,

    Bupati Aulia bentuk tim terpadu hadapi dampak kemarau guna menjaga aktifitas pertanian di Kukar
    (Foto: Fairuz) 

    TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak menghadapi dampak kemarau yang mulai menyebabkan kekeringan di sejumlah kawasan pertanian, khususnya wilayah yang masih mengandalkan sistem pengairan tadah hujan.

    Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar telah membentuk tim terpadu untuk menangani persoalan tersebut. Tim melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan.

    "Tim ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan, dengan melibatkan BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan," ujar Aulia Rahman Basri.

    Menurutnya, tim saat ini tengah mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan pengairan di areal persawahan yang terdampak kekeringan.

    Pemkab Kukar telah mengidentifikasi sekitar 10 kecamatan yang menjadi kawasan lumbung pangan dan turut terdampak kondisi kemarau.

    "Utamanya adalah kawasan pertanian yang sistem pengairannya masih mengandalkan tadah hujan. Karena itu, kami sedang berupaya mencari sumber-sumber air terdekat agar kebutuhan pengairan sawah dapat terpenuhi dengan baik," jelasnya.

    Untuk memastikan kondisi terkini di lapangan, Pemkab Kukar akan menggelar koordinasi bersama jajaran kecamatan, desa, penyuluh pertanian dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP).

    "Besok pagi pukul 08.00 WITA, kami akan melaksanakan Zoom Meeting bersama seluruh camat, kepala desa, para penyuluh pertanian, serta teman-teman dari BRMP untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan," katanya.

    Setelah koordinasi tersebut, tim terpadu dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada Rabu untuk memantau kondisi persawahan sekaligus mencari solusi yang paling tepat bagi petani terdampak.

    Selain melakukan pemetaan sumber air, Pemkab Kukar juga tengah mengupayakan pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengoptimalkan bantuan pompa air bagi petani, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan.

    Aulia menjelaskan, kebutuhan kapasitas pompa akan disesuaikan dengan luas areal persawahan yang terdampak.

    "Berdasarkan hasil identifikasi sementara, apabila luas areal persawahan yang terdampak berada di bawah 20 hektare, pompa berukuran 3 inci diperkirakan masih dapat digunakan secara optimal. Namun, apabila luasnya sudah lebih dari 20 hektare, maka dibutuhkan pompa dengan kapasitas yang lebih besar," terangnya.

    Pemkab Kukar, lanjut Aulia, akan berupaya mempercepat penyediaan pompa-pompa tersebut agar persoalan pengairan dapat segera ditangani.

    Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat sekaligus mencegah dampak kekeringan meluas dan mengganggu produksi pangan di Kukar.

    "Pompa-pompa tersebut akan kami upayakan untuk segera disediakan agar persoalan pengairan dapat ditangani secepat mungkin dan aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan," pungkasnya. (*)

    , ,


    KUTAI KARTANEGARA – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat mengungkap kasus pengeroyokan di Kecamatan Tabang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

    Dihadapan awak media. Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar yang didampingi Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

    Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, para tersangka berkumpul di warung Sugiati di Jalan Poros PU, Desa Bilaq Talang, Kecamatan Tabang.

    Sekitar pukul 21.00 Wita, kedua korban melintas di depan warung tersebut menggunakan sepeda motor. L menggunakan Yamaha WR warna biru dengan knalpot brong, sementara I menggunakan Honda Win.

    Kedua korban kemudian melintas di depan warung sebanyak tiga hingga empat kali. Mereka juga sempat berhenti di depan warung, sementara di dalamnya terdapat para tersangka yang sedang berkumpul.

    Menurut keterangan dalam penyidikan, tindakan kedua korban inilah yang kemudian dianggap oleh para tersangka sebagai perilaku ugal-ugalan. Para tersangka juga menduga kedua korban berada dalam pengaruh minuman keras karena kebiasaan korban meminum alkohol.

    Tidak berselang lama, salah seorang  tersangka yakni MF meninggalkan warung untuk pulang ke rumah. Namun, dalam perjalanan, ia dihadang oleh kedua korban. Merasa terancam, MF kemudian kembali ke warung dan memanggil rekannya AP untuk mendatangi korban sehingga terjadi pemukulan terhadap korban.

    "Rekan-rekan mereka yang sebelumnya berada di warung kemudian ikut mendatangi lokasi karena khawatir terjadi sesuatu terhadap MF dan AP. Kedatangan para tersangka tersebut kemudian berujung pada terjadinya kekerasan secara bersama-sama terhadap kedua korban," beber Kapolres.

    Ia mengatakan, setelah peristiwa kekerasan terjadi, kedua korban kemudian dibawa ke Puskesmas. Sesampainya di Puskesmas, korban I dinyatakan meninggal dunia, sementara L mengalami luka-luka. 

    Polisi menyebut motif para tersangka melakukan kekerasan tersebut berawal dari informasi bahwa MF dihadang oleh kedua korban saat hendak pulang.

    Penangkapan tersangka pada Minggu (9/8/2026) merupakan hasil kerja sama Satreskrim Polres Kukar dengan Jatanras Polda Kaltim melalui tim yang dibentuk untuk melakukan pengejaran ke wilayah Tabang dan Tenggarong hingga Samarinda.

    Selain tersangka MF dan AP, polisi juga mengamankan AFA, HM, JAP, P, MA, ANM, serta F yang berstatus sebagai anak dibawah umur.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 262 Ayat (1), (2), dan (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

    Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar pun memastikan proses penyidikan terhadap perkara tersebut terus dilakukan, termasuk melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.

    Diketahui buntut dari peristiwa meninggalnya salah satu korban, warung tempat berkumpulnya para pelaku pun dibakar massa, terkait hal ini, Kanit Jatanras Polda Kaltim AKP Teddy menyampaikan penjelasan.

    "Kami telah meminta keterangan warung-warung disebelahnya, tempat itu memang biasanya digunakan untuk main kartu, ngopi, kalau untuk miras tidak ada keterangan atau bukti bahwa warung itu digunakan untuk penjualan miras," demikian terangnya. (mm)

    , ,

    Gerakan pembagian 10 juta bendera di Kukar berlangsung di Taman Puja Sera, Tenggarong
    (Foto: Fairuz)

    TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut ambil bagian dalam Gerakan Nasional Pembagian dan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Taman Puja Sera, Tenggarong, Senin (10/8/2026) pagi tadi.

    Gerakan yang dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Adji Muhammad Arifin, Sekda Sunggono, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda dan berbagai tokoh ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat sekaligus mengenang 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia.

    Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, khusus bagi Kukar, momentum kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya melalui pengibaran bendera, tetapi juga sebagai semangat untuk membangun daerah agar semakin mandiri dan berkembang.

    "Semangat kemerdekaan kita maknai sebagai semangat kebangkitan Kutai Kartanegara," ujar Aulia.

    Menurutnya, semangat tersebut diharapkan mampu mendorong Kukar menjadi daerah yang semakin mandiri, maju dan sejahtera, sekaligus mampu meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

    Aulia juga menyampaikan, Gerakan Nasional Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih menjadi momentum untuk membakar semangat nasionalisme masyarakat dalam menyambut 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi energi bersama agar Kutai Kartanegara terus berkembang dan mampu menjadi salah satu barometer pembangunan nasional.

    Di sisi lain, Aulia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terpecah belah oleh berbagai isu, termasuk dinamika politik yang dapat memengaruhi hubungan antarelemen masyarakat.

    Ia menegaskan soliditas antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan daerah.

    "Jangan sampai kita mudah dipecah belah oleh isu-isu politik. Kita harus tetap bersatu," tegasnya.

    Persatuan tersebut, lanjut Aulia, juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang saat ini dihadapi Kutai Kartanegara.

    Sejumlah persoalan seperti kondisi keuangan daerah, kemarau panjang yang berdampak terhadap sektor pertanian, potensi gagal panen, hingga ancaman bencana kebakaran menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

    "Kita harus tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan yang ada, termasuk persoalan keuangan daerah, kemarau panjang, gagal panen, maupun bencana kebakaran," katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mewujudkan program "Kukar Idaman" sebagai salah satu acuan pembangunan daerah.

    Menurutnya, pembangunan Kukar membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat sehingga berbagai program yang telah dirancang pemerintah dapat berjalan dan memberikan manfaat secara luas.

    Sementara itu, terkait pembagian bendera Merah Putih, Aulia menyebut jumlah keseluruhan bendera yang akan dibagikan masih dalam proses pendataan.

    Namun, Pemkab Kukar menargetkan gerakan tersebut dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa dan kelurahan di wilayah Kukar.

    "Perkiraan tidak kurang dari 500 ribu bendera akan dibagikan kepada masyarakat," jelasnya.

    Ia berharap semangat Gerakan Nasional Pembagian dan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih tidak hanya terasa di Tenggarong maupun pusat-pusat pemerintahan kecamatan, tetapi juga sampai ke pelosok desa dan kelurahan.

    "Harapannya, gerakan ini dapat tersosialisasi dengan baik dan semangatnya dapat tergelorakan di seluruh penjuru Kabupaten Kutai Kartanegara," ungkapnya.

    Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kukar diharapkan tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, nasionalisme dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus melanjutkan pembangunan daerah.

    Dalam kegiatan gerakan 10 juta bendera merah putih ini, Bupati Kukar juga membagikan perlengkapan sekolah gratis kepada siswa baru mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP yang merupakan salah satu program dedikasi dari Kukar Idaman terbaik. (*)


Top