,

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono memberikan cinderamata ke Sultan Kutai HAM Arifin
    (Foto: Endi)

    Sultan Kutai ke XXI H Adji Muhammad (HAM) Arifin menerima kunjungan perdana Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Muktiono beserta rombongan di kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (15/01).

    Pertemuan berlangsung hangat, usai berbincang selama kurang lebih 45 menit, Irjen Pol Muktiono dan Sultan HAM Arifin kemudian saling memberikan cinderamata.

    Dalam kesempatan itu, Kapolda yang didampingi Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memelihara kamtibmas agar Kaltim bisa melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan, sehingga masyarakat merasakan dampak positifnya.

    "Polri akan bersinergi dengan TNI dan semua pihak untuk bahu membahu. Semoga silaturahmi ini terus berjalan dan membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

    Sultan Kutai ke XXI HAM Arifin berbincang bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono
    (Foto: Endi)

    Sultan HAM Arifin menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono untuk bersilaturahmi dengan dirinya beserta kerabat.

    "Kedepannya kita harus menyambung terus silaturahmi ini jangan sampai hilang. Kapolda selain bercerita pengalaman tugasnya juga senang dengan adat dan budaya," tuturnya.

    Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Awang Yacoub Luthman menambahkan, silaturahmi tersebut merupakan tradisi yang luar biasa dan merupakan bentuk kehormatan serta apresiasi kepada Sultan. 

    "Selama ini pihak kesultanan selalu bahu membahu kalau berbicara soal menjaga keamanan, adat istiadat, kemudian menyangkut masalah tanah, sosial, budaya, suku, agama dan ras, kesultanan selalu hadir supaya tidak terjadi konflik berkepanjangan," ujarnya. (end)

    Baca JugaKe Kukar, Ini Rangkaian Kunjungan Kerja Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono

    , ,

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono beserta istri dan rombongan saat tiba di Mako Polres Kukar
    (Foto: Endi)

    Dua bulan setelah menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Irjen Pol Muktiono melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (15/01).

    Kapolda bersama rombongan mengawali kunjungannya ke Mako Polres Kukar. Kedatangan orang nomor satu di Polda Kaltim ini disambut Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho beserta jajaran.

    Irjen Pol Muktiono dan istri disambut dengan prosesi Tepong Tawar kesultanan Kutai. Ia juga disambut jajaran Forkopimda dan selanjutnya menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran Polres Kukar.

    Dari Mako Polres Kukar, Jenderal Bintang Dua itu mendatangi Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan bertemu Sultan Kutai ke XXI H Adji Muhammad Arifin yang didampingi Sekretaris Kesultanan H Awang Yacoub Luthman.

    Irjen Pol Muktiono juga bertemu Sultan Kutai ke XXI HAM Arifin di kedaton kesultanan
    (Foto: Endi)

    Kemudian Kapolda bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah kabupaten Kukar, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya di Pendopo Bupati Odah Etam.

    Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan sejumlah paparan kepada Kapolda, diantaranya gambaran umum kabupaten Kukar, visi misi pembangunan, isu strategis pembangunan, gambaran ekonomi makro, termasuk progres pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kaltim di Kukar.

    "Semoga SPN bisa selesai tahun 2020. Karena keberadaan SPN ini sebagai salah satu dorongan pengembangan kawasan dan dorongan pengembangan pertumbuhan ekonomi kerakyatan" ujar Edi Damansyah.

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono dalam kesempatan itu menyampaikan apreasiasi kepeada Pemkab Kukar yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan SPN.

    Bupati Kukar Edi Damansyah memberikan cinderamata berupa mandau kepada Irjen Pol Muktiono
    (Foto: Endi)

    "Dalam kesempatan berbahagia ini saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kutai Kartanegara yang telah memberikan lahan untuk pembangunan SPN. Saya kira ini adalah anugerah bagi Polri khususnya Polda Kaltim," ucapnya.

    Dalam sambutannya, Kapolda mengingatkan masalah kerawanan dan ancaman kehidupan bermasyarakat terutama di era digital, dimana kemajuan teknologi selain memiliki dampak positif juga ada dampak negatifnya salah satunya penyebaran Hoax oleh Buzzer di media sosial.

    "Sekarang dengan teknologi beredar berita-berita yang disebut Hoax atau berita bohong dan itu sangat mempengaruhi pikiran kita. Kita tahu Buzzer memang memiliki tujuan untuk menimbulkan konflik dan keresahan yang bermain di alam maya," bebernya.

    Rangkaian kunjungan Kapolda Kaltim diakhiri dengan menyambangi markas Kodim 0906/Tenggarong, serta penanaman pohon di kawasan SPN, desa Margahayu, kecamatan Loa Kulu. (end)

    , ,

    Seorang pemulung ditemukan warga di desa Sungai Mariam dalam kondisi meninggal dunia
    (Foto: Polsek Anggana)

    Seorang pemulung ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di tepi jalan Gang Family, RT 14, desa Sungai Mariam, kecamatan Anggana, Senin (13/01) sekira pukul 16.30 Wita.

    Korban berperawakan gemuk dengan rambut hitam ikal, menggunakan topi merk hitaci, mengenakan baju lengan panjang berwarna abu abu dan celana kolor pendek warna abu abu. 

    Bersama korban ditemukan pula 1 unit sepeda motor merk Yamaha Vega KT 6709 WJ yang digandeng dengan sebuah gerobak.

    Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Anggana IPTU Amiruddin mengatakan, jasad pemulung berjenis kelamin laki-laki itu awalnya ditemukan seorang warga di sekitar TKP bernama Robin (38).

    "Saat itu saksi bangun tidur, kemudian keluar rumah melihat ada gerobak namun tidak ada pemiliknya, setelah itu pemiliknya ditemukan dalam posisi tidur, kemudian dibangunkan oleh saksi dan tidak bangun," terangnya. 

    Kejadian ini lantas dilaporkan warga, dengan cepat personil Polsek Anggana mendatangi TKP dan mengecek kondisi korban yang sudah meninggal dunia.

    "Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan visum," kata Amiruddin.. 

    Diketahui korban bernama Basri Daeng Baso (55) dan tinggal di Jalan Damanhuri, RT 31, kelurahan Sungai Pinang Dalam, Samarinda. Anak kandung korban Cengger Basri (30 ) menyebutkan, orang tuanya meninggalkan rumah pukul 09.00 wita untuk mencari barang bekas.

    "Menurut keterangan anak korban, sejak 2 tahun terakhir Basri Daeng Baso menderita komplikasi penyakit jantung dan asam lambung," demikian jelasnya. (end)

    ,

    PHM menerima lima penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
    (Dok. Humas PHM)

    Dinilai Berhasil Kelola Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

    PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku perusahaan induk, mengawali tahun 2020 dengan menerima penghargaan Program Penilaian Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) Peringkat Hijau yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik.

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyerahkan Penghargaan Proper Hijau tersebut kepada manajemen PHM yang diwakili oleh: Direktur Utama Eko Agus Sardjono (Lapangan North Processing Unit/NPU), General Manager John Anis (Lapangan Bekapai Senipah Peciko/BSP), VP Operation Benny Sidik (Lapangan Central Processing Unit/CPU), Site Manager Ashif Hadad (Lapangan Central Processing Area/CPA) dan Lapangan South Processing Unit (SPU), di Istana Wakil Presiden RI, Rabu (8/1) lalu.

    Menteri LHK Siti Nurbaya saat menyerahkan satu dari lima penghargaan Proper Hijau kepada PHM
    (Dok. Humas PHM)

    Dirut PHM Eko Agus Sardjono mengatakan penghargaan lima Proper Hijau ini merupakan bukti dan pengakuan dari Pemerintah bahwa PHM dalam melaksanakan kegiatan operasinya telah memenuhi persyaratan praktik-praktik pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang telah ditetapkan, maupun isu-isu lingkungan yang bersifat global serta taat terhadap peraturan yang berlaku.

    “Keberhasilan meraih penghargaan Proper Hijau ini merupakan buah kerja keras seluruh insan PHM, dan tidak lepas dari keterlibatan maupun dukungan banyak pihak, terutama masyarakat sekitar wilayah operasi dan pemerintah daerah. Kami memberikan apresiasi atas semua kerjasama dan dukungan itu,” kata Eko Agus Sardjono.

    Sebagai catatan penghargaan Proper Peringkat Hijau sebelumnya telah dicapai oleh Lapangan BSP dan SPU (2018), sedangkan Lapangan CPA, CPU dan NPU pada 2018 baru meraih Proper Peringkat Biru. Dengan demikian kini kelima lapangan di WK Mahakam meraih Proper Peringkat Hijau. (***)

    ,

    Serah terima jabatan Kapolsek Anggana dari AKP Tri Satria Firdaus kepada IPTU Amiruddin
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Anggana, di ruang Catur Prasetya, Mako Polres Kukar, Kamis (09/01) pagi, 

    Sertijab disaksikan Wakapolres Kompol Wiwit Adisatria, Pejabat Utama (PJU), para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, personil masing-masing Satuan, serta Ketua dan Pengurus Bhayangkari

    Kapolsek Anggana yang sebelumnya dijabat AKP Tri Satria Firdaus diserahterimakan kepada IPTU Amiruddin. Upacara sertijab ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Kapolda Kalimantan Timur. 

    "Hal ini merupakan dinamika organisasi, sesuai dengan tuntutan tugas dan perkembangan situasi, di sisi lain juga memiliki kepentingan dalam pembinaan karir pejabat yang bersangkutan," ujar Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho saat menyampaikan amanatnya.

    Disampaikannya, prestasi dan keberhasilan Kapolsek sebelumnya yakni AKP Tri Satria Firdaus akan selalu menghiasi lembaran karir di manapun yang bersangkutan bertugas.

    Kapolres Kukar AKBP Andrias SN menyaksikan penandatangan berita acara Sertijab Kapolsek Anggana
    (Foto: Humas Polres Kukar)

    "Selama bertugas, pejabat tersebut dalam kepemimpinan, keteladanan, loyalitas, dedikasi dan kedispilinan telah ditunjukkan secara nyata, hal tersebut telah berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat," kata Andrias.

    Kepada seluruh personil Polres Kukar, ia meminta agar memberikan dukungan dan kerjasama kepada IPTU Amiruddin selaku pejabat atau Kapolsek Anggana yang baru. 

    "Mari kita jadikan momentum ini untuk memacu dan meningkatkan semangat, disiplin dan etos kerja, bagi pejabat baru agar segera mempelajari karakteristik wilayah, kenali tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda. Saya perintahkan agar memonitor kondisi wilayahnya, apabila masih ada permasalahan segera laporkan kepada saya," ucap Andrias.

    Dalam kesempatan itu, seluruh Kapolsek jajaran Polres Kukar juga diminta untuk mempersiapkan diri, mengingat dalam waktu dekat sudah memasuki tahapan Pilkada serentak 2020. 

    "Monitor dan minimalisir permsalahan-permasalahan yang ada di wilayah masing-masing," demikian Andrias mengakhiri amanatnya. (end)

    , ,

    Kapolres Kukar Andiras SN menggelar press rilis aksi maling yang membawa golok terekam CCTV
    (Foto: Endi)

    Warga kota Tenggarong sempat diresahkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pelaku pencurian tengah membawa senjata tajam berupa sebilah golok panjang pada 27 Desember 2019 lalu.

    Dalam video yang viral di media sosial tersebut, sosok maling itu terlihat mengendap-endap didalam rumah seorang warga Jalan Lais, kelurahan Timbau, Tenggarong, sambil membawa golok dan sempat terekam mencuri sepatu dan 1 unit sepeda motor.

    Ternyata sosok maling ini adalah Budi Santoso Wijaya alias Iwan Seret (48), ia ditangkap di Sambutan, Samarinda dan terpaksa dilumpuhkan oleh Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar dengan timah panas di bagian kaki saat berusaha kabur.

    Ia tak sendiri, rekannya Muhammad Noor alias Amat Tato (43) juga dibekuk di Jalan KH Agus Salim, Samarinda, yang berperan menunggu di sepeda motor saat Iwan Seret  melakukan aksi pencurian.

    "Dua pelaku ini adalah residivis pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dengan menggunakan sajam," terang Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho saat menggelar press rilis, Kamis (09/01) didampingi Kasat Reskrim AKP Andhika Dharma Sena.

    Sejumlah barang bukti diamankan termasuk golok berukuran panjang yang dibawa pelaku pencurian
    (Foto: Endi)

    Dikatakannya, para pelaku kerap berpindah-pindah tempat. Tidak hanya di Kukar, keduanya juga beraksi di Samarinda dan Balikpapan, bahkan setelahnya Iwan Seret bersama Amat Tato berencana ke Pulau Jawa.

    "Yang bersangkutan ini adalah pelaku kejahatan lintas kabupaten dan bisa dikatakan lintas provinsi karena akan keluar wilayah Kaltim," ujar Andrias.

    Modus operandi keduanya yakni dengan cara mencongkel pintu atau jendela dan merusak teralis, kemudian mencari senjata tajam didalam rumah korbannya untuk melindungi diri.

    "Kita melihat sendiri didalam video, dia (Iwan Seret) membawa senjata tajam, golok itu untuk apa, kalau ketahuan secara otomatis akan dilakukan perlawanan oleh yang bersangkutan," bebernya.

    Barang bukti hasil kejahatan Iwan Seret dan Amat Tato pun diamankan, yakni 2 unit sepeda motor Honda Scoopy dan Yamaha NMax, 2 buah laptop, 3 buah HP, 2 bilah parang, 2 pasang sepatu, sejumlah obeng dan tang, serta senter.

    "Tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP dan Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang ancaman hukumannya adalah 12 tahun penjara," demikian ditegaskan Andrias. (end)

    , , ,

    Bupati Kukar pimpin apel kesiapsiagaan tanggap bencana didampingi Dandim dan Kapolres
    (Foto: Endi)

    Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta ditingkatkannya kemampuan dan ketrampilan serta kepekaan terhadap perubahan dinamika masyarakat yang begitu cepat untuk mendeteksi dini terjadinya potensi bencana terutama banjir di wilayah Kukar.

    "Tingkatkan koordinasi dan komunikasi dengan segenap instansi terkait agar tugas penanggulangan bencana bisa berjalan dengan lancar dan terarah," ucapnya saat memimpin apel kesiapsiagaan tanggap bencana di halaman markas Kodim 0906/Tenggarong, Selasa (07/01) pagi.

    Edi juga meminta agar tugas penanggulangan bencana dilaksanakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab serta professional.

    "Serta kenali dan kuasai situasi dalam pelaksanaan tugas, sehingga penanggulangan bencana dapat berjalan dengan lancar dan tidak terdapat korban, baik dari petugas maupun masyarakat." ujarnya.

    Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling mengatakan, digelarnya apel kesiapsiagaan tanggap bencana merupakan komitmen TNI-Polri dalam mendukung setiap program pemerintah daerah.

    "Ini adalah bagian dari amanat Undang-undang dalam konteks untuk terus mensinergikan dan mempersiapkan diri dalam perbantuan kita kepada pemerintah daerah," katanya.

    Dandim 0906/Tenggarong memperlihatkan sejumlah peralatan untuk menghadapi bencana alam
    (Foto: Endi)

    Dikatakan Alling, pihaknya juga bersinergi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah dan tahapan antisipasi penanggulangan bencana alam, guna mencegah timbulnya korban baik personil maupun materil. 

    "Kita melakukan langkah preemtif dengan sosialisasi, FGD, penyuluhan, himbauan, pemasangan pamflet untuk mengedukasi masyakarat. Sedangkan langkah preventif kita menandatangani MoU bahwa sudah ada kegiatan riil untuk normalisasi sungai dan drainase. Saya sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PU untuk memetakan simpul banjir yang akan kita sasar," bebernya.

    Berkaca dari musibah banjir yang terjadi di Kukar beberapa waktu lalu, Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho akan bersinergi bersama TNI, pemerintah, swasta, maupun elemen masyarakat untuk memetakan titik rawan banjir.

    "Sehingga dengan Mapping tersebut kita bisa memperingatkan masyarakat khususnya yang berada di daerah aliran sungai. Kita juga akan mempersiapkan personil di Polsek-polsek maupul Koramil bekerjasama dengan pihak kecamatan," tukasnya. 

    Selain jajaran Kodim dan Polres, apel ini juga melibatkan Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan hingga Pramuka. (end)

    ,

    Plt Direktur Perusda Tunggang Parangan dan Direktur Operasional PT PTB usai teken MoU
    (Foto: Endi)

    Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Perusda Tunggang Parangan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB), Senin (06/01/2020) di ruang eksekutif kantor Bupati Kukar.

    Penandatanganan MoU dilakukan oleh Plt Direktur Perusda Tunggang Parangan Bambang Arwanto dan Direktur Operasional PT PTB Ario Bandoro Saputro, disaksikan Bupati Kukar Edi Damansyah serta Ketua DPRD Abdul Rasyid.

    MoU tersebut tentang pekerjaan jasa kepelabuhan di wilayah kegiatan alih muat barang Shif to Shift (STS) transfer di perairan Muara Jawa dan Muara Berau. Kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan amanat Perda Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Penanaman Modal di kabupaten Kukar.

    "Momentum ini kita pakai untuk dapat bersinergi antara Pemda melalui Perusda dengan Pelabuhan Tiga Bersaudara agar dapat bekerjasama secara profesional, supaya dapat menambah pendapatan di daerah," terang Direktur Operasional PT PTB Ario Bandoro Saputro.

    Disebutkannya, kerjasama yang telah dituangkan dalam MoU itu harus dilakukan secara profesional, mengingat pekerjaan STS menyangkut kegiatan asing.

    "Hampir 99 persen adalah kegiatan asing, jadi kita harus bersinergi dengan Pemda melalui Perusda," kata Ario.

    Kerjasama dimaksud juga mengembangkan koneksi antara STS dengan wilayah darat agar dapat meningkatkan pengembangan kapasitas STS di tengah laut, sehingga warga yang berada di darat juga mendapatkan manfaat ekonomi, apalagi ada 120 kapal setiap harinya melakukan pekerjaan STS.

    "Karena kita tahu 1 kapal itu ada 30 sampai 50 crew kapal. Artinya kalau ada 50 sampai 100 kapal, berarti ada sekitar 3 ribu wisatawan asing yang selama ini tidak bisa ditampung di darat karena harus turun terlalu jauh, sedangkan lokasi ke darat itu hanya 30 menit dari STS," bebernya.

    Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku sebelumnya telah meninjau langsung lokasi STS PT PTB dan mendapatkan penjelasan terkait rencana pengembangan di laut dan darat oleh perusahaan terminal batu bara tersebut.

    "Kita ingin kegiatan itu bisa mendorong kegiatan pertumbuhan ekonomi. Kita tahu kawasan disana ada potensi pariwisatanya yakni Pulau Pangempang, ada beberapa sektor yang bisa dikembangkan secara integrasi, semoga ini bisa kita tata dengan baik," ucapnya.

    Edi mengatakan, kerjasama tersebut merupakan investasi yang harus dijaga serta memberikan manfaat bagi warga lokal, seperti pembukaan lapangan kerja baru dan memberikan income bagi daerah.

    "Paling utama adalah bagaimana mendorong pertumbuhan dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang ada di Muara Badak dan sekitarnya. Saya sepakat BUMD kita juga harus profesional mengelolanya, karena ini baru awal dalam bentuk MoU, masih ada turunan-turunan lagi yang harus dilakukan, sehingga apa yang kita harapkan bersama bisa berjalan dengan baik," imbuhnya. (end)


Top