,

    Asisten III Setkab Kukar resmi membuka pelatihan instruktur senam jantung sehat seri 1 di Tenggarong
    (Foto: Fairuz)

    KUTAI KARTANEGARA – Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dafip Haryanto, resmi membuka Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat seri 1 hingga 6 di Aula PWRI Kukar, Rabu (6/5/2026).

    Kegiatan diawali dengan penyerahan simbolis seragam olahraga, Surat Keputusan (SK) kepengurusan, dan sertifikat kepada perwakilan peserta dari sejumlah kecamatan di Kukar.

    Dalam sambutannya, Dafip menegaskan bahwa senam jantung sehat merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Ini bukan sekadar olahraga, tetapi upaya mencegah penyakit jantung,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan Misi 1 RPJMD Kukar 2025–2029 yang memprioritaskan pemerataan layanan kesehatan. Dukungan juga diperkuat melalui sejumlah program daerah, seperti Kukar Bergizi Terbaik, Kukar Etam Sehat, Kukar Lestari, penguatan SDM Kukar Terbaik, serta Kukar Cerdas.

    Dafip mengingatkan para peserta agar menguasai teknik dengan baik, menjadi teladan, serta mampu mengedukasi masyarakat secara luas dan inklusif.

    “Jadilah contoh hidup sehat di lingkungan,” pesannya.

    Ia juga mencontohkan komitmen pribadi dengan datang ke lokasi menggunakan sepeda. Menurutnya, menjaga kesehatan jantung harus dilakukan secara konsisten melalui pola hidup sehari-hari.

    Pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif dalam mengembangkan gerakan ini, terutama dengan peran aktif kelompok masyarakat seperti ibu-ibu. Meski demikian, partisipasi generasi muda dan laki-laki diharapkan terus meningkat.

    Pemerintah daerah turut mengapresiasi dukungan Yayasan Jantung Indonesia dalam mendorong edukasi kesehatan masyarakat.

    Dengan kolaborasi yang kuat, Pemkab Kukar optimistis senam jantung sehat dapat menjadi gerakan luas yang berdampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat. (Fairuz)

    , ,


    PWI Kukar berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kersik gelar pelatihan jurnalistik dan literasi
    (Dok. PWI Kukar)

    KUTAI KARTANEGARA — Kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara bersama Pemerintah Desa Kersik diwujudkan melalui pelatihan jurnalistik dan literasi di Sekretariat Pokdarwis Pantai Biru, Kecamatan Marangkayu, Minggu (3/6/2026).


    Kegiatan bertema “Membangun Budaya Literasi dan Kemampuan Jurnalistik sebagai Fondasi Informasi yang Akurat dan Bertanggung Jawab” ini diikuti anggota Pokdarwis, pemuda, dan masyarakat desa. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan literasi di tengah derasnya arus informasi digital.

    Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menulis dan menyampaikan informasi secara benar.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Desa Kersik dan PWI Kukar dalam memperkuat kemampuan masyarakat menyampaikan informasi secara akurat,” ujarnya.

    Ia menegaskan, penguatan literasi penting agar masyarakat tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga memahami kaidah jurnalistik yang baik.

    “Kami ingin berbagi pengetahuan agar masyarakat mampu menyampaikan informasi secara tepat dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

    Menurutnya, potensi Desa Kersik sangat besar dan perlu didukung dengan kemampuan pengemasan informasi agar dikenal lebih luas.

    “Potensi desa ini sangat luar biasa, mulai dari perikanan, UMKM, hingga pariwisata,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Desa Kersik, Jumadi, mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia di desa, khususnya di era media sosial.

    “Saat ini siapa pun bisa menjadi penyampai informasi, tetapi sering kali kontennya tidak terkontrol. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan yang benar,” ujarnya.

    Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan menulis masyarakat sekaligus mendorong promosi potensi desa secara positif.

    “Melalui pelatihan ini, masyarakat bisa memahami cara penulisan yang benar dan mampu mengangkat potensi desa,” tutupnya.

    Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi di desa serta mendorong masyarakat lebih aktif menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat.

    Sumber: PWI Kutai Kartanegara

    , ,

    Ketua PWI Kukar Andi Wibowo tanam pohon cemara didampingi anggotanya dan Kades Kersik
    (Dok. PWI Kukar) 

    KUTAI KARTANEGARA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Desa Kersik menggelar aksi penghijauan di kawasan pesisir Pantai Biru, Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Minggu (3/5/2026).

    Kegiatan penanaman pohon cemara ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pantai dari ancaman abrasi.

    Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, menyebut aksi ini sebagai langkah nyata dalam konservasi pesisir yang juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat.

    “Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat konservasi lingkungan sekaligus membantu menahan abrasi air laut,” ujarnya.

    Ia menambahkan, upaya tersebut juga merupakan investasi jangka panjang agar kawasan pantai tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Ini langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir,” tambahnya.

    Kepala Desa Kersik, Jumadi, mengatakan penghijauan menjadi bagian dari program berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat.

    “Harapannya, pantai menjadi lebih hijau dan teduh sehingga pengunjung merasa nyaman,” jelasnya.

    Menurutnya, kondisi pantai yang asri akan meningkatkan daya tarik Pantai Biru sebagai destinasi wisata sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

    Ia juga menegaskan bahwa kegiatan serupa rutin dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

    “Kegiatan ini melibatkan PWI, Pertamina, PHKT, serta masyarakat,” katanya.

    Jumadi mengingatkan pentingnya perawatan pascatanam agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

    “Menanam saja tidak cukup, perawatan menjadi kunci agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga pesisir terus meningkat, sekaligus memperkuat fungsi Pantai Biru sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan.

    Sumber: PWI Kutai Kartanegara


Top