Tampilkan postingan dengan label Media Partner. Tampilkan semua postingan
Award, Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2024 atas upaya dan kontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi melalui pengelolaan gas suar. Apresiasi yang diterima berupa penghargaan di Bidang Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Subkategori Lapangan Gas Bumi.
Penghargaan Subroto 2024 itu diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada General Manager PHM Setyo Sapto Edi, yang didampingi Field Manager Lapangan North Processing Unit (NPU) Andi Suhendra di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, pada 10 Oktober 2024. PHM akhirnya berhasil terpilih di antara total 18 perusahaan yang berpartisipasi pada kategori kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Subkategori Lapangan Gas Bumi.
BACA JUGA: ESDM-SKK Migas Apresiasi Program Desa Wisata dan Desa Budaya Binaan PT Pertamina Hulu Mahakam
Setyo menegaskan, PHM senantiasa berkomitmen untuk menjalankan operasi hulu migas yang selamat dan patuh terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan di bidang lingkungan. “Kami menjalankan program-program pengelolaan lingkungan sesuai komitmen dan kebijakan pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, konservasi lingkungan, serta mendukung transisi energi Pertamina dan net zero emission di tahun 2060,” ujarnya. Setyo menambahkan, PHM selalu menerapkan praktik-praktik kerja terbaik dalam pengelolaan operasi migas guna mendukung keberlanjutan usaha dan pelestarian lingkungan.
Pada ajang Penghargaan Subroto tahun ini, PHM mengajukan program Optimalisasi Single Flare di fasilitas Central Processing Unit (CPU) & North Processing Unit (NPU). Penerapan program tersebut berhasil mengoptimasi pembakaran gas suar sebesar 285,08 mmscf, atau setara pengurangan emisi sebesar 1722,97 Ton CO2eq, selama periode 2019 hingga akhir 2023. Selain itu, PHM telah menerapkan zero routine flaring, di mana pembakaran gas suar hanya dilakukan untuk alasan keselamatan dan nonrutin. (*)
Setyo menegaskan, PHM senantiasa berkomitmen untuk menjalankan operasi hulu migas yang selamat dan patuh terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan di bidang lingkungan. “Kami menjalankan program-program pengelolaan lingkungan sesuai komitmen dan kebijakan pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, konservasi lingkungan, serta mendukung transisi energi Pertamina dan net zero emission di tahun 2060,” ujarnya. Setyo menambahkan, PHM selalu menerapkan praktik-praktik kerja terbaik dalam pengelolaan operasi migas guna mendukung keberlanjutan usaha dan pelestarian lingkungan.
Pada ajang Penghargaan Subroto tahun ini, PHM mengajukan program Optimalisasi Single Flare di fasilitas Central Processing Unit (CPU) & North Processing Unit (NPU). Penerapan program tersebut berhasil mengoptimasi pembakaran gas suar sebesar 285,08 mmscf, atau setara pengurangan emisi sebesar 1722,97 Ton CO2eq, selama periode 2019 hingga akhir 2023. Selain itu, PHM telah menerapkan zero routine flaring, di mana pembakaran gas suar hanya dilakukan untuk alasan keselamatan dan nonrutin. (*)
CSR, Media Partner, News, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

Muara Badak – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) memperkenalkan program CSR unggulannya, Balanipa, dengan inovasi pemanfaatan kembali tali kapal oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Balanipa melalui teknologi Balanipa Rope Technology (Barotech) di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Barotech merupakan alat pemintal tali bekas kapal yang berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitas kelompok tersebut.
Inovasi yang dikembangkan dalam program ini adalah pemanfaatan kembali tali kapal melalui teknologi Balanipa Rope Technology (Barotech). Solusi ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas kelompok tersebut, karena alat ini mampu menghemat waktu produksi, dari sebelumnya 30 menit per roll tali menjadi hanya 10 menit. Dengan demikian, kelompok dapat memproduksi hingga 25 rol tali per hari, meningkat dari sebelumnya hanya 6 rol tali.
Kualitas tali yang dihasilkan juga lebih baik, karena hasil pintalan lebih erat dan kuat dibandingkan dengan metode manual. Alat ini telah mendapatkan paten sederhana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor IDS000006015. Program ini terbukti memberikan dampak signifikan pada ekonomi masyarakat.
Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat besar bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) yang mempraktikkan ekonomi sirkular. "Potensi dari usaha UMKM yang menerapkan konsep ekonomi sirkular ini sangat baik, karena mampu menghasilkan omzet yang besar. Selain itu, usaha ini juga melibatkan warga sekitar dan memberdayakan kaum perempuan di dalamnya," ujar Elis.
Dari segi ekonomi, Elis menambah bahwa kelompok ini mampu meraih omzet hingga Rp217.500.000 per bulan. Penjualan tali rumpon sangat diminati, sehingga kelompok ini berhasil menjual 750 roll tali dengan harga Rp290.000 per roll. Dampaknya, pendapatan anggota kelompok bisa mencapai Rp2.000.000 per bulan. Selain itu, nelayan yang menggunakan tali tersebut juga mendapat manfaat, dengan penghematan hingga Rp1.000.000 per roll tali dibandingkan harus membeli tali baru.
Berawal dari kondisi di perairan Muara Badak yang berbatasan langsung dengan selat makasar, lokasi yang strategis bagi lalu lintas kapal dan menjadi sumber daya perikanan yang penting. Namun lalu lintas kapal besar membawa dampak negatif berupa sampah laut, salah satunya adalah limbah tali bekas kapal hingga 180 ton per tahun. Perusahaan melihat kondisi ini sebagai tantangan dan menyadari bahwa tali tersebut dapat diolah kembali menjadi tali rumpon, yang biasa digunakan oleh nelayan. Dengan kombinasi bahan baku seperti nylon, sutera, dan semi-sutera, tali rumpon yang dihasilkan lebih kuat serta lebih murah dibandingkan produk serupa di pasaran. Selain itu, tali ini juga dapat diolah menjadi produk turunan lainnya, seperti tempat sampah, aksesoris, wall mirror, dan stools ecobrick, yang memiliki nilai tambah dan mendukung upaya pengurangan limbah.
Sementara pada September 2023 silam, terungkap bahwa Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi, dengan 53 perempuan di desa tersebut tidak memiliki pekerjaan. Menanggapi hal ini, pada tahun 2020, PHSS meluncurkan inisiatif pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang mayoritas perempuan, melalui program KUBE Balanipa yang memanfaatkan tali bekas kapal. Program ini bertujuan untuk menciptakan pemberdayaan masyarakat yang inklusif, melibatkan kelompok lansia, kelompok rentan, dan mendukung kesetaraan gender yang melibatkan banyak wanita di wilayah operasinya secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.
Manager PHSS Field Widhiarto Imam Subarkah menambahkan bahwa perusahaan sangat memperhatikan aspek kualitas dan keamanan produk. "Awalnya program ini dimulai dari kelompok kecil, tetapi masalah keamanan dan kualitas produk menjadi tantangan yang perlu dikelola dengan baik. Disitulah, PHSS terlibat langsung untuk membantu mengatasinya," jelas Imam.
Dari aspek kesejahteraan, 14 anggota kelompok telah memperoleh peningkatan kemampuan dalam pencegahan kebakaran. Selain itu, pelatihan pemanfaatan tali bekas untuk dijadikan kerajinan telah diberikan kepada 18 penerima manfaat, sementara 20 anggota kelompok lainnya telah mendapat pelatihan dalam penggunaan teknologi Barotech.
Program ini juga didukung Local Hero Sahabuddin, yang turut menekankan pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran laut akibat limbah. "Kita harus memastikan limbah tali kapal ini tidak dibuang ke laut. Kami bahkan sudah berhasil mereplikasi program ini hingga ke Sulawesi Barat," kata Sahabuddin, yang aktif dalam inisiatif tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kutai Kartanegara Arianto S.Sos, M.Si, turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini. “Program Balanipa adalah yang pertama dan satu-satunya inisiatif pemanfaatan tali bekas kapal menjadi rumpon di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya. Ia juga menambahkan, “Program ini sangat bermanfaat karena dapat membantu mengurangi kemiskinan melalui dampak langsung yang dirasakan oleh anggota kelompok. Terima kasih kepada PHSS atas bimbingannya, semoga manfaatnya terus berlanjut."
Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat, UMKM, PHSS serta pemerintah, program Balanipa diharapkan terus berkembang, memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan melalui kemampuan pemasaran serta teknologi hingga mencapai kemandirian. (*)
Award, Media Partner, News, Pertamina Hulu Mahakam

Jakarta – Desa Wisata Pela, binaan program pengembangan masyarakat atau CSR PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil memenangkan Apresiasi Prestasi Desa Wisata Indonesia pada acara Apresiasi Wonderful Indonesia Impact dan peluncuran buku panduan wisata Indonesia, ”Wonderful Indonesia Outlook 2024/2025 yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta pada 19 September 2024.
Bersaing dengan 33 desa wisata lainnya, Desa Wisata Pela berhasil masuk dalam jajaran 6 desa pemenang Apresiasi Prestasi Desa Wisata Indonesia dalam Wonderful Impact Indonesia. Desa Wisata Pela mampu menunjukkan keunggulannya dalam pengelolaan potensi wisata lokal.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) pada peluncuran Wonderful Indonesia Outlook 2024/2025, menggaungkan komitmen baru yang dirilisnya sebagai ”Wonderful Indonesia Impact” yang menjadi strategi untuk meningkatkan minat wisatawan terhadap pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata bukan hanya ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar saja, melainkan juga dapat memberikan pendapatan yang lebih tinggi bagi masyarakat. “Harapannya tahun depan pariwisata bukan hanya bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar, tapi juga mendatangkan cuan kepada masyarakat parekraf,” ujar Sandiaga.
Salah satu upaya mendatangkan wisatawan ke Indonesia, adalah melalui pengembangan pariwisata di tingkat desa. Untuk itu Apresiasi Wonderful Indonesia Impact ini hadir untuk mendorong inovasi dan kreativitas dari desa wisata di Indonesia. Desa Wisata Pela menjadi pemenang yang mewakili Provinsi Kalimantan Timur.
Mewakili Desa Wisata Pela dan juga merupakan local hero dan ketua pokdarwis (kelompok sadar wisata), Alimin, mengungkapkan bahwa Desa Wisata Pela adalah desa wisata yang berkawan dengan lingkungan melalui upaya pelestarian lingkungan seperti konservasi pesut mahakam. ”Konservasi pesut mahakam sebagai salah satu daya tarik wisata Desa Pela, tentunya selain mendorong sektor pariwisata juga melindungi hewan endemik di perairan Mahakam yang berdampak bagi lingkungan ,” ujar Alimin.
Alimin menyampaikan bahwa penghargaan ini berhasil dicapai berkat prestasi dari Desa Pela yang masuk dalam 47 desa dengan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dan juga penghargaan lainnya yang telah diraih selama ini. Selain itu, Desa Wisata Pela juga memiliki inovasi baru dengan menghadirkan meseum nelayan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
”Kami bisa memenangkan award ini karena Desa Wisata Pela masuk dalam 47 desa wisata yang mendapat sertifikasi desa wisata yang berkelanjutan, yang kemudian juga masuk dalam anugerah desa wisata pada tahun 2022 dan mendapat juara tiga dalam kategori kelembagaan. Mungkin itu menjadi penilaian dari kementerian, dimana kita juga memiliki inovasi-inovasi baru khususnya kita punya mesum nelayan untuk tamu-tamu bisa belajar tentang alat tangkap nelayan, maupun tentang informasi pesut mahakam,” ujar Alimin.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menambahkan, Pencapaian ini menjadi bukti keseriusan PHM dalam melaksanakan program CSR yang inovatif dan berkelanjutan sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social, Governance (ESG). ”Seperti pada Desa Wisata Pela, PHM terus mengembangkan program-program CSR yang sesuai dengan hasil pemetaan sosial desa-desa di wilayah operasi Perusahaan guna memastikan pemanfaatan potensi lokal sehingga program-program tersebut menghasilkan dampak positif dan keberlanjutan," imbuh Setyo.
Selain itu, Pokdarwis Desa Pela bekerja sama dengan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia) membuat batik dengan mengangkat motif Pesut yang menjadi ikon dan daya tarik wisata Provinsi Kalimantan Timur, khususnya identitas dari Desa Pela sebagai desa wisata minat khusus yang menjadi ujung tombak konservasi pesut mahakam.
Konsistensi dan dedikasi inilah yang mengantarkan PHM memperoleh pengakuan dan penghargaan di tingkat regional, nasional, dan internasional atas keberhasilan pelaksanaan program-program CSR Perusahaan. (*)
Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Balikpapan - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mencatatkan rekor baru dalam laju penetrasi pengeboran tercepat dan terpanjang pada pengeboran sumur migas di lapangan Delta Mahakam. Prestasi ini tercapai di tengah tantangan pengeboran yang semakin kompleks melalui penerapan inovasi dan teknologi optimasi dengan metode pengeboran MaxiDrill yang merupakan teknologi master drilling PHM.
Keberhasilan PHM dalam laju penetrasi pengeboran (Rate of Penetration/ROP) yang tercepat, tercapai pada pengeboran sumur H-SA-510 dengan catatan rata-rata ROP sebesar 116 meter/jam. Angka ini merupakan catatan ROP tertinggi untuk 12-1/4” surface section di lapangan Handil sepanjang sejarah lapangan Mahakam. Rekor pengeboran ini dipecahkan oleh rig Yani pada tanggal 21 Agustus 2024.
Selain itu PHM juga mencatatkan pencapaian ROP yang sangat baik pada sumur H-YA-355 dengan catatan rata-rata sebesar 111 meter/jam. Angka ini merupakan catatan On bottom Rate of Penetration (OB ROP) tertinggi untuk 8-1/2” reservoir section di lapangan Handil sepanjang sejarah lapangan Mahakam. Rekor ini dipecahkan oleh rig Yani pada tanggal 2 Juni 2024.
PHM juga mencetak rekor pengeboran sumur terpanjang pada pengeboran sumur sidetrack TM-66.G1. Sumur ini berhasil dibor dengan panjang trajektori mencapai 3.300 meter dan merupakan lintasan pengeboran terpanjang di Tambora sepanjang sejarah lapangan Mahakam. Rekor ini dipecahkan oleh rig Yani pada tanggal 17 Juni 2024.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi mengatakan bahwa perusahaan senantiasa mendorong penerapan inovasi, teknologi, serta praktik-praktik engineering terbaik yang dapat meningkatkan keselamatan, kecepatan, dan efisiensi biaya pengeboran. “Ketiga rekor pengeboran ini dapat dicapai berkat upaya optimasi metode pengeboran MaxiDrill yang diaplikasikan dalam kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja Mahakam. Dengan demikian, perusahaan dapat mempertahankan tingkat recovery dan produksi lapangan-lapangan migas yang dikelola,” jelas Setyo.
Setyo menambahkan bahwa inisiatif dan inovasi yang berbuah pemecahan rekor ini, membuat durasi kegiatan pengeboran sumur menjadi lebih cepat sehingga biaya pengeboran menjadi lebih efisien. “Sesuai dengan komitmen perusahaan, kami tetap mengedepankan aspek HSSE dalam setiap kegiatan pengeboran. Kami menerapkan praktik-praktik terbaik, inovasi, dan teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan, kecepatan, serta mengurangi biaya pengeboran.” imbuhnya.
Keberhasilan ini juga sekaligus meningkatkan motivasi pekerja di lapangan Mahakam. Meskipun dihadapkan pada lapangan yang sudah marjinal dengan tantangan pengeboran sumur yang semakin kompleks, namun tetap masih ada room for improvement yang masih dapat dioptimasi. Setyo percaya bahwa lapangan Mahakam masih dapat diandalkan untuk terus berproduksi dan mendukung pemenuhan kebutuhan energi Indonesia. (PHM)
CSR, Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Samarinda – Untuk mendorong sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan kegiatan pelibatan pemangku kepentingan atau stakeholder engagement berupa pertemuan dan diskusi dengan pemerintah kecamatan Muara Badak (10/09/2024) dan kecamatan Anggana (13/09/2024) yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.
PHM mengkomunikasikan program dan kegiatan perusahaan yang dilakukan di wilayah kedua kecamatan, termasuk Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR yang inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pada kesempatan ini, Pemerintah kecamatan Muara Badak dan Anggana masing-masing turut menyampaikan pemaparan program-program di tiap-tiap wilayah kecamatan, serta memberikan masukan atas progam-program PHM agar lebih tepat sasaran.
Head of Communcation Relations & CID Zona 8, Frans Alexander A. Hukom menjelaskan bahwa program keterlibatan pemangku kepentingan atau stakeholder engagement merupakan komitmen Perusahaan untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dalam rangka menjalan operasi migas yang selamat, andal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami meyakini bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah operasi akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis Perusahaan,” ungkap Frans.
Terkait keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat, Frans menuturkan bahwa hal tersebut merupakan buah kolaborasi antara perusahaan, penerima manfaat, mitra pendukung dan seluruh pemangku kepentingan atau key stakeholder, termasuk pemerintah daerah.
“Melalui pertemuan dengan pemerintah kecamatan, khususnya Anggana dan Muara Badak, PHM mampu memitigasi isu sosial dan potensi risiko serta memperoleh solusi dan dukungan pemerintah setempat sehingga perusahaan dapat merencanakan program yang diyakini akan berdampak positip bagi perusahaan maupun para pemangku kepentingan,” imbuh Frans.
Pada kesempatan tersebut, Camat Anggana, Rendra Abadi, menyampaikan bahwa PHM telah memberikan perhatian kepada Pemerintah Kecamatan Anggana melalui kegiatan PPM. Kolaborasi ini menurutnya sangat bermanfaat, terutama untuk mendukung tercapainya tujuan utama pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di desa terpencil dan sulit dijangkau.
“PHM telah berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk membangun desa wisata khususnya di Kutai Lama untuk menjadi destinasi wisata di Kutai Kartanegara. Sedangkan terkait dengan program pendidikan, kesehatan dan lingkungan kolaborasi sudah berjalan dengan baik,” ujar Rendra.
Di lokasi terpisah, Camat Muara Badak, Arpan, menyampaikan apresiasi kepada PHM yang terus mendukung Muara Badak melalui PPM, di mana program tersebut memberikan manfaat bagi pembangunan di kecamaran Muara Badak, khususnya desa sekitar wilayah operasi Mahakam.
“Kegiatan stakeholder engagement PHM menjadi momen silaturahmi untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan Muara Badak dan memberikan banyak manfaat bagi warga,” ujar Arpan (*).
Lingkungan Hidup, Media Partner, Migas, News

Kuala Lumpur – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field baru saja memenangkan penghargaan internasional Asian Impact Awards 2024 dengan meraih predikat Platinum CSR Leading Impact pada kategori Lingkungan. Penghargaan ini merupakan wujud pengakuan para praktisi CSR terhadap kualitas Program ”Ekowisata Sungai Hitam Lestari – Pariwisata Berkelanjutan untuk Pelestarian Bekantan dan Pemberdayaan Masyarakat” yang dijalankan oleh PEP Sangasanga Field. Penyerahan trofi penghargaan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-18 September 2024.
Kehadiran Asian Impact diinisiasi oleh La Tofi School of Social Responsibility bersama PORTMAN College Malaysia. Inisiatif ini bertujuan mendukung perusahaan atau yayasan yang dimiliki perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola bisnis serta inisiatif sosial dan lingkungan agar memberikan dampak positif secara luas bagi masyarakat. Selain memberikan penghargaan, Asian Impact juga berfungsi sebagai lembaga pemeringkatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan pelatihan CSR.
Penghargaan Asian Impact Awards 2024 diberikan berdasarkan hasil penilaian panel ahli yang terdiri dari Ketua La Tofi School of Social Responsibility Ernie Chen; Ketua PORTMAN Education Group – Malaysia Prof. Ibnu Hamad; Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Aris Darmono; Ahli Keberlanjutan dari La Tofi School of Social Responsibility Rio Zakarias Widyandaru; Pendiri dan Direktur SocialImpact.id Milly Mildawati, PhD.
Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari berangkat dari permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Hitam yang berubah menjadi permukiman, tambak dan perkebunan; penurunan luasan habitat bekantan yang menyebabkan berkurangnya populasi bekantan; penurunan hasil tangkapan ikan dan udang yang mempengaruhi pendapatan nelayan; serta peningkatan angka pengangguran yang mencapai 5,79% akibat keterbatasan lapangan kerja.
Mencermati kondisi tersebut, PEP Sangasanga Field melihat potensi yang dapat dikembangkan, yaitu keberadaan kawasan mangrove Sungai Hitam sekitar 67 hektar yang dapat dimanfaatkan sebagai habitat satwa bekantan. Perusahaan lantas merintis Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari dengan mengembangkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kelurahan Kampung Lama dan menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata baru di Kalimantan yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa program ini berupaya memadukan rekreasi alam dengan wisata susur sungai; mempelajari alam dengan edukasi satwa, agro dan sejarah Sungai Hitam; serta melestarikan alam dengan kegiatan penanaman dan pembersihan sungai. “Selain aspek lingkungan, program ini telah memberdayakan 37 penerima manfaat langsung yang berhasil meningkatkan kemampuan dan pendapatan kelompok hingga Rp70 juta per tahun dari kegiatan Susur Sungai,” ujarnya.
Program ini juga berhasil melahirkan dua lembaga, yaitu Pokdarwis dan UMKM Sungai Hitam Lestari. Hingga saat ini, Ekowisata Sungai Hitam Lestari telah menarik 1.160 wisatawan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Elis menambahkan, program ini telah membantu pelestarian sekitar 400 ekor bekantan di kawasan tersebut, pengurangan 51,04 ton CO2 EQ per tahun melalui pemanfaatan panel surya, serta penyerapan 175,34 ton CO2 EQ per tahun dengan penanaman hutan mangrove.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan menyatakan bahwa keberhasilan program CSR ini merupakan hasil kolaborasi Perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kami percaya bahwa kesuksesan Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari berkat kerja sama antara Perusahaan, masyarakat, dan pemerintah,” jelas Dony.
Dony juga menambahkan, pengembangan program CSR dilakukan di berbagai sektor dengan mengedepankan inovasi sosial dan lingkungan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dan sejalan dengan prinsip ESG. Perusahaan mengimplementasikan program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta penanganan bencana untuk mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs. ”Melalui inovasi sosial dan lingkungan, fokus kami adalah menciptakan dampak berkelanjutan. Kami juga berkomitmen pada prinsip ESG, serta mengembangkan program berdasarkan pemetaan sosial desa-desa di wilayah operasi untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positifnya,” tambah Dony.
Program ini berkontribusi pada SDG Tujuan 1 tentang Tanpa Kemiskinan, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan, yaitu melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem dengan penghitungan Social Return on Investment sebesar Rp 2,11. (*)
Media Partner, News, Pertamina Hulu Mahakam, SKK Migas

Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara I kategori Integrity Compliance & Ethics (ICE) Award dalam ajang SKK Migas Awards Tahun 2024. Trofi penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto kepada Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto pada acara penganugerahan, Selasa malam (10/9).
Direktur Utama PHI Sunaryanto menyambut gembira penghargaan yang diterima oleh salah satu anak usaha PHI ini dan menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan pemerintah atas komitmen manajemen dan seluruh pekerja PHM dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), atau Tata Kelola Perusahaan Yang Baik, dan penerapan SNI ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Anto, panggilan akrab Sunaryanto, menambahkan bahwa penerapan SMAP berperan penting dalam mendukung pengelolaan bisnis dan operasi hulu migas yang selamat, andal, ramah lingkungan, serta patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku. “Penghargaan ini diharapkan dapat terus mendorong semangat peningkatan berkelanjutan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance, serta tata nilai AKHLAK di seluruh aspek kegiatan operasi dan bisnis perusahaan,” imbuhnya,” ungkapnya.
Selaku Dirut PHI, Anto menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pekerja PHI Regional 3 Kalimantan, khususnya PHM yang telah mendukung penerapan SMAP secara konsisten dalam mendukung pencapaian visi PHI untuk menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia.
“Di grup PHI, kami memiliki Kebijakan Anti Penyuapan dan berkomitmen untuk mematuhi dan melaksanakan kebijakan tersebut dengan menerapkan Prinsip 4 NO’s. Yakni No Bribery (hindari/menolak segala bentuk suap menyuap dan pemerasan); No Kickback (hindari/menolak meminta komisi, tanda terima kasih dalam bentuk uang dan lainnya); No Gift (hindari/menolak penerimaan/pemberian hadiah atau gratifikasi yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku); dan No Luxurious Hospitality (hindari/menolak penyambutan dan jamuan yang berlebihan.
Anto berharap bahwa penghargaan ini dapat terus memacu semangat seluruh pekerja grup PHI untuk menjunjung tinggi integritas, mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjalankan proses bisnis perusahaan yang beretika. (*)
Ekonomi, Media Partner, News, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur

Marangkayu, Kalimantan Timur – Sinergi dan kolaborasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dengan kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil mengubah desa tersebut menjadi kawasan edukasi dan wisata (eduwisata). Melalui Program Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru, atau disingkat Kapak Prabu, kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dengan hadirnya budidaya kopi liberika dan lingkungan pun tetap terjaga melalui konservasi satwa luwak yang mampu meningkatkan nilai ekonomi kopi.
Sejak pengembangan sebagai lokasi eduwisata, jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Desa Prangat Baru terus meningkat. Dari 591 wisatawan yang datang pada tahun 2022, naik menjadi 1.763 wisatawan pada tahun 2023 lalu.
Ketua Kelompok Tani Kapak Prabu, Rindoni, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk meneliti pengaruh peningkatan intensitas kunjungan tamu ke Program Kapak Prabu terhadap keberadaan habitat satwa luwak liar di wilayah ini. ”Perencanaan kegiatan monitoring satwa luwak liar harus dilakukan secara terpadu,” tutur Rindoni.
Program Kapak Prabu berawal ketika PHKT, selaku pengelola fasilitas hulu migas Terminal Santan, memberikan bantuan berupa pupuk kompos hasil biogreening kepada kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru pada tahun 2020. Kolaborasi tersebut berlanjut hingga berhasil melakukan pengembangan budi daya Kopi Liberika dan Kopi Luwak satu-satunya di Kalimantan Timur.
“Seiring berjalannya waktu, potensi Kapak Prabu ini tumbuh menjadi kampung ekowisata yang ditandai dengan terbentuknya empat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Prangat Baru dengan total 152 penerima manfaat,” ungkap Rindoni.
Setelah hampir lima tahun pendampingan dari PHKT, Program Kapak Prabu ini dinilai siap untuk menuju tahap mandiri secara keseluruhan. Rindoni menjelaskan, pihaknya membuka kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, tidak hanya dengan PHKT. “Keterlibatan pemerintah juga penting, di mana pemerintah harus ada kontribusi untuk petani dengan memberikan gagasan yang dapat diaplikasikan dengan jelas. Selain itu, kalangan akademisi juga dapat membantu membina menjadikan petani yang serius agar hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut Rindoni, memberikan kesempatan kepada produk kopi luwak untuk berkembang sebagai oleh-oleh kopi khas Kalimantan Timur. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan strategi branding dan pemasaran produk kopi yang melibatkan entitas seperti asosiasi hotel di Kalimantan Timur.
Menurut Rindoni, masyarakat merasakan banyak manfaat dari Program Kapak Prabu. Dari sisi ekonomi, dimana pendapatan setiap anggota per bulan sebesar Rp3.285.294,- di tahun 2022, meningkat menjadi Rp4.788.323,- per bulan di tahun 2023. Penjualan kopi liberika pun memberikan omzet sekitar Rp72 juta per tahun, penghematan modal produksi Rp83 ribu per bulan dari penggunaan panel surya, dan sertifikat PIRT & Halal. Produk Kopi Luwak Liberika memiliki empat diferensiasi produk kopi, yaitu Liberika honey, Luwak Liar Process, Wine, dan Natural Process.
Ke depan, Rindoni berencana membangun sistem pengolahan kopi komunal terpadu dengan mengadopsi pencatatan dari bank sampah. Sistem ini bertujuan menjaga kualitas mutu biji kopi liberika yang dihasilkan, yaitu dengan sistem pengolahan cherry dan green bean satu tempat di rumah kopi kampung kopi luwak Desa Prangat Baru. Anggota kelompok petani kopi di sana kini sudah memiliki kemampuan untuk menjadi trainer bagi para petani dari desa lain yang memiliki potensi dan tantangan serupa.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan meyakini bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah operasi Perusahaan akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis Perusahaan. “Oleh karena itu, kami mendukung pengembangan kemandirian masyarakat melalui program-program CSR yang inovatif dan berkelanjutan,” jelas Dony.
Menurutnya, kolaborasi dengan selurh pemangku kepentingan serta pemanfaatan potensi lokal sebagai solusi atas persoalan yang dihadai masyarakat menjadi kunci keberhasilan program CSR perusahaan, seperti pada Program Kapak Prabu ini dimana perusahaan berhasil mewujudkan kampung eduwisata dan ekologi melalui pendampingan dan pengembangan.
Tidak hanya tentang produk kopi, Dony pun menambahkan bahwa Program Kapak Prabu menerapkan teknologi ramah lingkungan, konservasi satwa, hingga wisata berbasis pendidikan bagi masyarakat untuk melestarikan lingkungan. “Dengan pengembangan menjadi kawasan eduwisata, paradigma masyarakat terhadap luwak juga berubah. Kini masyarakat percaya bahwa luwak harus dilindungi kelestariannya karena menghasilkan hubungan yang mutual sekaligus nilai ekonomi tinggi dari biji kopi yang dimakannya,“ tutup Dony. (*)
Media Partner, Migas, News, Pendidikan, Pertamina Hulu Indonesia
![]() |
| Zahra bersama 14 putra putri terbaik Kalimantan mendapat Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (Dok. Humas Pertamina Hulu Indonesia) |
Balikpapan – Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang berkolaborasi dengan Pertamina Foundation (PF) sebagai mitra pelaksana telah membuka peluang lebar bagi Zahrahtul Sa’diyah untuk berkuliah di Universitas Mulawarman Program Studi Manajemen. Bersama-sama dengan 14 putra-putri daerah terbaik di Kalimantan yang menerima beasiswa ini, perjuangan baru Zahra untuk menempuh pendidikan tinggi dan mewujudkan cita-citanya dimulai.
Zahrahtul Sa’diyah, yang akrab disapa Zahra adalah siswa berprestasi di sekolahnya, SMAN 7 Samarinda. Baginya, program BSBK ibarat penyelamat untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya.
Ketika di bangku SMA, Zahra aktif mengikuti berbagai bidang lomba di tingkat provinsi, seperti Kompetisi Sains Nasional (KSN), baca puisi, paskibra, dan porprov bidang olahraga jujitsu. Berkat prestasi tersebut, Zahra lolos jalur undangan untuk berkuliah di Universitas Mulawarman Program Studi Manajemen.
Beasiswa penuh di program BSBK ini diterimanya ketika Zahra baru saja kehilangan ayahnya. Kini, ibunya yang merupakan seorang ibu rumah tangga, menjadi tumpuan finansial keluarga di tengah kedua saudara Zahra juga masih menempuh pendidikan. Saat mengikuti seleksi BSBK secara daring, Zahra harus bergantian menggunakan perangkat elektronik dengan teman atau kakaknya.
Selama bersekolah, untuk meringankan beban orang tuanya, dia juga mencari pekerjaan tambahan sebagai pelatih paskibra sekolah dasar (SD). “Pernah ada satu momen di mana jadwal melatih paskibra SD bertabrakan tes potensi akademik Program BSBK sehingga saya harus menyesuaikan. Pengorbananku tidak sia-sia karena pada akhirnya berhasil lolos seleksi tahap berikutnya dan terpilih sebagai penerima beasiswa. Tim paskibra yang saya bimbing juga berhasil juara utama 2 se-Kalimantan Timur,” kenang Zahra.
Program BSBK membantu Zahra mewujudkan cita-citanya untuk menjadi pemimpin yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan orang tua. “Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada PHI atas beasiswa yang diberikan. Saya akan menggunakan beasiswa ini untuk membentuk diri menjadi pemimpin yang dapat membantu sekitar, dapat berkontribusi ke Pertamina, dan Kalimantan ke depannya,” ujar Zahra.
Program BSBK memberikan pembiayaan penuh bagi Zahra dan keempat belas penerima lainnya untuk menempuh pendidikan jenjang S1 (sarjana). Bantuan biaya yang diberikan berupa biaya pendidikan SPP/UKT, bantuan biaya hidup dan pendukung, bantuan biaya pengembangan kapasitas berwawasan lingkungan, Aksi Sobat Bumi dan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI).
Tahun ini merupakan tahun perdana penyelenggaraan Program BSBK, salah satu program CSR flagship PHI di bidang pendidikan, guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan SDM berkualitas, khususnya siswa dari keluarga prasejahtera. Program BSBK ini didukung anak-anak perusahaan PHI, yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyampaikan bahwa program BSBK membantu putra-putri Kalimantan mewujudkan harapan dan menyongsong masa depan yang lebih baik. ”Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan ini menjadi jembatan meraih impian putra-putri terbaik Kalimantan. Kami bangga dengan kerja keras dan ikhtiar mereka melewati proses panjang yang sudah dijalankan. Kami menanamkan kepercayaan diri kepada ke-15 penerima beasiswa yang perdana ini agar bisa menjadi Energi Kalimantan untuk Indonesia, sesuai slogan PHI,” tutur Dony. (*)
Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Balikpapan - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus menerapkan praktik-praktik engineering terbaik di industri hulu migas nasional dan global dalam pengelolaan proyek-proyek hulu migasnya agar tercapai proyek yang efektif, efisien, dan selamat, serta OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule, on return). Hal ini disampaikan PHM sebagai tanggapan atas pemberitaan tentang adanya pertanyaan kelompok masyarakat terkait pelaksanaan proyek Sisi Nubi Area of Interest (AoI) di Wilayah Kerja Mahakam.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), induk usaha PHM, Dony Indrawan menjelaskan bahwa perusahaan menghargai pertanyaan yang diajukan oleh kelompok masyarakat seputar pelaksanaan proyek Sisi Nubi AoI ini. “Kami senantiasa terbuka untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan sehingga dapat dibangun pemahaman bersama yang tepat tentang perusahaan dan kegiatannya. Oleh karena itu, perusahaan telah membuka ruang berdiskusi dengan kelompok masyarakat tersebut untuk mengakomodasi pertanyaan dan memberikan penjelasan yang diperlukan,” ungkapnya.
Dalam menjalankan operasi dan bisnis, Perusahaan selalu mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam proses pengadaan untuk proyek-proyek migas perusahaan, seperti pada proyek Sisi Nubi ini.
Menurutnya, sesuai dengan kebutuhan proyek, perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan mitra kerja untuk menerapkan inovasi dan teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan, keandalan, dan keunggulan operasi. “Di proyek ini, PHM memastikan perusahaan mitra kerja untuk melaksanakan kontrak fabrikasi anjungan lepas pantai pada Proyek Sisi Nubi AoI sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak,” jelasnya.
Fabrikasi anjungan lepas pantai merupakan bagian yang sangat penting pada Proyek Sisi Nubi AoI dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang ditetapkan oleh pemerintah. “Oleh karena itu, kami memastikan bahwa perusahaan mitra kerja mempertimbangkan seluruh aspek dalam fabrikasi anjungan lepas pantai ini, termasuk soal lokasi fabrikasi sesuai dengan spesifikasi, kompleksitas, dan jangka waktu kerja yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan proyek Sisi Nubi ini dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja,” imbuhnya.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah sehingga keberadaan perusahaan dapat terus menghasilkan nilai dan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur. Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.
Media Partner, Migas, News, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

Jakarta – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mempromosikan Program Balanipa, program CSR unggulan perusahaan di bidang lingkungan dan ekonomi di wilayah Muara Badak, Kalimantan Timur dengan inovasi berupa pengolahan sampah tali bekas kapal menjadi tali berkualitas untuk rumpon. Kegiatan promosi dilakukan kepada para pekerja migas di lingkungan Subholding Upstream Pertamina melalui Forum Komet (Knowledge Management) Webinar yang difasilitasi oleh Direktorat SDM PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pada 12 Agustus 2024.
Inovasi sosial pada Program Balanipa, berawal dari kepedulian lingkungan terkait banyaknya sampah bekas tali kapal di wilayah perairan Muara Badak yang mencapai 180 ton per tahun. PHSS bersama mitra binaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) menginisiasi upaya bersama, di mana tali bekas tersebut dipintal kembali dengan cara mengombinasikannya dengan tali nilon, sutera, dan semisutera sehingga menghasilkan tali yang lebih kuat. Produk “baru” tersebut kemudian dijual sebagai tali rumpon.
Di program ini, PHSS dan KUBE Balanipa juga mengembangkan inovasi Barotech (Balanipa Rope Technology) yang mempermudah proses pemintalan tali sehingga lebih efisien dari sisi waktu, jumlah, dan kualitas tali yang diproduksi.
Dalam Forum Komet Webinar, PHSS menghadirkan dua narasumber, yakni Sr Manager Production & Project Zona 9 Ade Diar Suhendar dan Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah.
Ade Diar Suhendar menyampaikan, pengembangan Program Balanipa juga memiliki unsur transfer pengetahuan (transfer of knowledge) dari para pekerja migas di Zona 9 Subholding Upstream Pertamina kepada anggota mitra binaan. “Transfer pengetahuan yang dilakukan terdiri dari beberapa aspek seperti technology capabilities, infrastructure capabilities, dan market-interface capabilities,” jelas Ade. Hal tersebut mencakup perancangan mesin pemintal, perakitan mesin pemintal tali, pendaftaran hak paten, pelatihan pencatatan keuangan digital, pelatihan kesiagaan bencana, pendampingan pembuatan SOP hingga pelatihan branding dan pemasaran.
Program ini, menurut Ade, sejalan dengan upaya dan kebijakan Pertamina dalam pengurangan emisi dan pengelolaan perubahan iklim dalam mendukung keberlanjutan (sustainability) bisnis, sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Head of Communication & CID Zona 9 Elis Fauziyah menerangkan bahwa Program Balanipa sejauh ini telah mengolah 81 ton limbah tali dan memberikan kontribusi penurunan emisi sebesar 419,58 ton CO2 eq per tahun. Program ini, lanjut Elis, sudah memproduksi 450 rol tali dengan omzet Rp168 juta per bulan. KUBE Balanipa saat ini memiliki 15 anggota.
“Berkat upaya yang konsisten dan manfaat yang dihasilkan, Program Balanipa ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan di tingkat regional dan nasional., di antaranya penghargaan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 dengan capaian SDGs 12.5; penghargaan Gold Kukar CSR Award 2023 untuk subkategori Biosphere; serta penghargaan Gold ISRA Awards 2024 untuk kategori Economic Empowerment,” ungkapnya.
Menurut Elis, Program Balanipa juga berkontribusi terhadap upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender (Gender Equality), Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), serta Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). (*)
Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Indonesia, Pertamina Hulu Mahakam, SKK Migas

Balikpapan – Salah satu anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), melakukan peresmian operasional prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crew Boat pada Senin, 12 Agustus 2024. DDF merupakan terobosan PHM dalam penerapan teknologi ramah lingkungan, berupa konversi mesin diesel crew boat menjadi Diesel Dual Fuel yang menggabungkan penggunaan bahan bakar gas (LNG) dan diesel. Inovasi DDF di sektor operasional transportasi laut di industri hulu migas merupakan yang pertama di Indonesia.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, yang juga dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, jajaran manajemen PHI dan PHM dan beberapa tamu lainnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, mengapresiasi atas inisiatif yang dilakukan PHM dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi sesuai dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. "Dengan peresmian prototype DDF Crewboat ini merupakan salah satu bukti nyata partisipasi aktif perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia) yang dapat memberikan manfaat secara signifikan bagi PHM dan masyarakat secara umum," ujarnya.
Sementara Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mengatakan upaya menerapkan efisiensi energi melalui green shipping sejalan dengan IMO dan penerapan ini harus kita dukung untuk memitigasi penggunaan alat navigasi yang ramah lingkungan dan kewajiban melaporkan penggunaan fuel kapal di Indonesia. ”Harapannya ini bukan hanya inisiatif saja namun bisa dilaksanakan dengan baik. DDF ini merupakan strategi dan komitmen serta berkontribusi signifikan dalam upaya mengurangi emisi karbon,” paparnya.
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi menyampaikan bahwa penerapan inovasi dan teknologi konversi DDF ini merupakan wujud komitmen Perusahaan untuk menjalankan operasi migas yang efisien dan ramah lingkungan. ”PHM melakukan konversi bahan bakar dari solar menjadi Diesel Dual Fuel bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang di bidang lingkungan sekaligus menghemat biaya. Dengan potensi pengurangan penggunaan diesel menjadi LNG sampai 60%, kami melihat program ini sangat baik dalam upaya efisiensi biaya operasi kami,” ujar Setyo.
Menurut Setyo, kenaikan harga BBM, tingginya operasional armada laut, dan konsumsi solar yang besar mendorong PHM melakukan efisiensi dengan menggabungkan bahan bakar gas (LNG) dan diesel untuk operasional crew boat. ”PHM mendukung kebijakan diversifikasi energi dengan mengikuti peraturan International Maritime Organization (IMO). Project ini mempromosikan penggunaan gas alam untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan atas clean energy,” ujarnya.
Disamping itu, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis migas perusahaan berperan penting dalam mendukung keberlangsungan penyediaan energi nasional dan pembangunan ekonomi Indonesia. “Diesel Dual Fuel merupakan terobosan penting untuk mengoptimalkan biaya operasi khususnya penggunaan bahan bakar untuk crew boat, mendukung operasi ramah lingkungan, dan kebijakan diversifikasi energi pemerintah. Selain itu, hal ini sejalan dengan strategi PT Pertamina (Persero) terkait transisi energi dan pengurangan emisi karbon", papar Anto.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PHM dalam melakukan konversi bahan bakar ini. Menurutnya, terobosan diesel dual fuel crew boat sangat penting karena mampu menggabungkan dengan penggunaan bahan bakar gas (LNG) di era transisi energi yang tengah berlangsung. Langkah ini sejalan dengan renstra Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 yaitu menjaga keberlanjutan lingkungan dan salah satu implementasi program Low Carbon Initiative (LCI).
“Selain memberikan dampak positif dalam menjaga lingkungan, penggunaan LNG akan memberikan efisiensi biaya bagi PHM dan jika diikuti oleh KKKS lain, maka akan meningkatkan efisiensi operasional industri hulu migas serta menjadi salah satu terobosan yang mendorong penggunaan gas menggantikan minyak di dalam negeri”, imbuh Dwi. (*)
Media Partner, Migas, Pertamina EP Sangasanga, Pertamina Hulu Indonesia

Sangasanga – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field berhasil menambah produksi minyak dan gas bumi sehingga produksinya saat ini mencapai 5.649 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 6.237 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
Pencapaian ini didukung dengan banyak cara dan langkah penting, seperti penerapan inovasi BioEcoFizz dan Pertanofa, kegiatan rocking yakni intervensi tanpa rig untuk memantik sumur yang memiliki aliran alami (natural flow) sehingga sumur-sumur yang sebelumnya sudah berhenti berproduksi dapat mengalirkan migasnya kembali, instalasi Mini Gas Compressor di sumur gas yang juga berperan sebagai Flare Recovery Unit di area station pool (SP), serta percepatan program Well Service.
Pjs. General Manager Zona 9 Ade Diar Suhendar menjelaskan komitmen perusahaan untuk terus menerapkan berbagai inovasi dan teknologi yang dapat mendukung perusahaan dalam mempertahankan tingkat recovery dan produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature. “Penerapan inovasi BioEcoFizz dan Pertanofa merupakan hasil sinergi dengan PT Pertamina (Persero) dan Subholding Upstream Pertamina untuk mendukung tingkat produksi migas yang dikontribusikan oleh Pertamina terhadap produksi migas nasional,” ungkap Ade.
Menurut Ade, penerapan BioEcoFizz dan Pertanofa memiliki konsep yang sama, di mana keduanya mengubah air di dalam lubang sumur menjadi busa atau foam, sehingga mengurangi tinggi kolom air dalam sumur dan membuat tekanan hidrostatik berkurang. “Ketika tekanan hidrostatik berkurang dan lebih rendah dari tekanan reservoir, sumur yang sebelumnya mati akan dapat mengalir kembali,” jelasnya.
Selain inovasi tersebut, dilakukan juga aktivitas rocking yang diterapkan di lokasi sumur NKL-1042 yang berhasil memberikan peningkatan produksi sebesar 838 bopd dan 1.027 mscfd. Sebelumnya, sumur ini mengalami tren penurunan produksi dari waktu ke waktu. Secara bertahap, aktivitas tersebut diterapkan di sejumlah sumur gas sehingga menghasilkan total produksi mencapai 149 mmscf hingga pertengahan tahun 2024.
Senior Manager PEP Sangasanga Field Sigid Setiawan menyatakan, Perusahaan akan terus mendukukung penerapan inovasi dan teknologi yang tepat guna membuka peluang–peluang lain yang memungkinkan perusahaan untuk memperpanjang usia sumur dan memelihara tingkat produksi migas,” ujar Sigid.
Selain aktivitas rocking, menurut Sigid, pencapaian produksi PEP Sangasanga Field didukung upaya lain berupa pemasangan mini gas compressor yang juga berperan sebagai Flare Recovery Unit di SP. Instalasi ini memberikan kontribusi cukup besar bagi produksi gas Sangasanga Field dengan rata-rata 21 persen dari total penjualan gas, atau secara 281 MMSCF per Juli 2024. Peningkatan ini berkontribusi penting dalam rangka memenuhi Kontrak Bersama Jual Beli Gas dengan PLN Tanjung Batu. ”Atas semua upaya dan inovasi yang dilakukan, PEP Sangasanga Field saat ini berhasil memproduksi dan terus berkontribusi bagi pemenuhan kebutuhan energi Indonesia,” pungaksnya.
PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field di bawah Subholding Upstream Regional 3 yang dinakhodai PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PEP Sangasanga Field bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia. (*)
Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), melalui anak perusahaan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), berkolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah meresmikan Proyek Bekapai Artificial Lift (Bekapai AL), Proyek Peciko 8A dan 8B, dalam rangka mendukung pencapaian target produksi migas nasional. Peresmian ketiga proyek di Wilayah Kerja (WK) Mahakam tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas Shinta Damayanti dalam acara yang berlangsung di Kantor PHM Balikpapan Base Office pada 8 Juli 2024.
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Setyo Sapto Edi dalam sambutannya menyampaikan, PHM terus berupaya menjalankan kegiatan operasi hulu migas yang selamat. Proyek ini dapat diselesaikan dengan total manhours hingga 940.000 jam kerja selamat dan tanpa terjadi insiden.
”Proyek Bekapai AL merupakan sebuah proyek pemasangan Gas Lift Compressor di anjungan existing Bekapai BA dengan gas-lift yang diinjeksikan ke sumur-sumur di anjungan existing Bekapai BG dan BL. Penginjeksian gas-lift ke sumur-sumur di anjungan tersebut sekaligus menandai tahap first gas-in atau onstream yang telah terlaksana pada 24 Mei 2024. Setelah melalui uji coba operasi selama 72 jam nonstop, Proyek Bekapai AL dinyatakan selesai dan beroperasi penuh pada 2 Juni 2024. Pemasangan Gas Artificial Lift itu memberikan perolehan (gain) produksi sekitar 2.500 BOPD,” jelas Setyo.
Sedangkan Proyek Peciko 8A – SWPG Debottlenecking --melalui pemasangan Booster Compressor Package, Liquid Transfer Pump, dan Diesel Engine Generator— merupakan pilot project PHM dalam memproduksi minyak dan gas pada mode Low Low Pressure (LLP) di anjungan existing SWPG. Saat ini, gain produksi sebesar 6 MMscfd dan diharapkan meningkat hingga 8 MMscfd.
Untuk Project Peciko 8B, menurut Setyo, berupa pemasangan Booster Compressor Package, Liquid Transfer Pump, dan Diesel Engine Generator pada anjungan MWPA dan MWPB di lapangan lepas pantai Peciko. Proyek Peciko 8B merupakan kelanjutan upaya PHM untuk menambah produksi gas dan kondensat dari Lapangan Peciko.
”Kami terus menjalankan operasi hulu migas yang efektif, unggul dan ramah lingkungan sehingga WK Mahakam dapat memproduksi migas secara berkelanjutan serta berkontribusi secara signifikan terhadap penambahan cadangan dan pencapaian target produksi migas nasional,” jelas Setyo.
Wakil Kepala SKK Migas Shinta Damayanti menyampaikan, peresmian ketiga proyek ini merupakan sebuah pencapaian penting sekaligus menunjukkan industri hulu migas nasional masih terus bergerak di tengah tantangan berat yang dihadapi. Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) maupun usaha penunjang lainnya terus mencurahkan segala daya dan upaya dalam menjaga produksi nasional. ”Proyek-proyek ini akan berkontribusi untuk menambah kapasitas produksi gas sebesar 36 MMSCFD, minyak dan kondesat sebesar 16.000 BOPD. Puncak produksi yang diharapkan dari ketiga proyek tersebut untuk gas sebesar 11,9 MMSCFD, serta minyak dan kondensat sebesar 2.025 BOPD,” ungkap Shinta. SKK Migas mengapresiasi berbagai upaya KKKS dalam melakukan terobosan dan peningkatan efisiensi dalam pengembangan lapangan.
Pencapaian PHM ini menjadi bagian keberhasilan yang berkelanjutan dalam mendukung pencapaian visi hulu migas dan peningkatan sinergi seluruh insan hulu migas. Ketersediaan pasokan energi di Kalimantan Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi warisan (legacy) bagi masyarakat.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto menjelaskan bahwa PHI dan anak-anak perusahaan dan afiliasinya terus berinvestasi dalam kegiatan pengeboran eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan migas untuk menemukan sumber daya baru. “Melalui ketiga proyek yang telah diresmikan, kami yakin dapat terus menjalankan operasi dan bisnis secara berkelanjutan sehingga dapat mendukung kebijakan transisi energi Pertamina serta pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2030,” imbuhnya.
Menurut Anto, perusahaan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan operasi dan bisnisnya agar menghasilkan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia. “Kami menerapkan praktik-praktik terbaik untuk mempertahankan tingkat produksi dan menahan laju penurunan produksi alamiah dalam mendukung tercapainya ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya. (*)
Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Indonesia

Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya berhasil memborong 14 penghargaan dalam ajang Community Involvement & Development (CID) Upstream Awards 2024. Pencapaian itu sekaligus menahbiskan PHI dengan predikat Best of the Best dan berhak atas Piala Bergilir Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina.
Penyerahan Piala Bergilir diserahkan langsung oleh Direktur Utama PHE Chalid Said Salim dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Sheraton Grand Jakarta Gandari City pada Kamis (11/07). Tahun ini, CID Upstream Awards 2024 berslogan Shustaining Impact, melombakan sembilan kategori yang diikuti 250 entry. Selain menyabet penghargaan tertinggi Best of The Best Award, PHI juga meraih lima penghargaan Gold, empat penghargaan Silver, tiga penghargaan Bronze, serta penghargaan Favorit untuk Best CID Social Media Campaign untuk Program Jaga Pesisir Kita “From Hero to Heroes”.
CID Upstream Awards merupakan wadah kompetisi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina dalam pengelolaan dan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau pelibatan dan pemberdayaan komunitas (CID). Ajang ini sekaligus bertujuan mengevaluasi dan mengukur kualitas program-program TJSL yang dijalankan di lingkungan Subholding Upstream Pertamina melalui proses penilaian oleh para juri independen. Aspek penting dalam penilaian, mulai dari aspek perencanaan, implementasi, pemantauan, evaluasi, keberlanjutan program, dampak program, dan pelaporan implementasi program.
Senior Manager Relations PHI Handri Ramdhani mengapresiasi kerja keras para pegiat CID sehingga menjadi yang terbaik dalam CID Upstream Awards 2024 ini. Handri mengharapkan, penghargaan ini dapat menambah semangat para pekerja PHI untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menjelaskan bahwa keberhasilan program-program TJSL Perusahaan merupakan buah kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah yang dilaksanakan dengan tata kelola yang baik.
“Perusahaan menjalankan program TJSL yang inovatif di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program TJSL disusun dan dikembangkan sesuai hasil pemetaan sosial desa-desa di wilayah operasi Perusahaan guna memastikan dampak positif dan keberlanjutan program-program tersebut,” tambah Dony.
Penghargaan yang diterima grup PHI pada ajang CID Upstream Awards 2024 adalah sebagai berikut:
1. Piala Bergilir Direktur Utama Subholding Upstream Pertamina:
· Best of The Best CID Upstream Awards
2. Piala Gold:
· Best CID Program – Lingkungan: Komik Pesut Mahakam (PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
· Best CID Program – Pendidikan : Sekolah Negeri Terapung (PHM)
· Best CDO : Wisnu Krisna Yudha Pratama (PHM)
· Best CID Leadership : Dony Indrawan (PHI / Regional 3)
· Best CID Social Media Campaign : Berinovasi Selamatkan Bumi dari Sampah Plastik (PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field)
3. Piala Silver:
· Best CID Program – Lingkungan : Kapak Prabu (PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU))
· Best CID Program – Ekonomi : Ekowisata Sungai Hitam Lestari (PEP Sangasanga)
· Best CID Program – Kesehatan : WSS Saliki (PHSS)
· Best CDO : Vivi Apriliyani (PHKT Daerah Opeasi Bagian Utara (DOBU))
4. Piala Bronze:
· Best CID Program – Ekonomi : Kuas Jirak (PEP Tanjung Field)
· Best CID Program – Kesehatan : Desa Sayang Ibu (PHM)
· Best Local Hero : Masyur “Mace” Amhas (PHSS)
5. Piala Favorit:
· Best CID Social Media Campaign : Jaga Pesisir Kita “From Hero to Heroes” (PHSS)
Lingkungan Hidup, Media Partner, News, Pertamina Hulu Mahakam

Balikpapan – Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2024, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar dua kegiatan utama berupa aksi penanaman pohon serta Jelajah dan Seminar Urban Farming. Tema kegiatan selaras dengan tema internasional HLH tahun ini Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience dan tema nasional Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan.
Peringatan HLH Sedunia 2024 di lingkungan PHM dibuka secara resmi oleh Pjs General Manager Agung Dwi Rakhmadi. Agung menegaskan, PHM senantiasa berkomitmen untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis migas Perusahaan agar dapat menghasilkan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Aksi penanaman 540 bibit pohon dilaksanakan serentak di kantor Balikpapan Base Office (BBO) dan lapangan-lapangan operasi hulu migas PHM pada 5 Juni 2024. ”Kegiatan penanaman ini sangat sejalan dengan tema internasional HLH 2024 untuk mendukung restorasi lahan sebagai pilar utama dekade restorasi ekosistem PBB yang sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutur Agung.
Bibit pohon yang ditanam di kantor BBO adalah Ihau (Dimocarpus longan var.), Meranti Merah (Shorea balangeran), Kapur (Dryobalanops fusca), dan Gaharu (Aquilaria malaccensis). Untuk yang di lapangan, bibit pohon Meranti Merah (Shorea balangeran) ditanam di Site Senipah Peciko dan South Mahakam (SPS), sedangkan bibit pohon Bakau Kurap (Rhizophora mucronata) ditanam di Site Handil Processing Area (HCA), Central Processing Unit (CPU), South Processing Unit (SPU), dan North Processing Unit (NPU).
Manager HSSE Operations PHM Yudi Pantja Putera mengatakan, acara peringatan HLH 2024 ini merupakan aksi nyata Perusahaan dalam pelestarian lingkungan. “PHM terus berinovasi dan berinisiatif, baik untuk keberlanjutan operasi migas Wilayah Kerja Mahakam maupun kelestarian lingkungan sekitar,” ujar Yudi.
Puncak rangkaian peringatan HLH 2024 ditutup dengan kegiatan Jelajah dan Seminar Urban Farming di Kebun Raya Balikpapan (KRB) pada 13 Juni 2024. Seminar Urban Farming menghadirkan narasumber dari Yayasan Peduli Balikpapan.
Kegiatan kali ini sekaligus dimanfaatkan untuk mensosialisasikan kerja sama PHM dan KRB terkait konservasi keanekaragaman hayati dan melakukan pelepasliaran satwa burung, yakni tiga ekor burung Punai, tiga ekor Jalak Kebo, lima ekor Tekukur, dan lima ekor Keruang/Tercucukan, oleh manajemen PHM.
General Manager PHM Setyo Sapto Edi mengharapkan, kegiatan Jelajah dan Seminar Urban Farming menggugah semua pihak agar bisa menerapkan restorasi lahan dimulai dari rumah masing-masing dengan memakai metode yang sesuai. “Melalui kegiatan ini, kami bermaksud untuk mengenalkan lokasi konservasi flora dan fauna yang ada di Kebun Raya Balikpapan (KRB), hasil kerja sama KRB dan anak perusahaan di bawah naungan PT Pertamina Hulu Indonesia yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, selama tiga tahun terakhir melalui taman tematik Orchidarium,” tutup Setyo.
Tema global Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience dilatarbelakangi pertimbangan bahwa tahun ini bertepatan dengan peringatan 30 tahun Konvensi PBB dalam memerangi desertikasi atau degradasi ekosistem lahan kering yang terus-menerus terjadi akibat variasi iklim dan aktivitas manusia. Dalam peringatan HLH kali ini, PHM juga melaksanakan kegiatan lain yang melibatkan seluruh pekerja PHM, di antaranya Kuis Teka-Teki Silang yang bertujuan mengasah dan meningkatkan kesadartahuan para pekerja PHM terhadap lingkungan, serta Lomba Desain Stiker Hemat Air Dan Energi yang bertujuan meningkatkan kreativitas. (*)
Media Partner, Migas, News, Pertamina Hulu Mahakam

Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyambut gembira keberhasilan mitra pelaksana program perusahaan, yakni Kelompok Sadar Wisata Bekayuh Beumbai Bebudaya (Pokdarwis 3B), yang meraih Penghargaan Kalpataru 2024 kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pokdarwis 3B adalah mitra binaan PHM dalam Program Konservasi Endemik Pesut (Komik Pesut) Mahakam, dan merupakan kelompok pengelola wisata dan pegiat konservasi Pesut Mahakam di Desa Pela, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang berdedikasi dalam pelestarian Pesut, satwa endemik yang berstatus terancam punah (critically endangered) dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Penghargaan Kalpataru diserahkan secara langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Ketua Pokdarwis 3B Desa Pela, Alimin, dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kalpataru 2024 di Gedung Manggala Wanabakti KLHK RI di Jakarta pada 5 Juni 2024, bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tampak juga hadir Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Plt. Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto, dan Ketua Dewan Pertimbangan Kalpataru Hassan Wirajuda.
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, Penghargaan Kalpataru diberikan khusus kepada orang atau kelompok yang benar-benar melakukan sesuatu yang luar biasa dan nyata dalam mempertahankan, memulihkan, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan serta kualitas sosial masyarakat. Penghargaan Kalpataru 2024 diberikan kepada 10 orang atau kelompok, yang terdiri atas masing-masing empat orang atau kelompok pada kategori Perintis Lingkungan, satu Pengabdi Lingkungan, tiga Penyelamat Lingkungan, dan dua Pembina Lingkungan.
”Para penerima Kalpataru adalah pahlawan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Pemilihannya dilakukan secara ketat dan melalui tahap tanggapan publik,” ungkap Siti. Proses pemilihan dimulai dari seleksi usulan dan rekomendasi tingkat daerah. Tim khusus, yang melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu, selanjutnya melakukan verifikasi dan validasi administrasi, teknis, serta lapangan. Hasilnya lantas dibahas dalam sidang Dewan Pertimbangan Penghargaan Kalpataru yang diketuai oleh Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri RI pada 2001-2009. Dewan tersebut terdiri dari 12 tokoh yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luar biasa di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Dalam menjalankan Program Komik Pesut Mahakam, PHM juga berkolaborasi dengan pemerintah setempat, Dinas Lingkungan Hidup Kutai Kartanegara, dan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI). Di program ini, Pokdarwis 3B Desa Pela melibatkan anak-anak muda di daerahnya dalam kegiatan pelestarian lingkungan melalui kegiatan sadar wisata.
Pada kesempatan terpisah, GM PHM Setyo Sapto Edi mengapresiasi Pokdarwis 3B yang giat mengembangkan kegiatan konservasi Pesut Mahakam dan Desa Wisata Pela. ”Perubahan mindset, perilaku, dan keterampilan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program dalam menjaga dan melestarikan Pesut Mahakam sekaligus mengembangkan desa wisata,” tutur Setyo. Dia berharap Pokdarwis 3B dapat berkembang menjadi figur yang terus menginspirasi gerakan pelestarian lingkungan dan pengembangan desa wisata di Indonesia.
Usai acara penganugerahan, Ketua Pokdarwis 3B Desa Pela, Alimin, mengungkapkan rasa syukurnya. “Meski tidak mudah, kami terus berupaya menjaga kelestarian Pesut Mahakam. Kami tak pernah menyangka Desa Pela bisa berkembang menjadi desa wisata yang dikenal hingga level internasional seperti sekarang,” tuturnya penuh haru.
Kegiatan pelestarian Pesut Mahakam turut mendorong roda ekonomi di Desa Pela melalui pengelolaan desa wisata yang melibatkan UMKM, pemuda, dan ibu-ibu. “Semua yang kami peroleh ini tak lepas dari dukungan dan kontribusi PHM dalam mendampingi kami,” tegas Alimin. Pada tahun 2023, Pokdarwis 3B pernah meraih penghargaan Kalpataru di tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara dan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Senior Manager Relations PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Handri Ramdhani mengatakan, penghargaan ini tentu kian menambah semangat dan dedikasi Pokdariws 3B untuk terus berkarya dan berkontribusi terhadap pelestarian Pesut Mahakam. “Program Komik Pesut Mahakam ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Kelestarian Pesut Mahakam menjadi titipan bagi generasi mendatang karena satwa itu hanya ada di Indonesia,” jelas Handri.
Kegiatan konservasi Pesut Mahakam menggunakan metode wisata berbasis komunitas (community-based tourism). Desa Pela saat ini merupakan habitat terbesar satwa Pesut Mahakam yang bernama latin Orcaella Brevirostris. Program Komik Pesut dirancang untuk menjaga dan melestarikan Pesut Mahakam sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di Desa Pela. Pada tahun 2023, Desa Wisata Pela terpilih sebagai satu di antara 20 desa di dunia yang memperoleh penghargaan internasional Member of The Best Tourism Village Upgrade Programme 2023 dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO).
Program Komik Pesut juga merupakan bagian dari implementasi pengelolaan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) Perusahaan yang berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs, khususnya Tujuan 14 tentang Ekosistem Laut. Salah satu pencapaiannya adalah penurunan tingkat kematian Pesut akibat jeratan jaring nelayan, dari sebelumnya 66 persen pada tahun 2021 menjadi 0 persen pada 2023-2024. Keberhasilan itu berkat penggunaan inovasi Pinger Akustik yang merupakan modifikasi resonansi suara yang digunakan dalam kegiatan seismik di hulu migas. Selain itu, Program Komik Pesut juga berkontribusi terhadap Tujuan 8 tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak melalui pengembangan ekowisata Desa Pela yang menggerakkan ekonomi 539 warga lokal dan lima wilayah di sekitarnya. (*)
Media Partner, News, Pertamina Hulu Mahakam

Samarinda – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar pelatihan public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum, bagi para local hero dan perwakilan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berlangsung di Samarinda pada Senin, 4 Maret 2024. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mempromosikan produk UMKM, program CSR binaan perusahaan, maupun kegiatan kemasyarakatan mereka ke lingkup yang lebih luas.
Head of Communication Relations & CID PHM Frans Alexander A. Hukom menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap upaya peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
“Para peserta merupakan para local hero yang menjafi penggerak berbagai program pengembangan masyarakat atau CSR PHM. Mereka telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong peningkatan kehidupan masyarakat dan lingkungan. Dengan peran penting mereka itu, kami ingin mengembangkan kemampuan para local hero dan juga Bumdes, dalam public speaking yang aplikatif, sehingga mendukung pengembangan dan promosi produk, program, maupun kegiatan mereka,” ungkap Frans.
PHM menghadirkan public speaking coach yang berpengalaman dan bersertifikasi, yakni Nino Budiyanto, sebagai narasumber dalam pelatihan yang mengangkat tema Impactful Public Speaking Skills ini. Kegiatan ini berjalan secara interaktif di mana para peserta berkesempatan berbagi impian, tantangan, dan harapan ke depan. Pelatih Nino memberikan sesi praktik dan kesempatan bagi para peserta untuk memeragakan produk-produk unggulan dari program atau kegiatan mereka.
Pelatihan public speaking ini diikuti 31 peserta, termasuk local hero dari sekitar wilayah operasi PT Pertamina EP (PEP) Sanga Sanga, PEP Sangatta dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), serta PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS), PHKT Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) dan PEP Bunyu. Salah seorang local hero hadir dari Pulau Bunyu yang merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia.
Local hero adalah sebutan bagi tokoh penggerak masyarakat yang memiliki jiwa kepemimpinan, komitmen tinggi, gagasan dan karya inovatif dalam memberdayakan masyarakat dan menjaga lingkungan sekitar mereka. Local hero menjadi garda terdepan pelaksanaan program CSR dan giat mengampanyekan keunggulan program dan semangat keberlanjutan. Karena itu, keterampilan dalam berkomunikasi menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang local hero.
Alimin, salah seorang local hero PHM dari Desa Wisata Pela, sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. Alimin merupakan Ketua Pokdarwis Desa Pela dan memiliki komitmen tinggi dalam memberdayakan masyarakat, mengelola potensi desa, dan melakukan kegiatan konservasi satwa Pesut Mahakam yang terancam punah. Desa Pela telah ditetapkan sebagai Member of The Best Tourism Village Upgrade Programme 2023 dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO).
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi saya dan anggota Pokdarwis. Kami menjadi lebih mengerti bagaimana melakukan public speaking yang menarik. Materi yang diberikan juga sangat aplikatif dan akan membantu kami untuk terus memajukan Desa Wisata Pela,” ujar Alimin.
Di tempat terpisah, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan mengapresiasi semangat para peserta. “Semangat para local hero mendorong kami untuk terus berupaya menjangkau lebih banyak penerima manfaat dari program-program CSR kami melalui sosialisasi, kolaborasi, dan replikasi. Pelatihan ini akan meningkatkan keterampilan dan membantu mereka dalam menginspirasi anggota masyarakat lainnya dan mewujudkan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya," imbuh Dony. (*)
Media Partner, News, Pertamina Hulu Mahakam

Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan panen raya perdana pertanian organik melalui Program Pernik Mahakam, sebuah program CSR PHM dalam pengembangan pertanian organik hasil kolaborasi dengan Kelompok Gapoktan Maju Bersama dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda. Pelaksanaan panen raya berlangsung di lokasi demplot di Desa Kutai Lama, Anggana, Kutai Kartanegara, pada 22 Februari lalu.
Head of Communication Relations & CID PHM Frans Alexander A. Hukom mengungkapkan bahwa Program Pernik Mahakam ini merupakan salah satu program CSR perusahaan di bidang ekonomi dan menjadi kontribusi PHM dalam pemberdayaan kelompok petani di sekitar wilayah operasi Perusahaan.
”Dalam program ini, PHM mendorong pengembangan metode pertanian organik secara bertahap melalui pelatihan pertanian organik bagi petani, pelatihan pemanfaatan teknologi smart farming, pengenalan produk beras organik, dan peningkatan Indeks Pertanaman, atau IP, dari semula IP 200 menjadi IP 300. Pola tanam IP 300 berarti akan ada tiga kali panen dalam setahun,” jelas Frans.
Berdasarkan pengambilan sampel oleh Balai Penyuluh Pertanian Anggana, hasil panen raya perdana Program Pernik Mahakam diperkirakan 5,7 ton per hektar. Jenis padi yang ditanam adalah varietas Padi Merah, Inbrida C2, dan Mayas.
“Program Pernik Mahakam diinisasi pada 2022 dengan memberdayakan 80 petani yang berasal dari empat kelompok tani. Harapannya, program ini dapat membantu menjamin ketersediaan bahan pokok sehat bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau,” tutur Frans.
Tampak hadir dalam kegiatan panen raya perdana di antaranya Kepala Desa (Kades) Kutai Lama, Kades Handil Terusan, Kades Sidomulyo, dan perwakilan Kecamatan Anggana, UPT Pertanian dan Peternakan Anggana, Balai Penyuluh Pertanian Anggana, serta kelompok masyarakat lainnya.
Salah seorang peserta program, Rahmat Amin, mengungkapkan bahwa pada awalnya kelompok taninya menggunakan bahan kimiawi 100 persen. Saat ini, persentasenya sudah bergeser menjadi 50 persen menggunakan bahan organik. ”Sebelumnya, masa tanam kami hanya dua kali setahun. Kini, masa tanam kami meningkat mencapai tiga kali setahun sehingga hasil panennya lebih besar dan secara kualitas juga meningkat,” jelas Amin.
Pada kesempatan terpisah, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia Dony Indrawan menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan program CSR yang inovatif dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kemandirian masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Dony percaya bahwa masyarakat yang mandiri akan dapat menunjang keberlangsungan operasi perusahaan dan keberlanjutan produksi migas untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Sesuai kebijakan Pertamina untuk terus mendukung pembangunan Indonesia, program Pernik Mahakam menjadi salah satu implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Program ini mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” imbuhnya.
Menurut Dony, sesuai peta jalan (road map) program tersebut, pada tahun ini (2024) ditargetkan adanya peningkatan perubahan perilaku tanam mencapai 70 persen organik dan 30 persen kimiawi. Selanjutnya, pada tahun depan diharapkan mencapai 100 persen organik.
“Saat ini Perusahaan tengah mempersiapkan pengembangan inovasi padi dan udang galah, serta persiapan untuk sertifikasi padi organik,” pungkasnya. (*)
Media Partner, News, Pertamina Hulu Indonesia, SKK Migas

Batam – Dua anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul) memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi kejuruan bagi 20 putra daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Pelatihan Kejuruan (vocational training) berlangsung secara intensif selama 3,5 bulan di Batam, Kepulauan Riau, mulai 18 Oktober 2023.
Dalam acara pengukuhan dan pelepasan pada 29 Januari 2024, para peserta resmi mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikasi internasional The Engineering Construction Industry Training Board (ECITB). Head Communication Relations & CID PHM Frans Alexander A. Hukom yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa program pelatihan kejuruan ini merupakan bukti komitmen Perusahaan dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pemuda-pemudi di sekitar wilayah operasi PHM.
“Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan implementasi pengelolaan kinerja Environmental, Social, and Governance, atau ESG, di aspek sosial tentang community impact dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, atau SDGs, khususnya Tujuan 4 terkait Pendidikan Berkualitas,” terang Frans.
Seluruh peserta terpilih berasal dari Kabupaten Kukar, termasuk tiga kecamatan di sekitar area operasi PHM, yakni Anggana, Samboja, dan Muara Jawa. Pelatihan kejuruan ini merupakan aksi nyata SKK Migas Kalsul dan PHM terhadap upaya peningkatan kualitas SDM di sekitar wilayah operasi hulu migas dan dukungan terhadap Program Pemkab Kukar, yaitu Program Kukar Siap Kerja. Inilah kolaborasi perdana industri hulu migas dengan Pemkab Kukar dalam penyelenggaran pelatihan kejuruan dan sertifikasi internasional.
Para peserta mengikuti pelatihan kejuruan dan sertifikasi las Welder 4G SMAW. Setelah menjalani pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta akan mengikuti serangkaian wawancara kerja di beberapa perusahaan rekanan Petrotekno, salah satu penyelenggara keterampilan operasi pemelihara dan konstruksi internasional yang berlokasi di Batam.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul Wisnu Wardhana menyampaikan, program ini diharapkan dapat mendukung Program Kukar Siap Kerja, di mana putra daerah Kukar akan mampu berkiprah di tingkat nasional, bahkan internasional. “Setelah lulus, para peserta mendapatkan sertifikat yang diakui oleh dunia sebagai welder internasional. Ini tentu sangat membanggakan,” tutur Wisnu.
Dia berharap, para peserta terus konsisten menjaga semangat belajar dan bekerja sebagai bentuk apresiasi terhadap kesempatan yang telah diperoleh dan jerih payah yang sudah dilakukan. Pelatihan ini memberikan bekal awal untuk berkompetisi di dunia kerja dan perjuangan menggapai masa depan yang lebih baik.
Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kukar M. Hatta menyampaikan dalam sambutannya, “Bupati dan warga Kukar, yang mempunyai wilayah luas dengan sumber daya alam yang kaya, tidak ingin melihat pemuda-pemudinya hanya menjadi penonton. Mereka harus mempunyai kualitas untuk ikut andil dan berperan dalam pengelolaan sumber daya alam dan mempunyai kapasitas SDM manusia yang mampu mengisi dunia kerja tak hanya di lokal Kukar, tapi juga di tingkat nasional dan internasional.”
Distransnaker, lanjut M. Hatta, mendapatkan apresiasi dari Pemkab Kukar karena telah berkontribusi menurunkan angka pengangguran dari 4,15% menjadi 4,04%. ”Karena itu, program pelatihan kejuruan seperti ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan menjadi lebih baik,“ tegasnya.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan komitmen Perusahaan untuk terus menjalankan program-program CSR di bidang pendidikan yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.
“Di PHI, kami terus menjalankan beragama program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, serta penanganan bencana dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kami pun menerapkan inovasi sosial dan lingkungan dalam program CSR Perusahaan sehingga memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pengembangan kapasitas SDM lokal melalui pelatihan vokasional seperti pada program ini menurut Dony merupakan salah satu fokus pengelolaan program CSR di bidang pendidikan PHI sehingga diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi muda yang kompeten, kompetitif dan mandiri. “Kami percaya bahwa keberhasilan program CSR Perusahaan merupakan buah kolaborasi Perusahaan dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu di program ini, kami bekerja sama dengan SKK MIgas dan Pemerintah daerah Kukar,” pungkasnya. (*)
