, ,

    Kediaman Ratu dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura (insert: Almarhummah)
    (Foto: Istimewa)

    Ratu dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Hj Adji Aida Amidjoyo gelar Hj Adji Ratu Prabu Ningrat meninggal dunia, Minggu (19/12/2021) pagi.

    Almarhummah merupakan istri dari Almarhum Sultan Kutai ke-XX Haji Adji Muhammad (HAM) Salehoeddin II yang telah lebih dulu wafat pada 5 Agustus 2018.


    Ibu dari Sultan Kutai ke-XXI HAM Arifin ini meninggal dunia dalam usia 93 tahun di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang.

    Salah satu putra Almarhummah yakni HAM Khairuddin mengatakan, Ibunda Ratu yang lahir pada 29 Mei 1928 ini wafat sekitar pukul 09.45 Wita.

    "Beliau dirawat sejak Rabu (15/12/2021) karena sakit," ujar pria bergelar H Adji Pangeran Hario Seoerya Adi Kesuma ini.

    Jenazah kini disemayamkan di kediaman Almarhummah di Jalan S. Parman, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

    "Saat ini kami pihak keluarga dan kerabat kesultanan masih mendiskusikan untuk waktu dan prosesi pemakaman beliau," ucapnya.

    Direncanakan Almarhummah akan dimakamkan berdampingan dengan sang suami Sultan HAM Salehoeddin II di pemakaman Raja-raja komplek Museum Mulawarman.

    "Insya Allah jenazah Ibunda Ratu akan dimakamkan besok (Senin, Red)," sambungnya.

    Sama seperti ketika Sultan HAM Salehoeddin II akan dimakamkan, nantinya jenazah Ratu Kesultanan Kutai itu akan dibawa menggunakan Damar Semuruk yakni sejenis keranda untuk mengangkat pengusungan jenazah yang dikhususkan bagi raja dan Ibu Suri.


    Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kukar ikut melayat dan mendoakan Almarhummah, diantaranya Sekda Kukar Sunggono, Dandim 0906/KKR Letkol Inf Charles Alling, serta Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama. (end)

    , ,

    Update sebaran corona yang dirilis Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara per 31 Maret 2020
    (Grafis: kutaikartanegaranews.com)

    Data sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di 18 kecamatan Se-Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Selasa (31/03) siang, kembali mengalami perubahan.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar merilis, 11 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) turun menjadi 10 orang setelah 1 orang diantaranya dinyatakan selesai menjalani isolasi.

    Sementara untuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) di 6 kecamatan tidak mengalami perubahan,  Muara Jawa masih 2 orang, Sanga-Sanga 10 orang, Marangkayu 16 orang, Tenggarong Seberang 27 orang, Muara Kaman 7 orang, dan Kenohan 3 orang

    Namun 12 kecamatan angkanya kembali naik, Tenggarong ada 86 orang, Loa Kulu 12 orang, Loa Janan 24 orang, Sebulu 35 orang, Kota Bangun 11 orang, Muara Wis 7 orang, Muara Muntai 3 orang
    Kembang Janggut 6 orang dan Tabang 3  orang.

    Kemudian Samboja menjadi 15 orang, Muara Badak 39 orang, serta Anggana 12 orang. Total jumlah ODP Se-Kukar hingga hari ini sebanyak 318 orang.

    "Untuk Orang Dalam Pemantauan 288 masih menjalani proses isolasi, 30 orang telah selesai menjalani isolasi," ujar Kepala Dinkes Kukar dr Martina Yulianti.

    Ditambahkannya, dua pasien positif corona masih menjalani isolasi di RSUD AM Parikesit. namun terdapat perbedaan data dimana Dinkes Provinsi Kaltim menyebutkan hanya ada 1 satu pasien positif di Kukar.

    "Sebenarnya untuk Kukar itu positifnya satu, yang satunya itu domisilinya Kutim (Kutai Timur). Jadi kalau ada perbedaan data di provinsi dan Kukar itu karena yang positif kedua dimasukkan ke Kutim, walaupun yang bersangkutan masih dibawah pengawasan kita," kata Yuli. (end)

    , ,

    Bupati Kukar Edi Damansyah saat meninjau lokasi kebakaran di kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong
    Foto: Endi

    Menghadapi musibah kebakaran yang kerap terjadi beberapa bulan terakhir, Bupati Kukar Edi Damansyah, akan memperkuat Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) di setiap Kelurahan/Desa.

    "Saya minta kepada Lurah dan Kepala Desa untuk memfasilitasi pembentukan relawan," ujarnya saat mengunjungi korban musibah kebakaran di Jalan Panjaitan, Gang Sentosa, RT 7, kelurahan Loa Ipuh, kecamatan Tenggarong, Selasa (19/03/2019) pagi.

    Edi berharap, relawan yang nantinya terbentuk berbasis kekuatan masyarakat. Pemkab Kukar juga akan membantu untuk memfasilitasi sarana dan prasarana. 

    "Ini memang menjadi perhatian kita, karena situasi kondisi ini sering terjadi, langkah-langkah antisipatifnya yang memang perlu dilakukan," katanya.

    Selain itu, ia juga menghimbau untuk mengaktifkan kembali Siskamling, serta meminta seluruh Lurah dan Kepala Desa melakukan sosialisasi kepada masing-masing RT agar meningkatkan kewaspadaan.

    Baca JugaEdi Damansyah Instruksikan Pembentukan Relawan Balakar di 18 Kecamatan

    "Harus dipastikan kompor, aliran listrik dimatikan kalau bepergian. Karena dari beberapa kali kebakaran yang kami evaluasi di beberapa kecamatan, paling dominan penyebabnya adalah listrik," bebernya.

    Terkait pembentukan Balakar, Kepala BPBD Kukar Marsidik, menyebutkan, sesuai dengan arahan dan kebijakan Bupati Kukar itu, pihaknya akan memberdayakan masyarakat dalam penanggulangan bencana.

    "Tidak hanya kebakaran permukiman, hutan serta lahan, termasuk banjir, tanah longsor dan sebagainya," ucapnya.

    Menurutnya, pembentukan Balakar di Kukar sangat penting mengingat geografis wilayah yang sangat luas.

    "Kalau tiap-tiap kelurahan bahkan tiap RT itu ada Balakar yang peduli bencana, maka itu merupakan kekuatan yang sangat besar. Pemerintah dalam hal ini BPBD akan memberikan support terhadap keswadayaan masyarakat tersebut," jelasnya. (end)


Top