Akun palsu di media sosial memang kerap digunakan untuk tindak kejahatan, salah satunya pelaku penipuan, dengan mengatasnamakan sesorang, maka pelaku biasanya memanfaatkan hubungan pertemanan dari pemilik akun yang sebenarnya.

    Aji Dessy Rosa Lolita (39), Warga Jalan Arwana, Tenggarong, adalah salah satu pemilik akun yang merasa gundah saat mengetahui ada orang lain yang menggunakan namanya di jejaring sosial Facebook, Ia mengetahui akun tersebut dari salah satu saudaranya.


    "Kakak saya yang ngasih tau, kayaknya akun fb nya baru dibuat, pelakunya ngirimin pesan, terus minta uang gitu, teman-teman saya juga sudah mengingatkan, " tuturnya.

    Tak ingin ada korban penipuan, Lolita pun lantas memposting pemberitahuan di akun facebook miliknya, Ia khawatir ada teman-temannya yang tidak mengetahui akun palsu tersebut ikut di manfaatkan si pelaku.

    "Info, jika ada yg add anda di FB Lolita seperti foto dibawah dan memakai foto saya ini bukanlah saya, karena akun FB saya cuma ada atas nama Aji Dessy Rosa Lolita, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan atau terganggu atas akun palsu tersebut, terimakasih, harus‬ lebih waspada ni, " tulisnya.

    Menurutnya, karena pelaku tidak berteman dengannya di media sosial facebook, maka pelaku hanya bisa melihat dan menggunakan foto profilnya. "Foto profilnya itu pake foto saya sama anak, tp di crop sama pelaku, jadi yang kelihatan cuma wajah saya aja," tuturnya lagi.

    Sejauh ini dirinya belum berencana melaporkan penggunaan namanya kepada pihak yang berwajib, Ia pun berharap tidak ada rekan-rekannya, keluarga maupun orang lain yang menjadi korban penipuan dari si pelaku.

    Dari penelusuran yang kutaikartanegaranews lakukan, akun palsu tersebut memang dibuat menggunakan nama Lolita, dan baru memiliki 7 pertemanan dan 1 halaman kesukaan. (ekn)

    ,


    Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2015 mendatang tidak hanya dimeriahkan dengan hiburan kesenian daerah maupun mancanegara. Pasalnya panitia juga akan menyelenggarakan lomba olahraga tradisional dan Dragon Boat Festival.

    Lomba Gubang Lunas 2014
    Foto Dok: Endi
    "Untuk lomba Gubang Lunas berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 7 hingga 8 Juni," ujar Junaidi, Kepala Bidang Olahraga,  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Lomba Gubang Lunas tersebut dikatakannya akan dimulai pada pukul 08.00-17.00 WITA, sedangkan lintasan lomba yakni di sungai Tenggarong atau sekitar Jembatan Besi.


    "Sedangkan Dragon Boat Festival dibagi dua kategori, yang pertama lomba perahu naga untuk tingkat pelajar dan umum, tapi ini khusus untuk yang ada di Kukar, berlangsung pada 9-10 Juni, Kategori kedua, lomba perahu naga tingkat internasional, lintasannya sama, yakni Sungai Mahakam disekitar Pulau Kumala, Jadwal pertandingan dari 11-14 Juni, jam 8 pagi sampai jam 5 sore," jelasnya.

    "Nanti juga ada lomba olahraga tradisional, Hadang, Kelom Panjang, Enggrang, Behempas Bantal, Behempas Penjalin, Menyumpit, Dagongan, dan Belogo, untuk lokasi pertandingan di Lapangan Sepak Bola Pemuda, Sedangkan lomba Gasing kita gelar di lapangan Parkir Pulau Kumala," terangnya lagi. Ditambahkan Junaidi, Lomba olahraga tradisional tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni dari 8-13 Juni.(ekn)





    Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2015, akan digelar sepekan lagi, Sejumlah agenda telah dirilis pihak panitia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sri Wahyuni, mengatakan, EIFAF yang akan berlangsung mulai 6 - 14 Juni mendatang akan diawali dengan kegiatan Kirab Budaya Internasional.

    “Kirab budaya nanti dimulai pada jam 9 pagi, dan akan diikuti oleh 30 Paguyuban atau kelompok seni yang ada di Kukar dan juga peserta Folklore, Untuk rute yang akan dilewati yakni depan Kedaton, kemudian menuju Gunung Pedidik, dan Pasar Seni, sedangkan panggung kehormatan berada didepan Planetarium,” jelas Sri.

    Dikatakannya, pada malam harinya akan ada Welcome Party di halaman Kantor Bupati Kukar, yang akan dihadiri oleh peserta folklore serta tamu undangan. Sedangkan keesokan harinya, Minggu (07/06) pukul 09.00-10.00 WITA, akan dilaksanakan upacara adat mendirikan Ayu di keraton Kutai Kartanegara (Museum Mulawarman) yang merupakan prosesi tanda dimulainya Erau.

    “Setelah itu akan ada Seremoni pembukaan Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2015 di Stadion Rondong Demang, pada jam 10.30 hingga selesai,” terangnya. Sri mengatakan, usai pembukaan Erau, dilanjutkan dengan eksibisi permainan tradisional dan peninjauan pameran di area Expo, yakni di lapangan parkir stadion Rondong Demang.

    Erau yang akan berlangsung selama sepekan ini menurut Sri, akan menyuguhkan berbagai kegiatan yang bisa disaksikan masyarakat, mulai dari lomba olahraga tradisional, penampilan kesenian rakyat dan daerah serta mancanegara, ritual adat kesultanan, folk art street, hingga kuliner. (ekn)

    "Ya! Diam kamu kerbau! Sudah aku bilang, aku tidur. Masak aku tidak boleh tidur sebentar. Kapan lagi aku bisa tidur kalau tidak sekarang. Nah begitu. Diam-diam sajalah dulu. Tenangkan saja dulu kepalamu yang kacau itu. Hormati sedikit kemauan tetangga kamu ini."

    Jika anda menyaksikan perhelatan Lanjong Art Festival (LAF) 2015, Kamis (28/05) malam, maka pastinya tidak akan lupa dengan adegan monolog diatas yang berjudul Aeng atau Aing (Sunda). Karya Putu Wijaya ini ditampilkan dalam festival monolog yang dipentaskan di Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong.

    Seniman Teater Oxygen Tasikmalaya
    Foto: Endi
    Naskah Aeng diadopsi dan dipentaskan dengan latar belakang penjara saat dini hari dan harmonisasi audio. Pementasan tersebut menyajikan Alimin yang akan dieksekusi oleh hukum karena kasus pembunuhan yang dilakukannya. Namun, Alimin memandang sebuah ketidakadilan hukum yang terjadi padanya. Hingga akhirnya tokoh Alimin memutuskan untuk mengakhiri kehidupannya dengan bunuh diri.


    Festival monolog ini cukup mendapat apresiasi dari masyarakat, Sejak pukul 20.00 WITA, Ampi Theater sudah dipenuhi para pengunjung yang ingin menyaksikan peran yang dimainkan para seniman. Festival ini diikuti oleh peserta dari Teater Rumah Mata (Medan), Teater Oxygen (Tasikmalaya), Teater Khatulistiwa (Padang) dan Belajar Teater (Samarinda). 

    Sedangkan untuk penilaian peran monolog, panitia LAF melibatkan 3 juri, Yakni, Wawan Sofwan, Yusef W Muldiyana, dan Zairin Zain. (ekn)




    ,


    Sopia Agus Suriani (29), terus menangis ketika jenazah kedua orang putrinya yang masih balita dibawa ke pemakaman. Sopia merupakan ibu dari Rista Harunnisa Efendi, dan Reisya Tusselania Efendi, keduanya merupakan korban tewas terbakar saat api menghanguskan sejumlah rumah di RT 3 Jalan Gunung Petung, Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, Rabu (27/05), pukul 21.15 WITA.

    Ayah korban, Rustam Efendi (35) serta Kakek korban, Muhtar (40) membawa jenazah keduanya ke pemakaman Gunung Petung, Kamis (28/05) siang, dengan berjalan kaki. Jarak makam memang tak begitu jauh dari kediaman mertua Rustam, namun sang istri, Sopia, tidak sanggup untuk mengantar jenazah putrinya hingga ke pemakaman.

    Lokasi penemuan balita yang tewas terbakar
    Foto: Endi
    Jenazah kedua korban dimakamkan dalam satu liang lahat, suasana haru begitu terasa, pemakaman juga disaksikan Wakil ketua DPRD Kukar, Rudiansyah, serta sejumlah kerabat dan tetangga. Usai pemakaman, ayah korban sempat bercerita kepada kutaikartanegaranews perihal musibah yang menimba kedua putrinya.

    Rustam yang sehari-harinya berjualan minuman ringan di taman sekitar pedestarian jembatan Kukar, menuturkan, Saat kejadian, Rabu (27/05) malam, sekitar pukul 21.00 WITA, Ia mengemasi barang dagangannya dan menelpon istrinya, Rustam meminta istrinya agar menunggu di depan jalan untuk membantunya mendorong gerobak, karena rumah kontrakannya berada di tanjakan jalan Gunung Petung, usai menelpon, gerobak jualan diletakkan dan diikat dibagian belakang motornya dan ia pun bergegas pulang.


    "Saat itu perasaan saya tidak enak, biasanya saya pulang sekitar jam 11 malam, namun tadi malam, entah kenapa saya pengen cepat pulang," tuturnya. Ia melanjutkan, ditengah perjalanan, dirinya berpapasan dengan mobil PMK, "Saya bertanya-tanya dimana lagi ada kebakaran," tuturnya lagi. Namun baru tiba didepan jalan masuk menuju rumahnya, Ia pun kaget mengetahui jika yang terbakar adalah rumahnya.

    Namun yang lebih mengejutkan Rustam tatkala istrinya menyadari jika kedua putrinya masih berada didalam rumah, para tetangga melarang istrinya untuk masuk karena khawatir api semakin membesar dan mengancam nyawanya, kedua putrinya pun tidak bisa diselamatkan karena api begitu cepat membakar seluruh bagian rumah.

    Menurut Rustam, sebelum kejadian, putri tertuanya sedang sakit, sehingga istrinya memutuskan tidak ikut membantunya berjualan, "Biasanya setiap malam istri sama anak-anak saya bawa ke tempat jualan, karena si Rista sakit, ibunya sama si kecil Reisya tinggal dirumah, nah ketika saya menelpon istri, keduanya ditinggal sebentar, lalu ibunya nungguin saya didepan jalan, tapi beberapa menit kemudian istri saya diberitahu ada kebakaran, Dia balik lagi, ternyata bagian depan rumah kami sudah terbakar," jelasnya.

    Selain kehilangan kedua putrinya, Rustam juga harus merelakan sepeda motor Honda Beat yang baru saja ia beli sekitar satu bulan lalu, pasalnya, kendaraan tersebut ikut hangus terbakar dilalap si jago merah. Rustam masih terlihat tegar, namun sang istri nampak begitu terpukul dengan kepergian putrinya Rista yang pada 15 Juli nanti genap berusia 4 tahun, sedangkan Reisya pada 19 Agustus mendatang berusia 2 tahun. (ekn)




    Suara helikopter bergemuruh mengitari Ibu Kota Jakarta, teriakan dan jeritan, serta huru hara terjadi. Ya ini bukanlah pemutaran sebuah film, tapi merupakan gambaran sejarah kelam meletusnya peristiwa Mei 1998 yang dipentaskan oleh Teater Matahari OM ED berjudul Jakarta 2039.

    Karya Seno Gumira Ajidarma ini ditampilkan dalam Eksibisi Lanjong Art Festival (LAF) 2015, di.Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong, Rabu (27/05) malam. Jakarta 2039 bercerita tentang tragedi kekerasan, pelecehan dan pemerkosaan WNI keturunan Tionghoa yang terjadi pada saat itu. Aksi kerusuhan massa, penjarahan, dan pemerkosaan yang berlangsung dengan brutal menambah cacatan kelam sejarah di Indonesia.

    Karakter yang diperankan para pemain Teater dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini memang sangat kuat, dengan durasi waktu 60 menit, Eksibisi teater tersebut mendapat apresiasi dari penonton yang sejak awal tidak beranjak dari tempat duduknya.

    Pementasan Jakarta 2039 bertujuan untuk mendorong aspek-aspek humanis dalam kehidupan manusia, serta untuk merenungi bahwa kebencian yang tak berdasar kepada wanita keturunan (Tionghoa) hingga terjadinya pemerkosaan justru hanya mengakibatkan luka mendalam yang tak pernah bisa dilupakan. (ekn)

    "JAKARTA 2039"
    TEATER MATAHARI
    Karya : Seno Gumira Ajidarma
    Sutradara : Edi Sutardi
    Actor/actris : Rine Sundhari, Della A. Charisma, Yunita Erayni, Fauzan Halim, M.Hafiz, Syarifudin.Z.A 

    Peristiwa tragis menimpa dua orang balita di RT 3, Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Riska (3,5) dan Icha (1,5) ditemukan tewas terpanggang dirumahnya. Keduanya merupakan kakak adik yang menjadi korban dalam musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu (27/05) malam, sekitar pukul 21.00 WITA.

    Foto: Istimewa
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Darmansyah, mengatakan, Pihaknya mengirimkan 4 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), ditambah 1 unit mobil tangki air dan 2 unit mobil portabel ke lokasi kejadian.

    "Api berhasil dikuasai satu jam kemudian, pemadaman juga dibantu personel dari Polres Kukar, TNI, Satpol PP dan juga masyarakat, Kami dari BPBD selanjutnya akan melakukan pendataan dan verifikasi guna penyaluran bantuan kebutuhan dasar untuk para korban," jelasnya

    Lokasi kebakaran yang berada di jalan Gunung Petung tersebut, dikatakan Darmansyah, menghanguskan 1 buah rumah tunggal, dan 4 buah rumah kontrakan 9 pintu, sedangkan kedua korban tewas sudah di evakuasi ke RSUD AM Parikesit.

    Hingga berita ini diturunkan, Pihak kepolisian dari Polres Kukar telah menerjunkan tim untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran termasuk 2 balita yang menjadi korban. Dalam musibah ini, 10 Kepala Kepala Keluarga (KK) dan 40 jiwa terpaksa harus kehilangan tempat tinggal. (ekn)

    ,


    Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kutai Kartanegara (Kukar), H Azmidi, memastikan, jika di Kukar saat ini tidak terindikasi adanya beras palsu atau plastik. "Kita disini kebanyakan hanya menggunakan beras lokal, apalagi sebentar lagi bakal panen raya," tutur Azmidi, saat ditemui di Pasar Tangga Arung, Senin (25/05) lalu.

    Ia mengatakan, Disperindagkop memiliki Tim tersendiri yang melakukan uji sampel terhadap para pedagang beras, terutama pedagang yang berjualan di sekitar pasar Tangga Arung. Uji sampel beras ini sesuai dengan instruksi dari Kementerian Perdagangan agar tiap daerah melakukan uji sampel beras guna mengantisipasi peredaran beras sintetis, sekaligus memastikan ada tidaknya beras plastik beredar di Kukar.

    Sebelumnya, Jum'at (22/05), Tim Disperindagkop Kukar melakukan pantauan di Pasar Tangga Arung, Tim ini langsung mendatangi sejumlah pedagang. Beberapa pedagang yang ditemui mengaku tidak ada yang menjual beras plastik." Melihat fisik beberapa contoh beras yang dijual, memang secara kasat mata tidak ada beras sintetis,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop, Kukar, Muhammad Bustani, pekan lalu.

    Bustani mengatakan, Meski pihaknya sudah mengecek langsung dilapangan, Namun uji sampel tetap dilakukan, terutama uji cepat dengan cara membakar sampel beras, karena menurutnya untuk mengetahui uji sampel dengan teknologi ilmiah di laboratorium membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan hasil uji sampel dibutuhkan lebih cepat agar beras plastik tidak sempat beredar jauh jika memang ternyata beras itu ada.

    Ia menambahkan, sebelum melakukan uji sampel, pihaknya terlebih dahulu menunggu hasil uji sampel yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilakukan Kementerian Perdagangan. Dimana setelah mendapat laporan resmi bahwa memang ternyata hasil uji BPOM tersebut memang benar positif, maka barulah akan dilakukan langkah antisipasi di daerah.

    Kabar beredarnya beras plastik di Indonesia hingga kini memang masih hangat diperbincangkan dan memicu keresahan di kalangan masyarakat, meski demikian, Pemerintah sudah membantah jika beras asal cina tersebut beredar di tanah air. (ekn)


    ,


    Anak adalah ibarat kertas putih tanpa noda dan dosa, Orang tua, guru, keluarga dan masyarakat lah yang akan mewarnai kertas tersebut, serta  menuntunnya menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hal yang mudah membina pribadi anak yang mempunyai latar belakang berbeda, harus penuh kesabaran perhatian, juga kerjasama dari semua pihak dalam mewujudkan semua tujuan tersebut. 

    "Anak-anak sejak usia dini mempunyai bakat yang harus dikembangkan, mempunyai keberanian yang harus selalu dimotivasi, serta punya kemampuan yang harus selalu digali, baik dalam seni komnitif, Sains, berhitung, bahasa, dan keagamaan," tutur Fatimah, Kepala Sekolah Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak Ibnu Sina 2, Tenggarong.

    Hal tersebut disampaikannya dalam gelaran Pentas Akhir Tahun Ajaran 2014/2015, dengan tema Persembahan Untuk Ayah dan Bunda. Acara ini berlangsung di Hotel Elty Suites Lesong Batu, Selasa (26/05) kemarin. Pentas seni ini dilaksanakan dalam rangka pelepasan murid-murid TK yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah dasar (SD).

    Fatimah mengatakan, akan berusaha dan memberikan perhatian yang terbaik agar anak-anak didiknya dapat menjadi anak yang pintar, soleh, dan dapat menjadi kebanggaan. Ia pun berpesan agar anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar, agar terus rajin belajar, berlatih, menghormati dan menyayangi orang tua. Selain itu juga bersikap jujur, rendah hati dalam bertindak, serta tidak takut dengan kesalahan dan kekurangan, karena menurutnya dengan kekuranganlah cita-cita bisa diraih dengan penuh semangat dan pantang menyerah.

    Pentas seni akhir tahun ini menampilkan sejumlah bakat, salah satunya penampilan 2 orang murid yang membawakan ayat-ayat suci Al-Qur'an serta membaca Tilawah dengan baik, termasuk kemampuan anak-anak didik lainnya yang membacakan surah-surah pendek (Juz Amma).

    Ada pula anak-anak yang dengan lancar membaca dan mengungkapkan curahan hati melalui puisi, Acara ini semakin meriah dan semarak, karena beberapa anak-anak menari dengan gaya lucu dan menggemaskan, para orang tua pun tak ketinggalan mengabadikan moment tersebut melalui kamera ponselnya.(ekn)





    Norazmi Hj Bahron, Seniman Malaysia saat tampil di eksibisi monolog
    Foto: Endi

    Sebuah pementasan teater monolog disajikan pada malam ketiga pelaksanaan Lanjong Art Festival (LAF) 2015. Seniman asal Malaysia Norazmi Hj Bahron, tampil di Ladang Budaya (Ladaya) dengan memainkan berbagai peran dalam kisah yang berjudul Kampung Chetek, Senin (25/05) malam.

    Norazmi mengatakan, cerita Kampung Chetek merupakan kisah nyata yang ditulis oleh Nur Ahmad. Namun nama-nama dalam kisah tersebut sengaja ia samarkan. Monolog ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Siti Zubaidah atau Dah, Dah adalah seorang istri yang Naif, sehingga memberi peluang sang suami untuk memperalat dan membodohi dirinya.

    Dalam Eksibisi monolog ini, Totalitas Norazmi begitu kuat, ia memainkan 5 karakter, yakni sebagai, Tetangga, Anak, Ustadzah, Pelacur, Sahabat, serta Dah sendiri. Perlengkapan panggung serta kostum yang dikenakan Norazmi setidaknya mampu menggambarkan dan menceritakan peran yang dilakoninya.

    Usai pementasan Norazmi bercerita, dirinya sempat khawatir jika bahasa yang ia gunakan dalam peran monolog tersebut tidak bisa difahami, Namun nyatanya penonton yang hadir di Ladaya tidak beranjak bahkan memberikan apresiasi penuh kepada seniman Malaysia ini, sebab, bahasa melayu yang digunakan memang akrab di pendengaran masyarakat Indonesia.

    Norazmi yang kini berusia 39 tahun pernah menempa ilmu di Akademi Seni Kebangsaan, Jurusan tari dan teater. Pengalaman pementasan teater diantaranya, Teater musikal dan Film, selain itu ia juga menjadi Sutradara teater. Norazmi pun dipercaya untuk mengajar dan melatih Seni Budaya Negara, yang dikukuhkan oleh Kementerian Kebudayaan Negara Malaysia, pada jurusan Seni Berbahasa. (ekn)

    ,


    Sejumlah pedagang di pasar Tangga Arung, Tenggarong, harus menderita kerugian dan kehilangan tempat berjualan, ini terjadi setelah api menghanguskan petak milik mereka, termasuk 2 unit bangunan milik Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tangga Arung. Peristiwa ini terjadi Senin (25/05) dini hari, sekitar pukul 02.55 WITA.

    Dayat, salah satu pedagang menuturkan, Saat kejadian tidak ada pemilik petak yang tinggal atau tidur di pasar tersebut, sehingga ketika api berkobar, seluruh petak beserta isinya ludes terbakar, beruntung api tidak sampai merambat ke tempatnya berjualan.

    Petugas Damkar BPBD Kukar melakukan pemadaman
    Foto: Endi
    Untuk memadamkan api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, menerjunkan 8 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), 2 unit mobil tangki, 1 unit mobil Damkar Loa Kulu, serta 1 unit mobil portable, api berhasil dikuasai satu jam kemudian.

    “Pemadaman juga dibantu masyarakat, Tagana Kukar, Pramuka, Pemuda Pancasila, jajaran TNI, Polres Kukar, serta Satpol PP,” terang Kepala BPBD Kukar, Darmansyah. Hingga Senin siang, pihaknya masih melakukan pendinginan di lokasi tersebut, sebab api masih terlihat menyala dibeberapa titik.

    Sementara itu, Kepala UPT Pasar Tenggarong, Awang Aris Rusli menjelaskan, Bangunan yang terbakar terdiri dari 36 petak milik pedagang ikan di blok E, pedagang daging blok G sebanyak 58 petak, serta 147 petak pedagang sayur di blok F, sedangkan milik pedagang kaki lima (PKL) ada 80 lapak, total keseluruhan yang terbakar berjumlah 321 petak.

    Menurut Awang, Ia mengetahui kejadian tersebut melalui pesan di Blackberry Messenger (BBM), saat tiba di lokasi kejadian, seluruh dokumen diruangan kantornya sudah ludes terbakar. Akibat bangunan kantor terbakar, untuk sementara waktu, Awang dan stafnya masih menunggu arahan dari Kepala Disperindagkop dan UMKM Kukar, agar bisa kembali bekerja seperti biasa.

    Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Kukar, Edi Damansyah, saat meninjau lokasi kejadian, berharap, dalam waktu dekat para pedagang yang lapaknya terbakar bisa segera berjualan, sebab aktivitas dagang menurutnya tidak boleh terhenti, karena menyangkut kebutuhan orang banyak. Pemkab Kukar dikatakan Darmansyah, akan segera melakukan Koordinasi untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

    Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib, sedangkan kerugian yang diderita para pedagang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (ekn)










    "Kebudayaan adalah sebuah proses, Kebudayaan tidak lahir dari ruang kosong, Kebudayaan akan terus berputar, dari timur ke barat, dari barat ke timur lagi." Penggalan kalimat ini merupakan sebuah orasi budaya dari seorang seniman bernama Acep Zamzam Noor, saat tampil pada pembukaan Lanjong Art Festival (LAF) 2015, di Ladang Budaya (Ladaya), Sabtu (23/05) malam.

    Acep pun menguak masa-masa awal LAF diselenggarakan, "Pertama kali festival ini dilaksanakan di sebuah GOR (Red,Gedung Olahraga) hanya diikuti oleh seniman lokal Kalimantan, dan itu merupakan sebuah proses dari kebudayaan," kata Asep. "Lalu festival kedua diikuti oleh pulau-pulau lain diluar Kalimantan, dan itu masih di sebuah GOR," katanya lagi.

    Ia melanjutkan, festival ketiga dilaksanakan 5 tahun yang lalu, dimana Ladaya hanya merupakan sebuah kebun dan gunung, saat itu yang ada hanya pohon dan bunyi-bunyian serangga. "Dan sekarang tahun 2015 ini kita sudah melihat bagaimana tempat yang tadinya sebuah kebun, yang berisi pohon-pohon, dengan sentuhan kreativitas dan kerja keras, kita bisa merasakannya seperti sekarang ini, untuk kemudian menjelma menjadi sebuah arena yang dihadiri oleh seniman-seniman Internasional," ungkapnya.

    Acep mengatakan, hanya dalam kurun waktu 10 tahun Ladaya telah menjelma menjadi sebuah festival Internasional dengan karya-karya yang bukan hanya dari pulau Kalimantan saja, tapi juga dari mancanegara, seperti, Jepang, Spanyol, Korea, Malaysia. "Ini sesuatu yang luar biasa, mengapa ini terjadi, karena ini adalah sebuah proses, kita harus menghayati proses ini," ujar pria yang pernah mendapatkan penghargaan South East Asian (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand tahun 2005.

    Acep sendiri merupakan seorang Sastrawan Indonesia, Ia adalah Putra tertua dari KH Ilyas Ruhiat, seorang ulama kharismatis dari Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya. Acep pernah menempuh pendidikan pada Jurusan Seni Lukis Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, lalu Universita Italiana Per Stranieri, Perugia, Italia. Sejak tahun 1982, karyanya lahir dan meraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. (ekn)



    Pembukaan Lanjong Art Festival (LAF) 2015 yang digelar, Sabtu (23/05) malam, berlangsung meriah, ratusan pengunjung memadati stage di sekitar Ladang Budaya (Ladaya), Tenggarong. Sejumlah seniman tampil di acara LAF ke-4 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim, HM Aswin.

    Diawali dengan pembacaan puisi, LAF malam perdana juga diisi dengan penampilan Orkes Sekar Kedaton, Tenggarong. Para pemain Sekar Kedaton yang di dominasi wajah-wajah muda, mampu membuat semarak suasana, lagu Chrisye Kala Cinta Menggoda, Bruno Mars Treasure, hingga lagu daerah Banjarmasin, Siti Ropeah tak pelak membuat penonton ikut bernyanyi dan bergoyang.

    Penampilan Orkes Sekar Kedaton di LAF 2015
    Foto: Endi
    Ada pula seniman Asep Zamzam Noor, Pria kelahiran Tasikmalaya, 28 Februari 1960 ini, tampil dalam orasi budaya yang bertemakan kondisi sosial masyarakat. Selain itu penampilan cukup unik datang dari Tenggarong Drummer Community, komunitas ini memainkan beragam irama dengan menggunakan alat musik dari bahan plastik, seperti, drum, galon, dan ember.


    Aktor dan sutradara teater Indonesia, Wawan Sofwan juga tampil membacakan puisi, Wawan yang mulai mendalami Monolog pada tahun 1994 didaulat menjadi juri dalam perhelatan LAF tahun ini. Sementara itu Divisi Musik Lanjong tampil dengan memadukan alat musik modern dan tradisional.

    Acara pembukaan LAF yang berlangsung sejak pukul 20.00 WITA, diakhiri dengan penampilan dari Total Perkusi Indonesia, permainan kelima personelnya mampu memikat penonton yang hadir, tak jarang suara teriakan mengelu-elukan nama salah satu personelnya.

    Untuk informasi agenda LAF hari ini, rencananya akan dilaksanakan Workhsop Total Perkusi yang terbuka untuk umum, sedangkan pada sore harinya akan ada musikalisasi dari Baladastra (Samarinda), Teater I (Samarinda), dan JPD (Penajam). (ekn)



    DPRD Kukar rencananya akan melakukan proses konsolidasi di level daerah penghasil seluruh Indonesia yang akan di fokuskan di Kutai Kartanegara (Kukar). Hal ini terkait dengan tuntutan revisi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang masih terus diperjuangkan.

    Pimpinan DPRD Kukar saat Deklarasi GRK2D
    Foto: Endi
    "Setelah itu kita akan melanjutkan proses perjuangan ke level politik di DPR RI, karena kita sudah merasa satu rasa satu tujuan dengan daerah lain," ungkap Ketua DPRD Kukar Salehuddin SSos Sfil.

    Menurutnya apa yang diperjuangkan saat ini karena Kukar salah satu contoh daerah yang tidak mendapatkan perimbangan keuangan yang adil. 


    Dikatakan Salehuddin, hal tersebut tidak sebanding dengan lingkup dan skup Kukar sebagai daerah penghasil yang justru menimbulkan kesenjangan sosial, ekonomi dan sebagainya di masyarakat, yang nota benenya harus ada proses penguatan dan keadilan Dana Bagi Hasil (DBH). 

    "Alangkah idealnya, ketika pusat memberikan kewenangan itu, memberikan proporsi yang adil seluruhnya, artinya ketika habis sumber daya alam, kita masih bisa survive untuk terus membangun," tegasnya.

    Terkait rencana pertemuan antar daerah penghasil, Ketua Gerakan Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan Daerah (GRK2D) Kukar, M Suria Irfani, ketika dikonfirmasi mengatakan, Pihaknya selaku penyelenggara pertemuan, sedangkan DPRD Kukar hanya sebagai fasilitator saja. "Kemungkinan pertemuan tersebut dilaksanakan pada bulan Juni, karena akhir Mei ini kami akan melakukan konsolidasi dengan beberapa daerah penghasil," ujarnya. 

    Ia menambahkan, rapat koordinasi tersebut nantinya akan dihadiri sejumlah daerah yang memiliki DBH besar, diantaranya, Bengkalis, Bojonegoro, Riau, dan Penajam Paser Utara (PPU). (ekn)



    Sejumlah seniman dari dalam dan luar negeri dipastikan akan tampil di Lanjong Art Festival (LAF) 2015, yang akan berlangsung mulai Sabtu (23/05) besok.  Para pelaku seni  ini akan mementaskan berbagai pertunjukan, Mulai dari music exhibition, teater, festival monolog, tari, festival tari kontemporer, puisi, festival musikalisasi puisi, dan festival fotografi.

    Seniman asal mancanegara yang akan tampil pada LAF tahun ke empat ini diantaranya, musisi Jazz dari negeri Jepang, Miyoshi Masato, Seniman Ethnic Music asal negeri Spanyol, Rodrigo Parejo, Mao Arata (Kontemporary Dance) Jepang, Maya Dance Theatre (Kontemporary Dance) Singapura, kolaborasi Rita Deiola (Dance) Italia dan Victorhugo Hidalgo (Ethnic Music) Meksiko, serta Noor Azmi Hj. Bahron (Teater) dari Malaysia.

    Sedangkan dari Indonesia, ada penampilan Teater Khatulistiwa (Padang), Teater Rumah Mata (Medan), Teater Oxygen (Tasikmalaya), Sanggar Seni & Tari Dayang Molek (Bangka Belitung), dan Ayu Permata Sari (Tari Kontemporer) Lampung. (ekn)



    LANJONG ART FESTIVAL, 23 - 30 Mei 2015, LADANG BUDAYA , Tenggarong.

    MUSIC EXHIBITION 
    - Total Perkusi Indonesia (Music)
    - Rodrigo Parejo (Ethnic Music) Spain
    - Miyoshi Masato (Jazz)
    - Tesla Manaf (Jazz)
    - Suprayedno (Ethnic Music)
    - Orkes Sekar Kedaton (Ethnic Music)
    - Topa (Ethnic Music)
    - BPK OI (Reggae)
    - Tenggarong Drummer Community (Music)
    - Red Sugar (Modern Music)

    THEATRE
    -Wawan Sofwan (Monolog-Juri Teater)
    -Yusef W. Muldiyana (Juri Teater)
    - Dapur Seni Kalimantan Selatan (Teater)
    - Noor Azmi Hj. Bahron (Teater) Malaysia
    - Zairin zain (Juri Teater)

    FESTIVAL MONOLOG
    ~Teater Bastra (Samarinda)
    ~Teater Rumah Mata (Medan)
    ~Teater Ganesha (Banjarmasin)
    ~Sanggar Kreasi Seni Darma (Berau)
    ~Belajar Teater (Samarinda)
    ~Teater Oxygen (Tasikmalaya)
    ~Sanggar DKD (Penajam)
    ~Divisi Teater LPKR (Samarinda)
    ~Teater Khatulistiwa (Padang)
    ~Teater Amnesia (Banjarmasin)
    ~Lesbumi (Tasikmalaya)
    ~Komunitas Jambore Pemuda (PPU)

    DANCE 
    - Maria Darmaningsih (Direktur Indonesian Dance Festival-Juri Tari)
    - Rianto (Kontemporary Dance) Japan-Indonesian
    - Mao Arata (Kontemporary Dance) Japan
    - Maya Dance Theatre (Kontemporary Dance) Singapore
    - Rita Deiola Dance |Italy| & Victorhugo Hidalgo Ethnic Music Mexico (Kolaborasi)
    - Ari Rudenko (Ethnic Dance) USA
    - Nan Jombang Dance Company (Kontemporary Dance)
    - Sabri Gusmail (Kontemporary Dance)
    - Ari Ersandi (Kontemporary Dance)
    - Keni K. Soeriaatmadja (Ethnic Dance)
    - Awang Syarifuddin Idham (Sanggar Tari & Musik Tradisi)

    FESTIVAL TARI KONTEMPORER
    ~Teater AKBS (Berau)
    ~Sanggar Seni & Tari Dayang Molek (Bangka Belitung)
    ~Komunitas Jambore Pemuda (PPU)
    ~Ayu Permata Sari (Lampung)
    ~Rumah Panggung Pagun Tengara (Tarakan)
    ~FAS FH UNLAM (Banjarmasin)
    ~Gubang Art Community (Tenggarong)
    ~Tari TB Kalsel (Banjarmasin)
    ~Sanggar DKD (Penajam)

    PUISI 
    - Acep Zam Zam Noor (Juri Puisi)
    - Joko Pinurbo (Juri Puisi)

    FESTIVAL MUSIKALISASI PUISI 
    ~FAS FH UNLAM (Banjarmasin)
    ~Laskar Benua (Berau)
    ~Baladastra (Samarinda)
    ~Sanggar DKD (Penajam)
    ~Dapur Teater (Banjarmasin)
    ~Teater-I (Samarinda)
    ~UNIND Acoustic (Tenggarong)
    ~Serumpun Lima Studio (Balikpapan)
    ~ESEMENESNE (Tenggarong)
    ~Sapulidi Art (Samarinda)
    ~Komunitas Jambore Pemuda (PPU)
    ~KELORNESIA (Palu)
    ~GIE ART (Parigi)

    FOTOGRAFI 
    - Edi Martoyo (Juri Fotografi)
    - Baehaki Hariri (Juri Fotografi)

    FESTIVAL FOTOGRAFI 
    "On the Spot Selama Acara LAF 2015"

    Sumber: Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara

    ,

    Walaupun memiliki keterbatasan, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) siswa siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tenggarong, ternyata mampu menorehkan sejumlah prestasi. Ini dibuktikan dengan diraihnya juara I Tingkat Nasional dalam lomba melukis tahun 2014, dan pada tahun 2015 menjadi juara I MTQ Tingkat Provinsi untuk kategori Anak Tuna Grahita.

    Siswi Sekolah Luar Biasa Negeri Tenggarong
    Foto: Dok. SLB Negeri Tenggarong
    Tahun ini pula SLBN Tenggarong memperoleh sejumlah medali dalam pertandingan olahraga yang dilaksanakan oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC) yang merupakan induk organisasi olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia. "Alhamdulillah dari Siswa SMP SLB Negeri Tenggarong ada yang mendapatkan medali emas 1, Medali perak 5, medali perunggu 9," terang Anwar SPd, Kepala Sekolah SLBN Tenggarong, Rabu (20/05) kemarin.


    Diraihnya Prestasi ini menurut Anwar, sudah ia sampaikan kepada Dinas Pendidikan (Diknas) Kutai Kartanegara (Kukar), Ia merasa bersyukur dengan adanya dukungan dari berbagai elemen terutama perhatian pemerintah daerah. "Kami menjadi merasa tidak sendiri, dan ini membuka inspirasi terutama bagi orang tua, awalnya mereka merasa sedih, tapi dengan adanya perhatian pemerintah, ini menjadi luar biasa," ujarnya.

    Dikatakannya lagi, berbagai prestasi yang diraih tersebut juga tak lepas dari peran para guru yang dengan sepenuh hati membina anak-anak berkebutuhan khusus. Bahkan, menjelang tahun ajaran baru 2015, sudah banyak orang tua ABK yang ingin mendaftarkan anak-anaknya agar bisa diterima disekolah yang dipimpinnya.

    "Bahkan terus terang aja, kami sebelum menerima siswa baru, sudah banyak yang ingin mendaftarkan untuk sekolah di SLB," ungkapnya. Namun menurut Anwar, kurangnya tenaga guru yang mengajar khusus ABK di sekolahnya masih sangat minim, bahkan terkadang 1 guru harus menangani 9 anak, sedangkan di luar negeri idelanya 1 guru menangani 2 orang anak.

    "Kalau nanti kami diberikan kesempatan, kami minta prioritas khusus untuk formasi pengadaan guru, baik dari BKD atau yang lain, sehingga anak berkebutuhan khusus bisa maksimal terlayani, ini untuk anak-anak yang keterbatasan atau kelemahannya tinggi," harapnya.

    Perhatian pemerintah daerah sejauh ini dikatakan Anwar sudah cukup banyak, Pemkab Kukar melalui Dinas Pendidikan juga rutin mengadakan pelatihan untuk guru-guru SLBN Tenggarong, termasuk regenerasi tenaga pengajar, Terakhir ia juga mengikuti lomba guru berdedikasi selama 2 minggu di Jepang.

    Untuk diketahui, Saat ini ada 143 Anak Berkebutuhan Khusus yang belajar di SLBN Tenggarong, terdiri dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, sedangkan jumlah tenaga pengajar sebanyak 26 orang, 13 orang berstatus PNS, sedangkan sisanya merupakan tenaga honor atau THL. (ekn)



    Meski Hari Autis Sedunia jatuh pada 2 April lalu, Namun peringatan Hari Autis Sedunia di Kota Tenggarong tetap berlangsung meriah. Sekitar 200 orang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti jalan santai bertajuk Walk For Autism Indonesia Kukar, atau berjalan bersama Autis Indonesia Kukar, mengelilingi jalan disekitar Taman Ulin, Rabu (20/05) Pagi. 

    Salah satu talenta Anak Berkebutuhan Khusus
    Foto: Endi
    Kepala BKBP3A Kukar, Hj Aji Lina Rodiah SE, dalam sambutannya mengatakan, Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan/keluarbiasaan, baik fisik, mental intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.



    Dijelaskan Rodiah, BKBP3A pada tahun 2014 telah berupaya dan berpartisipasi dalam pelaksanaan work shop orang tua anak berkebutuhan khusus, yang diikuti sebanyak 150 orang tua murid dan guru, pelatihan therapis autis TK dasar yang diikuti 6 kecamatan yang ada di Kukar yakni Kota Bangun, Tenggarong, Muara jawa, Samboja, Loa Janan serta Loa Kulu, dengan mendatangkan pakar ahli, DR Kresno Mulyadi SP JK, dan Ameliza Anwar SE dari Jakarta.

    Ia melanjutkan, Pada tahun 2015 ini BKBP3A melaksanakan layanan penanganan dan terapis ABK bertempat di  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jalan Danau Aji Tenggarong. " Meskipun dalam kondisi rintisan dan jauh dari sempurna, mudah-mudahan kedepan akan berkembang lebih baik lagi tentunya, dengan dukungan penuh Pemerintah daerah dan lintas SKPD yang terkait," tuturnya.

    Sementara itu Bupati Kukar, Rita Widyasari, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Otoy Usman, meminta agar keluarga penyandang Autis mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak. "Jangan anggap semua itu aib, tapi beranggapan itu semua anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, Sesungguhnya dibalik kekurangan yang dimiliki, tersimpan kelebihan yang luar biasa, tergantung bagaimana kita bisa melihat kelebihan itu," ujarnya.

    Peringatan Hari Autis Sedunia ini juga dirangkai dengan penampilan sejumlah anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Autis dan SLB Negeri Tenggarong ,Mereka tampil dipentas seni Taman Ulin dengan berbagai talenta, seperti, Pantomim, Permainan yoyo, Tari india, Tari adat dayak, Pembacaan puisi, serta peragaan busana. (ekn)






    Organisasi budaya Sempekat Keroan Kutai (SK2) diharapkan dapat terus memperkokoh falsafah, tata nilai, dan kreativitas seni yang telah ada selama ini, dan tetap berpijak kuat pada akar tradisi yang terbangun dari kehalusan budi dan tata nilai masyarakat Kutai yang berbudaya dan religius.

    Pengurus Sempekat Keroan Kutai
    Foto: Endi
    “Sempekat Keroan Kutai harus kita jadikan sarana untuk membangun budaya kebangsaan yang sangat penting dalam menyikapi peradaban dewasa ini,” ujar Bupati Kukar, Rita Widyasari, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assisten IV Setkab Kukar H Bahrul, usai pengukuhan pengurus SK2.

    Ia berharap, Dengan kembalinya Sempekat Keroan Kutai, akan semakin meningkatkan eksistensi budaya masyarakat adat Kutai sebagai kekayaan budaya Nasional, dan dapat menjadi penyeimbang serta memberikan kontribusi nyata dalam memberikan solusi maupun aksi untuk membangun daerah. 

    “Melestarikan kebudayaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, Namun menjadi tanggung jawab kita semua, masyarakat secara langsung juga harus bertanggung jawab atas kelestarian kebudayaan ditanah Kutai, Pemerintah hanya memberikan stimulus atau rangsangan saja,” tegasnya.

    Sementara itu, Petinggi Pore SK2, DR Sabran SE MSi, mengatakan, Organisasi budaya yang kini dipimpinnya, sejak didirikan 9 tahun lalu tetap konsisten untuk mengawal adat istiadat serta budaya Kutai. “Tidaklah berlebihan visi yang dimiliki Sempekat Keroan Kutai, yakni mewujudkan kesadaran urang Kutai yang memiliki tatanan budaya yang tinggi, sejahtera, bermartabat dan memiliki kompetensi diri,” imbuhnya.

    Pengurus Kerapatan Pore Sempekat Keroan Kutai (SK2), masa bakti 2015-2020, telah dikukuhkan secara resmi oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Haji Adji Mohd Salehoeddin II, di hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (18/05) kemarin.

    Acara pengukuhan ini juga disaksikan oleh Kepala Dinas/Instansi, tokoh masyarakat dan paguyuban, Ketua DPRD Kukar, Pejabat Muspikab, anggota DPRD Kaltim Syarkowi V Zahri, mantan Bupati Kutai H Said Sjafran, mantan Sekda Kutai H Syahrial Setia, serta sejumlah undangan lainnya. (ekn)



    Sempekat Keroan Kutai (SK2) sebagai organisasi budaya yang didirikan 9 tahun lalu tetap konsisten untuk mengawal adat istiadat serta budaya Kutai yang memiliki nilai dan makna yang sangat tinggi. Dan ini terus dipertahankan serta diperkenalkan kepada generasi penerus, khususnya di benua Kutai Raya.

    Tidak lah berlebihan visi yang dimiliki Sempekat Keroan Kutai, yakni mewujudkan kesadaran urang Kutai yang memiliki tatanan budaya yang tinggi, sejahtera, bermartabat dan memiliki kompetensi diri.

    Sabran, Petinggi Pore SK2 periode 2015-2020
    Foto: Endi
    "Untuk mewujudkan ini, dalam Kerapatan Pore II telah dibuat semboyan organisasi yang mampu memberikan daya juang, motivasi dan inspirasi bagi seluruh keroan densanak yaitu Betulungan Etam Rakat, Kutai Jagau," ujar Dr Sabran SE MSi.

    Dikatakan Sabran, Semboyan SK2 memiliki makna yang mendalam, untuk 'Jagau' diartikan hebat di bidang ekonomi, sosial, politik, pemerintahan dan lainnya.

    "Maka diperlukan sikap kebersamaan, saling membantu, saling memberikan nasehat, saling betulungan. Dengan betulungan, yang tadinya tidak bisa, menjadi bisa dan seterusnya," lanjutnya.

    Sabran menyampaikan sambutan tersebut usai dikukuhkan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Haji Adji Mohd Salehoeddin II, sebagai Petinggi Pore Sempekat Keroan Kutai (SK2) periode 2015-2020 bersama sejumlah pengurus lainnya.

    "Mari kita bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah ini untuk betulungan dan bersama-sama menjaga kedamaian dan ketentraman agar terwujudkan odah etam yang damai, karena damai itu indah," ujarnya lagi.

    Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Unikarta ini terpilih menjadi Petinggi Pore atau pemimpin organisasi budaya Sempekat Keroan Kutai, menggantikan H Awang Yacoub Luthman, setelah melalui musyawarah Kerapatan Pore SK2 yang berlangsung, Sabtu (16/05) siang, di Hotel Grand Fatma, Tenggarong.

    Pengukuhan SK2 berlangsung di Ballroom Mulawarman, Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (18/05), dirangkai dengan pengucapan ikrar dari Ketua paguyuban yang ada di Kukar. Sejumlah undangan hadir dalam acara ini, Sedangkan Bupati Kukar, Rita Widyasari. berhalangan hadir dan diwakilkan kepada Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat, H Bahrul. (ekn)

    Pengukuhan Pengurus Sempekat Keroan Kutai di Hotel Grand Elty Singgasana, Senin 18 Mei 2015
    Foto: Endi

    Untuk ke-empat kalinya Lanjong Art Festival (LAF) akan kembali dilaksanakan, Agenda dua tahunan Yayasan Lanjong, Kutai Kartanegara ini akan berlangsung pada 23-30 Mei mendatang. LAF 2015 akan menyajikan beragam kesenian kontemporer serta puluhan karya seniman ternama dari sembilan negara.

    Ketua Panitia Lanjong Art Festival 2015, Abdul Wachid, menjelaskan, LAF tahun ini mengangkat tema Habis barat terbitlah timur, tema tersebut memang terkesan provokatif era kebarat-baratan dikatakannya sudah habis masa edarnya, dan kini sudah saatnya wilayah timur unjuk gigi.


    "Tapi bukan berarti kita menjadi apriori terhadap budaya Barat, namun lebih diperuntukkan untuk diri sendiri, bahwa sesungguhnya kita punya cara berkesenian dan berbudaya sendiri yang butuh untuk dilestarikan dan kembangkan, serta dapat dijadikan sebagai salah satu media refleksi bagi keadaan sosial yang saat ini tengah berkembang," jelasnya.

    Penasehat Yayasan Lanjong, NH Dwinta Sari, berharap LAF 2015 kali ini dapat menjadi stimulus nyata bagi masyarakat khususnya di Kutai Kartanegara, agar berperan aktif melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya. Menurutnya, sejatinya seni dan budaya itu lahir dari masyarakat dan untuk kebaikan masyarakat itu sendiri.

    Untuk mendukung LAF, beberapa instalasi seni pun telah ditempatkan di beberapa titik di sekitar Ladang Budaya (Ladaya), yaitu amphi teater untuk lomba tari kontemporer, Monolog juga peserta eksibisi, lalu pendopo untuk festival musikalisasi puisi.

    Selain itu ada pula Taman Salaman, keberadaan taman ini di harapkan dapat menjadi sebuah ruang untuk ajang silaturahmi guna membuka jaringan berkesenian dan saling mengenal sesama seniman yang hadir. Ditempat ini juga terdapat wahana out bound, serta paintball studio alam yang anggun untuk memicu adrenalin agar para seniman juga masyarakat bisa berbaur dengan Ladaya.

    Dari informasi yang kutaikartanegaranews terima, Saat ini sudah ada konfirmasi para seniman dari sembilan negara yang akan tampil di LAF 2015. Masing-masing dari Italia, Meksiko, Korea, Australia, Jepang, Malaysia, Singapura, Amerika dan Spanyol. (ekn)

    ,

    SUAR atau Suara Rimba, sebuah project Etnik Musikal Kalimantan, beberapa waktu lalu merilis video rekaman yang diunggah melalui situs popular youtube. SUAR yang merupakan gabungan beberapa personil band metal di kota Tenggarong Kalimantan Timur, mengcover sebuah lagu milik Metallica berjudul Enter Sadman. Lagu tersebut memadukan berbagai alat musik etnik seperti, gendang, gambus, sampek, gong, klenong, dan suling, yang dimainkan bersama dengan alat musik modern. 


    Sejak pertama kali di publish, video  yang direkam di studio distorsi tersebut, mendapat respon positif dari pengguna jejaring sosial. Video berdurasi 10 menit 42 detik ini terbukti sudah dilihat lebih dari 640 viewer, dalam beberapa bagian, nuansa etnik di video ini begitu terasa.

    Dalam fan page resmi Suara Rimba, disebutkan jika project musik etnik ini akan kembali merilis video berikutnya, "Silahkan nantikan video lagu lainnya untuk kami rilis, dan sampai berjumpa di panggung show kami." (ekn)




      SUAR :
    Akbar Haka

    [Kapital Band]
    Vocal,Perkusi,Gong,Suling

    Ari Wardhana

    [Kapital Band]
    Gitar, Perkusi

    Ivan Fahrani

    [Budass]
    Drum, Perkusi

    Eenkid

    [Rantai]
    Bass,Vocal

    Angga Muhammad

    [Biang Kerock]
    Perkusi,Klenong,Gendang

    Wawan Indrawan

    [Wanext Project]
    Keyboard, Synthesizer

    Arif

    [HantamHC]
    Perkusi,Gendang,Gambus

    Ozie

    [Gubang]
    Gambus,Sampek,Gendang


     Image : @SUARkalimantan



    ,

    Setelah merilis nama-nama siswa SMA sederajat yang masuk dalam peringkat 3 besar hasil Ujian Nasional (UN) 2015, Dinas Pendidikan (Diknas) Kukar, kembali mengumumkan 5 besar ranking sekolah UN SMA sederajat di seluruh Kabupaten Kutai Kartanegara. 

    Untuk jurusan IPA, SMA Negeri 1 Tenggarong Seberang, menjadi sekolah yang menempati ranking pertama, dengan total nilai 456.72. Ranking 2, SMA Negeri 2 Tenggarong (451.97), Ranking 3, SMA Negeri 1 Muara Muntai (444.57), Ranking 4, SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang (442.73), dan Ranking 5, SMA YPM Diponegoro Tenggarong Seberang (422.08).


    SMAN 1 Tenggarong Seberang raih peringkat pertama
    Foto: Istimewa
    Rangking pertama untuk SMA jurusan IPS, diraih SMA AL-Munawwaroh Tenggarong dengan nilai 452.85. Peringkat ke 2, SMA Negeri 1 Tenggarong Seberang (451.77), peringkat 3, SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang (444.32), peringkat ke 4, SMA Negeri 2 Tenggarong (443.93), serta SMA Negeri 1 Muara Muntai (433.23) di peringkat 5.



    Sedangkan untuk SMK, Ranking pertama yakni SMK YPK Tenggarong, total nilai 320.07, ranking 2, SMK Nasional Muara Jawa (296.68), ranking 3, SMK Jaya Kencana Kota Bangun (288.69), ranking 4, SMK Pesisir Samboja (285.55), dan ranking 5 diraih SMK Muhammadiyah Sanga Sanga (284.30)

    Sementara itu untuk Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA, MA Miftahul Ulum Anggana meraih nilai 407.22 dan duduk di peringkat pertama,  MA Ribathul Khail Tenggarong (403.22) peringkat 2, MA DDI Karya Baru Loa Janan (394.62) peringkat 3, MA Negeri Tenggarong (387.76) peringkat 4, serta MA Negeri Kota Bangun (364.48) di peringkat 5.

    Terakhir untuk Madrasah Aliyah jurusan IPS, Ranking pertama dengan nilai 437.62 diraih MA Al-Mukarramah Muara Jawa, Ranking 2, MA As'Adiyah Marang Kayu (435.67), Ranking 3, MA Nahdlatul Wathan Tenggarong Seberang (425.23), Ranking 4, MA Nuruddin Samboja (418.23), dan MA Hidayatul Mubtadiin Muara Kaman (407.15) menyabet ranking 5. (ekn)



    Ranking Sekolah UN Jenjang SMA Sederajat TP. 2014/2015

    5 Besar Rangking Sekolah Se-Kukar Tahun Pelajaran 2014/2015

    SMA IPA
    Rangking
    Nama Sekolah
    Jumlah Peserta
    Total
    I
    SMA NEGERI 1 TENGGARONG SEBERANG
    47
    456.72
    II
    SMA NEGERI 2 TENGGARONG
    140
    451.97
    III
    SMA NEGERI 1 MUARA MUNTAI
    20
    444.57
    IV
    SMA NEGERI 2 TENGGARONG SEBERANG
    94
    442.73
    V
    SMA YPM DIPONEGORO TENGGARONG SEBERANG
    17
    422.08

    SMA IPS
    Rangking
    Nama Sekolah
    Jumlah Peserta
    Total
    I
    SMA AL-MUNAWWAROH TENGGARONG
    11
    452.85
    II
    SMA NEGERI 1 TENGGARONG SEBERANG
    55
    451.77
    III
    SMA NEGERI 2 TENGGARONG SEBERANG
    28
    444.32
    IV
    SMA NEGERI 2 TENGGARONG
    84
    443.93
    V
    SMA NEGERI 1 MUARA MUNTAI
    70
    433.23

    MA IPA
    Rangking
    Nama Sekolah
    Jumlah Peserta
    Total
    I
    MA MIFTAHUL ULUM ANGGANA
    33
    407.22
    II
    MA RIBATHUL KHAIL TENGGARONG
    29
    403.21
    III
    MA DDI KARYA BARU LOA JANAN
    26
    394.62
    IV
    MA NEGERI TENGGARONG
    44
    387.76
    V
    MA NEGERI KOTA BANGUN
    18
    364.48

    MA IPS
    Rangking
    Nama Sekolah
    Jumlah Peserta
    Total
    I
    MA AL-MUKARRAMAH MUARA JAWA
    16
    437.62
    II
    MA AS'ADIYAH MARANG KAYU
    12
    435.67
    III
    MA NAHDLATUL WATHAN TENGGARONG SEBERANG
    13
    425.23
    IV
    MA NURUDDIN SAMBOJA
    34
    418.23
    V
    MA HIDAYATUL MUBTADIIN MUARA KAMAN
    21
    407.15

    SMK
    Rangking
    Nama Sekolah
    Jumlah Peserta
    Total
    I
    SMK YPK TENGGARONG
    415
    320.07
    II
    SMK NASIONAL MUARA JAWA
    87
    296.68
    III
    SMK JAYA KENCANA KOTA BANGUN
    70
    288.69
    IV
    SMK PESISIR SAMBOJA
    48
    285.55
    V
    SMK MUHAMMADIYAH SANGASANGA
    32
    284.30

    Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai kartanegara



Top