Komplotan Pencuri Baterai Tower di Kukar Tertangkap

Kapolres Kukar bersama Kabag Ops dan Kasat Reskrim menunjukkan barang bukti kejahatan pelaku
(Foto: Endi)

Satuan Reskrim Polres Kukar meringkus komplotan pelaku pencurian baterai tower Base Transceiver Station (BTS), Senin (04/05) sekitar pukul 17.00 Wita.

Komplotan ini berjumlah 7 orang, dimana salah satunya merupakan pasangan suami istri. Para pelaku dibekuk Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar di Kota Samarinda.

Bersama pelaku diamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 1 pisau kecil, 2 buah tang, 3 buah kunci pas, 3 buah palu, 1 buah betel, 1 buah linggis, 2 mesin gerinda, 1 senpi laras panjang, 4 buah parang dan 2 buah badik, termasuk 1 buah alat hisap shabu.

"Kita berhasil mengungkap sekitar 30 TKP di wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, dan sebagian di beberapa wilayah Kaltim," terang Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho didampingi Kabag Ops Kompol Boney Wahyu Wicaksono dan Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, Selasa (05/05) siang.

Kasus yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 2 miliar ini terungkap setelah manajer salah satu provider telekomunikasi (Telkomsel) melaporkan terjadinya pencurian baterai tower di wilayah Kukar.

Barang bukti pencurian baterai tower juga diperlihakan Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho
(Foto: Endi)

"Modus operandi yang dilakukan pelaku mereka berpura-pura sebagai petugas pemelihara tower yang melakukan maintenance dan dilengkapi dengan surat tugas maupun catatan-catatan, jadi penjaga tower dikelabuhi dengan cara-cara tersebut," bebernya.

Ketujuh pelaku yang kini dijebloskan kedalam tahanan Mako Polres Kukar memiliki peran masing-masing, diantaranya berperan sebagai penunjuk arah, hingga pengalih perhatian jika kepergok penjaga tower.

"Ada yang khusus membuka gembok, bagian penjualan, termasuk driver," kata Andrias.

Ditanya dugaan keterlibatan orang dalam, ia mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan mengamankan 1 orang mantan karyawan provider telekomunikasi.

"Dari hasil pencurian ini ada yang bertugas melakukan penjualan di pasar loak. Jadi yang dijual adalah kumparan, timah yang ada didalamnya, lainnya dibongkar lalu dibuang. Harganya Rp 10 ribu per kilo, dalam satu baterai ada 40 kilo, dan dalam 1 tower ada 8 baterai," jelas Andrias. (end)

Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top