Kemenag Kukar Himbau Warga Waspada, Pengikut Gafatar Ada di Samboja


Keberadaan Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dianggap meresahkan. Masyarakat dihimbau waspada terhadap pola dan gerakan organisasi ini.
Foto: Istimewa  

Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar ramai diberitakan di tanah air setelah beberapa orang dilaporkan hilang dan diduga kuat bergabung dengan organisasi ini. Bahkan kini dikabarkan Gafatar telah masuk ke wilayah Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

Untuk mengetahui kebenaran informasi masuknya Gafatar, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kukar, H Sulaiman Anwar mengadakan rapat terbatas bersama Kesbangpol Kukar dan Badan Intelijen Negara (BIN) Propinsi Kaltim di kantor Kemenag, Rabu (13/01) lalu.

Kesbangpol Kukar yang diwakili Effendi menyampaikan, Saat ini berdasarkan data yang ada, diketahui Gafatar telah menyebar ke wilayah Samboja tepatnya di desa Karya Jaya dengan jumlah pengikut sebanyak 50 Kepala Keluarga atau sekitar 180 jiwa. Mereka juga mengelola 9 hektar tanah yang ditanami sayur dan singkong gajah. “Mereka sangat antusias membeli tanah warga untuk memperluas komunitas,”terangnya.

Sementara itu, Dikatakan Bayu Pradana dari BIN Kaltim, Gerakan organisasi yang dinyatakan terlarang ini kondisinya harus mendapatkan pengawasan dan didata secara akurat oleh pihak berwenang serta selalu berkoordinasi dengan aparat Pemerintah di Samboja.

Menanggapi informasi tersebut, Kakan Kemenag, H Sulaiman, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkordinasi dengan KUA Kecamatan Samboja, dan telah memperoleh informasi bahwa kelompok ini datang ke Samboja sekitar 4 bulan yang lalu secara bertahap. 

Meski belum tampak kegiatan keagamaannya beber Sulaiman, disinyalir kelompok ini berhubungan dengan faham Qiyadah islamiyah yang dibawa oleh Ahmad Musadek yang beberapa tahun lalu dipenjara karena mengaku nabi dan menistakan agama Islam.

Ia juga menghimbau agar masyarakat berhati- hati terhadap organisasi ini. "Memang diawal gerakan mereka belum memperlihatkan kecurigaan, beraktifitas seperti masyarakat biasa bercocok tanam dan sangat ringan tangan membantu warga. Namun nanti akan kelihatan mereka mencoba merusak akidah,"ungkapnya. 

Ditambahkan Kakan Kemenag, Saat ini Kominda dan aparat pemerintahan Kecamatan Samboja terus melakukan pantauan terhadap aktifitas dan gerakan kelompok ini.

Seperti diketahui, Gafatar menjadi perhatian publik nasional sepanjang awal tahun 2016. Musababnya ialah seorang perempuan dokter asal Lampung hilang misterius bersama anak balitanya pada 30 Desember 2015. Jejak terakhirnya di Yogyakarta. 

Dokter bernama Rica Trihandayani dan balitanya itu akhirnya ditemukan lebih sepekan kemudian di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Senin (11/01) pagi. Dokter Rica disebut-sebut direkrut seseorang untuk menjadi anggota Gafatar. (end)

3 komentar:

Write a Comment


Top