Erau Dibuka Menkumham, Dihadiri 19 Duta Besar

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna Laoly membuka secara resmi EIFAF 2017
Foto: Endi

Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2017 secara resmi dibuka oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, di stadion Rondong Demang, Tenggarong, Minggu (23/07).

Dalam sambutannya, Menkumham mengatakan, keberadaan festival budaya di tanah air tidak hanya menjadi ciri khas dari masing-masing daerah, namun bagaimana kearifan lokal yang dimiliki tetap terpelihara dalam kehidupan masyarakat.

“Kalau event seperti ini tidak kita lakukan setiap tahun, maka generasi muda akan melupakan budaya yang telah berabad-abad diwariskan oleh nenek moyang kita,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) atas kesungguhan melestarikan dan memajukan seni budayanya, tidak hanya dalam skala nasional, tapi juga dalam skala internasional.

Sementara Bupati Kukar Rita Widyasari menyampaikan kebanggaannya karena Erau menyandang predikat sebagai festival budaya terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2016.

“Ini merupakan semangat bagi kami di Kutai Kartanegara untuk terus melestarikan tradisi dan seni budaya, dalam pergaulan baik di nusantara maupun di Internasional,”cetusnya.

Erau, sambungnya, telah ditetapkan sebagai warisan budaya dari Kalimantan Timur sehingga menjadi kewajiban bagi pemkab Kukar untuk merawat keberlangsungan tradisi ini, agar terus berlangsung setiap tahunnya.

Bupati Rita Widyasari menyalakan Brong dalam opening ceremony EIFAF 2017 di stadion Rondong Demang
Foto: Endi

Dalam kesempatan itu pula, duta besar (Dubes) Republik Seychlles, Nico Barito menyatakan, alam asli kalimantan dan budaya asli Kukar jika dipadukan akan menjadi produk pariwisata yang luar biasa.

Apalagi pihakya telah menjalin kerjasama untuk mengembangkan eco culture tourisme atau pariwisata berbasis eko budaya di Kaltim.

Tak tanggung-tanggung untuk memperkenalkan Erau di Kukar, Nico mengajak Sekjen Asean dan memboyong 19 dubes yakni Afganistan, Austria, Bosnia Herzegovina, Chili, Mesir, Irak, Kazakstan.

Kemudian dubes Democratic People Repubic of Korea, Libya, Maroko, Myanmar, Panama, Serbia, Sri Langka, Turki, Amerika, serta anggota Sekretariat Forum Kerjasama Ekonomi Afrika Asean.

Opening ceremony EIFAF sendiri diawali dengan parade delegasi kesenian 9 negara, termasuk Indonesia yang diwakili Kukar.

Dilanjutkan dengan persembahan orchestra mini, tari kesultanan Kutai, penyalaan brong, dan ditutup dengan drama tari kolosal bertajuk Bena Budaya Etam. 

Dimulainya Erau Adat Kutai ini, ditandai dengan upacara sakral Mendirikan Ayu di eks keraton Kutai atau Museum Mulawarman oleh kerabat kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top