Netizen Angkat Bicara Terkait Kurikulum Sekolah

Salah satu netizen pemilik akun Terrie Riyanz menuliskan keluh kesahnya di hari pertama mengantar anaknya ke sekolah, tulisan tersebut di posting di media sosial Ruang Publik Kutai Kartanegara, Selasa (28/07). Namun dirinya bukan lah bercerita tentang suasana hari pertama di sekolah, namun Terrie teringat pada salah satu orang tua murid yang meneteskan air mata.

"Ada orang tua yg merasa kesal bahkan kulihat meneteskan air mata, Bukan masalah anaknya tapi masalah buku paket pelajaran yang sebelumnya telah mereka tebus (red,bayar) setelah bagi raport sebulan lalu sebelum libur panjang, Buku tersebut bervariasi harganya, anggap aja dari 200 sampai dengan 500 ribuan, karena ada peraturan baru lagi buku tersebut katanya tidak terpakai," tulisnya

Menurut Terrie, sebagian buku bisa dikembalikan dengan uang lagi, namun jika buku paket tersebut telah diberi nama siswa, maka otomatis buku tidak bisa dikembalikan, "Mungkin sebagian orang berduit hal itu tidak jadi masalah, akan tetapi untuk orang tua yang perlu biaya lain tidak bisa menerima hal tersebut," terangnya tanpa merincikan sekolah yang dimaksud.

Dirinya menuding jika kurikulum sekolah yang terlalu banyak dirubah menjadi penyebabnya, Terrie pun mempertanyakan buku yang sudah disediakan pihak sekolah justru menjadi tidak terpakai lagi akibat kurikulum pelajaran yang kerap berubah.

Senada dengan Terrie, Netizen lainnya Oky Sjaifudin Adam, juga mengomentari hal yang sama, "Emang heran jaman sekarang, buku-buku yang sudah dipakai tidak bisa lagi diwariskan dengan alasan kurikulum, ganti menteri ganti kurikulum. Urusan buku juga sepertinya ada permainan dengan pihak penerbit ada mafia juga kayaknya di dunia pendidikan," tulis pria yang aktif di organisasi non pemerintah ini. (ekn)




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top