,

    Salah satu anak-anak yang mengikuti sunatan massal di Makodim Tenggarong asik bermain game
    (Foto: Endi)

    Jerit tangis terdengar dari aula Markas Kodim (Makodim) 0906/Tenggarong, beberapa orang tua terlihat berusaha membujuk dan menenangkan anak-anaknya yang meronta. 

    Kejadian ini mewarnai sunatan massal yang digelar Kodim 0906/Tenggarong memperingati HUT Kodam VI/Mulawarman ke-61, Senin (15/07/2019). 

    Meski demikian, saat proses khitan dimulai, sebagian diantaranya justru menghilangkan rasa takut dan asik bermain game online  di meja operasi.

    'Khitanan massal ini awalnya kita alokasikan 250 orang, tapi ternyata membludak 500 orang. Makanya tenaga medis yang kita siapkan 20 orang," terang Dandim 0906/Tenggarong Letkol Czi Bayu Kurniawan. 

    Dandim pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan bakti sosial tersebut. "Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, dan ormas - ormas yang telah banyak membantu," ujarnya. 

    Ia juga mengapresiasi dukungan dari RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. "Saya berterima kasih sekali karena sudah banyak membantu. Harapannya semoga kegiatan ini bermanfaat," kata Dandim. 

    Selain sunatan massal, juga dilaksanakan bakti sosial berupa potong rambut gratis bekerjasama dengan komunitas barber Tenggarong. "Jadi sambil menunggu anak-anaknya di sunat, bapak-bapaknya bisa memanfaatkan cukur rambut gratis, jadi tidak ada waktu yang terbuang," ucapnya. 

    Bakti sosial lainnya yakni donor darah yang diikuti berbagai elemen masyarakat. "Donor darah ini sudah dari kemarin, kita laksanakan di kantor Kodim," demikian jelas Dandim. (end) 

    , ,

    Anggota Satpol PP Kukar diterjunkan mengamankan hari pertama masuk sekolah di Tenggarong
    (Foto: Satpol PP Kukar)

    Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar) menerjunkan anggotanya untuk melakukan pengamanan di sejumlah sekolah di kota Tenggarong, Senin (15/07/2019). 

    “Saya memerintahkan langsung kepada Praja Kukar untuk PAM hari pertama anak-anak masuk sekolah di tahun ajaran baru 2019,” terang Kasat Pol PP Kukar, Fida Hurasani kepada media ini. 

    Fida mengatakan, walaupun ada kekurangan, kehadiran personilnya diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah, terutama di hari pertama belajar mengajar. 

    “Satpol PP hadir sebagai penyeimbang, bukti kehadiran negara dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.



    Disebutkannya lagi, PAM tersebut melibatkan sejumlah personil dan berlangsung selama 3 hari kedepan 

    “Hari ini kita terjunkan sebanyak 5 orang, kemungkinan hari Selasa dan Rabu 7 orang di setiap sekolah,” ujar Fida. 

    PAM ini sendiri langsung dipantau dan di evaluasi oleh Kasat Pol PP. Ia menyebutkan, pengamanan berlaku situasional. 

    “Hasil evaluasi saya hari ini, ada beberapa sekolah yang situasinya berjalan normal-normal saja. Makanya ada penciutan lokasi pengamanan.” ucapnya. 

    Sejumlah sekolah yang mendapat pengamanan diantaranya, SDN 002 Jalan KH Dewantara, SDN 028 Jalan Gunung Kombeng, SDN 007 Timbau, MAN 2 Jalan Jelawat, dan beberapa Taman Kanak-kanak. (end)

    ,

    Jamaah calon haji Kukar musim haji 2019 saat mengikuti bimbingan manasik haji massal di Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Keberangkatan perdana jamaah calon haji (calhaj) Kutai Kartanegara (Kukar) pada musim haji 1440 H/2019 M, tinggal hitungan hari.

    Sebelum diberangkatkan, para calhaj diminta untuk mengumpulkan koper atau tas masing-masing di kantor Kemenag Kukar pada tanggal 18 - 19 Juli 2019.

    "Koper atau tas calhaj dapat dikumpulkan di kantor Kemenag Kukar, Jalan Muso Bin Salim, Tenggarong," ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kukar H Saifullah. 

    Gelombang pertama tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 3. Kloter ini akan berkumpul di masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, pada Jumat (19/07/2019) malam

    "Kemudian diberangkatkan menggunakan bus menuju embarkasi haji di Balikpapan," terangnya lagi. 

    Selanjutnya seluruh rombongan calhaj kloter 3 masuk asrama haji pada Sabtu (20/07) pukul 08.00 Wita, dan bertolak ke Jeddah malam harinya.

    "Kloter 3 sebanyak 450 jamaah diterbangkan pukul 20.30 Wita, dijadwalkan tiba di Jeddah pada tanggal 21 Juli pukul 03.30 waktu setempat," kata Saifullah.

    Pemberangkatan calhaj Kukar selanjutnya yakni kloter 4 sebanyak 23 jemaah, dijadwalkan masuk asrama haji pada Minggu (21/07) pukul 08.00 Wita, dan diterbangkan Senin (22/07) pukul 07.30 Wita.

    "Untuk kloter 6 Kukar memberangkatkan 128 jamaah, masuk asrama haji Selasa (23/07) pukul 17.00 Wita. Jadwal terbang Rabu (24/07) pukul 17.40 Wita," jelasnya.

    Berdasarkan jadwal pemberangkatan, calhaj kloter 4 Kukar diterbangkan bersama jamaah asal Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, Bontang dan PPU. Sedangkan kloter 6 bersama jamaah dari Samarinda dan Berau.

    Untuk diketahui, Kukar tahun ini mendapat tambahan kuota dan memberangkatkan 601 orang jamaah ditambah Tim Petugas Haji Daerah (TPHD). Dibanding tahun lalu, kuota haji Kukar hanya 535 orang. (end)

    ,

    Kostum bertemakan Buah Lai ditampilkan salah satu talent TKC dalam gelaran Fsetival Kota Raja VIII
    (Foto: Endi)

    Sejumlah talent Tenggarong Kutai Carnival (TKC) tampil menyemarakkan gelaran Festival Kota Raja (FKR) VIII, Sabtu (13/07/2019) siang.

    Start dari panggung FKR di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, para talent kemudian melintasi Jalan Stadion, Jalan Teratai, Jalan KH Dewantara, dan finish di depan kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martaddipura.

    "Tahin ini ada tiga tema kearifan lokal baru yakni Mandau, Buai Lai, dan Tanduk Payau (Rusa) yang ditampilkan kurang lebih 24 talent," terang Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni.

    Para talent sebelumnya melakukan riset yang kemudian dirancang menjadi sebuah kostum. "Jadi ini salah satu cara kita menginventarisasi budaya. Hingga kini ada sekitar 15 sampai 18 tematic yang telah di riset untuk kostum " ujar Sri.

    Di gelaran FKR VIII TKC juga menampilkan kostum bertemakan Mandau dan Tanduk Payau
    (Foto: Endi) 

    Ia berharap, kedepan TKC bisa menjadi bagian dari seni pertunjukan dan tidak hanya sebagai hiburan tapi juga masuk dalam dunia showbizz.

    "Kita berharap ada usaha-usaha showbizz bisa bekerja sama dengan manajemen TKC dan pernak pernik kostum karnaval juga bisa menjadi sumber ekonomi," kata Sri.

    Mewakili Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono, berharap, tema yang diusung dapat menambah kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal, serta menjadi motivasi dan inspirasi kepada semua pihak.

    "Dengan menjaga dan melestarikan kearifan lokal, bisa menjadikan salah satu wujud bagaimana kita bisa berkreasi serta menjadi nilai tambah," ucapnya. (end)

    , ,

    Akun facebook Gusti Ratu Novita Sari yang mengaku cucu Sultan Kutai ke-XXI kini tiba-tiba menghilang
    (Foto: Facebook)

    Sempat menjadi perbincangan netizen, akun facebook Gusti Ratu Novita Sari (Aji Puti Mangkurat Novita) yang mengaku sebagai cucu Sultan Kutai ke-XX HAM Salehoeddin II, tiba-tiba menghilang.

    Sebelumnya, akun tersebut mengaku sebagai putri di kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Ia juga memposting tulisan sebagai calon Walikota Samarinda periode 2020 - 2025.

    Terdapat pula postingan foto mendiang Sultan HAM Salehoeddin dan istri Hj Adji Ratu Putro Indera Ningrat pada tanggal 10 Juni dengan caption "Alm kakek dan nenek saya".

    Salah satu cucu Sultan Kutai HAM Salehoeddin II yakni Raden Dedi melalui akun facebooknya Dedy Van Besar segera merespon pengakuan akun Gusti Ratu Novita Sari yang kini tak bisa lagi ditelusuri.

    "Mohon maaf TS kiranya bisa segera klarifikasi, saya cucu alm Sultan, dan saya tidak mengenal dan merasa tidak memliki keluarga seperti TS," tulis Dedi mengomentari akun dimaksud.

    Selain itu ia juga mengingatkan agar akun Gusti Ratu Novita Sari tidak membawa nama kesultanan Kutai dalam pertarungan pemilihan Walikota.

    "Bila ingin maju sebagai Walikota, mohon kiranya bijak dalam menggunakan keluarga seseorang," sambungnya.

    Dedi pun meminta akun ini agar segera menyampaikan klarifikasi, sebab pihaknya tak segan-segan mengambil sikap tegas jika tak ada itikad baik dari yang bersangkutan.

    "Bila tidak segera diklarifikasi, kami akan ambil tindakan hukum," tegas Dedi. (end)

    , ,

    Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi didampingi Kanit Reskrim IPDA Hadi Winarno
    (Foto: Endi)

    Polisi tengah menyelidiki dugaan pencurian di ruang kantor SD Negeri 009, Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

    Peristiwa yang sudah dilaporkan ke Polsek Tenggarong ini awalnya diketahui oleh salah satu staf sekolah pada Kamis (11/07/2019) sekitar pukul 08.30 Wita.

    Diduga pelakunya beraksi pada malam hari, namun barang-barang seperti laptop, perangkat komputer termasuk printer tidak menjadi sasaran pencurian.

    "Barang-barang berhamburan termasuk map dan buku-buku. Setelah dicek beberapa jam, yang hilang hanya dua kalender," terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong IPTU Triyadi didampingi Kanit Reskrim IPDA Hadi Winarno.

    Berdasarkan keterangan pihak sekolah, beberapa tanggal didalam kalender tersebut ditandai sebagai pengingat sejumlah agenda seperti rapat, pertemuan, dan lain-lain.

    "Yang kami khawatirkan, dengan kalender yang telah diambil pencuri itu, dia juga mengerti kapan sekolahan itu kosong dan dipakai," ucapnya.

    Dari penyelidikan sementara, pelaku masuk kedalam ruangan dengan cara mencongkel teralis jendela. Menurut Triyadi, pola ini hampir sama dengan kejadian di beberapa SD.

    "Caranya hampir sama, kemungkinan pelakunya juga sama, karena beraksi di sekolah-sekolah," sambungnya.

    Triyadi pun menghimbau kepada pihak sekolah untuk segera melapor ke Polsek apabila ada hal-hal yang mencurigakan.

    "Pengelola sekolah kami himbau untuk segera melaporkan apabila ada kejadian-kejadian seperti ini, sehingga kami bisa segera mengidentifikasi dan mengarahkan patroli di jam-jam rawan," imbuhnya. (end)

    , ,

    Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa menunjukkan barang bukti penganiayaan bocah 4 tahun
    (Foto: Endi)

    Baru-baru ini terungkap kasus tindak penganiayaan terhadap AN, bocah perempuan berusia 4 tahun 8 bulan, parahnya perbuatan dilakukan oleh orang tuanya sendiri. 

    NA (25) adalah ayah kandung korban, sedangkan HA (27) ibu tirinya. Keduanya diamankan Tim Alligator bersama Unit PPA Sat Reskrim Polres Kukar, Senin (08/07/2019) lalu, pukul 01.00 Wita.

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa, Kamis (11/08/2019), menyebutkan, tindakan kekerasan dilakukan lantaran kedua pelaku merasa jengkel terhadap tingkah laku korban. 

    “Kedua pelaku juga ada permasalahan keluarga sehingga melampiaskan kepada anaknya. Dan perbuatan ini dilakukan berulang-ulang,” ujar Damus didampingi Kanit PPA AIPTU Irma Ikawati. 

    Tindakan kekerasan kerap dilakukan apabila korban tidak menurut saat dinasehati ataupun menolak saat diperintahkan melakukan sesuatu. “Perbuatan dilakukan sejak awal tahun 2019 hingga kini atau kurang lebih selama 6 bulan,” bebernya. 

    Petugas pun mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menganiaya korban berupa sapu ijuk yang digunakan oleh ayahnya. “Sedangkan centong nasi digunakan oleh ibunya. Lalu karung digunakan untuk menakut-nakuti korban kalau berbuat salah lagi akan dikarungi dan dibuang ke sungai,” sebut Damus. 

    Saat kasus ini terungkap, AN langsung mendapat perawatan di RSUD AM Parikesit. Tenggarong Seberang. “Kita ketahui di tubuh korban  didapati dan ditemukan secara kasat mata ada tanda-tanda kekerasan,” ungkap Damus lagi. 

    Kasus ini masih didalami, mengingat sebelum terungkap, nenek korban dilarang bertemu saat mencari cucunya itu di rumah pelaku di kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. Diduga ini dilakukan untuk menutupi perbuatan keduanya. 

    “Pelaku kita kenakan Undang-undang kekerasan dalam rumah tangga, yaitu Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, dan Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, ancaman hukumannya 5 tahun,” tegas Damus. (end) 

    ,

    Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar meninjau pasukan upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-73
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar upacara peringatan HUT Bhayangkara ke 73, di halaman depan Mapolsek Loa Janan, Rabu (10/07/2019) pagi.

    Bertindak selakuk Inspektur Upacara Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, Perwira Upacara Kabag Ops Kompol Andin Wisnu Sudibyo, serta Komandan Upacara AKP I Made Suryadinata.

    Dalam upacara ini Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar membacakan amanat tertulis Presiden RI Joko Widodo, diantaranya Presiden menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan dan perjuangan personil Polri memelihara Kamtibmas, penegakan hukum serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kemudian Presiden juga mengapresiasi Polri dan TNI yang telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis.

    Selanjutnya dalam upacara itu, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar juga menyematkan Bintang Nararya Bhayangkara dari Presiden RI.

    Bintang Nararya Bhayangkara tersebut dianugerahkan kepada beberapa personil Polres Kukar dan secara simbolis disematkan kepada perwakilan penerima Bintang Jasa IPTU I Ketut Kartika (Wakapolsek Tenggarong).

    Pada peringatan HUT Bhayangkara ke 73 ini, turut ditampilkan peragaan dari Polisi Cilik Mahakam Polres Kukar dan Tarian Maumere Polwan Polres Kukarm dilanjutkan dengan acara syukuran.

    Dalam kesempatan itu, Kapolres Kukar beserta jajarannya melepas anggota yang telah memasuki masa purna bhakti dengan upacara tradisi Farrewel diiringi syair tabur bunga.

    Selain personil Polres Kukar, upacara diikuti personil TNI, Satpol PP, Dishub, Satpam, Pramuka dan anggota beladiri pencak silat,

    Hadir pula Bupati Kukar Edi Damansyah, pejabat Forkopimda, Ketua MUI Kukar, Purnawirawan dan Warakawuri Polri, jajaran pengurus Bhayangkara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda. (end)


Top