Ada Tanda Larangan Masuk, Pengguna Jalan tetap Melintas

Meski ada tanda larangan melintas, sejumlah pengendara masih melewati jalan depan kantor Bawaskab
Foto: Endi

Jalan Pangeran Diponegoro Tenggarong saat ini sebagian telah selesai di semenisasi , mulai dari simpang jalan Pattimura atau Gunung Pedidik hingga depan kantor Bawaskab Kukar. Sedangkan pengerjaan proyek penurapan dijalur ini belum selesai dikerjakan, karena masa addendum yang diberikan kepada pihak kontraktor telah berakhir, sehingga proyek tersebut dihentikan.

Jalan ini sebelumnya ditutup dan tidak boleh dilewati kendaraan, bahkan telah dipasang tanda larangan masuk yang disertai petunjuk arah pengalihan jalur. Namun dari pantauan kutaikartanegaranews, Senin (02/03) siang, sejumlah kendaraan roda dua dan empat terlihat melintasi jalan tersebut.

Salah seorang pengguna jalan , Irma (35) beralasan, ia lebih memilih melewati jalan Diponegoro dari pada harus memutar arah yang lebih jauh, “Saya lihat yang lain lewat sini, ya saya ikuti aja, selama ini kan harus mutar dulu, kalo yang lain gak lewat saya juga gak berani,” ujar warga desa Perjiwa ini. 

Seperti diketahui, semenjak proyek penurapan jalan Diponegoro dikerjakan, jalan menuju Kantor Bawaskab, Planetarium, Kesbanglinmas serta Polres Lama, terpaksa dialihkan melewati jalan Mayjen Sutoyo, akibat pengalihan ini terkadang menimbulkan kemacetan terutama di pagi hari.

Sekedar informasi, Penurapan Jalan Diponegoro yang dikerjakan PT Putri Salju Satria telah dihentikan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kukar, penghentian tersebut akibat masa penambahan waktu pengerjaan yang diminta kontraktor telah berakhir, karena anggarannya tidak terakomodir pada tahun 2015 ini, sehingga pembangunannya akan dilanjutkan pada 2016 mendatang.(ekn)






Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top