Pasien COVID-19 Pertama di Tenggarong Warga Kutim, Alami Gejala Sepulang Dari Bogor

dr Martina Yulianti saat memberikan keterangan pers kasus positif pertama COVID-19 di Kukar
(Foto: Dedi)

Kasus pertama pasien terkonfirmasi positif corona (COVID-19) di Kutai Kartanegara (Kukar) telah diumumkan secara resmi pada Kamis (19/03) malam tadi.


dr Martina Yulianti  selaku juru bicara Pemkab Kukar untuk penanganan kasus COVID-19, mengungkapkan riwayat pasien terkonfirmasi positif yang kini tengah dirawat di RSUD AM Parikesit.

Dikatakan Yuli, pasien merupakan salah satu peserta pertemuan (Seminar) di Bogor - Jawa Barat pada 26 - 29 Februari. Tiba di Tenggarong tanggal 4 Maret dan menginap di rumah keluarganya, lalu merasakan demam dua hari setelahnya, kemudian 12 Maret masuk ke rumah sakit.

"Jadi ini memenuhi masa inkubasi yaitu pada hari kesepuluh dari pertemuan yang bersangkutan mulai menunjukkan gejala-gejala. Kemudian kita mengambil jaringan tubuh dari yang bersangkutan untuk diperiksa di laboratorium pada tanggal 15 Maret dan hasilnya diumumkan hari ini (Kamis, 19/03)," jelasnya.

Pihaknya pun melakukan penyelidikan epidemiologi sesuai dengan kaidah yang berlaku dan melakukan tracking riwayat kontak. Pasien ini sebelumnya juga telah diinventarisir sebagai kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), kemudian dilakukan isolasi di rumah dengan pengawasan dari Puskesmas terdekat. 

"Kondisi dari pasien yang ada di isolasi RSUD AM Parikesit ini membaik dibanding pada saat pertama kali datang, dibuktikan dengan hasil keadaan klinis yang semakin baik, tidak ada keluhan dan hasil rontgen juga menunjukkan perbaikan," beber Yuli.

Ditanya awak media, Yuli membenarkan jika si pasien bukanlah penduduk Kukar, namun warga Kutai Timur (Kutim), yakni seorang perempuan berusia 28 tahun.

"Ketika kita ketahui yang bersangkutan merupakan bagian dari klaster di Bogor, kita langsung melakukan tracking, dan kita sudah memegang semua yang pernah kontak dengan yang bersangkutan untuk dimonitor dan diisolasi di rumah oleh Faskes tingkat pertama yaitu puskesmas," sambungnya. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top