,


    TENGGARONG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 070 Tahun 2026.

    Keputusan ini ditandatangani Kepala Kantor Kemenag Kukar, Ariyadi F, dan ditetapkan di Tenggarong pada 9 Februari 2026, setelah melalui rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait.

    Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang memiliki kelebihan nafkah pada hari dan malam Idulfitri, termasuk bagi orang yang menjadi tanggungannya. Zakat fitrah dapat dibayarkan sebelum pelaksanaan salat Idul fitri.

    Kemenag Kukar menetapkan besaran zakat fitrah sebesar 2,7 kilogram beras per jiwa. Apabila dibayarkan dalam bentuk uang, maka nilainya disesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi masyarakat, dengan rincian sebagai berikut:
    • Kategori I: Rp 68.000 per jiwa
    • Kategori II: Rp 49.000 per jiwa
    • Kategori III: Rp 38.000 per jiwa
    Masyarakat yang mengonsumsi beras dengan harga lebih tinggi atau lebih rendah dari kategori tersebut dapat menyesuaikan besaran zakat dengan harga beras yang biasa dikonsumsi.

    Selain zakat fitrah, keputusan ini juga menetapkan besaran fidyah bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa karena alasan syar’i. Besaran fidyah ditetapkan setara 700 gram beras atau satu porsi makanan lengkap per hari puasa yang ditinggalkan, atau dapat dibayarkan dalam bentuk uang sebesar Rp30.000 per hari per jiwa.

    Penetapan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta hasil rapat koordinasi penetapan kadar zakat fitrah dan fidyah Kabupaten Kutai Kartanegara yang dilaksanakan pada 5 Februari 2026.

    Dengan penetapan ini diharapkan masyarakat memiliki pedoman yang jelas dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dan fidyah menjelang Hari Raya Idul fitri tahun ini. (*)

    , , ,


    Tenggarong - Pelepasan jamaah calon haji (Calhaj) Kutai Kartanegara (Kukar) 1446 H/2025 M berlangsung di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, Selasa (06/05/2025) pagi.

    Pelepasan calhaj yang tergabung dalam Kloter 3 ini merupakan rangkaian kegiatan safari subuh dan silaturahmi jajaran Pemkab Kukar beserta unsur Forkopimda dengan jamaah calon haji.

    Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan rasa syukur atas tercapainya cita-cita keberangkatan para jamaah calon haji ke tanah suci, sebab berdasarkan data Kantor Kemenag Kukar, daftar tunggu keberangkatan haji mencapai 12 tahun.

    "Semoga keberangkatan haji ini bisa terlaksana dengan baik khususnya pelayanan, karena ada petugas yang ditetapkan pemerintah, sehingga petugas bisa melaksanakan tugas dengan baik dan jamaah haji pun bisa mempersiapkan diri dan mengikuti semua tata tertib," ujarnya.

    Baca JugaRatusan Calhaj Kukar Ikuti Bimbingan Manasik Haji Massal 2025

    Lanjut dia, terkait pelayanan haji, pemerintah telah berupaya setiap tahun melakukan perbaikan demi perbaikan.

    "Dalam manajemennya ada pembagiannya, ada urusan pemerintah pusat, ada urusan Pemprov dan ada urusan Pemkab/Pemkot. Terkait urusan agama, ini adalah kewenangan pemerintah pusat yang dilaksanakan instansi vertikalnya kantor Kemenag," kata Edi Damansyah.

    Ia berharap, seluruh jamaah calon haji Kukar yang akan senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan, serta kelancaran dalam melaksanakan rangkaian ibadah di tanah suci.

    "Dan harapannya menjadi haji yang mabrur dan selalu taat kepada Allah SWT," ucap Edi Damansyah.

    Untuk diketahui, sebanyak 524 calhaj Kukar yang akan diberangkatkan pada musim haji 2025 ini dibagi dalam 3 kloter, yakni kloter 3 berangkat pada 8 Mei, kloter 12 pada 22 Mei, dan kloter 15 bertolak tanggal 27 Mei. (mmbse)

    , ,

    Ratusan calhaj Kukar ikuti bimbingan manasik haji massal tahun 2025 di Masjid Agung SAMS
    (Dok. Prokom Kukar)

    Tenggarong - Ratusan calon jamaah haji (Calhaj) dari 20 Kecamatan Se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti Bimbingan Manasik Haji Massal di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Tenggarong, Rabu (23/04/2025).

    Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat saat membuka bimbingan manasik haji massal ini menyampaikan sejumlah pesan tertulis Bupati Kukar Edi Damansyah. 

    Disampaikannya, dengan mengikuti kegiatan manasik haji, diharapkan semua calhaj dapat tertib dalam melaksanakan seluruh rangkaiaan ibadah haji mulai berangkat dari Tanah Air, selama berada di Mekkah dan Madinah sampai kembali lagi ke daerah asal

    "Oleh karena itu menjadi kewajiban pemerintah untuk membekali calhaj agar siap baik secara mental maupun secara spiritual dalam menjalankan ibadah haji, memberikan pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji agar tidak ada kesalahan dalam melalkukannya, dan menghasilkan rasa kebersamaam sesame calon jamaah haji.," kata Taufik sapaan akrabnya.

    Lanjut dia, dalam kegiatan ini, calhaj akan diberikan pendidikan dan pelatihan sebagai proses pembelajaran yang penting untuk diketahui dan dipahami dengan baik oleh calhaj. 

    "Sehingga harapan saya seluruh calon jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji nantinya akan dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tuntunan dan rukun-rukun haji," ucapnya.

    Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, jumlah calon jamaah haji asal Kukar di tahun 2025 ini sebanyak 524 orang, ditambah dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Kukar yang terdiri dari Pembimbing ibadah 3 orang, Ketua kloter 1 orang, tenaga kesehatan 2 orang, dan petugas haji daerah 3 orang.

    Sedangkan  jadwal keberangkatan yakni, Kelompok terbang (Kloter) 3, berangkat tanggal 8 Mei 2025, dengan jumlah calhaj sebanyak 357 orang

    Kemudian Kloter 12 dengan jumlah calhaj 149 orang akan diberangkatkan pada 23 Mei 2025, sebanyak 149 orang, dan Kloter 15 berangkat tanggal 27 Mei 2025  dan akan membawa 18 orang calhaj. (mmbse)

    , , ,

    Kepala LPKA Kelas II Tenggarong dan Kakan Kemenag Kukar teken kerjasama pembinaan anak
    (Foto: Humas Kemenag Kukar)

    Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong menyambut baik kerjasama dengan berbagai stakeholder, salah satunya Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Kartanegara (Kukar).

    Hal itu disampaikan oleh Kepala LPKA Kelas II Tenggarong Husni Thamrin usai dirinya dan Kepala Kemenag Kukar H Nasrun menandatangani perjanjian kerjasama untuk meningkatkan pembinaan anak LPKA, Selasa (30/01/2024).

    Ia berharap, kerjasama yang diteken di aula LPKA Kelas II Tenggarong ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan anak binaan.

    “Kami akan bersinergi dengan semua stakeholder yang ada di Kutai Kartanegara untuk melaksanakan program-program pembinaan anak binaan,” ucap Husni Thamrin.

    Kerjasama tersebut diharapkannya dapat memberikan dampak positif bagi anak binaan LPKA Kelas II Tenggarong. Dengan adanya pembinaan keagamaan yang intensif, dia mengharapkan anak binaan dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan dapat diterima kembali oleh masyarakat.

    Sementara itu Kepala Kemenag Kukar H Nasrun berharap agar kerjasama ini dapat meningkatkan pembinaan terhadap anak-anak binaan di LPKA Kelas II Tenggarong terutama di bidang keagamaan.

    “Kami berharap agar anak-anak binaan ketika selesai masa pembinaannya dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” cetusnya (*/mj/mmbse).

    , ,



    Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah  mengeluarkan surat keputusan terkait kadar Zakat Fitrah dan Fidyah tahun 2023/1444 H.

    Keputusan tersebut tertuang melalui surat dengan Nomor : 222 Tahun 2023 berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi pada 10 Maret 2023 lalu yang ditanda tangani oleh Kepala Kantor Kemenag Kukar H Nasrun pada 13 Maret 2023.

    Dari surat keputusan tersebut disebutkan, berdasarkan kadar Zakat Fitrah berupa beras adalah 2,5 Kg per jiwa dan dianjurkan untuk masyarakat membayar Zakat Fitrah dengan makanan atau bahan pokok beras.

    Sementara untuk kadar Zakat Fitrah berupa uang mengacu pada harga beras yang di konsumsi sehari-hari dengan nilai yakni, kategori I Rp 45 ribu, kategori II Rp 35 ribu, dan kategori III Rp 30 ribu.

    Kemudian kadar Fidyah berupa beras yaitu 7 ons per hari, sedangkan berupa uang masing-masing senilai Rp 20 ribu per hari, Rp 25 ribu per hari, dan Rp 30 ribu per hari.

    Kemenag Kukar menghimbau kepada umat muslim yang akan menunaikan Zakat Fitrah dan Fidyah dalam bentuk beras maupun uang agar melalui Badan Anil Zakat Nasional (BAZNAS) Kukar, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang diberi amanat oleh BAZNAS.

    "Serta membayar zakat sedini mungkin dengan tidak menunggu batas waktu berakhirnya bulan Ramadhan, guna memudahkan para petugas Amil Zakat kepada para mustahik atau orang yang berhak menerimanya," sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kukar H Nasrun dalam surat dimaksud.

    Kemenag Kukar juga menegaskan, petugas penerima Amil Zakat atau UPZ tidak diperkenankan menjual beras yang diterimanya kepada calon muzaki yang akan berzakat. (*/mmbse)

    , , ,

    Pemukulan beduk menandai pembukaan MTQ ke-43 tingkat kabupaten Kutai Kartanegara di Loa Kulu
    (Dok. Prokom Kukar/Lina)

    Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-43 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dibuka pada Minggu (27/11/2022) malam, di Kecamatan Loa Kulu.

    Pembukaan sekaligus penyelenggaraan lomba MTQ yang berlangsung di lapangan sepak bola Loa Kulu ini diawali dengan defile Kafilah dari 18 kecamatan Se-Kukar.

    Camat Loa Kulu Ardiansyah dalam laporannya menyebutkan, ada 1.299 peserta lomba MTQ yang berlangsung dari 26 November hingga 2 Desember 2022, terdiri dari kafilah kecamatan Muara Badak (79 orang),  kafilah Sebulu (80 orang), Loa Janan (80), Muara Wis (66 orang), dan Kota Bangun (66 orang), Muara Muntai (80 orang), Kenohan (64 orang), Kembang Janggut (74 orang), dan Tabang (56 orang).

    Kemudian Tenggarong (80 orang), Muara Kaman (65 orang), Loa Kulu (74 orang), Anggana (75 orang), Samboja (80 orang), Muara Jawa 77 orang,  Sanga-Sanga (80 orang), Tenggarong Seberang (55 oraang), Marangkayu (68 orang).

    Dalam perhelatan MTQ ini terdapat 10 arena perlombaan dengan 10 cabang pertandingan, sementara untuk pemondokan berjumlah 46.

    Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar menyampaikan, MTQ ke-43 akan menyelenggarakan lomba dengan cabang Tilawah golongan dewasa, remaja dan cacat netra. Lalu Tilawah anak-anak dan Tartil, Hifzil Qur'an Jus 1,5 dan 10, Tahfiz Qur'an Juz 20. 30, dan Tafsir.

    "Cabang Qiraat dan Murotal, cabang Fahmil Qur'an, cabang Syarhil Qur'an,cabang Khattil Qur'an, cabang karya tulis ilmiah Al Qur'an, dan terakhir cabang Tahfiz Hadist," rincinya.

    Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi Pemkab dan DPRD Kukar atas kepedulian yang sangat besar sehingga pembinaan LPTQ terus dilaksanakan, termasuk kebijakan anggaran sehingga pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten terus dapat dilaksanakan.

    "Hasil dari pembinaan yang dilakukan terus menerus oleh para guru, asatidz, LPTQ kecamatan, LPTQ kabupaten telah menunjukkan hasilnya, Kukar telah berhasil mempertahankan juara umum MTQ tingkat provinsi yang ke-5 kalinya. Harapannya semoga nantinya Kukar mampu mempertahankan gelar juara umum ke-6 kalinya," sambung Nasrun.

    Atas nama pemerintah daerah. Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan apresiasi kepada Ketua LPTQ Kukar dan jajaran serta seluruh panitia pelaksana MTQ ke-43.

    "Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan bahwa program yang berkaitan dengan pengembangan Tilawatil Qur'an, program 1 Desa 1 Hafiz Qur'an, dan kegiatan yang dilakukan melalui LPTQ baik tingkat kabupaten, tingkat kecamatan itu adalah bagian bentuk penguatan yang kami lakukan di pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara," ujarnya.

    Dia mengingatkan, MTQ kali ini juga sebagai ajang mempersiapkan kafilah Kukar pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kaltim di Balikpapan, karenanya LPTQ kabupaten Kukar diminta agar setelah pelaksanaan MTQ ini segera melakukan langkah-langkah pembinaan dan pelatihan serta persiapan agar Kukar dapat mempertahankan kembali gelar juara umum.

    "Sebagai bentuk apresiasi kami di pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara, secara khusus didalam pelaksanaan MTQ ke-43 ini selain apresiasi yang sudah dipersiapkan oleh panitia melalui LPTQ Kukar, kami juga berikan nanti kepada putar putri peserta MTQ ini yang meraih juara tingkat satu di semua cabang lomba akan kita berikan beasiswa Kukar Idaman selama 8 semester dimanapun anak-anakku ingin melanjutkan pendidikannya," tandasnya.

    Seremoni pembukaan MTQ ke-43 ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Edi Damansyah, didampingi Wakil Bupati Rendi Solhin, Sekda Kukar Sunggono, Sultan Kutai ke-21 Adji Muhammad Arifin, Ketua MUI Kukar, serta Sekretaris LPTQ Kaltim. (mmbse)

    , ,

    Kedatangan 167 jamaah haji kloter 5 Kukar di Mesjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong
    (Foto: Endi)

    167 jamaah haji kloter 5 asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah usai melaksanakan ibadah di tanah suci pada musim haji tahun 1443 H/2022 M tiba di Tenggarong, Selasa (09/08) sekitar pukul 19.00 Wita.

    Rombongan yang diangkut menggunakan 3 buah bus kemudian memasuki Mesjid Agung Sultan Sulaiman untuk melaksanakan sholat sunnat sebagai wujud rasa syukur telah tiba dengan selamat. 

    Setelahnya masing-masing jamaah haji larut dalam suasana haru tatkala bertemu dengan keluarga yang telah menanti kedatangan rombongan sejak sore hari.

    Sementara dua unit kendaraan truk yang membawa koper para jamaah haji beserta air zam zam tiba pukul 20.05 Wita.

    Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Kukar H Anwar menjelaskan, kedatangan rombongan kloter 5 di Balikpapan mundur dari jadwal semula menjadi pukul 13.00 Wita.

    "Proses di bandara memakan waktu sekitar 1 jam, kemudian di embarkasi haji dilakukan pemeriksaan kesehatan termasuk swab dan selanjutnya pelepasan rombongan," ujarnya.

    Ditambahkan Anwar, rombongan menuju ke Tenggarong pukul 16.00 Wita, sedangkan jamaah haji dari wilayah pesisir seperti Samboja dan Muara Jawa langsung menuju ke kecamatan masing-masing.

    Bahtiar salah satu jamaah haji asal Tenggarong turut mengungkapkan rasa syukurnya bisa berangkat ke tanah suci bersama sang istri pasca 2 tahun tertunda akibat pandemi COVID-19.

    "Alhamdulillah nikmat yang tidak ada bandingannya dari Allah SWT. Insya Allah kalau ada rezeki mau balik lagi kesana, tapi Umroh," ucapnya.

    Bahtiar.pun mengapresiasi pelayanan kepada seluruh jamaah haji selama berada di tanah suci, mulai dari makanan, pelayanan hotel, hingga pembimbing haji.

    "Tenaga kesehatannya, perawat-perawatnya baik di Mekkah maupun Madinah semuanya stand by 24 jam," tukas pria yang masih aktif bertugas sebagai anggota Polres Kukar ini. 

    Untuk diketahui, rombongan terakhir jamaah haji Kukar sejumlah 74 orang yang tergabung di kloter 7 akan mendarat di Balikpapan pada Jumat (12/08) pukul 09.00 Wita, dan tiba di Tenggarong sekitar pukul 16.00 Wita. (mmbse)


Top