Program Satu RT Satu Laptop Tahap Pertama Direalisasikan

Bupati Rita Widyasari menyerahkan bantuan laptop secara seimbolis kepada 14 Ketua RT di Tenggarong
Foto: Endi

Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), merealisasikan program Satu RT Satu Laptop kepada Ketua RT Se-Kecamatan Tenggarong.

Bantuan tahap pertama diperuntukkan bagi 351 Ketua RT dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rita Widyasari kepada 14 Ketua RT, Rabu (05/07) di Pendopo odah Etam.

Rita mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Pengembangan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) II, dengan tujuan memberdayakan masyarakat secara masif, komprehensif, integral dan horizontal.

"Sehingga tokoh-tokoh yang kami sebut Ketua RT yang dipercaya ditempatnya bisa mendata apa saja secara tepat dan transparan," tuturnya.

Menurut Rita, diberikannya laptop tersebut demi membantu tugas pendataan di lingkungan masing-masing.

"Kenapa harus diberikan kepada Ketua RT, karena mereka harus mendata kematian, kelahiran, juga harus mendata siapa yang miskin, dan itu harus ada program atau software yang dibuat," ujarnya.

Seluruh Ketua RT yang menerima laptop, kata Rita, selanjutnya akan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis, sebab dirinya percaya para Ketua RT bisa memasukkan data warga miskin yang harus dibantu.

"Insya Allah kita akan secara masif membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan melalui program album kemiskinan yang akan kita link kan kepada Ketua RT," tegas Rita.

Ditambahkannya, program ini juga selaras dengan terpilihnya Kukar sebagai percontohan smart city bersama 24 daerah lainnya di Indonesia.

"Untuk menjadi smart city tidak hanya melengkapi diri dengan wifi atau internet, tapi juga menyiapkan orang-orang yang smart. Orang yang smart itu tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat," tandas Rita.

Sementara Kepala Disdukcapil Kukar Getsmani Z mengatakan, Kecamatan Tenggarong menjadi pilot project Satu RT Satu Laptop, dan program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Kukar. 

"Mengingat banyaknya RT dan masalah disparitas wilayah di Kukar, dan belum lagi ketersediaan listrik dan jaringan komunikasi data, sehingga pelaksanaan dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Getsmani berharap, setiap tahapan dapat memberikan pengalaman yang dapat memperbaiki pelaksanaan implementasi program Satu RT Satu Laptop.

"Sehingga sarana tersebut dapat berdaya guna secara maksimal, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan terhadap masyarakat," cetusnya. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top