,


    KUKAR – Seorang karyawan PT Enggang Alam Sawita (EAS) dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Belayan, tepatnya di sekitar bekas pelabuhan milik PT EAS, Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

    Korban diketahui bernama Marupa (49), seorang Buruh Harian Lepas yang bekerja sebagai operator genset di PT EAS.

    Berdasarkan laporan yang diterima media ini, peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama tiga orang rekan kerjanya memperbaiki pipa alkon milik PT EAS yang mengalami kerusakan selama kurang lebih tiga hari di tepi Sungai Belayan.

    Setelah pekerjaan perbaikan selesai, korban kemudian berinisiatif berenang untuk menyeberangi sungai. Namun, saat berada di tengah sungai, korban dilaporkan mengalami kelelahan dan meminta pertolongan kepada rekan-rekannya.

    Mendengar teriakan tersebut, salah seorang rekan kerja korban langsung turun ke sungai untuk memberikan pertolongan. Rekan korban sempat berhasil menarik korban, namun derasnya arus serta kondisi yang melelahkan membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilanjutkan.

    Korban akhirnya terlepas dari pegangan rekannya, kemudian terbawa arus Sungai Belayan dan tenggelam.

    Menurut keterangan sejumlah saksi, arus Sungai Belayan saat kejadian cukup deras sehingga diduga menyebabkan korban kelelahan ketika berada di tengah sungai. Pihak keluarga juga menyebutkan bahwa korban diketahui bisa dan terbiasa berenang.

    Usai menerima laporan kejadian, personel Polsek Tabang bersama Tim Emergency Response Team (ERT) PT Bayan dan masyarakat sekitar langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam.

    Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu ketinting milik warga, perahu karet milik perusahaan serta sejumlah peralatan tradisional lainnya.

    Hingga berita ini disusun, korban masih belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan.

    Dalam peristiwa tersebut, sejumlah barang milik korban turut diamankan, di antaranya satu lembar celana pendek berbahan jeans warna hitam, satu unit telepon genggam merek Infinix warna hitam serta satu buah powerbank merek Robot warna hitam.

    Pihak terkait masih melakukan pencarian dan pemantauan di sepanjang perairan Sungai Belayan guna menemukan korban. (*)

    , , ,


    Muara Pantuan – Tim patroli keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelamatkan enam awak kapal masyarakat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (1/9/2026) lalu. Kapal masyarakat tersebut mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Muara Pantuan menuju Pulau Nubi, Kecamatan Anggana. Kondisi angin dan gelombang yang buruk menyebabkan kapal terhempas, kemasukan air, dan akhirnya tenggelam di sekitar area sumur migas yang dikelola PHM.

    Kejadian tenggelamnya kapal masyarakat ini pertama kali diketahui oleh awak kapal TB Paramount Fortune yang melintas di perairan dangkal Delta Mahakam sekitar pukul 17.45 WITA. Mereka melihat kapal masyarakat yang tenggelam sekitar 3,2 kilometer dari daratan. Enam awak kapal terlihat melambaikan tangan sebagai tanda meminta pertolongan. Mendapat informasi tersebut, tim patroli keamanan PHM dari Fasilitas South Processing Unit (SPU) segera bergerak menggunakan armada ST Ruhen 28 menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 18.20 WITA, seluruh enam awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

    Setelah dievakuasi, keenam awak kapal mendapatkan tempat untuk beristirahat dan penanganan lebih lanjut. PHM juga mendampingi mereka untuk memastikan kondisi masing-masing warga dalam keadaan baik, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait kebutuhan dan proses kepulangan mereka agar dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga.

    General Manager PHM Muzwir Wiratama mengapresiasi respons cepat dari tim patroli PHM dan bersyukur bahwa seluruh awak kapal bisa diselamatkan dalam kondisi yang baik. “Bagi kami, melihat enam saudara kita berhasil diselamatkan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya merupakan kebahagiaan tersendiri. Sebagai warga masyarakat yang baik, PHM senantiasa berupaya untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, terlebih lagi pada saat kondisi darurat seperti ini,” ujar Wira, panggilan akrab General Manager PHM.

    Menurutnya tindakan cepat demi keselamatan dan kemanusiaan itu merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menempatkan prioritas tertinggi terhadap keamanan dan keselamatan manusia, fasilitas, dan lingkungan. “Kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang selamat, andal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Terkait kejadian ini, PHM akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keenam awak kapal tersebut mendapatkan pendampingan hingga proses kepulangan berjalan dengan baik. “Keselamatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di sekitar wilayah operasi, kami akan berupaya memberikan respons terbaik sesuai kemampuan dan prosedur yang kami miliki,” pungkasnya. (*)

    ,

    Camat Sebulu Edy Fahruddin pantau langsung kondisi siswa yang diduga alami keracunan MBG
    (Foto: Istimewa)

    KUTAI KARTANEGARA – Puluhan pelajar di Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) diduga mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (3/8/2026).

    Berdasarkan laporan sementara, para pasien yang menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Sebulu I mengeluhkan gejala berupa pusing dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sejumlah sekolah.

    Data sementara mencatat sebanyak 46 orang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sebulu I. Dari jumlah tersebut, 27 orang mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), sedangkan 19 orang menjalani pemeriksaan di Poli Anak.

    Penerima manfaat yang terdampak berasal dari sejumlah satuan pendidikan, yakni siswa SDN 025, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta enam siswa SDN 003 Sebulu Ulu. Selain itu, seorang warga bernama Sunarsih yang bertugas mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada balita di Posyandu Cempa Unggu, Desa Sebulu Ulu, juga mengalami gejala serupa.

    Camat Sebulu, Edy Fahruddin, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pemerintah kecamatan masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kesehatan untuk memastikan penyebab para pasien mengalami keluhan tersebut.

    "Benar, ada warga yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sebulu I setelah mengalami keluhan pusing dan sakit perut. Saat ini mereka sudah ditangani oleh tenaga kesehatan dan sebagian sudah di suruh pulang ke rumah. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak puskesmas dan dinas terkait untuk mengetahui penyebab pastinya," ujar Edy Fahruddin.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan Puskesmas Sebulu I, pihak penyelenggara program MBG, serta instansi terkait untuk melakukan penanganan dan pemantauan terhadap kondisi para pasien.

    "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi. Pemerintah akan menyampaikan perkembangan setelah ada hasil pemeriksaan yang valid," tambahnya.

    Sementara itu, pihak Puskesmas Sebulu I telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pasien yang datang dan terus memantau kondisi kesehatan mereka. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (*)

    ,

    Foto: Ilustrasi

    LOA KULU – Seorang nelayan dilaporkan diduga tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan RT 019, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (2/8/2026). 

    Hingga Minggu siang, korban dikabarkan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, melalui laporan yang diterima menyebutkan, personel piket Polsek Loa Kulu bersama unsur terkait melakukan pengecekan ke lokasi kejadian sekitar pukul 12.00 WITA setelah menerima informasi adanya dugaan orang tenggelam.

    "Pengecekan di lokasi melibatkan personel Polsek Loa Kulu, Ketua RT 019 Desa Jembayan, Relawan Kamaseku Loa Duri Ulu, Damkar Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Damkar Kecamatan Loa Kulu," terangnya.

    Korban diketahui bernama Achdar Has (64), warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Sehari-hari korban bekerja sebagai nelayan yang mencari ikan dengan metode merawai di sepanjang alur Sungai Mahakam, mulai dari wilayah Pongkor hingga Jembayan.

    "Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 06.30 WITA salah seorang nelayan, Taufik, berangkat mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru menggunakan transportasi air. Saat kembali sekitar pukul 08.00 WITA, ia melihat perahu milik korban hanyut tanpa seorang pun berada di atasnya," kata Kapolsek.

    Merasa curiga, saksi kemudian mendekati perahu tersebut dan memastikan bahwa korban tidak berada di dalam kapal. Perahu berwarna biru putih beserta peralatan memancing milik korban ditemukan mengapung di sekitar lokasi.

    "Temuan tersebut kemudian diinformasikan kepada warga sekitar. Selanjutnya warga menghubungi pihak keluarga untuk memastikan keberadaan korban. Anak korban menyampaikan bahwa ayahnya belum kembali ke rumah sejak berangkat bekerja pada pagi hari," tambah AKP Hari Supranoto.

    Berdasarkan kondisi tersebut, korban diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, RT 019 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.

    "Polsek Loa Kulu bersama Satpolairud Polres Kukar, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Relawan Kamaseku langsung berkoordinasi melakukan upaya pencarian serta mendata identitas korban maupun para saksi," sambungnya

    Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian oleh tim gabungan terus dilakukan. Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila terdapat informasi terbaru terkait pencarian korban. (*)

    , ,

    Tim SAR gabungan evakuasi jasad Rizal yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Muara Badak
    (Foto: Istimewa)

    Kutai Kartanegara — Upaya pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Muara Badak Ulu akhirnya membuahkan hasil. Muhammad Rizal (33) ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari kedua operasi pencarian, Jumat (1/5/2026), dalam kondisi meninggal dunia.


    Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu. Kuatnya arus diduga menjadi penyebab korban tidak mampu menyelamatkan diri saat kejadian.

    Memasuki hari kedua, operasi pencarian diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WITA guna menentukan strategi penyisiran. Tim kemudian melakukan pencarian di area seluas kurang lebih 2 nautical mile persegi (NM²) di sekitar lokasi kejadian, dengan fokus penyisiran mengarah ke hilir mengikuti arus.

    Komandan SRU, Nur Ngalim, menjelaskan bahwa korban berhasil ditemukan pada pukul 07.50 WITA.

    “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian ke arah hilir, tepatnya di koordinat 0°20'53.0"S dan 117°27'07.4"E. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

    Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 08.30 WITA. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

    Dalam operasi tersebut, sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya rescue car, rubber boat Basarnas, perahu milik BPBD Kutai Kartanegara, speed boat TNI AL Marang Kayu, perahu Disdamkar Muara Badak, serta armada milik warga dan nelayan setempat. Tim juga menggunakan perlengkapan pendukung seperti peralatan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan medis.

    Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, serta masyarakat nelayan sekitar.

    “Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat yang telah bekerja maksimal dalam operasi ini hingga korban berhasil ditemukan,” tambah Ngalim.

    Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti gelombang yang cukup besar serta potensi bahaya dari habitat hewan liar seperti buaya. Meski demikian, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan. (*)

    , ,


    Kutai Kartanegara — Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kamis (30/4/2026).

    Korban diketahui bernama Muhammad Rizal (33), warga setempat. Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pada pukul 11.10 WITA dari pihak keluarga, peristiwa bermula sekitar pukul 05.00 WITA saat korban bersama rekannya pergi menjaring udang di area tambak miliknya.

    Dalam kronologis kejadian, perahu yang digunakan korban terlepas dari ikatan di bagan dan hanyut terbawa arus. Korban kemudian berusaha mengejar perahu tersebut, namun diduga terseret arus yang cukup deras hingga akhirnya tenggelam.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, mengatakan pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim ke lokasi kejadian.

    “Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pelapor dan mengerahkan tim rescue menuju lokasi. Tim SRU diberangkatkan pukul 11.30 WITA dengan estimasi tiba sekitar pukul 15.00 WITA,” ujarnya.

    Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Pos SAR Samarinda, BPBD Kutai Kartanegara, Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Kartanegara, nelayan setempat, serta keluarga korban.

    Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi ini, meliputi rescue car, rubber boat, perlengkapan SAR air, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis.

    Meski kondisi cuaca dilaporkan cerah, tim di lapangan menghadapi kendala berupa gelombang yang cukup besar. Selain itu, potensi bahaya dari habitat hewan liar seperti buaya juga menjadi perhatian dalam proses pencarian.

    Hingga saat ini, korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel.

    Basarnas turut mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk memantau kondisi arus serta menggunakan alat keselamatan yang memadai. (*)

    , ,


    Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing di tengah perairan Selat Makassar selama dua hari karena kapal mereka mengalami kerusakan mesin parah. Lokasi nelayan dan kapal saat diselamatkan pada Kamis, 9 April 2026 pekan lalu berada sekitar dua mil atau tiga koma dua kilometer dari daratan pesisir kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mesin kapal mereka patah di area laut GTS-Q ketika dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin.

    Setelah mesin mati, para nelayan berusaha mencari titik sinyal telepon untuk meminta bantuan. Namun tak kunjung membuahkan hasil. Dua hari berselang, sekitar pukul 19.00 WITA, kabar itu sampai kepada patroli keamanan PHM yang sedang bertugas. Meski titik koordinat nelayan berada di luar parameter wilayah patroli rutin, tim keamanan Perusahaan segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi dengan tim unit Maritim dan Marine. Izin penyisiran pun segera diberikan atas dasar misi kemanusiaan.

    Dengan kapal Patroli Ruhen 27, personel tim keamanan PHM menyisir radius wilayah dua kilometer persegi. Setelah satu jam, tim patroli akhirnya menemukan kapal nelayan yang terombang-ambing tersebut. Tim segera menggandeng kapal nelayan dan mengevakuasi seluruh korban menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan tempat yang lebih aman.

    General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan evakuasi para nelayan tersebut. “Alhamdulillah, ketujuh nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat meskipun mereka terombang-ambing di laut dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas,” ungkapnya. Menurutnya, langkah dan keberhasilan penyelamatan para nelayan ini menjadi bukti kepedulian sosial Perusahaan dan budaya keselamatan untuk melindungi personel Perusahaan maupun masyarakat sekitar.

    Di PHM, personel keamanan terlatih dan selalu siaga untuk mengatasi kondisi darurat, melakukan koordinasi yang presisi, hingga mengikuti standar keamanan maritim. "Bagi kami, keselamatan adalah nilai mutlak yang tidak mengenal batas wilayah operasional. Apa yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah cerminan dari komitmen yang tinggi terhadap keselamatan operasi, masyarakat, dan lingkungan," tutur Setyo. (*)

    , , ,


    Sanipah – Aksi sigap para pekerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelamatkan nyawa seorang nelayan di perairan sekitar Jetty Gathering and Testing Satellite (GTS) Senipah South Mahakam (SNPS), sekitar 20 km sebelah utara dari Camp SPU pada 12 Agustus 2025. Kapal milik nelayan bernama Saleh itu mengalami masalah di perairan hingga nyaris karam.

    Penyelamatan bermula ketika dua kru PHM di kapal pengangkut pekerja, sea truck (ST) Dorado, melihat sebuah kapal nelayan mengalami masalah. Kedua kru itu adalah Dedi Suryadi dan Syahdian Nur, yang tengah standby di Jetty GTS SPS sekitar pukul 09.00 WITA, menunggu operator produksi yang sedang bertugas.

    Kedua kru ST Dorado tersebut bersama tim operator dan sekuriti PHM segera turun tangan untuk melakukan tindakan yang diperlukan sehingga nelayan dan kapalnya yang nyaris karam berhasil diselamatkan. Kru ST Dorado berhasil melakukan tindakan kedaruratan dan proses evakuasi. Selain menyelamatkan Saleh, kru juga berhasil mengamankan kapal tersebut dan membawanya ke lokasi terdekat di Desa Muara Pantuan.

    General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menyampaikan apreasiasi atas tindakan penyelamatan yang dilakukan para pekerja PHM tersebut. Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan budaya perlindungan kesehatan, keamanan, keselamatan, dan lingkungan (HSSE) di kalangan pekerja bermanfaat dalam situasi darurat di lingkungan operasi Perusahaan dan yang dialami oleh warga masyarakat.

    ”Tindakan cepat kru di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan dan kepedulian terhadap sesama sudah menjadi bagian dari nilai yang kami jalankan sehari-hari. Kami percaya, HSSE bukan hanya prosedur kerja, melainkan sikap hidup yang mampu menyelamatkan nyawa,” imbuhnya.

    Setyo juga menjelaskan bahwa dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, PHM memastikan setiap aktivitas operasional yang selamat sehingga mendukung keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan, melindungi pekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

    Sementara itu, salah satu kru ST Dorado dengan rendah hati mengungkapkan bahwa mereka hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. “Tidak ada hal yang lebih berharga daripada menyelamatkan nyawa manusia. Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan, yaitu menolong sesama,” ungkapnya.

    Respons cepat dan kerja sama lintas tim membuktikan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi hasil sinergi seluruh pihak yang akhirnya dapat menyelamatkan jiwa manusia. (*)

    ,


    Kutai Kartanegara, 5 Agustus 2025 — Dua korban tenggelam akibat kecelakaan perahu nelayan di Perairan Sungai Mahakam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi pencarian pada hari kedua.

    Kedua korban diketahui bernama Yarhan (36 tahun) dan Mentari (9 tahun), yang merupakan paman dan keponakan. Keduanya hilang saat hendak mengecek jaring ikan menggunakan perahu kecil pada Minggu (3/8). Perahu mereka ditemukan dalam kondisi terbalik pada pukul 17.30 WITA, namun korban tidak ditemukan di lokasi.

    Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari Babinsa Desa Embalut pada Senin pagi (4/8). Tim SAR segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

    "Kami langsung melakukan penyisiran dan koordinasi dengan unsur terkait di lapangan. Namun, pada hari pertama pencarian belum membuahkan hasil," ujar Mardi.

    Pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi (5/8), dan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 06.25 WITA, korban Yarhan ditemukan meninggal dunia berjarak sekitar 350 meter dari lokasi kejadian. Selang beberapa menit kemudian, pukul 06.38 WITA, korban Mentari juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal.

    Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup pada hari yang sama. (*)

    ,

    Tim SAR evakuasi jasad seorang pria di perairan sungai Mahakam, kecamatan Loa Janan
    (Foto: Istimewa)

    Kutai Kartanegara – Operasi SAR terhadap satu orang korban tenggelam di sekitar Dermaga PT. Titian Kaltim, Perairan Sungai Mahakam, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi ditutup pada Senin (28 Juli 2025). 

    Korban atas nama Faisal Nur (35), warga Samarinda Ulu, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 08.25 WITA, hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal kejadian.

    Kejadian ini bermula pada Minggu dini hari (27/07) kemarin, saat itu korban bersama dua rekannya sedang berjaga di dermaga dan memantau aktivitas warga yang memancing di sekitar tongkang. Sekitar satu jam kemudian, korban tak kunjung kembali, dan melalui rekaman CCTV diketahui bahwa korban terjatuh ke sungai dan tenggelam.

    Setelah laporan diterima oleh Pos SAR Samarinda pukul 13.50 WITA, tim rescue segera diberangkatkan ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan menyisir permukaan sungai dan melakukan penyelaman di sekitar area LKP, serta memanfaatkan dukungan teknologi berupa drone thermal.

    Setelah dua hari pencarian, korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD A. Moeis Samarinda menggunakan ambulans.

    Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR ini.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari TNI-Polri, BPBD, relawan, masyarakat, hingga pihak perusahaan. Kolaborasi yang solid antarinstansi memegang peranan penting dalam keberhasilan operasi ini. Kami juga turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban,” ungkap Mardi Sianturi.

    Usai dilakukannya debriefing bersama seluruh unsur pada pukul 09.00 WITA, operasi SAR dinyatakan ditutup dan dilanjutkan dengan status siaga SAR. (*)

    ,

    Plafon lantai 3 gedung Enggang RSUD AM Parikeit roboh tertimpa atap usai diterpa hujan dan angin
    (Foto: whatsapp grup)

    Tenggarong Seberang - Insiden robohnya atap di salah satu gedung RSUD Aji Muhammad (AM) Parikesit, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan terjadi pada Kamis (24/10/2024) sekira pukul 17.05 Wita..

    Direktur RSUD AM Parikesit dr Martina Yulianti lewat pesan suara yang diterima media ini melalui whatsapp grup menjelaskan, kejadian berada di lantai 3 gedung Enggang dan terjadi akibat hujan deras disertai angin sangat kencang.

    "Nah, kebetulan, angin tersebut mengakibatkan gunungan atap itu roboh mengenai plafon sehingga plafon dan beberapa bata ringan tersebut jatuh ke lantai. Namun demikian, kami telah menindaklanjutinya dengan segera," bebernya.

    Terkait kejadian dimaksud, kata Yuli, saat ini di RSUD AM Perkesit sedang ada beberapa pembangunan, sehingga terdapat cukup banyak ahli di bidang konstruksi yang dapat diajak untuk berdiskusi

    "Jadi saat ini sedang dilakukan penilaian dan analisa terhadap kondisi yang terjadi oleh tim-tim atau tenaga ahli yang kebetulan sedang berada dan bekerja di RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk pembangunan gedung yang ada, yang sedang kami bangun," sambung dia.

    Saat ini seluruh pasien yang dirawat di lokasi kejadian telah dievakuasi dan diberi penjelasan.

    "Kami evakuasi sementara dan Alhamdulillah tidak ada yang cedera, semuanya aman. Untuk sementara kami evakuasi ke gedung kami yang terdapat di gedung 3 yaitu di lantai 2 sambil kami melakukan analisa dan melakukan kepastian bahwa gedung 3, gedung enggang lantai 3 ini dapat dioperasikan dengan aman," jelasnya lagi.

    Ia menambahkan, gedung Enggang dibangun pada periode pertama, yaitu pada saat rumah sakit ini mulai berpindah dari bangunan lama di Tenggarong.

    "Gedung Enggang ini adalah salah satu gedungnya, yaitu yang di gedung rawat inap. Jadi dibangun atau selesai di sekitar tahun 2012," tutup Yuli. 

    Pihak RSUD AM Parikesit sendiri telah mengeluarkan keterangan resmi dan memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu aktifitas pelayanan rawat inap lainnya. (mmbse)

    ,

    Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di kawasan RT 07/08 Desa Kota Bangun Ulu
    (Dok. Polsek Kota Bangun)

    KOTA BANGUN - Puluhan bangunan dan ruko terbakar di kawasan Jalan Jendral Ahmad Yani, Desa Kota Bangun Ulu, RT  07/08, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (17/10/2024) dini hari tadi.

    Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman melalui Kapolsek Kota Bangun IPTU Ribut menyebutkan, musibah ini terjadi sekira pukul 01.45 Wita.

    Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi-saksi dilapangan, api diketahui berasal dari bagian belakang atau dapur di salah satu ruko.

    "Kemudian api semakin besar dan saksi Saudara Mulyadi beserta warga masyarakat berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya," terangnya.

    Upaya pemadaman api di lokasi kejadian mengerahkan petugas Damkar Kota Bangun, dibantu relawan, personel Polsek dan Koramil Kota Bangun, termasuk anggota PMI, serta petugas PLN.

    Kobaran api berhasil dipadamkan sekira pukul 04.00 Wita, selanjutnya damkar bersama tim relawan melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

    "Dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran yakni arus pendek listrik atau korsleting," sambung Kapolsek.

    Meski tidak ada korban jiwa, namun musibah ini mengakibatkan kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

    "Musibah ini mengakibatkan 23 bangunan ruko hangus terbakar serta 5 bangunan ruko yang terdampak," bebernya.

    Kapolsek menambahkan, unsur Forkopimcam Kota Bangun pasca peristiwa tersebut langsung mengadakan rapat koordinasi terkait pendirian posko kebakaran.

    "Serta melakukan inventarisir kembali korban kebakaran dan korban yang terdampak," demikian disampaikannya. (mmbse)

    ,

    Upaya pencarian nelayan yang hilang di perairan Samboja oleh personel gabungan, relawan dan warga
    (Foto: Polsek Samboja)

    Seorang nelayan warga Tanjung Sembilang, Kelurahan Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) yang hilang dua hari lalu di wilayah perairan Samboja akhirnya ditemukan.

    Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman melalui Kapolsek Samboja AKP Yusuf mengatakan, TKP (Tempat Kejadian Perkara) yakni di Bagang/Julu atau tempat menangkap ikan di perairan wilayah Kelurahan Muara Sembilang.

    Kronologis kejadian berawal pada Selasa (23/01/2024) sekira pukul 22.00 Wita, Rustan (korban) bersama seorang nelayan bernama Bustang yang juga warga Tanjung Sembilang berangkat menuju lokasi Bagang/Julu di perairan kecamatan Samboja.

    "Dengan tujuan untuk mencari ikan menggunakan 1 unit perahu bermesin Dompeng 24 PK warna biru.  Sesampainya di lokasi, korban bersama Saksi I (Bustang) naik ke atas Bagang/Julu untuk mencari ikan, dan meninggalkan perahu tersebut dengan posisi terikat di tiang Bagang/Julu," kata Yusuf.

    Namun kemudian Bustang melihat perahu yang sebelumnya terikat di tiang Bagang/Julu sudah lepas dan hanyut, melihat kejadian itu, korban langsung terjun ke laut untuk mengambil perahu yang hanyut tersebut.

    "Rabu (24/01/2024) sekira pukul 04.30 Wita, salah satu warga bernama Misrudin berupaya menyusul ke Bagang/Julu tersebut dan mendapati Saksi 1 seorang diri, kemudian keduanya berupaya mencari keberadaan korban bersama perahu yang hanyut tetapi tidak ditemukan" sambungnya

    Kejadian ini segera disampaikan Bustang dan Misrudin kepada warga sekitar dan melaporkannya ke Polsek Samboja. Pencarian korban oleh personel gabungan dantarannya Tim Basarnas Balikpapan serta relawan dan masyarakat sekitar dilakukan sekira pukul 10.00 Wita.

    "Sekira pukul 17.10 Wita, korban telah ditemukan di perairan wilayah Muara Pegah, Kecamatan Muara Jawa, dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi terapung," jelas Yusuf.

    Ditambahkannya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan VER (Visum Et Repertum) dan telah membuat surat pernyataan. (mmbse)

    ,

    Anggota Polairud Polda Kaltim evakuasi korban kapal LCT yang terbalik di perairan Muara Pegah
    (Dok. Polsek Muara Jawa)

    Kapal Landing Craft Transport (LCT) Karya Fortuna beberapa jam lalu dilaporkan mengalami kecelakaan air (Laka Air) saat melintas di perairan Muara Pegah, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (24/01/2024).

    Kapal LCT KARYA FORTUNA yang mengalami laka air hingga terbalik bermuatan alat berat yang terdiri dari 4 unit Heksavator, 2 unit Loder, serta 4 unit Baket Heksavator.

    Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman melalui Kapolsek Muara Jawa IPTU Dedik Indria Prasetyo menerangkan, musibah tersebut terjadi sekira pukul 12.30 Wita.

    Dilaporkan pula, ada 10 orang ABK (Anak Buah Kapal) menjadi korban dalam peristiwa laka air ini dan 1 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia yakni Rachmad yang merupakan Chief Officer.

    Dari data yang dihimpun petugas, kapal LCT Karya Fortuna sekira pukul 12.00 Wita. melintas di bouy 3 dengan muatan alat berat berlayar dari Balikpapan menuju Berau.

    "Sekitar jam 04.30 Wita, angin kencang dan gelombang tinggi datang dan kapal sudah miring, nahkoda LCT Karya Fortuna Capt Imam Satrio memutuskan untuk putar baliik arah masuk ke bouy 5 masuk ke samarinda dan terbalik di bouy 5," beber Dedik.

    Polsek Muara Jawa sendiri dalam kejadian ini telah melakukan koordinasi dengan Polairud Polda Kaltim Pos Muara Pegah, TNI ALserta Basarnas.

    "Untuk saat ini jenazah korban masih di Puskesmas Sei Mariam Anggana," demikian disampaikannya. (mmbse)

    ,

    Belasan banguan hangus terbakar di pemukiman warga RT 6 dan RT 7, Desa Muara Kaman Ulu
    (Foto: Polsek Muara Kaman)

    Kebakaran besar melanda pemukiman warga RT 6 dan RT 7, Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.(Kukar), Rabu (06/09/2023) sore.

    Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kapolsek Muara Kaman IPTU Larto menyebutkan, peristiwa yang terjadi sekira pukul 16.20 Wita itu mengakibatkan belasan rumah penduduk terbakar.

    Upaya pemadaman pun dilakukan masyarakat bersama anggota Polsek dan Koramil Muara Kaman dengan menggunakan peralatan pemadam yakni 1 unit mobil Damkar, 40 unit mesin alkon milik Desa Muara Kaman Ulu, Desa Muara Kaman Ilir dan Desa Benua Puhun.

    "Pemadaman juga dilakukan dari arah sungai dengan menerjunkan 3 kapal Tagboat TB Danny 22, TB Danny 29 dan TB Tirta PT Bayan Resources. Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.30 Wita." kata Larto.

    Ia merincikan, ada 18 unit rumah tinggal dan 5 unit rumah burung walet, serta 1 unit mobil jenis Daihatsu Xenia terbakar., termasuk 4 unit sepeda motor.

    "Sebanyak 16 unit rumah tinggal terbakar 100 %, kemudian 2 unit rumah tinggal terbakar 70 % dan 5 unit rumah burung walet terbakar 100 %," bebernya.

    Berdasarkan keterangan saksi-saksi, api pertama kali terlihat atau muncul dari arah belakang rumah milik warga bernama. Heni, AR alias Ice, kemudian api menjalar ke arah depan rumah dan mengarah ke samping kanan.

    "Api pun menjalar menghanguskan rumah warga lainnya, kondisi angin cukup kencang sehingga menyebabkan api dengan cepat membesar dan api menjalar ke kanan kiri bangunan rumah yang terbuat dari bahan kayu," sambung Larto.

    Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai hingga Rp 4 miliar.

    "Petugas telah mengamankan barang bukti berupa potongan kabel bekas terbakar dan bekas kompor gas terbakar. Kesimpulan sementara penyebab kebakaran akibat arus pendek atau korsleting listrik." demikian dijelaskannya. (mmbse)

    ,

    Plh Kapolsek Sanga-Sanga IPTU Suranto dan tim medis di lokasi penemuan asad bayi perempuan
    (Foto: Polsek Sanga-Sanga)

    Sosok bayi perempuan ditemukan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU), RT 09, Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (15/08/2023) sekira pukul 11.30 Wita.

    Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Plh Kapolsek Sangasanga IPTU Suranto menyebutkan, peristiwa itu diketahui ketika salah satu warga tengah mengantar jenazah di pemakaman umum tersebut.

    "Kemudian Saudara Yasir (Saksi,Red) berjalan melihat batas tanah pemakaman, tiba-tiba melihat ada sesuatu yang sedang dikerumuni oleh lalat, karena merasa penasaran kemudian saksi mencoba mendekati dan melihat ada sosok bayi dalam posisi meninggal dunia," bebernya.

    Kejadian ini lantas dilaporkan saksi kepada warga lainnya dan kemudian bersama-sama mendatangi TKP penemuan mayat bayi tersebut. Polsek Sanga Sanga yang dihubungi pun segera turun ke lokasi kejadian bersama tim medis Puskesmas setempat.

    "Berdasarkan keterangan Dokter Puskesmas Sanga-Sanga,,usia korban diperkirakan kurang lebih 2 minggu," ungkap Suranto.

    Jasad bayi yang identitasnya tengah dalam penyelidikan ini telah dibawa ke RSUD AW Syahranie Samarinda untuk dilakukan Visum Et Revertum. Sementara dari pemeriksaan awal fisik oleh tim medis tidak ditemukan tali pusat dan lebam pada mayat bayi dinyatakan positif

    "Diperkirakan bayi tersebut meninggal dunia kurang lebih sudah 24 jam," demikian dijelaskannya. (mmbse)

    , ,

    Rumah kontrakan tempat korban ditemukan dalam kondisi membusuk di RT 46, Desa Batuah
    (Foto: Polsubsektor Tahura)

    Seorang pria ditemukan telah menjadi mayat di dalam rumah kontrakannya di kawasan KM 20, RT 46, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (16/07/2023) pagi tadi.

    Kejadian ini berawal saat piket Polsubsektor Tahura sekira pukul 08.10 Wita menerima laporan terkait penemuan mayat tersebut.

    Petugas kepolisian kemudian mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

    Dari keterangan saksi-saksi, diketahui korban bernama Wimardi (50) yang berstatus sebagai karyawan sebuah perusahan, sementara dari identitasnya tercatat berasal dari kota Makassar.

    Trisno salah satu saksi menuturkan kepada polisi, awalnya tercium bau busuk bangkai di rumah kontrakan belakang rumah korban, dirinya pun merasa curiga lantaran sudah 3 hari tetangga belakang rumahnya itu tidak pernah terlihat. Saat ia mencoba melihat ke rumah belakang namun di kunci dan baunya bangkai menyengat.

    "Sehingga saksi 1 melaporkan kepada saksi 2 yaitu ketua RT.07 Saudara Asdar untuk datang ke TKP dan selanjutnya melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Batuah. Selanjutnya diteruskan kepada petugas Jaga Polsubsektor Tahura," beber Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena.

    Dari keterangan saksi pula, korban selain  tidak terlihat selama 3 hari, sebelumnya juga sempat berobat di Puskesmas Batuah.

    "Sebelumnya saksi Trisno tidak mengenal dengan korban dan menjelaskan korban tidak pernah bergaul dengan tetangganya," sambung Hari.

    Korban yang tinggal sendirian di rumah kontrakan tersebut ketika ditemukan terdapat obat-obatan disamping jenazahnya.

    "Kondisi jenazahnya sudah membusuk, petugas juga telah membuat visum et repertum (VER) mayat," demikian terangnya.

    , ,

    Evakuasi mayat Mr X dari perairan sungai jetty PT PJP, desa Sidomulyo, kecamatan Anggana
    (Foto: Polsek Anggana)

    Sesosok mayat ditemukan mengapung di perairan sungai Jetty PT PJP, desa Sidomulyo, RT 009, kecamatan Anggana, kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (30/04/2023) sekira pukul 16.00 Wita.

    Laporan penemuan mayat tersebut ditindak lanjuti oleh Personel Polsek Anggana dengan bergerak menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama sejumlah pihak dari berbagai instansi.

    Selanjutnya Polsek Anggana bersama Sat Polairud Polda Kaltim dan Sat Poairud Polres Kukar segera melakukan evakuasi.

    Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kapolsek Anggana AKP Pujito mengatakan, usai dilakukan evakuasi, mayat berjenis kelamin laki-laki ini dimasukkan kedalam kantong jenazah.

    "Mayat tersebut dibawa menggunakan ambulan Puskesmas Sungai Meriam ke RSUD AWS Samarinda untuk dilakukan visum dan autopsi serta mencari tahu identitasnya," beber Pujito.

    Hingga berita ini diturunkan, identitas mayat laki-laki itu belum diketahui, namun petugas telah merincikan ciri-cirinya.

    "Ciri-ciri mayat yakni warna kulit sawo matang, model dan warna rambut hitam lurus, serta bentuk badan gemuk," ungkapya.

    Ia menambahkan, kondisi mayat saat ditemukan yaitu mengapung di perairan sungai dalam posisi terlentang dan tanpa busana.

    "Serta busuk kehitaman di bagian kepala dan dada. Sedangkan barang bukti belum ditemukan," demikian jelas Pujito. (mmbse)

    , ,

    Kondisi sejumlah rumah warga RT 05 desa Segihan Kecamatan Sebulu usai dilanda kebakaran
    (Foto. BPBD Kukar)

    Kebakaran melanda pemukiman warga RT 05, desa Segihan, kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (10/04/2023) malam.

    Kepala BPBD Kukar Fida Hurasani mengatakan, berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa tersebut diketahui terjadi sekira pukul 18.45 Wita.

    Upaya pemadaman dilakukan dengan meengerahkan peralatan milik BPBD Kukar berupa 4 unit brandweer, serta 2 unit pompa portable.

    Pemadaman turut dibantu personel TNI-POLRI, unit tangki milik PT. JMB, 3 unit tugboat milik PT. KAYAN, SATPOL PP.

    "Pemadaman juga dibantu relawan balakarcana Tenggarong dan Sebulu, serta warga setempat," kata Fida.

    Ia menyebutkan, berdasarkan jumlah bangunan yang terbakar yakni sebanyak 7 unit rumah dan 2 garasi mobil.

    "Untuk korban terdampak sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) atau 24 jiwa. Sedangkan korban meninggal maupun korban luka-luka nihil," sambungnya.

    Ia menambahkan, upaya pemadaman api berhasil berhasil dilakukan sekitar pukul 20.15 Wita. (*/mmbse)

    ,

    Kobaran api saat menghanguskan belasan unit rumah penduduk di RT 005, Desa Sepakat, Loa Kulu
    (Foto: Dok. Polsek Loa Kulu)

    Jago merah mengamuk di pemukiman penduduk Jalan S. Parman, RT 005, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (29/03/2023) sore.

    Peristiwa tersebut sebagaimana disampaikan Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena melalui Kapolsek Loa Kulu IPTU Rachmat Andika Prasetyo, terjadi sekira pukul 17.45 Wita. 

    Berdasarkan keterangan salah satu saksi. yakni Rabiatul Jannah, saat itu ia sedang memberi makan anaknya dan mencium bau hangus serta terdengar suara seperti kayu terbakar dari arah rumah warga bernama Sarjono.

    Rabiatul pun melihat ke arah rumah tersebut dan melihat kobaran api dari bagian jendela rumah. Selanjutnya dia membawa anaknya keluar dari rumahnya sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar jika ada kebakaran. 

    "Sedangkan saksi 2 yaitu saudara Johan yang sedang berada didalam rumahnya di seberang TKP mendengar teriakan saksi 1 kemudian keluar dari rumah langsung melihat asap dan kobaran api dari arah rumah saudara Sarjono," beber Kapolsek.

    Setelah itu Johan bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya menggunakan air PDAM. 

    Berselang beberapa menit kemudian sejumlah unit pemadam milik BPBD Kukar, kendaraan water canon Polres Kukar dibantu relawan (Balakarcana) tiba di lokasi kejadian. Sekitar pukul 19.00 Wita, kobaran api akhirnya dapat dipadamkan.

    "Musibah ini mengakibatkan sebanyak 11 unit rumah warga terbakar habis dan 2 unit rumah terdampak, termasuk 1 unit sepeda motor," jelasnya.

    Meski tidak terdapat korban jiwa, namun peristiwa yang terjadi di hari ke-7 bulan Ramadhan ini mengakibatkan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

    "Ada 24 Kepala Keluarga (KK) atau 80 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan dalam satu rumah dihuni lebih dari 1 KK," rinci Kapolsek.

    Ditambahkannya, penyebab terjadinya kebakaran tersebut diduga diakibatkan oleh akibat korsleting atau arus pendek listrik. (mmbse)


Top