, , ,


    NUSANTARA - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pemberian insentif PPh Final 0%. Insentif ini berlaku bagi UMKM dengan omzet hingga Rp50 miliar per tahun, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat struktur ekonomi di kawasan IKN.

    Pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan insentif ini harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya: beroperasi di wilayah IKN, melakukan investasi di bawah Rp10 miliar, memenuhi kualifikasi sebagai UMKM unggul, dan mengajukan permohonan paling lambat tiga bulan sejak berinvestasi.

    Sebagai penerima insentif, pelaku UMKM diwajibkan untuk menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan terpisah, melaporkan realisasi investasi dan omzet bruto secara tahunan, serta mematuhi kewajiban perpajakan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Langkah ini merupakan implementasi dari peraturan terkait, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 tentang pemberian perizinan dan fasilitas penanaman modal di IKN, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2024 mengenai insentif perpajakan di IKN.

    Dengan insentif ini, diharapkan pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang untuk meningkatkan skala usaha mereka sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di IKN. Selain memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para pelaku usaha, insentif ini juga mendukung penciptaan lapangan kerja baru dan pengembangan ekosistem usaha yang inklusif di kawasan tersebut.

    Troy Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik menyebut, “Insentif PPh Final 0% ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Nusantara sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.”

    Pemerintah mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan insentif ini sebagai langkah bersama dalam membangun Nusantara sebagai kota yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan.

    Bagi calon pelaku UMKM yang berminat untuk membuka sektor usaha di UMKM di IKN dapat berkontak via Instagram (https://www.instagram.com/investnusantara/) serta keterangan dan informasi lebih lanjut dapat dilihat di laman Investara (https://investara.ikn.go.id/home).

    , ,

    35 orang peserta mengikuti uji kompetensi digital marketing yang digelar Dinas Pariwisata Kukar
    (Foto: Dinas Pariwisata Kukar)

    Tenggarong - Sebanyak 35 orang peserta mengikuti Uji Kompetnsi Digital Marketing bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) sub sektor kuliner, kriya dan fesyen, Jumat (25/10/2024) lalu, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.

    Peserta kegiatan yang digelar Pemkab Kutai Kartangara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) ini merupakan binaan Dinas Sosial dan binaan Dinas Koperasi dan UKM Kukar.

    Dalam uji kompetensi tersebut, Dispar Kukar menggandeng Lembaga Sertifikasi dan Profesi (LSP) Telematika Yogyakarta.

    Sebelumnya para peserta ini telah mengikuti workshop tentang Video Editing serta Digital Marketing selama dua hari.


    "Hal ini merupakan tahap dari program sinergi ekonomi kreatif, dimana hari ini adalah uji kompetensi digital marketing, sebelumnya mereka sudah diberi materi tentang video editing dan digital marketing selama empat hari," terang Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Antoni Kusbiantoro.

    Lanjutnya, setelah para peserta mengikuti uji kompetensi, maka akan dilanjutkan dengan praktek kolaborasi.

    "Praktek kolaborasi dengan fotografer tersertifikasi dalam mempromosikan produk ekonomi kreatif di media sosial," sambungnya..

    Ia menambahkan, peserta terbaik, akan mendapatkan hadiah yang dinilai berdasarkan jumlah view postingan, yakni juara 1 sebesar Rp 5 juta, juara 2 sebesar Rp 3 juta, dan juara 3 sebesar Rp 2 juta, serta untuk juara harapan masing-masing mendapatkan Rp 1 juta..

    "Saya berharap peserta mampu memasarkan produk ekrafnya di media socsial hingga dapat meningkatkan pendapatannya," ucap Antoni. (Dispar/mmbse)

    , , ,

    Ngopi Bareng Busu Edi Damansyah bersama sejumlah pelaku UMKM di Taman Titik Nol Tenggarong
    Foto: Istimewa

    Digelar di Taman Titik Nol, Jalan Pangeran Diponegoro, Tenggarong, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama masyarakat melakukan dikusi terkait kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (13/8/2024) malam.

    Dalam acara yang bertajuk Ngopi Bareng Busu Edi Damansyah ini, Bupati didampingi beberapa tokoh inspiratif, diantaranya Founder Selalu Teh, Adi Darmawan, serta sejumlah konten kreator di Kukar.

    Warga Kukar yang antusias menghadiri diskusi ini turut menyampaikan keluh kesah berkenaan dengan UMKM. Bupati pun mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan masukan dalam rangka pengembangan UMKM di Kukar

    “Atas masukan yang diberikan saya ucapkan terima kasih, ini sangat berarti bagi kami sebagai acuan pembangunan lebih baik lagi,” ujarnya.

    Dijelaskan dia, dalam diskusi ini masyarakat menyampaikan berbagai masukan termasuk keluh kesah persoalan pengembangan pertanian, pariwisata, serta ekonomi kreatif.

    Menurutnya, beberapa hal itu tentunya sangat berkaitan dengan tupoksi yang dibebankan ke dinas terkait seperti Dinas Koperasi-UKM, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Dinas Pariwisata.

    “Banyak sekali tadi yang saya catat, apa yang disampaikan masyarakat akan saya teruskan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” ucap Edi.

    Dalam diskusi ini pula, Adi Darmawan selaku Founder Selalu Teh dan Ayam Setia, menyampaikan jika masyarakat Kukar patut bersyukur lantaran memiliki Pemerintah yang mendukung UMKM.

    “Alhamdulillahnya pemerintah kita mengeluarkan kebijakan yang sangat pro dengan UMKM,” tuturnya.

    Adi menyebut, salah satu program pemerintah yang menguntungkan para pelaku usaha adalah Kredit Kukar Idaman dengan bunga 0 persen, dimana melalui program ini para pelaku usaha akan mendapatkan sokongan dana tidak perlu khawatir dengan angsuran yang harus dibayarkan.

    "Mudah-mudahan masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kualitas usaha mereka, sehingga perekonomian Kukar bisa lebih maju lagi," tandasnya (*/frz)

    , , ,

    Kadisperindag Kukar (kanan) serta Staf Ahli Bupati (kiri) promosikan produk lokal pelaku UMKM
    (Foto: Prokom Kukar/Zul)

    Tenggarong - Promosi Penggunaan Produk Dalam Negeri “Bena & Beli Produk Kutai Kartanegara Inovatif Daya Saing Mandiri” dan Sosialisasi e-Katalog Lokal kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digelar Minggu (17/12/2023) pagi tadi.

    Acara yang diselenggarakan Pemkab Kukar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini digelar di parkiran Creative Park, Tenggarong, bersamaan dengan acara mingguan Car Free Day (CFD).

    Kepala Disperindag Kukar Arfan Boma yang hadir bersama jajarannya serta para pelaku UMKM mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu bersaing dengan produk luar lainnya.

    "Kita sudah melihat dan meneliti bahwa produk lokal kita, misalnya makanan itu nilai gizi dan kualitasnya mampu bersaing dengan produk luar, demikian juga produk lainnya," ucapnya.

    Pemkab Kukar melalui stakeholder terkait kata Boma, akan mengupayakan produk lokal untuk masuk ke pasar elektronik agar bisa diakses siapapun dan dimanapun.

    Dalam sambutan tertulis Bupati Edi Damansyah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Pemerintahan dan Kesra Didi Ramyadi disampaikan, Kukar merupakan daerah yang memiliki segenap potensi sumber daya alam yang melimpah, pertambangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, jasa dan perdagangan telah berkembang dengan baik di Kutai Kartanegara. 

    Namun demikian lanjutnya, di satu sisi masih terdapat penduduk miskin, hal ini menjadi konsen pemerintah daerah untuk terus mendorong pergerakan ekonomi Kukar yang positif dan berkelanjutan, dan salah satu sektor yang diharapkan terus berkembang menjadi penyangga perekonomian daerah adalah pada kelompok UMKM.

    Hal ini dikarenakan sektor UMKM merupakan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan krisis, khususnya dampak perekonomian global. Dibalik keunggulan UMKM tersebut terdapat beberapa kendala yang saat ini masih menghambat perkembangan UMKM, yakni pada akses permodalan dan pemasaran.

    Untuk itu Pemkab Kukar hadir melalui Program Dedikasi Kukar Idaman, dari aspek permodalan, telah di luncurkan program Kredit Kukar Idaman, yang ditujukan untuk mengatasi masalah permodalan pelaku UMKM dengan persyaratan yang sangat ringan dan tidak membebani masyarakat.

    Selanjutnya dari aspek pemasaran, Pemkab Kukar meluncurkan program yang mendorong kepada seluruh masyarakat untuk dapat peduli dan memprioritaskan produk local untuk dapat di beli dan dikonsumsi, selanjutnya untuk memperluas pangsa pasar UMKM Kukar ditingkatkan standard kualitas produk agar dapat masuk ke pasar electronik melalui e-market, sehingga akses pemasaran akan lebih luas.

    "Upaya yang dilakukan Pemerintah secara konkrit adalah mengintegrasikan pemanfaatan aplikasi e-catalog sebagai media pelaku UMKM, untuk dapat menangkap peluang pasar pada proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara tertib dan kompetitif," ujarnya.

    Atas dasar tersebut, melalui kegiatan ini Pemkab Kukar membuktikan bahwa komitmen dan konsistensi kebijakan pemerintah tetap terjaga dan berjalan dengan baik, hal ini penting, mengingat tak ada satupun program pemerintah yang dijalankan dapat berhasil dan berdaya guna tanpa adanya dukungan yang optimal dari seluruh stakeholders.

    "Maka mari kita perkuat sinergisitas dan kolaborasi yang efektif untuk menciptakan suatu hubungan yang saling menguntungkan secara harmoni, hingga pada akhirnya benar-benar tercipta kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan," pinta Didi. (*/mmbse)

    , ,

    BBPOM Samarinda gelar sosialisasi registrasi izin edar POM bagi para pelaku UMKM di Kukar
    (Foto: Endi)

    Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda menggelar sosialisasi registrasi izin edar POM bagi pelaku usaha UMKM pangan olahan, obat tradisional dan kosmetik di Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (02/08/2022).

    Dalam sosialisasi yang digelar di Ballroom Hotel Grand Fatma Tenggarong ini, BBPOM Samarinda menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar.

    Kepala BBPOM Samarinda Sem Lapik mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM di Kukar.

    "Dalam hal ini Badan POM salah satu misinya adalah mendampingi pelaku UMKM supaya produk mereka legal dan bisa berdaya saing di pasaran," ujarnya.

    Ia melanjutkan, peran DPMPTSP Kukar dalam kegiatan ini sesuai dengan aturan Undang-undang yang menyangkut perijinan terkait Online Single Submission (OSS).

    "Supaya mereka (DPMPTSP) bisa membantu diawal dalam perijinan khususnya membuat Nomor Ijin Berusaha (NIB), baru mereka melakukan registrasi terhadap produknya," kata Sem Lapik.

    Sementara untuk pendampingan kepada pelaku UMKM meliputi pembuatan denah, cara memproduksi olahan pangan maupun kosmetik yang baik sehingga aman dan bisa beredar luas di masyarakat.

    "Bisa menjadi kebanggaan dari Kutai Kartanegara dengan produk-produk yang sudah mempunyai ijin edar, itu tujuan kita," ucapnya.

    Badan POM sendiri memiliki inovasi Si Jebol (Sertifikasi Jemput Bola) bagi pelaku UMKM yang belum memahami tata cara registrasi izin edar produknya.

    "Kita libatkan dinas terkait untuk sama-sama memberikan bimbigan dan kita harapkan suatu saat mereka (UMKM) sudah punya ijin edar semuanya terkait produk yang dihasilkan," imbuh Sem Lapik.

    Dia menambahkan, peserta sosialisasi berjumlah 50 orang, terdiri dari 4 orang pelaku UMKM obat tradisional, kemudian kosmetik 3 orang dan sisanya dari pangan olahan.

    "Badan POM mengharapkan bahwa UMKM yang tersebar diseluruh pelosok nusantara bisa memproduksi produk mereka dengan baik, tentunya dengan bimbingan dari Badan POM," demikian jelasnya. (mmbse)

    , ,

    Kedai 71 di Jalan Bougenville menawarkan sajian kuliner nasi sanga yang patut dicoba
    (Foto: Kedai 71)

    Penikmat kuliner di Kota Raja patut menjajal kuliner ala Kedai 71. Lokasinya di Jalan Bougenville, Nomor 71, RT 09, Kelurahan Panji, Tenggarong, atau bisa ditelusuri menggunakan aplikasi google map.

    Salah satu kuliner andalannya adalah nasi sanga. Kuliner ini merupakan makanan khas yang biasanya disantap sebagai menu sarapan. Sanga sendiri dalam bahasa Kutai berarti goreng.

    Yang paling favorit di kedai ini adalah nasi sanga pija (Ikan asin). Untuk menyesuaikan dengan selera kekinian tersedia nasi sanga ayam dan nasi sanga sosis, masing-masing dilengkapi dengan topping kerupuk, telor ceplok serta sambal.

    Kedai dengan akun instagram @kedai.71 ini dikelola pasangan suami istri Bayu dan Yeni, keduanya memanfaarkan halaman samping rumah sebagai wadah berjualan.

    "Kami buka setiap hari mulai sore dan istirahat menjelang maghrib. Buka kembali sampai pukul 22.00 Wita, kecuali malam Jum'at libur," ujar Yeni kepada media ini, Rabu (02/02/2022) malam.

    Kuliner lainnya yang harus dicoba adalah lumpia, rasanya nikmat saat dicocol dengan saus perpaduan rasa manis dibalur pedas. Ada pula tempe goreng, ubi goreng, kentang dan nugget goreng, hingga empek-empek.

    "Kuliner lainnya ada waffle, kemudian roti bakar dengan 4 pilihan rasa seperti kacang, coklat, keju dan sarikaya," tambahnya.

    Sementara untuk minuman tersedia berbagai pilihan, mulai dari choco malt, taro, redvelvet, orange beach, melon squash, blue sunrise, manggo yakult, lemon tea dan aneka minuman lainnya.

    Untuk harga pun sangat terjangkau, tak salah jika Kedai 71 dijadikan alternatif pilihan bagi penikmat kuliner di kota Tenggarong. (end)

    , ,

    Istri Sultan Kutai ke XXI Hj Sulastri bersama pengurus PPJI Kaltim meninjau stand pasar murah
    (Foto: Endi)

    Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar festival Ramadhan dan pasar murah di di aula kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sabtu (01/04/2021) siang.

    Mengingat pandemi COVID-19, acara ini diikuti secara terbatas oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kukar.

    Ketua panitia pelaksana Salmiah mengatakan, festival Ramadhan dan pasar murah ini terlaksana dengan menggandeng berbagai pihak serta sponsor.

    "PPJI bekerja sama dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, KADIN, PHRI, HPI dan lainnya," ujarnya.

    Sebagaimana disampaikan Ketua PPJI Kaltim Fitriana, tema yang diusung yaitu peduli ekonomi dampak COVID-19 dalam penguatan jasa boga di Kutai Kartanegara.

    "Ada sekitar 40 UMKM yang mengikuti festival ini, sisanya tidak bisa mengikuti karena ada beberapa orderan mendekati lebaran," katanya.

    Usai dibuka secara resmi oleh Ketua KADIN Kukar Syaiful Anwar, acara dilanjutkan dengan peninjauan produk UMKM oleh istri Sultan Kutai ke XXI Hj Sulastri didampingi pengurus PPJI serta undangan lainnya.

    Tak hanya menjual produk UMKM, acara diisi pula dengan demo masak, bagi-bagi doorprize serta pembagian takjil. Selain itu akan digelar diskusi panel umum dengan narasumber Rektor Unikarta, Ketua Kadin Kukar dan Ketua PPJI Kaltim.

    Namun perlu dicatat jika acara yang baru kali pertama digelar PPJI di Kukar ini hanya berlangsung hingga Minggu (02/04/2021) besok. (end)


Top