Pelaku Kuliner di Pulau Kumala Akan Dibuatkan Bangunan Permanen

Kadis Pariwisata Kukar, pelaku kuliner di Pulau Kumala akan dibuatkan bangunan permanen
Foto: Endi

Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang pariwisata. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni saat mendampingi Anggota Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian, Kamis (14/03/2019). 

“Nilainya kurang lebih Rp 2,54 milyar. Dan saat di proses kita komunikasi juga dengan Ibu Hetifah dari Komisi X supaya membantu menyuarakan, mengawal ini, bahwa kita memang memerlukan DAK,” ucap Sri usai menghadiri Bimtek Program Kemitraan DPR RI 2019, di Hotel Grand Fatma Tenggarong.

Ia menyebutkan, DAK tersebut untuk pembuatan 45 unit bangunan permanen yang telah direncanakan sejak tahun lalu bagi pelaku kuliner di Pulau Kumala. 

“Jadi yang utama adalah untuk pelaku kuliner yang sudah berusaha di Pulau Kumala, dia bayar sewa, kemudian taat tata tertib yang kita buat, bagaimana melayani tamu, kuliner juga harus bersih,” kata Sri. 

Nantinya akan ada kurang dari 10 pelaku kuliner yang diundang sesuai permintaan pengunjung. “Ada kuliner-kuliner kekinian yang selama ini belum ada di Pulau Kumala, ini juga sebagai pemicu,” ujarnya. 

Dikatakannya, DAK tersebut diberikan karena Pulau Kumala dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari kunjungan, fasilitas dan lainnya yang diusulkan melalui aplikasi KRISNA – DAK. 

“Jadi kalau tidak sesuai dengan ketentuannya, dokumennya, maka bisa ditolak dengan KRISNA. Lalu ada asistensi dan sekarang dalam proses persiapan untuk lelang,” beber Sri. 

Anggota Komisi X DPR-RI Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga dan Perpustakaan, Hetifah Sjaifudian mengapresiasi Dinas Pariwisata Kukar yang telah mewadahi pelaku kuliner di Pulau Kumala. 

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan, kalau ini sudah berjalan kita kaitkan dengan badan ekonomi kreatif,” ucapnya. 

Hetifah berharap, para pelaku kuliner tidak hanya sekedar menjual makanan, tetapi juga melakukan inovasi, apalagi saat ini kuliner merupakan salah satu sektor paling berkembang di industri kreatif. 

“Tapi ada unsur-unsur inovatif dan kreatifnya, yang mengangkat budaya pengetahuan lokal soal makanan-makanan Kukar agar dihidupkan kembali atau dimodifikasi,” cetusnya. (end) 

1 komentar:

  1. Harapan saya semoga cepat terlaksana..sehingga pulau Kumala TDK terlihat kumuh

    BalasHapus


Top