Festival Bukit Biru, Upaya Menghidupkan Potensi Budaya di Kampung

Unind Accoustic ikut ambil bagian dalam Festival Bukit Biru di dusun Taman Arum, Desa Sumber Sari
Foto: Endi

Murni Swadaya, Seniman Tampil Tanpa Kompensasi

Festival Bukit Biru bertajuk "Ngapeh Bunyi Dalam Satu Ruang" di dusun Taman Arum, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), berlangsung Sabtu (30/07) malam, dengan menyajikan pertunjukan seni musik, tari, puisi dan monolog.

Acara yang digelar sejak pukul 20.00 Wita ini. tak hanya diisi dengan penampilan para seniman asal Kukar, namun seniman dari Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU) dan Muara Jawa ikut ambil bagian.

Pengisi acara yang tampil diantaranya Pondok Dongeng Kaltim, Seni tari Handil Borneo, Oi KPJ dan Bengkel Seni, Pembacaan puisi oleh Syaiful Aulia, Seni tari Jamal Loge (PPU), Gubang Art Community, diakhiri dengan kolaborasi saling silang, bunyi gerak dan kata dari para seniman.

Penggagas Festival Bukit Biru, Tri Andi Yuniarso yang juga pentolan kelompok musik TOPA mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh Jaringan Kampung Nusantara dan Pemerintah Desa Sumber Sari.

"Sebenarnya ini kegiatan yang di inisatif dari Jaring Kampung Nusantara, yaitu tujuannya ingin mengembalikan lagi kejayaan kampung-kampung di nusantara kita," terangnya kepada media ini.

Dipilihnya desa Sumber Sari sebagai tempat pelaksaan festival. lanjutnya, karena desa ini telah menjadi desa Agro Wisata serta lokasinya mudah dijangkau, terutama di dusun Taman Arum yang menjadi tujuan wisatawan menuju puncak Bukit Biru,

"Yang akan datang kita akan menyentuh kampung-kampung lain, disini juga nanti akan ada program kampung berbagi ide, dimana kita bisa menuangkan ide-ide dan kita bagikan kepada masyarakat di kampung," jelasnya.

Andi berharap, potensi-potensi budaya di kampung khususnya dusun Taman Arum, Desa Sumber Sari, bisa kembali hidup dan masyarakatnya tidak hanya sebagai penonton, tapi juga ikut berpartisipasi penuh.

Ditambahkannya, Festival tersebut murni dari swadaya masyarakat dan para seniman yang tampil tidak mendapat kompensasi apapun dari pihak penyelenggara. 

"Ini bentuk kepedulian dari para seniman dan sadar bahwa masyarakat di kampung juga punya hak yang sama untuk mengapresiasi karya-karya seni," ucapnya.

Festival ini sambung Andi, sekaligus merupakan persiapan menuju Festival Kampong Tani Etam pada 28-30 Sepeterber 2016 mendatang.

"Dua bulan yang akan datang akan kita gelar event lebih besar yaitu Festival Kampong Tani Etam di desa Sumber Sari, dimana desa ini merupakan sentra pertanian. padi dan palawija," ujarnya. (end)

Seniman yang tampil dalam Festival Bukit Biru tak hanya dari Kukar, ada pula yang datang dari PPU
Foto: Endi







Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top