,

    Teuku Faizasyah dari Kemlu RI (tengah) didampingi istri bersama Yayasan Gubang dan peserta BSBI
    (Foto: Endi)

    Genap 1 bulan peserta program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2021 dari 7 negara belajar secara virtual di Yayasan Gubang Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Ketujuh peserta ini pun menunjukkan kemampuan menari tarian suku Dayak Kenyah yakni Kancet Gong serta menyanyikan lagu berbahasa Kutai berjudul Burung Enggang secara virtual dihadapan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemlu RI Teuku Faizasyah di ruang serba guna kantor Bupati Kukar, Minggu (24/10/2021) sore.

    Baca JugaDirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Apresiasi Pelaksanaan Program BSBI di Kukar

    Peserta program BSBI 2021 yang mendapat kesempatan belajar seni budaya Kukar yaitu Satsuki Kojima (Jepang), Nisar Muhammad (India), Sabeela Siddiqui (India), Cham Cung Kan (Hongkong), Shenglan Zhou (Tiongkok), Sreng Sopheary dan Mom Vandavim (Kamboja).

    "Mereka sangat antusias untuk menyerap ilmunya dengan segala keterbatasan meski secara zoom meeting. Namun ini artinya ada sinergi antara yang melatih dengan peserta. Ini istimewa, bahwa dengan segala keterbatasan, mereka mendapat yang terbaik dari kegiatan ini," ujar Teuku Faizasyah kepada media ini.

    Ia mengatakan, kemampuan untuk mempelajari dengan cepat seni dan budaya yang bukan berasal dari negara peserta tidak terlepas dari metode pengajaran yang diberikan oleh para pengajar dari Yayasan Gubang.

    "Dan mereka juga sangat serius untuk mendalami pengetahuannya, itu sebabnya dalam 1 bulan berjalan sudah sedemikian baiknya, itu istimewa menurut saya," kata Teuku Faizasyah.

    Kedepan program BSBI diharapkannya dapat dilakukan secara offline seiring semakin menurunnya kasus pandemi COVID-19 di Indonesia.

    "Sehingga impact-nya akan lebih bisa dirasakan, seperti tadi saja (Virtual, Red) sudah bisa membangun kedekatan hubungan, apalagi kalau mereka bisa datang dan berinteraksi secara langsung," ucapnya.

    Sebagaimana disampaikan Ketua Yayasan Gubang Hariansya Kundjung, para peserta adalah mahasiswa yang mengikuti kelas tari sebanyak 16 pertemuan dan 8 pertemuan untuk kelas menyanyi.

    "Termasuk kelas membuat kerajian tangan berupa krip bulu tangan dan perisai Dayak Kenyah yang digunakan untuk property tari dengan jadwal pertemuan sebanyak 6 kali," jelasnya.

    Sedangkan tenaga pengajar berjumlah 5 orang dan seluruhnya merupakan anggota Yayasan Gubang, dimana setiap pertemuan dilaksanakan secara daring selama 60 menit. 

    "Pertemuan melalui zoom meeting setiap hari Sabtu dan Minggu dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, menggunakan fasilitas di ruang serba guna kantor Bupati Kukar," sebut pria yang akrab disapa Ancah ini.

    Program BSBI 2021 telah dimulai sejak 24 September dan akan berakhir pada 14 November nanti. Ada 6 sanggar seni dari 6 provinsi di Indonesia yang dipilih oleh Kemlu RI sebagai mitra kerja sama, satu diantaranya adalah Yayasan Gubang. (end)

    ,

    Teuku Faizasyah (2 dari kanan) dan istri bersama Bupati Kukar serta Ketua Yayasan Gubang
    (Foto: Endi)


    Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Teuku Faizasyah menyambangi rumah jabatan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (23/10/2021) malam.

    Kedatangan duta besar Indonesia untuk Kanada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2014-2018) ini terkait dengan penyelenggaraan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang diselenggarakan secara virtual.

    Program BSBI tahun ini berlangsung sejak 24 September hingga 14 November mendatang dengan jumlah peserta sebanyak 47 orang dari 21 negara. Kemlu RI bekerjasama dengan 6 sanggar seni dari 6 provinsi di Indonesia, salah satunya Yayasan Gubang di Kukar yang terpilih untuk ketiga kalinya dalam program ini.

    Berita Terkait12 Pemuda Dari Berbagai Negara Belajar Seni Budaya di Yayasan Gubang

    Teuku Faizasyah mengatakan, pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap sanggar seni yang mampu memahami konteks BSBI saat pandemi COVID-19.

    "Kalau kita melihat sanggar disini (Yayasan Gubang, red) tetap yang paling siap mampu menterjemahkan penyelenggaraan BSBI di saat pandemi COVID-19. Itu sebabnya dari sedemikian banyak yang kita kaji dan kita amati, maka kita putuskan sanggar di Kukar ini," ujarnya.

    Pelaksanaan program BSBI secara virtual oleh Yayasan Gubang akan ditinjau langsung oleh rombongan Kemlu RI pada Minggu (24/10/2021) di ruang serba guna kantor Bupati Kukar. Ia pun mengapresiasi dukungan Pemkab Kukar terhadap Yayasan Gubang yang memiliki kekhasan tersendiri.

    "Dukungan dari pemerintah daerah sangat baik, sehingga kegiatannya bisa terselenggara di gedung pemerintah. Ini merupakan salah satu yang berbeda dengan kalau kita melihat di sanggar-sanggar yang lain. Ini menyebabkan kita semakin yakin bahwa apa yang dilakukan di Kukar adalah salah satu model yang baik," kata Teuku Faizasyah. 

    Berita TerkaitKutai Kartanegara Kembali Terpilih Dalam Program BSBI 2019

    Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, kedatangan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI untuk memonitor pelaksanaan BSBI secara virtual. Orang nomor satu di Kukar ini berharap agar kedepannya program tersebut dapat diselenggarakan secara offline.

    "Harapannya seperti pelaksanaan yang sudah dilakukan sebelum pandemi COVID-19.  Itu jadi media promosi kita juga, utusan-utusan dari negara yang terpilih bisa mempromosikan seni dan budaya Kutai Kartanegara," ucapnya.

    Dirinya pun mengapresiasi Yayasan Gubang pimpinan Hariansya Kundjung yang dipilih pada tahun 2018, 2019, dan 2021 oleh Kemlu RI sebagai mitra penyelenggaraan program BSBI.

    "Yayasan Gubang ini kan membanggakan kita juga dan profesional, apalagi pada acara 17 Agustus kemarin mereka dipanggil ke Istana Negara. Kita berharap apa yang sudah dicapai oleh yayasan Gubang ini bisa dipertahankan. Pengelola sanggar-sanggar lain juga harus bangkit di Kutai Kartanegara," tandasnya. (end)

    , , ,

    Harga minyak dunia membaik, penerimaan negara dari industri hulu migas mencapai Rp 136,8 Triliun
    (Grafis: SKK Migas)

    Membaiknya harga minyak dunia menjadi momentum yang berhasil dimaksimalkan oleh kinerja hulu minyak dan gas bumi (migas). Hingga Kuartal III – 2021 (30 September 2021), penerimaan negara yang dihasilkan industri hulu migas mencapai Rp. 136,8 (kurs 1 USD = Rp14.350,-) triliun dan telah melampaui target APBN 2021 yang ditetapkan sebesar 131%.

    Hal ini disampaikan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dalam kegiatan Jumpa Pers Kinerja Hulu Migas Kuartal – III 2021 pada Selasa (19/10/21) di Jakarta.


    “Kami bersyukur pada Kuartal III 2021 ini, salah satu KPI (Key Performance Indicator) SKK Migas yakni penerimaan negara telah tercapai, bahkan melebihi target. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan terkait atas dukungan serta kerjasama yang baik sehingga industri ini berhasil memberikan penerimaan negara yang optimal dimasa pandemi seperti ini,” kata Dwi.

    Optimalnya penerimaan negara dari hulu migas tidak lepas dari harga minyak dunia yang berangsur membaik dan juga efisiensi kegiatan operasi hulu migas yang dilakukan. “Dimulai pertengahan tahun 2021, harga ICP (Indonesian Crude Price) mulai mengalami kenaikan hingga per September ini mencapai US$ 72,2/barel, tentunya kita semua berharap membaiknya harga minyak dunia ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pelaku usaha hulu migas agar gairah investasi dapat kembali menggeliat setelah sempat lesu pada 2020 lalu,” ujarnya.

    “Tidak hanya harga minyak dunia, diprediksi harga LNG juga cenderung meningkat hingga kuartal I Tahun 2022, seiring dengan peningkatan kebutuhan energi dunia,” sambung Dwi.

    Untuk capaian lifting migas nasional per Kuartal III – 2021, ia menyebutkan capaian saat ini adalah 1.640 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) dengan rincian lifting minyak sebesar 661 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau 93,8% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.481 MMSCFD (standar kaki kubik per hari) dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 97,2%.

    Sementara investasi di hulu migas juga meningkat seiring dengan membaiknya harga minyak dunia dan mulai bergeraknya perekonomian nasional, saat ini nilai investasi di hulu migas telah mencapai Rp. 113,3 triliun.

    Untuk realisasi biaya cost recovery pada kuartal III 2021 telah mencapai Rp. 79,8 triliun. “Realisasi cost recovery berada di angka 68,90% terhadap outlook. SKK Migas akan terus mengawal agar angka cost recovery berada dibawah target melalui efisiensi dan optimalisasi kegiatan operasi KKKS,” terangnya.

    Terkait capaian lifting migas yang masih dibawah target, Dwi menyebutkan ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal itu terjadi yakni entry point awal tahun 2021 yang rendah karena adanya beberapa kegiatan pengeboran dan onstream proyek 2020 yang tertunda dikarenakan pembatasan mobilitasi manusia dan peralatan akibat pandemi Covid-19.

    “Kemudian terjadinya unplanned shutdown, terlambatnya kegiatan pengeboran akibat terkendala masalah perizinan dan pembatan mobilisasi, serta mundurnya beberapa onstream lapangan yang terjadi pada tahun 2021 ini,” jelas Dwi lagi.

    Meski demikian, SKK Migas bersama KKKS terus melakukan upaya untuk meningkatkan lifting tahun 2021 yakni melalui optimalisasi produksi dengan perkiraan tambahan 3.000 BOPD, tambahan sumur pemboran dan Work Over dengan tambahan 500 BOPD, penggunaan teknologi produksi dan debottlenecking dengan tambahan 500 BOPD, pengurasan stok dengan tambahan 1.800 BOPD, serta melalui crashed program dengan perkiraan tambahan 1.600 BOPD.

    “Sedangkan untuk gas, kami akan melakukan optimasi penyerapan sehingga ada tambahan lifting 55 MMSCFD dan melalui optimasi operasi dengan tambahan 20 MMSCFD,” pungkasnya. (*)

    , ,

    2 pelaku pencurian spare part alat berat di kawasan Loa Kulu diamankan, 1 orang masuk DPO
    (Foto: Polres Kukar)

    Kasus pencurian spare part alat berat yang terjadi di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil diungkap. 

    Tindak pidana pencurian ini terjadi pada 2 Oktober 2021 lalu sekira pukul 18.20 Wita, di kawasan PT IHM Blok J, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.

    Terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan salah seorang karyawan yang akan melakukan serah terima pekerjaan di PT Lamtamas Maruli Nauli Kawasan PT IHM Blok J.

    "Pada saat melakukan serah terima pekerjaan, pelapor melihat bahwa satu buah mesin Excavator telah hilang dan langsung melapor ke Polres Kukar," terang Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama melalui Kasat Reskrim AKP Herman Sopian, Senin (18/10/2021).

    Atas kejadian tersebut, Team Alligator dan Unit Pidum Sat Rekrim Polres Kukar kemudian menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP serta pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).

    Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi, bahwa pelaku pencurian berjumlah 3 orang berinisial PR, HP dan AR. Polisi lantas melakukan pencarian terhadap ketiganya. Kemudian pada Sabtu (17/10/2021) sekira pukul 21.00 Wita, Team Alligator dan Unit Pidumyang  dipimpin oleh Kanit Pidum IPDA Jaelani memperoleh informasi keberadaan para pelaku.

    "Dari informasi, bahwa pelaku atas nama PR berada di pasar malam Jalan Sepaku 3, Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kemudian dilakukan penangkapan dan berhasil diamankan." bebernya.

    Sekira pukul 22.00 Wita, polisi kembali memperoleh informasi bahwa pelaku lainnya yakni HP tengah berada di sebuah kafe di Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, PPU. Selanjutnya yang bersangkutan juga berhasil diamankan.

    "Kemudian dilakukan interogasi dan benar mengakui melakukan pencurian spare part alat berat berupa 1 buah mesin beserta pompa Excavator Volvo EC140BLCM JM 200 S/N 18047 dan komponen komponen lainya," jelas Arwin.

    Dalam melakukan aksinya, tersangka PR bersama HP dan AR mengincar spare part alat berat yang terparkir di TKP. Keduanya pun dibawa ke Mako Polres Kukar untuk menjalani proses lebih lanjut.

    "Selanjutnya Tim mencari dan mengumpulkan barang bukti dan sementara baru terkumpul 1 buah. Untuk barang bukti yang lain masih dalam pencarian dikarenakan dijual kepada orang yang tidak dikenal di wilayah kota Balikpapan," ungkapmya.

    Saat ini petugas tengah melakukan pengembangan dan mencari barang bukti yang lain. Sementara terhadap tersangka AR ditetapkan sebagai DPO (Daftar pencarian Orang) dan masih dalam pencarian.

    "Para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan," demikian disampaikan Arwin. (end)

    ,

    SKK Migas Perwakilan Kalsul dan KKKS gelar temu media daerah bersama jurnalis di Kukar
    (Foto: Humas PHM)

    SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) menyelenggarakan kegiatan Temu Media Daerah 2021 di Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (14/10/2021) pagi tadi.

    Kegiatan yang diikuti sekitar 30 jurnalis dari berbagai media ini berlangsung di Ballroom Pesanggrahan, Hotel Grand Fatma, Tennggarong. Temu media secara tatap muka ini pun merupakan yang pertama digelar setelah status PPKM Darurat di Kukar turun di level 2.

    Acara dilangsungkan dengan protokol ketat, seluruh jurnalis wajib menjalani Rapid Test Antigen. Sekedar diketahui, kegiatan serupa selama pandemi COVID-19 hanya dilangsungkan secara daring. 

    Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Communication Relation & CID PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Frans Alexander A. Hukom, dilanjutkan dengan update kegiatan hulu migas wilayah Kalsul oleh Senior Manager Humas Perwakilan SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardhana.

    Sesi paling menarik yaitu penyampaian tata kelola hulu migas Indonesia dan tantangan kedepan oleh praktisi migas Rudi Rubiandini

    Pria bergelar Profesor yang pernah menduduki posisi Wakil Menteri ESDM (2012-2013) ini menyampaikan secara gamblang 3 topik bahasan, mulai dari proses bisnis minyak dan gas bumi, tantangan kedepan, serta industri migas di wilayah Kalsul.

    Acara berlangsung hangat saat sesi diskusi dibuka, berbagai pertanyaan dari sejumlah awak media pun mengalir, seperti cadangan migas, dampak eksplorasi, hingga persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) turut menjadi topik bahasan.

    Diakhir sesi diskusi, Rudi menyampaikan jika umur industri migas masih panjang, apalagi jika didorong dengan kegiatan eksplorasi yang meningkat. Oleh karenanya, siapapun yang ingin melakukan kegiatan eksplorasi menurutnya harus didukung dan bukan sebaliknya.

    "Pembagian DBH juga harus cukup terasa ke tempat dimana lapangan minyak itu berada sampai di level kecamatan, dan harus dibuat dalam bentuk Perda (Peraturan Daerah)," ujarnya.

    Ia menambahkan, dengan hadirnya Participating Interest (PI), maka hal paling penting adalah bahwa daerah memiliki keinginan untuk memajukan daerah dalam bentuk kapabilitas, mulai dari penunjang migas, sampai ke pengambilalihan lapangan di kemudian hari, namun harus dilakukan secara bertahap. 

    "Hari ini kita bisa menerima migas dengan enak, besok anak cucu kita juga harus bisa menikmati migas. Kita harus punya rasa tanggung jawab, punya rasa moral," tandas Rudi. (end)

    ,

    Ketua BNK Kukar Rendi Solihin ungkap 56 desa masuk dalam titik bahaya peredaran narkoba
    (Foto: Rini)

    Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2021-2026 Rendi Solihin mengungkapkan, peredaran narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) telah merambah ke berbagai wilayah di Kukar.

    Ini disampaikannya kepada sejumlah awak media usai menghadiri pemusnahan barang bukti hasil Operasi Antik (Anti Narkoba) Mahakam 2021 di ruang Sat Resnarkoba Polres Kukar, Selasa (05/10/2021) kemarin.


    "Karenan luasan wilayah kita yang cukup luas kurang lebih 27.000 Km persegi, bahkan 45 kali lebih besar dari kota Samarinda, dimana peredaran narkotika itu sangat dimungkinkan leluasa di Kutai Kartanegara," ujarnya.

    Pria yang juga menjabat Wakil Bupati Kukar ini mengatakan, penyalahgunaan narkotika sebagaimana dimaksudkannya bisa terjadi di berbagai wilayah seperti hulu Mahakam hingga pesisir.

    "Peredaran narkotika sangat dimungkinkan leluasa di Kutai Kartanegara, apalagi banyak hamparan wilayah perkebunan, wilayah pesisir, yang rentan terhadap bahaya narkotika," beber Rendi.

    Ia menyebutkan, berdasarkan penelusuran BNK, ada sekitar 56 desa di Kukar kondisinya dalam titik bahaya narkoba.

    "Artinya bukan lagi rawan atau rentan, namun sudah dalam titik bahaya. Sehingga program kami dari BNK dan juga pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara akan melaksanakan beberapa giat, termasuk Desa Bersinar (Bersih Narkoba)," ungkapnya.

    BNK Kukar sendiri akan melaksanakan program Desa Bersinar di beberapa desa yang ada di kecamatan Tenggarong Seberang dan kecamatan wilayah pesisir.

    "Karena memang ada 1 kecamatan di pesisir yaitu kecamatan Anggana, dimana dari 8 desa di sana hanya 1 desa yang posisinya rentan, sedangkan 7 desa posisinya bahaya," beber Rendi.

    Dia meenambahkan, peredaran narkotika di pesisir Kukar tidak hanya karena faktor luasan wilayah dan posisi strategis wilayah yang ada di darat dan laut, namun juga dekatnya industri besar di pesisir Kukar.

    "Itu juga menjadi faktor utama karena dekat dengan kota dan pusat perindustrian, itu menjadi salah satu variabel juga meluasnya peredaran narkoba di Kutai Kartanegara, " tandasnya. (end)

    , ,

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni sampaikan gelaran Kaltim Film Festival 2021
    (Foto: Istimewa)

    Untuk pertama kalinya Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar perhelatan Kaltim Film Festival (KFF) tahun 2021.

    Penyelenggaran festival ini disampaikan secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kaltim, Sri Wahyuni, Selasa (05/10/2021).

    Ia mengatakan, film adalah salah satu sub sektor paling potensial di Kaltim. Oleh karenanya, untuk memberi ruang kreasi bagi sinematografi di Benua Etam, maka tahun ini Dispar Kaltim akan menyelenggarakan KFF.

    "Ini adalah gelaran pertama yang dilaksanakan pada tahun 2021 dan akan menjadi event tetap untuk memberi ruang kepada para pelaku di dunia sinematografi," ungkap mantan Kadispar Kukar ini.

    Selain menyelenggarakan webinar tentang perkembangan film lokal, KFF 2021 juga diisi dengan festival film pendek, awarding (penghargaan) kepada para pemenang, serta skrining film.

    "Dimana Kaltim Film Festival akan menjadi salah satu agenda besar pada Pekan Kreatif Kalimantan Timur 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan November 2021," demikian dijelaskan Sri. (*/end)

    , ,

    Pemusnahan barang bukti Operasi Antik Mahakam 2021 di ruang Sat Resnarkoba Polres Kukar
    (Foto: Endi)

    Polres Kutai Kartanegara (Kukar) memusnahkan barang bukti hasil kejahatan narkotika dan obat berbahaya (Narkoba), Selasa (05/10/2021).

    Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama melalui Kabag Ops AKP M Aldy Harjasatya mengatakan, pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan hasil Operasi Antik (Anti Narkoba) Mahakam yang digelar sejak 17 September - 01 Oktober 2021 (15 hari).

    "Dari hasil kegiatan tersebut Sat Narkoba dan Polsek jajaran Polres Kukar berhasil mengamankan  tersangka sebanyak 58 orang, terdiri dari 55 orang laki-laki dan 3 perempuan,," ujarnya didampingi Kasat Resnarkoba AKP M P Rachmawan.

    Sementara total barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut yakni 51,482 gram shabu, 3.400 butir pil double L, 34,34 gram tembakau sintetis dan uang tunai sebesar Rp 7,9 juta. Sesuai aturan, sebagian barang bukti akan disisihkan untuk dikirim ke Kejaksaan dan laboratorium forensik Polri untuk dicek keasliannya, sedangkan sisa barang bukti lainnya dimusnahkan.

    "Baranng bukti yang dimusnahkan terdiri dari 17 poket sabu dengan berat kotor 5,03 gram, Double L sebanyak 375 butir dan tembakau sintetis dengan berat kotor 34,34 gram," kata Aldy.

    Pemusnahan barang bukti yang dihadiri Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, perwakilan Forkopimda Kukar serta Yayasan Sekata ini dilakukan dengan cara dimasukkan kedalam blender hingga hancur dan larut untuk selanjutnya dibuang kedalam closet dengan disaksikan para tersangka.

    Sementara Kasat Resnarkoba AKP M P Rachmawan mengungkapkan, para tersangka kebanyakan ditangkap di Tenggarong dan beberapa diantaranya diamankan oleh jajaran Polsek.

    "Kebanyakan tersangka merupakan pengangguran. Ada pengguna, ada yang kurir, kalau pengedar nggak ya karena dia (tersangka, red) cuma ngantar aja," jelasnya.

    Selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kukar, Wakil Bupati Rendi Solihin menyampaikan apresiasi kepada Polres Kukar khususnya jajaran Sat Resnarkoba pada pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2021.

    "Peredaran narkotika sangat dimungkinkan leluasa di Kutai Kartanegara, apalagi banyak hamparan wilayah perkebunan, wilayah pesisir, yang rentan terhadap bahaya narkotika," bebernya.

    Ia menyebutkan, berdasarkan penelusuran BNK, ada sekitar 56 desa di Kukar kondisinya dalam titik bahaya peredaran narkoba. BNK bersama pemerintah daerah akan melaksanakan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di beberapa desa yang ada di kecamatan Tenggarong Seberang dan wilayah pesisir.

    "Karena ada 1 kecamatan di pesisir yaitu kecamatan Anggana, dari 8 desa di sana hanya 1 desa yang posisinya rentan, 7 desa posisinya bahaya," ungkap Rendi. (end)


Top