,


    NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, beserta jajaran meresmikan kegiatan penarikan sejumlah 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026 setelah menjalani program pengabdian dan magang di Otorita IKN.

    Program KKN Bersama KUC–BSN Tahun 2026 dilaksanakan pada 13 Juli hingga 5 Agustus 2026 di kawasan IKN. Melalui program ini, mahasiswa ditempatkan pada sejumlah unit kerja Otorita IKN sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, mulai dari hukum, perencanaan makro, pertanahan, pengendalian penyelenggaraan pemerintahan dan perizinan Pembangunan, pelayanan dasar, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, ketahanan pangan, investasi dan kemudahan berusaha, pembiayaan, sarana prasarana dasar, sarana prasarana sosial, hingga pengelolaan gedung, kawasan, dan perkotaan.

    Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan bahwa kegiatan KKN harus dimaknai secara mendalam, bukan hanya sebagai kegiatan akademik, melainkan ruang belajar bagi mahasiswa menuju fase kerja, khususnya untuk memahami persoalan nyata dalam membangun sebuah kota baru.

    “Kegiatan ini bukan hanya untuk survei, tetapi bagaimana cara kita menyelesaikan masalah itu. Jangan sampai mahasiswa KKN ikut kegiatan ini hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Carilah value dan manfaat kegiatannya untuk diri kita sendiri,” ujar Basuki, pada Rabu (05/08/2026).

    Sebanyak 34 mahasiswa tersebut berasal dari tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Kutai Kartanegara, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Program pengabdian ini diikuti oleh berbagai latar belakang program studi, antara lain agroteknologi, teknik pertambangan, teknik lingkungan, perencanaan wilayah dan kota, teknik sipil, hukum, ekonomi dan bisnis, pertanian, psikologi, manajemen, akuntansi, serta bidang ilmu lainnya.

    Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan KKN LPPM Universitas Borneo Tarakan, Anang Sulistyo, S.P., M.P, sekaligus mewakili Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tematik di IKN memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja, etos, dan tanggung jawab. Menurutnya, pengalaman tersebut penting dalam membangun karakter mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN yang telah menerima kami dan memberikan pelajaran, bukan hanya teori, tetapi juga aplikasi di lapangan. Dari sini mahasiswa belajar bagaimana dunia kerja, termasuk etos dan tanggung jawab. Dari sekian banyak, yang akan terpilih nantinya adalah orang-orang yang memiliki karakter dan etos yang mumpuni, bukan hanya dari segi IPK saja,” ujar Anang.

    Menutup kegiatan tersebut, salah satu peserta KKN dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Aleandra Bonita Khansa Werat, menyampaikan apresiasi atas pengalaman belajar langsung di Otorita IKN. Menurutnya, KKN Tematik di IKN memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami kerja pemerintahan serta interaksi dengan masyarakat, salah satunya melalui proses penyelarasan regulasi dalam pembangunan Nusantara.

    “Selama KKN, ini jatuhnya kan KKN Tematik. Ini unik karena kita magang di pemerintahan, sekaligus turun ke masyarakat. Kalau yang saya pelajari adalah bagaimana menyelaraskan undang-undang IKN dan undang-undang lainnya, untuk kemudian membentuk undang-undang Pemdasus. Untuk Ibu Kota Nusantara, semoga pembangunan ini bisa cepat selesai, agar bisa cepat merata juga ke seluruh Kalimantan,” tutupnya.

    Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

    ,

    Camat Sebulu Edy Fahruddin pantau langsung kondisi siswa yang diduga alami keracunan MBG
    (Foto: Istimewa)

    KUTAI KARTANEGARA – Puluhan pelajar di Desa Sebulu Ulu, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) diduga mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (3/8/2026).

    Berdasarkan laporan sementara, para pasien yang menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Sebulu I mengeluhkan gejala berupa pusing dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sejumlah sekolah.

    Data sementara mencatat sebanyak 46 orang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sebulu I. Dari jumlah tersebut, 27 orang mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), sedangkan 19 orang menjalani pemeriksaan di Poli Anak.

    Penerima manfaat yang terdampak berasal dari sejumlah satuan pendidikan, yakni siswa SDN 025, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta enam siswa SDN 003 Sebulu Ulu. Selain itu, seorang warga bernama Sunarsih yang bertugas mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada balita di Posyandu Cempa Unggu, Desa Sebulu Ulu, juga mengalami gejala serupa.

    Camat Sebulu, Edy Fahruddin, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pemerintah kecamatan masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kesehatan untuk memastikan penyebab para pasien mengalami keluhan tersebut.

    "Benar, ada warga yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sebulu I setelah mengalami keluhan pusing dan sakit perut. Saat ini mereka sudah ditangani oleh tenaga kesehatan dan sebagian sudah di suruh pulang ke rumah. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak puskesmas dan dinas terkait untuk mengetahui penyebab pastinya," ujar Edy Fahruddin.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan Puskesmas Sebulu I, pihak penyelenggara program MBG, serta instansi terkait untuk melakukan penanganan dan pemantauan terhadap kondisi para pasien.

    "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi. Pemerintah akan menyampaikan perkembangan setelah ada hasil pemeriksaan yang valid," tambahnya.

    Sementara itu, pihak Puskesmas Sebulu I telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pasien yang datang dan terus memantau kondisi kesehatan mereka. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (*)

    ,

    Foto: Ilustrasi

    LOA KULU – Seorang nelayan dilaporkan diduga tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan RT 019, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (2/8/2026). 

    Hingga Minggu siang, korban dikabarkan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, melalui laporan yang diterima menyebutkan, personel piket Polsek Loa Kulu bersama unsur terkait melakukan pengecekan ke lokasi kejadian sekitar pukul 12.00 WITA setelah menerima informasi adanya dugaan orang tenggelam.

    "Pengecekan di lokasi melibatkan personel Polsek Loa Kulu, Ketua RT 019 Desa Jembayan, Relawan Kamaseku Loa Duri Ulu, Damkar Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Damkar Kecamatan Loa Kulu," terangnya.

    Korban diketahui bernama Achdar Has (64), warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Sehari-hari korban bekerja sebagai nelayan yang mencari ikan dengan metode merawai di sepanjang alur Sungai Mahakam, mulai dari wilayah Pongkor hingga Jembayan.

    "Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 06.30 WITA salah seorang nelayan, Taufik, berangkat mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru menggunakan transportasi air. Saat kembali sekitar pukul 08.00 WITA, ia melihat perahu milik korban hanyut tanpa seorang pun berada di atasnya," kata Kapolsek.

    Merasa curiga, saksi kemudian mendekati perahu tersebut dan memastikan bahwa korban tidak berada di dalam kapal. Perahu berwarna biru putih beserta peralatan memancing milik korban ditemukan mengapung di sekitar lokasi.

    "Temuan tersebut kemudian diinformasikan kepada warga sekitar. Selanjutnya warga menghubungi pihak keluarga untuk memastikan keberadaan korban. Anak korban menyampaikan bahwa ayahnya belum kembali ke rumah sejak berangkat bekerja pada pagi hari," tambah AKP Hari Supranoto.

    Berdasarkan kondisi tersebut, korban diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, RT 019 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.

    "Polsek Loa Kulu bersama Satpolairud Polres Kukar, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Relawan Kamaseku langsung berkoordinasi melakukan upaya pencarian serta mendata identitas korban maupun para saksi," sambungnya

    Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian oleh tim gabungan terus dilakukan. Polisi menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila terdapat informasi terbaru terkait pencarian korban. (*)

    , ,


    TENGGARONG – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Gerakan Nasional Pemasangan Bendera Merah Putih.

    Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Kukar tentang Pelaksanaan Gerakan Nasional Pemasangan Bendera Merah Putih di Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026. Surat edaran ini merupakan tindak lanjut atas Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.1.1/5191/SJ tentang Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026.

    Melalui surat edaran tersebut, Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri mengimbau Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat untuk bersama-sama memasang Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan semangat nasionalisme.

    Pemasangan bendera dilakukan dengan mengedepankan asas sukarela, gotong royong, dan kebersamaan melalui pelibatan berbagai pemangku kepentingan di seluruh wilayah Kukar. Gerakan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memperkuat semangat persatuan bangsa.

    Disebutkan dalam surat edaran ini bahwa gerakan pemasangan bendera dimulai sejak 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026. Seluruh masyarakat diharapkan telah memasang Bendera Merah Putih paling lambat pada 7 Agustus 2026 sesuai ketentuan ukuran bendera dan tiang yang telah ditetapkan.

    Sebagai puncak kegiatan, pemasangan Bendera Merah Putih secara serentak akan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 mulai pukul 06.00 WITA. Di tingkat kabupaten, kegiatan akan dipimpin langsung oleh Bupati Kukar bersama Forkopimda dengan melibatkan seluruh OPD, BUMN, BUMD, perbankan, partai politik, pelaku usaha, dan elemen masyarakat. Lokasi kegiatan dipusatkan di sepanjang jalan protokol mulai dari Jalan Diponegoro, Bundaran Jembatan Bongkok hingga Jembatan Kutai Kartanegara, dengan acara puncak berlangsung di kawasan Pujasera.

    Sementara itu, para camat, lurah, kepala desa, dan ketua RT diminta memastikan bendera terpasang di halaman kantor pemerintahan, sekolah, rumah warga, hingga tempat usaha di wilayah masing-masing. Mereka juga bertugas mengoordinasikan pelaksanaan pemasangan bendera secara serentak di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

    Pemkab Kukar juga telah menetapkan pembagian titik pemasangan di sepanjang jalan protokol kepada puluhan OPD, instansi, BUMN, BUMD, perbankan, pelaku usaha, hingga organisasi terkait agar pelaksanaan gerakan berlangsung merata dan terkoordinasi.

    Selain itu, seluruh perangkat daerah dan pemerintah kecamatan diminta mendokumentasikan kegiatan pemasangan Bendera Merah Putih serta mempublikasikannya melalui media massa maupun media sosial resmi sebagai bentuk dukungan terhadap semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. (*)

    , , ,

    Penyampaian hasil Operasi Antik Mahakam 2026 Polres Kukar beserta sejumlah barang bukti
    (Foto: Fairuz)

    TENGGARONG – Sebanyak 29 kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026 yang berlangsung mulai 10 hingga 30 Juli 2026 atau selama 21 hari.

    Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Tribrata, Lantai II Mapolres Kukar, Jumat (31/7/2026) siang, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra menyampaikan paparannya didampingi Kabag Ops AKP Ecky Widi Prawira serta Kasat Resnarkoba AKP Aulia Rahman Hadi Adiguna.

    Ia mengatakan, Operasi Antik Mahakam 2026 difokuskan pada penindakan terhadap target operasi (TO) maupun non-target operasi (Non-TO) guna memberantas jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Kukar. 

    "Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia," bebernya.

    Selama operasi berlangsung, Satresnarkoba Polres Kukar bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 29 kasus, terdiri atas empat kasus target operasi dan 25 kasus non-target operasi. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 40 tersangka, masing-masing 35 laki-laki dan lima perempuan, yang diduga berperan sebagai pengedar maupun kurir narkotika.

    "Barang bukti yang berhasil disita meliputi 120,21 gram sabu dengan nilai ekonomis sekitar Rp 240,42 juta, serta empat butir ekstasi senilai kurang lebih Rp 2,2 juta. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung berupa uang tunai sebesar Rp8.243.000, alat hisap (bong), telepon genggam, kendaraan bermotor, dan barang lainnya," rinci Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra.

    Dengan jumlah barang bukti sabu yang berhasil diamankan tersebut, diperkirakan sekitar 1.200 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika, dengan asumsi satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh sekitar 10 orang.

    "Dalam operasi kali ini, Satresnarkoba Polres Kukar juga menemukan sejumlah modus baru yang digunakan para pelaku. Salah satunya memanfaatkan teknologi Google Maps untuk menyembunyikan narkotika, kemudian mengirimkan titik koordinat lokasi kepada pembeli. Selain itu, transaksi juga diketahui dilakukan secara langsung di salah satu tempat hiburan keluarga di wilayah Tenggarong," ungkapnya.

    Ia pun membeberkan, salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 24 Juli 2026 lalu di sebuah hotel atau penginapan di Kecamatan Tenggarong. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua tersangka berinisial D dan I, yang merupakan salah satu target operasi, beserta barang bukti sabu seberat 62,06 gram. Jaringan tersebut diduga beroperasi lintas kecamatan di wilayah Kukar.

    "Pemberantasan narkotika tidak akan berhenti meski Operasi Antik Mahakam 2026 telah berakhir. Penegakan hukum akan terus dilakukan melalui razia di lokasi-lokasi rawan, pengawasan wilayah yang berpotensi menjadi jalur peredaran narkoba, hingga pengembangan kasus ke jaringan yang lebih besar," tegasnya lagi.

    Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra menambahkan, jajaran Satresnarkoba juga akan meningkatkan patroli terhadap peredaran narkotika melalui jalur digital dan media sosial yang kini semakin sering dimanfaatkan pelaku untuk melakukan transaksi.

    Polres Kukar mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta instansi terkait untuk terus bersinergi dalam memerangi peredaran narkotika. 

    "Masyarakat diimbau segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing melalui layanan Call Center 110 yang siap menerima dan menindaklanjuti laporan selama 24 jam." demikian disampaikannya. (mm)

    , ,

    Sekda Kukar Sunggono usai menghadiri pembekalan sosialisasi program Taspen bagi 250 ASN
    (Foto: Fairuz) 

    TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Sosialisasi Program Taspen bagi 250 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Selasa (28/7/2026) lalu.

    Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya membekali para ASN dengan pemahaman mengenai hak-hak pensiun sekaligus memberikan gambaran mengenai berbagai layanan dan manfaat yang dapat diakses melalui Taspen. Selain itu, peserta juga didorong agar mampu mempersiapkan diri menghadapi masa purna tugas secara lebih matang dan produktif.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendampingi ASN sejak masih aktif bertugas hingga memasuki masa pensiun. Menurutnya, pembekalan seperti ini penting agar para calon pensiunan memahami seluruh hak yang akan diterima serta memiliki kesiapan menghadapi perubahan fase kehidupan.

    "Melalui sosialisasi ini kami berharap seluruh ASN yang akan memasuki masa purna tugas memiliki pemahaman yang baik mengenai hak pensiun serta lebih siap menjalani masa tersebut," ujar Sunggono.

    Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang menaruh perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan ASN, baik selama menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah maupun setelah memasuki masa pensiun.

    Sunggono turut memberikan apresiasi kepada BKPSDM Kukar yang telah memprakarsai kegiatan pembekalan tersebut. Menurutnya, persiapan sejak dini akan memudahkan ASN beradaptasi ketika beralih dari status pegawai aktif menjadi pensiunan.

    Pemerintah Kabupaten Kukar juga berencana melanjutkan program serupa melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dengan menggandeng Taspen serta sejumlah lembaga terkait. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan ASN melalui peningkatan wawasan, keterampilan, dan perencanaan sebelum memasuki masa pensiun.

    Ia menegaskan bahwa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Mantan ASN tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, mengembangkan usaha, maupun berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.

    Dengan adanya pembekalan ini, Pemkab Kukar berharap para ASN yang akan memasuki masa purna tugas dapat menjalani masa pensiun secara lebih mandiri, produktif, dan tetap memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya. (Fairuz)

    , , ,


    Muara Pantuan, Kalimantan Timur – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menerapkan sebuah inovasi pengelolaan lingkungan yang memanfaatkan sampah organik dari area operasinya untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di Pulau Nubi, Desa Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sampah organik, berupa sisa makanan dari kafetaria perusahaan di lapangan operasi South Processing Unit (SPU), dimanfaatkan menjadi pakan ternak bebek milik warga sekitar. Metode tersebut tidak hanya mengurangi timbunan sampah organik, namun sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui usaha ekonomi lokal yang berkelanjutan.

    Inovasi pengelolaan sampah organik ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian Fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) SPU terhadap peluang pemanfaatan sampah sisa makanan pekerja di kafetaria sebagai pakan ternak. Sejalan dengan hasil kajian tersebut, pada Juni 2025 masyarakat Desa Pantuan melalui Ketua RT, H.Taher, mengajukan permohonan dukungan kepada PHM untuk memperoleh bantuan pakan ternak yang berasal dari sisa makanan di kafetaria dalam rencana budidaya bebek petelur dan bebek pedaging di wilayahnya. Mereka mengawali budidaya pembibitan 300 bebek pada September 2025. Ketika bibit pertama mulai memasuki usia produktif, yakni sekitar lima bulan, ia menambah 300 ekor bibit bebek petelur pada Februari 2026. Dengan bertambahnya populasi bebek, kebutuhan terhadap pakan pun meningkat. Sehingga sejak April hingga Juni 2026, seluruh sampah organik sisa makanan di kafetaria pekerja SPU berhasil dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

    Pada 11 Juli 2026 lalu, General Manager PHM Setyo Sapto Edi berkesempatan mengunjungi lokasi peternakan bebek ini dan berdialog dengan warga Desa Pantuan dalam rangkaian kegiatan Management Walk Through (MWT). Setyo mengatakan, inovasi pengelolaan sampah organik dari sisa makanan pekerja sebagai pakan ternak merupakan wujud nyata komitmen PHM untuk mengintegrasikan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam kegiatan operasi hulu migas perusahaan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

    "Kami berharap kolaborasi PHM dan masyarakat dapat terus berkembang dan menginspirasi lahirnya berbagai inovasi lain yang akan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Sejalan dengan semangat ESG, kami akan terus mendorong program-program yang menciptakan nilai bersama atau creating shared value bagi seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Lapangan SPU Teddy Indrawan menjelaskan, sebelum program ini dilakukan, sampah sisa makanan dari kafetaria pekerja SPU setiap hari diangkut menuju lokasi fasilitas pengelolaan limbah yang berjarak sekitar 30 kilometer. “Melalui program ini, sisa makanan yang sebelumnya dikelola sebagai limbah kini dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, inisiatif ini juga mengurangi kebutuhan pengangkutan limbah dan menurunkan potensi risiko keselamatan dalam operasional. Program ini memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah,” pungkas Teddy.

    Pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah organik ini berhasil mendukung pertumbuhan usaha budidaya bebek yang dikelola H. Taher bersama masyarakat. Sejak Februari 2026, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 60 hingga 90 butir telur bebek setiap hari. Bahkan, pada beberapa kesempatan produksinya menembus lebih dari 100 butir per hari. Ke depan, H. Taher bersama masyarakat setempat berencana mengembangkan usahanya untuk memperluas manfaat dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Muara Pantuan yang berkelanjutan.

    Head of Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto menegaskan bahwa melalui inisiatif ini, PHM berhasil menunjukkan bukti bahwa pengelolaan lingkungan di operasi hulu migas perusahaan dapat berjalan selaras dengan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, program yang semula berfokus pada pengurangan sampah organik sisa makanan pekerja di lingkungan perusahaan, kini berkembang menjadi sebuah contoh penerapan ekonomi sirkular yang mampu menciptakan manfaat bagi berbagai pihak, mulai dari berkurangnya limbah, efisiensi biaya operasional perusahaan, hingga meningkatnya peluang usaha dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi yang dapat menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (*)


Top