, ,


    Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan atau CSR perusahaan melalui berbagai program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang berhasil mendukung tumbuh kembang anak di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan. Bersama anak perusahaan dan afiliasinya, PHI menjalankan berbagai program peningkatan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita, penguatan layanan gizi hingga perluasan akses pendidikan. Penegasan komitmen PHI ini disampaikan seiring momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada 23 Juli 2026.

    Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menjelaskan bahwa salah satu fokus CSR Perusahaan adalah PPM di bidang kesehatan, termasuk program peningkatan kualitas hidup ibu dan anak. ”Di PHI, kami percaya bahwa peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak merupakan faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan masa depan bangsa yang lebih baik. Oleh karena itu, kami terus mendorong ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi kami di Kalimantan,” ungkap Dony. Pernyataan tersebut selaras dengan tema HAN 2026 yang diusung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yakni “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

    Program-program yang dijalankan PHI melalui afiliasinya, antara lain Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Tarakan (PEP Tarakan), dan PROKESMAS PUJA (Program Kesehatan Masyarakat Terpadu dan Sejahtera) yang dikelola oleh PT Pertamina EP Sangasanga. Tak hanya di bidang kesehatan, PHI juga mendukung perbaikan kualitas sarana dan prasarana sekolah sekaligus meningkatkan akses pendidikan bagi para siswa di wilayah pesisir Kalimantan melalui Program Sekolah Negeri Terapung yang digagas oleh anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

    Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah menerangkan, melalui Program Beras Kuning, PEP Tarakan memfokuskan pada peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan edukasi pola hidup sehat, perawatan ibu hamil, pemanfaatan tanaman obat, serta pemberian makanan bergizi untuk mendukung pencegahan stunting. Program ini lahir sebagai respons terhadap tingginya prevalansi stunting di Kota Tarakan, khususnya di Kelurahan Selumit Pantai yang berlokasi tepat di dekat wilayah operasi PEP Tarakan.

    Kawasan Selumit Pantai merupakan kawasan pesisir marjinal dengan aktivitas perekonomian nelayan dan usaha mikro kecil-menengah. Sejak 2021, program ini dijalankan secara bertahap melalui pemetaan lokus stunting, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), penguatan sarana posyandu hingga edukasi gizi kepada masyarakat. Kemudian pada tahun 2023 – 2024, Perusahaan bersama para kader posyandu mengembangkan pelatihan gizi dan lomba Cipta Menu MPASI yaitu lomba kreasi menu makanan pendamping ASI (MPASI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

    Selain berupaya meningkatkan gizi anak, program ini kemudian berkembang menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berawal dari hasil Lomba Cipta Menu MPASI pada 2025, para peserta membentuk kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi makanan pendamping ASI (MPASI) dengan merek Tummy Tumu. Produk yang dihasilkan antara lain risol dan bola ikan berbahan dasar kentang, sayuran, dan ikan bandeng. ”Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, yakni Kelurahan Selumit Pantai, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sebengkok, serta BKKBN Kota Tarakan,” papar Elis.

    Inisiatif serupa juga dilakukan oleh PEP Sangasanga melalui PROKESMAS PUJA dengan mengembangkan fasilitas Rumah Balita Sehat, Giat dan Cerdas (Bahagia) di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Menurut Head of Communication Relations & CID Zona 9, Dharma saputra, fasilitas Rumah Bahagia memberikan layanan terpadu bagi balita yang berisiko stunting mulai dari pemantauan pertumbuhan balita, konseling gizi, perawatan balita, PMT sesuai kondisi kesehatan, hingga stimulasi tumbuh kembang dalam lingkungan yang aman dan kondusif.

    Pada tahap awal implementasi tahun 2025, Rumah Bahagia menjangkau 54 balita yang terdiri atas 49 balita dengan berat badan tidak naik, tiga balita berat badan kurang, dan dua balita dengan status gizi rendah. Intervensi dilakukan melalui pemenuhan gizi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing balita sehingga, sebanyak 40 balita berhasil menunjukkan perbaikan status gizi. “Pendekatan terpadu layanan Rumah Bahagia Samboja berhasil menunjukkan hasil yang positif. Program ini terus dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan risiko stunting,” ujar Dharma.

    Sementara itu, Head of Communication Relations & CID Zona 8, Achmad Krisna Hadiyanto, menjelaskan bahwa di wilayah pesisir Delta Mahakam, PHM mengembangkan Program Sekolah Negeri Terapung di SMPN 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara. ”Program ini berupaya memperluas akses pendidikan di kawasan perairan dan pesisir Delta Mahakam melalui peningkatan sarana belajar, pemanfaatan listrik tenaga surya (PLTS), dukungan konektivitas digital, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan pendidikan berbasis lingkungan melalui rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah dan penguatan Sekolah Adiwiyata,” jelasnya.

    Menurut Achmad, memasuki tahun keempat implementasi pada tahun 2026, Program Sekolah Negeri Terapung ini melangkah ke fase pengembangan kedua yang mencakup sosialisasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta edukasi bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), regenerasi guru penggerak dari kalangan siswa lokal, program magang dan transfer pengetahuan bagi sarjana pesisir, pengembangan kurikulum berbasis muatan lokal, serta pendampingan penerima Beasiswa Mahakam bagi mahasiswa pesisir yang merupakan bagian dari payung program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan/ BSBK.

    Dony kembali menambahkan, berbagai program tadi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PHI yang didukung anak perusahaan dan afiliasinya dalam menjalankan operasi hulu migas yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui sinergi bersama pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, PHI terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi bagi ketahanan energi nasional. "Di PHI, kami percaya bahwa keberhasilan menjaga ketahanan energi nasional harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung implementasi Asta Cita Pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Dony. (*)

    , ,


    Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) melaksanakan kunjungan kerja ke lokasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), atau program CSR perusahaan di Kalimantan Timur pada 30 Juni–1 Juli 2026. Kunjungan ini dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke dua lokasi program PPM, yakni Ekoriparian Sungai Hitam Lestari di Kutai Kartanegara dan Waste to Energy for Community (Wasteco) di Balikpapan.

    Manager Communication Relations & CID (CRC) PHI, Dony Indrawan, menyampaikan bahwa kegiatan PPM merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam mendukung kemandirian masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. “Untuk memastikan bahwa program-program PPM atau CSR ini memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi masyarakat di wilayah operasi migas perusahaan, kami secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi, antara lain dengan mengunjungi langsung lokasi program dan berdialog dengan masyarakat penerima manfaat dan pemerintah daerah,” jelasnya.

    Pada kunjungan kali ini, PHI menggandeng tim dari Ditjen Migas Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi langsung di lokasi program PPM yang dikelola oleh anak perusahaan dan afiliasi PHI. Kegiatan bersama ini sekaligus menunjukkan komitmen dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang kuat di sektor hulu migas sebagai fondasi penting dalam mendukung prinsip keberlanjutan. ’’Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kesamaan pemahaman tentang dinamika industri hulu migas, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta peluang kolaborasi untuk terus mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,’’ tuturnya.

    Dony menambahkan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi dan komunikasi untuk berbagi informasi mengenai kondisi terkini operasi perusahaan, komunikasi publik, serta berbagai inisiatif strategis yang dijalankan oleh PHI di wilayah kerja migas di Kalimantan. Sebelum pelaksanaan monev ke lapangan, di hadapan perwakilan Ditjen Migas dan SKK Migas, Dony memaparkan berbagai upaya dan pencapaian PHI dalam memperkuat aspek komunikasi, relasi pemangku kepentingan, dan program PPM demi mendukung keberhasilan operasi hulu migas dan meningkatkan reputasi positif perusahaan.

    Sementara itu, Kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul, Haryanto Syafri, menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas institusi agar pengelolaan isu dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah. Menurutnya, setiap capaian positif industri hulu migas perlu didokumentasikan dan disampaikan secara konsisten kepada masyarakat. "Mari kita kumpulkan setiap informasi dan berita baik, lalu sampaikan kepada publik dengan semangat dan narasi yang positif. Dengan komunikasi yang kuat, kita dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menunjukkan kontribusi nyata industri hulu migas bagi bangsa," ujarnya.

    Koordinator Humas Ditjen Migas, Akhmad Fauzi Budiman, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan monev ini dan kinerja PHI dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui capaian produksi yang positif. Ia menambahkan, komitmen perusahaan dalam menjalankan program PPM menjadi bukti bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak hanya diukur dari aspek operasional, melainkan juga dari kontribusinya bagi masyarakat. "Kami berharap sinergi yang telah terjalin ini terus diperkuat, sehingga upaya menjaga ketahanan energi nasional dapat berjalan seiring dengan terciptanya manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

    Kunjungan monev kali ini diawali ke lokasi Ekoriparian Sungai Hitam Lestari, yang berlokasi di Kecamatan Samboja, sekitar 58 km sebelah utara Kota Balikpapan. Program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari adalah program PPM unggulan PT Pertamina EP Sangasanga Field yang berfokus pada konservasi satwa bekantan (Nasalis larvatus) dan restorasi 120 hektare hutan mangrove. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, namun juga mampu menyerap sekitar 265,48 ton CO₂eq emisi karbon per tahun, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membangun desa wisata di wilayah ini melalui kegiatan susur sungai, dan pengembangan produk makanan minuman dari potensi tanaman lokal, seperti mangrove dan nipah.

    Selanjutnya, rombongan meninjau Program Wasteco, sebuah program PPM unggulan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang berhasil memanfaatkan gas metana dari sampah organik di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, Balikpapan, menjadi sumber energi alternatif yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sejak diimplementasikan pada 2021, Program Wasteco telah membantu mengurangi pengeluaran bulanan lebih dari 380 rumah tangga untuk pembelian gas tabung LPG, mengembangkan bank sampah, serta melahirkan UMKM yang mampu menghasilkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, program ini berhasil mendukung pengurangan yang signifikan emisi gas rumah kaca sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. PHI meyakini bahwa hubungan yang harmonis dan komunikasi yang berkelanjutan dengan pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan semakin memperkuat dukungan terhadap keberlangsungan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional

    , ,


    Kutai Kartanegara – Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) beserta jajaran manajemen melakukan Safari Ramadan dan Management Walktrough (MWT) ke wilayah kerja di Kalimantan pada akhir Februari lalu untuk memastikan keamanan dan keselamatan operasi hulu migas. Pada kegiatan kali ini, rombongan menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa di sekitar wilayah operasi yang dikunjungi.

    Safari Ramadan dan MWT ini berlangsung ke sejumlah wilayah operasi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Operasi PT Pertamina EP (PEP) Tanjung di Kalimantan Selatan adalah lokasi yang pertama kali dikunjungi sebelum rombongan melanjutkan kunjungan ke operasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Lapangan Lawe-Lawe dan operasi PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Handil Central Processing Area (HCA) di Kalimantan Timur.

    Pada Safari Ramadan kali ini jajaran manajemen berkempatan untuk mendengarkan secara langsung aspirasi pekerja di lapangan, serta memberikan apresiasi terhadap dedikasi pekerja dalam menjaga kelangsungan produksi demi ketahanan energi nasional. Selain itu, Direktur Utama PHI Sunaryanto menegaskan pentingnya pengelolaan aspek keselamatan dan kesehatan manusia, serta lindungan lingkungan sebagai landasan utama dalam menjalankan seluruh kegiatan operasi hulu migas. “Kami meyakini kinerja keselamatan yang Unggul sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang berperan penting bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasional,” jelas Anto, sapaan akrab Sunaryanto.

    Dalam kegiatan Safari Ramadan, rombongan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial Perusahaan. Di wilayah Tanjung rombongan memberikan bantuan serta perlengkapan ibadah dan kebutuhan pendukung lainnya kepada LKSA Amal Shaleh. Rombongan juga menyerahkan santunan kepada tiga lembaga sosial di Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain itu, rombongan menyalurkan santunan serta bantuan peralatan ibadah dan perlengkapan sekolah di wilayah Handil di Kalimantan Timur. “Kami percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi akan mendukung keberlanjutan produksi migas yang penting bagi ketahanan energi nasional.

    Di hadapan para pekerja, Sunaryanto meminta mereka untuk tidak segan dalam melaporkan kondisi dan tindakan tidak aman. “Segera follow up dan mitigasi risiko setiap pekerjaan. Kita harus berangkat kerja selamat dan pulang kembali ke rumah dengan selamat,” ujar Anto ketika melakukan MWT di fasilitas produksi Handil Central Processing Area (CPA). Selain di lingkungan kerja, Anto juga mendorong para pekerja agar menerapkan perilaku selamat di lingkungan keluarga masing-masing.

    Kegiatan MWT dan Safari Ramadan ini sekaligus menjadi sarana penguatan komitmen PHI dalam mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia, khususnya swasembada energi. Melalui kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan, budaya keselamatan yang konsisten, dan kepedulian sosial yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang solid antara manajemen, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya termasuk masyarakat, PHI optimistis dapat terus menjaga kinerja operasi yang unggul. (*)

    , ,


    Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan kapasitas generasi muda di wilayah operasi Perusahaan di Kalimantan. Tahun 2025 ini, PHI kembali memberikan beasiswa penuh (full scholarship) kepada 15 putra-putri terbaik Kalimantan untuk menempuh pendidikan tinggi di tingkat sarjana melalui program CSR unggulan, yakni Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK). Pemberian beasiswa ini secara resmi dilaksanakan pada sebuah acara inaugurasi yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 17 November 2025.

    Penerima BSBK berasal dari sejumlah wilayah ring 1 operasi perusahaan di Kalimantan Timur, seperti Muara Badak, Muara Jawa, Samboja, Marangkayu, Anggana, dan Sanga-Sanga. Selain itu, penerima beasiswa berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara, serta dari Murung Pudak, Kalimantan Selatan. Saat ini para penerima beasiswa mulai menempuh kuliah pada semester pertama di Universitas Borneo Tarakan, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Lambung Mangkurat.

    Acara inaugurasi dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Armin mewakili Gubernur Kaltim, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara Ahyani Fadianur Diani, Direktur Utama PHI Sunaryanto, Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, Manager Umum dan Keuangan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi Lely M.W. Sondakh, serta jajaran manajemen SKK Migas Perwakilan Kalsul dan PHI.

    Direktur Utama PHI Sunaryanto menyampaikan bahwa prioritas program BSBK adalah membuka kesempatan bagi generasi muda dari keluarga pra-sejahtera untuk menempuh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi terbaik mereka. Ia berharap Program BSBK dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda Kalimantan yang cerdas, mandiri, berkarakter, dan siap membawa perubahan positif bagi bangsa. ”Untuk itu, manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan tekun, tumbuhkan rasa ingin tahu, dan gunakan ilmu yang diperoleh untuk membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar,” ujar Anto.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Armin, mengungkapkan bahwa Program BSBK bukan sekadar pemberian bantuan biaya pendidikan. Namun, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan. “Bagi kami di Kaltim, program ini sangat selaras dengan visi Kaltim Sukses menuju Generasi Emas. Pesan saya, jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berjiwa sosial,” ungkap Armin.

    Sementara itu, Manager Umum dan Keuangan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi Lely M.W. Sondakh turut memberikan motivasi kepada para penerima Program BSBK. “Inisiatif ini menunjukkan perhatian nyata industri hulu migas terhadap penguatan kapasitas putra-putri daerah. Saya berharap kalian dapat memaksimalkan beasiswa ini dan terus berkembang hingga menjadi motor kemajuan Kalimantan,” pesan Lely. Dalam acara inaugurasi ini, para penerima beasiswa hadir didampini orang tua atau wali mereka.

    Program BSBK didukung sepenuhnya oleh anak-anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur melalui kerja sama dengan Pertamina Foundation sebagai mitra pelaksana. Dalam program ini, penerima beasiswa akan memperoleh bantuan biaya pendidikan SPP/UKT, bantuan biaya hidup dan pendukung, bantuan biaya pengembangan kapasitas berwawasan lingkungan, Aksi Sobat Bumi dan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi. Program BSBK ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Tujuan 4 tentang Pendidikan, Tujuan 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, dan Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta Asta Cita pemerintah nomor 4 tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia.

    Direktur Operasi Pertamina Foundation (PF) Gusman Adirwardhana menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya membimbing para penerima beasiswa agar tumbuh menjadi agen perubahan yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan. “Sebagai pelaksana program beasiswa, PF senantiasa menghadirkan dukungan terbaik agar para penerima tumbuh menjadi agen perubahan. Melalui spirit yang ditanamkan dalam program BSBK ini, #EnergiKalimantanUntukIndonesia, kami akan mendorong para penerima untuk aktif berkontribusi, memberdayakan komunitas, dan menguatkan kemandirian ekonomi serta energi bagi Kalimantan dan Indonesia,” tutup Gusman. (*)

    , , , ,


    Samarinda – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), melalui anak usaha yang bernaung di Zona 9 yaitu PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui kegiatan Stakeholder Meeting. Pada kesempatan ini, Perusahaan menyampaikan pencapaian kinerja operasi sepanjang tahun 2024 dan rencana pengeboran tahun 2025 di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Sinergi dengan pemerintah daerah tentu akan mendukung kelancaran operasi hulu migas sehingga turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan dan ketahanan energi nasional.

    Stakeholder Meeting kali ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara, camat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kukar, dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi. Kegiatan berlangsung di Samarinda pada 17 Desember 2024.

    Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, menyampaikan bahwa kinerja operasi dan produksi Zona 9 menunjukkan tren positif untuk mencapai target produksi berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Work Program and Budget (WP&B). “Dalam upaya pencapaian target produksi, kami terus melakukan inovasi dan menerapkan praktik engineering untuk dapat meningkatkan recovery rate sumur–sumur yang kami kelola,” tuturnya.

    Iva juga menambahkan, tren positif tersebut tentu tidak terlepas dari sinergi yang baik dengan pemerintah daerah. “Terima kasih yang sebesar–besarnya kepada pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas dukungan yang telah diberikan. Harapannya di tahun 2025 dan seterusnya dukungan ini tidak terputus sehingga kontribusi Perusahan terhadap Kabupaten Kutai Kartanegera dan perekonomian nasional dapat terus berlanjut.”

    Sementara itu, Sekda Kabupten Kutai Kartanegara, Sunggono, juga menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik rencana Zona 9 ke depannya. Ia berharap, Perusahaan dapat terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan demi mewujudkan operasi hulu migas yang aman, andal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. 

    “Kami percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah daerah akan berimplikasi pada keberhasilan serta keberlanjutan operasional dan bisnis Perusahaan,” tutur Sunggono. Ia menilai, kontribusi dan keberhasilan Perusahaan dalam melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat juga diraih berkat kerja sama seluruh elemen dan lapisan masyarakat.

    Pada pertemuan ini juga dibahas beberapa peluang bentuk sinergi Perusahaan dan pemerintah daerah guna mendukung kelancaran operasi dan kontribusi kepada masyarakat sekitar. 

    PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Regional 3 Kalimantan. Tahun 2023 lalu, melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI mencatatkan produksi minyak sebesar 62,17 ribu barel minyak per hari (MBOPD) produksi gas sebesar 710 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). 

    Dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia, PHI terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan untuk mendukung #EnergiKalimantanUntukIndonesia. (*)

    , ,


    Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mendulang prestasi gemilang dengan meraih lima penghargaan bergengsi dalam ajang IABC Indonesia Awards 2024 yang diselenggarakan oleh International Association of Business Communicators – Indonesia Chapter (IABC Indonesia). Penghargaan itu menjadi sebuah pengakuan terhadap keunggulan PHI dalam menjalankan strategi komunikasi yang inovatif, inklusif, dan berdampak positif (impactful) sehingga mendukung keberlanjutan operasi hulu migas Perusahaan dan ketahanan energi nasional.

    Penyerahan penghargaan dilakukan pada acara IABC Indonesia Conference dan Award 2024 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 13 Desember 2024, dengan mengusung tema PR Trends 2025: Purposeful Impact. President IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menyampaikan bahwa penghargaan ini mengapresiasi organisasi yang mampu membangun kepercayaan, menginspirasi tindakan, dan menciptakan hubungan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan. “Dengan strategi komunikasi yang inklusif, transparan, dan empatik, kita dapat memastikan bahwa setiap pesan tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mendorong perubahan bermakna untuk mencapai visi bersama,” ujar Elvera. Ia juga menekankan pentingnya teknologi dalam mendukung inovasi komunikasi menuju 2025.

    Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyoroti peran penting Public Relations (PR) bagi kemajuan perusahaan. Ajang IABC Indonesia Awards 2024 menjadi pengakuan atas dedikasi dan kinerja PHI dalam menghadirkan program komunikasi yang berorientasi pada masa depan dan relevan dengan nilai-nilai perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan. “Penghargaan ini membuktikan besarnya kontribusi Public Relations dalam mendorong perkembangan kebijakan perusahaan, memperkuat brand image di mata publik, serta menciptakan nilai bersama atau creating shared value melalui berbagai program yang inovatif”, jelasnya.

    Kolaborasi yang erat antara PHI dan para pemangku kepentingan telah menghasilkan berbagai program komunikasi strategis yang berdampak nyata, khususnya di bidang keberlanjutan, inklusi, hubungan media, dan komunikasi internal. Capaian ini menunjukkan keinginan PHI untuk terus berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

    Terkait relasi media, Dony meyakini bahwa media massa merupakan salah satu mitra strategis PHI dalam komunikasi publik yang dapat memberikan dukungan maupun masukan terhadap keberhasilan bisnis dan operasi migas perusahaan. “Kerja sama dan sinergi yang erat antara Perusahaan dan media turut berkontribusi terhadap keberlangsungan penyediaan energi nasional dan pembangunan ekonomi Indonesia. Program relasi media perusahaan yang berhasil mendapat penghargaan, yaitu BASO IGA PHI terbukti memeberikan dampak positif bagi Perusahaan untuk dapat menginformasikan dan mendiskusikan perkembangan kegiatan hulu migas di Kalimantan”, imbuhnya.

    IABC merupakan sebuah asosiasi nonprofit bagi praktisi dan profesional komunikasi, termasuk Public Relations, Corporate Affairs, dan CSR. Penghargaan diberikan kepada organisasi yang berhasil menunjukkan praktik terbaik dalam disiplin komunikasi berskala global. Ajang ini menjadi platform bagi para profesional untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan meningkatkan kapasitas melalui edukasi.

    Kelima penghargaan yang diterima oleh PHI adalah sebagai berikut:

    1. Top 10 dan Awards of Excellence

    Kategori: Impactful Communications Awards (ICOMMA)

    Sub-kategori: Best Sustainability Communication - Promoting Company’s Commitment & Programs on Sustainability through Strategic Communications.

    2. Top 10 dan Awards of Excellence

    Kategori: Impactful Communications Awards (ICOMMA)

    Sub-kategori: Best Diversity, Equity, and Inclusion - Promoting Respectful Workplace Program.

    3. Awards of Excellence

    Kategori: Impactful Impactful Public Relations Awards (IMPRA)

    Sub-kategori: Best Media Relations - Program BASO IGA PHI Bincang Asik Soal MIGAS ALA PHI

    4. Awards of Merit

    Kategori: Impactful Communications Awards (ICOMMA)

    Sub-kategori: Best Leadership Communication - An Integrated Corporate Messaging in Leadership Communication.

    5. Awards of Merit

    Kategori: Impactful Public Relations Awards (IMPRA)

    Sub-kategori: Best Internal Communication, Menghadirkan Komunikasi Internal dan Memberdayakan Karyawan dengan Pengetahuan Perusahaan Melalui Integrasi Portal Regional Kalimantan.

    , ,


    Bandung – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatatkan pencapaian signifikan dalam mendukung implementasi kebijakan net zero emission Pertamina dengan melampaui target dekarbonisasi tahun 2024. Hingga Oktober 2024, PHI berhasil mengurangi emisi karbon hingga 198 Kton CO2e, atau 44,6% lebih besar dibandingkan target year to date (YTD) yang ditetapkan. Pencapaian ini menunjukkan komitmen PHI dalam mendukung pengurangan emisi karbon dari kegiatan operasi dan bisnis hulu migas perusahaan.

    Atas pencapaian ini pula, PHI memperoleh apresiasi berupa penghargaan Excellence Decarbonization Performance dalam Acara Upstream Decarbonization Annual Meeting yang diselenggarakan oleh Fungsi Production & Project Subholding Upstream di Bandung pada 20–22 November 2024. Prestasi PHI diraih atas keberhasilan di 10 wilayah kerja anak usaha dan afiliasinya yang meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.

    VP Production & Project PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Benny Hidajat Sidik menjelaskan bahwa realisasi dekarbonisasi di lingkungan Subholding Upstream hingga Oktober 2024 mencapai 996 Kton CO2e dengan prognosa reduksi tahun 2024 mencapai 1185 Kton CO2e atau lebih dari 110% dari target KPI. “Komitmen net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat, diharapkan dapat tercapai melalui strategi inisiatif dekarbonisasi diantaranya teknologi baru (CCS/CCUS), inisiatif optimalisasi produksi, inisiatif elektrifikasi menjadi energi terbarukan, pelepasan dan penghentian produksi, offsetting atau pembelian kredit karbon,” ungkapnya.

    Jejak dekarbonisasi di PHI dan anak perusahaannya menunjukkan estimasi total penurunan emisi hingga 42% dari target tahun 2024. Prognosis ini diharapkan mencapai angka 233 Kton CO2e hingga akhir tahun. Beberapa inisiatif strategis mendukung pencapaian tersebut, seperti penggunaan biosolar sebagai bahan bakar untuk armada laut di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), optimalisasi penggunaan gas internal oleh PT Pertamina EP (PEP) Sangatta untuk meningkatkan efisiensi operasional, dan konversi bahan bakar diesel ke B35 pada kegiatan operasi serta transportasi laut di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

    Melalui program-program inovatif tersebut, PHI juga terus berkomitmen dalam mengembangkan bisnis hijau (green business). Dengan pendekatan berkelanjutan, perusahaan ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian target emisi nasional tetapi juga menjadi pelopor dalam transformasi energi ramah lingkungan di sektor migas.

    Dalam kesempatan yang sama, VP Sustainability Strategy PT Pertamina (Persero), Suripno, menegaskan bahwa Pertamina fokus pada penyeimbangan tiga pilar ESG (Environmental, Social, Governance) untuk menjadi perusahaan energi global yang terkemuka. “Fokus utama dalam mitigasi perubahan iklim mencakup pengurangan emisi scope 1 dan 2, reduksi emisi metana, zero routine flaring, dan penggunaan listrik dari sumber rendah karbon,” ujarnya.

    Pencapaian perusahaan dalam reduksi emisi karbon menjadi bukti nyata bahwa transformasi energi hijau dalam sektor migas dapat dilakukan dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi yang tepat. PHI tidak hanya memenuhi target perusahaan tetapi juga menunjukkan kontribusi besar terhadap pencapaian tujuan nasional dalam pengurangan emisi. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi industri lain untuk mengadopsi langkah serupa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan masa depan yang lebih hijau. (*)


Top