Jubir Pemkab Kukar Klarifikasi Kekhawatiran Orang Tua Pelajar/Mahasiswa Yang Diisolasi

Juru bicara Pemkab Kukar untuk penanganan kasus COVID-19 dr Martina Yulianti
(Foto: Candra)

Juru bicara (Jubir) Pemkab Kukar untuk penanganan kasus COVID-19 dr Martina Yulianti menyampaikan klarifikasi terkait kekhawatiran orang tua pelajar/mahasiswa yang diisolasi di sejumlah hotel di Tenggarong.


Dikatakannya, sejak pertama kali datang mulai dari bandara hingga sampai di hotel, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pelajar/mahasiswa tersebut.

"Tidak di gabung antara yang sehat dan yang sakit," ujar perempuan yang akrab disapa Yuli ini, Selasa (31/03) pagi.

Ia mengajak agar melihat langkah antisipasi ini sebagai bagian niat baik Pemkab Kukar untuk menyelamatkan semua masyarakat Kukar dan dilakukan untuk memudahkan pemantauan, sebab para pelajar/mahasiswa itu berasal dari daerah terjangkit.

"Risiko penyebaran jauh lebih besar bila digabungkan langsung dengan keluarga, karena mungkin saja mereka carier atau mungkin saja mereka dapat tertular dari masyarakat, karena belum tentu semua keluarga memiliki kemampuan pengawasan yang sama," kata Yuli.

Dijelaskannya, pihak terkait telah mengkaji semua keputusan yang diambil dengan memperhitungkan manajemen risiko yang ada. Bahkan dalam melakukan pembagian kamar, teman sekamar berasal dari daerah dan status kesehatan yang sama, dengan pemantauan petugas kesehatan selama 24 jam.

"Mohon kearifan kita bersama, dalam keadaan wabah seperti ini kadangkala hal-hal yang ideal menurut pemikiran kita pada saat normal tidak dapat di terapkan," ucap Yuli. (*)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top