kutaikartanegaranews.com - 31/03/2015
    Salah satu rumah kontrakan yang berada di jalan Gunung Belah Gang Beringin 3 RT 44 No 52, Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong, nyaris terbakar. Peristiwa ini terjadi pada Senin (30/03) malam sekitar pukul 23.30 WITA.

    Diketahui rumah kontrakan tipe 2 pintu tersebut milik Zaini yang disewa oleh Mahyudin bersama keluarganya. Sedangkan Yarhan (24) dan Suryan (25) baru 2 hari menempati rumah ini. Berdasarkan penuturan Mahyudin, saat kejadian ia belum tidur dan melihat asap muncul dari plafon disebelah rumahnya, ia pun langsung menggedor penghuni rumah yang tengah tertidur.

    Warga yang mengetahui kejadian ini pun panik dan berusaha memadamkan air secara manual dengan menyiramkan air yang diambil dari parit untuk mencegah agar api tidak meluas. Beruntung petugas Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bertindak cepat, dua buah mobil pemadam yang diterjunkan berhasil memadamkan sumber api.

    Ketua RT 44 Yusriansyah mengatakan, Lokasi kejadian hanya berjarak beberapa meter dari Masjid As-Shobirin. Ia mengaku jika dua orang yang mengontrak rumah tersebut (Red, Surya) belum melapor kepadanya,"Belum ada melapor, saya juga belum tahu nama penghuninya," ujarnya.

    Untuk kepentingan penyidikan, Pihak kepolisian dari Polres Kukar telah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk penghuni rumah. Dugaan sementara, peristiwa ini terjadi akibat hubungan arus pendek listrik.(ekn)










    kutaikartanegaranews.com - 29/03/2015

    Pameran batu akik di halaman terminal pasar Tangga Arung, Tenggarong, Sabtu (28/03) kemarin, dipadati warga masyarakat. Berbagai  jenis batu yang dipamerkan cukup menarik perhatian para pecinta batu yang di dominasi kaum pria.

    Aneka batu yang dipamerkan diantaranya, Red Borneo, Kecubung, Bacan, Blue Safir, Yakut, dan Jamrud. Selain itu juga dipamerkan beberapa fosil kayu seperti Ulin, Sepang atau Secang, serta Bengkirai. Peserta pameran batu akik ini tak hanya dari Kutai Kartanegara saja, bahkan ada yang datang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

    Salah seorang peserta, Amat, menuturkan, harga batu yang ia jual berkisar mulai dari Rp 50 ribu perbiji, “Yang paling mahal Giok Aceh, harganya dua juta setengah” ujarnya. Menurut pria asal Sumatera ini, batu tersebut merupakan bagian dari bongkahan batu yang pernah menghebohkan aceh beberapa waktu lalu.

    Ketua Panitia pelaksana, Joni Dias saputra, yang didampingi Sekretaris Mukhlis, mengatakan, Pameran batu akik ini merupakan bagian dari acara Aruh Ganal yang merupakan ajang untuk menjalin silaturrahmi, kebersamaan serta komunikasi yang baik antar etnis banjar yang populasinya cukup banyak di Kukar.

    Menurutnya, Pameran batu akik ini juga turut mengangkat potensi lokal dari Kutai Kartanegara, terutama batu yang berasal dari fosil ulin, sebab jenis ini merupakan yang paling menonjol diantara batu – batu lainnya di Kukar. 

    “Motivasi kami awalnya adalah agar pengusaha atau pengrajin batu akik dari menengah kebawah bisa memberikan hasil yang terbaik dalam rangka mempromosikan batu-batu yang akan dipamerkan atau dijual”, ujar Joni.

    Pameran batu akik ini cukup meriah, pasalnya pihak panitia juga membuka stand kuliner wadai (Jajanan) khas banjar, dan pada malam harinya diisi dengan hiburan artis KDI serta lawakan khas dari seniman Madihin Jhon Tralala. (ekn)


    kutaikartanegaranews.com - 28/03/2015

    Ada yang menarik di halaman Terminal Pasar Tangga Arung, Tenggarong. Ya, sosok John Tralala seniman Madihin asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ternyata hadir di tengah-tengah masyarakat yang antusias memadati lokasi pameran batu akik pada Sabtu (28/03) siang.

    Pria yang sering disapa abah ini ternyata menemani putranya yang ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Menurutnya, sejak satu setengah bulan lalu, Kedua anaknya mulai menggeluti bisnis batu cincin. Bahkan dengan adanya internet, putranya memanfaatkan dunia maya untuk menjual aneka batu yang kini sedang booming di tanah air.

    "Ini luar biasa, ada dari Batam, Riau, ada juga yang dari Malaysia minta dikirim," tutur pria yang memiliki nama asli Yusran Effendi ini. Beragam batu yang dimilikinya diantaranya Yakut, Jamrud, dan Blue Safir. Tidak hanya dari kalimantan, John pun juga memiliki batu yang berasal dari Banten dan Kalimaya.

    Sejak mengoleksi aneka batu cincin, seringkali ada permintaan agar dirinya memamerkan sejumlah koleksinya, terutama saat di undang manggung di daerah. Mengenai harga, Pria berusia 56 tahun ini mengaku batu cincin tersebut dijual dengan harga bervariasi. "Harganya terjangkau sekali, mulai dari seratus ribu, sampai empat juta," ujarnya

    John Tralala akan tampil nanti malam bersama kedua putranya Hendra Tralala dan Said Ardani, dalam rangkaian acara Aruh Ganal yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Cabang Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (BPC-KBBKT) Kutai Kartanegara. (ekn)








    ,

    Alur sungai Mahakam di sekitar jembatan Kukar  bakal ditutup
    Foto: Endi
    Perakitan jembatan di atas sungai lebih sulit dibanding membangun pancang tiang jembatan. Ini disebabkan pekerjaan jembatan di atas sungai berpengaruh dengan goncangan ponton yang jadi sandaran crane akibat gelombang air sungai.

    Karena itulah dalam 2 bulan kedepan alur lalu lintas Sungai Mahakam disekitar lokasi pembangunan jembatan Kukar akan ditutup. Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kutai Kartanegara Budi Harsono. Pihaknya telah menyurati instansi terkait untuk koordinasi penutupan alur pelayaran yang melintasi jalur tersebut.

    “Rencana saya meminta waktu 2 bulan untuk penutupan sungai setiap hari mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 07.00 malam. Kemudian, jalur sungai dibuka setiap hari dari pukul 07.00 malam hingga pukul 07.00 pagi,” ujarnya.

    Menurut Budi, Saat ini proses pembangunan jembatan sedang memasuki masa kritis, sedangkan perakitan jembatan sudah memasuki segmen 16 sampai 20 dari total 30 segmen jembatan yang dibangun. Ditargetkan selama satu minggu ada 2 segmen yang bisa diselesaikan.

    Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar Ahyani Fadhianur Diani, membenarkan jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dishub Kukar, Sehingga saat pemasangan bentang tengah jembatan, alur sungai Mahakam terutama di sekitar lokasi tidak dilewati kendaraan air untuk sementara waktu.

    Terkait permintaan penutupan alur sungai Mahakam di sekitar lokasi pembangunan jembatan. Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Marsidik, mengaku sudah menerima surat dari DBMSDA tersebut, Direncanakan Dishub Kukar akan segera melakukan koordinasi dengan pihak - pihak terkait.

    Saat ini progres pembangunan jembatan yang pernah runtuh pada 26 November 2011 silam masih menyisakan sekitar 15 persen lagi. Diperkirakan proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya ini akan rampung pada Juni 2015 mendatang. (ekn)

    ,


    Photo by Endi

    Progres pembangunan jembatan Kutai Kartanegara  diperkirakan akan rampung pada Juni 2015 mendatang. Bahkan perakitan antar segmen jembatan diawasi 13 tim ahli yang terdiri dari profesor bidang konstruksi jembatan yang berasal dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

    Jembatan Kukar sendiri termasuk dalam kategori kelas teratas atau Grade A,  dengan bobot rangka seberat 3.000 ton bertipe Arch Bridge atau jembatan melengkung yang memiliki panjang 470 meter serta lebar 10,5 meter.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jembatan Kukar Budi Harsono, mengatakan, menjelang akhir Maret ini pekerjaan perakitan atau erection bentang tengah jembatan akan mulai dikerjakan. Menurutnya, pengerjaan rangka baja jembatan hanya bisa dilakukan malam hari karena membutuhkan visibility akurasi yang tinggi.

    Dijelaskan Budi, Pembangunan jembatan tersebut memang rumit, karena sedang memasuki tahap kritis dan membutuhkan konsentrasi tinggi dalam tahap pengerjaannya.

    Ia menambahkan, Jembatan ini merupakan yang terpanjang di Asia tenggara dari ukuran segmennya, dan saat ini progres pembangunan fisik jembatan yang menghubungkan antara kota Tenggarong dengan Desa Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang tersebut telah mencapai hampir 85 %, diperkirakan 3 bulan kedepan baru akan mencapai tahap 100 persen. (ekn)

    Bagaikan virus, demam batu akik belakangan ini menyebar di Indonesia, masyarakat dari berbagai kalangan mulai tertarik untuk mengkoleksi aneka batu cincin. Bahkan bisnis batu dengan harga fantastis tersebut mulai merambah dunia maya.

    Di Tenggarong, Kutai Kartanegara misalnya, mereka yang menjual batu cincin bisa ditemukan di berbagai media sosial seperti grup jual beli dan sejenisnya. Kutaikartanegaranews pun mencoba melakukan penelusuran.

    "Edisi mo dijual semua nich koleksi batu murah aja, atau ada yg mau borong semua minat pm 085250180600 cod jln patin no 354 timbau," tulis akun Rangga Millenium. Beberapa jenis batu seperti Kecubung Karang, Natural Marjan Borneo, dan Badar besi ia jual melalui grup Jual Beli barang Area Tenggarong.

    Tak berbeda dengan grup lainnya, Forum Jual Beli Barang second & baru area Tenggarong Seberang pun tak luput dari lapak penjual batu akik, "Penjualan beragam batu akik, Jln.Loa ipuh gang nusa indah hubungi Jefri no HP 0812-5461-030."

    Bisnis batu cincin kini memang menjadi fenomena, ditambah harga jualnya yang cukup menggiurkan, mulai dari ratusan ribu, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah.(ekn)





    ,

    PT Total E&P Indonesie (TEPI) melalui Corporate Communication Head Division , Reda Gaudiamo, membantah jika helikopter milik PT Hevilift Aviation Indonesia terjatuh. (Baca: Helikopter PT Hevilift Mendarat Darurat), dalam siaran persnya pihak TEPI menjelaskan jika helikopter hanya melakukan pendaratan darurat.

    Menurut Reda, dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat adanya korban jiwa. “Ada lima orang penumpang dan dua pilot helikopter, mereka sudah dibawa ke fasilitas medis perusahaan di CPU untuk penanganan medis lebih lanjut," terangnya.

    Seluruh penumpang dikabarkan hanya mengalami cidera ringan, sedangkan Pilot mengalami patah pada tangan kanan, dan Co pilot menderita patah pada kaki kiri. Ditambahkan Reda, Lokasi kejadian jauh dari pemukiman penduduk.

    Pihak TEPI juga telah melaporkan kejadian emergency landing ini kepada pihak - pihak terkait,  “TEPI telah mengerahkan semua sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi terhadap kecelakaan tersebut,” jelas Reda.

    Heli tipe Sikorsky dengan nomor S-76 C+PK-FUP diketahui beroperasi untuk Total E&P Indonesie, helikopter mengalami kecelakaan ketika sedang melaksanakan kegiatan survei jalur pipa (Pipeline Aerial Survey) yang berlokasi di wilayah GTS-4 (CPU/Central Processing Unit area).

    Sumber dari Basarnas Balikpapan melaporkan, Helikopter mengalami cross landing pada titik koordinat 00 37 S dan 117 26 E, sekitar pukul 10.30 WITA, pada Sabtu (21/03) di Desa Handil Terusan Kecamatan Anggana Kukar. (ekn)

    kutaikartanegaranews.com - 21/03/2015
    Sebuah helikopter milik PT Hevilift Aviation Indonesia mengalami insiden di depan GTS-4 CPU (Central Processing Unit) area, Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar). Berdasarkan informasi yang diterima kutaikartanegaranews, Helikopter jenis Sikorsky S-76C+PK-FUP tersebut mengalami cross landing pada titik koordinat 00 37 S dan 117 26 E, pada Sabtu (21/03) pagi sekitar pukul 10.30 WITA

    Helikopter yang disewa PT Total E&P
    Foto: Istimewa
    Laporan yang diterima kantor Basarnas Balikpapan, menyebutkan, seluruh Person On Board (POB) dikabarkan selamat, dua diantaranya yakni Ahmad Zaini (Pilot) mengalami patah lengan kanan, dan Agung Budi Kusumo (Co Pilot) menderita patah kaki kiri, sedangkan 5 orang penumpang yang merupakan awak perusahaan mengalami luka ringan.

    Beberapa sumber menyebutkan, saksi mata di lokasi kejadian melihat helikopter dalam keadaan oleng dan terbang rendah yang disertai keluarnya asap hitam dari mesin pesawat, helikopter kemudian mendarat darurat, namun penyebab pasti dari peristiwa tersebut masih dalam proses investigasi.

    Dari keterangan yang diperoleh, Helikopter ini disewa oleh PT Total E & P Indonesia untuk melakukan survei, dan terbang dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhamad Sulaiman, Sepinggan. Masing-masing penumpang bernama Andre, Cahaya, Rahmat, Sugeng, dan Sudarman, kelimanya dilaporkan telah menjalani perawatan medis. (ekn)










    kutaikartanegaranews.com - 21/03/2015
    Setelah menggelar field trip pada bulan Februari lalu, Komunitas Save The Mahakam Dolphin kini kembali dengan agenda yang sama pada 28 - 29 Maret 2015 mendatang, Trip kali ini berlokasi di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

    Innal Hamda Rahman, selaku penyelenggara mengatakan, Field trip tersebut akan dilaksanakan selama 2 hari. "Nantinya akan ada agenda berupa observasi pesut mahakam, dengan tujuan cagar alam di Desa Sedulang Kecamatan Muara Kaman, Jika memungkinkan, akan ada pemutaran film pesut mahakam dan lingkungan," ujarnya.


    Dijelaskan Innal, biaya pendaftaran field trip sebesar Rp 150 ribu per orang, namun untuk penginapan, transport serta makan dan minum, di tanggung masing - masing peserta. "Jumlah peserta minimal 7 orang dan kelipatannya, sedangkan batas maksimal yakni 28 orang disesuaikan dengan muat maksimal per ketinting (Red,Perahu bermesin) dengan kapasitas 7 orang. Batas waktu pendaftaran berakhir pada 27 Maret  atau saat kuota maksimal peserta terpenuhi," paparnya.

    Untuk mengikuti kegiatan tersebut ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi, diantaranya, setiap peserta wajib memiliki kendaraan sendiri, karena perjalanan menuju lokasi ditempuh bersama-sama atau konvoi menggunakan kendaraan roda dua.

    Innal juga mengingatkan, peserta yang tidak bisa berenang agar membawa pelampung atau life jacket, "Kami menyediakan 18 life jacket, Selain itu peserta juga harus berkelakuan baik, yang nyeleneh akan kami tinggal di lokasi terjauh saat trip dan di black list untuk trip berikutnya," jelasnya.

    Untuk informasi mengenai kegiatan trip ini bisa menghubungi Innal Rahman melalui nomor 081347238985 - 085250205322 dan pin BBM 7D8910A5. "Bagi Sponsor dan donatur akan kami masukan namanya saat pembuatan video, nantinya di expose di youtube dan grup," tambahnya.

    Komunitas Save Pesut Mahakam aktif melakukan aksi ke lapangan setiap bulannya sejak September 2013. Komunitas yang konsen mendukung pelestarian pesut mahakam ini melakukan kegiatan rutin berupa observasi dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk mencari dan menemukan pesut serta mengenali lingkungannya.

    Berdasarkan data Badan International Union for Conservation of Nature (IUCN), Pesut mahakam termasuk satwa di ambang kepunahan yang saat ini berada di kategori kritis atau berstatus rawan punah .(ekn)

    Foto bersama peserta Field Trip Pesut Mahakam pada bulan Februari lalu
    Foto: savepesutmahakam.com






    kutaikartanegaranews.com - 20/03/2015
    Jasa pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) melalui media sosial (Medsos) Facebook kini beredar di Kutai Kartanegara, Salah satunya ditawarkan akun Asih Rivera, "Numpang promosi admin, bagi yang mau bikin SIM yang gak mau ribet ngurusnya bisa hubungi kakak saya, " tulisnya di grup jual beli barang area Tenggarong.

    Asih juga menyertakan alamat serta nomor ponsel untuk berkomunikasi, Beberapa komentar pun langsung menanggapi tulisannya yang diposting pada Kamis (19/03) tersebut. "SIM prosedur atau nembak ya Mbak," tanya Ali Muhammad. "Klo buat perpanjang sim bisa kah mbak?soalnya bulan 5 ni dah mau mati," tulis Akun Hilman Chucky Doll.

    Akun lainnya yakni Fitria Mariah  juga berkomentar tentang biaya pengurusan, "Kalo buat sim c baru berapa ya," tanyanya. Namun pemilik akun Asih Rivera hanya menanggapi singkat pertanyaan tersebut, "SIM prosedur bukan nembak, Hubungi aja nomor diatas tanya langsung sama orangnya," jelasnya.


    Pihak Kepolisian melalui Mabes Polri sebenarnya telah mengeluarkan himbauan, Masyarakat diminta agar mengurus SIM sendiri tanpa melalui perantara, Karena harga resmi pembuatan SIM tak semahal yang dibayangkan, yang penting tidak menggunakan jasa calo. 

    Untuk wilayah hukum Kutai Kartanegara, Polres Kukar juga telah memasang informasi mengenai tarif resmi, termasuk skema dan tata cara pembuatan atau perpanjangan di loket pengurusan SIM Satlantas Kukar.(ekn)

    Foto: Ilustrasi SIM

    Berikut tarif resmi pembuatan SIM berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia

     PENERBITAN SIM

    A. Penerbitan SIM A
    1. Baru Per Penerbitan Rp 120.000
    2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000

    B. Penerbitan SIM B
    1. Baru Per Penerbitan Rp 120.000
    2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000

    C. Penerbitan SIM B II
    1. Baru Per Penerbitan Rp 120.000
    2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000

    D. Penerbitan SIM C
    1. Baru Per Penerbitan Rp 100.000
    2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 75.000

    E. Penerbitan SIM D (khusus penyandang cacat)
    1. Baru Per Penerbitan Rp 50.000
    2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 30.000

    F. Pembuatan SIM Internasional
    1. Baru Per Penerbitan Rp 250.000
    2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 225.000

    Sumber : Divisi Humas Mabes Polri

    kutaikartanegaranews.com - 17/03/2015
    Ikhsan, Warga jalan Patin Kelurahan Timbau, Tenggarong, tak menyangka jika mobil yang ia sewakan digunakan untuk melakukan aksi pencurian, Pemilik rental mobil ini tidak menaruh curiga jika Ali (Baca, Polisi Lumpuhkan Pembobol Rumah) bersama rekannya Yoyok membobol sejumlah rumah dan toko disekitar kota Tenggarong.

    Menurut Ikhsan, Ali terakhir kali datang ke rumahnya pada hari Jum'at (13/03) untuk membayar sewa mobil, Ia sempat menanyakan apakah mobilnya masih ingin disewa,  Ali pun mengatakan masih ingin melanjutkan memakai mobil miliknya dengan alasan masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan.

    Namun Ikhsan sempat keberatan ketika mengetahui mobilnya digunakan untuk mengangkut solar, Ali sempat berdalih jika solar tersebut digunakan untuk mengisi genset yang akan dibawa ke Kecamatan Kota Bangun, "Katanya ada kerjaan disana, karena tidak ada lampu jadi harus bawa genset," tutur Ikhsan.

    Ia juga tidak menaruh curiga kepada Ali, padahal mobil tersebut digunakan pelaku untuk membawa hasil curian."Kami kan orang rental, jadi tidak mencurigai dan sedetail anggota (Red,Polisi), jelasnya.

    Ikhsan mengungkapkan, Kecurigaan justru muncul dari istrinya yang sempat mengingatkan Ali, "Istri saya sudah mengingatkan supaya mobilnya tidak digunakan untuk yang macam-macam," bebernya.

    Dirinya menuturkan jika Ali memakai mobilnya sejak satu bulan terakhir dan selalu rutin membayar biaya sewa per 3 hari dengan tarif sebesar Rp 400 ribu perhari. "Setiap datang kesini mobil yang disewa selalu diganti, selain itu alasannya mobil saya mau dipakai buat lamaran juga," Jelas Ikhsan.

    Mobil rental bersama barang bukti lainnya diamankan di Mapolsek Tenggarong
    Foto: Al-Ikhsan

    Ikhsan pun terkejut ketika ada anggota Kepolisian datang ke tempatnya pada Minggu (15/3), yang memberitahukan jika mobilnya digunakan Ali bersama rekannya untuk mencuri, Mobil tersebut berada di Mapolsek Tenggarong bersama sejumlah barang bukti hasil curian yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Ali Madun Yahya (31) warga Jalan Bougenvile Kelurahan Panji, dan Yoyok Wardoyo (32) warga Jalan Anggana Kelurahan Maluhu, diringkus Tim Khusus Polres Kukar pada Sabtu (14/03) sore di kediaman mertua Ali. Keduanya bahkan harus dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas. Kini  Ali dan Yoyok menyandang status sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Tenggarong untuk proses hukum lebih lanjut. (ekn)




    kutaikartanegaranews.com - 17/03/2015
    Yoyok Wardoyo (32) dan Ali Madun Yahya (31) harus merasakan timah panas, Keduanya melakukan perlawanan dan terpaksa dilumpuhkan oleh Tim Khusus (Timsus) Polres Kukar saat ditangkap di kediaman calon mertua Ali.

    Bahkan calon istri yang akan dinikahinya pada 27 Maret mendatang pingsan karena baru mengetahui jika calon suaminya melakukan tindak kriminal. Kedua pelaku diringkus petugas pada sabtu (14/03) sore, dan langsung digiring ke Mapolsek Kukar beserta barang hasil curiannya.

    Polisi mengamankan barang hasil curian dari Ali dan Yoyok di Mapolsek Kukar
    Foto: Endi
    Tak tanggung - tanggung, barang hasil curian kedua pelaku nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Menurut Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa yang didampingi Kapolsek Tenggarong AKP Yuliansyah, Senin (16/03), Pihaknya sangat bersyukur dengan tertangkapnya kedua pelaku, sebab aksi mereka selama ini dianggap sangat meresahkan warga.

    Mukti mengatakan, Kedua pelaku dalam aksinya menggunakan dua unit mobil rental milik Ikhsan warga jalan Patin Kelurahan Timbau. Mobil tersebut ikut diamankan bersama barang bukti lain yakni ratusan tabung gas, Laptop, Genset, Bor listrik, Peralatan elektronik, alat pancing, sejumlah senjata tajam, serta barang-barang lainnya.

    Ali diketahui merupakan warga jalan Bougenvile Kelurahan Panji, sedangkan Yoyok bermukim di jalan Anggana Kelurahan Maluhu. Keduanya merupakan spesialis pembobol rumah serta sejumlah toko yang ada di sekitar Kota Tenggarong.

    Kedua tersangka kini harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Tenggarong untuk menjalani proses penyidikan. Keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan terancam hukuman penjara selama 9 tahun. (ekn)

    Genset dan sejumlah barang elektronik menjadi sasaran kedua pelaku
    Foto: Endi

    kutaikartanegaranews.com - 16/03/2015
    Peserta Erau dan International Folk Art Festival (EIFAF) dipastikan akan bertambah menjadi 17 negara, ini setelah Venezuela dan Filipina mengkonfirmasi kehadirannya pada pelaksanaan pesta adat Erau 6 - 14 Juni 2015 mendatang, di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar, Sri Wahyuni, mengatakan, Sebelumnya hanya 15 negara anggota CIOFF yang menyatakan keikutsertaannya pada Erau 2015, yakni Estonia, Turki, Latvia, Slovenia, Jerman, Polandia, Italia, Hawaii, Bulgaria, Korea Selatan, Afrika Selatan, Hungaria, Malaysia, Rusia, dan Mesir.

    "Pihak CIOFF telah menginformasikan bahwa 17 negara tersebut siap memeriahkan Erau tahun ini," ungkap Sri


    Delegasi tim kesenian Italia turut berpartisipasi pada Erau tahun 2014
    Foto: Endi


    Sementara itu Bupati Kukar, Rita Widyasari, menjelaskan, Partisipasi tim kesenian dari negara-negara anggota CIOFF pada Erau tahun ini merupakan yang ketiga kalinya. "Total akan ada sekitar tiga ratusan orang dari manca negara yang tampil membawakan kesenian rakyat dari masing-masing negaranya," ujarnya.

    Seperti diketahui, pada tahun 2013 dan 2014, sejumlah delegasi dari berbagai negara tampil dengan berbagai suguhan atraksi kesenian selama pelaksanaan pesta adat Erau. (ekn)



    , ,











    Walikota Bontang Adi Darma akan menindak lanjuti MOU bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membangun kawasan industri di perbatasan Bontang dan Kukar. Ia mengatakan  nantinya akan ada jalan yang saling menghubungkan antar 2 daerah tersebut.


    “Kami sudah menjalin MoU bersama Pemkab Kukar, tinggal menindaklanjuti saja lagi. Dan pembahasan satu persepsi bersama Pemkab Kukar. Rencananya, daerah yang akan dijajaki adalah daerah Santan atau Marangkayu dengan Nyerakat. Nanti kedua kawasan ini akan dibangunkan jalan," ungkapnya

    "Jangan sampai di Nyerakat nanti dijadikan kawasan Industri tetapi di Marangkayu malah dijadikan kawasan pertanian,” ujar Adi seperti dilansir dari laman klikbontang. 

    Menurutnya,  kerja sama bersama Pemkab Kukar adalah dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Dimana nanti akan ada sebagian daerah Bontang terhubung dengan daerah di Kukar. Ditambahkan Adi, Plan kawasan industri tersebut gambarannya seperti daerah Cengkareng dengan Cibinong.(ekn) 




    Kementerian Sosial Republik Indonesia akan merekrut calon Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Sakti Peksos PA) yang akan bertugas untuk melakukan pendampingan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).

    Program PKSA merupakan upaya terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial. Hal tersebut dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan dasar anak yang meliputi bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, aksesibilitas pelayanan sosial dasar, peningkatan potensi diri dan kreativitas anak, penguatan orang tua atau keluarga serta penguatan lembaga kesejahteraan sosial anak.

    Seperti dilansir melalui laman media Kemensos, Sakti Peksos akan ditempatkan di Dinas Sosial Kabupaten dan Kota, untuk melakukan tugas pendampingan PKSA, Pendampingan Lembaga, Respon kasus anak yang strategis dan tugas khusus lainnya.

    Dalam memberi pelayanannya, PKSA didampingi oleh Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yakni Petugas kemanusiaan di bidang pekerjaan sosial anak yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial atau Dinas/Instansi Sosial yang memiliki status kerja kontrak karya dengan Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial RI atau Dinas Instansi Sosial di tingkat Daerah.

    Perekrutan Sakti Peksos dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, Selain, Kota Samarinda, Kutai barat, dan Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara juga termasuk dalam daftar perekrutan.

    Kemensos telah membuka pendaftaran sejak 6 Maret dan akan ditutup pada 27 Maret 2015. Untuk informasi mengenai persyaratan bisa dilihat di Pengumuman seleksi Peksos 2015. Sedangkan untuk wilayah yang masuk dalam daftar perekrutan bisa dilihat pada daftar Kabupaten/Kota rekruitmen seleksi Peksos. (ekn)





    kutaikartanegara.com - 12/03/2015
    Skuad Mitra Kukar saat ini sedang fokus mengikuti latihan untuk meningkatkan kualitas para pemainnya. Latihan dimaksudkan untuk menguji kemampuan tim berjuluk Naga Mekes yang akan berlaga di Indonesia Super League (ISL) pada pada 4 April 2015 mendatang.

    Mundurnya jadwal pelaksanaan ISL dimanfaatkan Mitra Kukar untuk melakukan persiapan matang bagi para pemainnya. Ini berbeda dengan tim lainnya yang banyak melakoni laga uji coba, Asisten Manajer Mitra Kukar, Nor Alam, mengatakan, laga uji coba melawan tim lain memang masuk agenda Mitra Kukar, Namun Ia memastikan, langkah itu belum menjadi opsi utama. Sebab, belum ada pembahasan serius ke arah sana. 

    Mitra Kukar (kostum merah) saat laga uji coba beberapa waktu lalu
    Foto: Endi

    "Keputusan uji coba masih harus menunggu instruksi pelatih," ujarnya. Menurutnya, Proses latihan yang dilakukan saat ini bertujuan agar anak asuh Scott Cooper benar-benar matang, serta selalu dalam kondisi siap saat mulai berlaga di ISL yang merupakan kompetisi tingkat tertinggi di Indonesia. 

    Cooper sendiri memberikan porsi latihan yang berbeda-beda kepada setiap pemainnya. "Hasilnya bisa dilihat dari kualitas fisik Zulkifli Syukur dan kawan-kawan yang mengalami peningkatan drastis," ujar Nor Alam. Ditambahkannya, Latihan tersebut sekaligus untuk mengusir rasa bosan para pemain akibat jadwal kick off ISL yang mundur hingga bulan depan. (ekn)

    ,

    kutaikartanegaranews.com 09/03/2015
    Siapa yang tak kenal Marcell Siahaan, Suami dari Rima Melati Adams ini dikenal sebagai penyanyi yang kerap menyanyikan lagu-lagu romantis. Namun dalam gelaran Kukar Rockin' Fest 2015, Ia tampil sebagai penggebuk drum dari band Konspirasi.

    Didepan puluhan ribu penonton yang memadati Lapangan Panahan Komplek Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Marcell tampil menggebrak dengan permainan drumnya. Penampilannya menjadi perhatian tersendiri terutama bagi kaum hawa, "Keren banget Marcell, ternyata main drumnya juga oke," tutur Winda (22). Warga Samarinda ini merasa beruntung bisa menyaksikan langsung penampilan band sekelas konspirasi.

    Marcell Drummer band Konspirasi saat tampil di KRF 2015
    Foto: Endi

    Konspirasi band terdiri dari Edwin Marshal Syarif atau Edwin 'Coklat' di Gitar, Marcell Siahaan di drum, Chandra Hendrawan Johan atau Che di vokal dan Romy Sophian sebagai bassis. Band ini merilis single perdana 'Melawan Rotasi' pada 30 September 2011.

    Saat tampil di Kukar Rockin' Fest, Konspirasi membawakan beberapa lagu, salah satunya diambil dari singel kedua mereka yang menjadi original soundtrack (Ost) film Dilema. "Lagu ini judulnya juga sama dengan filmnya," ucap Che yang juga penulis lirik lagu tersebut.

    Seperti diketahui, Kukar Rockin' Fest tahun ke empat menampilkan 22 band lokal dan nasional dari berbagai daerah, seperti, Jakarta, Bandung, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Sulteng, serta Sulsel. Puncak kesuksesan penyelenggaran KRF 2015 adalah saat FireHouse tampil diatas Rockin stage, seperti di klaim pihak penyelenggara, penonton yang hadir pada Sabtu (07/03) lalu, berjumlah sekitar 70 ribu orang. (ekn)







    ,

    Lebih dari 70 ribu penonton menyaksikan kukar rockin' fest 2015
    Foto: Endi

    kutaikartanegaranews.com - 08/03/2015
    Kukar Rockin' Fest (KRF) 2015 terbilang fantastis, Festival musik tahunan yang digarap event organizer, Distorsi Rockaholic Company, Sabtu (07/03) malam, di klaim menyedot hingga sekitar 70 ribu penonton. Tak diragukan memang, Animo masyarakat yang begitu tinggi tak lain karena ingin menyaksikan penampilan band legendaris asal Amerika, Fire House.

    Rasa takjub, kagum dan berbagai ungkapan dari penonton kiranya memang tidak berlebihan, sebab penampilan Fire House mampu memuaskan kalangan dari berbagai usia, Penonton yang berada di lapangan Panahan komplek Stadion Aji Imbut seakan tak ingin kehilangan moment berharga tersebut.

    Usia CJ Snare sang vokalis dan ke 3 personel lainnya memang tak muda lagi, namun mereka memiliki performa yang luar biasa. Lagu - lagu seperti Shake and thumble, All she wrote, Rock on radio, Sleeping with you, Reach for the sky, dan Overnight sensation, serta ditambah permainan solo drum Michael Foster, seolah ingin menunjukan bahwa Fire House tak pernah kehabisan energi.

    Lautan manusia yang menyaksikan aksi mereka diatas panggung juga secara serentak ikut bernyanyi saat lagu-lagu yang akrab ditelinga yakni When i look into your eyes, Here for you, dan Love of a life time, dinyanyikan.

    CJ Snare pun tak henti-hentinya berinteraksi dengan penggemarnya dalam bahasa Indonesia, "Apa kabar," sapa CJ, suara gemuruh pun bergema menjawab sapaan CJ, sesekali ia juga menggunakan smart phone nya mengabadikan moment luar biasa tersebut.

    Magnet lainnya adalah permainan gitar dari Bill Leverty, dan cabikan bass Allen McKenzie. Keduanya mampu menghipnotis dan mengundang decak kagum seluruh penonton yang datang dari berbagai penjuru daerah, tidak hanya dari Kutai Kartanegara, bahkan hingga luar pulau Kalimantan.

    Teriakan we want more berulang kali disuarakan penonton tatkala personel FireHouse turun panggung, "Mau lagi..Mau lagi," teriak CJ Snare. Ia pun kembali dengan lagu yang paling ditunggu-tunggu, yakni I live my life for you, seluruh penonton terlarut dan ikut menyanyikan bait - bait lagu tersebut, termasuk Bupati Kukar Rita Widyasari yang merupakan penggagas KRF sekaligus Eksekutif  Producer dan owner Gerbang Raja.

    Don't treat me bad akhirnya menjadi lagu penutup dalam tur mereka di panggung Kukar Rockin Fest 2015. Dalam akun resminya di media sosial facebook dan twitter, FireHouse menyatakan rasa kagumnya atas antusiasme yang tinggi dari penggemarnya.

    "To the 75,000 people who came out to the FireHouse show last night in East Borneo, Indonesia, FireHouse LOVES you!! (ekn)

    Penampilan Fire House jadi magnet Kukar Rockin Fest 2015
    Foto: Endi





    FireHouse menjadi headliner dalam perhelatan Kukar Rockin Fest IV 07 Maret 2015 yang disaksikan lebih dari 70 ribu penonton. (Foto by Endi)

    Grup band FireHouse berfoto bersama Sultan Kutai Kartanegara HAM Salehoeddin II
    Foto: Endi

    Rasa kagum grup band asal Amerika FireHouse terhadap kultur daerah kutai sepertinya tak ada habisnya, ini terlihat saat grup band legendaris tersebut menginjakan kakinya di ruang Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

    CJ Snare sang vokalis FireHouse bahkan sempat bertanya kepada Akbar Haka event manager dari Distorsi Rockaholic Company, "Tempat apa ini, apakah boleh mengambil foto," ujarnya. Akbar pun menjelaskan jika Kedaton sering digunakan untuk ritual adat kesultanan.

    Ke empat personel FireHouse diterima langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, HAM Salehoeddin II. " Dalam sambutan yang dibacakan oleh  Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara, H Adji Pangeran Hario Kusumo Poeger, Sultan berharap FireHouse terkesan selama berada di Kukar. "Selamat datang rombongan Fire House dari Amerika di Benua Etam, Semoga mendapat kesan yang manis, Kami selalu terbuka menerima kunjungan di lain waktu."

    Sambutan yang ramah ini membuat sang gitaris Bill Leverty merasa terkesan, terlebih saat ke empat personel tersebut mendapat cinderamata berupa Mandau dan plakat Lembu Swana yang diberikan langsung oleh Sultan HAM Salehoeddin II.

    Pertemuan dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura beserta kerabat diakhiri dengan santap siang bersama, beberapa menu khas kutai seperti Lodeh Cabek, Goreng ikan lais, pirik cabek, serta suguhan udang goreng, mampu menggugah selera ke empat personel FireHouse. CJ Snare dan rekan-rekannya nampak begitu menikmati menu - menu tersebut, "Makanannya enak" ujar McAlen.

    Usai makan bersama, FireHouse kemudian menuju Museum Mulawarman, dan mereka kembali kagum dengan beragam koleksi benda bersejarah yang ada di museum yang dulunya pernah digunakan sebagai keraton. "It's Awesome," ungkap Bill Leverty. (ekn)

    FireHouse berfoto di depan singgasana raja Museum Mulawarman
    Foto: Endi

    Penggagas Kukar Rockin Fest, Bupati Kukar Rita Widyasari saat jumpa pers bersama band asal Amerika Fire House
    Foto: Endi

    kutaikartanegaranews.com - 07/03/2015
    Gitaris Firehouse, Bill Leverty menyatakan rasa kagumnya terhadap kerja keras tim produksi KRF, Ia mengapresiasi Distorsi Rockaholic Company selaku event organizer, menurutnya, saat melakukan sound check, 2 kru yang dibawa Fire House merasa sangat puas dan menyatakan level produksinya standart dengan yang ada di Amerika. "Mereka sangat profesional," tuturnya.

    Hal tersebut diungkapkan Bill dalam jumpa pers di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jum'at (06/03) malam. Sementara sang vokalis CJ Snare mengaku kedatangan mereka di Kalimantan Timur adalah untuk yang kedua kalinya setelah tampil di Balikpapan tahun 1997, dan 2015 ini di Tenggarong Kutai Kartanegara.

    CJ bersama Bill Leverty, Michael Foster, dan Allen McKenzie merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat Indonesia. Ia pun sangat mengagumi kultur masyarakat Indonesia termasuk di Kalimantan, bahkan CJ dalam jumpa pers tersebut mencoba berinteraksi dengan awak media menggunakan beberapa kalimat dalam bahasa indonesia.

    "Sedikit - sedikit bisa bahasa Indonesia," ucap CJ yang disambut riuh para wartawan dari berbagai media.

    Dalam jumpa pers ini, hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni, Pimpinan BPD Kaltim cabang Tenggarong,Vicky Pujo Rahmanto, serta Bupati Kukar, Rita Widyasari selaku penggagas KRF.

    Event Manager Distorsi Rockaholic Company Akbar Haka yang juga vokalis Kapital band, mengatakan, dalam KRF kali ini, selain menghadirkan band cadas dari Jakarta dan Bandung, juga akan tampil 22 band lainnya dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalbar, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Jakarta, Bandung, serta Solo. Akbar pun bertekad akan menunjukkan kepada Indonesia bahwa Kutai Kartanegara mempunyai potensi musik rock yang luar biasa.

    Seperti diketahui, Sabtu (07/03), Kukar Rockin Fest 2015 untuk yang ke empat kalinya kembali digelar, diperkirakan puluhan ribu penonton akan memadati Lapangan Panahan, Komplek Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. (ekn)


    Grup Band Fire House saat menuju kota Tenggarong
    Foto: Istimewa

    kutaikartanegaranews.com - 06/03/2015

    Gelaran Kukar Rockin Fest' (KRF) 2015, Sabtu (07/03) besok dipastikan akan menyedot ribuan penonton. Bahkan kedatangan Fire House yang akan tampil sebagai Headliner di panggung utama KRF menjadi pembicaraan hangat dikalangan pecinta grup band asal Amerika ini.

    "Welcome to Tenggarong Town to C.J Snare and friends, can't wait to see you guys on stage," tulis Syarief Fathillah melalui akunnya di media sosial. Syarief yang merupakan warga Kota Raja ini termasuk salah satu penggemar yang menyukai lagu - lagu Fire House.

    Ucapan senada atas kedatangan Fire House juga diungkapkan akun Romeo Bpn, bahkan warga Balikpapan ini terkesan dengan sang vokalis yang bisa berbicara dalam bahasa Indonesia."Welcome to East Borneo Firehouse, Ternyata C.J Snare fasih Berbahasa Indonesia ya," tulisnya.

    Personel Fire House yang terdiri dari Bill Leverty (gitaris), Cj Snare (vokalis), Michael Foster (drummer), dan Allen McKenzie (basis), tiba di Kota Raja Tenggarong pada Kamis (05/03) malam, menggunakan bus milik pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dan langsung menuju Hotel Grand Elty Singgasana.

    Terkait penyelenggaraan KRF 2015, Bupati Kukar Rita Widyasari yang juga penggagas Kukar Rockin Fest menyampaikan rasa antusiasmenya melalui akun twitter @ritawow_1973."Bismillah, besok Sabtu malam Kukar Rock Festival untuk keempat kalinya, doakan sukses ya, acara ini gratis dari kami untukmu, nonton ya." (ekn)





    Masyarakat Kota Tenggarong patut berbangga dengan prestasi generasi muda di daerahnya, salah satunya adalah Annisa Nisfihani, Seorang Komikus dan juga Ilustrator lepas yang kini mulai dikenal berkat karyanya yang berjudul Me vs Big Slacker Baby.

    Ketertarikan Annisa pada dunia komik sudah dimulai saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, "Awal mulanya karena waktu kecil dari SD suka baca komik, tiruin gambarnya, akhirnya suka dan coba bikin walau cuma hobi," tuturnya.

    Salah satu karya Annisa Nisfihani, Me vs Big Slacker Baby
    Foto: Annisa Nisfihani
    Kala itu, saat mengetahui hobinya menggambar, orang tuanya sempat tidak setuju, "Waktu tau ya nggak di izinin, karena ya ganggu waktu belajar, buku tulis sekolah suka habis di coretin, kalau ketahuan di marahin," kenangnya.

    Ketika kelas 1 SMA, dirinya mulai serius menekuni hobi sebagai komikus, Ia pun nekat mencoba mengirimkan karyanya ke penerbit, padahal saat itu Annisa merasa skillnya belum mencukupi dan hanya belajar secara otodidak.

    Karya yang ia kirim ternyata di tolak penerbit dan sempat membuatnya down, Kelas 3 SMA, Annisa mempelajari lagi letak kesalahannya dan mencoba lagi mengirimkan karyanya, namun kembali di tolak, Ia akhirnya pasrah.

    Saat kuliah, Annisa pun belajar dari kegagalan sebelumnya, "Pas kuliah kenal internet, belajar dari jejaring sosial, jadi tau salahnya dimana, kirim lagi, akhirnya diterima, masih penerbit elexmedia waktu itu," ujarnya. Melihat keseriusannya, orang tua Annisa mulai luluh, "Akhirnya mulai di dukung, tadinya saya diminta jadi pegawai negeri," tuturnya lagi.

    Saat mulai aktif berkarya, Annisa pernah merasakan kesulitan untuk mengirimkan karyanya, "Akses internet yang suka nggak stabil karena sekarang kan berhubungan sama penerbit lewat email, listrik yang sering mati, apa lagi pas lagi di Samarinda, kalau Tenggarong kan sudah jarang mati lampu," ungkapnya.

    Berkat kesabaran dan keseriusannya, Annisa pun pernah mendapatkan award dari darmizan. Kini ia telah merasakan hasilnya dan bekerja menjadi komikus di Re:on Comics, Ilustrator novel pink berry club darmizan, serta sebagai ilustrator lepas.

    Jebolan fakultas Ekonomi jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi pembangunan Universitas Mulawarman tahun 2013 ini, telah menghasilkan 3 buah karya, yakni Geng bokek (elex media), Burung (Bubblepop kompilasi komik darmizan), dan Me vs Big Slacker Baby "On going" (re:on comics).

    Annisa juga pernah mengikuti beberapa event, seperti Anicult di Surabaya tahun 2013, Mangafest Jogja 2014, dan Hellofest 10 Jakarta. Ia di undang dan hadir sebagai komikus re:on comics (Majalah kompilasi khusus komik Indonesia).

    Mengenai kelanjutan karirnya sebagai komikus, dirinya hanya ingin terus meningkatkan kualitas dan terus belajar, selama masih bisa menggambar, Annisa tetap ingin menjadi komikus maupun ilustrator dan ikut memajukan komik di Indonesia baik dalam maupun luar negeri.

    Gadis kelahiran 9 Maret ini juga berpesan kepada mereka yang ingin mengasah bakatnya menjadi seorang komikus, "Berani mencoba dan jangan patah semangat, asal ada niat dan usaha segera beraksi, dan mari kita memajukan perekonomian tanah air," pungkasnya. (ekn)

    Annisa Nisfihani, Komikus dan Ilustrator asal kota Tenggarong
    Foto: Istimewa


    Koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin
    Foto: Endi

    kutaikartanegaranews.com - 03/03/2015
    Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin kini memiliki sebuah perpustakaan. Perpustakaan ini digunakan sebagai wadah membaca bagi para jamaah ataupun masyarakat umum yang tertarik untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang islam.

    Sekretaris Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin, Hasan, mengatakan, untuk saat ini buku-buku yang ada hanya bisa dibaca diruang perpustakaan, "Tapi untuk sementara belum bisa dipinjam untuk dibawa pulang, sebab kami masih membuat daftar serta memberi nomor buku - buku tersebut," ujarnya.

    Dikatakan Hasan, koleksi buku yang ada di perpustakaan tersebut merupakan sumbangan dari Awang Yakoub Luthman, anggota DPRD Kukar yang juga Ketua Ta'mir Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin, "Buku-bukunya kebanyakan dari Pak Awang, jumlahnya lebih dari 700 buku," jelasnya.

    Sedangkan beberapa buku lainnya menurut Hasan, merupakan sumbangan dari Almarhum Haji Masrani Idris sewaktu masih menjabat sebagai sekretaris masjid Jami. Ia mengatakan, perpustakaan tersebut mulai aktif dibuka sejak 3 bulan terakhir.

    Perpustakaan ini menyediakan beragam kategori buku, diantaranya, Al-Hadist, Hikayat sejarah islam & modernisasi islam, Fiqih, Ensiklopedia Islam, Manajemen Masjid, serta Novel Islami. "Buku - buku umum juga ada, seperti Kepemimpinan, Biografi, Motivasi umum dan kesehatan," papar Hasan.

    Ia menambahkan, Banyak pengunjung perpustakaan yang bertanya mengenai buku yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan masjid tertua di kota Tenggarong ini, Namun menurutnya, saat ini literatur yang ada bukan dalam bentuk buku. Ia berencana untuk membicarakan dengan Ketua Ta'mir masjid agar literatur tersebut ditulis kembali dalam bentuk buku.

    Untuk diketahui, Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin memiliki peran besar bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya, karena mengandung nilai historis yang tidak bisa dilupakan begitu saja oleh umat islam, masjid ini pun sudah ditetapkan sebagai salah satu masjid bersejarah di Indonesia. (ekn)








    Meski ada tanda larangan melintas, sejumlah pengendara masih melewati jalan depan kantor Bawaskab
    Foto: Endi

    Jalan Pangeran Diponegoro Tenggarong saat ini sebagian telah selesai di semenisasi , mulai dari simpang jalan Pattimura atau Gunung Pedidik hingga depan kantor Bawaskab Kukar. Sedangkan pengerjaan proyek penurapan dijalur ini belum selesai dikerjakan, karena masa addendum yang diberikan kepada pihak kontraktor telah berakhir, sehingga proyek tersebut dihentikan.

    Jalan ini sebelumnya ditutup dan tidak boleh dilewati kendaraan, bahkan telah dipasang tanda larangan masuk yang disertai petunjuk arah pengalihan jalur. Namun dari pantauan kutaikartanegaranews, Senin (02/03) siang, sejumlah kendaraan roda dua dan empat terlihat melintasi jalan tersebut.

    Salah seorang pengguna jalan , Irma (35) beralasan, ia lebih memilih melewati jalan Diponegoro dari pada harus memutar arah yang lebih jauh, “Saya lihat yang lain lewat sini, ya saya ikuti aja, selama ini kan harus mutar dulu, kalo yang lain gak lewat saya juga gak berani,” ujar warga desa Perjiwa ini. 

    Seperti diketahui, semenjak proyek penurapan jalan Diponegoro dikerjakan, jalan menuju Kantor Bawaskab, Planetarium, Kesbanglinmas serta Polres Lama, terpaksa dialihkan melewati jalan Mayjen Sutoyo, akibat pengalihan ini terkadang menimbulkan kemacetan terutama di pagi hari.

    Sekedar informasi, Penurapan Jalan Diponegoro yang dikerjakan PT Putri Salju Satria telah dihentikan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar, penghentian tersebut akibat masa penambahan waktu pengerjaan yang diminta kontraktor telah berakhir, karena anggarannya tidak terakomodir pada tahun 2015 ini, sehingga pembangunannya akan dilanjutkan pada 2016 mendatang.(ekn)






    Pagelaran Kontemporer dance persembahan Gubang Art Community
    Foto: Endi

    kutaikartanegaranews.com - 01/03/2015
    Pagelaran Kontemporer dance persembahkan Gubang Art Community, Sabtu (28/02) malam, mampu memukau penonton yang hadir di gedung Putri Junjung Buyah Tenggarong. Suasana hening membuat penonton seakan terhipnotis oleh alunan musik dan tata cahaya yang mengiringi gerakan para penari.

    Kontemporer dance tersebut menceritakan tentang kehidupan sehari-hari yang coba diangkat oleh sang koreografer. Masing-masing tarian ditampilkan sesuai dengan tema yang diusung yakni, Kontemplasi, Entah, dan Intuisi, tema ini berbicara tentang mulai dari awal proses hidup hingga kematian manusia.

    Koreografer Gubang Art Community, Hariyansa, mengatakan, Kontemplasi adalah tema yang berbicara tentang manusia yang harus berkontemplasi dengan diri sendiri untuk mencari sesuatu yang indah buat dirinya.

    "Sedangkan entah adalah yang berhubungan dengan siklus hidup, proses hidup, tentang hidup, makna hidup, siapa yang hidup, siapa yang punya, dan terkadang muncul pertanyaan entah siapa yang sebenarnya," jelas pria yang akrab disapa Ancha ini. "Untuk tema intuisi, semua manusia punya intuisi yang berbicara tentang kebenaran," terangnya.

    Dalam pagelaran tersebut , Ia  melibatkan 5 orang penari, 5 pemain musik, penata panggung dan tim lighting. Ancha mengaku merasakan kepuasan yang berbeda saat menyaksikan penampilan para penarinya, menurutnya, karya yang telah dipersiapkan selama 2 tahun ini, dibuat semata-mata untuk keberlangsungan seni dan budaya yang ada di Kutai Kartanegara.

    Animo penonton yang hadir dalam pagelaran ini memang diluar dugaan, awalnya tiket seharga Rp 10 ribu per lembar hanya tersedia untuk 250 orang."Alhamdulillah sold out, bahkan yang masuk sampai 300 orang," kata Ancha. Ia juga mengungkapkan jika biaya yang digunakan untuk pementasan karyanya berasal dari dana mandiri.

    Ancha secara tegas menyatakan, jika kontemporer dance garapannya merupakan karya seni sekaligus kritikan kepada Pemerintah, mengingat hingga kini belum ada gedung khusus untuk pementasan, "Kapan dibuat gedung kesenian, kalau gedung olahraga sangat cepat, tapi gedung kesenian kapan," pungkasnya. (ekn)

    Koreografer Gubang Art Community, Hariyansa (tengah) bersama seluruh pendukung pagelaran kontemporer dance
    Foto: Endi












Top