Koordinasi COE Budaya Kalimantan dan Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno 2023 Digelar di Kukar

Acara Koordinasi Pengembangan Pusat Keunggulan Budaya Kalimantan di aula Diarpus Kukar
(Foto: Istimewa)

Sebanyak 60 orang peserta mengikuti kegiatan Koordinasi Pusat Keunggulan (Centre Of Excellent/COE) Budaya Kalimantan dan Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno Tahun 2023, Kamis (20/07/2023).

Acara digelar di aula kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) dan dihadiri seluruh Kepala Perpustakaan Provinsi Se-Kalimantan yang berasal dari Kaltim, Kalsel. Kalbar, Kalteng, Kaltara, beserta pejabat yang membidangi Tenaga Teknis IT.

Turut hadir Kabid Perpustakaan dan Tenaga Teknis IT Perpustakaan Umum kabupaten/kota Se-Kaltim, Camat Se-Kukar, perwakilan organisasi perpustakaan dan mitra perpustakaan di Kaltim (ATPUSI, Komunitas penulis, GPMB, penerbit dan penggiat minat baca).

Sedangkan nara sumber dalam acara ini yaitu Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional RI Sri Sumekar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Muhammad Syafranuddin, Pengembang Aplikasi Borneo Jakaria, serta pengelola TIK Layan DPK Kaltim Rafi Ichsanul Iqbal.

Kegiatan ini secara khusus dilaksanakan untuk mengimplementasikan keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No 78a Tahun 2011 tentang Penetapan 6 center of excellent layanan perpustakaan dan informasi budaya lokal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung berbagai pihak yang berbuat terbaik dalam melestarikan budaya dan terus memperkuat eksistensi perpustakaan di daerah agar dapat memenuhi standar Perpustakaan Nasional RI.

"Oleh karenanya dukungan kebijakan, fasilitasi sarana prasarana dan peningkatan SDM Pustakawan terus diupayakan, dan kami juga selalu memperhatikan dan mengawasi layanan perpustakaan di daerah dengan terus mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan positif dalam dinamika pembangunan daerah," ucapnya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan program kerja strategis dan relevan serta prioritas dalam rangka peningkatan diversifikasi produk layanan dan transdormasi digitalisasi perpustakaan dalam merespon perkembangan IPTEK dan perubahan zaman.

"Sehingga benar-benar menunjukkan peningkatan manajemen perpustakaan yang terus berkembang dengan pendayagunaan perpustakaan menjadi sumber informasi dan pengetahuan unggulan," demikian disampaikan Sunggono. (mmbse)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top