, ,

    Satpol PP Kukar sosialisasikan layanan pengaduan online ke puluhan pelajar  SMA di Tenggarong Seberang
    (Foto: Fairuz)

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar Sosialisasi Pelayanan Pengaduan Online Masyarakat Pol PP atau Lapor Pol PP,  di Aula pertemuan kantor Camat Tenggarong Seberang,  Kamis (14/11) lalu.

    Sosialisasi yang dihadiri puluhan peserta dari pelajar SMA di kecamatan Tenggarong Seberang ini dalam rangka pencegahan gangguan ketertiban, ketentraman dan keindahan (K3).

    “Kegiatan ini sendiri bertujuan mengajak para pelajar agar menjadi mitra Satpol PP, sebagai agen untuk melaporkan kejadian yang dapat mengganggu ketertiban, ketentraman dan keindahan (k3) di wilayahnya,” ujar Kasi Ops Satpol PP Kukar, Tri Joko Kuncoro.

    Dikatakannya, sosialisasi pelayanan pengaduan online masyarakat tersebut dalam rangka pencegahan, rencananya juga akan digelar di beberapa sekolah atau kecamatan di Kukar.

    “Dari sosialisasi ini nantinya, kami akan menunjuk 10 orang pelajar SLTA untuk menjadi agen bermitra dengan Satpol PP, dalam menjaga ketertiban, ketentraman dan keindahan di wilayahnya masing-masing,” beber Kuncoro.

    Pelayanan Pengaduan Online Masyarakat Pol PP atau disebut Lapor Pol PP ini dapat di akses melalui media sosial facebook dan instagram. Untuk chat via WA/Line, email, serta website selama 24 jam.

    “Sehingga laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Kami juga menyertakan pelayanan mobil ambulan gratis,” sambungnya.

    Kuncoro menyebutkan, tugas dan fungsi utama Satpol PP adalah untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat serta penegak Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat oleh Kepala Daerah.

    “Harapanya kedepan, stigma-stigma soal Satpol PP yang kerjanya dianggap cuma menggusur dan menertibkan pelan-pelan bisa terkikis," ucapnya. 

    Kembali ditegaskan Kuncoro, apapun pelanggaran yang berkaitan dengan ketentraman, ketertiban di masyarakat bisa langsung diadukan ke pihaknya untuk segera ditindaklanjuti. (*/k2n)


    ,

    Pelaku pencurian helm di Tenggarong (diatas sepeda motor) beserta barang bukti sebanyak 52 helm
    (Foto: Istimewa)

    Pelaku pencurian helm yang kerap beraksi di wilayah kota Tenggarong bernama Wahab (32) diringkus Tim Alligator Satuan Reskrim Polres Kukar, Kamis (14/11) sekira pukul 09.00 Wita.

    Penangkapan pria yang berdomisili di kawasan Jalam Imam Bonjol kota Samarinda ini dipimpin Kanit Opsnal IPDA Sang Made Satria Damara.

    "Penangkapan tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang selama ini merasa resah dengan sering terjadinya pencurian helm di kota Tenggarong," ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena.

    Aksi pelaku yang beraksi di wilayah hukum Polres Kukar terendus setelah Tim Alligator melakukan patroli dan menemukan Wahab dengan gerak gerik yang mencurigakan 

    "Kemudian dilakukan pembuntutan dan benar bahwa seseorang tersebut adalah pelaku pencurian helm yang viral di media sosial dan selama ini meresahkan masyarakat Kutai Kartanegara," ujarnya.

    Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku, setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh barang bukti berupa 6 buah helm yang telah di masukan ke dalam kantongan kresek dan tas pelaku, dimana diakuinya helm-helm itu akan di jual ke Samarinda.

    "Berdasarkan keterangan kepada petugas, pelaku mengaku sudah melakukan pencurian helm tersebut selama lebih dari 1 bulan di kota Tenggarong," beber Kasat.

    Dari penangkapan ini, Tim Alligator kemudian melakukan pengembangan dan mendapatkan 46 buah helm dari beberapa penjual helm. Pelaku dan barang bukti selanjutnya diamankan ke Mako Polres Kukar.

    "Barang bukti yang diamankan yakni 52 buah helm berbagai merk beserta 1 buah kresek kuning yang digunakan pelaku untuk menyimpan helm curiannya," jelas Kasat lagi.

    Selain itu, 1 unit kendaraan roda dua jenis Honda Beat warna hitam dengan nomor Polisi KT 4079 Z yang digunakan pelaku untuk beraksi turut diamankan bersama 1 tas punggung warna hitam. (end)

    ,

    Kobaran api di salah satu rumah warga RT 02, Jalan Lempatan Baru, Desa Jembayan Tengah
    (Foto: Istimewa)

    Warga RT 02,  Jalan Lempatan Baru, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dibuat panik lantaran api berkobar di pemukiman tersebut, Kamis (14/11) sekira pukul 11.10 Wita.

    Api dengan cepat berkobar dan menjalar ke bangunan rumah warga yang rata-rata terbuat dari kayu. Akibatnya, sejumlah rumah hangus dan hanya menyisakan puing-puing.

    "Tadi waktu kejadian, kami di kantor melihat penjual ikan berteriak ada asap di salah satu rumah, terus dilihat ada api di tengah rumah itu," tutur Kepala Desa Jembayan Tengah Rahimin.

    Sejumlah mobil damkar milik BPBD Kukar diterjunkan ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman juga dibantu Unit Rescue Satpol PP, relawan, TNI, personel kepolisian, serta warga setempat.

    "Yang jelas empat rumah habis terbakar, sedangkan dua rumah lagi terbakar di bagian dapurnya," ujarnya.

    Dari data yang diterima media ini, sebanyak 4 Kepala Keluarga (KK) atau 12 jiwa kehilangan tempat tinggal serta mengalami kerugian materil dalam musibah tersebut.

    "Alhamdulillah untuk sementara ini tidak ada korban jiwa," kata Rahimin.

    Sedangkan kronologi kejadian, ia belum mengetahui secara pasti. Penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib. (end)

    ,

    Sekda Kukar Sunggono berharap FKUB dapat membantu pemerintah mencegah konflik SARA
    (Foto: Endi)

    Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 2019, berlangsung di Pendopo Bupati odah Etam, Rabu (13/11) pagi.

    Rakor yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono. 

    Rakor ini diharapkan dapat memberikan kesadaran untuk membangun keterpaduan dari anggota FKUB di tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan diantara lapisan masyarakat di daerah ini.

    "Sehingga berbagai kerawanan dan ancaman dalam harus bisa dideteksi dan dicegah sejak dini," ujar Sunggono saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar Edi Damansyah.

    FKUB yang beranggotakan tokoh agama di Kukar ini diharapkan dapat membantu pemerintah mencegah terjadinya konflik SARA dan juga dapat mewujudkan kerjasama antar pemeluk agama dalam mendukung pembangunan daerah.

    "FKUB dapat merumuskan rekomendasi yang bisa disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kehidupan beragama di daerah," ucapnya.

    Melalui Rakor ini, terbangun pola kerja yang sinergis dengan pemerintah mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

    "Sehingga menjadi kesatuan gerak yang dapat mencegah, mendeteksi dan meredam serta menyelesaikan permasalahan konflik sosial bernuasa agama tingkat bawah sehingga tidak menyebar untuk menghindari korban yang lebih banyak," kata Sunggono.

    Dalam laporannya, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kukar Zulkifli, menyebutkan, Rakor ini bertujuan menguatkan komitmen para tokoh agama menjaga suasana Kukar menjadi daerah yang aman dan selalu kondusif, terjaga antar kelompok masyarakat juga kelompok agama.

    "Rakor diikuti 108 orang peserta, terdiri dari 18 orang Camat, 18 Kepala KUA Kecamatan, dan 72 orang Pengurus FKUB Kecamatan Se-Kabupaten Kutai Kartanegara,"  sambung Zulkifli. (end)

    , ,

    Berbagai hal disikusikan dalam Kunjungan kerja Satpol PP Kubar ke Mako Satpol PP Kukar,
    (Foto: Satpol PP Kukar)

    Dalam rangka kunjungan kerja, dua daerah menyambangi Markas Komando (Mako) Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar) di komplek kantor Bupati Kukar.

    Kunjungan kerja diawali oleh rombongan Satpol PP Kutai Barat (Kubar) pada Selasa (12/11). Rombongan yang dipimpin Kasi Penegak Perda itu berjumlah 13 orang.

    "Kedatangan anggota Satpol PP Kubar untuk berdiskusi terkait prosedur ijin reklame dan berbagai hal lainnya," ujar Kepala Satpol PP Kukar, Fida Hurasani yang didampingi Sekretaris Satpol PP Yuliandris Suherdiman.

    Sementara pada Rabu (13/11) pagi, Plt Kasatpol PP kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Amuntai, Kalimantan Selatan (Kalsel) Jumadi juga menyambangi Mako Satpol PP Kukar.

    Rombongan Satpol PP HSU Amuntai bersama Kasat Pol PP Kukar (tengah) usai kunjungan kerja
    (Foto: Satpol PP Kukar)

    "Rombongan Satpol PP Hulu Sungai Utara berjumlah 7 orang. Mereka direkomendasikan oleh DPRD setempat untuk mempelajari penerapan kepemimpinan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan Satpol PP Kukar," bebernya. 

    Selain itu, Satpol PP HSU juga berdiskusi terkait penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

    Fida menambahkan, rencananya siang ini Satpol PP dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) juga akan melakukan kunjungan kerja.

    "Kami dan jajaran menyambut baik kunjungan kerja rekan-rekan Satpol PP dari luar daerah. Kami saling sharing memberikan informasi tentang tugas-tugas di daerah, utamanya yang menyangkut penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum," demikian jelasnya. (end)

    Kades dan Lurah dari 13 Desa/Kelurahan Se-Kukar deklarasikan ODF pada peringatan HKN ke-55
    (Foto: Endi)

    Dalam rangka mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), 13 Desa/Kelurahan di Kutai Kartanegara (Kukar) mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) Stop Buang Air Besar Sembarangan. 

    Deklarasi bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di halaman kantor Bupati Kukar, Selasa (12/11), sesaat sebelum launching Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting.

    Ada 13 Desa/Kelurahan yang diwakili Kepala Desa dan Lurah masing-masing menandatangani deklarasi ODF yakni Lurah Bukit Biru, Kades Bunga Jadi, Kades Lekaq Kidau, Kades Rapak Lambur, dan Kades Lebaho Ulaq.

    Kemudian Kades Lung Anai, Kades Giri Agung, Kades Lamin Pulut, Kades Margahayu, Kades Mulawarman, Kades Wonosari, serta Kades Suka Maju.

    Deklarasi Stop Buang Air Sembarangan juga ditandatangani Bupati Kukar dan Kepala Dinas Kesehatan
    (Foto: Endi)

    Ada 6 poin pernyataan deklarasi ODF, pertama, telah 100 persen memiliki dan menggunakan jamban sehat. Kedua, selalu siap mempertahankan dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan.

    Ketiga, membantu/memotivasi warga dan warga desa lain untuk selalu menerapkan perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS). Keempat, bertekad mendorong terwujudnya kondisi lingkungan yang sehat dan berkualitas.

    Kemudian kelima, sepakat dan siap untuk mewujudkan kabupaten Kutai Kartanegara yang sehat, serta keenam, mendukung program STBM sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat desa di bidang kesehatan.

    Deklarasi juga ditandatangani oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, serta Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti, disaksikan Sekda Sunggono, unsur Forkopimda dan Sultan Kutai XXI H Adji Muhammad Arifin. (end) 

    ,

    Launching RagaPantas pada peringatan HKN 55 ditandai pelepasan balon di halaman kantor Bupati Kukar
    (Foto: Endi)

    Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting (RagaPantas) diluncurkan pada upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, di halaman kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (12/11). 

    Launching RagaPantas ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Sekda Sunggono, para Kepala OPD, unsur Forkopimda, Sultan Kutai XXI H Adji Muhammad Arifin, disaksikan peserta upacara dari kalangan pelajar, ASN Setkab Kukar, sejumlah dokter dari puskesmas dan rumah sakit.

    “Gerakan ini bagian dari penjabaran prioritas nasional yang harus berjalan dengan baik di Kutai Kartanegara, baik secara konsepsional, sistematis, terstruktur dan terukur,” ujar Bupati Kukar Edi Damansyah. 

    Dikatakannya, leading sector gerakan tersebut yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar bersinergi dengan beberapa dinas perangkat daerah melalui tim yang telah dibentuk. 

    “Sehingga melalui moment ini, RagaPantas harus berhasil dan sukses di Kutai Kartanegara. Keterlibatan masyarakat dan dunia usaha kami harapkan terus bersinergi dengan baik,” harap Edi. 

    Raga Pantas sendiri merupakan bagian dari rumah besar pengentasan kemiskinan di Kukar. Dengan demikian diharapkan kualitas kesehatan masyarakat yang telah membaik dapat diberdayakan, sehingga ekonomi keluarganya juga ikut meningkat. 

    “Mudah-mudahan gerakan ini bisa berjalan di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa, dimana ada 21 desa menjadi locus utama. Harapan kita gerakan ini konsen di 193 desa dan 44 kelurahan di Kutai Kartanegara,” ucap Edi.

    Diungkapkannya, stunting terbanyak terdapat di kecamatan Loa Kulu, jumlahnya berkisar sekitar 30 kasus, namun hal ini tengah ditangani dan kondisinya terus menurun. Edi pun meminta perhatian kepada komponen desa maupun kelurahan terkait 1000 hari pertama kehidupan anak.

    "Misal di kampung ada ibu-ibu hamil, dipastikan kondisinya sehat, asupan gizinya cukup. Jadi setelah masa pertumbuhan anak sampai usia 2 tahun terus dimonitor," cetusnya.

    Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

    Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein. (*/end/k2n)

    ,

    Ahmad Rianto dari Kominfo Kukar (berdiri) menyampaikan dampak positif dan negatif gadget pada anak
    (Foto: Endi)

    Dampak positif dan negatif gadget/Hp terhadap anak usia dini menjadi tema kegiatan gizi PAUD dan Parenting kerjasama CSR PT Multi Harapan Utama (MHU) dan Yayasan Sun Flower Etam, Selasa (12/11) pagi.

    Kegiatan berlangsung di halaman PAUD Sun Flower, Jalan Tudungan, RT 05, desa Jembayan Tengah, kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar)

    Acara yang dipandu Kepala Sekolah PAUD Sun Flower ini menghadirkan dua nara sumber yakni Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kukar Ahmad Rianto, dan Community Development Superintendent PT MHU Panji Bangun S.

    "Ibu-ibu harus mendampingi anak-anaknya dalam menggunakan gadget agar tidak diluar kontrol, jangan juga melarang menggunakannya, tetapi kita beri batasan-batasan waktu penggunaannya termasuk saat mengakses internet," ujar Rianto.

    Dikatakannya saat ini dunia internet memang tidak bisa dihindari, namun demikian dalam penggunaannya haruslah sebijak mungkin, salah satunya dengan memanfaatkan internet sebagai sarana pendidikan.

    "Di usia perkembangan anak-anak kita akan sangat terbantu jika diberikan pendampingan untuk menggunakan gadget. Secara pelan-pelan diberikan pengertian, jika anak-anak bermain game carilah yang edukatif sehingga bisa melatih motorik dan cara berpikirnya," kata Rianto.

    Namun ia kembali mengingatkan, agar para orang tua tetap memperhatikan anak-anaknya saat bermain game dan memberikan batasan sehingga tidak berjam-jam menatap layar ponsel.

    "Saat anak-anak bermain gadget jangan sambil baring atau diruang gelap tapi usahakan di ruang yang terang, karena radiasi diruang gelap pantulan cahayanya ke mata itu sangat berbahaya dalam rentang waktu panjang, apalagi usianya masih belia," ucapnya.

    Senada dengan Rianto, Community Development Superintendent PT MHU Panji Bangun S, menyampaikan pengalamannya jika dampak gadget telah membuat buah hatinya yang berusia 5 tahun mengalami gangguan kesehatan mata.

    "Harapan saya kepada Ibu-ibu jangan sampai kejadian yang sama terulang seperti saya. Kita sebagai orang tua harus lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi baik handphone dan semacamnya, supaya anak-anak berkembang lebih sehat, aktif dan lebih cerdas," himbaunya.

    Diakuinya, dampak negatif dari penggunaan gadget pada anak-anak mengakibatkan lunturnya kegiatan berkumpul dan komunikasi bersama keluarga.

    "Mudah-mudahan Ibu dan suami lebih menghidupkan kegiatan bersama di rumah, memberikan edukasi kepada anak-anak kita melalui kontak fisik seperti bermain balok-balok, mengajarkan huruf, angka, bentuk dan warna, sehingga menghindarkan dari gadget," harap Panji. (end)


Top