Hasil Uji Coba Jembatan Kartanegara Tunggu Laporan Tim Ahli

Loading test atau uji coba jembatan Kartanegara dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kekokohan jembatan dengan menggunakan 20 kendaraan jenis dump truck yang mempunyai berat beban total 500 ton. Hasil uji coba ini baru akan diketahui dalam beberapa hari kedepan.
Foto: Endi

Pj Bupati Kutai Kartanegara, H Chairil Anwar, berharap hasil loading test atau uji coba jembatan Kartanegara bisa maksimal sesuai dengan harapan semua pihak. Ia meminta agar masyarakat bersabar hingga hasil uji beban diumumkan secara resmi.

Hal ini disampaikannya menanggapi informasi yang beredar jika jembatan akan bisa dilintasi masyarakat umum pada pekan depan, Pj Bupati menyatakan akan tetap menunggu hasil uji beban dari tim ahli. "Kita lihatlah nanti hasilnya, Kita tidak berani memastikan apakah besok atau tanggal tujuh sudah bisa dilewati. Kalau lebih cepat lebih baik, kenapa harus tunggu tanggal tujuh," terang Chairil saat menyaksikan langsung uji coba jembatan, Senin (30/11) siang.

Chairil yang didampingi Ketua DPRD Kukar Salehuddin dan Wakil Ketua Rudiansyah, Kapolres Kukar AKBP Handoko, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Ahyani Fadianur serta anggota KKJTJ,  meminta kepada Polres dan Dishub Kukar agar nantinya mengatur pengamanan saat jembatan telah diresmikan, terutama bagi kendaraan alat berat atau trailer yang berpapasan untuk mengantisipasi tersenggolnya hanger jembatan. Terkait hal ini Pj Bupati, Selasa (01/12) besok akan mengadakan rapat dengan mengundang instansi terkait.

Uji coba yang dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya selaku kontraktor bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar, dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kekokohan jembatan. Selanjutnya tim ahli akan mengkaji untuk menentukan layak atau tidaknya jembatan tersebut digunakan.  

Menurut Kasubdit Teknik Jembatan Direktorat Bina Teknik Kementrian PU, Iwan Zarkasi, Tes uji beban baru akan diketahui hasilnya dalam beberapa hari kedepan."Saya minta kalo laporannya mungkin seminggu, tapi sebelumnya kira-kira 2 atau 3 hari sudah bisa diketahui," ungkapnya.

Loading test ini memakan waktu hingga sore hari dengan mengerahkan 20 kendaraan jenis dump truck dan mempunyai beban total seberat 500 ton. Metode yang digunakan dalam uji beban dilakukan melalui pergerakan kendaraan secara dinamis dan statis. Setiap gerakan kendaraan tercatat melalui frekuensi yang dipantau langsung oleh tim SHMS (Structure Helath Monitoring System) dari PT Testindo. (end)






Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top