, ,

    Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting saat menyampaikan sambutan di Pendopo Odah Etam
    (Foto: Endi)

    Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 tinggal menghitung hari. Pesta demokrasi yang dilaksanakan ditengah pandemi COVID-19 ini diikuti oleh 270 kabupaten/kota termasuk Kutai Kartanegara (Kukar).

    Seluruh kekuatan yang dilibatkan Polri dalam setiap tahapan Pilkada serta hari H disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kebutuhan dari masing-masing wilayah.

    "Kekuatan yang kita turunkan khususnya Polres Kutai Kartanegara 611 personel," terang Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting, di Pendopo Bupati Odah Etam, Tenggarong, Rabu (02/12/2020).

    Ia mengatakan, kekuatan yang diterjunkan Polres Kukar juga akan dibackup oleh personel dari Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim).

    "120 personel BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Polda, dan 2 pleton sebanyak 100 personel BKO dari Brimob (Brigade Mobil)," bebernya.

    Selain personel Polri, pengamanan jalannya gelaran puncak Pilkada di Kukar juga melibatkan instansi terkait.

    "Pengamanan juga didukung oleh instansi lain termasuk TNI sebanyak 270 personel, Satpol PP 100 personel dan Sarlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) sebanyak 6.318 orang," rinci Kapolres.

    Seluruh personel pengamanan Pilkada ini akan dikerahkan ke TPS di 18 kecamatan Se-Kukar.

    "Khusus kecamatan Marangkayu dan Muara Badak itu kita di backup oleh Polres Bontang. Dalam hal ini Pokdarkamtibmas (Kelompok Sadar Kemanan dan Ketertiban Masyarakat) juga membackup ke sana," jelasnya.

    Sebagaimana diketahui, Pilkada serentak tahun ini di Kukar hanya diikuti oleh 1 pasangan calon (Paslon) yakni petahana Edi Damansyah - Rendi Solihin melawan kolom kosong. (end)

    , , , ,

    Polres Kukar gelar deklarasi damai jelamg Pilkada bersama para tokoh dan elemen masyarakat
    (Foto: Endi)

    Deklarasi mengusung tema "Tekad Damai Masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) Untuk NKRI" diikuti sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan organisasi kemasyarakatan, di Pendopo Bupati Odah Etam, Tenggarong, Selasa (02/12/2020).

    Selain itu juga dilakukan penandatanganan deklarasi yang berisi 4 pernyataan sikap. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Adji Muhammad Arifin juga turut membubuhkan tanda tangannya.

    "Kukar yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan berbagai elemen lainnya sepakat untuk menjaga situasi kamtibmas khususnya dalam menghadapi Pilkada serentak 2020," terang Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting kepada awak media.

    Kepada seluruh masyarakat di Kukar, Kapolres berpesan untuk turut serta berpartisipasi menyukseskan pesta demokrasi yang akan berlangsung dalam hitungan hari pada 9 Desember mendatang.

    "Selama Pilkada, kami sampaikan kepada seluruh masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku termasuk protokol kesehatan, apabila ada yang melanggar kami bersama elemen masyarakat lainnya akan bertindak tegas," ujarnya.

    Dalam menjaga kondusifitas, Polres Kukar juga bermitra dengan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakar (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Resor Kukar yang baru-baru ini dilantik dan dikukuhkan.

    "Ini masa krusial jelang Pilkada dan kami siap melaporkan hal-hal yang menyangkut keamanan dan ketertiban kepada kepolisian," kata Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Kukar, Rahmadi.

    Sementara itu Plt Bupati Kukar Chairil Anwar mengapreasiasi kegiatan deklarasi damai yang diinisiasi oleh Polres Kukar. Diharapkannya Kaltim dan Kukar khususnya tetap kondusif.

    "Saya sudah sampaikan bahwasannnya Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara khususnya adalah satu-satunya daerah yang tidak ada gejolak berkaitan dengan konflik horizontal, walaupun ada hanya orang perorangan, kalau Kukar itu sangat kondusif," ucapnya.

    Berkaitan dengan Pilkada, Chairil menghimbau seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat.

    "Jangan takut di masa pandemi COVID-19 karena teman-teman KPPS dibekali dengan pakaian APD. Dan ada kebijakan dari KPU jika surat panggilan itu ada durasi jamnya atau ada pembagiannya," imbuhnya. (end)

    , ,

    Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting menunjukkan barang bukti kasus pencurian
    (Foto: Endi)

    Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar berhasil membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan berinisial MD (33).

    Awalnya pada Minggu (30/11/2020) di kawasan kelurahan Loa Tebu, kecamatan Tenggarong, pelaku mendatangi korbannya dan mengaku sebagai anggota kepolisian bagian narkoba.

    Pelaku kemudian menanyakan apakah korban memakai narkoba dan menakut-nakuti untuk di tes urin, lalu merampas tas korban dengan alasan akan digeledah.

    "Korban dibawa dengan mobil, lalu barang-barangnya diambil dan tersangka kemudian kabur meninggalkan korban dengan alasan ingin mengambil tes pack narkoba," terang Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting, Senin (01/12/2020).

    Tim Alligator yang menerima laporan kejadian ini kemudian bergerak dan meringkus MD di kota Samarinda beberapa jam setelah pelaku melakukan aksinya.

    "Sejak diterimanya laporan, tidak sampai 12 jam pelaku dapat diamankan. Pelaku ini merupakan residivis dalam kasus yang sama," ujarnya.

    Dari pelaku diamankan barang bukti 13 belas handphone berbagai merk,  uang tunai sejumlah Rp 5,6 juta, SIM dan KTP milik korban, 4 buah kartu ATM, serta 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna putih yang digunakan untuk melancarkan aksinya, termasuk bong dan pipet untuk mengkonsumsi sabu.

    "Korbannya 1 orang, tetapi setelah kita kembangkan dari barang bukti yang ditemukan, pelaku sudah beraksi di beberapa TKP. Untuk barang bukti narkoba itu milik pelaku, kalau dia dapat hasil banyak digunakan untuk membeli sabu," kata Kapolres. 

    MD yang telah ditetapkan sebagai tersangka diancam Pasal 365 KUHP SUBS Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

    Selain MD, Kapolres juga mengungkap kasus pencurian di warung sembako yang melibatkan pelaku dibawah umur yakni FA (15) dan AA (25), sementara KA (48) merupakan pelaku pencurian dengan penipuan. (end)

    ,

    Atlet panahan Kukar Rohani Sephia Ananda Hatta tempati peringkat dua Seleknas Sea Games
    (Foto: Endi)

    Dua atlet panahan Kalimantan Timur (Kaltim) lolos Seleksi Nasional (Seleknas) Sea Games ke-31, satu diantaranya adalah Rohani Sephia Ananda Hatta dari Kutai Kartanegara (Kukar).

    Dari empat besar nasional, Sephia berada di peringkat dua setelah mengikuti seleksi nasional (Seleknas) Sea Games yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat (PP) Perpani secara virtual pada 20-21 Oktober 2020.

    "Kalau yang peringkat satu Indri Purwati dari Berau. Jadi yang lolos Seleknas itu 2 orang dari Kalimantan Timur," beber Sephia usai mengikuti Kejurkab Panahan Kukar, Senin (30/11/2020) kemarin.

    Meski pandemi, gadis berusia 21 tahun yang lolos Seleknas di nomor Compound putri ini melakukan persiapan dengan rutin berlatih di lapangan panahan Stadion Rondong Demang Tenggarong.

    "Senang banget bisa lolos, padahal saya sendiri baru 7 tahunan di panahan" kata lulusan SMA YPK Tenggarong tahun 2018 ini.

    Sephia pernah mencatatkan prestasi di tahun 2018, ia meraih 1 medali perak dan 1 medali perunggu diajang Porprov Ke-VI Kutai Timur, kemudian meraih 4 medali emas pada Kejurnas Panahan U-20 di Lembang tahun 2019. 

    Wakil Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kukar Misra Budiarto berharap Sephia mampu mengukir prestasi diajang pesta olahraga Se-Asia Tenggara yang akan di gelar di Hanoi, Vietnam 2021 mendatang.

    "Mudah-mudahan Sephia bisa mengharumkan nama Kutai Kartanegara, nama Kalimantan Timur, bahkan nama Indonesia," ujarnya.

    Sementara itu Ketua KONI Kukar Rahman memberikan dukungan penuh dan meminta pengurus Perpani Kukar menyampaikan laporan sebelum Sephia bertolak ke vietnam.

    "Insya Allah ketika nanti Sephia akan berangkat ke Sea Games, kita akan memberikan bantuan uang saku tambahan supaya bisa membantu ketika mengikuti Pelatnas (Pemusatan latihan) sampai tampil di Sea Games," ucapnya.

    Senada dengan Wakil Ketua Perpani Kukar, Rahman berharap Sephia dapat mengharumkan nama Kukar dan memintanya untuk terus semangat dalam berlatih.

    "Saya juga berharap agar nantinya ada Sephia yang lain dari Kutai Kartanegara, harus ada penerusnya," cetusnya. (end)

    , ,

    Peserta usia anak-anak dari berbagai klub mengikuti Kejurkab Panahan Kukar 2020 di Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panahan Kutai Kartanegara (Kukar) 2020 resmi dibuka di lapangan panahan, stadion Rondong Demang, Tenggarong, Senin (30/11) pagi tadi.

    Kejurkab yang berlangsung selama 1 hari ini diikuti 96 peserta, terdiri dari 51 orang atlet putra dan 45 orang atlet putri, sebagian diantaranya berusia dini.

    Wakil Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kukar Misra Budiarto mengatakan, peserta tidak hanya dari klub-klub panahan di kecamatan Tenggarong, namun juga dari kecamatan Muara Kaman dan Muara Badak.

    "Tujuan dari Kejurkab ini untuk memilih atlet-atlet yang handal, sehingga nanti bisa mewakili ke tingkat provinsi, nasional bahkan intenasional dan salah satu atlet kita atas nama Sephia pada 2021 akan mengikuti Sea Games di Vietnam," terangnya.

    Melalui Kejurkab ini Perpani Kukar berharap dapat menghasilkan bibit atlet berprestasi, terlebih KONI Kukar berkeinginan agar tidak ada lagi mutasi atlet yang berasal dari luar, terutama menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2022 di Berau.

    Jajaran pengurus Perpani dan KONI Kukar mengikuti prosesi pembukaan Kejurkab Panahan Kukar
    (Foto: Endi)

    "Kita tidak muluk-muluk, mudah-mudahan sama seperti Porprov yang lalu kita selalu juara umum," harap Misra.

    Ketua KONI Kukar Rahman mengatakan, Kejurkab panahan merupakan tonggak awal untuk menarik minat anak-anak usia dini. Ia juga menginginkan agar dari 52 cabang olahraga (cabor) dapat dikembangkan di 18 kecamatan se-Kukar.

    "Saya ingin pengembangan cabor tidak hanya fokus di Tenggarong saja, karena ada potensi besar di kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara, di Tabang ada pemain volly dan dayung, ini kesempatan kita untuk menginventarisir atlet yang ada di 18 kecamatan," ujarnya.

    Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Rakhmadan berharap agar olahraga panahan lebih interaktif dengan kemasan yang dapat menyedot perhatian publlik khususnya generasi pelajar.

    "Harapan kita kejuaraan ini dapat memperkuat eksistensi olahraga panahan di Kutai Kartanegara dan juga menumbuhkan atlet-atlet muda berprestasi. Saya berharap ini momentum untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat khususnya anak-anak dan pelajar untuk mencintai olahraga panahan," cetusnya. (end)

    ,

    Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara Awang Febrian
    (Foto: Endi)

    Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar telah memberikan bantuan untuk perpustakaan desa.

    Setidaknya ada 60 desa mendapat bantuan untuk pengelolaan perpustakaan, tujuannya tak lain untuk merangsang dan meningkatkan minat baca masyarakat setempat.

    Saat ini beberapa kantor desa masih aktif mengelola perpustakaan sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Awang Febrian, Kamis (26/11/2020) lalu.

    "Di desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, buku-buku bantuan tersebut masih diletakkan di tempat yang memang difungsikan sebagai perpustakaan desa, bahkan mau ditambah lemari buku," ujarnya.

    Namun di kecamatan yang sama yakni di desa Tanah Datar, perpustakaan yang ada tak lagi aktif, padahal kata Awang perpustakaan tersebut dibangun oleh salah satu perusahaan.

    "Seiring waktu kita tidak tahu sejauh mana kemampuan untuk mempertahankan perpustakaan desa disana. Pemerintah sudah membantu buku-buku, rak dan meja. Harapan kita pemerintah desa juga mempertahankannya melalui dana ADD atau bisa minta bantuan CSR perusahaan," ucapnya.

    Dikatakan Awang, persoalan komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik antara pengelola perpustakaan dengan Kepala Desa juga menjadi salah satu faktor tidak aktifnya perpustakaan desa.

    "Seperti perpustakaan desa Sungai Meriam di kecamatan Anggana, pengelolanya sudah tidak ada lagi dan kepada Kepala Desa tidak disampaikan jika ada bantuan buku-buku, saya arahkan supaya dimanfaatkan lagi," bebernya.

    Kasus serupa juga terjadi saat ia melakukan monitoring ke salah satu desa di kecamatan Sebulu, bantuan buku-buku untuk perpustakaan justru hanya disimpan di dalam gudang.

    "Saya sudah mengingatkan agar bantuan yang diberikan untuk perpustakaan itu benar-benar difungsikan dan dimanfaatkan," kata Awang.

    Ditegaskannya, perpustakaan merupakan sarana pendidikan non formal untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) asalkan desa tersebut serius mengelolanya.

    "Di desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, kalau hari Sabtu-Minggu pengelola perpustakaan malah berkeliling membawa buku-buku supaya anak-anak bisa membaca," ungkapnya.

    Terkait temuan diatas, Awang menekankan perlunya digalakkan sosialisasi pembinaan pengelolaan perpustakaan di desa-desa.

    "Aparat pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan perpustakaan wajib memberikan instruksi dan mengingatkan terus menerus kepada pengelola perpustakaan desa," tandasnya. (end)

    , ,

    Lurah Loa Ipuh Darat AR Ambo Dalle (kiri) saat meninjau penangkaran rusa milik PT MHU
    (Foto: Istimewa)

    PT Multi Harapan Utama (MHU) memiliki penangkaran rusa yang berlokasi di Bukit Raya, KM 19, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

    Jumlah rusa didalam penangkaran ini sebanyak 9 ekor dengan luas kandang utama 2.500 meter persegi dan kandang karantina 32 meter persegi.

    Rencananya penangkaran rusa tersebut akan diserahkan untuk dikelola masyarakat seiring berakhirnya ijin operasi PT MHU pada tahun 2021-2022. Badan Ekonomi Kelurahan (BUEKEL) Loa Ipuh Darat pun telah menjalin komunikasi terkait hal itu.

    "Informasi dari Direktur BUEKEL Loa Ipuh Darat bahwa surat permohonannya sudah masuk dan tinggal menunggu. Jadi rencananya ini kita akan jadikan tempat wisata seperti di daerah lain," ujar Lurah Loa Ipuh Darat AR Ambo Dalle, Sabtu (28/11/2020).

    Taman Arboretum Busang merupakan kawasan reklamasi dan pasca tambang PT MHU
    (Foto: Istimewa)

    1 KM dari penangkaran rusa terdapat taman Arboretum Busang yang merupakan kawasan reklamasi dan pasca tambang PT MHU. Didalamnya terdapat biodiversitas tanaman bawah, biodiversitas avifauna dan biodiversitas herpetofauna (amfibi dan reftil). Taman ini juga diusulkan untuk diserahkan ke masyarakat.

    "Supaya ada hutan pendidikan di Kutai Kartanegara, tinggal nanti kita menambah infrastruktur, misal memperlebar jalan masuk atau membuat jalur sepeda. Hutan ini luar biasa kalau pelajar atau mahasiswa mau belajar tentang kehutanan," bebernya.

    Dikatakan Ambo, dengan berbagai potensi yang dimiliki Kelurahan Loa Ipuh Darat, ia menaruh harapan besar kepada Pemkab Kukar.

    "Kita berharap kepada pemerintah daerah baik di kabupaten maupun provinsi untuk membantu dalam hal infra struktur. Karena banyak potensi dari kelurahan Loa Ipuh Darat yang dulunya mungkin masih dianggap pinggiran," tandasnya. (end)

    , ,

    Lurah Loa Ipuh Darat AR Ambo Dalle saat berada di destinasi wisata Bukit Durian
    (Foto: Istimewa)


    Setelah taman wisata Kembang Jaong, Kelurahan Loa Ipuh Darat dalam waktu dekat akan memiliki destinasi wisata baru Bukit Durian.

    Seperti diungkapkan Lurah Loa Ipuh Darat AR Ambo Dalle, obyek wisata ini berdiri diatas lahan milik salah satu warga yang berlokasi di KM 20, RT 5, Jalan Poros Tenggarong - Kota Bangun.

    "Luas lahannya 40 hektar, ada sekitar 250 pohon durian dan sisanya tanaman lain termasuk pohon karet. Jadi karena dominan durian makan dikasih nama Bukit Durian," ujarnya kepada media ini, Sabtu (28/11/2020).

    Saat ini Bukit Durian masih dalam tahap penyelesaian, pengelolanya juga membangun beberapa kolam pemancingan serta gazebo untuk pengunjung.

    "Saya sarankan juga kepada pemiliknya untuk membuat gazebo yang lebih besar, sehingga nanti bisa digunakan untuk kegiatan ibu-ibu PKK seperti acara menjahit atau merajut dan itu bisa disewakan," katanya lagi.

    Pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi masyarakat Kelurahan Loa Ipuh Darat yang antusias membantu pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata. 

    "Kami juga memberikan masukan kepada pemiliknya untuk memberdayakan masyarakat sekitar seperti pemanfaatan tenaga kerja dan bagaimana ekonomi masyarakat bisa dikembangkan," beber Ambo.

    Ditambahkannya, Kelurahan Loa Ipuh Darat merupakan salah satu penyangga IKN (Ibu Kota Negara) dan juga berdiri Sekolah Polisi Negara (SPN), hal inilah yang melatar belakangi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata.

    "Saya sudah sampaikan agar destinasi wisata Bukit Durian ini segera dibuka walaupun belum bisa full. Mungkin nanti selesai pelaksanaan Pilkada atau paling lambat awal tahun depan," demikian jelas Ambo. (end)


Top