Pelantikan Pengurus FKUB Kukar 2021-2026 Dirangkai Dengan Rakor Forkompinda

Disaksiakan Bupati Kukar, Ketua FKUB Harunu Rasyid menandatangi berita acara pelantikan
(Foto: Fery)


Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melantik dan mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kukar periode 2021 - 2026, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (01/04/2021).

Pengukuhan dan pelantikan ini dirangkai dengan rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Ketua FKUB Kukar Harunu Rasyid mengungkapkan, FKUB tidak hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi pendirian rumah ibadah, namun memiliki tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang lebih luas lagi.

"Diantaranya adalah menampung serta menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat yang bisa nanti menjadi kebijakan Bupati," terangnya .

Ia melanjutkan, semakin luas tugas pokok FKBU, maka semakin dibutuhkan kerja keras, termasuk mensosialisasikan per-undang-undangan terkait kerukunan umat beragama.

"Mudah-mudahan teman-teman (Pengurus FKUB, Red) bisa bekerja dengan baik, apalagi ditengah kondisi pandemi COVID-19 ini," kata Harunu Rasyid.

Rakor Forkopimda Kukar bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat
(Foto: Fery)

Terkait adanya paham radikalisme di Indonesia, dia akan memberdayakan seluruh jajaran pengurus FKUB sehingga bisa memberikan edukasi dan penjelasan kepada masyarakat maupun jamaah/jemaatnya sehingga lebih dini mencegah paham tersebut.

"Karena peran mereka itu sangat luar biasa sebagai tokoh agama, karena disitu kan (FKUB) ada pendeta, pastur, perwakilan Budha dan Hindu, serta tokoh dari ormas besar Islam yaitu Muhammadiyah dan NU (Nahdlatul Ulama), itu semua kita libatkan supaya memberikan wawasan kebangsaan," ujarnya. 

Senada dengan yang disampaikan Ketua FKUB Kukar, Bupati Edi Damansyah menegaskan jika pemerintah daerah bersama Forkopimda telah menyiapkan langkah-langkah dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas di Kukar, terlebih pasca terjadinya aksi terorisme di Makassar dan Mabes Polri baru-baru ini.

"Kita sampaikan di dalam Rakor agar di Kutai Kartanegara semua komponen, semua masyarakat selalu lebih waspada, karena kita tidak ingat kejadian itu (Terorisme) terulang lagi," ucapnya.

Lanjut Edi, Forkopimda Kukar akan terus mendengarkan situasi dan kondisi yang disampaikan oleh ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk kejadian khusus yang bernuansa SARA.

"Itu juga menjadi topik bahasan agar nanti langkah-langkah kita lebih kongkrit lagi di lapangan," sambungnya. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top