, ,

    JM diamankan anggota Polsek Muara Jawa usai melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur
    (Dok. Polsek Muara Jawa)

    Kasus pencabulan anak dibawah umur terjadi di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Pelakunya seorang pria berinisial JM (35), sementara korbannya sebut saja Melati pelajar kelas 3 SMP yang masih berusia 14 tahun. Baik pelaku maupun korban tinggal di lingkungan RT yang sama.

    Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Muara Jawa IPTU Nursan, mengatakan, pada Sabtu (11/07) sekira pukul 21.00 Wita, pelaku mendatangi korban yang saat itu berada di rumahnya seorang diri dengan maksud meminjam kunci.

    "Karena rumah dalam keadaan sepi, tiba-tiba pelaku langsung menarik tangan korban dan mendorongnya kedalam kamarnya," bebernya kepada media ini, Selasa (14/07) siang.

    Pelaku kemudian melakukan perbuatan cabulnya dengan cara menciumi dan memegang bagian vital di tubuh korban, namun ia gagal menyetubuhi korban.

    "Setelah kejadian itu, tersangka memberikan uang sebanyak Rp 70 ribu dan meminta agar korban tutup mulut dan tidak bercerita kepada siapapun," kata Nursan.

    Namun peristiwa ini diketahui oleh orang tua korban dan dilaporkan ke Polsek Muara Jawa untuk dilakukan proses hukum, Minggu (12/07) dini hari atau sekitar pukul 00.30 Wita.

    "Pelaku kemudian diamankan termasuk sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian beserta uang tunai Rp 70 ribu," sambungnya.

    Ditegaskan Nursan, JM telah mengakui perbuatannya dan ditetapkan sebagai tersangka. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu terancam hukuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    "Juncto Pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahaan Kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang," tandasnya. (end)

    , ,

    Kadinkes Kukar Martina Yulianti sampaikan penambahan 1 pasien sembuh dari COVID-19 di Samboja
    (Foto: Endi)

    Sempat menjalani karantina, 1 orang karyawan perusahaan migas akhirnya dinyatakan sembuh setelah sebelumnya terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

    Penambahan kasus sembuh ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Martina Yulianti melalui press rilis, Senin (13/07).

    Pasien sembuh tersebut yakni KK-72, berusia 34 tahun, jenis kelamin laki-laki, dari Kecamatan Samboja. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab tenggorok negatif selama 2 kali berturut-turut. 

    "KK-72 merupakan orang tanpa gejala (OTG) pelaku perjalanan dari Jawa Tengah yang akan kembali bekerja dan telah menjalani masa perawatan dan isolasi selama 8 hari," terangnya.

    Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Kukar, jumlah kasus positif COVID-19 hingga 13 Juli 2020 sebanyak 83 kasus.

    "Terdiri dari 10 orang masih dalam perawatan dan 72 sembuh dan 1 meninggal dunia," kata Yuli.

    Ditambahkannya, dari total kasus positif, 61 orang merupakan penduduk Kukar dan 22 orang penduduk non Kukar. (end)


    , ,

    Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti sampaikan tambahan 1 kasus positif COVID-19 per 12 Juli 2020
    (Foto: Endi)

    Warga terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali bertambah 1 orang.

    Penambahan kasus baru ini diumumkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kukar, Martina Yulianti, Minggu (12/07) sore.

    "Kasus terkonfirmasi positif sebagai berikut, KK-83, jenis kelamin perempuan, usia 28 tahun dari kecamatan Tenggarong Seberang, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG), bukan pelaku perjalanan," terangnya kepada wartawan melalui zoom meeting.

    Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok KK-83 pada tanggal 9 Juli 2020 menunjukkan hasil terkonfirmasi positif. 

    "Saat ini pasien telah menjalani karantina di Wisma Atlet Tenggarong Seberang sejak dinyatakan terkonfirmasi positif," kata Yuli.

    Dikatakannya, KK-83 memiliki kontak erat dengan warga Sanga-Sanga yang meninggal dunia pada 2 Juli di RSUD IA Moeis Samarinda dan kemudian dinyatakan positif corona pada 8 Juli 2020.

    "Ini hasil telusur kontak erat dari KK-73 yang meninggal," ujar Yuli lagi.

    Baca JugaKasus Positif Corona Per 11 Juli di Kukar: 1 Sanga-Sanga, 4 Loa Kulu

    Dengan penambahan kasus hari ini, maka di Kukar tercatat ada 83 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

    "Terdiri dari 11 orang sedang menjalani perawatan, 71 kasus dinyatakan telah sembuh dan 1 kasus meninggal dunia," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti umumkan tambahan 5 kasus positif corona per 11 Juli 2020
    (Foto: Endi)

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) Martina Yulianti, mengumumkan hasil swab massal 209 orang di kecamatan Sanga-Sanga pada 8 Juli 2020 lalu.

    Yuli menyebutkan, ada 2 orang terkonfirmasi positif COVID-19, merupakan kontak erat dari KK-73 atau warga Sanga-Sanga yang meninggal di RSUD IA Moeis Samarinda pada 2 Juli lalu.


    "Yakni KK-78, jenis kelamin perempuan, usia 41 tahun dari kecamatan Sanga-Sanga, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kontak erat dengan KK-73. Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 8 Juli 2020 menunjukkan hasil terkonfirmasi positif," terangnya, Sabtu (11/07) sore.

    KK-78 diketahui merupakan adik dari istri KK-73 (ipar, red) dan tengah dikembangkan riwayat interaksinya. 

    "Sedangkan 1 orang merupakan warga Bantuas dan dicatat oleh Samarinda kasusnya. Warga Bantuas ini melayat saat KK-73 meninggal," bebernya.

    Selain KK-78, ada tambahan 4 pasien positif yang merupakan pelaku perjalanan dan akan kembali bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di kecamatan Loa Kulu. Dengan demikian  ada penambahan 5 pasien yang dirawat di Asrama Atlet Tenggarong Seberang.

    "Hingga hari ini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar adalah 82 kasus, terdiri dari 10 orang sedang menjalani perawatan, 71 kasus dinyatakan telah sembuh dan 1 kasus meninggal dunia," tambah Yuli. (end)


    Tambahan Kasus Terkonfirmasi Positif Per 11 Juli 2020

    KK-79, jenis kelamin laki-laki, usia 34 tahun dari kecamatan Loa Kulu, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) pelaku perjalanan dari Jawa Timur yang akan kembali bekerja. Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 9 Juli 2020 menunjukkan hasil terkonfirmasi positif. 

    KK-80, jenis kelamin laki-laki, usia 39 tahun dari kecamatan Loa Kulu, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) pelaku perjalanan dari Jawa Tengah yang akan kembali bekerja. Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 9 Juli 2020 menunjukkan hasil terkonfirmasi positif.

    KK-81, jenis kelamin laki-laki, usia 48 tahun dari kecamatan Loa Kulu, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) pelaku perjalanan dari Jawa Tengah yang akan kembali bekerja. Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 9 Juli 2020 menunjukkan hasil terkonfirmasi positif.

    KK-82, jenis kelamin laki-laki, usia 51 tahun dari kecamatan Loa Kulu, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) pelaku perjalanan dari Jawa Timur yang akan kembali bekerja. Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 9 Juli 2020 menunjukkan hasil terkonfirmasi positif.

    ,

    Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti umumkan tambahan 1 kasus positif COVID-19 di Samboja
    (Foto: Endi)

    1 orang kontak erat karyawan perusahaan migas di kecamatan Samboja dinyatakan terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).


    Kontak erat dimaksud yakni KK-77, laki-laki, usia 38 tahun, dari kecamatan Samboja dan merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

    "KK-77 merupakan kontak erat dari KK-74. Hasil pemeriksaan PCR terkonfirmasi positif tanggal 6 Juli 2020. Sekarang pasien sedang dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan," terang Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yulianti, Jumat (10/07) sore ini.

    Dengan adanya penambahan tersebut, maka di Kukar sampai hari ini tercatat ada 77 kasus positif COVID-19.

    "Dimana 5 orang sedang menjalani perawatan dan 71 kasus dinyatakan telah sembuh," rincinya.

    Yuli pun mengingatkan agar masyarakat di Kukar tidak terlena dengan tatanan normal baru atau new normal dan meminta tetap waspada terhadap penyebaran COVID-19 yang penularannya sebagian besar tanpa gejala.

    "Justru sekarang ini masyarakat mobilitasnya tinggi dan itu mudah sekali terjadinya kasus impor," demikian jelasnya. (end)



    , ,

    Protokol kesehatan CFD di Kukar pada tatanan normal baru wajib dipatuhi pengunjung dan pedagang
    (Grafis: Endi)

    Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan di Kutai Kartanegara (Kukar) akan kembali dibuka Minggu (12/07) lusa.

    Penyelenggaraan tatanan normal baru produktif dan aman pada masa pandemi COVID-19 pada area CFD telah diatur melalui Surat Edaran Bupati Kukar Nomor P- 2223 /DINKES/SKRT/7/2020.

    Dalam surat edaran yang ditandatangani Bupati Kukar Edi Damansyah tanggal 3 Juli 2020 itu disebutkan, jam pelaksanaan dibatasi mulai pukul 06.00 - 09.00 Wita.

    Kemudian memasang spanduk yang berisi himbauan kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan pandemi COVID-19 selama berada di area publik, serta ada petugas yang selalu mengingatkan pengunjung dan pedagang agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

    Bagi pengunjung yang datang harus dalam keadaan sehat, tidak demam, batuk, pilek atau sesak nafas, jika mengalami gejala tersebut agar tetap tinggal di rumah.

    Pengunjung dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas area CFD. Setiap pengunjung harus diukur suhu tubuhnya, maksimal 37,5 derajat celcius, jika diatas suhu tersebut maka tidak diperkenankan masuk. 

    Selain itu, tidak diijinkan membawa bayi (0 - 1 tahun) dan orang tua lanjut usia (> 60 tahun). Menyediakan sarana mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di beberapa titik strategis.

    Seluruh pengunjung wajib menggunakan masker secara baik dan sesuai standar. Jika tidak menggunakan masker maka tidak diijinkan masuk. Dipastikan dapat diterapkan physical distancing (jaga jarak). 

    Tidak diperkenankan adanya kontak fisik antara pengunjung baik dalam bentuk jabat tangan, berpelukan, dan lain-lain, serta tidak melakukan aktivitas makan/minum di area CFD. Makanan yang dibeli sebaiknya dibawa pulang (take away food).

    Bagi yang berjualan di area CFD, harus dipastikan terdapat jarak antar pedagang minimat 2 meter. Seluruh pedagang juga wajib menggunakan masker dan membawa sarana cuci tangan atau hand sanitizer baik untuk dirinya sendiri maupun untuk pembeli. 

    Selanjutnya para pedagang wajib menjaga kebersihan makanan yang dijual, menggunakan sarung tangan dan selalu menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan. 

    Terakhir, pedagang wajib menyediakan kemasan makanan yang memungkinkan untuk dibawa pulang oleh pembeli/tidak diperkenankan makan ditempat (area CFD). (*/end)

    ,

    Puing-puing bangunan yang terbakar di RT 3 Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman
    (Foto: Istimewa)

    Kebakaran besar terjadi di RT 3, Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (09/07) sore tadi.

    Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Muara Kaman IPTU Juwadi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.

    "Awal mula api pertama kali muncul ditengah dirumah Saudara Junaidi, api muncul dari bagian tengah rumah, kemudian karena kondisi cuaca angin kencang sehingga api dengan cepat membesar dan membakar bangunan rumah lain yang ada dikanan kiri," terangnya.

    Dikatakannya, sejumlah bangunan rumah yang terbakar rata-rata terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat menyebar, selain itu tidak adanya alat pemadam kebakaran yang memadai menyulitkan warga untuk memadamkan api.

    "Warga Desa Sedulang bersama-sama berusaha memadamkan api secara manual dengan menggunakan mesin Alkon, saat ini puing-puing api masih berusaha dipadamkan," beber Juwadi.

    Data sementara yang dihimpun petugas, sebanyak 11 rumah tinggal milik warga, 4 bangunan rumah burung walet serta 3 bangunan sekolah terbakar.

    "Untuk fasilitas umum atau sekolah yang terbakar yakni SMA Martadipura Sedulang, SMP Budi Utomo Sedulang, 6 ruang kelas dan TK / Paud Bina Karya Sedulang," sambungnya.

    Dugaan sementara, penyebab terjadinya kebakaran akibat kompor terbakar yang ditinggal pemiliknya.

    "Karena saat kejadian warga Sedulang sedang mengantri menunggu pembagian uang dana SHP Plasma di Balai Desa Sedulang," kata Juwadi.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 milyar.

    "Untuk tersangka masih dalam lidik, petugas telah mengamankan barang bukti berupa potongan kayu rumah bekas terbakar," demikian jelasnya. (end)

    ,

    Update kasus COVID-19 per 8 Juli 2020 disampaikan Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti
    (Foto: Endi)

    Penambahan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Kartanegara (Kukar) belakangan ini didominasi karyawan perusahaan pelaku perjalanan dari luar daerah.

    Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kukar (Dinkes) sekaligus juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di Kukar, Martina Yulianti, terdapat tambahan 3 kasus baru per 8 Juli 2020.

    "Kasus terkonfirmasi positif yang pertama adalah KK-74, jenis kelamin perempuan, usia 38 tahun, dari kecamatan Samboja. KK-74 ini adalah seorang karyawan perusahaan migas di Samboja dan merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta yang akan kembali bekerja. Hasil pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 4 Juli menunjukkan hasil terkonfirmasi positif," terangnya sore tadi.

    Selanjutnya KK-75, jenis kelamin laki-laki, usia 49 tahun, dari kecamatan Loa Kulu. KK-75 merupakan pelaku perjalanan dari Madiun (Jawa Timur) yang juga akan kembali bekerja di sebuah perusahaan di Loa Kulu, dilakukan pemeriksaan PCR dari swab tenggorok tanggal 6 Juli 2020 dengan hasil terkonfirmasi positif.

    "Berikutnya adalah KK-76, jenis kelamin laki-laki, usia 53 tahun, juga dari kecamatan Loa Kulu dan merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya dan akan kembali bekerja di daerah Loa Kulu. Hasil PCR dari swab tenggorok tanggal 6 Juli menunjukkan hasil terkonfirmasi positif," rinci Yuli.

    Sejak dinyatakan terkonfirmasi positif, KK-74 langsung menjalani karantina di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), sementara KK-75 dan KK-76 di Asrama Atlet, Tenggarong Seberang.

    "Alhamdulillah ada kabar baik kesembuhan 2 orang pasien kita, yaitu KK-70, usia 48 tahun, laki-laki, dari kecamatan Tenggarong Seberang. Dinyatakan sembuh setelah 2 kali berturut-turut swab negatif dan telah menjalani masa isolasi/perawatan di Asrama Atlet selama 7 hari," sambungnya.

    Sedangkan 1 orang lagi yakni KK-71, laki-laki usia 30 tahun, dari kecamatan Tenggarong Seberang. Dinyatakan sembuh setelah hasil swab negatif 2 kali berturut-turut. KK-71 telah menjalani masa isolasi dan perawatan selama 7 hari.

    "Dengan demikian hingga hari ini kasus terkonfirmasi positif di Kukar adalah sebanyak 76 kasus, dimana 4 orang sedang menjalani perawatan, 71 kasus dinyatakan telah sembuh dan 1 meninggal," jelas Yuli. (end)


Top