kutaikartanegaranews »
Kesultanan Kutai
,
News
,
Seni - Budaya
»
Anggaran Erau Adat Kutai 2026 Dalam Bentuk Hibah, Begini Penjelasan Kadisdikbud
Anggaran Erau Adat Kutai 2026 Dalam Bentuk Hibah, Begini Penjelasan Kadisdikbud
![]() |
| Terkait hibah anggarau Erau 2026, Kadisdikbud Kukar sampaikan penejelasan ke sejumlah wartawan (Foto: Fairuz) |
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kukar dan dukungan Kementerian Pariwisata, dengan mekanisme penganggaran di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar yang tahun ini seluruhnya disalurkan dalam bentuk hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah, Kamis (20/8/2026) di Pendopo Odah Etam, mengatakan, pembiayaan Erau tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Kementerian Pariwisata. Namun, besaran dukungan dari pemerintah pusat masih menunggu penyesuaian karena pelaksanaan Erau masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan saat ini masih dalam proses efisiensi.
“Terkait anggaran Erau tahun ini kita kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kukar dengan Kementerian Pariwisata. Hanya saja karena Erau ini sudah masuk Karisma Event Nusantara, maka angka pastinya dari Kementerian Pariwisata itu belum ada,” ujar Heriansyah.
Menurutnya, besaran dukungan dari Kementerian Pariwisata masih perlu disesuaikan kembali. Sementara itu, Pemkab Kukar tetap mengalokasikan anggaran melalui APBD dengan besaran yang relatif sama seperti tahun sebelumnya.
“Perlu dilakukan penyesuaian kembali karena dalam proses efisiensi. Lalu dari APBD itu juga ada, nah APBD itu sama seperti tahun sebelumnya,” jelasnya.
Seluruh Anggaran Disdikbud Berbentuk Hibah
Heriansyah yang juga merupakan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjelaskan, terdapat perbedaan mekanisme penganggaran Erau tahun ini. Jika sebelumnya terdapat program atau kegiatan yang dikelola Disdikbud, pada 2026 anggaran tersebut seluruhnya diberikan dalam bentuk hibah kepada Kesultanan.
“Tahun ini memang berbeda, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak ada dalam bentuk program kegiatan, semua hibah kepada Kesultanan,” katanya.
Ia merinci, anggaran untuk pelaksanaan acara sakral Erau berada di kisaran Rp4 miliar. Sementara anggaran untuk kegiatan seremonial juga sekitar Rp4 miliar.
“Total anggaran untuk acara sakral sekitar Rp4 miliar-an, kemudian seremonialnya itu sekitar Rp4 miliar juga. Seremonial itu seperti acara pembukaan, ada ekspo, dan ada pentas budaya di depan Kedaton dan lapangan parkir Stadion Rondong Demang,” ungkapnya.
Namun, menurut Heriansyah, hibah kepada Kesultanan tidak hanya diperuntukkan bagi pelaksanaan rangkaian Erau. Di dalamnya juga terdapat dukungan untuk operasional Kesultanan, termasuk pemeliharaan fasilitas Kedaton.
“Hibah itu juga di dalamnya termasuk untuk operasional Kesultanan, termasuk misalnya bagaimana memelihara Kedaton, mengecat, kemudian ada yang bocor-bocor,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Heriansyah menyebut total anggaran hibah tersebut berada di kisaran Rp15 miliar. (*)


Tidak ada komentar: