News, Pemerintahan, Sejarah
![]() |
| Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto bacakan sambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 (Foto: Fairuz) |
Erau, HUT Kota Tenggarong, News, Sejarah, Seni - Budaya
![]() |
| Selubung foto Aji Imbut dibuka Pjs Bupati Kukar beserta kerabat Kesultanan Kutai dan Forkopimda (Foto: Awal Pratama) |
![]() |
| Pjs Bupati Kukar bersama kerabat kesultanan meletakkan karangan bunga lompo di makam Aji Imbut (Foto: Awal Pratama) |
Kesultanan Kutai, News, Sejarah, Seni - Budaya
| Sekda Kukar Sunggono didampingi kerabat kesultanan ziarah ke makam pendiri kota Tenggarong (Foto: Media Kesultanan/Awal) |
Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong ke-241 ditandai dengan ziarah makam pendiri kota Tenggarong yakni Aji Imbut gelar Sultan Adji Muhammad Muslihuddin, di pemakaman raja-raja Kutai komplek Museum Mukawarman, Kamis (28/09/2023).
Sebelum ziarah ke makam Aji Imbut atau Sultan Kutai ke-15 yang memerintah pada tahun 1780-1816, terlebih dahulu dibacakan riwayat berdirinya kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Sukono.
Dalam sambutan tertulis Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Haji Adji Muhammad Arifin yang dibacakan H Heriansyah gelar Pangeran Noto Negoro disampaikan kilas sejarah Kota Tenggarong yang didirikan pada 28 September 1782.
"Semula kota ini bernama Tepian Pandan ketika Aji Imbut memindahkan ibu kota kerajaan dari Pemarangan, oleh Sultan Kutai nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti rumah raja," tuturnya.
Dalam kesempataan itu pula, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Kukar dan Forkopimda serta seluruh pihak atas partisipasinya dalam membangun kota Tenggarong dengan memperhatikan simbol-simbol budaya Kesultanan Kutai.
"Sebagaimana kita lihat pembangunan Menara Tuah Himba sebagai landmark kabupaten Kutai Kartanegara yang terdiri dari 3 bagian mengambil filosofi dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Taman Titik Nol depan Museum Mulawarman (eks keraton Kutai)," sambungnya.
Sementara itu Sekda Kukar Sunggono saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar berharap, ziarah makam ini dapat menjadikan cermin untuk merefleksi, berkotemplasi, serta berinstropeksi atas kontribusi dan peranan masing-masing dalam membangun kota Tenggarong.
"Mari bersama-sama kita jaga dan memberikan penghormatan sekaligus ucapan terima kasih yang tiada terhingga atas segala upaya yang telah mereka lakukan khususnya bagi pendahulu kita dalam membangin kota Tenggarong. Semoga upaya yang telah dilaksanakan menjadi wasilah bagi mereka yang akan berbalas ganjaran pahala disisi Allah SWT," ucapnya.
Dalam ziarah tersebut, Sekda Kukar, Forkopimda, didampingi kerabat Kesulltanan meletakkan karangan bunga Lompo di makam Aji Imbut serta makam Sultan Kutai ke-20 Aji Muhammad Salehoeddin II sekaligus mendoakan kedua Sultan Kutai itu.
Ziarah juga dilakukan ke makam Sultan Kutai ke-16 Aji Muhammad Salehuddin, Sultan Kutai ke-17 Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Kutai ke-18 Aji Muhammad Alimuddin, dan Sultan Kutai ke-19 Aji Muhammad Parikesit. (mmbse)
Erau, News, Sejarah, Seni - Budaya
![]() |
| Peletakkan karangan bunga lompo di makam Aji Imbut tepat pada peringatan HUT Tenggarong ke-240 (Foto: Media Kesultanan/Awal Pratama) |
News, Sejarah
| Operet Merah Putih tutup acara peringatan 75 tahun peristiwa perjuangan merah putih SangaSanga (Foto: Istimewa) |
Upacara parade peringatan 75 tahun Peristiwa Perjuangan Merah Putih SangaSanga digelar di lapangan bola PT Pertamina EP Asset 5 Field SangaSanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (27/01/2022) pagi.
Upacara diikuti peserta dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Ormas, pelajar/mahasiswa, guru, para pejabat serta Forkopimda di lingkungan Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim.
Turut hadir para ahli waris/keluarga pahlawan dan veteran Perjuangan Merah Putih SangaSanga, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda.
Bupati Kukar Edi Damansyah selaku inspektur upacara saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan rasa syukur dan bangga karena kota SangaSanga menjadi salah satu kota bersejarah.
"Kota kenangan yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari belenggu penjajahan Belanda yang ketika itu kembali ingin berkuasa, terutama menguasai minyak di SangaSanga," ucap Edi yang hadir bersama Wakil Bupati Rendi Solihin.
| Bupati Kukar Edi Damansyah mengembalikan bendera merah putih perjuangan SangaSanga (Foto: Istimewa) |
"Bung Karno mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Oleh karena itu, jejak perjuangan para pahlawan harus dikenang dan dihargai, patriotisme kepahlawanan harus pula kita tularkan kepada generasi muda bangsa saat ini untuk senantiasa cinta tanah air dan sedia membela negara kesatuan Republik Indonesia," sambungnya.
Ditegaskan lagi, SangaSanga sebagai kota bersejarah tidak boleh tertingal dengan kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar dan daerah lain yang ada di seluruh Kaltim.
"Terus gelorakan semangat membangun dan semangat gotong royong kemandirian daerah untuk mencapai daerah yang maju dan masyarakatnya yang mencapai keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran," tambah Edi.
Acara dilanjutkan dengan pengembalian bendera merah putih perjuangan SangaSanga oleh Bupati Kukar kepada anggota Paskibraka dan ditutup Operet Merah Putih SangaSanga persembahan para pelajar di kota bersejarah ini.
Berikutnya dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Wadah Batuah, SangaSanga dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para veteran, janda dan anak veteran Perjuangan Merah Putih SangaSanga.
Untuk diketahui, sehari sebelumnya, Rabu (26/01/2022) telah digelar serangkaian acara, yakni pelepasan peserta napak tilas, pembukaan pesta rakyat, pembukaan Ekspo UMKM, upacara kehormatan dan renungan suci. (end)
News, Sejarah
![]() |
| Sultan Kutai ke XXI, Wagub Kaltim dan Wabup Kukar ziarahi makam pendiri kota Tenggarong (Foto: Endi) |
News, Sejarah, Seni - Budaya
| Usai meletakkan karangan bunga lompo, Bupati bersama Sultan Kutai menaburkan bunga di makam Adji Imbut |
Selain makam Adji Imbut, ziarah juga dilakukan di makam Sultan HAM Salehoeddin II, kemudian makam Sultan Aji Muhammad Salehuddin I (Sultan Kutai ke-16), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sultan Kutai ke-17), dan Sultan Aji Muhammad Parikesit (Sultan Kutai ke-19).






