Gandeng Hitachi Jepang, Kukar Rencanakan Bangun Rumah Sakit Khusus Kanker

Rita Widyasari memberikan letter of support terhadap pembangunan RS Kanker oleh Hitachi Asia kepada Takao Kuboniwa (GM Radiation Oncology System Division Hitachi LTd).
Foto: Dok. BPMPD Kukar

Rencana pembangunan rumah sakit khusus penanganan kanker dengan metode Proton Beam Therapy (PBT) di Kutai Kartanegara (Kukar) terungkap dalam pembicaraan Bupati Kukar Rita Widyasari saat berkunjung ke PT Hitachi di Kasiwa Noha smart city, Jepang.

Didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD), Bambang Arwanto, kunjungan orang nomor satu di Kukar itu disambut oleh Hiroki Sonehara, Asistent Manager Asia Pacific Centre Regional Strategis Division Pt Hitachi Ltd, Selasa (20/12) lalu.

Dikatakan Bambang, Sonehara menjelaskan kepada Bupati Kukar berbagai keunggulan produk teknologi Hitachi yang akan mendukung rencana pembangunan rumah sakit Kanker PBT di Kukar. 

"Diantaranya keunggulan teknologi dalam mengatur pelayanan publik perkotaan, mengingat Hitachi berusaha membantu menarik pengunjung ke Kukar dengan RS Kanker PBT sebagai medical tourism atau pariwisata medis," terangnya.

PBT, kata Bambang, merupakan teknik pengobatan kanker yang paling canggih saat ini, dimana penyakit kanker tidak lagi di teraphy dengan cara kemotheraphy, melainkan dengan mengikis sel kanker, sehingga pasien tidak perlu mengalami kerontokan rambut dan kulit terbakar, dengan tingkat keberhasilan sampai dengan 98 persen dan waktu pengobatan hanya 1,5 bulan.

"Rencananya rumah sakit ini dibangun dengan cara kerjasama dengan RS AM parikesit. Jika terlaksana, maka ini merupakan rumah sakit kanker dengan meode PBT pertama di Indonesia," ujarnya, saat dihubungi Rabu (21/12).

Dengan kehadiran teknologi PBT di Indonesia, maka Hitachi Asia akan melakukan bebrapa kajian terhadap transfer knowledge atau memberian pengetahuan kepada universitas yang memiliki fakultas kedokteran, bekerjasama dengan Tsukuba University Hospital milik PT Hitachi, dan bahkan akan menjadikan RS AM Parikesit sebagai mitra RS Tsukuba.

Diungkapkan Bambang, Hitachi cukup serius menggarap kerjasama ini, bahkan Hitachi berniat mengandeng PT Sarana Multi Infrastruktur dalam pembangunan RS Kanker PBT nanti. Menurutnya, Pertemuan dengan PT SMI rencananya akan dilaksanakan di bulan Januari 2017. 

"Setahu saya mereka (Hitachi dan PT SMI) sudah berbicara dengan konsorsium mereka yaitu PT Telkom Indonesia. Mereka menggandeng PT Telkom karena memiliki divisi bisnis dan jaringan asuransi kesehatan yang kuat di Indonesia sebagai basis bagi pengembalian investasi RS Kanker PBT tersebut," ujarnya lagi.

Selain berkunjung ke PT Hitachi, Bupati Kukar juga mendatangi Tsukuba University Hospital di Ueno Tokyo untuk mendapatkan penjelasan tentang PBT Cancer Hospital oleh Takao Kuboniwa (GM Radiation Oncology System Division Hitachi LTd).

Dihadapan Bupati Kukar, Kuboniwa menjelaskan, beberapa rumah sakit terkenal di Amerika dan Eropa sebenarnya menggunakan teknologi PBT Hitachi dalam menyembuhkan pasien kanker tanpa melalui kemoteraphy. 

Dalam kesempatan itu pula, Rita memberikan letter of support terhadap pembangunan RS Kanker oleh Hitachi Asia kepada Kunibowa, sebagai bentuk dukungan terhadap minat yang diberikan PT Hitachi Asia kepada Pemkab Kukar untuk membangun RS Kanker di Kukar.

Saat ini, kata Rita, Hitachi sedang melakukan berbagai kajian dan penjajakan untuk memasukkan teknologi PBT ke Indonesia karena teknologi ini memerlukan kerjasama juga dengan fakultas kedokteran dan Rumah Sakit.

"Mereka butuh waktu untuk bicara dengan konsorsiumnya mengingat ini investasi murni, dan mereka sudah mengajukan surat pernyataan minat ini hampir satu tahun yang lalu," tuturnya.

Melihat progres yang semakin konkrit, Rita pun memberikan dukungannya. "Kita doakan agar pembangunan rumah sakit khusus kanker ini dapat terlaksana, sehingga Kukar juga menjadi daerah tujuan wisata medis kedepannya," harapnya. (hayru/end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top