ipuh.

    Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di rumah Hamri Noor. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Kutai Kartanegara.

    Pihak kepolisian telah mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mendukung proses penanganan dan penyelidikan.

    Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga dengan estimasi kerugian material mencapai Rp3 miliar. (*)

⬆
Top