, ,

    Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto bacakan sambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96
    (Foto: Fairuz)

    Tenggarong - Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berjalan khidmat, Senin (28/10/2024). Upacara yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kukar dipimpin oleh Inspektur Upacara Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bambang Arwanto bersama seluruh jajaran ASN dan diikuti oleh berbagai organisasi kepemudaan.

    Pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2024 yang mengangkat tema Maju Bersama Indonesia Raya, Bambang Arwanto membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Ario Bimo Nandito Ariotedjo. 

    Disampaikannya, peran pemerintah daerah sungguh sangat penting untuk menggerakkan pelayanan kepemudaan. Peran ini diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program kepemudaan yang baik dan berkesinambungan, serta diwujudkan dalam bentuk rencana aksi daerah (RAD) layanan kepemudaan yang berorientasi kepada peningkatan IPP yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing.

    Setiap upaya untuk memperbaiki kebijakan kepemudaan pada tingkat daerah patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya karena hal ini akan berdampak kepada perluasan cakupan dan jangkauan pelayanan kepemudaan semakin meluas hingga tidak ada satu orang pemuda yang tidak mendapatkan pelayanan.

    "Pada momentum peringatan hari sumpah pemuda ini, marilah kita bersama-sama melakukan berbagai macam langkah untuk mengembangkan potensi pemuda melalui aktivitas yang mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi pemuda Indonesia dengan berbagai cara yang dapat dilakukan," ucap Bambang dihadapan peserta upacara dan undangan yang hadir.

    "Marilah kita bersama membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam seluruh dimensi pembangunan Indonesia sesuai dengan kompetensi dan passion masing-masing," sambungnya lagi.

    Disampaikannya lagi, Menpora juga mengajak memperbaiki kepedulian terhadap pemuda Indonesia melalui perbaikan pelayanan kepemudaan, perbaikan tata-kelola pelayanan kepemudaan, dan dukungan sumber daya hingga kondisi kepemudaan Indonesia menjadi lebih baik yang tercermin dengan kenaikan Indeks Pembangunan Pemuda.

    Usai upacara, Bambang menyampaikan kepada awak media jika peringatan Hari Sumpah ke-96 ini berbarengan dengan transisi kekuasaan pemerintah Indonesia, dimana Kabinet Merah Putih yang dilantik Presiden Prabowo Subianto banyak mengakomodir pemuda didalamnya.

    "Kita tahu bahwa pemerintah sekarang memberi porsi bagi pemuda bagaimana mereka bisa mengelola negara ini dengan baik. Dengan adanya pemuda-pemuda yang duduk di dalam Kabinet Merah Puith  yang jumlahnya sangat banyak, ini memberikan indikasi kita didaerah bahwa kebijakan-kebijakan itu nanti akan punya ekosistem yang baik bagi pemuda," imbuhnya.

    Ia menambahkan, output maupun input kebijakan tersebut mempunyai dimensi perbaikan ekosistem kepemudaan dan ini menjadi modal sosial bagi daerahdi  dalam pembangunan untuk mewujudkan cita-cita Kukar yang maju mandiri dan berkeadilan di dalam bidang pembangunan, pemerintahan serta kemasyarakatan.

    "Harapannya kita bisa melihat tumbuhnya lagi pemuda-pemuda di Kutai Kartanegara sebagai pemuda yang mandiri, pelopor, dan punya kepemimpinan kewirausahaan," cetus Bambang. (mmbse)

    , , , ,

    Selubung foto Aji Imbut dibuka Pjs Bupati Kukar beserta kerabat Kesultanan Kutai dan Forkopimda
    (Foto: Awal Pratama) 

    Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong ke-242 ditandai dengan ziarah ke makam Aji Imbut di komplek pemakaman raja-raja Kutai, Museum Mulawarman, Tenggarong, Sabtu (28/09/2024).

    Rangkaian ziarah diawali dengan pembacaan riwayat kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Sukono, dimana kota yang pernah bernama Tangga Arung didirikan oleh Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin yang memerintah kerajaan Kutai pada tahun 1780-1816.

    Sebelum ziarah dimulai, terlebih dahulu dilakukan pembukaan selubung foto Aji Imbut oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kukar Bambang Arwanto didampingi kerabat kesultanan dan unsur Forkopimda. Kemudian dilaksanakan peletakan karangan bunga lompo serta pembacaan doa di makam pendiri Kota Tenggarong itu.

    Berikutnya ziarah ke makam Sultan Kutai ke-20 Aji Muhammad Salehoeddin II dan isteri yang berada dalam satu komplek dengan makam Aji Imbut. Lalu dilanjutkan ziarah makam Sultan Kutai ke-16 Aji Muhammad Salehuddin, Sultan Kutai ke-17 Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Kutai ke-18 Aji Muhammad Alimuddin, dan Sultan Kutai ke-19 Aji Muhammad Parikesit. 

    Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Muhammad Hazli gelar Pangeran Satya Yaksa mengatakan, ziarah ini dapat mencerminkan kepada semua pihak untuk dapat melakukan refleksi, instropeksi, sekaligus berkontemplasi atas kontribusi peranan masing-masing dalam membangun kota Tenggarong.

    "Sebagai generasi penerus kita semua patut memberikan penghormatan dengan berziarah dan melafalkan doa sembari berharap semoga Allah SWT menempatkan mereka pada tempat terbaik di sisi-Nya," ucapnya.

    Pjs Bupati Kukar bersama kerabat kesultanan meletakkan karangan bunga lompo di makam Aji Imbut
    (Foto: Awal Pratama)

    Lanjut dia, ziarah makam para raja yang merjadi rangkaian dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2024 turut memberikan kesan yang mendalam bagi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

    "Dimana pada pembukaannya (Opening Ceremony Erau 2024) diawali dengan sabda Pandika Ratu Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, hal ini memuliakan simbol-simbol kesultanan yang akhirnya bagian dari upaya untuk menjaga marwah kesultanan," sambungnya.

    Dalam kesempatan itu, Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto mengajak seluruh generasi penerus untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendahulu yaitu para Raja atau Sultan Kutai khususnya kepada Aji Imbut pendiri kota Tenggarong yang telah meletakkan dasar dan kemajuan daerah yang dapat dinikmati hingga kini.

    "Salah satunya dengan menziarahi makam dan berdoa agar Allah SWT memberikan mereka tempat yang terbaik disisi-Nya," ucapnya.

    Selaku Pjs Bupati Kukar, dia pun mengajak agar di hari jadi Kota Tenggarong ke-242 ini dapat dijadikan momentum untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

    "Bahwa kita adalah salah satu generasi kebanggaan, generasi yang terus memperjuangkan segala cita-cita dan harapan mereka," cetus Bambang. (mmbse)

    , , ,

    Sekda Kukar Sunggono didampingi kerabat kesultanan ziarah ke makam pendiri kota Tenggarong
    (Foto: Media Kesultanan/Awal)

    Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong ke-241 ditandai dengan ziarah makam pendiri kota Tenggarong yakni Aji Imbut gelar Sultan Adji Muhammad Muslihuddin, di pemakaman raja-raja Kutai komplek Museum Mukawarman, Kamis (28/09/2023).

    Sebelum ziarah ke makam Aji Imbut atau Sultan Kutai ke-15 yang memerintah pada tahun 1780-1816, terlebih dahulu dibacakan riwayat berdirinya kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Sukono.

    Dalam sambutan tertulis Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Haji Adji Muhammad Arifin  yang dibacakan H Heriansyah gelar Pangeran Noto Negoro disampaikan kilas sejarah Kota Tenggarong yang didirikan pada 28 September 1782.

    "Semula kota ini bernama Tepian Pandan ketika Aji Imbut memindahkan ibu kota kerajaan dari Pemarangan, oleh Sultan Kutai nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti rumah raja," tuturnya.

    Dalam kesempataan itu pula, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Kukar dan Forkopimda serta seluruh pihak atas partisipasinya dalam membangun kota Tenggarong dengan memperhatikan simbol-simbol budaya Kesultanan Kutai.

    "Sebagaimana kita lihat pembangunan Menara Tuah Himba sebagai landmark kabupaten Kutai Kartanegara yang terdiri dari 3 bagian mengambil filosofi dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Taman Titik Nol depan Museum Mulawarman (eks keraton Kutai)," sambungnya.

    Sementara itu Sekda Kukar Sunggono saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar berharap, ziarah makam ini dapat menjadikan cermin untuk merefleksi, berkotemplasi, serta berinstropeksi atas kontribusi dan peranan masing-masing dalam membangun kota Tenggarong. 

    "Mari bersama-sama kita jaga dan memberikan penghormatan sekaligus ucapan terima kasih yang tiada terhingga atas segala upaya yang telah mereka lakukan khususnya bagi pendahulu kita dalam membangin kota Tenggarong. Semoga upaya yang telah dilaksanakan menjadi wasilah bagi mereka yang akan berbalas ganjaran pahala disisi Allah SWT," ucapnya.

    Dalam ziarah tersebut, Sekda Kukar, Forkopimda, didampingi kerabat Kesulltanan meletakkan karangan bunga Lompo di makam Aji Imbut serta makam Sultan Kutai ke-20 Aji Muhammad Salehoeddin II sekaligus mendoakan kedua Sultan Kutai itu.

    Ziarah juga dilakukan ke makam Sultan Kutai ke-16 Aji Muhammad Salehuddin, Sultan Kutai ke-17 Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Kutai ke-18 Aji Muhammad Alimuddin, dan Sultan Kutai ke-19 Aji Muhammad Parikesit. (mmbse)

    , , ,

    Peletakkan karangan bunga lompo di makam Aji Imbut tepat pada peringatan HUT Tenggarong ke-240
    (Foto: Media Kesultanan/Awal Pratama)

    Peringatan hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) Kota Tenggarong ke-240 ditandai dengan ziarah makam Raja Kutai ke-15 Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau Aji Imbut, Rabu (28/09/2022) pagi tadi.

    Aji Imbut merupakan pendiri kota Tenggarong yang wafat pada 24 Rajab 1290 H, makamnya berada di komplek pemakaman Raja-raja Kutai samping Museum Mulawarman atau eks Keraton Kutai.

    HUT kota Tenggarong yang diperingati setiap tanggal 28 September ini menjadi rangkaian pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura (25 September-03 Oktober 2022).

    Sebelum prosesi ziarah, terlebih dahulu dibacakan riwayat pendiri kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Sukono, riwayat tersebut disusun oleh Almarhum H Adji Bambang Abdurrachim gelar Pangeran Ratu Kesuma.

    Sebagaimana sambutan tertulis Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Haji Adji Muhammad (HAM) Arifin yang dibacakan oleh Raden Heriansyah, sejarah Kota Tengggarong dimulai ketika Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin memindahkan ibukota Kesultanan Kutai Kartanegara ke Tepian Pandan pada 28 September 1782.

    Perpindahan ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh kenangan pahit masa pemerintahan Aji Kado dan Pemarangan yang dianggap telah kehilangan tuahnya. Nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti Rumah Raja, lama-kelamaan Tangga Arung lebih populer dengan sebutan Tenggarong hingga kini.

    Dalam kesempatan itu, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kukar dan pihak-pihak yang telah mempunyai kepedulian tinggi terhadap simbol-simbol kebudayaan serta kiprah entitas budaya Kesultanan.

    "Karena setiap upaya untuk kemajuan kebudayaan adalah upaya positif dalam meningkatkan upaya warisan budaya yang bisa menjadi ikon penting pariwisata di Kutai Kartanegara khususnya, dan Kalimantan Timur pada umumnya," ucap Raden Heriansyah.

    Memaknai ziarah makam para Sultan Kutai khususnya Aji Imbut, Bupati Kukar Edi Damansyah mengharapkan semua daya upaya para Sultan dalam membangun Kota Tenggarong menjadi wasilah yang berbalas ganjaran pahala dari Allah SWT.

    "Kita semua meyakini, bahwa para Sultan beserta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam membangun Kota Tenggarong tercinta ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas, sehingga bermacam etnis dan suku dapat hidup berdampingan secara damai di Bumi Tuah Himba ini dibawah daulat kebijaksanaan Yang Mulia para Sultan," ujarnya.

    Dia berharap, ziarah makam para Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini dapat pula menjadi cerminan bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Kukar.

    "Termasuk kami beserta Wakil Bupati, Sekda dan para Kepala OPD untuk melakukan refleksi dan instropeksi, sekaligus berkontemplasi atas kontribusi peranan masing-masing dalam membangun kota Tenggarong," cetus Edi.

    Prosesi ziarah ditandai dengan menaburkan bunga sekaligus meletakkan karangan bunga lompo di makam Aji Imbut oleh kerabat Kesultanan bersama Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin serta Forkopimda Kukar.

    Ziarah dilanjutkan ke makam Sultan Kutai ke-XX HAM Salehoeddin II dan makam Hj Adji Aida gelar Adji Ratu Prabu Ningrat yang merupakan ayahanda dan ibunda dari Sultan Kutai ke XXI HAM Arifin, serta makam Sultan AM Parikesit dan Sultan AM Sulaiman.

    Dalam kesempatan ini, Bupati Kukar Edi Damansyah menyerahkan sertifikat warisan budaya Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin sebagai bangunan cagar budaya peringkat provinsi Kaltim dan sertifikat warisan budaya Makam Raja Kutai Kartanegara sebagai struktur cagar budaya peringkat provinsi Kaltim.

    Sertifikat diserahkan kepada adik dari Sultan HAM Arifin yakni H Aji Pangeran Haryo Adi Manggala dan H Aji Pangeran Haryo Adi Kesuma didampingi kerabat kesultanan Aji Pangeran Aryo Putro Amidjoyo serta Raden Heriansyah. (mmbse)

    ,

    Operet Merah Putih tutup acara peringatan 75 tahun peristiwa perjuangan merah putih SangaSanga
    (Foto: Istimewa)


    Upacara parade peringatan 75 tahun Peristiwa Perjuangan Merah Putih SangaSanga digelar di lapangan bola PT Pertamina EP Asset 5 Field SangaSanga, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (27/01/2022) pagi.

    Upacara diikuti peserta dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Ormas, pelajar/mahasiswa, guru, para pejabat serta Forkopimda di lingkungan Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim.

    Turut hadir para ahli waris/keluarga pahlawan dan veteran Perjuangan Merah Putih SangaSanga, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda.

    Bupati Kukar Edi Damansyah selaku inspektur upacara saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan rasa syukur dan bangga karena kota SangaSanga menjadi salah satu kota bersejarah.

    "Kota kenangan yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari belenggu penjajahan Belanda yang ketika itu kembali ingin berkuasa, terutama menguasai minyak di SangaSanga," ucap Edi yang hadir bersama Wakil Bupati Rendi Solihin.

    Peristiwa heroik yang terjadi pada tanggal 27 Januari 1947 itu telah menorehkan sejarah yang patut dikenang sepanjang masa dan sebagai teladan perjuangan yang sepantasnya menjadi catatan sejarah penting diantara catatan sejarah nasional lainnya di tanah air.

    Bupati Kukar Edi Damansyah mengembalikan bendera merah putih perjuangan SangaSanga
    (Foto: Istimewa)


    "Bung Karno mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Oleh karena itu, jejak perjuangan para pahlawan harus dikenang dan dihargai, patriotisme kepahlawanan harus pula kita tularkan kepada generasi muda bangsa saat ini untuk senantiasa cinta tanah air dan sedia membela negara kesatuan Republik Indonesia," sambungnya.

    Ditegaskan lagi, SangaSanga sebagai kota bersejarah tidak boleh tertingal dengan kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar dan daerah lain yang ada di seluruh Kaltim.

    "Terus gelorakan semangat membangun dan semangat gotong royong kemandirian daerah untuk mencapai daerah yang maju dan masyarakatnya yang mencapai keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran," tambah Edi.

    Acara dilanjutkan dengan pengembalian bendera merah putih perjuangan SangaSanga oleh Bupati Kukar kepada anggota Paskibraka dan ditutup Operet Merah Putih SangaSanga persembahan para pelajar di kota bersejarah ini. 

    Berikutnya dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Wadah Batuah, SangaSanga dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para veteran, janda dan anak veteran Perjuangan Merah Putih SangaSanga.

    Untuk diketahui, sehari sebelumnya, Rabu (26/01/2022) telah digelar serangkaian acara, yakni pelepasan peserta napak tilas, pembukaan pesta rakyat, pembukaan Ekspo UMKM, upacara kehormatan dan renungan suci. (end)

    ,

    Sultan Kutai ke XXI, Wagub Kaltim dan Wabup Kukar ziarahi makam pendiri kota Tenggarong
    (Foto: Endi)

    Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar peringatan hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) kota Tenggarong ke-239 yang jatuh tepat hari ini, Selasa (28/09/2021).

    Peringatan ditandai dengan ziarah dan peletakan karangan bunga lompo oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI Haji Aji Muhammad (HAM) Arifin, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin ke makam pendiri kota Tenggarong yang merupakan Raja Kutai ke-15 Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau lebih dikenal dengan nama Aji Imbut serta ziarah makam Sultan Kutai ke-20 HAM Salehoeddin II di komplek Museum Mulawarman.

    Sebelum prosesi dimulai, terlebih dahulu dibacakan riwayat berdirinya kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong Arfan Boma, dilanjutkan dengan sambutan oleh Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Yakoub Luthman.

    Peringatan hari jadi kota Tenggarong ke-239 yang dihadiri Sekda Kukar Sunggono, Forkopimda Kukar, tokoh agama serta sejumlah undangan ini juga digelar secara virtual.

    Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin dalam sambutannya mengatakan, ziarah ke makam para pendahulu selalu dapat dijadikan momentum untuk melakukan refleksi, introspeksi, sekaligus kontemplasi dalam setiap diri.

    "Dalam dimensi spritualitas kita meyakini bahwa kekuatan dan keberhasilan yang diraih daerah ini tentunya merupakan doa yang tak pernah putus dari para pendahulu. Kita berkewajiban untuk menjaga dan melaksanakan segala tata nilai budaya yang telah diwariskan serta merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

    Pemkab Kukar pun mengajak seluruh pihak untuk dapat berpartisipasi memberikan kontribusi dan bersinergi membangun daerah ini agar menjadi semakin baik kedepannya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

    "Peringatan HUT kota Tenggarong ke-239 kali ini haruslah menjadi momentum untuk menunjukkan kepada para pendahulu kita, pendiri kota ini, bahwa kita adalah salah satu generasi kebanggaan yang terus memperjuangkan cita-cita mereka, menjaga tuah daerah ini sehingga tetap menjadi daerah Tuah Himba Untung Langgong," ujar Rendi.

    Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan ucapan selamat pada HUT kota Tenggarong tahun ini dan turut mendoakan jasa-jasa sang pendirinya.

    "Kita ingin mengambil semangat membangun yang telah beliau (Aji Imbut) berikan kepada kita dan yang telah mewariskan semangat persatuan dan kesatuan," tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Sultan Kutai HAM Arifin berharap peringatan HUT Kota Tenggarong kedepannya dapat berlangsung normal seperti sebelum pandemi COVID-19 melanda.

    "Adanya COVID-19 ini sangat berpengaruh, peringatan acara dilakukan dengan terbatas. Mudah-mudahan yang akan datang COVID-19 segera hilang dan kita bisa bangkit lagi. Pembangunan kota Tenggarong juga mudah-mudahan berlangsung cepat dan lancar, sehingga kita bisa eksis seperti dulu lagi," tandasnya.

    Untuk diketahui, kota Tenggarong yang didirkan pada 28 September 1782 awalnya bernama Tepian Pandan ketika Aji Imbut memindahkan ibu kota kerajaan dari Pemarangan. Nama Tepian Pandan ini oleh Sultan Kutai lantas diubah menjadi Tangga Arung. Seiring perkembangannya, nama tersebut lebih populer dengan sebutan Tenggarong hingga kini. (end)

    , ,

    Usai meletakkan karangan bunga lompo, Bupati bersama Sultan Kutai menaburkan bunga di makam Adji Imbut

    Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI Adji Muhammad Arifin beserta kerabat berziarah ke makam pendiri kota Tenggarong, Adji Imbut gelar Adji Muhammad Muslihuddin, di pemakaman Raja- raja, komplek Museum Mulawarman, Sabtu (28/09) pagi.

    Ziarah dalam rangkaian peringatan HUT kota Tenggarong ke-237 ini, ditandai dengan meletakkan karangan bunga lompo oleh Bupati Kukar bersama Sultan Adji Muhammad Arifin ke makam Adji Imbut, diikuti Sekda Kukar Sunggono serta unsur Forkopimda.

    Selain makam Adji Imbut, ziarah juga dilakukan di makam Sultan HAM Salehoeddin II, kemudian makam Sultan Aji Muhammad Salehuddin I (Sultan Kutai ke-16), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sultan Kutai ke-17), dan Sultan Aji Muhammad Parikesit (Sultan Kutai ke-19).

    Ziarah ini juga disaksikan oleh perwakilan partisipan peserta Tenggarong International Folk Art Festival (TIFAF) dari negara Belanda, Thailand, Mesir, Srilangka, Rusia, dan Rumania.

    "Ziarah ke makam Raja-raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura dilaksanakan untuk melanjutkan tradisi yang harus dilestarikan, karena begitu banyak makna positif yang didapat," ujar Bupati Kukar Edi Damansyah.

    Dikatakannya, Pemkab Kukar sangat mendukung agenda ziarah yang dilaksanakan setiap tanggal 28 September bertepatan dengan hari jadi Kota Tenggarong. Dirinya berharap kegiatan ini dapat dijadikan wisata religius.

    "Kutai Kartanegara memiliki obyek wisata religi yang potensial, karena terdapat makam Raja-raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Selain di kota Tenggarong, juga terdapat di kecamatan Anggana," sebutnya.

    Sultan Adji Muhammad Arifin dalam sambutan yang dibacakan Raden Heriansyah, meminta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas agar proses pembangunan kota Tenggarong yang dikenal dengan sebutan kota Raja berjalan baik.

    "Kami berpesan kepada Bupati beserta jajaran untuk terus melakukan langkah-langkah tata kelola pemerintahan yang baik, serta akselerasi pencapaian pembangunan melalui penetapan Kutai Kartanegara sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia," ucapnya.

    Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni, menyebutkan, kehadiran partisipan TIFAF dalam ziarah tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pengetahuan sejarah, salah satunya tentang sosok Adji Imbut.

    "Kita sampaikan, bahwa nama Adji Imbut dikenang dan diabadikan menjadi nama stadion, juga nama-nama tokoh yang berjasa dan diabadikan di sejumlah bangunan monumental, termasuk nama Sultan Sulaiman menjadi nama bandara Balikpapan, dan nama bandara APT Pranoto itu juga kerabat kesultanan," jelasnya. (mm-bse)


Top