Wisata Religi di Muara Badak, Majelis Ta'lim Gelar Pengajian di Pantai Panritalopi

Puluhan anggota Majelis Ta'lim Assai'dah usai menggelar pengajian sekaligus wisata religi di pantai Panritalopi
Foto: R. Hidayat

Pantai tak hanya menjadi tempat menikmati liburan, buktinya pantai juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata religi, seperti yang terlihat pada Minggu (12/03) kemarin, puluhan anggota Majelis Ta'lim-Assa'idah, menggelar pengajian di pantai Panritalopi, pulau Pangempang, Kecamatan Muara Badak.

"Dengan kegiatan wisata religi ini, mudah-mudahan dengan kita melihat keajaiban Allah yang diberikan kepada warga Muara Badak khususnya ciptaan keberadaan laut yang begitu indah dan hutan mangrovenya, kita akan lebih mensyukuri nikmat Allah," terang Sunarti pimpinan Majelis Ta'lim-Assa'idah.

Diungkapkannya, majelis ta'lim yang berpusat di Masjid Baitul Hikmah, Jalan Perintis, Desa Badak Baru ini selain rutin menggelar kegiatan pengajian di masjid dan rumah warga, juga memiliki program sosial.

"Program kita setiap tahun khususnya pada setiap bulan Asy-Syura yaitu menyantuni anak-anak yatim piatu sebagai bagian dari program pendidikan," ujarnya.

Sunarti pun menjelaskan alasan dibalik dilaksanakannya kegiatan pengajian yang sebelumnya belum pernah dilakukan di alam terbuka. 

"Karena kami sangat mendukung sekali program pemerintah untuk menggerakkan pariwisata, jadi kami sebagai warga disini sangat bersyukur sekali dengan adanya program ini (wisata religi, Red) supaya Muara Badak akan lebih maju kedepannya," tuturnya.

Tak lupa Sunarti juga menghimbau dan menyampaikan pesan kepada para pengunjung pantai Panritalopi agar menjaga kebersihan dan keindahan alam wisata di pulau Pangempang. "Sehingga dengan menjaga alam kita bisa mensyukuri nikmat sang pencipta," ucapnya.

Sementara itu pengelola pantai Panritalopi, Ahmad atau yang akrab disapa Daeng Lompo, mengaku kegiatan anggota majelis ta'lim di pantai ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kecamatan Muara Badak.

"Selain untuk mengenalkan pantai Panritalopi sebagai tujuan wisata, tetapi kita juga ingin menyampaikan kepada pengunjung bahwa pantai pun bisa menjadi tempat wisata religi, sehingga keberadaan alam sekitar bisa semakin mendekatkan kita kepada yang maha kuasa," ujarnya.

Untuk diketahui, sejak dibuka beberapa waktu lalu, pantai Panritalopi setiap minggunya kerap didatangi pengunjung, tak hanya dari Muara Badak, namun juga dari kota-kota sekitar Kaltim, seperti Samarinda, Tenggarong, Balikpapan hingga Bontang.

Bahkan pada tanggal 24-26 Februari 2017 lalu, untuk kali pertama digelar event Camping Seru dan Festival Pantai Panritalopi. Selain itu, pantai ini juga menjadi lokasi penelitian mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top