Jalan Desa Beralaskan Tanah dan Batu, Jembayan Dalam Mampu Wujudkan Kampung Merah Putih

Jembayan Dalam diubah jadi kampung merah putih, meski jalan desa masih beralaskan tanah dan batu
(Foto: Endi)

Meski jalan beralaskan tanah dan batu, warga desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), tak kehilangan semangat menyambut HUT RI 17 Agustus mendatang. 

Hampir setiap rumah, warung, pos kamling, kantor desa, mushola, hingga lapangan bola diberi cat warna merah putih dengan motif unik. “Awalnya ide dari Kepala Desa untuk menjadikan kampung ini lain dari yang lain. Jadi tercetuslah ide kampung merah putih,” tutur Sekdes Jembayan Dalam Guswanto kepada media ini, Kamis (01/08). 

Ide tersebut disambut warga, pengecatan secara bertahap dilakukan sejak Maret 2019 lalu. Sedangkan untuk biaya pembelian cat menggunakan dana desa serta bantuan perusahaan. “Pihak desa mengalokasikan anggaran sekitar Rp 18 – 20 juta,” bebernya. 

Pengecatan dikerjakan warga secara bergotong royong dibantu perangkat desa setempat. “Untuk satu rumah di cat sekitar 4-5 orang, kalau lagi berkumpul sampai 10 orang, pengecatan biasanya malam hari,” katanya. 

Menurut Guswanto, kampung merah putih ini bagian dari rasa nasionalisme warganya. “Alhamdulilah warga tidak ada yang keberatan, tapi ada juga yang minta di cat bagian depan atau samping rumahnya saja,” ucapnya. 

Ia pun berharap keberadaan desa berpenduduk sekitar 1.900an jiwa yang memiliki dua dusun yakni dusun Lembonang dan dusun Lebaho Lais itu lebih dikenal masyarakat. “Biar dikenal diluar, ada ciri khas tersendiri lah desa kami,” cetusnya. 

Ditambahkannya, selain rumah penduduk berwarna merah putih, desa Jembayan Dalam juga akan dipercantik dengan tanaman warna serupa. “Nanti kita cari bunga warna merah putih untuk ditanam dipinggir jalan,” ujar Guswanto. 

Umar warga RT 3, dusun Lembonang, mengaku memilih mengecat sendiri dinding dan pagar teras rumahnya. “Dari kantor desa tiap rumah dikasih dua kaleng cat,” tukasnya. 

Pria yang berprofesi sebagai petani itu pun setuju jika seluruh rumah di desa Jembayan Dalam di cat merah putih. “Merah putih ini kan jiwa pejuang, apalagi bapak saya veteran pejuang,” tandas Umar. (end) 

1 komentar:


Top