,

    Kendaraan AWC milik Polres Kukar menyemprotkan disinfektan di ruas jalan kota Tenggarong
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    Penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Kartanegara berlangsung, Selasa (31/03) pagi. Sesuai telegram Polri, kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia mulai pukul 10.00 waktu setempat.

    Kegiatan dilaksanakan Polres Kukar bersama pemerintah daerah, unsur Forkompida diantaranya Kodim 0906/Tenggarong, serta melibatkan Pramuka dan Balakar. Penyemprotan dilakukan secara manual dan menggunakan mobil Damkar.

    Dua regu melakukan penyemprotan di wilayah Tenggarong Seberang, yakni regu pertama di Desa Teluk Dalam, meliputi rumah-rumah warga, masjid, mushola, SPBU dan asrama atlet.

    Regu dua melaksanakan penyemprotan di Desa Perjiwa, mulai dari pemukiman warga, masjid, mushola, majelis taklim, gereja, hingga pondok pesantren.

    Sementara Polres Kukar mengerahkan dua unit kendaraan, Armoured Water Cannon (AWC) menyemprotkan disinfektan di kota Tenggarong, mulai dari arah gedung DPRD menuju arah pasar Mangkurawang, Jalan Ahmad Dahlan,, Kenanga, KH Dewantara, Jembatan besi, Ahmad Yani, dan Imam Bonjol.

    Satu unit mobil lainnya melakukan penyemprotan di Perum Mangkurawang, Kelurahan Sukarame, Panji, Melayu, kemudian Jalan Panjaitan, Kartini, Maduningrat, Danau Murung, Mangkuraja, hingga Gunung Belah. Sedangkan penyemprotan secara manual perorangan dibagi 2 titik, yakni Pasar Tangga Arung dan Pasar Mangkurawang.

    Sebelumnya dilaksanakan apel bersama yang dipimpin Bupati Kukar Edi Damansyah. Ia menyampaikan apreasiasi kepada seluruh personel yang telah mengorbankan tenaga untuk misi kemanusiaan.

    "Dengan ini saya apresiasi kepada seluruh panitia dan relawan pada kegiatan penyemprotan disinfektan hari ini yang telah berkorban tenaga waktu dan sumber daya," ucapnya.

    Edi pun mengajak untuk memerangi virus Corona dengan terus menjaga kesehatan, kebersihan dan kebugaran tubuh, dengan tetap menjalankan protokol sosial distancing secara disiplin dan tertib.

    "Terkait penanganan Covid-19, salah satunya adalah dengan menerapkan sosial distancing di kantor-kantor pemerintahan dan terus mendorong agar dapat dipahami dan dijalankan pula dengan baik oleh seluruh masyarakat," ucapnya. (end)

    , ,

    Update sebaran corona yang dirilis Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara per 31 Maret 2020
    (Grafis: kutaikartanegaranews.com)

    Data sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di 18 kecamatan Se-Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Selasa (31/03) siang, kembali mengalami perubahan.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar merilis, 11 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) turun menjadi 10 orang setelah 1 orang diantaranya dinyatakan selesai menjalani isolasi.

    Sementara untuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) di 6 kecamatan tidak mengalami perubahan,  Muara Jawa masih 2 orang, Sanga-Sanga 10 orang, Marangkayu 16 orang, Tenggarong Seberang 27 orang, Muara Kaman 7 orang, dan Kenohan 3 orang

    Namun 12 kecamatan angkanya kembali naik, Tenggarong ada 86 orang, Loa Kulu 12 orang, Loa Janan 24 orang, Sebulu 35 orang, Kota Bangun 11 orang, Muara Wis 7 orang, Muara Muntai 3 orang
    Kembang Janggut 6 orang dan Tabang 3  orang.

    Kemudian Samboja menjadi 15 orang, Muara Badak 39 orang, serta Anggana 12 orang. Total jumlah ODP Se-Kukar hingga hari ini sebanyak 318 orang.

    "Untuk Orang Dalam Pemantauan 288 masih menjalani proses isolasi, 30 orang telah selesai menjalani isolasi," ujar Kepala Dinkes Kukar dr Martina Yulianti.

    Ditambahkannya, dua pasien positif corona masih menjalani isolasi di RSUD AM Parikesit. namun terdapat perbedaan data dimana Dinkes Provinsi Kaltim menyebutkan hanya ada 1 satu pasien positif di Kukar.

    "Sebenarnya untuk Kukar itu positifnya satu, yang satunya itu domisilinya Kutim (Kutai Timur). Jadi kalau ada perbedaan data di provinsi dan Kukar itu karena yang positif kedua dimasukkan ke Kutim, walaupun yang bersangkutan masih dibawah pengawasan kita," kata Yuli. (end)

    ,

    Juru bicara Pemkab Kukar untuk penanganan kasus COVID-19 dr Martina Yulianti
    (Foto: Candra)

    Juru bicara (Jubir) Pemkab Kukar untuk penanganan kasus COVID-19 dr Martina Yulianti menyampaikan klarifikasi terkait kekhawatiran orang tua pelajar/mahasiswa yang diisolasi di sejumlah hotel di Tenggarong.


    Dikatakannya, sejak pertama kali datang mulai dari bandara hingga sampai di hotel, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pelajar/mahasiswa tersebut.

    "Tidak di gabung antara yang sehat dan yang sakit," ujar perempuan yang akrab disapa Yuli ini, Selasa (31/03) pagi.

    Ia mengajak agar melihat langkah antisipasi ini sebagai bagian niat baik Pemkab Kukar untuk menyelamatkan semua masyarakat Kukar dan dilakukan untuk memudahkan pemantauan, sebab para pelajar/mahasiswa itu berasal dari daerah terjangkit.

    "Risiko penyebaran jauh lebih besar bila digabungkan langsung dengan keluarga, karena mungkin saja mereka carier atau mungkin saja mereka dapat tertular dari masyarakat, karena belum tentu semua keluarga memiliki kemampuan pengawasan yang sama," kata Yuli.

    Dijelaskannya, pihak terkait telah mengkaji semua keputusan yang diambil dengan memperhitungkan manajemen risiko yang ada. Bahkan dalam melakukan pembagian kamar, teman sekamar berasal dari daerah dan status kesehatan yang sama, dengan pemantauan petugas kesehatan selama 24 jam.

    "Mohon kearifan kita bersama, dalam keadaan wabah seperti ini kadangkala hal-hal yang ideal menurut pemikiran kita pada saat normal tidak dapat di terapkan," ucap Yuli. (*)

    , ,

    Kendaraan water canon Polres Kukar ini akan dikerahkan untuk menyemprotkan disinfektan
    (dok. kutaikartanegaranews.com)

    Polres Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kota Tenggarong dan sekitarnya, Selasa (31/03) besok, pukul 08.00 Wita.

    Penyemprotan serentak oleh Polri ini dilaksanakan bersama unsur TNI dan pemerintah daerah guna memutus mata rantai penyebaran Corona Virus (COVID-19).

    Penyemprotan mengerahkan kendaraan  Armoured Water Cannon (AWC) dengan rute Jalan Ahmad Dahlan, Kenanga, KH Dewantara, Jembatan besi, Ahmad Yani dan Imam Bonjol.

    Unit kendaraan lainnya akan melakukan penyemprotan di Perum Mangkurawang, Sukarame, Panji, Melayu, Panjaitan, Kartini, Maduningrat, Danau Murung, Mangkuraja, serta Gunung Belah.

    Sedangkan penyemprotan secara manual atau perorangan dibagi dua lokasi, yaitu Pasar Tangga Arung dan Pasar Mangkurawang.

    Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasubag Humas Polres Kukar AKP Urip Widodo, menghimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan sementara aktivitasnya selama penyemprotan berlangsung.

    "Untuk pedagang atau toko-toko yang dilewati saat dilakukan penyemprotan, kami himbau agar menutup sementara dagangannya," ucapnya.

    Ditambahkan Urip, selain kendaraan water canon, mobil damkar juga akan diterjunkan melakukan penyemprotan. (end)

    ,

    Update terbaru sebaran COVID-19 yang dirilis Dinkes Kukar pada 30 Maret 2020
    (Grafis: kutaikartanegaranews.ccom)

    18 kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) telah masuk daftar status Orang Dalam Pemantauan (ODP), tambahan berasal dari Muara Wis sebanyak 5 orang.

    Dari data sebaran COVID-19 yang dirilis Dinas Kesehatan Kukar, Senin (30/03) pukul 12.00 Wita, ODP di dua kecamatan mengalami kenaikan, dimana Sebulu ada 32 orang dan Sanga-Sanga 10 orang.

    Tiga kecamatan mengalami penurunan, Tenggarong 82 orang, Tenggarong Seberang 27 orang dan Kembang Janggut 2 orang.

    12 kecamatan tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan, masing-masing Loa Kulu 10 orang, Loa Janan 18 orang, Anggana 9 orang, Muara Jawa 2 orang, Samboja 13 orang, Muara Badak 37 orang dan Marangkayu 16 orang.

    Kemudian Muara Kaman 7 orang, Kota Bangun 9 orang, Muara Muntai 2 orang, Kenohan 3 orang, serta Tabang 1 orang. Total jumlah ODP hingga hari ini sebanyak 285 orang atau terdapat tambahan 4 orang dari hari sebelumnya.

    Sementara untuk warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 1 orang di kecamatan Muara Kaman, jumlahnya naik menjadi 2 orang.

    Sedangkan di 5 kecamatan tidak mengalami perubahan, yakni 2 orang di Kota Bangun, Samboja 1 orang, Marangkayu 2 orang, Tenggarong 3 orang, serta Tenggarong Seberang 1 orang. Dengan demikian jumlah PDP sudah mencapai 11 orang.

    Untuk dua pasien terkonfirmasi positif COVID-19, hingga saat ini masih diisolasi di RSUD AM Parikesit. (end)

    Kondisi ODP di Muara Wis Membaik

    Camat Muara Wis Arianto saat dihubungi, mengatakan, ODP di wilayahnya memang mengalami gejala batuk namun dalam kondisi baik.

    "Tetapi tidak demam, tidak flu ataupun pilek dan tidak sesak nafas, menurut info teman-teman petugas medis itu gejala biasa, tapi utk kewaspadaan masih kita masukkan ke data ODP," terangnya.

    Menurut dr Tomy yang bertugas di puskesmas Muara Wis, ODP tersebut tetap dikontrol dan dalam pemantauan tenaga medis.

    "Kebetulan juga semua ODP membaik, keluhan berkurang, cuma masih dalam status ODP sampai masa isolasi 14 hari berakhir," jelasnya. (end)

    , ,

    Kepala Satpol PP Kukar (bertopi) siaga bersama anggotanya di posko kawasan turapan Timbau
    (Dok. Satpol PP Kukar)

    Menjadi bagian dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) memang tak mudah, rasa lelah, bahkan meninggalkan orang tercinta di rumah harus dilakoni.

    Inilah yang dirasakan Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar), semenjak COVID-19 menjadi pandemi, seluruh personelnya bersiaga penuh meski dalam kondisi terbatas.

    "Semuanya memang minim, termasuk logistik dan asupan gizi anggota dilapangan. Bahkan untuk mendirikan posko kami harus pinjam tenda Dinas Sosial," tutur Kepala Satpol PP Kukar Fida Hurasani, Minggu (29/03).

    Selama 24 jam anggotanya disiagakan, patroli keliling, sosialisasi, himbauan persuasif hingga sikap tegas harus dilakukan demi keselamatan warga dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

    "Kami melawan lelah untuk kemanusiaan demi Kutai Kartanegara yang kami sayangi dan kami cintai," ujarnya.

    Setiap hari pula anggota Satpol PP berkeliling menyemprotkan cairan disinfektan, baik di pemukiman warga, pasar dan fasilitas umum lainnya, meskipun dengan alat pelindung diri yang seadanya.

    Tak kenala lelah, anggota Satpol PP setiap hari berkeliling menyemprotkan cairan disinfektan 
    ((Dok. Satpol PP Kukar)

    "Saya pribadi sebagai pimpinan sangat bangga dan memberi hormat, mereka luar biasa," cetus Fida.

    Kekuatan fisik pun harus dijaga, pasalnya anggotanya juga harus bersiaga di dua posko yakni kawasan turapan Timbau dan asrama atlet Tenggarong Seberang tempat diisolasinya Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    "Personil kami menjadi ujung tombak dilapangan, semua harus kami jaga, psikologi, mental, fisik, kesehatan mereka, semua harus kita pastikan dalam kondisi stabil, meskipun semua serba minim," sambungnya.

    Seperti halnya petugas medis yang berada di garda terdepan, Satpol PP Kukar bersama BPBD, TNI-Polri menghadapi resiko rentan terpapar virus corona.

    "Bangga sekali mempunyai anggota yang tiada lelah terus menerus mengabdikan diri untuk masyarakat banyak, tanpa pamrih walau resiko tinggi menanti," timpal Sekretaris Satpol PP Kukar Yuliandris Suherdiman. (*/end)

    , ,

    Update sebaran COVID-19 di Kutai Kartanegara per 29 Maret 2020 pukul 12.00 Wita
    (Grafis: kutaikartanegaranews.com)

    Angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kutai Kartanegara (Kukar) naik 10 orang, ini menyusul update sebaran COVID-19 yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Minggu (29/03) siang.

    Dinkes Kukar merilis, tambahan PDP yaitu di kecamatan Marangkayu menjadi 2 orang, sedangkan lainnya tidak mengalami perubahan, yaitu kecamatan Kota Bangun 2 orang, Samboja 1 orang, Tenggarong 3 orang dan Tenggarong Seberang 1 orang.

    Enam kecamatan mengalami kenaikan angka Orang Dalam Pengawasan (ODP), di Tenggarong naik 83 orang, Loa Kulu 10 orang, Sanga-Sanga 9 orang, Muara Badak 37 orang, Tenggarong Seberang 28 orang, dan Kota Bangun 9 orang. Hanya 1 kecamatan mengalami penurunan yakni Marangkayu menjadi 16 orang.

    Sementara 10 kecamatan masih sama dengan hari sebelumnya, tercatat Sebulu masih 31 orang, Samboja 13 orang, Muara Jawa 2 orang, Anggana 9 orang, Loa Janan 18 orang, Muara Kaman 7 orang, Muara Muntai 2 orang, Kembang Janggut 3 orang, Kenohan 3 orang dan Tabang 1 orang.  

    Dengan demikian jumlah ODP hari ini sudah mencapai 281 orang, sehari sebelumnya 269 orang atau terdapat penambahan 12 ODP baru.

    Sedangkan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang diisolasi di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang hingga saat ini masih berjumlah 2 orang.

    Kepala Dinkes Kukar dr Martina Yuliantti mengatakan, rumah warga berstatus ODP yang tersebar di 17 kecamatan akan ditempel stiker serta dipantau petugas kesehatan, masyarakat pun diminta untuk membantu mengawasi dan menjaga agar tidak ada penularan baru.

    "Pemilik wilayah dalam hal ini Camat, Kepala Desa, Lurah, Muspika, unsur TNI-Polri, juga teman-teman di puskesmas sama-sama untuk melakukan pemantauan tersebut," sebutnya.

    Saat ini penangangan masih diupayakan dengan cara persuasif melalui koordinasi lintas sektoral, diharapkan para ODP taat dan mematuhi aturan self isolation atau isolasi di rumah.

    "Kita bisa mengambil langkah yang tegas, artinya tenaga kesehatan melakukan langkah persuasif dulu, jika tidak berhasil kita akan minta bantu teman-teman TNI-Polri," tegas Martina Yulianti. (end)

    , , ,

    Pelajar/mahasiswa asal Kukar yang belajar di luar Kalimantan akan diisolasi di Hotel Grand Elty
    (Dok. Dinkes Kukar)

    Kembali ke daerahnya, pelajar dan mahasiswa asal Kutai Kartanegara (Kukar) yang menempuh pendidikan diluar Kalimantan akan diisolasi di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong.

    "Sebagian besar mereka itu datang dari daerah terjangkit (COVID-19, Red). Kita memutuskan akan melakukan isolasi penuh selama 14 hari," terang Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti kepada wartawan melalui video meeting, Sabtu (28/03) malam ini.

    Selama menjalani isolasi, para pelajar dan mahasiswa ini akan mengikuti rangkaian kegiatan seperti senam dan diperiksa kesehatannya setiap hari.

    "Yang ditempatkan di Grand Elty adalah bukan orang yang sakit, jadi orang tanpa gejala, mereka diisolasi karena memang datang dari daerah terjangkit, kita melakukan antisipasi," jelasnya.

    Dinkes Kukar telah berkoordinasi dengan otoritas bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan dan bandara APT Pranoto Samarinda, serta kantor kesehatan pelabuhan di dua kota tersebut.

    "Untuk bandara SAMS kita tempatkan petugas Puskesmas dari Sungai Merdeka (Samboja) dan puskesmas Handil Baru yang akan melakukan screening kepada pelajar atau mahasiswa tersebut, jika tidak ada keluhan atau gejala, nanti akan ditempatkan di Grand Elty, jika ada gejala ditempatkan di asrama atlet," beber Yuli.

    Pemkab Kukar juga menyiapkan angkutan bagi pelajar/mahasiswa yang tiba di bandara SAMS maupun APT Pranoto untuk dibawa menuju ke Tenggarong. Bahkan sejak hotline di nomor 082251171009 disebar, telah ada sekitar 50 orang tua melaporkan kedatangan putra putrinya.

    "Untuk malam ini sudah ada beberapa mahasiswa yang masuk ke hotel Grand Elty, dan besok Insya Allah lebih banyak lagi. Kita menyiapkan sekitar 56 kamar yakni 13 kamar twin bed dan 43 kamar king size serta ekstra bed 21 buah," ucapnya.

    Pelajar dan mahasiswa Kukar yang baru tiba dari daerah terjangkit memang mendapat prioritas untuk diisolasi di hotel Grand Elty, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah daerah.

    "Mereka kan pergi belajar dan sekolah jauh ke kota-kota lain untuk Kukar juga, dan ketika sekarang mereka harus pulang, kita fasilitasi mereka, agar ketika kembali ke orang tuanya mereka betul-betul sehat dan tidak menjadi sumber penularan baru," tegasnya.

    "Dalam hal ini Bapak Bupati sangat pro aktif untuk melakukan langkah-langkah strategis terkait antisipasi agar dapat melindungi segenap rakyat Kutai Kartanegara," sambung Yuli lagi. (end)


Top