, , ,


    Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) dan PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field kembali meraih penghargaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) atas kontribusi aktif dalam mendukung program-program kesehatan sepanjang tahun 2024. Penyerahan penghargaan dilakukan pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Lapangan Parkir RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa, 12 November 2024.

    PHSS menerima penghargaan atas kontribusinya dalam program kesehatan Tahun 2024 di wilayah kerja Puskesmas Muara Badak. Sementara PEP Sangasanga Field mendukung program intervensi stunting bagi balita rentan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, menyampaikan amanat Menteri Kesehatan RI yang mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum pasca-COVID-19 sebagai kesempatan mendorong Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi dan mencapai visi Indonesia Emas 2045. “Syarat utama mencapai target di 2045 adalah manusia Indonesia yang sehat dan cerdas, yang hanya mungkin tercapai jika semua pemangku kepentingan bekerja sama,” ucap Sunggono saat membacakan teks amanat Menkes RI.

    Pada kesempatan terpisah, Manager Commmunication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut. Ia menegaskan komitmen Perusahaan untuk terus memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah yang dilaksanakan di sekitar operasi Perusahaan. “PHI bersama anak usaha dan afiliasinya, termasuk PHSS dan PEP Sangasanga Field, akan terus mendukung program pemerintah dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

    Menurutnya, perusahaan juga melaksanakan program-program pengembangan masyarakat atau CSR di berbagai bidang termasuk bidang kesehatan. “Kami pun menerapkan inovasi sosial dan lingkungan dalam program CSR yang dilakukan sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tambah Dony.

    PHSS menjalankan berbagai program kesehatan dan sosial di Muara Badak, di antaranya berupa penyuluhan HIV/AIDS, kegiatan donor darah bagi masyarakat, dan pelatihan penanganan luka bakar bagi petugas dan relawan pemadam kebakaran. PHSS juga mendukung program sanitasi sehat di Desa Gas Alam Badak I dan membangun infrastruktur kesehatan di wilayah ini, termasuk pembuatan pondasi pagar untuk Poskesdes dan Posyandu di Desa Batu Batu, Kecamatan Muara Badak.

    Sementara di lokasi berbeda, PEP Sangasanga Field melakukan intervensi pada balita yang terindikasi stunting di tiga wilayah, yakni Kelurahan Sangasanga Dalam (Kecamatan Sangasanga), Kelurahan Sungai Seluang (Kecamatan Samboja), dan Desa Anggana (Kecamatan Anggana). Pada Agustus 2024, Perusahaan mendistribusikan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan menyediakan edukasi gizi bagi keluarga balita melalui tenaga kesehatan yang berperan aktif.

    Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah, menambahkan bahwa program tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor antara PEP Sangasanga Field, puskesmas setempat, dan pemerintah daerah. Dengan dukungan arahan dari pemerintah pusat dan Kabupaten Kutai Kartanegara, PEP Sangasanga Field menyalurkan bantuan senilai Rp43 juta untuk lebih dari 100 balita yang mengalami kekurangan gizi, berat badan tidak naik, atau berat badan kurang. 

    “Penghargaan yang diterima PHSS dan PEP Sangasanga Field merupakan bukti kolaborasi yang baik antara perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program-program kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Elis. (*)

    , , ,



    Sangasanga – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field berhasil menambah produksi minyak dan gas bumi sehingga produksinya saat ini mencapai 5.649 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 6.237 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

    Pencapaian ini didukung dengan banyak cara dan langkah penting, seperti penerapan inovasi BioEcoFizz dan Pertanofa, kegiatan rocking yakni intervensi tanpa rig untuk memantik sumur yang memiliki aliran alami (natural flow) sehingga sumur-sumur yang sebelumnya sudah berhenti berproduksi dapat mengalirkan migasnya kembali, instalasi Mini Gas Compressor di sumur gas yang juga berperan sebagai Flare Recovery Unit di area station pool (SP), serta percepatan program Well Service.

    Pjs. General Manager Zona 9 Ade Diar Suhendar menjelaskan komitmen perusahaan untuk terus menerapkan berbagai inovasi dan teknologi yang dapat mendukung perusahaan dalam mempertahankan tingkat recovery dan produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature. “Penerapan inovasi BioEcoFizz dan Pertanofa merupakan hasil sinergi dengan PT Pertamina (Persero) dan Subholding Upstream Pertamina untuk mendukung tingkat produksi migas yang dikontribusikan oleh Pertamina terhadap produksi migas nasional,” ungkap Ade.

    Menurut Ade, penerapan BioEcoFizz dan Pertanofa memiliki konsep yang sama, di mana keduanya mengubah air di dalam lubang sumur menjadi busa atau foam, sehingga mengurangi tinggi kolom air dalam sumur dan membuat tekanan hidrostatik berkurang. “Ketika tekanan hidrostatik berkurang dan lebih rendah dari tekanan reservoir, sumur yang sebelumnya mati akan dapat mengalir kembali,” jelasnya.

    Selain inovasi tersebut, dilakukan juga aktivitas rocking yang diterapkan di lokasi sumur NKL-1042 yang berhasil memberikan peningkatan produksi sebesar 838 bopd dan 1.027 mscfd. Sebelumnya, sumur ini mengalami tren penurunan produksi dari waktu ke waktu. Secara bertahap, aktivitas tersebut diterapkan di sejumlah sumur gas sehingga menghasilkan total produksi mencapai 149 mmscf hingga pertengahan tahun 2024.

    Senior Manager PEP Sangasanga Field Sigid Setiawan menyatakan, Perusahaan akan terus mendukukung penerapan inovasi dan teknologi yang tepat guna membuka peluang–peluang lain yang memungkinkan perusahaan untuk memperpanjang usia sumur dan memelihara tingkat produksi migas,” ujar Sigid.

    Selain aktivitas rocking, menurut Sigid, pencapaian produksi PEP Sangasanga Field didukung upaya lain berupa pemasangan mini gas compressor yang juga berperan sebagai Flare Recovery Unit di SP. Instalasi ini memberikan kontribusi cukup besar bagi produksi gas Sangasanga Field dengan rata-rata 21 persen dari total penjualan gas, atau secara 281 MMSCF per Juli 2024. Peningkatan ini berkontribusi penting dalam rangka memenuhi Kontrak Bersama Jual Beli Gas dengan PLN Tanjung Batu. ”Atas semua upaya dan inovasi yang dilakukan, PEP Sangasanga Field saat ini berhasil memproduksi dan terus berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan energi Indonesia,” pungaksnya. 

    PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field di bawah Subholding Upstream Regional 3 yang dinakhodai PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PEP Sangasanga Field bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia. (*)

    , ,



    Jakarta – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field berhasil meraih PROPER Emas dalam acara Penghargaan Anugrah Lingkungan PROPER 2023 yang diadakan di Hotel Bidakara, Jakarta (20/12). Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin yang didampingi Wakil Menteri KLHK Drs. Alue Dohong, M.Sc, Ph.D dan Ketua Dewan Pertimbangan Proper KLHK Prof. Sudharto P. Hadi, Mes Ph.D.

    PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah bentuk penghargaan tertinggi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap perusahaan yang beroperasi di Indonesia dalam aspek pengelolaan lingkungan. PEP Sangasanga Field kali ini berhasil meraih predikat tertinggi untuk periode 2022-2023 melalui 3 Eco Inovasi dan Inovasi Sosial yang dijalankan Perusahaan.

    General Manager Zona 9, Andre Wijanarko menyebutkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi banyak pihak untuk bersinergi bersama. ”Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan program-program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan manfaat dan nilai yang dinikmati bersama (creating shared value),” ujar Andre.

    Andre menjelaskan bahwa Perusahaan menerapkan inovasi sosial dan lingkungan dalam program CSR Perusahaan sehingga memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

    ”Selain inovasi dalam pengelolaan operasi migas Perusahaanselamat, andal, patuh, dan ramah lingkungan, kami juga memiliki komitmen menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat yang selaras dengan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

    Sementara itu, Senior Manager Sangasanga Field Sigid Setiawan menambahkan bahwa PEP Sangasanga Field menjalankan 3 (tiga) Program Eco Inovasi dalam perhelatan PROPER tahun ini, yaitu Alat Penyumbat Pipa Produksi Tanpa Bongkar Pasang Mandrel, Alat Perekam Tekanan Suhu Sumur Minyak, dan Alat Pengukur Level Ketinggian Minyak dan Air untuk Pengurangan Limbah B3.

    ”Eco inovasi ini memberikan dampak yang signifikan pada efisiensi energi, penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), dan pengurangan limbah B3”, tambahnya.

    Menurut Sigid, inovasi Alat Penyumbat Pipa Produksi Tanpa Bongkar Pasang Mandrel menghasilkan efisiensi energi sebesar 216 gigajoule (GJ) dan penghematan sebesar Rp1,8 miliar. ”Alat Perekam Tekanan Suhu Sumur Minyak berhasil berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 24,91 ton CO2eq dan penghematan sebesar Rp2,65 miliar. Alat Pengukur Level Ketinggian Minyak dan Air untuk Pengurangan Limbah B3 sendiri berhasil memberikan kontribusi dalam penurunan limbah B3 sebesar 0,204 ton dan penghematan energi sebesar Rp. 1,62 juta,” pungkasnya.

    Pada aspek inovasi sosial, PEP Sangasanga Field menggerakkan sebuah program wisata berkelanjutan untuk pelestarian bekantan dan pemberdayaan masyarakat dengan nama ”Ekowisata Sungai Hitam Lestari” (SHL) di wilayah Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Dengan program SHL ini, masalah sosial kelompok rentan seperti masyarakat miskin, keterbatasan perempuan untuk memperoleh pekerjaan, pengangguran usia produktif, dan keterbatasan edukasi terkait pelestarian ekosistem bekantan pada anak-anak dapat terjawab. (***)

    , ,



    Sarijaya – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field melaksanakan kegiatan penanaman 100 bibit pohon trembesi, johan dan kalpataru di Kelurahan Sarijaya, Kec. Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimana PEP Sangasanga Field juga menjalankan kegiatan Bersih Sungai.

    Senior Manager Sangasanga Field Sigid Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Program Kelola Sampah untuk Sejahtera (PRAKARSA) binaan PEP Sangasanga Field.

    ”Penanaman 100 bibit pohon Trembesi, Johar dan Kalpataru ini dilakukan di Kelurahan Sarijaya dengan luas hampir 2500 meter persegi yang akan ditindaklanjut dengan pemupukan dan pengairan untuk memastikan kegiatan penghijauan berjalan lancar dan terawasi,” terang Sigid.

    Dalam kegiatan penanaman ini PEP Sangasanga Field berkolaborasi dengan Kelompok Mitra Binaan Karya Teratai yang dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan antara lain Lurah Sarijaya, Babinsa Sarijaya, Bhabinkamtibmas Sarijaya, LPM Sarijaya, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Sarijaya, Karang Taruna Sarijaya, serta Kelompok Mitra Binaan Tani Setaria.

    “Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim, tujuan 15 tentang ekosistem daratan, serta tujuan 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan,” imbuhnya.

    Sigid berharap bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon ini, dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan, serta masyarakat pun dapat menikmati lingkungan yang sehat dan asri,” pungkasnya.

    Lurah Sarijaya Agus Dina Fitriani yang hadir dalam kegiatan penanaman pohon ini mengapresiasi inisiasi PEP Sangasanga Field dalam upaya pelestarian lingkungan. “Kami senantiasa mendukung komitmen dan langkah bersama ini karena manfaat dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya. (*)

    , ,



    Sangasanga – Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field menggelar kegiatan bersih sungai bersama para pemangku kepentingan di wilayah Sanga Sanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara(19/03/23). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) binaan PEP Sangasanga Field, yaitu Program Kelola Sampah Untuk Sejahtera (PRAKARSA).

    Kegiatan bersih sungai ini juga sebagai respon terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat. Beberapa tahun terakhir, wilayah yang berdekatan dengan sungai di Kelurahan Sanga-Sanga Dalam mengalami banjir saat curah hujan tinggi. Timbunan sampah yang tidak dikelola dengan baik dan praktik pertambangan yang tidak ramah lingkungan turut memperparah kondisi banjir di wilayah tersebut.

    Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menyatakan bahwa program bersih sungai ini diharapkan membangun kesadaran berbagai pemangku kepentingan akan pentingnya pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan untuk mencegah musibah banjir.

    “Pengelolaan lingkungan yang baik adalah tanggung jawab kita bersama. Di industri hulu migas, kami senantiasa menjalankan operasi migas yang selamat, handal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap seluruh peraturan yang berlaku sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environment, Social, dan Governance),” ujarnya.

    Lebih lanjut, Elis menjelaskan bahwa sekitar 80 orang hadir dalam kegiatan bersih sungai ini dari warga dan Pemerintah Kelurahan Sanga-Sanga Dalam, Pemerintah Kecamatan Sanga-Sanga, Bhabinkamtibmas Polsek Sanga-Sanga, Relawan Pemadam Kebaran (DAMKAR), Gugus Pramuka, kelompok tani Setaria.

    “Fasilitator kegiatan ini adalah Kelompok Karya Teratai, mitra PEP Sangasanga Field dalam Program CSR PRAKARSA”, ujar Elis.

    Kegiatan bersih sungai dilakukan dengan membersihan sampah di pinggir sungai kawasan RT 14, RT 15, dan RT 16 menggunakan 3 unit perahu. “Kegiatan ini dijadwalkan menjadi kegiatan rutin tiap dua minggu untuk menjaga kebersihan lingkungan”, pungkas Elis. (*)


Top