40 Tahun Beroperasi, Lapangan Handil Masih Mampu Hasilkan 15,000 Barel Minyak/Hari

Meski berusia tua, Lapangan Handil (Blok Mahakam) di Muara Jawa, Kukar, hingga kini masih mampu memproduksi minyak dan kondesat sebesar 15,00 BOPD dan associated gas sebanyak 30 MMSCFD.
Foto : Total E & P Indonesie


Lapangan Handil (Blok Mahakam), Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, merupakan sebuah lapangan migas yang mature dan hingga saat ini masih memproduksi minyak dan kondensat sebesar 15,000 BOPD, serta associated gas sebanyak 30 MMSCFD. Karena itu, untuk menandai 40 tahun berproduksinya lapangan tersebut, digelar sebuah upacara sederhana pada Kamis (27/8) kemarin.

“Produksi sebesar itu dapat dicapai berkat kerja keras kami mengelola sumur-sumur di lapangan yang mature ini, dengan jumlah sumur lebih dari 600, dimana yang hidup dan berproduksi sekitar 110 sumur. Perlu upaya ekstra untuk menjaga integritas sumur-sumur itu dan penerapan inovasi teknologi, supaya tetap dapat beroperasi secara maksimum dan aman,” ungkap President & General Manager Total E&P Indonesie, Hardy Pramono. 

Dituturkan Hardy, Di awal beroperasinya pada Juli 1975, karena tekanan reservoir masih tinggi, lapangan Handil berproduksi secara alamiah. Sumur yang selesai dibor bisa langsung diproduksi tanpa alat bantu. Namun, seiring dengan usianya yang semakin tua, tekanan reservoir pun melemah. Sehingga untuk mempertahankan produksi minyak dan gas harus digunakan teknologi injeksi air (sejak 1978) dan injeksi gas (sejak 1995) ke dalam reservoir, dan pengangkatan buatannya (artificial lift) dengan menggunakan gas lift dan electrical submersible pump.

Menurutnya, mengelola lapangan yang sudah mature tidaklah mudah dan banyak tantangan yang dihadapi. “Dengan bertambahnya usia, maka berbagai aset yang ada di sini harus dirawat dengan baik, karena semakin rentan namun harus tetap aman dioperasikan, sementara produksi harus dipertahankan agar tetap baik ,” katanya. 

Dia juga menegaskan Lapangan Handil adalah tempat yang baik untuk menggali pengalaman di bidang minyak dan gas bagi generasi muda. “Lapangan Handil adalah sebuah universitas hidup, karena berbagai macam teknologi diterapkan disini, baik untuk sub-surface (untuk sumur) maupun peralatan surface (peralatan penunjang produksi),” terangnya.

Lapangan Handil ditemukan pada Maret 1974, dan mulai berproduksi pada Juli 1975. Lapangan ini berada di ujung delta Sungai Mahakam, di antara pulau-pulau berlumpur yang sebagian tertutup lapisan tebal pohon nipah. Luas lapangan Handil sekitar 40 Km2 dengan cadangan minyak terletak di zona utama yang berada pada kedalaman antara 1.500 - 2.700 meter di bawah permukaan tanah. Pada masa puncaknya, sekitar akhir tahun 1977, Lapangan Handil memproduksi minyak rata-rata 194.000 BOPD, dan total produksinya selama 40 tahun mencapai 900 juta barel (termasuk kondensat) dan lebih dari 1,879 Tcf gas alam. (ekn/tepi)

Beroperasi Sejak Tahun 1968

Total telah beroperasi di Indonesia sejak 1968 dengan mengoperasikan blok lepas pantai Mahakam (50% partisipasi, sebagai operator, 50% INPEX) di Kalimantan Timur. Proyek tersebut meliputi lapangan gas Peciko, Tunu dan lapangan gas kondensat Tambora serta lapangan minyak Bekapai dan Handil. Total juga menjadi operator di lapangan gas Sisi-Nubi dengan partisipasi 47,9%. Operasi yang begitu besar menempatkan Total pada 2012 sebagai operator produsen gas dan minyak terbesar di Indonesia (dalam skala barel ekuivalen minyak). 

Total saat ini menyuplai 80% kebutuhan gas kilang LNG Bontang dengan produksi pada 2014 sebesar 1.761 Bcf/d dan 67.600 bod untuk minyak dan kondensat. Total juga aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan eksplorasi di Indonesia dengan mengambil saham-saham partisipasi di sejumlah blok eksplorasi di Indonesia pada akhir 2013 dengan menargetkan khususnya wilayah eksplorasi laut dalam dan wilayah-wilayah under-explored frontier. 

Pada Oktober 2012, Total mulai berproduksi 2 bulan lebih cepat di lapangan Stupa yang baru sebagai bagian dari Wilayah South Mahakam Fase 1 dan 2. South Mahakam Fase 3 sudah memasuki tahap pengeboran sejak Q2 2015, dua bulan lebih cepat dari target. 

Sebagai bagian dari program CSR di Indonesia, Total terlibat aktif dalam pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat yang tertuang dalam berbagai program pendidikan dan riset, kesehatan dan nutrisi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan dan pengembangan energi alternatif. Upaya-upaya ini sejalan secara konsisten dengan komitmen Total dalam menjawab tantangan pembangunan yang berkelanjutan. 

Komitmen Total lainnya untuk Indonesia adalah melalui program-program pengembangan sumber daya manusia, yaitu program pengembangan tenaga kerja nasional dan tenaga kerja nasional pada tingkat manajerial melalui berbagai pelatihan dan penugasan-penugasan internasional, serta pengembangan karir bagi pegawai-pegawai baru. Total juga terus memperluas kerjasama dengan pengusaha-pengusaha nasional dan secara signifikan meningkatkan penciptaan lapangan kerja secara tak langsung pada industri ini. (ekn/tepi)

2 komentar:

Write a Comment


Top