, ,

    Ketua KPU Kukar Erlyando Saputra mengumumkan hasil tes kesehatan Bapaslon Pilkada 2020
    (Foto: Candra)

    Bakal pasangan calon (Bapaslon) Edi Damansyah - Rendi Solihin telah menjalani rangkaian tes kesehatan  di RSUD AM Parikesit. Hasilnya diumumkan oleh KPU Kukar usai pleno, Rabu (16/09/2020) sore.

    Baca JugaBapaslon Edi Damansyah - Rendi Solihin Jalani Rangkaian Pemeriksaan Kesehatan

    Ketua KPU Kukar Erlyando Saputra dalam keterangan persnya mengatakan, pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat untuk maju dalam Pilkada melibatkan beberapa institusi.

    "Ada 3 institusi atau kelembagaan yang melakukan proses tersebut, yaitu IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim dan HIMPSI (Himpunan Phisikologi Indonesia)," katanya.

    Berdasarkan rapat pleno, hasil tes kesehatan Bapaslon Edi Damansyah - Rendi Solihin dinyatakan telah memenuhi syarat oleh tim kesehatan dan berita acara terkait hal itu telah diserahkan ke KPU Kukar.

    "Hasil pleno dari tim pemeriksa terkait dengan salah satu tahapan dalam pencalonan Pilkada yaitu tes kesehatan yang melingkupi, jasmani, rohani dan kejiwaan," beber Erlyando.

    Setelah lolos tes kesehatan, Bapaslon Edi Damansyah - Rendi Solihin akan mengikuti tahapan berikutnya.

    "Dari hasil ini selanjutnya masuk ke tahapan yang sebenarnya sedang berjalan terkait proses administrasi syarat calon," sambungnya.

    Sementara itu perwakilan IDI Kukar dr Rajdiman menyebutkan, rangkaian pemeriksaan mengacu pada juknis (petunjuk teknis).

    "Itu sudah kita serahkan ke KPU dan juga pasangan calon, kira-kira ada 8 jam pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan mental," ungkapnya. (end)

    , , ,

    Bupati Kukar didampingi Sekda dan Kabag Prokom menggelar rakor secara daring
    (Foto: Zoom Meeting)

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan surat edaran tentang evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19 di wilayah kabupaten Kukar.

    Surat edaran Nomor: B-2373/DINKES/065.11/09/2020 yang ditandatangani Bupati Kukar Edi Damansyah itu terkait dengan perkembangan kasus COVID-19 yang semakin meningkat.

    Saat menggelar rapat koordinasi melalui zoom meeting, Rabu (16/09/2020) siang, Bupati Kukar yang didampingi Sekda Sunggono serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokom) Ismed, menyampaikan 9 poin dalam surat edaran tersebut.

    Edi menghimbau kepada masyarakat Kukar untuk patuh dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan wajib memakai masker dengan baik dan benar, menjaga jarak dan mencuci tangan baik di dalam maupun di luar rumah serta menghindari tempat-tempat keramaian dan berkumpul.

    "Menutup kembali semua area publik dan tempat wisata milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Tempat wisata yang dikelola swasta sementara masih diijinkan dengan pembatasan jumlah pengunjung 30 persen dari jumlah pengunjung normal dan wajib menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

    Selanjutnya, menghentikan semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkab Kukar, BUMD/BUMN, perusahaan dan Organisasi Kemasyarakatan/ Keagamaan baik di dalam maupun luar ruangan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar (lebih dari 20 orang). Penyediaan makanan dan minuman selama pelaksanaan kegiatan disediakan dalam bentuk kotakan, tidak diijinkan menyediakan prasmanan, dan diberikan kepada peserta setelah kegiatan berakhir.

    "Melarang seluruh kegiatan masyarakat yang dilaksanakan baik di dalam maupun luar ruangan yang bersifat keramaian atau mengumpulkan massa, seperti Car Free Day (CFD) resepsi pernikahan/tasmiyahan/syukuran, pengajian/tabligh akbar, ibadah kelompok do’a/rayon, event-event olahraga/budaya, konser musik dan kegiatan lomba," ucap Edi.

    Kemudian membatasi ASN dan pejabat untuk melakukan perjalanan dinas ke luar wilayah Kukar dan menerima kunjungan kerja terutama dari daerah terjangkit.

    "Melakukan pembatasan aktivitas dan pembatasan sosial yakni pasar rakyat/pasar malam dibatasi, pagi dari pukul 06.30 - 09.00 Wita dan sore dari pukul 16.30 - 21.00 Wita. Restoran, rumah makan, angkringan, cafe, Pedagang Kaki Lima (PKL), Tempat Hiburan/Ketangkasan dan usaha sejenis dibatasi sampai pukul 22.00 Wita," tegasnya.

    Sambungnya, pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan atau tempat duduk dan wajib melakukan rekayasa pengaturan ruangan/tempat duduk. Mengutamakan tidak makan/minum di tempat dan dianjurkan dibawa pulang ke rumah (take away).

    Himbauan juga disampaikan kepada seluruh pengelola rumah ibadah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pelaksanaan ibadah,.

    Ia menginstruksikan kepada Camat, Lurah, Kepala Desa dan Tim Penegakan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk melakukan rekayasa, razia, pembubaran massa, penutupan aktivitas dalam rangka upaya penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di lapangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2020 serta penegakan hukum terhadap penyebarluasan berita HOAX atau bersifat provokasi tentang COVID-19.

    Ditambahkan Edi, evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa pandemi COVID-19 dalam wilayah Kukar berlaku selama 14 hari kedepan. (*)

    ,

    Desa Muara Enggelam yang dikelilingi danau dengan pintu gerbang dihiasi tema HUT RI ke 75
    (Foto: Fairuz)

    Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) terpilih sebagai salah satu pemenang dalam Lomba Rayakan Kemerdekaan garapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

    Dari 6 pemenang utama, Desa Muara Enggelam dinobatkan sebagai juara ketiga Lomba Rayakan Kemerdekaan bertemakan Cinta Indonesia. Lomba ini digelar khusus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-75. 

    "Alhamdulillah kita masuk 3 besar. Semua berkat dukungan masyarakat ditambah lembaga-lembaga desa bisa digerakkan," ujar Ramsyah Ketua BUMDes Bersinar Desaku Muara Enggelam.

    Ramsyah sendiri menghadiri langsung pengumuman pemenang lomba yang disampaikan Kemenparekraf secara daring dengan bantuan perangkat video conference di kantor Camat Muara Wis, Selasa (15/09/2020) siang.

    "Setelah kontak Pak Camat, saya dibantu dan disiapkan untuk video conference, karena kalau di Muara Enggelam bisa blank spot," ucapnya.

    Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menonton video tersebut melalui youtube Kota Raja Channel

    "Kita tidak hanya mewakili Kutai Kartanegara saja, tetapi juga membawa nama Kalimantan Timur. Artinya kita masih bisa berkompetisi," terang pria yang juga bekerja sebagai tenaga kesehatan di Muara Enggelam ini.

    Dengan adanya prestasi ini, Ramsyah berharap pemerintah lebih memperhatikan desa Muara Enggelam, utamanya terkait infrastruktur jalur darat dan jaringan operator seluler.

    "Kita sudah bisa membuktikan, bahwasannya dengan membuat video kita bisa menang lomba walaupun berada di pelosok. Harapan kita bisa dibangunkan BTS (Base Transceiver Station)," ucapnya.

    Video berjudul "Semangat Cinta Indonesia Dari Pedalaman Kalimantan" ini bersanding dengan pemenang pertama dari Surabaya dan pemenang kedua dari Banjarmasin, serta 3 pemenang harapan.

    Tercatat ada 2.192 perwakilan peserta dari 33 Provinsi di Indonesia yang ikut mendaftar lomba melalui website resmi Kemenparekraf. Dari jumlah itu, sebanyak 813 peserta yang telah mengunggah video diseleksi menjadi 102 karya oleh tim kurator dan didapatkan hasil berupa 26 karya video terdiri dari 20 finalis karya video dan 6 karya video.

    Muara Enggelam pada tahun 2019 juga masuk dalam daftar 10 pemenang Festival Gapura Cinta Negeri dan menerima langsung hadiah dari Presiden RI Joko Widodo. Kemudian Juara I BUMdesa/Kampung Inovasi Terbaik 2019 Se-Kaltim. (end)

    Berita Terkait




    , ,

    Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling menyampaikan paparan saat rapat koordinasi
    (Foto: Istimewa) 


    Data Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara (Kukar) per 15 September 2020 menunjukkan jumlah kasus positif COVID-19 sudah mencapai 834 kasus, dimana terdapat 824 kasus baru, 10 re-infeksi, 304 masih dirawat, 515 sembuh dan 15 kasus meninggal dunia.

    Terkait lonjakan kasus tersebut, Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling telah ditunjuk oleh Bupati Kukar Edi Damansyah selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kukar.

    Ia ditunjuk sebagai pengendali operasi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan COVID-19 sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Kukar Nomor 54 Tahun 2020.

    "Ini untuk menyikapi bahwa kabupaten Kutai Kartanegara saat ini sudah masuk pada zona merah. Tentunya harus ada langkah-langkah lebih intensif lagi kedepan, lebih nyata dan menegaskan kepada masyarakat bahwa ancaman itu nyata (COVID-19, red)," ujar Alling usai menggelar rapat koordinasi di Makodim 0906/ Tenggarong, pagi tadi.

    Dikatakannya, telah ada formulasi dan langkah-langkah efektif untuk diterapkan dalam meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

    "Secara umum nanti yang menjadi pilot project adalah di wilayah Tenggarong. Dimana konsep yang kita gelar menggunakan pendekatan sistem mitigasi fisik walaupun ada mitigasi non fisik, namun itu ranahnya Dinas Kesehatan," beber Alling.

    Penitikberatan mitigasi fisik ini akan dibagi 4 zona dan sektor di kota Tenggarong dengan unsur pimpinan masing-masing dari Satpol PP, Kodim 0906/Tenggarong, Polres Kukar dan BPBD. 

    "Kita juga membangun posko secara stasioner untuk memberikan fleksibilitas bagi personel yang akan melakukan operasi ini secara langsung kepada masyarakat dan ini jelas sasarannya di sektor informal dan obyek wisata di sektor masing-masing," tegasnya.

    Operasi akan dilaksanakan terhitung mulai Rabu (16/09) besok, hingga 2 pekan mendatang atau selama 14 hari kedepan.

    "Saya tambahkan, kebijakan yang berlaku dalam surat edaran itu menyangkut pembatasan waktu jam malam. Jadi jam malam secara operasional dan secara umum itu dibatasi sampai pukul 21.00 Wita.," kata Alling.

    Kemudian tidak ada lagi pelonggaran terkait perijinan keramaian, termasuk kumpul-kumpul yang tidak perlu di jalan-jalan dan lainnya.

    "Dengan tidak mengurangi rasa hormat, itu pun kita sampaikan tidak diperbolehkan," demikian ditegaskannya. (end)

    , ,

    Wakil Menteri LHK Alue Dohong berdialog secara daring terkait upaya rehabilitasi DAS
    (Dok. PHM)

    Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan, mendapatkan apresiasi dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas pelaksanaan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Hutan Produksi Tetap Kendilo, di Desa Suweto dan Desa Saing Prupuk, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

    Apresiasi tersebut diungkapkan Wakil Menteri LHK,Alue Dohong, dalam acara webinar bertajuk Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19, yang diselenggarakan Kementerian LHK bersama SKK Migas dan PHM, di Jakarta, Senin(14/09). 

    Dalam sambutannya, Wakil Menteri LHK, Alue Dohong memuji pelaksanaan program Rehabilitasi DAS yang dilaksanakan SKK Migas-PHM. “Rehabilitasi DAS di Kendilo oleh pihak pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan atau IPPKH ini menjadi sangat penting, mengingat DAS Kendilo merupakan satu dari 12 DAS kritis di Indonesia sehingga memerlukan upaya perbaikan lingkungan untuk mengembalikan cadangan air guna memulihkan ekosistem di DAS tersebut,” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan bahwa rehabilitasi DAS merupakan program SKK Migas dan KKKS pemegang IPPKH, sebagai salah satu pemenuhan kewajiban yang diamanatkan dalam izin tersebut. “SKK Migas bersama 12 KKKS saat ini melaksanakan Rehabilitasi DAS seluas ±6.034,18 hektare, dan yang dikerjakan oleh PHM ini mencakup 35% dari luas areal yang menjadi kewajiban para KKKS tersebut,” kata Fatar Yani Abdurrahman.

    SKK Migas–PHM melakukan kegiatan rehabilitasi DAS ini sejak Desember 2018 di kawasan Hutan Produksi Tetap Kendilo di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Suweto (Kecamatan Muara Samu) dan Desa Saing Prupuk (Kecamatan Batu Enggau) seluas 2.189 hektare. Sampai dengan 10 September 2020, luas kawasan yang telah ditanami mencapai 708 hektare dan target penanaman tahun ini akan diselesaikan seluas 1.539 hektare. Serah terima tanaman kepada pemerintah akan dilakukan secara bertahap, dimana penyerahan pertama direncanakan pada tahun 2021 seluas 226 hektare.

    “PHM menerapkan strategi yang dinamakan PIRAMIDA TINGGI (singkatan dari: Pemberdayaan Masyarakat untuk Melestarikan Hutan demi Ketahanan Energi), yang merupakan sinergi-kolaborasi-integrasi antara para pemangku kepentingan utama dalamprogram ini. Strategi ini selaras dengan Program Nawacita dari Presiden Joko Widodo butir 6 dan 7, guna meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan hutan dunia,” kata PTH Direktur PHM, Danar Dojoadhi.

    Strategi ini melibatkan tiga elemen yaitu: Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo, selaku pemangku kawasan Hutan Kendilo sebagai representatif dari Pemerintah; Kelompok Tani Hutan (KTH), yang telah bermitra dalam kerangka Perhutanan Sosial dengan KPHP Kendilo, sebagai representatif dari masyarakat; dan PHM sebagai unit manajemen. Strategi yang diterapkan terbukti meningkatkan efisiensi anggaran penanaman sebesar 69,64%, bila dibandingkan dengan pengerjaan oleh pihak ketiga.

    Melalui strategi ini, PHM juga telah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat khususnya KTH, sehingga menjadi modal berharga untuk mendukung program-program produktif KTH seperti agro-forestry, hutan energi dan jasa lingkungan. Di samping itu, jenis tumbuhan yang ditanam berkategori spesies tanaman multi guna, seperti durian, nangka, cempedak, petai, jengkol dsb. Jumlah tumbuhan yang ditanam mencapai 1,1 juta bibit, yang menjadi investasi besar dan dapat dimanfaatkan langsung oleh KTH dan masyarakat nantinya. 

    Dalam pemantauan kegiatan, PHM juga telah mengembangkan inovasi teknologi berbasis digital berupa aplikasi PARIDA (singkatan dari Penanaman Rehabilitasi DAS), yang dioperasikan oleh KTH, sehingga dapat diklaim merupakan kontribusi kepada Revolusi Industri 4.0 dan juga Society 5.0.

    Melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan, kegiatan penanaman ini menjadi program yang melebihi kepatuhan (beyond compliance), karena mampu berkontribusi pada United Nation Sustainable Development Goal 2030, yaitu: peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 44%; keterlibatan perempuan yang mencapai 62,79%; penyelamatan cadangan air; penambahan aset KTH hingga Rp550 juta; dan penyerapan emisi karbon (CO2) 223.981 ton/tahun. 

    SKK Migas dan PHM berharap sinergi yang sudah terjalin akan terus meningkat dan kegiatan hulu minyak dan gas bumi dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan DAS. Sekali lagi, kontribusi ini merupakan komitmen SKK Migas dan PHM dalam mendukung upaya pemeliharaan lingkungan dan peningkatan perekonomian nasional terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (*)

    , ,

    Edi Damansyah - Rendi Solihin jalani rangkaian pemeriksaan kesehatan di RSUD AM Parikesit
    (Foto: Endi)

    Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah - Rendi Solihin menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Senin (14/09/2020).

    Baca JugaDaftar Ke KPU Kukar, Edi Damansyah - Rendi Solihin Diantar 9 Parpol Pengusung

    Pemeriksaan kesehatan ini merupakan persyaratan yang ditetapkan KPU Kukar kepada Bapaslon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

    Keduanya tiba bersamaan pada pukul 08.05 Wita dan disambut langsung oleh Plt Direktur RSUD AM Parikesit dr Martina Yulianti, kemudian diberikan penjelasan terkait tahapan pemeriksaan kesehatan mulai dari jasmani, kejiwaan dan tes narkoba.

    "Kami berharap semua rangkaian pemeriksaan bisa berjalan sebaik mungkin dan lancar. Semua proses menerapkan protokol kesehatan. Petugas kami mengenakan APD level 2 dan pendamping semuanya telah diperiksa rapid test," kata perempuan yang biasa disapa dokter Yuli itu.

    Edi Damansyah - Rendi Solihin menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan hingga menjelang pukul 15.00 Wita atau selama hampir 7 jam. Keduanya kemudian memberikan keterangan kepada awak media.

    "Kami hanya menegikuti saja rangkaian yang sudah dipersiapkan oleh tim yang ditunjuk oleh KPU dalam hal ini RSUD AM Parikesit. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar tidak ada kendala," kata Edi Damansyah.

    Pemeriksaan kesehatan Edi Damansyah - Rendi Solihin ini dihadiri BNN Provinsi Kaltim, perwakilan KPU, Bawaslu dan IDI Kukar. Hasil medical check up keduanya baru akan diumumkan Rabu (16/09/2020) lusa.

    Untuk diketahui, sebelum mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan, Bapaslon juga diwajibkan untuk menjalani tes swab tenggorok untuk memastikan semua Bapaslon bebas dari COVID-19.

    Selain Kukar, RSUD AM Parikesit sebelumnya juga melaksanakan rangkaian pemeriksaan bagi Bapaslon dari 3 kabupaten/kota yakni Kutai Barat, Mahulu dan Kota Bontang. (end)

    , , ,

     

    Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting menyampaikan sambutan di Kedaton Kesultanan Kutai
    (Foto: Endi)

    Polres Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengkampanyekan penggunaan masker dan jaga jarak, kegiatan kali ini dilaksanakan dengan menggandeng para tokoh adat, Senin (14/09/2020) pagi tadi.


    Kegiatan dengan penerapan protokol kesehatan ini berlangsung di ruang utama kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dihadiri Sultan Kutai ke-XXI H Adji Muhammad Arifin serta sejumlah undangan.

    Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting mengatakan, Kukar dihuni oleh berbagai macam suku, agama dan budaya.

    "Kita berharap masing-masing tokoh adat bisa mengkampanyekan ke seluruh masyarakat. Supaya memakai masker ini bisa menjadi budaya atau kebutuhan di masyarakat," ujarnya.

    Lanjutnya, penggunaan masker merupakan benteng untuk pencegahan penularan wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) agar tidak semakin meluas.

    "Mencegah penyebaran COVID-19 ini adalah menggunakan masker, itu adalah benteng terakhir kita," kata Irwan.

    Menguingat semakin meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kukar, Kepolisian bersama TNI terus menghimbau warga masyarakat agar patuh terhadap instruksi pemerintah.

    "Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak atas partispasi dan perannya dalam mendukung pihak Kepolisian, TNI dan Gugus Tugas dalam meminimalisir penyebaran virus COVID-19 di Kutai Kartanegara," ucapnya.

    Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Pembangunan dan SDM, Wicaksono Subagio, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar Edi Damansyah, menyampaikan, kampanye penggunaan masker secara serentak yang menjadi bagian dari Operasi Yustisi harus didukung bersama oleh semua komponen negeri ini. 

    "Seluruh OPD, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh warga masyarakat harus ikut berperan aktif dalam kegiatan ini agar upaya pemutusan rantai penularan COVID-19 di negara kita, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara sukses, sehingga angka kasus terkonfirmasi positif atau kurva kasus dapat melandai dan pelan-pelan berhenti," cetusnya. 

    Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako kepada para tokoh adat yang hadir diantaranya tokoh adat Dayak, Kutai, Bugis, Banjar dan Jawa. (end)

    , ,

    Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting saat memberikan keterangan kepada wartawan
    (Foto: Endi)

    Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, ratusan aparat keamanan akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan di Kutai Kartanegara (Kukar).

    Hal itu diungkapkan Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting saat menggelar silaturahmi bersama awak media di ruang TriBrata, Rabu (09/09/2020) lalu.


    "Akan melibatkan seluruh anggota kita sekitar 700 lebih personel, itu belum di backup Brimob (Brigade Mobil)," bebernya.

    Lanjutnya, sesuai kebutuhan, personel Brimob akan membackup pengamanan Pilkada disesuaikan dengan eskalasi kerawanan di daerah.

    "Tahapan itu akan kita evaluasi, kita anev (analisis dan evaluasi). Tahapan mana yang rawan dan membutuhkan backup dari Brimob," kata Irwan.

    Terkait pelaksaan Pilkada di tengah pandemi COVID-19, orang nomor satu di jajaran Polres Kukar ini turut menyampaikan himbaunnya.

    "Pertama, dalam pesta demokrasi ini agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Kedua, tetap mematuhi aturan dan Undang-undang yang berlaku, jangan sampai terprovokasi sehingga melakukan perbuatan yang dapat merugikan masyarakat di Kutai Kartanegara," ucapnya.

    Jika ada perselisihan atau sengketa dalam Pilkada, ia berpesan agar seluruh pihak dapat menahan diri dan menyelesaikannya sesuai aturan yang ada.

    "Namanya pesta demokrasi harusnya kan senang-senang bukan bikin perpecahan dan keributan, ujung-ujungnya malah berkaitan dengan pidana," imbuh Irwan. (end)


Top