Korban Tenggelam di Mangkurawang Akhirnya Ditemukan Tim SAR

Disinilah Aji Yusuf Sudira pelajar berusia 13 tahun tenggelam pada Rabu (16/12) sore saat belajar berenang bersama ayah dan adiknya. Jumat pagi Tim SAR berhasil menemukan jasad korban yang tengah mengambang di sungai Mahakam kawasan Mangkurawang, 500 meter dari lokasi kejadian sekitar pukul 07.05 wita
Foto: Endi

Pencarian korban tenggelam bernama Aji Yusuf Sudira (13) akhirnya membuahkan hasil. Jum'at (18/12) pagi, sekitar pukul 07.05 WITA, Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, menemukan korban mengapung di sungai Mahakam atau 500 meter dari lokasi kejadian di kawasan Mangkurawang.

Korban kemudian di evakuasi oleh tim SAR menggunakan mobil ambulan milik BPBD Kukar ke RSUD AM Parikesit."Jasad korban sudah ditemukan tadi pagi dan saat ini berada di kamar jenazah untuk dilakukan visum,"terang Kepala BPBD Kukar, Darmansyah.

Ia mengatakan, sejak korban dinyatakan hilang, anggota tim SAR terus bekerja hingga malam hari untuk melakukan pencarian. "Rabu sore saat mendapat laporan, anggota melakukan penyelaman, namun pada malam harinya, kami hanya melakukan penyisiran, mengingat jarak pandang serta kedalaman sungai yang mencapai 13 meter, hingga akhirnya pagi ini korban berhasil ditemukan"jelasnya.

Sementara itu ayah korban, Soemitro Diharjo (37), tak mampu membendung kesedihannya. Kepada kutaikartanegaranews.com, Pria perantau asal Jakarta ini menceritakan jika putra tertuanya itu dalam beberapa hari memang berperilaku tidak seperti biasanya, bahkan terlihat manja.

"Beberapa hari ini dia (korban,red) manja sama ibunya, dia juga sempat bilang sama saya minta dibelikan jaket sama hp, terus kalo nanti libur sekolah minta diajak ke tempat kakeknya di Sangkulirang," tuturnya lirih.

Ia pun merasa bersalah dan menyesal karena tidak mampu menyelamatkan anaknya. Kesedihan yang sama juga dirasakan ibu korban, Menurut Soemitro, saat mengikuti proses pencarian, Istrinya sempat berhalusinasi dan mengatakan melihat korban memanggil dari arah sungai Mahakam, kondisinya juga melemah hingga hampir pingsan dan terpaksa dibawa kembali ke kediamannya.

Pria yang akan habis masa kontrak kerjanya sebagai karyawan di salah satu perusahaan tambang ini mengaku ikhlas, saat mengetahui putra tertuanya yang berstatus sebagai pelajar kelas 1 di SMP Negeri 2 Tenggarong ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Rencananya setelah dilakukan visum, pihak keluarga akan membawa jenazah korban ke rumah duka di komplek Perumahan Kendis, Jalan Usaha Tani RT 18, Kelurahan Mangkurawang, untuk selanjutnya dimakamkan. (end)




2 komentar:

  1. kyaknya ad satuan lain yg turut mmbntu pncarian korban, kok cuma tim sar bpbd yg di cantumkan ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca link berita terkait, Berita sebelumnya telah mencatumkan satuan yang ikut terlibat dalam pencarian korban, Terima kasih.

      Hapus


Top