Ponpes Al-Mahsyar Nurul Iman Diresmikan, Miliki Masjid Berkapasitas 2 Ribu Jamaah

Peresmian ponpes Al-Mahsyar Nurul Iman ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Rita Widyasari
Foto: Endi

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, meresmikan pondok pesantren (Ponpes) dan MTs (Madrasah Tsnawiyah) Al-Mahsyar Nurul Iman, Sabtu (29/07) kemarin.

Pondok pesantren ini terletak di Jalan Sultan Solehudin KM 2, Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Rita Widyasari, didampingi Ketua Yayasan Al-Mahsyar Nurul Iman, Hj Erna Fauziah, disaksikan para guru, orang tua santri, tokoh agama dan masyarakat, serta unsur FKPD Kukar.

Rita pun mengungkapkan rasa gembiranya atas diresmikannya salah satu lembaga pendidikan berbasis keagamaan di kabupaten yang dipimpinnya.

“Semoga dengan keberadaannya, lembaga pendidikan ini kedepannya akan memberikan kontribusi nyata dalam memberdayakan sumber daya insani yang terdidik, dan berkarakter keagamaan Islam,” ucapnya.

Menyikapi keberadaan ponpes Al-Mahsyar Nurul Iman, lanjutnya, pemkab merasa berbangga dan optimis jika pesantren ini kedepannya akan menjadi ikon bagi Kukar.

Masjid di komplek ponpes Al-Mahsyar Nurul Iman ini mampu menampung hingga 2 ribu jamaah
Foto: Endi

“Dilengkapi dengan bangunan fisik, prasarana pendidikan, serta operasional yang memadai, tentu akan membuat lembaga pendidikan ini menjadi pilihan pendidikan Islam bagi warga masyarakat dari dalam dan luar Kukar,” cetus Rita.

Sementara Ketua Yayasan Al-Mahsyar Nurul Iman, Hj Erna Fauziah, menyatakan rasa syukurnya atas dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2017/2018 di pesantren ini.

Dikatakannya, pesantren yang didirikan bersama mendiang suaminya Almarhum Bachtiar Effendi (Mantan Ketua DPRD Kukar), baru memiliki lembaga pendidikan formal jenjang MTs dengan jumlah siswa yakni 60 santri putra dan 42 santri putri.

“Mereka dibagi menjadi 2 kelas putra dan 2 kelas putri. Berikutnya akan dibuka jenjang madrasah Ibtidaiyah dan Aliyah. Bahkan kami bercita-cita akan ada perguruan tinggi di komplek pondok pesantren ini,” ungkapnya.

Sedangkan sarana dan prasarana yang dimiliki yakni, masjid dengan kapasitas lebih kurang 2 ribu jamaah, gedung serbaguna berkapasitas 24 kamar tidur, dan mampu menampung undangan lebih dari 1.500 orang.

Selain itu, ponpes yang dibangun tanpa dana pemerintah ini mempunyai 32 ruang belajar yang siap digunakan, asrama putra/putri, perumahan tenaga pendidik, serta laboratorium Bahasa, IPA dan komputer.

“Biaya pendidikan dan pemukiman yang kami terapkan menggunakan rasio 70 persen dari jumlah santri dikenakan biaya, dan 30 persen dari jumlah santri bebas biaya,” jelas Erna. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top