Harga Cabai di Pasar Tangga Arung Merangkak Naik

Dampak kemarau panjang yang terjadi sejak 2 bulan terakir ini membuat harga cabai di Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya di pasar Tangga Arung, Tenggarong, mulai merangkak naik. Kenaikan tersebut mencapai hingga 33 persen. Jika sebelumnya harga cabai berada dikisaran Rp 40 ribu, maka kini menjadi Rp 50 ribu per kilogramnya. 

Pembeli sayuran di pasar Tangga Arung
Foto : Endi 
Dari data yang disampaikan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kukar, kenaikan sudah terjadi sejak sepekan lalu. Seperti harga cabai keriting, sebelumnya hanya Rp 30 ribu, kini naik Rp 10 ribu menjadi Rp 40 ribu, cabai biasa alias cabai tiung semula Rp 65 ribu, naik 70 ribu, sedangkan cabai rawit dari Rp 140 ribu, saat ini harganya melonjak naik Rp 150 ribu perkilogram.


Kepala Disperindakop Kukar, H Azmidi melalui Kepala Bidang Perdagangan M Bustani belum lama ini mengatakan, hampir sebagian besar pasokan bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat Kaltim khususnya di Kukar didatangkan dari luar Kaltim. Sehingga pada musim cuaca buruk dan kemarau seperti sekarang, Kaltim ikut menerima imbasnya. 

"Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang kerap didatangkan dari pulau Jawa menjadi mahal dan terancam mengalami kelangkaan, Salah satunya cabe," ujar Bustani. Menurutnya, cabai, bawang dan sejumlah sayur mayur lainnya merupakan hasil pertanian masyarakat di pulau Jawa, dan biasanya dikirim ke Kaltim, namun karena mengalami gagal panen akibat kemarau, harganya pun mengalami kenaikan.

Berbeda dengan harga cabai, jika di daerah lain terjadi kenaikan harga daging sapi, harga daging tersebut di Pasar Tangga Arung tetap stabil pada kisaran harga Rp 130 ribu per kilogram. Namun kenaikan terjadi pada harga daging ayam, dari Rp 29 ribu naik menjadi Rp32 ribu, sedangkan untuk ikan layang, harga jual sebelumnya Rp34 ribu naik Rp 40 ribu per kilonya, Meski demikian kenaikan harga ini dinilai tidak terlalu signifikan.

Kenaikan harga ini memang dikeluhkan pembeli, khususnya ibu rumah tangga dan pedagang makanan, salah satu pemilik warung makan padang di kota Raja Tenggarong mengeluhkan kenaikan harga cabai, wanita yang enggan disebutkan namanya ini khawatir jika harga terus naik akan berdampak pada usaha yang dijalankannya. "Kalau harga makanan dinaikkan, takutnya pelanggan kabur, jadi mau tidak mau porsinya yang kita kurangi, yang penting pembeli tetap datang," tuturnya. (ekn


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top