, , , ,


    Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2024 atas upaya dan kontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi melalui pengelolaan gas suar. Apresiasi yang diterima berupa penghargaan di Bidang Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Subkategori Lapangan Gas Bumi.

    Penghargaan Subroto 2024 itu diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada General Manager PHM Setyo Sapto Edi, yang didampingi Field Manager Lapangan North Processing Unit (NPU) Andi Suhendra di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, pada 10 Oktober 2024. PHM akhirnya berhasil terpilih di antara total 18 perusahaan yang berpartisipasi pada kategori kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Subkategori Lapangan Gas Bumi.

    BACA JUGAESDM-SKK Migas Apresiasi Program Desa Wisata dan Desa Budaya Binaan PT Pertamina Hulu Mahakam  

    Setyo menegaskan, PHM senantiasa berkomitmen untuk menjalankan operasi hulu migas yang selamat dan patuh terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan di bidang lingkungan. “Kami menjalankan program-program pengelolaan lingkungan sesuai komitmen dan kebijakan pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, konservasi lingkungan, serta mendukung transisi energi Pertamina dan net zero emission di tahun 2060,” ujarnya. Setyo menambahkan, PHM selalu menerapkan praktik-praktik kerja terbaik dalam pengelolaan operasi migas guna mendukung keberlanjutan usaha dan pelestarian lingkungan.

    Pada ajang Penghargaan Subroto tahun ini, PHM mengajukan program Optimalisasi Single Flare di fasilitas Central Processing Unit (CPU) & North Processing Unit (NPU). Penerapan program tersebut berhasil mengoptimasi pembakaran gas suar sebesar 285,08 mmscf, atau setara pengurangan emisi sebesar 1722,97 Ton CO2eq, selama periode 2019 hingga akhir 2023. Selain itu, PHM telah menerapkan zero routine flaring, di mana pembakaran gas suar hanya dilakukan untuk alasan keselamatan dan nonrutin. (*)

    , , ,


    Muara Badak – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) memperkenalkan program CSR unggulannya, Balanipa, dengan inovasi pemanfaatan kembali tali kapal oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Balanipa melalui teknologi Balanipa Rope Technology (Barotech) di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Barotech merupakan alat pemintal tali bekas kapal yang berhasil meningkatkan efisiensi dan produktivitas kelompok tersebut.

    Inovasi yang dikembangkan dalam program ini adalah pemanfaatan kembali tali kapal melalui teknologi Balanipa Rope Technology (Barotech). Solusi ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas kelompok tersebut, karena alat ini mampu menghemat waktu produksi, dari sebelumnya 30 menit per roll tali menjadi hanya 10 menit. Dengan demikian, kelompok dapat memproduksi hingga 25 rol tali per hari, meningkat dari sebelumnya hanya 6 rol tali.

    Kualitas tali yang dihasilkan juga lebih baik, karena hasil pintalan lebih erat dan kuat dibandingkan dengan metode manual. Alat ini telah mendapatkan paten sederhana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor IDS000006015. Program ini terbukti memberikan dampak signifikan pada ekonomi masyarakat.

    Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat besar bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) yang mempraktikkan ekonomi sirkular. "Potensi dari usaha UMKM yang menerapkan konsep ekonomi sirkular ini sangat baik, karena mampu menghasilkan omzet yang besar. Selain itu, usaha ini juga melibatkan warga sekitar dan memberdayakan kaum perempuan di dalamnya," ujar Elis.

    Dari segi ekonomi, Elis menambah bahwa kelompok ini mampu meraih omzet hingga Rp217.500.000 per bulan. Penjualan tali rumpon sangat diminati, sehingga kelompok ini berhasil menjual 750 roll tali dengan harga Rp290.000 per roll. Dampaknya, pendapatan anggota kelompok bisa mencapai Rp2.000.000 per bulan. Selain itu, nelayan yang menggunakan tali tersebut juga mendapat manfaat, dengan penghematan hingga Rp1.000.000 per roll tali dibandingkan harus membeli tali baru.

    Berawal dari kondisi di perairan Muara Badak yang berbatasan langsung dengan selat makasar, lokasi yang strategis bagi lalu lintas kapal dan menjadi sumber daya perikanan yang penting. Namun lalu lintas kapal besar membawa dampak negatif berupa sampah laut, salah satunya adalah limbah tali bekas kapal hingga 180 ton per tahun. Perusahaan melihat kondisi ini sebagai tantangan dan menyadari bahwa tali tersebut dapat diolah kembali menjadi tali rumpon, yang biasa digunakan oleh nelayan. Dengan kombinasi bahan baku seperti nylon, sutera, dan semi-sutera, tali rumpon yang dihasilkan lebih kuat serta lebih murah dibandingkan produk serupa di pasaran. Selain itu, tali ini juga dapat diolah menjadi produk turunan lainnya, seperti tempat sampah, aksesoris, wall mirror, dan stools ecobrick, yang memiliki nilai tambah dan mendukung upaya pengurangan limbah.

    Sementara pada September 2023 silam, terungkap bahwa Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi, dengan 53 perempuan di desa tersebut tidak memiliki pekerjaan. Menanggapi hal ini, pada tahun 2020, PHSS meluncurkan inisiatif pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang mayoritas perempuan, melalui program KUBE Balanipa yang memanfaatkan tali bekas kapal. Program ini bertujuan untuk menciptakan pemberdayaan masyarakat yang inklusif, melibatkan kelompok lansia, kelompok rentan, dan mendukung kesetaraan gender yang melibatkan banyak wanita di wilayah operasinya secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.

    Manager PHSS Field Widhiarto Imam Subarkah menambahkan bahwa perusahaan sangat memperhatikan aspek kualitas dan keamanan produk. "Awalnya program ini dimulai dari kelompok kecil, tetapi masalah keamanan dan kualitas produk menjadi tantangan yang perlu dikelola dengan baik. Disitulah, PHSS terlibat langsung untuk membantu mengatasinya," jelas Imam.

    Dari aspek kesejahteraan, 14 anggota kelompok telah memperoleh peningkatan kemampuan dalam pencegahan kebakaran. Selain itu, pelatihan pemanfaatan tali bekas untuk dijadikan kerajinan telah diberikan kepada 18 penerima manfaat, sementara 20 anggota kelompok lainnya telah mendapat pelatihan dalam penggunaan teknologi Barotech.

    Program ini juga didukung Local Hero Sahabuddin, yang turut menekankan pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran laut akibat limbah. "Kita harus memastikan limbah tali kapal ini tidak dibuang ke laut. Kami bahkan sudah berhasil mereplikasi program ini hingga ke Sulawesi Barat," kata Sahabuddin, yang aktif dalam inisiatif tersebut.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kutai Kartanegara Arianto S.Sos, M.Si, turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini. “Program Balanipa adalah yang pertama dan satu-satunya inisiatif pemanfaatan tali bekas kapal menjadi rumpon di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya. Ia juga menambahkan, “Program ini sangat bermanfaat karena dapat membantu mengurangi kemiskinan melalui dampak langsung yang dirasakan oleh anggota kelompok. Terima kasih kepada PHSS atas bimbingannya, semoga manfaatnya terus berlanjut."

    Dengan adanya kolaborasi antara masyarakat, UMKM, PHSS serta pemerintah, program Balanipa diharapkan terus berkembang, memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan melalui kemampuan pemasaran serta teknologi hingga mencapai kemandirian. (*)

    , , ,


    Jakarta – Desa Wisata Pela, binaan program pengembangan masyarakat atau CSR PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil memenangkan Apresiasi Prestasi Desa Wisata Indonesia pada acara Apresiasi Wonderful Indonesia Impact dan peluncuran buku panduan wisata Indonesia, ”Wonderful Indonesia Outlook 2024/2025 yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta pada 19 September 2024.

    Bersaing dengan 33 desa wisata lainnya, Desa Wisata Pela berhasil masuk dalam jajaran 6 desa pemenang Apresiasi Prestasi Desa Wisata Indonesia dalam Wonderful Impact Indonesia. Desa Wisata Pela mampu menunjukkan keunggulannya dalam pengelolaan potensi wisata lokal.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) pada peluncuran Wonderful Indonesia Outlook 2024/2025, menggaungkan komitmen baru yang dirilisnya sebagai ”Wonderful Indonesia Impact” yang menjadi strategi untuk meningkatkan minat wisatawan terhadap pariwisata Indonesia.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata bukan hanya ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar saja, melainkan juga dapat memberikan pendapatan yang lebih tinggi bagi masyarakat. “Harapannya tahun depan pariwisata bukan hanya bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar, tapi juga mendatangkan cuan kepada masyarakat parekraf,” ujar Sandiaga.

    Salah satu upaya mendatangkan wisatawan ke Indonesia, adalah melalui pengembangan pariwisata di tingkat desa. Untuk itu Apresiasi Wonderful Indonesia Impact ini hadir untuk mendorong inovasi dan kreativitas dari desa wisata di Indonesia. Desa Wisata Pela menjadi pemenang yang mewakili Provinsi Kalimantan Timur.

    Mewakili Desa Wisata Pela dan juga merupakan local hero dan ketua pokdarwis (kelompok sadar wisata), Alimin, mengungkapkan bahwa Desa Wisata Pela adalah desa wisata yang berkawan dengan lingkungan melalui upaya pelestarian lingkungan seperti konservasi pesut mahakam. ”Konservasi pesut mahakam sebagai salah satu daya tarik wisata Desa Pela, tentunya selain mendorong sektor pariwisata juga melindungi hewan endemik di perairan Mahakam yang berdampak bagi lingkungan ,” ujar Alimin.

    Alimin menyampaikan bahwa penghargaan ini berhasil dicapai berkat prestasi dari Desa Pela yang masuk dalam 47 desa dengan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dan juga penghargaan lainnya yang telah diraih selama ini. Selain itu, Desa Wisata Pela juga memiliki inovasi baru dengan menghadirkan meseum nelayan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    ”Kami bisa memenangkan award ini karena Desa Wisata Pela masuk dalam 47 desa wisata yang mendapat sertifikasi desa wisata yang berkelanjutan, yang kemudian juga masuk dalam anugerah desa wisata pada tahun 2022 dan mendapat juara tiga dalam kategori kelembagaan. Mungkin itu menjadi penilaian dari kementerian, dimana kita juga memiliki inovasi-inovasi baru khususnya kita punya mesum nelayan untuk tamu-tamu bisa belajar tentang alat tangkap nelayan, maupun tentang informasi pesut mahakam,” ujar Alimin.

    General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menambahkan, Pencapaian ini menjadi bukti keseriusan PHM dalam melaksanakan program CSR yang inovatif dan berkelanjutan sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social, Governance (ESG). ”Seperti pada Desa Wisata Pela, PHM terus mengembangkan program-program CSR yang sesuai dengan hasil pemetaan sosial desa-desa di wilayah operasi Perusahaan guna memastikan pemanfaatan potensi lokal sehingga program-program tersebut menghasilkan dampak positif dan keberlanjutan," imbuh Setyo.

    Selain itu, Pokdarwis Desa Pela bekerja sama dengan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia) membuat batik dengan mengangkat motif Pesut yang menjadi ikon dan daya tarik wisata Provinsi Kalimantan Timur, khususnya identitas dari Desa Pela sebagai desa wisata minat khusus yang menjadi ujung tombak konservasi pesut mahakam.

    Konsistensi dan dedikasi inilah yang mengantarkan PHM memperoleh pengakuan dan penghargaan di tingkat regional, nasional, dan internasional atas keberhasilan pelaksanaan program-program CSR Perusahaan. (*)

    , , ,


    Balikpapan - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mencatatkan rekor baru dalam laju penetrasi pengeboran tercepat dan terpanjang pada pengeboran sumur migas di lapangan Delta Mahakam. Prestasi ini tercapai di tengah tantangan pengeboran yang semakin kompleks melalui penerapan inovasi dan teknologi optimasi dengan metode pengeboran MaxiDrill yang merupakan teknologi master drilling PHM.

    Keberhasilan PHM dalam laju penetrasi pengeboran (Rate of Penetration/ROP) yang tercepat, tercapai pada pengeboran sumur H-SA-510 dengan catatan rata-rata ROP sebesar 116 meter/jam. Angka ini merupakan catatan ROP tertinggi untuk 12-1/4” surface section di lapangan Handil sepanjang sejarah lapangan Mahakam. Rekor pengeboran ini dipecahkan oleh rig Yani pada tanggal 21 Agustus 2024.

    Selain itu PHM juga mencatatkan pencapaian ROP yang sangat baik pada sumur H-YA-355 dengan catatan rata-rata sebesar 111 meter/jam. Angka ini merupakan catatan On bottom Rate of Penetration (OB ROP) tertinggi untuk 8-1/2” reservoir section di lapangan Handil sepanjang sejarah lapangan Mahakam. Rekor ini dipecahkan oleh rig Yani pada tanggal 2 Juni 2024.

    PHM juga mencetak rekor pengeboran sumur terpanjang pada pengeboran sumur sidetrack TM-66.G1. Sumur ini berhasil dibor dengan panjang trajektori mencapai 3.300 meter dan merupakan lintasan pengeboran terpanjang di Tambora sepanjang sejarah lapangan Mahakam. Rekor ini dipecahkan oleh rig Yani pada tanggal 17 Juni 2024.

    General Manager PHM, Setyo Sapto Edi mengatakan bahwa perusahaan senantiasa mendorong penerapan inovasi, teknologi, serta praktik-praktik engineering terbaik yang dapat meningkatkan keselamatan, kecepatan, dan efisiensi biaya pengeboran. “Ketiga rekor pengeboran ini dapat dicapai berkat upaya optimasi metode pengeboran MaxiDrill yang diaplikasikan dalam kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja Mahakam. Dengan demikian, perusahaan dapat mempertahankan tingkat recovery dan produksi lapangan-lapangan migas yang dikelola,” jelas Setyo.

    Setyo menambahkan bahwa inisiatif dan inovasi yang berbuah pemecahan rekor ini, membuat durasi kegiatan pengeboran sumur menjadi lebih cepat sehingga biaya pengeboran menjadi lebih efisien. “Sesuai dengan komitmen perusahaan, kami tetap mengedepankan aspek HSSE dalam setiap kegiatan pengeboran. Kami menerapkan praktik-praktik terbaik, inovasi, dan teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan, kecepatan, serta mengurangi biaya pengeboran.” imbuhnya.

    Keberhasilan ini juga sekaligus meningkatkan motivasi pekerja di lapangan Mahakam. Meskipun dihadapkan pada lapangan yang sudah marjinal dengan tantangan pengeboran sumur yang semakin kompleks, namun tetap masih ada room for improvement yang masih dapat dioptimasi. Setyo percaya bahwa lapangan Mahakam masih dapat diandalkan untuk terus berproduksi dan mendukung pemenuhan kebutuhan energi Indonesia. (PHM)

    , , , ,


    Samarinda – Untuk mendorong sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan kegiatan pelibatan pemangku kepentingan atau stakeholder engagement berupa pertemuan dan diskusi dengan pemerintah kecamatan Muara Badak (10/09/2024) dan kecamatan Anggana (13/09/2024) yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.

    PHM mengkomunikasikan program dan kegiatan perusahaan yang dilakukan di wilayah kedua kecamatan, termasuk Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR yang inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pada kesempatan ini, Pemerintah kecamatan Muara Badak dan Anggana masing-masing turut menyampaikan pemaparan program-program di tiap-tiap wilayah kecamatan, serta memberikan masukan atas progam-program PHM agar lebih tepat sasaran.

    Head of Communcation Relations & CID Zona 8, Frans Alexander A. Hukom menjelaskan bahwa program keterlibatan pemangku kepentingan atau stakeholder engagement merupakan komitmen Perusahaan untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dalam rangka menjalan operasi migas yang selamat, andal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 

    “Kami meyakini bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah operasi akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis Perusahaan,” ungkap Frans.

    Terkait keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat, Frans menuturkan bahwa hal tersebut merupakan buah kolaborasi antara perusahaan, penerima manfaat, mitra pendukung dan seluruh pemangku kepentingan atau key stakeholder, termasuk pemerintah daerah.

    “Melalui pertemuan dengan pemerintah kecamatan, khususnya Anggana dan Muara Badak, PHM mampu memitigasi isu sosial dan potensi risiko serta memperoleh solusi dan dukungan pemerintah setempat sehingga perusahaan dapat merencanakan program yang diyakini akan berdampak positip bagi perusahaan maupun para pemangku kepentingan,” imbuh Frans.

    Pada kesempatan tersebut, Camat Anggana, Rendra Abadi, menyampaikan bahwa PHM telah memberikan perhatian kepada Pemerintah Kecamatan Anggana melalui kegiatan PPM. Kolaborasi ini menurutnya sangat bermanfaat, terutama untuk mendukung tercapainya tujuan utama pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di desa terpencil dan sulit dijangkau. 

    “PHM telah berkolaborasi dengan pemerintah setempat untuk membangun desa wisata khususnya di Kutai Lama untuk menjadi destinasi wisata di Kutai Kartanegara. Sedangkan terkait dengan program pendidikan, kesehatan dan lingkungan kolaborasi sudah berjalan dengan baik,” ujar Rendra. 

    Di lokasi terpisah, Camat Muara Badak, Arpan, menyampaikan apresiasi kepada PHM yang terus mendukung Muara Badak melalui PPM, di mana program tersebut memberikan manfaat bagi pembangunan di kecamaran Muara Badak, khususnya desa sekitar wilayah operasi Mahakam. 

    “Kegiatan stakeholder engagement PHM menjadi momen silaturahmi untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan Muara Badak dan memberikan banyak manfaat bagi warga,” ujar Arpan (*).

    , , ,


    Kuala Lumpur – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field baru saja memenangkan penghargaan internasional Asian Impact Awards 2024 dengan meraih predikat Platinum CSR Leading Impact pada kategori Lingkungan. Penghargaan ini merupakan wujud pengakuan para praktisi CSR terhadap kualitas Program ”Ekowisata Sungai Hitam Lestari – Pariwisata Berkelanjutan untuk Pelestarian Bekantan dan Pemberdayaan Masyarakat” yang dijalankan oleh PEP Sangasanga Field. Penyerahan trofi penghargaan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-18 September 2024.

    Kehadiran Asian Impact diinisiasi oleh La Tofi School of Social Responsibility bersama PORTMAN College Malaysia. Inisiatif ini bertujuan mendukung perusahaan atau yayasan yang dimiliki perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola bisnis serta inisiatif sosial dan lingkungan agar memberikan dampak positif secara luas bagi masyarakat. Selain memberikan penghargaan, Asian Impact juga berfungsi sebagai lembaga pemeringkatan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan pelatihan CSR.

    Penghargaan Asian Impact Awards 2024 diberikan berdasarkan hasil penilaian panel ahli yang terdiri dari Ketua La Tofi School of Social Responsibility Ernie Chen; Ketua PORTMAN Education Group – Malaysia Prof. Ibnu Hamad; Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Aris Darmono; Ahli Keberlanjutan dari La Tofi School of Social Responsibility Rio Zakarias Widyandaru; Pendiri dan Direktur SocialImpact.id Milly Mildawati, PhD.

    Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari berangkat dari permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Hitam yang berubah menjadi permukiman, tambak dan perkebunan; penurunan luasan habitat bekantan yang menyebabkan berkurangnya populasi bekantan; penurunan hasil tangkapan ikan dan udang yang mempengaruhi pendapatan nelayan; serta peningkatan angka pengangguran yang mencapai 5,79% akibat keterbatasan lapangan kerja.

    Mencermati kondisi tersebut, PEP Sangasanga Field melihat potensi yang dapat dikembangkan, yaitu keberadaan kawasan mangrove Sungai Hitam sekitar 67 hektar yang dapat dimanfaatkan sebagai habitat satwa bekantan. Perusahaan lantas merintis Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari dengan mengembangkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kelurahan Kampung Lama dan menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata baru di Kalimantan yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Head of Communication Relations & CID Zona 9, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa program ini berupaya memadukan rekreasi alam dengan wisata susur sungai; mempelajari alam dengan edukasi satwa, agro dan sejarah Sungai Hitam; serta melestarikan alam dengan kegiatan penanaman dan pembersihan sungai. “Selain aspek lingkungan, program ini telah memberdayakan 37 penerima manfaat langsung yang berhasil meningkatkan kemampuan dan pendapatan kelompok hingga Rp70 juta per tahun dari kegiatan Susur Sungai,” ujarnya.

    Program ini juga berhasil melahirkan dua lembaga, yaitu Pokdarwis dan UMKM Sungai Hitam Lestari. Hingga saat ini, Ekowisata Sungai Hitam Lestari telah menarik 1.160 wisatawan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Elis menambahkan, program ini telah membantu pelestarian sekitar 400 ekor bekantan di kawasan tersebut, pengurangan 51,04 ton CO2 EQ per tahun melalui pemanfaatan panel surya, serta penyerapan 175,34 ton CO2 EQ per tahun dengan penanaman hutan mangrove.

    Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan menyatakan bahwa keberhasilan program CSR ini merupakan hasil kolaborasi Perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kami percaya bahwa kesuksesan Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari berkat kerja sama antara Perusahaan, masyarakat, dan pemerintah,” jelas Dony.

    Dony juga menambahkan, pengembangan program CSR dilakukan di berbagai sektor dengan mengedepankan inovasi sosial dan lingkungan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dan sejalan dengan prinsip ESG. Perusahaan mengimplementasikan program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta penanganan bencana untuk mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs. ”Melalui inovasi sosial dan lingkungan, fokus kami adalah menciptakan dampak berkelanjutan. Kami juga berkomitmen pada prinsip ESG, serta mengembangkan program berdasarkan pemetaan sosial desa-desa di wilayah operasi untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positifnya,” tambah Dony.

    Program ini berkontribusi pada SDG Tujuan 1 tentang Tanpa Kemiskinan, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan, yaitu melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem dengan penghitungan Social Return on Investment sebesar Rp 2,11. (*)

    , , ,


    Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara I kategori Integrity Compliance & Ethics (ICE) Award dalam ajang SKK Migas Awards Tahun 2024. Trofi penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto kepada Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto pada acara penganugerahan, Selasa malam (10/9).

    Direktur Utama PHI Sunaryanto menyambut gembira penghargaan yang diterima oleh salah satu anak usaha PHI ini dan menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan pemerintah atas komitmen manajemen dan seluruh pekerja PHM dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), atau Tata Kelola Perusahaan Yang Baik, dan penerapan SNI ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan.

    Anto, panggilan akrab Sunaryanto, menambahkan bahwa penerapan SMAP berperan penting dalam mendukung pengelolaan bisnis dan operasi hulu migas yang selamat, andal, ramah lingkungan, serta patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku. “Penghargaan ini diharapkan dapat terus mendorong semangat peningkatan berkelanjutan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance, serta tata nilai AKHLAK di seluruh aspek kegiatan operasi dan bisnis perusahaan,” imbuhnya,” ungkapnya.

    Selaku Dirut PHI, Anto menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pekerja PHI Regional 3 Kalimantan, khususnya PHM yang telah mendukung penerapan SMAP secara konsisten dalam mendukung pencapaian visi PHI untuk menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia.

    “Di grup PHI, kami memiliki Kebijakan Anti Penyuapan dan berkomitmen untuk mematuhi dan melaksanakan kebijakan tersebut dengan menerapkan Prinsip 4 NO’s. Yakni No Bribery (hindari/menolak segala bentuk suap menyuap dan pemerasan); No Kickback (hindari/menolak meminta komisi, tanda terima kasih dalam bentuk uang dan lainnya); No Gift (hindari/menolak penerimaan/pemberian hadiah atau gratifikasi yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku); dan No Luxurious Hospitality (hindari/menolak penyambutan dan jamuan yang berlebihan.

    Anto berharap bahwa penghargaan ini dapat terus memacu semangat seluruh pekerja grup PHI untuk menjunjung tinggi integritas, mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjalankan proses bisnis perusahaan yang beretika. (*)


Top